Transcription

STUDI KOMPARATIF ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN BARATDAN ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAMSKRIPSIDiajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan KeguruanUniversitas Islam Negeri Sunan Kalijaga YogyakartaUntuk Memenuhi Sebagian Syarat MemperolehGelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)Disusun Oleh:Syifaun Nikmah08470077PROGRAM STUDI KEPENDIDIKAN ISLAMFAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA2012

Universitas Islam Negeri Sunan KalijagaFM-UINSK-BM-05-03-/R0SURAT PERSETUJUAN SKRIPSIHal: SkripsiLamp. : 3 EksemplarKepadaYth. Dekan Fakultas Tarbiyah dan KeguruanUIN Sunan Kalijaga YogyakartaDi YogyakartaAssalamu’alaikum wr. wb.Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi sertamengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapatbahwa skripsi Saudara :NamaNIMJudul Skripsi: Syifaun Nikmah: 08470077: Studi Komparatif Aliran Filsafat Pendidikan BaratDan Aliran Filsafat Pendidikan IslamSudah dapat diajukan kepada Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah danKeguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu syarat untukmemperoleh gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan Islam.Dengan ini kami mengharap agar skripsi Saudara tersebut di atas dapatsegera dimunaqosyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.Wassalamu’alaikum wr. wb.Yogyakarta, 08 Juni 2012Pembimbing,Prof. Dr. Abdurrahman Assegaf, M.AgNIP. 19640312 199503 1 001

Universitas Islam Negeri Sunan KalijagaFM-UINSK-BM-05-07/R0SURAT PERSETUJUAN SKRIPSIHal: SkripsiLamp. : 3 EksemplarKepadaYth. Dekan Fakultas Tarbiyah dan KeguruanUIN Sunan Kalijaga YogyakartaDi YogyakartaAssalamu’alaikum wr. wb.Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi sertamengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku Konsultan berpendapatbahwa skripsi Saudara :NamaNIMJudul Skripsi: Syifaun Nikmah: 08470077: Studi Komparatif Aliran Filsafat Pendidikan Baratdan Aliran Filsafat Pendidikan Islamyang sudah dimunaqasyahkan pada hari senin, 25 juni 2012 sudah dapat diajukankembali kepada Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan KeguruanUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu syarat untuk memperolehgelar Sarjana Strata Satu Pendidikan Islam.Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.Wassalamu’alaikum wr. wb.Yogyakarta, 06 Juli 2012Konsultan,Prof. Dr. Abdurrahman Assegaf, M.AgNIP. 19640312 199503 1 001

Universitas Islam Negeri Sunan KalijagaFM-UINSK-BM-05-08/R0PENGESAHAN SKRIPSI/TUGAS AKHIRNomor : UIN.02/DT/PP.01.1//2012Skripsi/Tugas Akhir dengan judul :NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SYAIR LAGU “TITIPRINDU BUAT AYH” KARYA EBID G. ADYang dipersiapkan dan disusun oleh :Nama: Syifaun NikmahNIM: 08470077Telah dimunaqasyahkan pada: Hari Senin, Tanggal 25 Juni 2012Nilai Munaqasyah: A/BDan dinyatakan telah diterima oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SunanKalijaga.TIM MUNAQASYAH :Ketua SidangProf. Dr. Abdurrahman Assegaf, M.AgNIP. 19640312 199503 1 001Penguji IPenguji IIMuh. Agus Nuryatno, MA, Ph. DNIP.150282013Dr. Imam Machali, M. PdNIP. 19791011 2009121 1 005Yogyakarta,DekanFakultas Tarbiyah dan KeguruanUIN Sunan KalijagaProf. Dr. H. Hamruni, M.Si.NIP. 19590525 198503 1 005

MOTTOŸω óΟçGΨä. βÎ) Ì ø.Ïe%! # Ÿ δr& (#þθè t ó¡sù 4 öΝÍκö s9Î) û ÇrθœΡ Zω%y Í‘ ωÎ) y7Î ö6s% ÏΒ uΖù y ö‘r& ! tΒuρ tβθçΗs ès?Artinya: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecualiorang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka;Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyaipengetahuan jika kamu tidak mengetahui (QS Al-Nahl [16]:43)1Sering kita takut dengan orang yang berbedadengan kita, kita perlu menyempatkan diri untukmengetahui kesulitan-kesulitan mereka, perbedaanmereka. Mereka dapat menjadi kawan yang baik.Perbedaan adalah kekayaan.(France Statement)1Departemen Agama, Al Qur’an dan Terjemah, QS Al-Nahl (16): Ayat: 43.vi

HALAMAN PERSEMBAHANSkripsi ini dipersembahkan kepada :Almamater TercintaJurusan Kependidikan IslamFakultas Tarbiyah dan KeguruanUniversitas Islam Negeri Sunan KalijagaYogyakartavii

KATA PENGANTAR ﺣﻴْ ِﻢ ِ ﻦ اﻟ ﱠﺮ ِ ﷲ اﻟ ﱠﺮ ﺣْﻤ ِ ِﺑﺴْ ِﻢ ا ﻋﻠَﻰ ُا ُﻣﻮْرِاﻟ ﱡﺪ ﻧْﻴَﺎ َو َ ﻦ ُ ْ ﻦ َو ِﺑ ِﻪ َﻧﺴْ َﺘ ِﻌﻴ َ ْ ب اْﻟﻌَﺎَﻟ ِﻤﻴ ﷲ َر ﱢ ِ ﺤﻤْ ُﺪ َ ْ َأﻟ ل ُ ْ ﺳﻮ ُ ﺤﻤﱠﺪًا رﱠ َ ن ُﻣ ﷲ و َأﺷْ َﻬ ُﺪ َا ﱠ ُ ﻻا ﻻ اﻟ َﻪ ِا ﱠ َ ْ َأﺷْ َﻬ ُﺪ َان . ﻦ ِ ْ اﻟ ِّﺪﻳ ﺻﺤْ ِﺒ ِﻪ َ ﻋﻠَﻰ اِﻟ ِﻪ َو َ ﺤ ّﻤ ٍﺪ َو َ ﻋﻠَﻰ ُﻣ َ ْ ﺳﱢﻠﻢ َ ﻞ َو ﺻﱢ َ اَﻟﻠﱠ ُﻬﻢﱠ . ا ﷲ َا ّﻣَﺎ َﺑﻌْ ُﺪ . َاﺟْ َﻤ ِﻌﻴْﻦ Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT atassegala rahmat dan taufik-Nya kepada kita semua terutama kepada penulisyang telah diberi kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini tanpa adasuatu halangan yang tidak terselesaikan. Sholawat serta salam semoga tetapterlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW., yang telah menuntun umatnyamenuju jalan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.Setelah melewati waktu yang panjang dan upaya yang cukup berat,akhirnya penulis berhasil menyelesaikan skripsi dalam rangka meraih gelarSarjana Pendidikan Islam, tanpa adanya rintangan, hambatan, dan tantanganyang tidak teratasi. Skripsi ini berusaha untuk mengkaji dan mengetahuibagaimana Tujuan Pendidikan Islam yang sebenarnya dewasa ini telahdipengaruhi oleh pengaruh pendidikan dari Barat, yaitu dengan caramemperbandingkannya antara aliran filsafat pendidikan Barat dan aliranfilsafat pendidikan Islam. Akhirnyaharapan penulis semoga karya inibernilai ibadah dan bermanfaat serta memberikan sumbangan yang cukupberharga dalam pengembangan Pendidikan Islam.viii

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujudtanpa adanya bantuan, bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak. Dengankata lain di balik selesainya penulisan skripsi ini, sebenarnya banyak pihakyang ikut serta berperan bahkan membantu dan mendorong percepatanpenyelesaianya. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati padakesempatan ini penyusun mengucapkan rasa terimakasih kepada:1. Bapak Prof. Dr. Hamruni, M.Si.,selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan KeguruanUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.2. Ibu Dra. Nur Rohmah, M.Ag, selaku Ketua Jurusan Kependidikan Islam NegeriSunan Kalijaga Yogyakarta.3. Bapak Drs. Misbah Ulmunir, M. Si, selaku Sekretaris Jurusan KependidikanIslam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.4. Bapak Prof. Dr. Abd.Rachman Assegaf, selaku Pembimbing skripsi yang telahmencurahkan ketekunan dan kesabarannya dalam meluangkan waktu, tenaga danfikiran untuk memberikan bimbingan dan arahan dalam penulisan skripsi.5. Bapak Muh. Agus Nuryatno, MA, Ph. D selaku Penasehat Akademik.6. Segenap Dosen dan Karyawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SunanKalijaga Yogyakarta.7. Salam ta’dzim dan terima kasih teruntuk orang tua saya (Bp. Achmad Rohidindan Ibu Sikar), yang telah memberikan do’a, nasihat dan semua perjuangan nyasehingga penulis bisa menyelesaikan tugas ini, teman-teman spesial (FatoniAchmad,Saifullah Syah, Lia Setiawati, Lia Suryanto, Puji Supriyati, NurulJannah, Ririn Karina, Eni Kurniawati, Akbar Hasim) yangixselalu memberi

semangat serta adik saya (Subur Subarkah) yang telah memberikan banyakpengalaman dan pelajaran untuk menjadi seorang figur kakak yang baik.8. Teman-teman Jurusan Kependidikan Islam, semoga kebersamaan kita selama inimenjadi hal yang tidak bisa terlupakan dan menjadi saksi sebuah persahabatanyang takkan terputus selamanya. Mudah-mudahan bantuan mereka mendapatbalasan yang berlipat ganda dari Allah Sang Pemberi Rahmat. Amin.9. Penulis hanya bisa mendo’akan semoga bantuan, arahan, bimbingan, dorongandan pelayanan yang baik tersebut mendapatkan pahala yang setimpal dari AllahSWT. Yang Maha Adil dan Bijaksana.Yogyakarta, 07 Juni 2012Penulis,Syifaun NikmahNim: 08470077x

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL . .iHALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN .iiHALAMAN SURAT PERSETUJUAN PEMBIMBING. . iiiHALAMAN SURAT PERSETUJUAN KONSULTAN .ivHALAMAN PENGESAHAN .vHALAMAN MOTTO .viHALAMAN PERSEMBAH .viiKATA PENGANTAR .viiiDAFTAR ISI .xiDAFTAR LAMPIRAN .xvABSTRAK . xviBAB I : PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah .1B. Rumusan Masalah .10C. Tujuan dan Keguanaan Penelitian . .11D. Manfaat Penelitian . . . 11E. Ruang Lingkup Penelitian . . 11F. Telaah Pustaka . 12G. Kajian Teori . . .15H. Metodologi Penelitian . . 33I. Sistematika Pembahasan . 37xi

BAB II : ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN BARAT SERTAPERKEMBANGANNYAA. Pengertian Filsafat .39B. Filsafat Pendidikan Barat . .41C. Perkembangan Filsafat Pendidikan Barat . .441. Zaman Filsafat Yunani Kuno . . .442. Zaman Abad Pertengahan . .453. Zaman Modern . .464. Masa Kini . .48D. Aliran Filsafat Pendidikan Barat . .481. Aliran Progressivisme .512. Aliran Esensialisme .613. Aliran Perenialisme .664. Aliran Rekonstruksionalisme 69BAB III : ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SERTAPERKEMBANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAMA. Pengertian Filsafat Pendidikan Islam 79B. Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam . 86C. Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam . 86D. Metode Pengembangan Filsafat Pendidikan Islam .88E. Perkembangan Filsafat Pendidikan Islam .911. Periode Awal Perkembangan Filsafat Pendidikan Islam . 942. Periode Klasik . .xii97

3. Periode Modern .97F. Aliran-aliran Filsafat Pendidikan Islam .991. Perenial-esensial Salafi .1032. Perenial-esensial Mazhabi .1063. Modernis . .1094. Perenial-esensial Kontekstual-Falsifikatif .1135. Rekonstruksi Sosial .114BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASANA. Studi Komparatif Aliran Filsafat Pendidikan Barat dan Aliran FilsafatPendidikan Islam . .1161. Perbedaan antara Filsafat Pendidikan Barat dan Filsafat PendidikanIslam .1162. Persamaan antara Aliran Filsafat Pendidikan Barat dan AliranFilsafat Pendidikan Islam . .1223. Perbedaan antara Aliran Filsafat Pendidikan Barat dan AliranFilsafat Pendidikan Islam . 1244. Analisis Perbandingan anatara Aliran Filsafat Pendidikan Baratdan Aliran Pendidikan Islam dalam Perspektif Pendidikan Islam.125BAB V : PENUTUPA. Kesimpulan 143B. Saran-saran 149xiii

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN- LAMPIRANxiv151

DAFTAR LAMPIRANLampiran I: Surat Keterangan Bebas NilaiLampiran II: KHS Semester VIILampiran III: Surat Penunjukan PembimbingLampiran IV: Persetujuan Perubahan Judul SkripsiLampiran V: Kartu Bimbingan SkripsiLampiran VI: Bukti Seminar ProposalLampiran VII: Sertifikat PPL ILampiran VIII: Sertifikat KKNLampiran IX: PPL-KKN IntegratifLampiran X: Sertifikat TOEFLLampiran XI: Sertifikat TOAFLLampiran XII: Sertifikat ICTLampiran XIII:Curikulum VITAELampiran XIV: Transkrip Nilai SementaraLampiran XV: Ijazah SMALampiran XVI: Pendaftaran MunakosahLampiran XVII:Surat UndanganLampiran XVIII:Sertifikat SospemLampiran XIX:Sertifikat Seminar Nasionalxv

ABSTRAKSyifaun Nikmah, Studi Komparatif Aliran Filsafat Pendidikan Baratdalam Perspektif Pendidikan Islam. Skripsi. Jurusan Kependidikan Islam,Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2008.Berangkat dari latar belakang secara faktual, reaktualisasi pendidikanIslam itu merupakan suatu keharusan yang mutlak diwujudkan sebagai prasyaratpenting dan signifikan menciptakan sumber daya manusia muslim yang cerdas,kreatif, komitmen terhadap Islam serta berakhlakul-karimah. Pada satu sisi haltersebut merupakan antisipasi. Didalam pembahasan skripsi ini pengaruhperkembangan zaman didalam dunia pendidikan dibawa oleh aliran filsafatpendidikan Barat. Pendidikan Islam berusaha untuk mendapatkan tujuanpendidikan yang islami yang mampu memfilter perkembangan pendidikan daridunia Barat dan memanfaatkannya serta tidak kehilangan dasar pendidikan Islam.Dengan kata lain, pendidikan dapat diartikan sebagai hasil peradaban bangsa yangdikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri (nilai dan normamasyarakat) yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-citadan pernyataan tujuan pendidikannya. Sehingga perumusan tujuan dari penelitianini adalah: (1). Untuk mengetahui macam-macam Aliran filsafat pendidikan Baratdan untuk mengetahui macam-macam aliran filsafat pendidikan Islam? (2). Untukmengetahui perbandingan antara aliran filsafat pendidikan Barat dan aliran filsafatpendidikan Islam?Penelitian ini merupakan penelitian pustaka atau library research.Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakanliteratur (kepustakaan), baik berupa buku, catatan atau laporan-laporan hasilpenelitian dari peneliti terdahulu. Metode penelitian kualitatif disebut juga sebagaimetode interpretative karena data hasil penelitian lebih berkenaan denganinterpretasi terhadap data yang ditemukan di lapangan. perbandingan hasilpenelitian dengan telaah pustaka yang ada, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian pembahasan ini meliputi tentang perbandingan antaraaliran filsafat pendidikan Barat dengan aliran filsafat pendidikan Islam kemudianberangkat dari perspektif pendidikan Islam, Hasil analisis tersebut adalahPentingnya Memajukan Umat Islam dalam Pendidikan yang Bernuansa Islamipada era globalisasi yang semakin merajalela seperti dizaman modern ini yangkaya akan perkembangan teknologi yang berkembang pesat dan cepat. Atas dasarproblematika tersebut diatas, maka pemikiran dari aliran-aliran filsafat pendidikanBarat dan aliran-aliran filsafat pendidikan Islam yang perlu dikembangkan untukmenuju kepada tujuan pendidikan Islam diindonesia ini, yang telah dipengaruhioleh pendidikan Barat adalah aliran filsafat pendidikan Islam yaitu: RekonstruksiSosial.Kata kunci: Aliran filsafat pendidikan Barat dan Aliran filsafat pendidikanIslam.xvi

1BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahPendidikan berkenaan dengan fungsi luas dari pemeliharaan danperbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa masyarakat yangmasih baru bagi penenuaian kewajiban dan tanggung jawab didalammasyarakat. Oleh karena itu pendidikan merupakan proses yang lebih luasdari pada sekedar berlangsung disekolah saja. Pendidikan merupakanaktivitas sosial yang esensial dan krusial bagi masyarakat yang semakinkompleks. Dengan kata lain, pendidikan tidak hanya dilaksanakan oleh parasiswa dan mahasiswa berseragam dan beralmamater, juga bukan hanyakegiatan yang dilaksanakan para Guru dan Dosen. Tetapi lebih dari itu,pendidikan mencangkup segala aktvitas hidup dan kehidupan manusiadimana saja dan kapan saja.Pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya, akal danhatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya. Karena itu,pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaandamai maupun perang, dan menyiapkannya untuk menghadapi masyarakatdengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya.1 Sejalandengan itu, pendidikan pada hakikatnya adalah suatu proses manusia ataupeserta didik secara sadar, manusiawi yang terus-menerus agar dapat hidup1Yusuf al-Qardhawi, Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna, Terjemah Prof.H. Bustami A Gani dan Zainal Abidin Ahmad, (Jakarta: Bulan Bintang, 1980), Hal. 157.

2dan berkembang sebagai manusia yang sadar akan kemanusiannya. Demikianpula kesadaran serta kemampuan melaksanakan tugas dan fungsi kehidupanyang diembannya dengan penuh tanggung jawab.Pendidikan memegang kedudukan sentral dalam proses pembangunandan kemajuan dalam menghadapi tantangan masa depan. Perubahan yangsangat mendalam dan pesat mengharuskan manusia belajar hidup denganperubahan terus-menerus dengan ketidakpastian dan dengan unpredictability(ketidakmampuan untuk memperhitungkan apa yang akan terjadi). Persoalanyang dihadapi oleh manusia dan kemanusiaan tersebut tak luput jugamelibatkan persoalan pendidikan di dalamnya, yaitu sejauh mana pendidikanmampu mengantisipasi dan mengatasi persoalan tersebutdigambarkan oleh John Vaizey dengan menyatakan bahwa setiap orang yangpernah menghadiri konfrensi internasional di tahun-tahun terakhir ini pastimerasa terkejut akan banyaknya persoalan pendidikan yang memenuhiagenda. Makin lama makin jelas bahwa organisasi-organisasi internasional itumencerminkan apa yang terjadi di semua negara di dunia. Hampir tidak adasatu negara pun dewasa ini, di mana pendidikan tidak merupakan topik utamayang diperdebatkan.2Bangsa Indonesia dewasa ini dihadapkan pada ragam persoalan internaldan eksternal yang ditimbulkan oleh berbagai macam perubahan termasukbidang pendidikan, padahal menurut Hasan Langgulung pendidikan tidakhanya sekedar pemindahan (transmission) nilai-nilai kebudayaan darisuatu generasi kegenerasi berikutnya, akan tetapi juga ada proses22-3.Muis Sad Iman, Pendidikan Partisipatif, (Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2004). Hal.

3transformasi sebagai penuntun umat manusia dalam menjalani kehidupandan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia.3Tanpa pendidikan, maka diyakini manusia sekarang tidak berbeda dengangenerasi manusia masa lampau.4 Pendidikan adalah pemberi corak hitamputihnya perjalanan hidup seseorang. Kedudukan ini secara tidak langsungtelah menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan yang tidak dapatdipisahkan dengan hidup dan kehidupan umat manusia. Dalam hal iniJohn Dewey berpendapat bahwa pendidikan sebagai salah satu kebutuhanhidup (a necessity of life), salah satu fungsi sosial (a social function),sebagai pembimbing (as direction) dan sebagai sarana pertumbuhan (asmeansgrowth) yang mempersiapkan dan membukakan serta membentukdisiplin melalui transmisi yang baik dalam bentuk formal, informal dannon formal.5Masalah yang berkaitan dengan pendidikan memang mencakuppermasalahan yang sangat luas, seluas masalah hidup dan peri kehidupanumat manusia dan telah menjadi objek studi berbagai macam cabang ilmupengetahuan kemanusiaan.6 Manusia dibekali dengan akal, kalbu dan anggotatubuh yang lain untuk meraih ilmu pengetahuan. Manusia dilarang mengikutisesuatu tanpa ada pengetahuan tentangnya. Sebagaimana dalam Surat AlJatsiyah ayat 18.7 tβθßϑn ôètƒ Ÿω t Ï% ! # u !#uθ δr& ôìÎ7 Ks? Ÿωuρ yγ èÎ7 ? sù Ì øΒF{ # z ÏiΒ 7πyèƒÎ Ÿ 4’n?tã y7 oΨù yèy ΟèOArtinya: Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat(peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlahkamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui.(QS Al Jatsiyah18).3Hasan Langgulung, Pendidikan Islam Menghadapi Abad Ke 21 (Jakarta: Pustaka AlHusna, 1988), hal. 61.4Hujair Syaukani, “Pendidikan Islam di Indonesia, Suatu Kajian Upaya MembangunMasa Depan”, Pendidikan Islam dalam Peradaban Industrian, Penyunting: Muslih Usa & AdenWijaya (Yogyakarta: Aditya Media, 1997), hal. 211.5Zuhairini, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hal. 1.6Tadjab, Perbandingan Pendidikan, (Surabaya: Karya Abditama, 1994), hal. 10.7Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemah, Qs Al-Jatsiyah(45) ayat 18.

4Lebih jauh Lodge mengatakan bahwa pendidikan proses hidup dankehidupan umat manusia itu berjalan serempak dan tak dapat terpisahkan satusama yang lain life is education and education is life.Pemikiran dan kajian tentang pendidikan tersebut dilakukan oleh paraahli dalam berbagai sudut ditinjau dari disiplin ilmu seperti ilmu agama,filsafat, sosiologi, ekonomi, politik, sejarah dan antropologi. Dari sudut itulahyang menyebabkan lahirnya cabang ilmu pengetahuan kependidikan yangberpangkal dari sudut tinjauannya yaitu pendidikan agama, filsafatpendidikan, sosiologi pendidikan, sejarah pendidikan, ekonomi pendidikandan politik pendidikan.Pada kenyataannya pendidikan merupakan bagian tidak terpisahkan dikehidupan manusia di dunia yang sudah menjadi salah satu tradisi umatmanusia, sehingga tidak begitu mengherankan jika dari dulu sampai sekarangpendidikan menjadi tinjauan yang serius dengan manusia dan sangatdiperhatikan. Pendidikan merupakan salah satu bentuk usaha manusia dalamrangka mempertahankan kelangsungan eksistensi kehidupan budaya untukmenyiapkan generasi penerus agar dapat bersosialisasi dan beradaptasi dalambudaya yang ada.8Upaya untuk memperbaiki kondisi kependidikan itu tampaknya perludilacak pada akar permasalahannya yang bertumpu pada pemikiran filosofis.Diketahui bahwa secara umum filsafat berupaya menjelaskan inti atau8Imron Rossidy dan Bustanul Amari, Pendidikan yang Memanusiakan ManusiadenganParadigma Pembebasan, (Malang: Pustaka Minna, 2007), hal. 79.

5hakekat dari segala sesuatu yang ada dan karenanya ia menjadi induk segalailmu.Dapat diutarakan dengan jelas bahwa sistem filsafat menurut Platodan tokoh-tokoh yang lain dapat dijadikan sebagai dasar terbentuknya suatufilsafat pendidikan. Disisi lain, cabang-cabang sistem filsafat mendasariberbagai pemikiran mengenai pendidikan. Pendidikan dalam konteks upayamerekonstruksi suatu peradaban merupakan salah satu kebutuhan asasi yangdibutuhkan oleh setiap manusia dan kewajiban yang harus diemban olehNegara agar dapat membentuk masyarakat yang memiliki pemahaman dankemampuan untuk menjalankan fungsi-fungsi kehidupan selaras denganfitrahnya serta mampu mengembangkan kehidupannya menjadi lebih baikdari setiap masa ke masa berikutnya.Sejarah filsafat sangat kaya dengan ide-ide mengenai pendidikan. Ideide yang tercetus pada masa lampau dan hanya berlaku pada masa lampaujuga. Tetapi ada kalanya ide-ide atau gagasan-gagasan itu masih bisadipergunakan sebagai pegangan di masa sekarang. Sudah tentu ada gagasanyang tercetus di masa sekarang dan menjadi pegangan pada waktu yang inipula.Contoh yang bisa diambil misalnya metafisika. Karena tinjauannyayang mendalam mengenai hal-hal dibalik dunia fisik, memberikan dasardasar pemikiran cita-cita pendidikan. Epistimologi memberikan landasanpemikiran mengenai kurikulum, aksiologi mengenai masalah nilai dankesusilaan, sedangkan logika memberikan landasan pikiran mengenai

6pengembangan pendidikan kecerdasan.9 Karena itulah kedudukan filsafatsangat berhubungan dengan ilmu-ilmu yang lain. Jika dikatakan bahwafilsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu yang ada dan sebagaisuatu ilmu yang menyelidiki hakekat pengetahuan manusia maka seluruhilmu lain harus mempunyai hubungan struktural dan fungsional ngjawabbagipengembangan berpikir kritis dalam membangun kepribadian kreatif agarmampu mempertanggungjawabkan disiplin ilmu yang dikuasai dalammasyarakat, maka arti dan sistem filsafat merupakan sesuatu yang perluditelaah dan dimengerti.10Filsafat dapat juga dijadikan sebagai pandangan hidup. Jika filsafat itudijadikan sebagai pandangan hidup oleh suatu masyarakat atau bangsa makamereka akan berusaha untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut dalamkehidupan yang nyata. Dari sinilah filsafat sebagai pandangan hidupdifungsikan sebagai tolak ukur bagi nilai-nilai tentang kebenaran yang harusdicapai.Peranan filsafat yang mendasari berbagai aspek pendidikan ini sudahtentu merupakan sumbangan utama bagi pembinaan pendidikan. Teori-teoriyang tersusun karenanya dapat disebut sebagai pendidikan yang berlandaskanpada filsafat.Memasuki abad XXI di millennium ketiga ini yang digambarkan olehbanyak ahli dan pakar untuk jauh ke depan diprediksi sebagai Era9Imam Barnadib, Filsafat Pendidikan, (Yogyakarta: Andi Offset, 1986), hal. 5-6.Abdul Munir Mulkhan, Paradigma Intelektual Muslim, (Yogyakarta: Sipress, 1993),10hal. 22.

7Postmodernisme yang inti pokok alur pemikirannya adalah menentang segalahal yang berbau kemutlakan dan baku, menolak dan menghindari suatusistematika uraian atau pemecahan masalah yang sederhana dan sistematis,serta memanfaatkan nilai-nilai yang berasal dari berbagai aneka ragamsumber.11Terlepas dari suka atau tidak, kita semua akan memasuki era danrancah arus pemikiran spektakuler yang telah merasuk ke dalam sendi-sendikehidupan manusia di bidang sosial, ekonomi, budaya, politik, dan lain-lainsebagai dampak dan pengaruh globalisasi. Sebagaimana halnya denganglobalisasi tersebut, arus pemikiran postmodernisme juga sekaligus membawasisi-sisi positif dan negatifnya. Masalahnya sekarang adalah apakah umatIslam akan terciprat dan tenggelam dalam arus negatifnya, menjadi victimatau korban, ataukah sebaliknya akan menjadi pengendali dan pengambilmanfaat yang sebesar-besarnya. Dalam hal ini, tugas dan peranan pendidikanadalah amat sulit dan kompleks. Walaupun demikian, langkah-langkahtersebut harus ditunaikan dengan secara maksimal. Pada satu sisi, sepertiyangdikriteriakan di atas, yakni memiliki kualifikasi, berwawasan luas danprofesional di bidangnya masing-masing. Namun pada sisi yang lain,pendidikan juga harus mampu membenahi diri secara internal (ke dalam).Misalnya institusi kelembagaan, manajemen modern, kompetensi dansebagainya.11M. Amin Abdullah, Falsafah Kalam di Era Postmodernisme, (yogyakarta:Cet I,Pustaka Pelajar, 1995), hal. 96-97.

8Hal tersebut di atas, merupakan harapan-harapan yang ingin dicapaidengan pendidikan menghadapi civil society sebagai sebuah gambaranmasyarakat yang memiliki tingkat peradaban dan kemajuan yang amat majudisegala bidang. Pada saat yang demikian itu pula, maka pendidikan Islamberada pada posisi terdepan dan amat strategis, yakni memberikansumbangsih pendidikan yang bermuatan dan bernuansa etik, moral, mentalspritualitas keagamaan bagi bangsa kita. Manusia mengalami faktorperkembangan dalam hal tantangan, problematika, sudut pandang, zaman dankeadaan alam yang berbeda-beda.Demikian juga jawaban manusia atas pertanyaan tentang hakekatkenyataan atau dunia berbeda-beda pula. Sehubungan dengan itu, terjadinyaaliran filsafat pun bisa disebabkan oleh satu, dua atau beberapa hal.Diantaranya adalah sebagai berikut:1. Perbedaan antara filosof satu dengan filosof yang lain tentang pengalaman,kejadian, renungan, keyakinan, kepercayaan, pengertian dan persepsitentang alam, benda, dan Tuhan.2. Perbedaan antara filosof satu dengan filosof yang lain tentang pengalaman,pendidikan, lingkungan zaman dan pandangan hidup.3. Perbedaan antara filosof satu dengan filosof yang lain tentang aspirasi,minat dan kegiatan manusia.4. Perbedaan antara filosof satu dengan filosof yang lain tentang faktor alamdan problematika yang dihadapai.

95. Perbedaan antara filosof satu dengan filosof yang lain tentangperkembangan sejarah atau zaman.6. Perbedaan antara filosof satu dengan filosof yang lain tentang lingkungan(pengaruh alam sekitar).7. Perkembangan teknologi dan ilmu pun membawa pengaruh terhadapperubahan, perkembangan masyarakat dan kebudayaannya termasukdalam hal pendidikan. Hal itulah yang bisa menyebabkan timbulnya aliranfilsafat. Khususnya aliran filsafat pendidikan yang membawa isu-isupendidikan sesuai dengan tuntutan kebudayaan masyarakat modern yangsedang berubah.12Pembahasan tentang aliran filsafat pendidikan memberikan kontribusiyang berarti bagi dunia pendidikan. Sebagai seorang yang berakal, tentu akanmengetahui bahwa pendidikan dan pengajaran itu memiliki semangat danjiwa sebagaimana makhluk bernyawa, ia memiliki roh dan hati.Sesungguhnya semangat dan jiwa sistem pendidikan tiada lain hanyalahbayangan dari aqidah dan kepribadian penyusunnya. Itulah yang memberikankepada sistem pengajaran itu suatu kepribadian yang khusus, semangat danhati itu sendiri.Berlainan dengan pendidikan yang diinginkan oleh Islam, makasistem pengajaran yang diinginkan oleh bangsa Barat berbeda pula. Iamengandung semangat dan hati tersendiri. Dimana aqidah penyusun dan12126-127.Oong Komar, Filsafat Pendidikan Nonformal, (Bandung: Pustaka Setia, 2006), hal.

10pemikiran tampak dengan jelas, bahwa buah pikiran yang dihasilkan olehbangsa-bangsa Barat serta keseluruhan dari hasil pemikiran mereka.Bila umat Islam yang begitu memperhatikan berbagai aspek dalamdunia pendidikan, menganut suatu sistem pengajaran yang berlainan dasar,nilai dan ukuran dalam hal nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikannya,maka akan terjadi pertarungan terus-menerus, kemudian andalamberpikirdankesudahannya adalah murtad dalam beragama. Hal ini adalah wajar bagisetiap orang kecuali orang-orang yang dilindungi oleh Tuhan. Keadaan iniakan mencerai beraikan umat sepanjang jalan kehidupannya.13Berangkat dari kerangka berfikir di atas, peneliti tertarik untukmengkaji masalah Perbandingan Aliran Filsafat Pendidikan Barat dalamPerspektif Pendidikan Islam untuk dikaji dan dianalisis. Peneliti jugaberusaha untuk mengkomparasikan (membandingkan) Aliran FilsafatPendidikan Barat dan Aliran Filsafat Pendidikan Islam. Oleh karena itu,peneliti memilih judul "Studi Komparatif Alirans Filsafat Pendidikan Baratdan Aliran Filsafat Pendidikan Islam", dengan harapan karya tulis ini bisamemberikan sumbangan wawasan bagi kita semua.B. Rumusan MasalahSehubungan dengan judul yang dipilih oleh peneliti, maka rumusanmasalah yang diambil dalam pembahasan ini adalah:13Abul Hasan Ali al Husni An Nadwi, Pertarungan antara Alam Fikiran Islam denganAlam Fikiran Barat, Alih Bahasa Mahjuddin Syaf, (Bandung: al Ma’arif), hal. 158-159.

111. Bagaimana inti kajian dari aliran-aliran filsafat pendidikan Barat biladibandingkan dengan aliran-aliran filsafat pendidikan Islam?2. Apa persamaan dan perbedaan aliran filsafat pendidikan Barat denganaliran filsafat pendidikan Islam?C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian1. Untuk mengetahui macam-macam

Barat dan aliran-aliran filsafat pendidikan Islam yang perlu dikembangkan untuk menuju kepada tujuan pendidikan Islam diindonesia ini, yang telah dipengaruhi oleh pendidikan Barat adalah aliran filsafat pendidikan Islam yaitu: Rekonstruksi Sosial. Kata kunci: Aliran filsaf