Transcription

View metadata, citation and similar papers at core.ac.ukbrought to you byCOREprovided by Online Journal Universitas Advent IndonesiaARTIKEL PENELITIANKONVENSIONAL BED-BATH DAN PREPACKEDDISPOSIBLE BED-BATH DALAM PEMENUHANKEBUTUHAN KEBERSIHAN DIRI PASIEN DI RUMAH SAKITADVENT BANDUNGConventional Bed -bath and Prepacked Disposable Bed-bath for Fulfilling Patients’ HygienicNeed at Bandung Adventist HospitalChristmas Warastiko1, Sapti H. Widiyarti2Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Advent IndonesiaEmail: [email protected]: Setiap hari, di setiap rumah sakit di seluruh dunia banyak pasien yangbutuh dimandikan oleh perawat karena kondisi yang lemah dan sakit untuk memenuhikebutuhan kebersihan diri mereka sendiri. Trend memandikan pasien saat ini sudahmengalami perubahan di beberapa rumah sakit. Beralih dari metode konvensional bedbath kepada disposible bed bath. Konvensional bed bath adalah metode memandikanpasien dengan cara tradisional yaitu menggunakan air dan sabun dalam menjagakebersihan diri. Metode disposable bed bath adalah metode memandikan denganmenggunakan washcloth sekali pakai yang aman bagi kulit pasien. Penelitian inibertujuan untuk membandingkan antara kenyamanan pasien yang menerima metodekonvensional bed bath dan prepacked disposible bed bath dalam pemenuhankebutuhan kebersihan diri di Rumah Sakit Advent Bandung. Metode: Penelitian initemasuk dalam jenis quasi exsperiment dengan desain penelitian crosover design.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 20orang pasien yang dirawat di South Wing III dan West Wing III Rumah Sakit AdventBandung. Perbandingkan dua variabel tersebut menggunakan rumus paired t-test.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dimananilai p-value adalah 0,000 dari nilai α (0,05). Meskipun kedua metode berada dalamrentang kategori baik tetap terdapat perbedaan yang bermakna dimana metodekonvensional bed bath lebih membuat pasien merasa lebih nyaman setelahdimandikan. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh bagiankeperawatan dalam memberikan pelayanan pada pasien dalam pemenuhankebutuhan personal hygiene yang membuat pasien merasa lebih nyaman.Kata kunci: personal hygiene, konvensioanl bed bath, prepacked disposible bed bath,kenyamanan.ABSTRACTThe Problem: Trend of bathing patients currently undergoing changes in somehospitals such as Bandung Adventist Hospital and Bandar Lampung AdventistHospital. The transition from how to bath with conventional methods of bed bath (waterand soap) to the prepacket disposable bed bath use disposible washcloth give anextensive impact on the comfort of the patient. This study aims to comparing thecomfort of patients receiving conventional methods of bed bath and prepackeddisposible bed bath in fulfillment of self hygiene needs in Bandung Adventist Hospital.Method: This research included in pre-experiment type with crossover researchdesign. For retrieving the sample this research used purposive sampling that have thetotal of 20 patients that is hospitalized in South Wing III and West Wing III BandungAdventist Hospital. A comparison these two variables using independent t-testformula. Result: result of the comparison that there are significant differencesbetween the comfort of the patients who received conventional bed-bath anddisposible bed-bath. This two methods is in the same level of convenient category,however there is still a valuable difference where the conventional method is better inmaking the patients feel more comfortable after having a bed bath. Suggestion:Hopefully the result of this research is used by the nursing unit on giving morecomfortable care to fulfill the patients’ personal hygienic needs.JURNALSKOLASTIKKEPERAWATANVol. 2, No.2Juli - Desember 2016ISSN: 2443 – 0935E-ISSN: 2443 - 1699122

KONVENSIONAL BED-BATH DAN PREPACKED DISPOSIBLE BED-BATH DALAM PEMENUHAN KEBUTUHANKEBERSIHAN DIRI PASIEN DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNGKeywords:comfortnes.Personal hygiene, conventioanl bed bath, prepacked disposible bed bath,PENDAHULUANSetiap hari, di setiap rumah sakit diseluruh dunia banyak pasien yangbutuh dimandikan oleh perawatkarena kondisi yang lemah dan sakituntukmemenuhikebutuhankebersihan diri mereka sendiri(Horstmann, 2014). Kebersihan dirimerupakan kondisi yang karenamempengaruhi kesehatan dan psikisseseorang.Kebersihandiriseseorang merupakan bagian daripenampilan dan harga diri, sehinggaseseorangyangmengalamiketerbatasan dalam pemenuhankebutuhan kebersihan diri dapatmemengaruhikesehatanorangtersebut (Tarwoto & Wartonah, 2015).Menurut Virginia Henderson tentangkonsep keperawatan dalam Lynn danOliver (2009) terdapat 14 jeniskebutuhan dasar manusia dankebutuhan akan menjaga tubuh tetapbersih dan terawat serta melindungiintegumen merupakan salah satu darikeempat belas kebutuhan dasarmanusia tersebut.Secara normal seseorang yang sehatmampu untuk memenuhi kebutuhanakan kebersihan diri dirinya sendiri.Orang yang sakit dapat memerlukanbantuan bantuan perawat, baiksebagianataumandiriuntukmelakukan pembersihan diri yang rutin.Perawat memilik tanggung jawab besardalam menentukan kemampuan pasienuntuk melakukan perawatan diri danmemberikan perawatan kebersihansehubungandengankebutuhanpasien. Perawatan kebersihan dirimembuat klien menjadi bersih dannyaman, disamping itu perawatanJurnalkebersihan diri membantu untukmencegahinfeksi,meningkatkansirkulasi, mempertahankan integritasjaringan dan klien dapat menjadi lebihtenang dan rileks (Murwani, 2008).Memandikan pasien di tempat tidurmerupakan aktivitas membersihkanseluruh tubuh pasien yang terbaring diatas tempat tidur. Aktivitas ini umumnyadilakukan dengan air bersih dan sabun(Saputra, 2013). Seseorang yang tidakterjaga kebersihan dirinya seringmengalami gangguan rasa nyamandan gangguan kesehatan kulit. Menurutpenelitian yang dilakukan oleh Andriani(2016) di RSUD Ungaran Semarang,tentang gambaran persepsi pasiententangpelaksanaan pemenuhankebutuhan kebersihan diri pada 133responden didapatkan bahwa sebagianbesar 87 responden (65,4%) mengakubahwapelaksanaanpemenuhankebutuhan kebersihan diri tidak baikdalam pelaksanaannya, sehinggaperawat perlu meningkatkan kualitasdalampelaksanaan pemenuhankebutuhan kebersihan diri untukmeningkatkankepuasan,kenyamanan dan derajat kesehatanpasien.Trend memandikan pasien saat inisudah mengalami perubahan dibeberapa rumah sakit seperti RumahSakit Advent Bandung maupun RumahSakit Advent Bandar Lampung. DiRumah Sakit Advent Bandung sendiripraktikmemandikanpasienmenggunakan disposable washclothsudah diterapkan selama beberapatahun terakhir. Peralihan dari caramemandikandenganmetodekonvensional bed bath (menggunakanair dan sabun) kepada prepacketdisposable bed bath menggunakanSkolastik Keperawatan Vol.2, No. 2 Jul – Des 2016 123

Christmas Warastiko1, Sapti H. Widiyarti2disposible washcloth Berdasarkanpenelitian lain yang dilakukan olehHorstmann (2014), tentang Elderlypatients and nurses assessment oftraditional bed bath compared toprepacked single units at KogeHospitals terhadap 58 pasien yangmenerima dua metode bed bath,(tradisional bed bath pada hari pertamadan disposable bed bath pada harikedua) untuk mengukur durasi dankualitas memandikan, biaya, kepuasanperawat dan pasien. Didapatkan hasilbahwa disposable washcloth lebihmenghemat biaya, waktu memandikanlebih efisien, 24 pasien (47%) lebihmemilih menggunakan disposable bedbath, 11 pasien (22%) lebih memilihtradisional bed bath, dan 16 pasien(22%) merasa puas dengan keduametode tersebut. Sebagian besarperawat lebih memilih menggunakandisposable washcloth.1.Personal HygieneKebersihan diri adalah upayaseseorangdalammemeliharakebersihan dan kesehatan dirinyauntuk memperoleh kesejahteraanfisik dan psikologis. Pemenuhankebersihan diri diperlukan untukkenyamanan individu, keamanan,dan kesehatan. Kebersihan diriberasal dari bahasa Yunani yaitupersonal artinya perorangan danhygiene artinya sehat (Tarwoto &Wartonah, 2015). Menurut Mubarak(2007) tujuan kebersihan diri adalahuntuk memelihara kebersihan diri,menciptakankeindahan,sertameningkatkan derajat kesehatanindividu sehingga dapat mencegahtimbulnya penyakit pada diri sendirimaupun orang lain.MenurutHidayat(2012),tujuanumum kebersihan diri adalah untukmempertahankan perawatan diri,baik secara sendiri maupun denganmenggunakanbantuan,dapatmelatih hidup sehat/bersih dengancara memperbaiki gambaran ataupersepsi terhadap kesehatan dankebersihan,sertamenciptakanpenampilan yang sesuai dengankebutuhan kesehatan. Membuat gkankelelahan serta mencegah infeksi,mencegah gangguan sirkulasi darah,dan mempertahankan integritas padajaringan.2.Teori Comfort KolcabaMenurutKaterineKolcabamenyatakan kenyamanan adalahsuatu konsep dasar keperawatandengan praktek pelaksanaannyadidasarkan pada prosedur dankebutuhan dasar manusia. KathrineKolcaba adalah seorang perawatpendidik yang bergelar Phd, Diaseorang pertama kali menerapkanMid- Range Theory Comfort padatahun 1991 dan dia melakukananalisis konsep literatur mengenaikenyamanan (Kolcaba, 2003).Kolcaba menyatakan kenyamanansecara holistik merupakan pengalamanyang diperkuat secara transendensiyang terdiri dari empat konsep nyamanansosiokultural,dankenyamananlingkungan (Goodwin, Sener, & Steiner,2007). Kolcaba menjelaskan kenyamanfisik berfokus pada sensasi yangdirasakan oleh tubuh. Kenyamananpsikospiritual sebagai kenyamananyangterkaitdenganidentitas,seksualitas, harga diri, dan hubunganspiritual. Kenyamanan sosio kulturalsebagai kenyamanan yang dirasakan124 Jurnal Skolastik Keperawatan Vol.2, No. 2 Jul – Des 2016

KONVENSIONAL BED-BATH DAN PREPACKED DISPOSIBLE BED-BATH DALAM PEMENUHAN KEBUTUHANKEBERSIHAN DIRI PASIEN DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNGdari suatu hubungan interpersonal dansosial dengan keluarga. Kenyamananlingkungansebagaipengalamanmanusia terhadap lingkungan eksternalseperti suhu, cahaya, bau, warna, danfurnitur (Kolcaba, Tilton, & Drouin,2006).Ketiga jenis kenyamanan dan empatkonteks perawatan dalam erawatan rumah sakit (Kolcaba,Tilton, & Drouin, 2006). Selain itu,taksonomikenyamanandapatditerapkan untuk spesifik kasuspasienuntukmenggambarkanberbagai kebutuhan kenyamananpasien, sehingga diharapkan dapatmeningkatkanpemenuhankebutuhan kenyamanan pasien.Menurut Kolcaba kenyamanan sebagaisuatu elemen yang terdiri dari perasaanemosional dan fisik oleh individu yangmengalami (Apostolo & Kolcaba, 2009). Hal ini berarti bahwa kenyamananbersifat sangat subjektif, tidak jelas,dan beragam berdasarkan pemikiranatau pendapat individu masing-masing.Kenyamanan dari suatu tindakanperawat mungkin dapat membuatnyaman seorang pasien tapi tidakdemikian bagi pasien yang lain, danseterusnya. Oleh karena itu, pentinguntuk mengidentifikasi kenyamanandalam praktek keperawatan sebagaisuatu tujuan dan seni dalamkeperawatan begitu juga pada pasienyangdilakukanintervensimemandikan (Borzou, Anosheh,Mohammadi, & Kazemnejad, 2014).3.Konvensional Bed-bathMenurutHorstmann(2104)konvensional atau tradisional bed bathadalah metode memandikan pasiendengancaratradisionalyaitumenggunakan air dan sabun dalamJurnalmenjaga kebersihan diri. MenurutKamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)memandikan pasien dengan caratradisionaladalahprosedurmemandikan pasien dengan tujuanuntukmenjagadanmemenuhikebutuhan akan kebersihan diri denganmenggunakan air dan sabun. MenurutSaputra (2013) memandikan pasien ditempat tidur merupakkan aktivitasmembersihkan seluruh tubuh pasienyang berbaring diatas tempat tidur.Memandikan pasien di tempat tiduruntuk menjaga kebersihan kulit,mencegah bau badan, memberi rasanyaman, dan merangsang peredarandarah. Memandikan pasien di tempattidur dilakukan pada pasien yang tidakdapat mandi sendiri, misalnya karenaketerbatasan gerak atau koma.Aktivitas ini umumnya dilakukandengan menggunakan air bersih dansabun.4. Prepacked disposible bed-bathSelama beberapa dekade audisposable washgloves/washclothsmenjadi pilihan dalam pelaksanaanintervensi keperawatan dan sebagaialternatif dari memandikan metodekonvensional. Metode disposablebedbathsadalahmetodememandikan dengan menggunakanwashcloths sekali ablewashcloths adalah kain lap sekalipakai yang lembut dan sangat kuatsaat basah, dan higienis karenamengandungairdansabunpembersih, pelembab dan antiseptikyang dapat membunuh bakteri danjamur. Disposable bath sendiri sudahdi kembangkan sejak tahun 1994yang pada saat itu disebut bag bath.Dimanadelapanwashclothsdikumpulkan dalam satu kantungyang mana sebelumnya telah diberiSkolastik Keperawatan Vol.2, No. 2 Jul – Des 2016 125

Christmas Warastiko1, Sapti H. Widiyarti2detergent solution dan kemudian dipanaskan dalam oven microwaveyangtujuannyaadalahuntukmensterilkan bag bath itu sendiri.Sebelum digunakan terhada pasien,bag bath harus dibasahi terlebihdahulu Skewes (1994) dalamHorstmann (2014).kenyamanan setelah menerima setiaptindakan pemenuhan kebersihan diri.Penelitian dan pengumpulan datadilakukan pada 12 – 28 Maret 2017 diruang perawatan Southwing III danWestwing III Rumah Sakit AdventBandungyangkemudiandiinterprestasikan sesuai dengan tabelberikut:BAHAN DAN METODETabel 1. Rentangkategorikenyamanan pasienPenelitian ini termasuk kedalam jenispenelitian quasi experiment denganmenggunakancrossoverdesign.Populasi dalam penelitian ini adalahpasien yang dirawat di ruangSouthwing III dan Westwing III RumahSakit Advent Bandung. Sampel dalampenelitian ini adalah 20 orang pasienyang masing-masing 10 orang pasiendari Southwing III dan 10 orang pasiendari Westwing III menggunakan teknikpurposivesampling.Penelitiandilakukan dengan cara memberikandua tindakan pemenuhan kebutuhankebersihan diri kepada setiap pasien.Hari pertama pasien menerima metodekonvensional lalu mengisi kuesionertentang kenyamanan yang dirasakandan hari kedua menerima metodeprepacked disposible bed bath danmengisi kuesioner kenyamanan.Kuesioner yang digunakan berjumlahenam item penilaian kenyaman yangdirasakan pasien setelah menerimatindakan yang telah diuji validasidengan empat orang ahli. Pengukuranmenggunakan skala likert denganmetode scoring. Setiap pilihanjawaban diberi skor, yaitu: 1 sangattidak nyaman, 2 tidak nyaman, 3 cukup nyaman, 4 nyaman, 5 sangatnyaman.Pengumpulan data dilakukan dengancara peneliti memberikan dua tindakanpersonal hygiene kepada pasien dihari yang berbeda. Pasien mengisikuesionertentangpenilaianNilai1.00 – 1.791.80 – 2.592.60 – 3.393.40 – 4.194.20 – 5.00KategoriInterprestasiSangat tidak Sangat tidakbaiknyamanTidak baikTidak nyamanCukup baik Cukup nyamanBaikNyamanSangat baik Sangat nyamanHASILSecara demografik subjek penelitianmemiliki pendidikan SD sebanyak 3orang (15%), SMP sebanyak 3 orang(15%), SMA sebanyak 8 orang (40%),D3 sebanyak 1 orang (5%), dan S1sebanyak 5 orang (25%). Profil usiasampel menunjukan bahwa usia 20-28tahun sebanyak 5 orang (25%), usia29-37 sebanyak 5 orang (25%), usia38- 46 sebanyak 7 orang (35%), danusia 47-55 sebanyak 3 orang (15%).Tabel 1 dibawah ini menggambarkankenyamanan pasien pasien yangmenerima tindakanpemenuhankebutuhan personal hygiene denganmetode konvensional bed bath.Tabel 2. Nilai Rata-rata kenyamananPasiendenganKonvensional Bed-bathNilai rataratakenyamanan pasien3,9583KategoriBaikInterprestasiNyamanDari tabel diatas, hasil analisis datamenunjukan bahwa nilai rata-ratakenyamanan pasien adalah 3,9583yang berada dalam kategori baik126 Jurnal Skolastik Keperawatan Vol.2, No. 2 Jul – Des 2016

KONVENSIONAL BED-BATH DAN PREPACKED DISPOSIBLE BED-BATH DALAM PEMENUHAN KEBUTUHANKEBERSIHAN DIRI PASIEN DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNGdengan interprestasi nyaman.Tabel 2 dibawah ini menggambarkankenyamanan pasien pasien yangmenerima tindakanpemenuhankebutuhan personal hygiene denganmetode disposible bed bath.Tabel 3. Nilai Rata-rata KenyamananPasien dengan DisposibleBed-bathNilai rataratakenyamanan pasien3,4917KategoriInterprestasiBaikNyamanTabel 4 berikut ini menunjukan hasilanalisis uji perbedaan dari paired ttest menggunakan spss versi 20.Tabel 5. Independent t-testtDf Sig.(2tailed)Konvensional- 4,660 19 ,000disposibleBerdasarkan tabel di atas, hasil analisisdata menunjukan bahwa nilai t-hitung4,660 dan nilai p-value 0,001.PEMBAHASANDari tabel diatas, hasil analisis datamenunjukan bahwa nilai rata-ratakenyamanan pasien adalah 3,4917yang berada dalam kategori baikdengan interprestasi nyaman.Tabel 3 dibawah ini menunjukan hasiluji normalitas data konvensional bedbath dan disposible bed bath.Tabel 4 Uji normalitasVariabelShapirowilkAsymp.Sig. ,956,784,475Untuk identifikasi maslah pertamadankedua“Bagaimanakahkenyamanan pasien yang menerimatindakan pemenuhan kebutuhankebersihan diri dengan metodekonvensional bed bath dan disposiblebed-bath di Rumah Sakit AdventBandung?”dijawabdenganmenentukan nilai rata-rata darikenyamanan responden setelah itudiinterprestasikan sesuai denganrentangkategorikenyamananpasien.Tabel 6. RentangKategoriKenyamanan PasienNilai1.00 – 1.79Dari tabel di atas, hasil analisis datauji normalitas menunjukan bahwametodekonvensionalbed-bathmemiliki nilai probabilitas sebesar0,784 (p 0,05), dan data metodedisposible bed-bath memiliki nilaiprobabilitas sebesar 0,475 (p 0,05),sehingga dapat dikatan bahwa datayang digunakan dalam penelitian inimemiliki sebaran normal, sehinggadapat dilakukan uji perbedaandengan menggunakan paired t-test.Jurnal1.80 – 2.592.60 – 3.39KategoriInterprestasiSangat tidak Sangat tidakbaiknyamanTidak baikTidak nyamanCukup baikCukup nyaman3.40 – 4.194.20 – 5.00BaikNyamanSangat baik Sangat nyamanBerdasarkan perhitungan nilai ratarata kenyamanan pasien yangmenerima metode konvensional bedbath berada dalam kategori baik daninterprestasi nyaman dengan nilairata- rata 3,9583. Hal ini dipengaruhioleh pola kebiasaan yang dilakukanpasien selama dirumah, dimanaSkolastik Keperawatan Vol.2, No. 2 Jul – Des 2016 127

Christmas Warastiko1, Sapti H. Widiyarti2mereka biasa mandi menggunakan airdan sabun. Beberapa pasien jugamengatakan bahwa badan terasalebih segar apabila dimandikandengan air dan sabun. Hal ini didukungoleh hasil penelitian yang dilakukanoleh Sheppard & Brenner (2000) yangmenyatakan bahwa penggunaanmetode konvensional bed bath lebihefektifterhadaphidrasikulitdibandinggkan dengan disposible bedbath terhadap hidrasi kulit dengan nilaiP-value 0,001.Berdasarkan perhitungan nilai ratarata kenyamanan pasien yangmenerima metode disposible bedbath berada dalam kategori baik daninterprestasi nyaman dengan nilairata-rata3,4917.Memandikanpasien dengan metode disposiblebed bath memberikan rasa nyamankepada pasien. Hal ini didukung olehpenelitian yang dilakukan olehHorstmann (2014) tentang Elderlypatients and nurses assessment oftraditional bed bath compared toprepacked single units at KogeHospitals terhadap 58 pasien yangmenerima dua metode bed bath,(tradisional bed bath dan disposablebed bath) dimana sebagian besarpasien (24 pasien / 47%) merasapuas dengan metode disposible bedbath yang mereka terima dalammenjaga kebersihan diri.Untuk menjawab identifikasi masalahketiga, yaitu: “Adakah perbedaan yangsignifikan antara kenyamanan pasienyang menerima tindakan pemenuhankebutuhan kebersihan diri denganmetode konvensional bed-bath danprepacked disposible bed-bath diRumah Sakit Advent Bandung?” makadilakukan uji hipotesis menggunakanuji paired t-test. Analisis dari identifikasimasalah ketiga menunjukan bahwaada perbedaan yang signifikan dengannilai P-value (0,000 0,05) antarakenyamanan pasien yang menerimatindakanpemenuhankebutuhankebersihan diri dengan metodekonvensional bed-bath dan prepackeddisposible bed-bath di Rumah SakitAdvent Bandung. Analisis data inimemperlihatkan bahwa konvensionalbed bath menggunakan air dan sabunmemberikan kenyamanan yang lebihpada pasien.Metode konvensional bed bath lebihdisukai oleh pasien dan pasienmerasa lebih nyaman karena polakebiasaan yang biasa merekalakukan untuk menjaga kebersihandiri dirumah yaitu dengan mandimenggunakan air dan sabun danmereka merasa lebih segar setelahdisiram dengan air. Hal ini sesuaidengan apa yang sudah dijelaskanoleh Kolcaba bahwa kenyaman fisikberfokuspadasensasiyangdirasakan oleh tubuh (Kolcaba, Tilton,& Drouin, 2006).KESIMPULANKenyamanan pasien yang menerimametode konvensioanl bed bathtermasuk dalam rentang kategori baikdan interprestsi nyaman dengan nilairata-rata 3,95, dan kenyamananpasien yang menerima metodedisposible bed bath termasuk dalamrentang kategori baik dengan nilairata-rata 3,49. Hasil uji perbedaandengan paired t-test menunjukanbahwa terdapat perbedaan yangbermakna(signifikan)dalamkenyamanan pasien yang menerimametode konvensional bed bath dandisposiblebedbathdalampemenuhan kebutuhan kebersihandiri di ruang rawat inap West Wing IIIdan South Wing III Ruma Sakit128 Jurnal Skolastik Keperawatan Vol.2, No. 2 Jul – Des 2016

KONVENSIONAL BED-BATH DAN PREPACKED DISPOSIBLE BED-BATH DALAM PEMENUHAN KEBUTUHANKEBERSIHAN DIRI PASIEN DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNGAdvent Bandung dengan nilai p-valueDAFTAR PUSTAKAAndriani, Devi. (2016). Gambaranpersepsi pasien tentangpelaksanaan pemenuhankebutuhan personal hygieneoleh perawat di RSUD Ungaran.Semarang. UniversitasDiponegoro. (Skripsi). [Online].Available athttp://eprints.undip.ac.id/49594/[14 September 2016].Apostolo & Kolcaba, K. (2009). Theeffects of guided imagery oncomfort depresion, anxiety, andstress of psychiatric inpatientswith depressive Disorders.Borzou,S.B.Anosheh,M.Mohammadi, E. Kazemnejad, A(2014). Patients' Perception Qualitative Study. Iranian RedCrescent Medical Journal, 16 ov/pmc/articles/ PMC4166106/ [2 April2016].Goodwin, M. Sener, I. & Steiner, S.H.(2007). A Novel Theory forNursing Education. HolisticComfort. Sage Journals, 25 (4),278-85 [Online]. Available athttps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18029969 [2 April 2016].Kolcaba, K., Tilton, C., & Drouin, C.(2006) comfort theory a unifyingframework to enhance ration, 36 (11) 538-544.Mubarak, Wahit Iqbal, dkk. (2007).Promosi Kesehatan SebuahPengantarProsesBelajarMangajar dalam Pendidikan.Yogyakarta: Graha Ilmu.Saputra, Lyndon. (2013). KebutuhanDasar Manusia. TangerangSelatan : Binarupa Aksara.Jurnal(0,000) nilai α .com [14September 2016].Arita. murwani. (2008). Pengantarkonsep dasar keperawatan,Edisi 1, Fitramaya: YogyakartaBasford Lynn & Oliver Slevin.(2009).Teori dan Praktik KeperawatanPendekatan Integral AsuhanPasien; Alih Bahasa, AgungWaluyo. Editor edisi bahasaIndonesiaMonicaEsterSkp.Jakarta : EGC.Hidayat, A. A. (2012).RisetKeperawatandanTeknikPenulisan Ilmiah. Salemba Medika:Edisi 2.Hortstmann L, Hemmingsen LE,Hørdam B (2014). Elderlypatients’andnurses’assessment of traditional bedbath compared to prepackedsingle units – randomisedcontrolled trial. ScandinavianJournal of Caring Sciences. 29(2). 347-352Kolcaba, Katherine. (2003). Comforttheory and practice: a vision forHolistic Health Care andResearch. New York: SpringerPublishing Company.Sheppard, C.M. & Brenner, P.S(2000). The effects of bathingand skin care practices on skinquality and satisfaction with aninnovativeproduct.JournalGerontological Nursing. 26 (10).36-45. [Online]. Available athttps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed /11883497 [2 April 2016].Tarwoto & Wartonah. (2015).Kebutuhan Dasar Manusia danProses Keperawatan Edisiketiga. Jakarta : SalembaMedika.Skolastik Keperawatan Vol.2, No. 2 Jul – Des 2016 129

furnitur (Kolcaba, Tilton, & Drouin, 2006). Ketiga jenis kenyamanan dan empat konteks perawatan dalam teori kenyamanan Kolcaba dapat dimasukkan ke dalam model perawatan rumah sakit (Kolcaba, Tilton, & Drouin, 2006). Selain itu, taksonomi kenyamanan dapat d