Transcription

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Landasan Teori1. Daraha. DeskripsiDarah adalah suatu jaringan tubuh yang terdapat didalam pembuluhdarah yang berbentuk cair dan berwarna merah. Pada orang dewasa mudayang sehat memiliki darah sekitar 7% dari berat badan atau kira-kira sekita4-5 liter. Jumlah tersebut berbeda-beda untuk setiap orang tergantung padaumur, pekerjaan, keadaan jantung atau pembuluh darah. Darah merupakankendaraan atau medium untuk transportasi berbagai nutrisi ke seluruhtubuh. Darah berfungsi dalam mengangkut oksigen, zat gizi dan sisa hasilmetabolisme dari jantung keseluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung(Winarto, 2014).Darah utuh (whole blood), yaitu darah yang sama bentuk ataukondisinya seperti ketika beredar dalam aliran darah (Riswanto, 2013).Darah lengkap (whole blood) mengandung semua komponen darah secarautuh, baik plasma maupun sel darahnya. Prediluted adalah darah yangtelah diencerkan dengan larutan isoton sel – sel akan terpisahkan sehinggamereka dapat ditarik melalui aperture satu per satu serta membuatPoltekkes Kemenkes Yogyakarta

konduktifitas antara dua probe dan dapatdilakukan penghitungan denganmetode impedansi untuk analisis darah.b. Darah VenaDarah vena adalah darah yang berada di pembuluh darah vena,membawa darah miskin akan oksigen menuju ke jantung. Pembuluh darahvena juga berdinding tiga lapis seperti arteri, tetapi lapisan tengah berototlebih tipis, kurang kuat, lebih mudah kempes, dan kurang elastis dari padaarteri. Untuk mendapatkan sampel darah vena dilakukan venipunctureyaitu cara pengumpulan darah dengan melakukan tusukan kedalampembuluh darah vena. Pada umumnya semua pembuluh vena cukup besaryang letaknya superficial dapat dipergunakan untuk pengambilan darah,namun vena mediana cubital, pada anterior lengan (sisi dalam lipatansiku) terletak dekat dengan permukaan kulit, cukup besar, dan tidakterdapat saraf besar sehingga vena ini dijadikan pilihan utama karenaminimal rasa sakitnya. Apabila tidak memungkinkan, vena chepalica atauvena basilica bisa menjadi pilihan berikutnya. Pengambilan darah padavena basilica harus dilakukan dengan hati-hati karena letaknya berdekatandengan arteri brachialis dan syaraf median. Terdapat dua carapengambilan sampel darah vena, yaitu cara terbuka (menggunakan jarumspuit) dan cara tertutup (jarum dan tabung vacum/ vacutainer). Padapenelitian ini menggunakan cara terbuka.Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Langkah – langkah pada prosedur Venipuncture :1) Identifikasi pasien; setidaknya dua pengenal (nama lengkap, alamat,tanggal lahir) jangan melanjutkan prosedur jika ada ketidaksesuaianidentifikasi, Formulir Permintaan pemeriksaan harus tertulis jelasnama pasien, alamat, tanggal lahir, no identitas, tanggal pengambilansampel, jenis pemeriksaan yang diperlukan2) Phlebotomis memperkenalkan diri dan menyampaikan prosedur yangakan dilakukan3) Verifikasi puasa untuk keperluan pemeriksaan tertentu (kapan terakhirmakan, minum)4) Lakukan hand hygiene, kenakan sarung tangan; disarankan untuk tidakmenyentuh pasien tanpa sarung tangan5) Posisikan pasien supaya nyaman, letakkan lengan pasien lurus diatasmeja dengan telapak tangan menghadap keatas6) Ikat lengan dengan cukup erat menggunakan tourniquet untukmembendung aliran darah, kemudian pasien disuruh mengepal danmembuka tangannya beberapa kali untuk mengisi pembuluh darah7) Dalam keadaan tangan pasien masih mengepal, ujung telunjukpemeriksa mencari lokasi pembuluh darah yang akan ditusuk8) Bersihkan lokasi tersebut dengan kapas alkohol dan biarkan keringPoltekkes Kemenkes Yogyakarta

9) Peganglah spuit dengan tangan kanan dan ujung telunjuk pada pangkaljarum10) Tegangkan kulit dengan jari telunjuk dan ibu jari kiri diatas pembuluhdarah supaya pembuluh darah tidak bergerak, kemudian tusukkanjarum dengan sisi miring menghadap keatas dan membentuk sudut 30o11) Jarum dimasukkan sepanjang pembuluh darah 1 - 1½ cm12) Dengan tangan kiri, pengisap spuit ditarik perlahan-lahan sehinggadarah masuk kedalam spuit, sementara itu kepalan tangan dibuka danikatan pembendung direnggangkan atau dilepas sampai didapatsejumlah darah yang dikehendaki13) Letakkan kapas pada tempat tusukan, jarum ditarik kembali14) Pasangkan plester untuk menutup bekas tusukan pada lengan pasien15) Alirkan darah yang terambil ke dalam tabung vacutainer EDTA16) Segera bolak- balikkan vacutainer sesuai rekomendasi produsentabung. (H. Maxwell, 2010)Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Gambar 1. Lokasi venipunctureSumber : Dilorenzo,Strasinger, 2010c. Susunan DarahDarah terbentuk dari 2 bagian,yaitu cairan (plasma darah) danpadat. Pada bagian padat terbagi lagi menjadi beberapa komponen yaitusel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan trombosit(platelet). Setiap sel darah memiliki fungsi dan peran masing masing:1) Sel darah merah ( Eritrosit )Sel darah merah merupakan sel terbanyak, yaitu sekitar 5 juta/mm³darah. Bentuknya dalam sirkulasi darah berbentuk biconcave (cekungpada kedua sisinya), tidak mempunyai inti sel. Inti sel darah inimenghilang saat lahir sebagai suatu proses pematangan sel yang imemungkinkan rasio volume permukaan sel yang paling besar, yangpenting untuk mengikat oksigen (O2) atau CO2 lebih banyak. OksigenPoltekkes Kemenkes Yogyakarta

dan CO₂ dalam sel darah merah ini terikat pada Hemoglobin (Hb)yang terdapat dalam sel darah merah. Fungsi utama sel darah merahyaitu mengangkut O₂ ke jaringan/organ yang membawa kembali CO₂dari jaringan ke paru-paru untuk dikeluarkan lewat pernafasan.Eritrosit diproduksi oleh sumsum tulang merah. Dalam seharidiproduksi sekitar 3,5 juta sel/kg berat badan. Sel darah merah ini tetapbertahan dan berfungsi selama 90 – 120 hari, dan kemudiandihancurkan oleh makrofag pada limfa dan hati (Saprini, 2014).Gambar 2.Eritrosit, 100xSumber : Hanggara, 20122) Sel darah putih (leukosit)Sel darah putih atau disebut juga leukosit merupakan unitsistem pertahanan tubuh yang bergerak aktif. Leukosit sebagiandibentuk di sumsum tulang dan sebagian lagi di jaringan limfe.Setelah dibentuk sel-sel ini diangkut dalam darah menuju bagiantubuh yang membutuhkannya.Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Fungsi utama dari leukosit yaitu secara khusus dikirim menujudaerah yang mengalami infeksi dan mengalami peradangan, dengandemikian leukosit dapat melindungi tubuh dari benda asing yangmasuk ke dalam tubuh. Leukosit jumlahnya lebih sedikit dibandingeritrosit dan trombosit. Pada orang dewasa normal jumlah leukositsekitar 4.500 – 10.000/mm3.Berdasarkan bentuk intinya, leukosit terbagi dalam duakelompok yaitu granulosit yaitu terdiri dari neutrofil, eosinofil danbasofil dan agranulosit yang terdiri dari limfosit dan monosit (Sofro,2012).Gambar 3. Leukosit, 100xSumber : Hanggara, 2012Gambar 4. Jenis Leukosit (a) Neutrofil batang(b) Neutrofil segmen(c) Eosinofil (d) Basofi (e) Monosit (f) Limfosit, 100xSumber : Hanggara, 2012Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

3) Sel Trombosit (Platelet)Trombosit memiliki peranan untuk menghentikan perdarahanyang terjadi pada saat tubuh terluka. Trombosit dapat di temukandalam darah dan limpha. Sel darah ini bening dan tidak berwarna danmemiliki siklus hidup hanya 10 hari. Pada kondisi normal tubuh akanakan memperbaharui persediaan trombosit baru yang di produksi disumsum tulang. Saat terjadi luka trombosit memiliki kanmenghentikan perdarahan yang atau menutup luka agar darah tidakkeluar lagi. Bila seseorang tidak memiliki cukup trombosit di dalamdarah, maka tubuh akan kesulitan menggumpalkan dan menghentikanperdarahan saat terluka,sehingga proses perdarahan menjadi lama.Pemeriksaan Trombosit biasanya merupakan bagian dari pemeriksaandarah lengkap. Umumnya jumlah trombosit Normal dalam darahadalah sekitar 150.000 hingga 400.000 per milimeter kubik. Rentangjumlah trombosit normal pada setiap orang bisa berbeda. Seseorangdikatakan memiliki jumlah trombosit yang tidak normal jika kadartrombosit mereka diluar rentang nilai tersebut secara signifikan (AdangDurachim,2019).Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Gambar 5. Trombosit, 100xSumber : Hanggara, 2012Hitung jumlah trombosit merupakan pemeriksaan laboratoriumyang dilakukan untuk mengetahui jumlah trombosit permikroliterdarah. Penelitian ini menggunakan alat Hematology Analyzer untukpemeriksaan hitung jumlah mlahtrombosit sebisa mungkin dilakukan dengan benar dan sampel harussegera diperiksa dalam waktu kurang dari 1 jam setelah pengambilandarah. Penundaan pemeriksaan dapat menyebabkan penurunan jumlahtrombosit (Sujud, 2015)Penghitungan sel otomatis mampu mengukur secara langsunghitung trombosit selain hitung eritrosit dan hitung lekosit. Sebagianbesar alat hitung trombosit dan eritrosit bersama - sama, namunkeduanya dibedakan berdasarkan ukuran. Partikel yang lebih kecildihitung sebagai trombosit dan partikel yang lebih besar dihitungsebagai sel eritrosit. Teknik ini dapat mengalami kesalahan bila terjadiPoltekkes Kemenkes Yogyakarta

fragmentasi sel eritrosit yang berat, apabila partikel pengencer berisipartikel eksogen, apabila sampel sudah terlalu lama didiamkan atauapabila trombosit saling melekat (Sacher dan McPherson,2004).Penggunaan cara otomatis mempunyai dampak besar terhadapefisiensi rlukan upaya untuk mempertahankan akurasi dengan jalanmencegah atau memprediksi penyimpangan selama pemakaian rutin(NCCLS, 1996).Upaya ini sekarang semakin mudah dilakukan dengantersedianya berbagai strategi dan perangkat statistik untuk membantupelaksanaan program penjaminan mutu (quality assurance/ QA) dankontrol kualitas (quality control/ QC) hematologi, yang biladiterapkan secara teliti diharapkan tes yang reliabel akan dapat dicapai(Setyawati,2010).2. Antikoagulan EDTA (Etylendiamine Tetraacetic Acid)Pemeriksaan hematologi pada umumnya memerlukan sampel darahyang ditambah antikoagulan. Antikoagulan adalah bahan yang digunakanuntuk mencegah pembekuan darah. EDTA pada umumnya tersedia dalambentuk garam sodium/natrium (sequestrene Na2) atau potassium/kalium(dipotassiumethylenediamine tetraacetic), mencegah koagulasi dengan ngkanPoltekkes Kemenkes Yogyakarta

antikoagulan lainnya, yaitu tidak mempengaruhi sel sel darah, sehingga idealuntuk uji hematologi. EDTA ada tiga macam yaitu, dinatrium EDTA(Na2EDTA), dipotassium EDTA (K2EDTA ) dan tripotassium EDTA(K3EDTA).Na2 EDTA dan K2 EDTA biasanya digunakan dalam bentukkering sedangkan K3 EDTA dalam bentuk cair. Dari ketiga EDTA ini K2EDTA yang paling baik dan dianjurkan oleh ICSH (International Council forStandardization in Hematology ). Perbandingan volume darah denganantikoagulan tidak sesuai dapat menyebabkan kesalahan pada hasil.EDTA kurang dari yang dibutuhkan menyebabkan hitung trombositmenurun karena terjadi mikrotrombi di dalam penampung yang dapatmenyumbat alat, sedangkan bila berlebihan akan menyebabkan selmembengkak kemudian disintegrasi, membentuk fragmen dalam ukuran yangsama dengan trombosit sehingga terhitung oleh alat penghitung elektronik,berakibat peningkatan palsu hitung jumlah trombosit, bila disintegrasi inimembentuk fragmen dalam ukuran yang berbeda dengan ukuran trombositakan menyebabkan penurunan palsuhitung jumlah trombosit ( HarunNurrachmat, 2005).3. Pemeriksaan Hitung Jumlah Trombosita. Metode pemeriksaan jumlah trombositPemeriksaan hitung trombosit dapat dilakukan dengan metode langsungdan tidak langsung. Metode langsung dapat dilakukan dengan metode ReesPoltekkes Kemenkes Yogyakarta

Ecker, metode Brecher Cronkite, dan metode otomatis. Metode Rees Eckerdapat dilakukan dengan cara darah diencerkan dengan larutan BCB (BrilliantCresyl Blue), sehingga trombosit akan tercat terang kebiruan. Trombositdihitung dengan bilik hitung dibawah mikroskop, kemungkinan kesalahanmetode Rees Ecker 16-25% (Gandasoebrata, 2013). Metode Brecher Cronkitedapat dilakukan dengan cara darah diencerkan dengan larutan amonium oksalat1% untuk melisiskan eritrosit, trombosit dihitung pada bilik hitungmenggunakan mikroskop fase kontras. Kemungkinan kesalahan BrecherCronkite 8-10% (Dacie, 2010). Hitung trombosit cara tak langsung dilakukandengan metode Fonio dan estimasi jumlah trombosit pada sediaan apus darahtepi (SADT). Metode Fonio dilakukan menggunakan darah kapiler dicampurdengan larutan magnesium sulfat 14% kemudian dibuat SADT dan dilakukanpengecatan giemsa. Jumlah trombosit dihitung dalam 1000 eritrosit, jumlahmutlak trombosit dapat diperhitungkan dari jumlah mutlak eritrosit. Cara Foniolebih kasar daripada cara langsung. Cara estimasi jumlah trombosit padaSADT, semua hasil hitung trombosit baik normal maupun abnormal yangdiperiksa secara langsung harus dilakukan cross check dengan SADT yangbertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hitung trombosit secaralangsung dan estimasi (Gandasoebrata, 2013).Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

b. Metode otomatis hematology analyzerMetode otomatis menggunakan hematology analyzer yang berfungsiuntuk pengukuran dan pemeriksaan sel darah dalam sampel darah. Alathematology analyzer memiliki beberapa kelebihan yaitu efisiensi waktu,volume sampel, dan ketepatan hasil. Pemeriksaan dengan hematologyanalyzer dapat dilakukan dengan cepat hanya memerlukan waktu sekitar 45detik. Sampel darah yang digunakan dapat menggunakan darah periferdengan jumlah darah yang lebih sedikit. Hasil yang dikeluarkan alat inibiasanya sudah melalui quality control yang dilakukan oleh internlaboratorium (Medonic, 2016). Beberapa kekurangan hematology analyzerantara lain tidak dapat menghitung sel abnormal, misalnya sel-sel yang belummatang pada leukemia, infeksi bakterial, sepsis dan sebagainya, dan tidakmampu menghitung ketika jumlah sel sangat tinggi. Cross checkmenggunakan sediaan apus darah tepi sangat berarti. Penggunaan alathematology analyzer perlu mendapatkan perhatian khusus dalam halperawatan. Suhu ruangan harus dilakukan kontrol secara berkala, reagenharus dalam penyimpanan yang baik, dan sampel dijaga supaya tidak terjadiaglutinasi. Sampel darah yang digunakan adalah sampel darah yang sudahditambahkan antikoagulan. Apabila sampel yang digunakan terdapat darahyang menggumpal, maka apabila terhisap alat akan merusak alat tersebut(Medonic, 2016).Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Gambar 6. Blok diagram Hematology Analyzer (Infolabmed, 2017).Prinsip kerja hematology analyzer adalah sampel darah yang sudahdicampur dengan reagen dilusi sebanyak 200x proses hemolyzing untukmengukur jumlah leukosit. Selanjutnya sampel dilakukan dilusi lanjutansebanyak 200x (jadi 40.000x) untuk mengukur eritrosit dan trombosit.Sampel diproses pada blok data processing dan hasilnya akan ditampilkanpada monitor dan dicetak dengan mesin print (Infolabmed, 2017).Gambar 7. Sysmex XP 100Sumber: Sysmex,2020.Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

c. Pengukuran Jumlah Trombosit dengan Hematology AnalyzerMetode pengukuran hematology analyzer untuk menghitungjumlah trombosit adalah dengan metode pengukuran sel atau disebutvolumetric impedance. Metode volumetric impedance menggunakanlarutan elektrolit (diluent) yang dicampur dengan sel-sel darah dihisapmelalui aperture. Bilik pengukuran terdapat dua electrode yang terdiridari internal electrode dan eksternal, electrode yang terletak dekatdengan aperture. Kedua elektroda tersebut dilewati arus listrik yangkonstan (Infolabmed, 2017).Gambar 8. Metode Volumetric Impedance (Infolabmed, 2017)Apabila sel-sel darah melalui aperture maka hambatan antarakedua elektroda tersebut akan naik dan terjadi tegangan yang sangatkecil sesuai dengan nilai tahanannya. Tegangan tersebut diterima olehPoltekkes Kemenkes Yogyakarta

detection circuit, kemudian sinyal tegangan tersebut dikuatkan ataudiperbesar pada rangkaian amplifier dan dikirim ke 12 rangkaianelektronik. Rangkaian elektronik terdapat rangkaian Treshold Circuityang berfungsi untuk menghilangkan sinyal noise yang diakibatkanoleh elektrik noise (gangguan listrik), debu, sisa-sisa cairan, danpartikel yang lebih kecil atau lebih besar dari sel darah yang diukur(Infolabmed, 2017). Nilai puncak diperoleh dengan sinyal dikirim keA/D converter, kemudian data yang diperlukan disimpan pada memoriuntuk setiap nilai maksimum. Data tersebut akan dikoreksi oleh CPUdan akan ditampilkan pada layar LCD. Jumlah sinyal untuk setiapukuran sel disimpan pada memori dalam bentuk histogram. Eritrositdan trombosit yang dihitung memiliki ukuran yang berbeda sehinggaCPU dapat membedakan penghitungan untuk setiap jenis sel.Sedangkan ketiga jenis sel leukosit yang dihitung memiliki ukuran selyang hampir sama sehingga CPU menggunakan histogram untukmembedakan populasi ketiga jenis sel WBC. Terkadang terdapat duasel atau lebih yang melewati aperture secara bersamaan, peristiwatersebut disebut coincidence. Apabila larutan sampel sudah cukupdiencerkan dan dicampur, coincidence dapat diprediksi secara statistikdengan tingkat keakuratan yang tinggi (Infolabmed, 2017).Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

4. Pemeriksaan Angka Trombosit dengan Hematology Analyzer Sysmexa. Pra Analitik1) Persiapan pasien: tidak memerlukan persipan khusus2) Persiapan sample: vena antikoagulan EDTA3) Prinsip: Alat otomatisasi impedansi,menghitung sel berdasarkanukuran sel. Sel dalam darah akan melewati celah,dimana sel akanmelewati celah satu persatu dan mengganggu aliran listrik ketikamelewati celah. Besar kecilnya gangguan aliran listrik sebandingdengan ukuran sel.4) Alat dan Bahana)Alat:i.Tabung EDTAii.Mikropipet 20 Ul dan mikropipet 500 Uliii.Tabung reaksi yang bersihb)Bahan:i. Darahii. Larutan cellpackb. AnalitikSumber Kesalahan1) Pra Analitik.Persiapan sampel :Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

a) Perbandingan antara darah dengan antikoagulan tidak sesuaib) Tidakmenghomogenkandenganbenarantaradarahdengan antikoagulanc) Pembendungan yang terlalu lamad) Tertukar sampel karena identitas sampel tidak jelasPersiapan alat :a) Volume yang tidak tepat karena pipet tidak dikalibrasib) Tabung yang kurang bersih2)Analitik.Kesalahan Teknik :a) Volume darah, volume reagensia tidak tepatb) Tidak terjadi percampuran yang homogen waktu darahdiencerkan dengan larutan pengencer.c) Probe yang tidak terendam dalam darah sehingga ada udara yangterhisap.Kesalahan lain:Kodisi klinis pasien seperti pseudotrombositopenia, agregasitrombosit dan trombosit megalostik dapat menurunkan jumlahtrombosit,sedangkan banyaknya sel mikrotosis dapat meningkatkanjummlah trombosit3)Pasca AnalitikPoltekkes Kemenkes Yogyakarta

Kesalahan pada tahap ini sifatnya kesalahan administrasi.5. Reagen CellpackCellpack adalah larutan pengencer darah utuh yang digunakan untukmenentukan kadar hemoglobin, penghitungan impedansi dan ukuran seldarah. Sysmex cellpack juga membentuk aliran selubung laminar di sekitarsampel yang diencerkan untuk menghitung RBC dan PLT.Penyimpanan : Simpan pada suhu yang terkontrol 5-30o C, Jika beku,cairkan, aduk hingga tercampur rata, dan biarkan gelembung hilang sebelumdigunakan, Sysmex cellpack tidak berwarna. Jika ada tanda-tandakontaminasi, ketidakstabilan atau perubahan warna, jangan gunakan.Sysmex cellpack Stabilitas : Belum dibuka, stabil hingga tanggalkedaluwarsa yang ditunjukkan pada wadah, dibuka, Sysmex cellpack stabilselama 60 hari. Rekam tanggal diterima, tanggal dibuka dan tanggalkedaluwarsa pada wadah. Catat nomor lot, tanggal kedaluwarsa dan tanggaldibuka pada log reagen.Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

B. Kerangka TeoriKerangka teori pada penelitian ini adalah sebagi berikut:Hitung Angka TrombositSampel Whole BloodSampel PredilutedLokasi: sisi dalam lipat sikuLokasi: sisi dalam lipat sikuVolume darah: 2,5 ml darah venaVolume darah: 20 µl darah venadengan antikoagulan EDTAtanpa antikoagulan diencerkandengan cell pack 500µlSampel Whole BloodSampel PredilutedDarah Vena langsung diperiksakedalam Hematology analyzerDarah vena diencerkan dengan cellpack 1:26 sebelum diperiksa kedalam Hematology analyzerHematology analyzerMetode impedensiJumlah TrombositGambar 9. Kerangka TeoriPoltekkes Kemenkes Yogyakarta

C. Kerangka KonsepVariabel BebasVariabel TerikatSampel Whole BloodJumlah TrombositSampel PredilutedGambar 10. Kerangka KonsepD. HipotesisAda perbedaan hasil pemeriksaan hitung jumlah trombosit menggunakansampel whole bood dan sampel Prediluted?Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Darah Vena Darah vena adalah darah yang berada di pembuluh darah vena, membawa darah miskin akan oksigen menuju ke jantung. . pengambilan sampel darah vena, yaitu cara terbuka (menggunakan jarum spuit) dan cara tertutup . Prinsip kerja hematology a