Transcription

PenabuluMitra dalam KeberlanjutanArah dan ukuran keberhasilan pembangunan berkelanjutan masa depan akan sangat ditentukanseberapa besar irisan sinergi dapat dibangun secara kolektif oleh tiga aktor pelakupembangunan: pemerintah, sektor bisnis dan masyarakat sipil.Karena perubahan peran masing-masing mitra dan saling meningkatnya ketergantungan antarapara pihak, maka peran kemitraan dalam pembangunan telah menjadi perhatian utama kamisaat ini. Dalam skema perubahan ini, sektor masyarakat sipil merupakan mitra strategis. Peranmasyarakat sipil dalam pembangunan berkelanjutan akan terus meningkat secara signifikan.Pembangunan yang bermakna, berorientasi jangka panjang dan berkelanjutan memerlukanketerlibatan penuh dari sektor masyarakat sipil.Kebutuhan peran yang kuat dari sektor masyarakat sipil adalah sudut pandang baru dalamkonstelasi kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. Penguatan pilar masyarakat sipil dalamjangka panjang akan membutuhkan dukungan penuh dari sektor publik dan swasta.Keseimbangan posisi, peran dan kekuatan masing-masing sektor akan dapat memperbesaririsan sinergi antara tiga mitra pembangunan; dan menentukan seberapa jauh keberhasilanupaya pembangunan berkelanjutan dapat dicapai secara kolektif.

VisiMasyarakat sipil Indonesia yang berdayaMisiMendorong keberdayaan dan keberlanjutan posisi dan peran organisasi masyarakat sipil diIndonesia melalui upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas organisasi; mobilisasi, pengelolaandan penyaluran sumber daya; pengembangan kemitraan setara antar sektor pembangunan sertapenggalangan partisipasi dan keterlibatan publik seluas-luasnya.Struktur OrganisasiBadan PembinaBadan Pengurus Dyah Ekawati Ketua: Eko Komara Husein Triarso Wakil Ketua I: Budi Susilo NM Ruliady Wakil Ketua II: Dida SuwaridaBadan Pengawas Bendahara: Nurul Ariska FeraniAkhmad Supiani Sekretaris: Sugeng Wibowo

[1]Isu StrategisPembangunan InklusifPembangunan kini adalah model pembangunan eksklusif, yanghanya fokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tanpamenghiraukan tingkat kemiskinan dan kesenjangan pertumbuhanserta degradasi daya dukung lingkungan.Banyak kelompok yangterpinggirkan dari pembangunan karena jenis kelamin, etnis,usia, orientasi seksual, kecacatan atau kemiskinan.Ketidaksetaraan pembangunan jelas menjadi efek daripeminggiran tersebut.Penabulu meyakini bahwa pembangunan ekonomi harusdilaksanakan secara berkelanjutan dan inklusif.Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi harus dapatmemberikan kontribusi yang signifikan bagi upayapengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan.Pembangunan inklusif hanya bisa terwujud jika semua pihakberkontribusi untuk menciptakan peluang yang setara, berbagimanfaat pembangunan dan memberikan ruang partisipasisebesar-besarnya dalam pengambilan keputusan; seluruhnyadidasarkan pada penghormatan atas nilai dan prinsip-prinsip hakasasi manusia, partisipatif, non-diskriminatif dan akuntabel.

[2]Isu StrategisPasar BerkelanjutanPendekatan rantai nilai selama ini masih fokus pada intervensiatas struktur dan sistem, serta pola relasi atau hubungan didalam rantai nilai yang diharapkan dapat memungkinkan usahakecil dan menengah berkontribusi lebih dan mendapatkanmanfaat lebih dari sebuah rantai produksi.Penabulu meyakini bahwa selain perbaikan danpenyempurnaan rantai nilai sebuah komoditas/sektortertentu, intervensi pasar secara komprehensif: yaitu padarantai pasar inti, fungsi pendukung dan aturan-aturanformal/informal yang mempengaruhi bagaimana sebuahsistem pasar bekerja kini perlu juga dilakukan.Intervensi pada sistem pasar agar bekerja bagi masyarakatmiskin dilakukan untuk menemukan solusi bagi kendalasistemik, mendorong perbaikan sistem pasar dalam skala besardan memastikan perubahan yang terjadi bersifat permanen danberkelanjutan.

[3]Isu StrategisKemitraan Pemerintah – Swasta – KomunitasKenyataan menegaskan bahwa hingga kini tidak mungkinsemua yang tercantum dalam rencana pembangunan daerahsetempat diwujudkan oleh pemerintah secara sepihak;dibutuhkan pengembangan model pembangunan yangmelibatkan para pemangku kepentingan lain mulai dari tahapanpengembangan, desain dan pengelolaannya.Penabulu yakin bahwa pendekatan kemitraan pemerintahswasta-masyarakat merupakan model operasional sinergisterbaik untuk mencapai tujuan pembangunan inklusif danberkelanjutan.Dalam kerangka tersebut, sektor swasta akan mendapatkankeuntungan dalam jangka panjang dengan inklusifitasberimbang antara rantai produsen dan konsumen, sektor publikakan mendapatkan keuntungan dengan tambahan sumberdaya dan nilai investasi serta keterjaminan partisipasi dankepemilikan para pihak; sedangkan masyarakat akanmemperoleh manfaat dengan perolehan keterampilan,pengetahuan dan teknologi baru.

[4]Isu StrategisKehutanan dan LingkunganIndonesia adalah mega-biodiversity country nomor dua di duniasetelah Brazil. Indonesia juga memiliki tidak kurang dari 90 tipeekosistem. Meskipun hanya merupakan 1,3% luas daratan di dunia,Indonesia memiliki hutan tropis terbesar kedua dengan luasan yangmencakup lebih dari setengah hutan tropis yang kini dipunyai Asia.Namun, pola pembangunan ekonomi tradisional dipastikanakan selalu memberikan dampak berat bagi kelestarianlingkungan dan daya dukungnya bagi kehidupan manusia kinidan masa datang. Penabulu meyakini bahwa pembangunanberkelanjutan terletak hampir sepenuhnya pada konsepekonomi yang tepat.Pembangunan rendah emisi ataupun ekonomi hijau masihmemerlukan dorongan kuat dari organisasi masyarakat sipil diIndonesia. Organisasi masyarakat sipil tetap harus mengupayakanpeningkatan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, sembarimengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologi secarasignifikan dengan mendorong investasi yang rendah emisi danpolusi, efisien dalam pemanfaatan energi dan sumber daya, danmenjamin kelestarian keanekaragaman hayati dan jasa ekosistemyang dimiliki Indonesia.

[5]Isu StrategisPemberdayaan DesaProgram Desa Lestari merupakan strategi komprehensif bagipemberdayaan masyarakat desa yang berkelanjutan, seimbangdan lestari; yang menekankan bahwa pembangunan desa harusdilakukan secara partisipatif, berbasis kekuatan dan kemandirianmasyarakat desa setempat dan berusaha memenuhi kebutuhansaat ini tanpa mengurangi kemampuan desa dalam pemenuhankebutuhannya di masa depan.Penabulu meyakini bahwa tata kelola pemerintahan desa yangbaik akan menjadi syarat utama bagi terwujudnya desa yanglestari. Hanya desa, yang dikelola berbasis perencanaanpembangunan yang berkelanjutan, mempertimbangkankeseimbangan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, yangakan lestari.Pengembangan model Desa Lestari memadukan 3 siklus secarasimultan, yaitu siklus pengorganisasian masyarakat yangmembutuhkan waktu lebih dari satu tahun; siklus tatapemerintahan desa dan siklus keuangan desa yang keduanyaberbasis periode tahunan.

[6]Isu StrategisKesehatan MasyarakatKesehatan masyarakat memiliki peran penting dalam upayapeningkatan kualitas sumber daya manusia, penanggulangankemiskinan dan pembangunan ekonomi. Indeks PembangunanManusia meletakkan kesehatan adalah salah satu komponenutama pengukuran selain pendidikan dan pendapatan.Buruknya kualitas lingkungan, perilaku yang beresiko dan belummeratanya kualitas dan keterjangkauan pelayanan kesehatanmasih menjadi kondisi umum kesehatan Indonesia. Negara telahmengakui peran penting organisasi masyarakat sipil, terutama bagirespon atas penyakit menular yang tingkat penyebarannya masihrelatif tinggi di lingkungan masyarakat, seperti TBC, Malaria danHIV/AIDS.Penabulu meyakini bahwa perbaikan sistem penganggaranlayanan kesehatan, perbaikan tata kelola layanan kesehatan,disamping penguatan organisasi masyarakat sipil dalammenjangkau komunitas populasi kunci dan mendorongefektifitas perubahan perilaku masyarakat menjadi kuncipenting upaya perbaikan kualitas kesehatan masyarakatIndonesia jangka panjang.

[7]Isu StrategisAkuntabilitas PublikKetika negara tidak (belum) sungguh-sungguh hadir di tengahmasyarakatnya, maka sistem swatata-lah yang sesungguhnyamewujud selama ini: sistem kompleks yang berperilaku sederhanayang mampu mengatur dirinya sendiri sedemikian rupa sesuaikesepakatan lokal. Artinya, dalam sistem tersebut, masyarakat tidakakan pernah tinggal diam.Penabulu meyakini bahwa pemahaman terhadap sistem swatatatersebut menjadi ruang subur bagi penguatan akuntabilitaspublik, dimulai dengan kesadaran atas hak publik untukmemperoleh informasi yang relevan, yang akan meningkatkankualitas keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilankeputusan publik (social participation, responsibility, support,control) dan mendorong pemerintah menjadi lebih akuntabel.Diyakini bahwa kolaborasi pengembangan platform antarmukaberbasis TIK akan dapat mendorong pemerintah untuk semakinterbuka dalam menyajikan informasi publik bagi warga,menjembatani atau membangun model saluran informasi dan dialogitu sendiri, serta meningkatkan daya pemahaman kritis dankapasitas analisa warga atas sajian informasi publik.

[8]Isu StrategisPenguatan KelembagaanProgram penguatan kelembagaan publik dan lembaga yangbekerja bagi kepentingan publik menjadi fokus kerja sejak awalberdirinya Penabulu dengan titik tekan utama diberikan kepadapenguatan kapasitas organisasi nirlaba/organisasi masyarakatsipil di Indonesia.Penabulu berkesimpulan dan meyakini bahwa transparansi,akuntabilitas serta keberlanjutan organisasi masyarakatsipil di Indonesia tidak hanya bisa dibangun di atasketangguhan pilar pengelolaan keuangan belaka.Penguatan kapasitas kelembagaan organisasi masyarakat sipilIndonesia juga harus menyentuh aspek penguatan pengelolaankelembagaan dan pengelolaan program (perencanaanpemantauan-evaluasi), pengelolaan sumber daya manusia,maksimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dankomunikasi, seiring dengan pengelolaan data-informasipengetahuan dan aspek penggalangan sumber daya danpengembangan model-model bisnis sosial.

[9]Isu StrategisTIK dan Pengelolaan PengetahuanPerubahan lingkungan eksternal yang begitu cepat dan kentalpengaruh revolusi teknologi informasi, telah memberikan pesanperubahan yang kuat bagi seluruh organisasi masyarakat sipil diIndonesia.Penabulu meyakini bahwa penguasaan teknologi informasidan komunikasi (TIK) dan pengelolaan pengetahuan olehorganisasi masyarakat sipil Indonesia kini telah menjadi syaratkeberlangsungan dan keberlanjutan organisasi. Keduanyaakan menjadi faktor pembeda yang menentukan konstalasibaru organisasi masyarakat sipil Indonesia masa depan.Pengelolaan pengetahuan akan menjamin pertumbuhanorganisasi, menguatkan radar sensitivitas dan menguatkan dayaungkit sumber daya organisasi yang lainnya. Pada saatbersamaan, pemanfaatan TIK akan menjadi alat bagi perluasanjangkauan organisasi terhadap jaringan, komunitas dan konstituen;alat komunikasi efektif dengan sektor pemerintah dan sektor bisnisdan akan menjadi pendorong perbaikan tata kelola internalorganisasi, sekaligus pengganda kekuatan sumber daya organisasiyang lain yaitu sumber daya keuangan, sumber daya manusia,serta data, informasi dan pengetahuan.

Pembangunan InklusifProgram1. Local Economic Development Strategic Planning and Actions for Local Governments towards ASEANEconomic Community 20152. Kawasan Percontohan Ekonomi Inklusif Berbasis Sektor Pariwisata SanurLokasi KerjaMitra Strategis Kabupaten Sintang dan Kabupaten Putussibau, KalimantanBaratKabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau, KalimantanUtaraKabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten SiauTagulandang Biaro Kepulauan, Sulawesi UtaraKabupaten Badung, Bali UCLG ASPAC (United Citiesand Local Governments AsiaPacific)IBCSD (Indonesia BusinessCouncil for SustainableDevelopment)Synthesis

Pasar BerkelanjutanProgram1.2.3.4.5.6.7.8.Development of Financial Management System Project – Developing Innovative Financial Products forGrouper Cage Farming in SitubondoCapacity Building Indonesia Partners : Strengthening Enabling Condition for Fair EconomicDevelopment Program in IndonesiaDeveloping Cage Farming on Grouper and Financial Services for Cage OperatorBusiness Development Services to Developing of innovative Fish FundConsultancy for Business Development Service to Develop Fish Cage Farming In SitubondoPengembangan Unit Usaha Pengelolaan dan Pemasaran Kakao di bawah Loperasi Petani Kakao diLhok Sukon, Aceh Utara, NADPeningkatan Kapasitas Kelembagaan Yayasan KBSR dan Kapasitas Pengelolaan Unit Usaha MilikYayasanKoperasi Serba Usaha dari Mbilin KayamLokasi KerjaMitra Strategis Kabupaten Situbondo dan, Kabupaten Jombang,Jawa TimurKabupaten Magelang, Jawa TengahKabupaten Dairi, Sumatra UtaraKabupaten Aceh Besar and Kabupaten Aceh Utara,NADKabupaten Bojonegoro, Jawa TimurKabupaten Raja Ampat ICCO Cooperation (The InterchurchCooperative for DevelopmentCooperation)ExxonMobilBank JATIMLSM Warga Siaga Bumoe MalikussalehConservative International

Kemitraan Pemerintah ‐ Swasta ‐ KomunitasProgram1.2.3.4.CSR – CSO Maping in IndonesiaDevelopment of Indonesia Corporate Vision on Sustainable Development 2050Pembangunan PLTMH, Rehabilitasi DAS Cimari dan Penguatan Kelembagaan Pengelola Lokal,Pakandangan, Kec. Pakenjeng, GarutPembangunan Pengering dan Penggiling Padi dan Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Lokal,Pakandangan, Kec. Pakenjeng, GarutLokasi KerjaMitra Strategis DKI Jakarta dan BotabekKabupaten Garut, Jawa Barat HIVOS Regional Office South East AsiaIBCSD (Indonesia Business Council forSustainable Development)BNI 46Rekapala (Remaja Kelana Pecinta Alam)

Kehutanan dan LingkunganProgram1.2.3.4.5.Berau NGO Capacity BuilPenguatan Kapasitas Kelembagaan, Pengelolaan Program, dan Pengelolaan Keuangan Mitra TFCAKalimantanPengembangan Opsi Kelembagaan Pengelola Dana dan Program Ekonomi Hijau di Kutai Barat,Kalimantan TimurSosialisasi Permenhut No. 43/2014 dan Perdirjen 5/2014 tmengenai Sistem Verifikasi Legalitas KayuProgram Penguatan Wirausaha Kehutanan Masyarakat BerkelanjutanLokasi KerjaMitra Strategis Kabupaten Berau, Kabupaten Mahakam Huludan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan TimurKecamatan Putussibau, Kalimantan BaratBeberapa kota besar / strategis di Indonesia(Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Cirebon,Bandung, Bali) TFCA Kalimantan (Tropical Forest ConservationAct –Kalimantan)MFP 3 (Multistakeholder Forestry ProgrammePhase 3)TNC (The Nature Conservancy)WWF IndonesiaLamin Segawi Strengthening Knot ofKalimantanSynthesisBumi Raya Consulting

Pemberdayaan DesaProgram1.2.3.4.Pengembangan Model Desa Lestari di DI Yogyakarta dan di Papandayan, GarutPelatihan Konsultatif Perencanaan Desa dan Pengelolaan Keuangan Desa, KendariPenguatan Peran Pokja HoB Kutai Barat dalam Penguatan Kelembagaan DesaMendukung Program Desa Lestari di Provinsi Daerah Istimewa YogyakartaLokasi kerjaMitra Strategis Kabupaten Gunungkidul dan Bantul, DIYogyakartaKabupaten Garut, Jawa BaratKabupaten Konawe Selatan dan Buton Utara,Sulawesi TenggaraDI Yogyakarta SGF (Saemaul Globalization Foundation)REKSTA (PT Reksa Tata Artha)Lamin Segawi Strengthening CSOs inKalimantanIDRAP (Institute of Origin Community andVillage Empowerment)Kanopi (Indonesia Tropical Environment NatureConservation)Rekapala (Remaja Kelana Pecinta Alam)JPIP (The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi)

Kesehatan MasyarakatProgram1.2.3.4.5.Capacity Building to Strengthen the Financial Management Systems and Capabilities of a USAID-FundedCEPAT NGOFinancial Management Capacity Building for HCPI PartnersProfessional Financial Management Consultancy and Technical Assistance for USAID-Funded SIAP NGOPartnerTechnical Service Provider for Building the Capacity of HIV/AIDS Civil Society Organizations on OrganizationalPerformance and Financial ManagementDelivering Expanded Resources for AIDS ProgrammingLokasi KerjaStrategic Partners DKI JakartaKabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kota Malang, KotaSurabaya, Jawa TimurKabupaten Purwokerto, Jawa TengahKabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Jawa BaratKota Medan, Sumatra UtaraKota Batam dan Kota Tanjung Pinang, Kepulauan RiauKota Denpasar, BaliKabupaten Lombok Timur, NTBKabupaten Jayapura, Distrik Jayawijaya, Kabupaten Timika, PapuaKabupaten Sorong Dan Kabupaten Manokwari, Papua Barat USAID – CEPATUSAID – SUM2USAID – DERAPAUSAID – HCPISIMAVIJKM (Network of Welfare/PublicHealth)PPH Unika Atmajaya (UnikaAtmajayaHIV/AIDS ResearchCenter)Yayasan Syair untuk SahabatDoctor Share (Doctor CaresFoundation)

Akuntabilitas PublikProgram1.2.3.NGO Financial Management Index and Finance Officers NetworkKajian dan Pengembangan Platform Akses Warga atas Anggaran Pembangnan DaerahPengembangan Media Transparasi Pengelolaan Administrasi dan Keuangan DesaLokasi Kerja Mitra StrategisBerpusat di Jabodetabek, dengan dukungan beberapa daerah sebagai sumber sampelKota Surakarta, Jawa Tengah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan HIVOS Regional Office SouthEast AsiaREKSTA (PT Reksa Tata Artha)JPIP (The Jawa Pos Institute ofPro-Otonomi)

Penguatan KelembagaanProgram1. HIVOS Capacity Building Indonesia Partners2. Berau NGO Capacity Building3. Financial Consultancy on Capacity Building of SIMAVI’sGrantee4. Financial Capacity Building FNV Partners in Indonesia2014–20155. Technical Service Provider for Building the Capacity ofHIV/AIDS Civil Society Organizations on OrganizationalPerformance and Financial Management6. Penguatan Kapasitas Kelembagaan, PengelolaanProgram, dan Pengelolaan Keuangan Mitra TFCAKalimantan7. Informational Video Series for Strengthening andTransformation of CSO in Indonesia8. Pengembangan Opsi Kelembagaan Pengelola Dana danProgram Ekonomi Hijau Kutai Barat, Kalimantan Timur9. Penguatan 3 Area Kelembagaan LBH Makassar10. Design of Indonesian Academy Sciences (AIPI)’sAccounting System, Operating Policies and ProceduresManual11. Review on System and Capacity of FinancialManagement of HIVOS Partners in Timor LesteLokasi Kerja Seluruh Indonesia, dengan area fokus kerja di DKIJakarta, Jawa Tengah dan DIY, Jawa Timur, NAD,Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur,Kalimantan Barat, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Papuadan Papua BaratTimor LesteMitra Strategis HIVOS Regional Office South East AsiaTNC (The Nature Conservancy)WWF IndonesiaSIMAVIFNV Mondiaal (Federation Dutch Labour Movement)TFCA Kalimantan (Tropical Forest Conservation Act– Kalimantan)TAF (The Asia Foundation)USAID – SUM2USAID – SIAPAUSAID – KSIGreasoftSynergy Icon SolutionKIPRa (Independent Consultancy of SocietyEmpowerment Foundation)

TIK dan Pengelolaan PengetahuanProgram1.2.3.4.5.6.7.Maksimalisasi Utilisasi TIK bagi OMS (ICT4NGO)LGBT Organization Capacity BuildingPenguatan Kapasitas Kelembagaan Mitra TFCA KalimantanPenguatan 3 Area Kelembagaan LBH MakassarPengembangan Strategi Media Pemasaran Produk dan Organisasi untuk 6 Mitra HCPIBerau NGO's Capacity Building (Penguatan TIK untuk Yakobi dan Pokja REDD) HIVOS ROSEA Informational Video SeriesLokasi KerjaMitra Strategis Sebagian besar berpusat / dilakukan di DKI JakartaBeberapa kota strategis di Indonesia: Surabaya, Yogyakarta,Purwakarta, Banda Aceh, Lampung, Denpasar, Makassar,Pontianak, Samarinda, Medan, Bandung, Madiun, Malang HIVOS Regional Office SouthEast AsiaTNC (The Nature Conservancy)TAF (The Asia Foundation)AUSAID – HCPIHelpOnDesignKAWATAMA

SimpulJAKARTA IKomplek Rawa Bambu IJalan D No. 6Pasar MingguJakarta Selatan 12520t: (021) 71102150f: (021) 78848321JAKARTA IIKomplek PamindaJalan Bambu Ampel IIBlok C No. 11, Pasar MingguJakarta Selatan 12520t: (021) 7801603BOGORPerumahan Villa Bogor Indah 5 Jalan KedungHalang Blok CE3/18 Cluster Pelikan RT/RW08/01 Jawa Barat 16710t: (0251) 9853045TANGERANG SELATANKomplek Taman FascoBlok A 9 No. 1Serua Pamulang, CiputatBanten 15414t: (021) 74634408GUNUNG KIDULJalan Raya WonosariKM. 17 No. 25Patuk, Gunung KidulDI Yogyakarta 55862t: (0274) 9547289YOGYAKARTAPerumahan Griya Mahkota F8Jalan Godean KM 4Kwarasan, SlemanDI Yogyakarta 55292t: ( 0274) 545147SAMARINDAPerumahan YescharJalan KH Wahid Hasyim No. 49Samarinda Kalimantan Timur 75119t: (0541) 768549BERAUJalan Pulau DerawanGg. Salam SyukurTanjung Redeb, BerauKalimantan Timur 77312t: (0554) 22164SITUBONDOJalan Talkandang TimurNo. 19, SitubondoJawa Timur 68315t: (0338) 3890985GIANYARTaman Nuansa TjampuhanJalan Tjampuhan Barat II / 5 Banjar Pering,Blahbatuh Bali 80581t: (0361) 8958589ACEH UTARAd/a BMS, Jalan Bulog,Gampong Rayeuk Meunye Kec.Tanah Luas, AcehUtara NAD 24381t: (0645) 86033JAYAPURAd/a DERAP RegionalOffice Gedung Pelni Lt. 1 Jl. Argapura No.15 Papua 99222t: (0967) 531442

mat22 Oktober 2003TanggalRegistrasi22 Oktober 2003 Akta notaris No 1, pada tanggal 22 Oktober, 2003 oleh notaris Rita Riana Hutapea, SH di Jakarta Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Indonesia No. C-435 HT.01.02.TH 2004, tanggal 5 Agustus2004Komplek Rawa Bambu Satu, Jalan D No. 6,Pasar Minggu, Jakarta Selatan, IndonesiaKode Pos: 12520Telephone/Fax: 62 21 78848321Email: [email protected]: www.penabulu.id

7. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Yayasan KBSR dan Kapasitas Pengelolaan Unit Usaha Milik Yayasan 8. Koperasi Serba Usaha dari Mbilin Kayam Lokasi Kerja Mitra Strategis Kabupaten Situbondo dan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Kabupaten Dairi, Sumatra