Transcription

PENGARUH BULLYING TERHADAP MORALITAS SISWA PADA SMPNEGERI 1 DARUL HIKMAH KABUPATEN ACEH JAYASKRIPSIDiajukanOleh:Eli WardiatiNIM. 211323912Fakultas Tarbiyah dan KeguruanProdi Pendidikan Agama IslamFAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRYDARUSSALAM – BANDA ACEH2018 M/1439 H

PENGARUH BULLYING TERHADAP MORALITAS SISWA PADASMP NEGERI 1 DARUL HIKMAH KABUPATEN ACEH JAYASKRIPSIDiajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK)Universitas Islam Negeri Ar-raniry Darussalam Banda AcehSebagai Beban Studi untuk Memperoleh Gelar Sarjanadalam Ilmu Pendidikan Agama IslamOleh:ELI WARDIATINIM: 211323912Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan KeguruanProdi Pendidikan Agama IslamDisetujui oleh:Pembimbing IPembimbing IIProf. Dr. Farid wajdi Ibrahim, MA.NIP. 196103051994031001Dr. Saifullah Isri, MA.NIP. 198211242009121005ii

PENGARUH BULLYING TERHADAP MORALITAS SISWA PADA SMPNEGERI 1 DARUL HIKMAH KABUPATEN ACEH JAYASKRIPSITelah Diuji Oleh Panitia Ujian Munaqasyah Skripsi Fakultas Tarbiyah danKeguruan UIN Ar-Raniry dan Dinyatakan Lulus Serta Diterima SebagaiSalah Satu Beban Studi Program Sarjana (S-1)Dalam Ilmu Pendidikan IslamPadaHari/TanggalRabuPanitia Ujian Munaqasyah SkripsiKetua ,Sekretaris,Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA.NIP. 196103051994031001Rahmadyansyah, MAPenguji I,Penguji II,Dr. Saifullah Isri, MANIP. 198211242009121005Dr. Jailani, S.Ag. M.AgNIP. 197204102003121003

SURAT PERNYATAANSaya, yang bertandatangan di bawah ini:NamaNIMProdiFakultasJudul Skripsi: Eli Wardiati: 211323912: Pendidikan Agama Islam: Tarbiyah dan Keguruan: Pengaruh Bullying terhadap Moralitas Siswa pada SMPNegeri 1 darul hikmah kabupaten Aceh JayaDengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya:1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan danmempertanggung jawabkannya.2. Tidak melakukan plagiasi terhadap naskah karya orang lain.3. Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli atautanpa izin pemiliknya.4. Tidak memanipulasi dan memalsukan data.5. Mengerjakan sendiri karya ini dan mampu bertanggung jawab atas karya ini.Bila di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telahmelalui pembuktian yang dapat dipertanggung jawabkan dan ternyata memangditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan ini, maka saya siap dikenaisanksi berdasarkan aturan yang berlaku di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN ArRaniry Banda Aceh.Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan tanpa paksaan daripihak manapun.Banda Aceh, 23 Desember 2017Yang MenyatakanEli wardiatiNIM: 211323912iv

ABSTRAKNamaNimFakultas/ ProdiJudulTanggal SidangTebal SkripsiPembimbing IPembimbing IIKata Kunci: Eli Wardiati: 211323912: Tarbiyah dan Keguruan/Pendidikan Agama Islam: Pengaruh bullying terhadap moralitas siswa pada SMP Negeri1 Darul Hikmah.: 11: 77 Halaman: Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA: Dr. Saifullah Isri, S.Pd.I.,MA.: Pengaruh Bullying, Moralitas SiswaBullying merupakan sebuah penindasan yang mengakibat orang lain merasaterganggu. Beberapa jenis bullying yang terjadi di SMPN 1 darul hikmah kabupatenAceh Jaya, diantaranya bullying verbal, bullying fisik dan relasional. Bullying salahsatu sikap tidak baik yang ada pada siswa yang dipengaruhi oleh beberapa faktor,seperti faktor lingkungan, keluarga dan teman sebaya. Pertanyaan penelitian skripsiini adalah Bagaimana bentuk-bentuk dan dampak terjadinya bullying di SMPN 1Darul Hikmah, bagaimana pendekatan yang dilakukan oleh guru PAI dalampembentukan moral siswa agar tidak terjadinya bullying di SMPN 1 Darul Hikmah,dan bagaimana problematika dan usaha solutif yang dilakukan oleh guru dalammengatasi kasus bullying di SMPN 1 Darul Hikmah. Penelitian ini merupakanpenelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkanmelalui observasi, wawancara dan angket, kemudian data tersebut dianalilis melaluideskriptif (menggambarkan kejadian lapangan). Hasil penelitian ditemukan bahwabullying sering terjadi dilingkungan sekolah, bentuk bullying yang paling menonjolberawal dari bentuk mengejek dari mulut kemulut sehingga menimbulkan perkelahiandalam bentuk fisik, pengaruh bullying terhadap moralitas siswa dialami oleh korbanbulli dan pelaku bullying itu sendiri yang mencerminkan moraliatas buruk sepertimemfitnah, ghibah, dendam dan menghasud. Dampak bullying tidak selamanyaberdampak negatif, adapun dampak positifnya adalah hafizi melakukan puasa sunahsenin kamis dalam rangka menurunkan berat badan, disamping melakukan puasasunah siswa bernama hafizi semakin dekat dengan Allah, dampak bullying lainnyaterhadap korban bullying terganggu psikologis mentalnya seperti depresi,berdiam dirisehingga prestasi belajar menurun. Usaha guru PAI adalah memberikan nasihatkepada siswa, dan apabila perilaku bullying masih berlajut, maka pihak sekolahmenyerahkan kepada guru BK, dan apabila perilaku bullying masih saja terjadi, pihaksekolah nmemanggil kedua orang tua siswa dalam menyelesaikan plobematika anaksekolah.v

KATA PENGANTARSyukur Alhamdulillah, segala puji dan bersyukur penulis ucapan kepada AllahSWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapatmenyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Pengaruh Bullying Terhadap MoralitasSiswa Pada SMP NEGERI 1 Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya”. Shalawatberiring salam penulis sanjung sajikan kepangkuan nabi Muhammad SAW besertakeluarga dan para sahabat beliau yang telah membawa umatnya dari alam kebodohankepada alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan.Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjanaPendidikan Agama Islam pada Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Ar-Raniry BandaAceh. Selama pelaksanaan penelitian dan penyelesaian penulisan skripsi ini, penulisbanyak mendapatkan bimbingan, arahan, motivasi dan bantuan dari berbagai pihak. Olehkarena itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:1. Kedua orang tua tercinta, Ayahanda Mawardi B dan Ibunda Halimah Nur atassegala kasih sayang, dukungan dan bimbingannya, kepada seluruh anggotakeluarga penulis, serta ibu zahara dan kak arina karena dengan semangat,kesetiaan, dukungan dan budi baik merekalah penulis dapat menyelesaikan studiini hingga selesai.2. Bapak Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA. Selaku pembimbing pertama danBapak Dr. Saifullah Isri, MA. Selaku pembimbing kedua yang telah memberikanbimbingan, saran, arahan, dan motivasi kepada penulis dari awal hinggaselesainya skripsi ini.3. Bapak Dr. Jailani, S. Ag., M.Ag. Selaku ketua prodi Pendidikan Agama IslamUIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, atas segala bantuan dalam bidangakademik, demi terselesaikannya skripsi ini.v

vi4. Bapak Dr. Mujiburrahman, M. Ag. Selaku dekan Fakultas Tarbiyah dan KeguruanUIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, terima kasih atas semua dukungannya.5. Kepada Bapak Rektor UIN Ar-Raniry, dekan, pembantu dekan, ketua jurusan danseluruh staf pengajar, karyawan/ karyawati, pegawai di lingkungan Fakultas IlmuTarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry yang telah memberikan bantuan kepadapenulis dalam menyelesaikan studi ini.6. Kepada Bapak/ Ibu kepala pustaka beserta stafnya di lingkungan UIN Ar-Raniry,pustaka wilayah Banda Aceh dan perpustakaan lainnya yang telah berpartisipasidalam memberikan fasilitas peminjaman buku kepada penulis.7. Kepada Kepala Sekolah, Pimpinan SMPN 1 Darul Hikmah dan seluruh guru-gurudi SMPN 1 Darul Hikmah, serta masyarakat yang telah bersedia memberikanketerangan, informasi dan data-data untuk keperluan penulisan skripsi ini.8. Kepada sahabat-sahabat seperjuangan dan teman-teman dari prodi PendidikanAgama Islam Angkatan 2013, unit 7 khususnya Safrina, Aja, Moli, Lani, Fadnidan buat adik kos tersayang Nia, Lisa, Yaya, Mutia yang telah memberikansemangat serta motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, bukantidak mustahil dapat ditemukan kekurangan dan kekhilafan, namun penulis sudahberusaha dengan segala kemampuan yang ada. Atas segala bantuan dan perhatian darisemua pihak, semoga skripsi ini bermanfaat dan mendapat pahala dari Allah SWT. AminYa Rabbal’Alamin.Banda Aceh, 23 Desember 2017PenulisEli Wardiati

DAFTAR ISIHALAMAN SAMPUL JUDUL . iLEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING . iiLEMBAR PENGESAHAN SIDANG.iiiLEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN . ivABSTRAK . vKATA PENGANTAR. viDAFTAR ISI. viiiDAFTAR TABEL . xDAFTAR LAMPIRAN . xiBAB I : PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah . 1B. Rumusan Masalah. 6C. Tujuan Penelitian. 6D. Manfaat penelitian . 6E. Defenisi Operasional . 7BAB II : LANDASAN TEORETISA. Bullying dan Dunia Pendidikan . 10B. Pendekatan alam Mengatasi Terjadinya Bulli pada Murid . 22C. Dampak Perilaku Bullying terhadap Psikologi dan Moralitas Murid. 25D. Efek Bullying terhadap Proses Belajar Mengajar Murid . 39BAB III : METODOLOGI PENELITIANA. Jenis Data yang Dibutuhkan . 41B. Populasi dan Sampel Penelitian. 42C. Teknik Pengumpulan Data . 43D. Teknik Analisis Data . 48E. Pedoman Penulisan Skripsi . 49BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Gambaran umum lokasi penelitian . 50B. Deskripsi Data . 57C. Pembuktian Hipotesis . 70BAB V : PENUTUPA. Kesimpulan. 72B. Saran . 73viii

ixDAFTAR PUSTAKA . 74LAMPIRANDAFTAR RIWAYAT HIDUP

DAFTAR TABELTabel 1.1 Data Ruang Belajar (Kelas) di SMPN 1 Darul Hikmah.Tabel 1.2 Data Ruang Belajar Lainnya.Tabel 1.3 Data Ruang Kantor.Tabel 1.4 Data Ruang Penunjang.Tabel 1.5 Data Guru dan Pegawai di SMPN 1 Darul Hikmah.Tabel 1.6 Jumlah Siswa di SMPN 1 Darul Hikmah.Tabel 1.7 Apakah anda pernah di bulli.Tabel 1.8 Jika pernah, jenis bulli apakah yang sering anda alami.Tabel 1.9 dut,aneuk jawa, dono.Tabel 1.10 Apakah anda sering mendengar ucapan guru yang menyinggung perasaananda.Tabel 1.11 Apakah anda ikut-ikutan dalam kelompok bullying untuk membulli temanyang lain.Tabel 1.12 Apakah anda pernah tidak masuk sekolah karena takut di bulli.Tabel 1.13 Apa yang anda rasakan ketika di bulli.Tabel 1.14 Apakah guru PAI pernah memberi nasihat yang baik sebelum memulaipelajaran selalu.Tabel 1.15 Bagaimana bentuk evaluasi yang diberikan guru Pendidikan agama Islam.Tabel 1.16 Menurut anda apakah cara mengevaluasi yang diberikan oleh guru PAIdapat mengurangi kasus bullying di sekolah.x

DAFTAR LAMPIRANLAMPIRAN 1: Surat Keputusan Pengsngkatan PembimbingLAMPIRAN 2: Surat Izin Penelitian dari FakultasLAMPIRAN 3: Surat Izin Penelitian dari Dinas PendidikanLAMPRAN 4: Surat Keterangan telah Melakukan PenelitianLAMPIRAN 5: Instrumen WawancaraLAMPIRAN 6: Foto Kegiatan PenelitianLAMPIRAN 7: Daftar Riwayat Hidupxi

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahBullying menjadi topik sosial hangat akhir-akhir ini, dan kasus bully selalumenjadi perbincangan hangat bagi masyarakat, khususnya yang dialami oleh anak disekolah maupun lingkungan sosialnya. Bullying sebenarnya dapat dialami oleh siapasaja dan kapan saja, namun seringkali kita tidak menyadari bahwa kita sendirimungkin sudah pernah menjadi korban bully. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuankita tentang pengertian bullying dan perilaku apa saja yang termasuk bullying.Bullying yang berasal dari bahasa Inggris ”bully” yang berarti menggertakatau mengganggu1. Bullying dapat diartikan dengan sebuah situasi dimana terjadisebuah penyalahgunaan kekuasaan/kekuatan. Kekuatan di sini tidak hanya secarafisik, tapi juga mental.2 Maraknya kasus bully di antara kalangan siswa, terutamasiswa sekolah menengah pertama yang sedang berada di fase kelabilan yang tidakdapat mereka kontrol, dan juga kurang adanya pengawasan dan arahan yang ketatdari berbagai pihak, dan ini akan membuat kasus bully menjadi semakin meluas.Berdasarkan jenis kelamin pelaku bullying, anak laki-laki cenderungmelakukan bullying dalam bentuk agresifisikal. Anak laki-laki cenderung lebihsering mengalami tindakan bullying dibandingkan anak perempuan, sekaligus pelakubullying lebih banyak didominasi oleh anak laki-laki.1Wisnu Sri Hertinjung, Susilowati,‘‘Profil Kepribadian Siswa Korban Bullying”, JurnalPsikologi Integratif, Vol. 2, No. 1, Juni 2014, h. 93.2Suryatmini, Niken, Bullying: Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan SekitarAnak, (Jakarta: Grasindo, 2008), h. 2.1

2Anak-anak yang cenderung mengganggu dan menyakiti harus senantiasa diberi nasihat dan diawasi, sebab selain membahayakan orang lain, perbuatannya itujuga membahayakan dirinya sendiri.3 Siswa yang suka membulli, cenderungmemiliki sikap yang bringas, tidak bertanggung jawab, kejam, kurang berasusila,serta senantiasa memaksa bahkan tega untuk menyakiti siswa yang lainnya, membuatorang lain menderita merupakan kebahagian tersendiri baginya yang didapatkan darihasil proses membulli siswa lain.Bentuk-bentuk bulli yang terjadi dikalangan siswa SMP Negeri l DarulHikmah Kabupaten Aceh Jaya di antaranya ialah; siswa yang memiliki fisik yangnormal, mencemooh siswa yang tidak memiliki fisik yang normal, sehingga siswayang memiliki fisik yang tidak normal merasa kurang percaya diri, tidak banyakbicara, dan lebih suka mengisolasikan diri dari teman-teman lainnya, dan adanyasiswa-siswa tertentu yang membuat geng-geng tersendiri sehingga siswa yang tidakmasuk dalam kelompok tersebut merasa terdeskriminasi dan tidak akan mau untukbergaul dan berkomunikasi dengan geng-geng tersebut.Bentuk bulli yang lain adalah celaan dan hinaan (seperti menamakan kawandengan nama panggilan yang tidak baik seperti dono, gendut, aneuk jawa, kameng,bace dan lain-lain), dan bentuk bulli lain adalah dipukul, ditendang dan di dorong,hal ini sudah sangat jelas bahwa Allah melarang menamakan nama orang lain denganpanggilan yang tidak baik, sebagai mana yang terdapat di dalam firman-Nya dalamsurat Al-Hujurat: 113Ali Qaimi, Keluarga dan Anak Bermasalah, (Bogor: Cahaya, 2003), h. 233.

3#Z ö yz (#θçΡθä3tƒ βr& # tã BΘöθs% ÏiΒ Πöθs% ö y‚ó¡o„ Ÿω (#θãΖtΒ#u t Ï% ! # pκš‰r' tƒ(#ÿρâ“Ïϑù s? Ÿωuρ ( åκ ]ÏiΒ #Z ö yz ä3tƒ βr& # tã ! ¡ÎpΣ ÏiΒ Ö ! ¡ÎΣ Ÿωuρ öΝåκ ]ÏiΒÇ yϑƒM} # y‰ èt/ ä θÝ¡à ø9 # ãΛôœeω # }§ø Î/ ( É s)ø9F{ Î/ (#ρâ“t/ uΖs? Ÿωuρ ö/ä3 ¡à Ρr& tβθçΗÍ à9 # ãΝèδ y7Í s9'ρé'sù ó çGtƒ öΝ 9 tΒuρ 4Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-lakimerendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebihbaik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkankumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. danjanganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengangelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah(panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat,Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-Hujurat: 11).Ayat di atas memberi petunjuk tentang beberapa hal yang harus dihindariuntuk mencegah timbulnya pertikaian, yaitu Allah dengan jelas melarang hambanyamengejek atau mengolok-olok orang lain dengan sengaja dan ini akan menimbulkanpertikaian antar sesama manusia, larangan ini menggunakan bentuk kata yangmengandung makna timbal balik, karena gelar buruk biasanya disampaikan secaraterang-terangan dan sengaja.Ayat al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 58 Allah SWT menegaskan bahwalarangan menyakiti antar sesama mukmin, sebagaimana firman-Nya :(#θç6 ¡oKò2 # tΒ Î ö tóÎ/ ÏM oΨÏΒ σßϑø9 #uρ š ÏΖÏΒ σßϑø9 # šχρèŒ σムt Ï% ! #uρ YΨ Î6 Β VϑøOÎ)uρ YΖ tFôγç/ (#θè yϑtFôm # ωs)sù

4Artinya: Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminattanpa kesalahan yang mereka perbuat, Maka Sesungguhnya mereka Telahmemikul kebohongan dan dosa yang nyata. (Q.S. Al-Ahzab: 58).Masa remaja awal seorang anak bukan hanya mengalami ketidakstabilanperasaan dan emosi, dalam waktu bersamaan mereka mengalami masa krisis. Krisisdalam konteks ini ialah krisis moral, yang menjadi momok ketakutan terbesar bagipendidik, oleh karena itu pendidik tidak hanya bertugas mengajar melainkan jugamembimbing moral siswa di sekolah maupun lingkungan sekitar, karena yangmenentukan nasib bangsa ke depan adalah pelajar-pelajar yang masih duduk dibangku sekolah.Dalam membina moral guru harus memiliki bermacam upaya dan strategi,untuk membentuk dan mengembangkan moral siswa agar tidak terjadinya kasusbully, salah satunya memiliki pendekatan yang tepat diterapkan di sekolah agarmampu membimbing moral siswa sesuai yang diinginkan, guna menciptakan moralsiswa ke depan menjadi lebih baik.Pentingnya persoalan moral yang baik bagi kehidupan, di dalam al-Qur’anada dua ayat dalam surat yang berbeda, secara tegas menyatakan.Pertama, dalam surah Al-Ahzab: 21 ! # (#θã ö tƒ tβ%x. yϑÏj9 πuΖ ¡ym îοuθó é& «! # ÉΑθß u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. ô‰s) 9 #Z ÏVx. ! # t x.sŒuρ t ÅzFψ # tΠöθu‹ø9 #uρArtinya: Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baikbagimu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) harikiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab: 21).44Al-Alim, Al-Qur’an danTerjemahan, (Bandung: Mizan Budaya Kreativa, 2011), h. 564.

5Ayat tersebut menjelaskan bahwa telah ada pada rasulullah suri teladan yangbaik untuk di teladani oleh umat manusia, dan Allah menjadikan Nabi Muhammadsaw sosok lelaki yang agung dengan akhlak yang sangat baik untuk kita tiru.Kedua, dalam surah Al-Qalam: 4 5ΟŠÏàtã @,è äz 4’n?yès9 y7 ΡÎ)uρArtinya: Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S.Al-Qalam: 4).Sangat banyak ayat di dalam al-Quran menjelaskan tentang ibadah, selainibadah Allah juga menjelaskan tentang hukum yang patut kita terapkan dalamkehidupan ini, jika membahas tentang moral, maka ini termasuk ke dalam katagoriayat tentang ibadah, karena segala hal yang baik yang kita tiru dari sifat dan sikaprasulullah adalah ibadah (jika kita kerjakan akan mendapatkan pahala).Kemerosotan moral sangat mempengaruhi anak bangsa ke depan, karenajika moral tidak bagus akan melambangkan rusaknya sebuah bangsa tersebut.Masalah yang terjadi di SMP N 1 Darul Hikmah yaitu masih banyaknya sejumlahpelajar dan lulusan pendidikan menunjukkan sikap Akhlaqul Madzmumah, danbanyak pelajar yang terlibat dalam kasus penindasan bullying di sekolah dalambentuk ejekan, seperti mengejek teman dengan menyebut nama gelar yang buruk (heikameng, cerapeu), mengejek dalam bentuk fisik (gendut, ibu dono, hitam, boneng),kekerasan fisik (memukul teman).

6B. Rumusan MasalahBerdasarkan dari permasalahan di atas maka yang menjadi rumusan masalahadalah:1. Bagaimana bentuk-bentuk dan dampak terjadinya bullying di SMPN 1 DarulHikmah?2. Bagaimana pendekatan yang dilakukan oleh guru PAI dalam pembentukanmoral siswa agar tidak terjadinya bullying di SMPN 1 Darul Hikmah?3. Bagaimana problematika dan usaha solutif yang dilakukan oleh guru dalammengatasi kasus bullying di SMPN 1 Darul Hikmah?C. Tujuan Penelitian1. Untuk mengetahui bentuk-bentuk dan dampak terjadinya bullying di SMPN1 Darul Hikmah?2. Untuk mengetahui pendekatan yang dilakukan oleh guru PAI dalampembentukan moral siswa agar tidak terjadinya bullying di SMPN 1 DarulHikmah?3. Untuk mengetahui bagaimana problematika dan usaha solutif yangdilakukan oleh guru dalam mengatasi kasus bullying di SMPN 1 DarulHikmah?D. Manfaat Penelitian1. Manfaat TeoritisSecara teoritis, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada parapembaca, siswa, mahasiswa, guru dan peneliti sendiri mengenai pengaruh bullyingterhadap moralitas siswa pada SMPN 1 Darul Hikmah kabupaten Aceh Jaya.

72. Manfaat Praktisa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi penulismaupun bagi guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi kasus bullyyang terjadi di sekolah maupun di luar sekolah.b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi untukmemudahkan peneliti lainnya mengenai masalah yang serupa, yakni tentangpengaruh bullying terhadap moralitas siswa pada SMPN 1 Darul Hikmah.c. Dapat menjadi masukan untuk orang tua hendaknya lebih memperhatikandengan siapa anaknya bergaul, agar anak terhindar dari perilaku-perilakuyang tidak diinginkan seperti perilaku bullying.E. Definisi OperasionalUntuk mempermudah pemahaman dari isi karya ilmiah ini, maka dijelaskanistilah-istilah pokok yang menjadi pembahasan dalam karya ilmiah ini yaitu:1. PengaruhPengaruh adalah daya yang telah ada atau timbul dari sesuatu, baik ituorang, benda, atau yang berkaitan, misalnya guru dengan murid.5 Menurut KamusBesar Bahasa Indonesia, pengaruh adalah sesuatu yang timbul dari benda atau oranglain seperti dari orang tua terhadap anaknya.6 Pengaruh adalah kesan yangditimbulkan dari sesuatu baik berupa orang, benda yang ikut membentukkepercayaan, watak atau perbuatan seseorang.7 Adapun maksud pengaruh dalam5Poerwadarminta, Kamus Bahasa Indonesia, edisi ke-3, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), h.865.6Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:Balai Pustaka, 2005), h. 849.7Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru, (Jakarta: Rosda Karya,1990), h. 45.

8penulisan skripsi ini adalah mencari sebab dan akibat bullying yang terjadi diSekolah Menengah Pertama, dan dampaknya terhadap moralitas siswa.2. BullyingBullying adalah sebuah hasrat untuk menyakiti, yang diperlihatkan dalamaksi sehingga menyebabkan seseorang menderita, aksi tersebut dilakukan secaralangsung oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat dan tidakbertanggung jawab. Tindakan bullying dilakukan secara berulang-ulang denganperasaan senang.8Bullying adalah tindakan penyerangan dengan sengaja yang tujuannyamelukai korban secara fisik atau psikologis, atau keduanya, para penindas (bullies)biasanya bertindak sendirian atau dalam kelompok kecil dan memilih orang-orangyang mereka anggap rentan untuk mereka jadikan korban.9 Bullying sebagai sikapmengejek, menghina, mengancam, memukul, mencuri dan serangan langsung yangdilakukan oleh seorang atau lebih terhadap korban.10 Adapun maksud bullying dalampembahasan ini adalah satu hal yang kerap dilakukan oleh seorang atau sekelompoksiswa yang membuat siswa lain terganggu dengan ulah dan tingkah lakunya tersebut.3.Moralitas SiswaMoralitas adalah kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkanbahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Moralitas mencakup tentangbaik-buruknya perbuatan manusia. Siswa menurut Abu Ahmadi adalah “orang yang8Retno Astuti, Meredam Bullying: 3 Cara Efektif Mengatasi Kekerasan pada Anak,(Jakarta: Grasindo, 2008),h. 3.9Susan Lipkins, Menumpas Kekerasan Pelajar dan Mahasiswa: MenghentikanPerpeloncoan di Sekolah atau Kampus, (Tanggerang: Inspirita Publishing, 2008), h. 20.10Yusuf, Fahrudin, “Perilaku Bullying: Asesmen Multidimensi dan Intervensi Sosial”,Jurnal Psikologi Undip, Vol. 11, No. 2, Oktober 2012, h. 2-3.

9belum mencapai dewasa, yang membutuhkan usaha, bantuan bimbingan dari oranglain yang telah dewasa, guna melaksanakan tugas sebagai salah satu makhluk Tuhan,sebagai umat manusia, sebagai warga negara yang baik dan sebagai pribadi atauindividu’’.11Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan dan perilaku manusiayang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk yang ada pada anak atau siswa, dansiswa merupakan orang yang datang ke suatu lembaga untuk memperoleh ataumempelajari beberapa tipe pendidikan, seorang pelajar adalah orang yangmempelajari ilmu pengetahuan berapapun usianya, dari manapun, siapapun, dalambentuk apapun, dengan biaya apapun untuk meningkatkan intelek dan moralnyadalam rangka mengembangkan dan membersihkan jiwanya dan mengikuti jalankebaikan.12Moralitas siswa adalah keadaan baik buruknya seorang anak yang sedangdalam proses belajar belajar, dan keadaan baik buruknya sifat anak tersebut adalahmoral, siswa adalah anak yang sedang dalam proses belajar atau anak yang sedangberguru.13 Adapun moralitas siswa yang di maksud dalam pembahasan ini adalahperbuatan ataupun sikap anak didik yang masih memerlukan bimbingan, dari orangdewasa dan bertanggung jawab untuk mendidiknya menjadi lebih baik, yang dapatmenjadikannya sebagai contoh bagi anak didik yang lain.11Abu Ahmadi, Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), h. 34.Shafique Ali Khan, Filsafat Pendidikan Al-Ghazali, (Bandung: Pustaka Setia, 2005), h.1262.13Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: BalaiPustaka, 1990), h. 601.

BAB IIKAJIAN TEORIA. Bullying dan Dunia Pendidikan1. Definisi BullyingBullying merupakan sebuah kata serapan yang berasal dari bahasaInggris. Bullying berasal dari kata “bully” yang mempunyai makna penggertak,mengganggu orang yang lemah dan merupakan aktivitas sadar, disengaja, danbertujuan untuk melukai, menanamkan ketakutan melalui ancaman agresi lebihlanjut, dan menciptakan teror yang didasari oleh ketidakseimbangan kekuatan, niatuntuk mencederai, ancaman agresi lebih, teror yang dapat terjadi jika penindasanpeningkatan tanpa henti.1 Ayat yang bersangkutan dengan bullying, Al-Hujurat: 11:#Z ö yz (#θçΡθä3tƒ βr& # tã BΘöθs% ÏiΒ Πöθs% ö y‚ó¡o„ Ÿω (#θãΖtΒ#u t Ï% ! # pκš‰r' tƒ(#ÿρâ“Ïϑù s? Ÿωuρ ( åκ ]ÏiΒ #Z ö yz ä3tƒ βr& # tã ! ¡ÎpΣ ÏiΒ Ö ! ¡ÎΣ Ÿωuρ öΝåκ ]ÏiΒ4 Ç yϑƒM} # y‰ èt/ ä θÝ¡à ø9 # ãΛôœeω # }§ø Î/ ( É s)ø9F{ Î/ (#ρâ“t/ uΖs? Ÿωuρ ö/ä3 ¡à Ρr& tβθçΗÍ à9 # ãΝèδ y7Í s9'ρé'sù ó çGtƒ öΝ 9 tΒuρArtinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-lakimerendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebihbaik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkankumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. danjanganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengangelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah1Rizki Prihatin, Abd Kelas XII Mia SMA Munir, Nurwahyuni, “Penggunaan Teknik RolePlaying untuk Mengurangi Perilaku Bullying Siswa Negeri5 Palu”, Jurnal Konseling danPsikoedukasi, Vol. 1, No. 1, Juni 2016, h. 8.10

11(panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat,Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.(Q.S. Al-Hujurat: 11).Ayat di atas memberi petunjuk tentang beberapa hal yang harus dihindariuntuk mencegah timbulnya pertikaian. Allah berfirman memanggil kaum berimandengan panggilan mesra: Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaumyakni kelompok pria mengolok-olok kaum kelompok pria yang lain, karena haltersebut dapat menimbilkan pertikaian-walau yang diolok-olokkan kaum yanglemah-apalagi boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik dari mereka yangmebngolok-olok sehingga dengan demikian yang berolok-olok melakukan kesalahanberganda.2 Allah dengan jelas melarang hambanya mengejek atau mengolok-olokorang lain dengan sengaja dan ini akan menimbulkan pertikaian antar sesamamanusia, larangan ini menggunakan bentuk kata yang mengandung makna timbalbalik, karena gelar buruk biasanya disampaikan secara terang-terangan dan sengaja.Beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang sering kali dipakaimasyarakat untuk menggambarkan fenomena bullying, di antaranya penindasan,perpeloncoan, pengejekan, pengucilan. Perilaku bullying yang dilakukan bertujuanuntuk menyakiti seseorang secara psikologis, ataupun secara fisik, pelaku bullyingcenderung dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang merasa dirinya“kuat” kepada seseorang atau sekelompok orang dirasa “lemah”, artinya pelakubullying ini menyalah gunakan ketidakseimbangan kekuatan untuk menyakitikorbannya secara terus menerus.2Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, (Jakarta: Lentena Hati, 2002), h. 250.

12Secara fisik, pelaku bullying tidak hanya didominasi oleh anak yangberbadan besar dan kuat, anak bertubuh kecil maupun sedang yang memilikidominasi yang besar. Alasan yang paling jelas mengapa seseorang menjadi pelakubullying adalah bahwa pelaku bullying merasakan kepuasan apabila ia “berkuasa” dikalangan teman-teman sebayanya. Selain itu, tawa teman-teman sekelompoknya saatia mempermainkan korban memberikan penguatan terhadap perilaku bullying.3Berdasarkan definisi di atas pelaku bulying tidak dapat dikatagorikan yangberbadan besar, karena pelaku bullying tersebut adalah yan

bimbingan, saran, arahan, dan motivasi kepada penulis dari awal hingga selesainya skripsi ini. 3. Bapak Dr. Jailani, S. Ag., M.Ag. Selaku ketua prodi Pendidikan Agama Islam UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, atas segala bantuan