Transcription

TUGAS AKHIRANALISIS SISTEM PENGAPIANDIRECT IGNITION SYSTEMPADA MESIN 1 TR-FE TOYOTA KIJANG INNOVADisusun untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Diploma IIIGuna Menyandang Gelar Ahli MadyaOleh:PRASETYO5211312003PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK MESINJURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2015ii

ii

HALAMAN MOTTOHai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalatmu sebagaipenolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar(Al-Baqarah: 153)Lihatlah mereka yang lebih tidak beruntung dari pada dirimu, sehingga kautidak mungkin tidak berpuas diri atas keberuntungan yang diberikan Allahkepadamu.(Nabi Muhammad SAW)Tiga tugas utama kita sebagai kekasih Tuhanadalah :Meminta kepada Tuhan, Memantaskan diri, dan Menerima dengankesyukuran. Tiga yang pertama, akan memantaskan kita bagi tigaberikutnya yang lebih besar.(Mario Teguh)iii

ABSTRAKPrasetyo. 2015. ”Sistem Pengapian Direct Ignition System padaMesin 1TR-FE Toyota Kijang Innova”. Program Studi Teknik MesinDiploma III, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas NegeriSemarang.Penulisan laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui komponendan fungsi komponen, mengetahui spesifikasi, dapat memahami cara kerjadan dapat menjelaskan cara merawat sistem pengapian direct ignition system(DIS) Toyota Kijang Innova 1TR-FE.Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode observasi untukmengumpulkan data pada bahan proyek tugas akhir dan menggunakan metodepustaka untuk melakukan kajian-kajian teoritis dengan mencari data melaluibuku-buku literatur yang berhubungan dengan obyek tugas akhirAnalisis data yang ada dapat disimpulkan dari hasil pemeriksaankomponen sistem pengapian direct ignition system (DIS) tersebut masihdalam angka spesifikasi atau harus melakukan penggantian komponen.Pemeriksaan komponen meliputi pemeriksaan tegangan baterai, pemeriksaansekering, pemeriksaan kerenggangan celah busi, pemeriksaan jarak loncatanapi busi, pemeriksaan tahanan ignition coil dengan igniter, pemeriksaantahanan camshaft position sensor, pemeriksaan tahanan crankshaft positionsensor, Pemeriksaan tegangan Electronic Control Module (ECM). Dari hasilpemeriksaan komponen sistem pengapian DIS Toyota Kijang Innova 1TR-FEsecara visual terdapat komponen dengan kondisi masih baik dan memenuhistandar spesifikasi yang tercantum pada manual book service sistempengapian Toyota Kijang Innova 1TR-FE.Kata kunci: Sistem pengapian DIS Toyota Kijang Innova 1TR-FEiv

KATA PENGANTARDengan memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yangtelah melimpahkan segala berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis mampumenyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Analisis Sistem Pengapian DirectIgnition System Pada Mesin 1TR-FE Toyota Kijang Innova” dengan baik.Dalam membuat Tugas Akhir ini tidak lepas dari dorongan, bimbinganserta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulismengucapkan terima kasih kepada:1. Drs. Muhammad Harlanu, M.Pd. sebagai Dekan Fakultas Teknik.2. Dr. Muhammad Khumaedi, M.Pd. sebagai Kepala Jurusan Teknik Mesin.3. Widi Widayat, ST, MT sebagai Kepala Program Studi Diploma III TeknikMesin.4. Dr. Dwi Widjanarko Spd,ST M.T sebagai Dosen Pembimbing.5. Angga Septiyanto, SPd,MT sebagai Pembimbing Lapangan.6. Seluruh Bapak dosen Teknik Mesin Diploma III yang selama ini telahmembimbing dan membekali ilmu.7. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan Tugas Akhir ini,yang penulis tidak dapat sebutkan satu per satu.v

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kasihdan karunia-Nya kepada semua pihak yang telah membantu penulismenyelesaikan Tugas Akhir ini.Penulissadarkarena nidanmasihkurangpikiran.sempurnaUntuklebihTugas Akhir ini, saran dan kritik yang bersifatmembangun dari pembaca sangat diperlukan. Harapan penulis angberkepentingan.Semarang, Agustus 2015Prasetyovi

DAFTAR ISIHalamanHALAMAN JUDUL .iHALAMAN PENGESAHAN .iiMOTTO .iiiABSTRAK .ivKATA PENGANTAR .vDAFTAR ISI . . viiDAFTAR GAMBAR .xDAFTAR TABEL .xiiDAFTAR LAMPIRAN .xiiBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang . 1B. Permasalahan .2C. Tujuan .3D. Manfaat .3BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. Sistem pengapian.51. Bunga api yang kuat.52 Saat pengapian yang tepat. 53. Ketahanan yang cukup. . 6B. Tipe sistem Pengapian . 71. Tipe independent ignition.72. Tipe simultaneus ignition.8vii

C. Komponen Sistem Pengapian .10D. Koil pengapian di satukan dengan igniter.12E. Jenis dan karakteristik DIS.14F. Cara kerja sistem pengapian DIS.15G. Wiring diagram sistem pengapian.17H. Pemeliharaan dan perawatan sistem pengapian.18BAB III ANALISIS SISTEM PENGAPIAN DIRECT IGNITION SYSTEMPADA MESIN 1TR-FE TOYOTA KIJANG INNOVAA. komponen sistem pengapian.201. Baterai .202. Kunci kontak.213. Ignition coil dengan igniter.214. Busi.235. Engine ECU.256. Camshaft position sensor.267. Crankshaft position sensor.27B. Cara kerja sistem pengapian .281. Kontrol pengapian selama di start.282. Kontrol pengapian setelah start.29C. Proses perawatan sistem pengapian.331. Alat.332. Bahan. 33D. Proses pelaksanaan (pekerjaan lapangan).341. Proses pembongkaran. 342. Pemeriksaan. 34viii

E. pembahasan.441. Wiring (pengkabelan).452. Ignition coil.463. Busi.46BAB IV PENUTUPA. Kesimpulan . 47B. Saran .48DAFTAR PUSTAKA .49LAMPIRAN . . . . . . 50ix

DAFTAR GAMBARHalamanGambar 2.1. Tipe independent ignition.7Gambar 2.2. Tipe simultaneus ignition.9Gambar 2.3. Komponen sistem pengapian direct ignition system.12Gambar 2.4. Koil pengapian dengan igniter.12Gambar 2.5. Letak komponen sistem pengapian DIS.13Gambar 2.6. Tipe koil.14Gambar 2.7. Cara kerja sistem pengapian direct ignition system.16Gambar 2.8. Rangkaian kelistrikan sistem pengapian DIS.17Gambar 3.1. Baterai . .20Gambar 3.2. Kunci kontak .21Gambar 3.3. Ignition coil dengan igniter.22Gambar 3.4. Konector ignition coil dengan igniter.23Gambar 3.5. Busi .23Gambar 3.6. Engine ECU .25Gambar 3.7. Camshaft position sensor.26Gambar 3.8. CMP sensor socket.26Gambar 3.9. Crankshaft position sensor .27Gambar 3.10. CKP sensor socket .28x

Gambar 3.11. Saat pengapian awal .28Gambar 3.12. Sudut advance pengapian. . . 29Gambar 3.13. Koreksi pada saat warm-up. 30Gambar 3.14. Korecsi over temperature.31Gambar 3.15. Koreksi idle stabil. 31Gambar 3.16. Engine knock kontrol. 32Gambar 3.17. Pemeriksaan sekering.35Gambar 3.18. Pemeriksaan kondisi baterai.36Gambar 3.19. Pemeriksaan busi.36Gambar 3.20. Pemeriksaan celah busi. 37Gambar 3.21. Pemeriksaan loncatan bunga api busi .37Gambar 3.22. Pemeriksaan ignition coil dengan igniter.38Gambar 3.23. Konektor ignition coil dengan igniter.38Gambar 3.24. Pemeriksaan ignition coil dengan igniter.39Gambar 3.25. Memeriksa kunci kontak. 39Gambar 3.26. CMP sensor.40Gambar 3.27. CMP sensor socket.40Gambar 3.28. Pemeriksaan CMP Sensor .41Gambar 3.29. CKP Sensor.41Gambar 3.30. CKP Sensor Socket .42Gambar 3.31. Pemeriksaan CKP Sensor.42Gambar 3.32. ECU .43Gambar 3.33. Pemeriksaan voltase ECU.43xi

Gambar 3.34. Pemeriksaan ground ECU.44DAFTAR TABELTabel 3.1. Hasil Pemeriksaan Tegangan Ignition Coil dengan Igniter .,,39Tabel 3.2. Hasil Pemeriksaan Tahanan CMP sensor .4 1Tabel 3.3. Hasil Pemeriksaan Tahanan CKP sensor .42Tabel 3.4. Hasil Pemeriksaan tegangan ECM .43Tabel 3.5. Hasil Pemeriksaan tahanan ground ECM .44DAFTAR LAMPIRANLampiran 1. Spesifikasi mesin 1TR-FE Toyota Kijang Innova.50Lampiran 2. Surat permohonan pembimbing TA.51Lampiran 3. Surat tugas dosen pembimbing TA.52Lampiran 4. Surat pengajuan judul TA.53Lampiran 5. Bimbingan laporan TA.54Lampiran 6. Surat selesai bimbingan.55Lampiran 6. Surat selesai alat.56Lampiran 7. Data hasil praktik TA.57xii

BAB IPENDAHULUANA.Latar BelakangDi masa sekarang ini, kendaraan merupakan alat transportasi yang palingsering digunakan oleh masyarakat. Dalam semua kendaraan terdapat beberapasistem penunjang sebagai pendukung kerja dari kendaraan tersebut. Sistempenunjang tersebut diantaranya adalah sistem pengapian. Pada umumnya sistempengapian pada motor bensin adalah untuk menyalakan campuran udara-bahanbakar yang telah dikompresikan di dalam ruang pembakaran. Pembakaran dimulaisaat busi memercikkan bunga api di dalam silinder ketika 10 sebelum TMA padaakhir langkah kompresi. Seiring berkembangnya teknologi sistem pengapian yangawal mulanya konvensional sekarang sudah berganti menjadi sistem pengapianelektronik.Sistem pengapian mesin 1TR-FE Toyota Kijang Innova terdiri daribeberapa komponen. Komponen-komponen sistem pengapian tersebut diantaranya adalah : (1) Baterai, sebagai sumber arus dan media penyimpanan aruspengisian. (2) Kunci kontak, sebagai pemutus dan penghubung arus dari bateraiyang mengalir pada kumparan primer. (3) Ignition coil dengan igniter, sebagaipembangkit tegangan baterai (12V) untuk membangkitkan tegangan tinggi lebihdari 10 kV, (4) busi berfungsi sebagai pemercik bunga api, (5) electronic controlunit berfungsi sebagai pusat pengolah data kondisi penggunaan mesin, (6)camshaft position sensor yang berfungsi mendeteksi posisi camshaft untuk1

2menentukan timing pengapian, (7) crankshaft position sensor berfungsi sebagaimengukur posisi piston pada kompresi titik mati atas, yang mana sinyal tersebutdipakai untuk menentukan putran mesin, waktu penginjeksian bahan bakar, danwaktu pengapian.Sistem pengapian DIS (Direct Ignition System), tanpa adanya distributorpengapian maka setiap busi akan mendapatkan satu koil. Tegangan tinggidibangkitkan dalam rangkaian sekunder dan digunakan secara langsung untukbusi. Bunga api busi meloncat dari elektroda tengah ke elektroda massa. ECMatau ECU bertugas untuk menentukan timing pengapian dan meneruskan sinyalpengapian untuk setiap silinder. Otomatis proses pengapian makin akurat. Ruangbakar makin bersih dari tumpukan karbon karena pembakaran makin sempurna.Maka penulis mengambil topik tugas akhir dengan judul “Analisis SistemPengapian Direct Ignition System Pada mesin 1TR-FE Toyota Kijang Innova”B.PermasalahanDari uraian tersebut dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:1.Komponen apa saja yang ada pada sistem pengapian mesin 1TR-FEToyota Kijang Innova?2.Fungsi komponen dari sistem pengapian mesin 1TR-FE Toyota KijangInnova?3.Cara kerja rangkaian kelistrikan sistem pengapian mesin 1TR-FEToyota Kijang Innova?4.Cara perawatan sistem pengapian sistem pengapian mesin 1TR-FEToyota Kijang Innova?

3C.TujuanTujuan yang ingin dicapai oleh penulis pada penulisan laporan tugasakhir dalam sistem pengapian pada mesin 1TR-FE Toyota Kijang Innovayaitu untuk :1.Untuk mengetahui komponen-komponen sistem pengapian mesin 1TRFE Toyota Kijang Innova.2.Dapat menjelaskan fungsi komponen sistem pengapian mesin 1TR-FEToyota Kijang Innova.3.Dapat menjelaskan cara kerja rangkaian kelistrikan sistem pengapianmesin 1TR-FE Toyota Kijang Innova.4.Dapat mengetahui cara merawat mesin agar tetap dalam kondisi yangbaik dan prima.D. ManfaatManfaat yang dapat diambil setelah melakukan penelitian danpermasalahan yang terjadi adalah sebagai berikut :1.Bagi PenulisSebagai pengembangan ilmu yang didapat dari bangku kuliah danpraktek yang telah dilakukan. Serta manambah wawasan tentang jenisjenis sistem pengapian pada motor bensin.2.Bagi UniversitasDapat dimanfaatkan oleh universitas khususnya jurusan Teknik MesinFakultas Teknik sebagai referensi dan dokumentasi perpustakaantentang sistem pengapian pada mobil.

43.Bagi MasyarakatDapat memberikan informasi bagi publik atau dunia otomotif akanpentingnya sistem pengapian mobil.

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Sistem pengapianSistem pengapian berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga apiyang kuat dan tepat untuk membakar campuran bahan bakar dan udara didalam ruang bakar. Oleh k arena itu syarat-syarat berikut harus dipenuhi:1.Bunga api yang kuat.Pada saat campuran bahan bakar-udara dikompresikan di dalamsilinder, sangat sulit bagi bunga api untuk melewati udara (hal inidisebabkan karena udara mempunyai tahanan listrik dan efeknya tahananini naik pada saat udara dikompresikan). Dengan alasan ini, maka teganganyang diberikan pada busi harus cukup tinggi untuk dapat membangkitkanbunga api yang kuat, di antara elektroda busi (New Step II TrainingManual:1996:1).2 . Saat pengapian yang tepat.Untuk memperoleh pembakaran campuran bahan bakar-udara yang palingefektif, harus dilengkapi beberapa peralatan tambahan yang dapat merubahsaat pengapian sesuai dengan rpm dan beban mesin (perubahan sudut porosengkol di mana masing-masing busi menyala). Disebut pembakaran jikacampuran udara dan bahan bakar terkena loncatan bunga api dari busi(New Step II Training Manual:1996:1).5

6Pada saat bunga api melalui campuran udara-bahan bakar dari elektroda,massa, busi, campuran udara-bahan bakar sepanjang loncatan api diaktifkandan terjadi inti api (flamenucleus). Molekul-molekul campuran udara-bahanbakar di sekitar flame nucleus terjadi akibat kejutan yang ditimbulkan olehloncatan api, kemudian molekul-molekul keluar dari pusat pembakaran (NewStep II Training Manual:1996:1).3. Ketahanan yang cukup.Apabila sistem pengapian tidak bekerja, maka mesin akan mati. Olehkarena itu sistem pengapian harus mempunyai ketahanan yang cukup untukmenahan getaran dan panas yang dibangkitkan oleh mesin, demikian jugategangan tinggi yang dibangkitkan oleh sistem. Sistem ini bekerja mendeteksikondisi mesin (putaran mesin, aliran udara masuk, temperatur mesin dan lainlain) berdasarkan sinyal dari setiap engine sensor. Selanjutnya menentukan saatpengapian yang optimum sesuai dengan kondisi mesin dengan mengirim sinyalpemutusan arus primer ke igniter yang mengontrol saat pengapian(New Step II Training Manual:1996:1).Sistem pengapian DIS (direct ignition system) adalah sistem pengapiandimana setiap silinder dinyalakan oleh satu koil pengapian. Tegangan tinggidibangkitkan dalam rangkaian sekunder dan digunakan secara langsung untukbusi. Bunga api busi meloncat dari elektroda tengah ke elektroda massa. ECMatau ECU bertugas untuk menentukan timing pengapian dan meneruskan sinyalpengapian untuk setiap gInnovamenggunakan Sistem pengapian DIS (direct ignition system). Tanpa adanya

7distributor pengapian maka setiap busi akan mendapatkan satu koil. Sistempengapian DIS (direct ignition system) terdiri atas dua jenis, yaituindependent ignition dan simultaneous ignition. Pada jenis independen,masing-masing silinder di pasang sebuah ignition coil. Sementara modelsimultaneous ignition hanya sebuah ignition coil untuk dua buah silinder ataubusi (Sutiman:2011:hal:65).B. Tipe sistem pengapianSistem pengapian direct ignition system dari pendistribusian tegangantinggi dibedakan menjadi 2 macam yaitu :1.Tipe independent ignitionGambar 2.1 tipe independent ignition(Sutiman: 2011: 67)Pada model ini setiap silinder dinyalakan oleh satu koil pengapian.Tegangan tinggi dibangkitkan dalam rangkaian sekunder dan digunakan

8secara langsung untuk busi. proses pengapian makin akurat, Ruang bakarmakin bersih dari tumpukan karbon karena pembakaran makin sempurna.Pada tipe independent ignition dapat mengurangi energi yang hilang padaarea tegangan tinggi dan meningkatkan kemampuan pengapian. Pada saatyang sama, ia dapat meminimalisir gangguan elektromagnetik karena titiktitik kontak tidak lagi digunakan pada area tegangan tinggi. Kontrol waktupengapian dilakukan melalui penggunaan ESA (Electronic Spark Advance)(Suharyadi: 2014: 68).Mesin ECU (Electronic Control Unit), yang menerima sinyal dari beragamsensor, menghitung waktu pengapian dan mengirimkan sinyal pengapian keigniter. Waktu pengapian dihitung secara terus menerus sesuai dengankondisi mesin. Dibandingkan kontrol mekanik waktu pengapian pada sistemkonvensional, metode kontrol dengan ESA memberikan presisi yang lebihbaik, dan kebebasan untuk menetapkan waktu pengapian. Hasilnya, sistemini memberikan konsumsi bahan bakar dan daya output yang lebih baik(Suharyadi:2014:68).2. Tipe simultaneus ignitionPada sistem ini distribusi tegangan tingginya ke dua silinder dengan satukoil pengapian. pada saat silinder ke satu dan ke empat diberi pengapiandalam waktu yang bersamaan, maka pada saat silinder pertama berada diposisi TDC, loncatan bunga api busi terjadi pada silinder pertama, sementarabusi ke empat membuat kesalalahan pelepasan (discharging) karena busi keempat berada dalam langkah buang (Sutiman:2011: 68).

9Gambar 2.2 tipe simultaneus ignition(Sutiman:2011: 68)Untuk mengatur waktu pengapian, komputer menerima sinyal daribermacam sensor mengenai kondisi kemudian membandingkannya dandengan data acuan yang ada pada komputer untuk membuat waktu pengapianyang pas. Setelah itu, mengirim hasilnya ke kedua power transistor. arusprimer yang mengalir ke kedua koil pengapian diputus. Tegangan tinggiyang di induksikan ke second coil dari arus yang diputus disalurkan kedengan urutanpengapian 1(4)-3(2)-4(1)-2(3) untuk membakar campuranbahan bakar udara di dalam silinder (nomor dalam tanda kurung adalahsilinder yang diberi pengapian secara serentak). Ketika silinder pertamaberada di posisi langkah kompresi, silinder ke empat berada di posisi langkahbuang, dan sebaliknya apabila silinder ke empat berada di posisi langkahkompresi,maka silinder pertama akan berada(suharyadi:2014:75).dilangkah buang

10C. Komponen sistem pengapianSistem pengapian DIS (Direct Ignition Sistem) terdiri dari komponenkomponen berikut:1. BateraiBerfungsi : sumber tegangan listrik yang menyalurkan aliran listrik untuksemua sistem kelistrikan pada kendaraan.2. Kunci kontakBerfungsi : memutuskan dan menghubungkan listrik pada rangkaian ataumematikan dan menghidupkan sistem pengapian3. Ignition coil dengan igniterBerfungsi : mengubah kumparan primer dari on ke off pada waktu optimalsehingga terjadi tegangan induksi pada kumparan sekunder danmengirimkan sinyal IGF ke mesin ECU.4. BusiBerfungsi : menghasilkan loncatan listrik untuk menyulut campuran udaradan bahan bakar di dalam ruang bakar.5. Engine ECU (Elektronik Control Unit)Berfungsi : menghasilkan sinyal IGT berdasarkan sinyal dari berbagaisensor dan mengirimkan sinyal ke igniter dengan koil pengapian.6. Camshaft posisition sensorBerfungsi : untuk mengidentifikasikan silinder pada posisi TDC untukmendeteksi saat pengapian (timing ignition).7. Crankshaft position sensor

11Berfungsi: mendeteksi sudut crankshaft (sudut engkol) untuk menentukanputaran mesin.Sensor-sensor yang mempengaruhi kinerja sistem pengapian directignition system adalah :a. Konck sensor (KNK)Berfungsi : untuk mendeteksi knoking pada mesin.b. Throttle valve position sensor (VTA)Berfungsi : untuk mendeteksi posisi pembukaan dan penutupan throttlevalve / katup gas.c. Air flow meter (VG/PIM)Berfungsi untuk : mendeteksi jumlah udara yang masuk ke dalam intakemanifold.d. Water temperature sensorBerfungsi : untuk mendeteksi suhu pendingin mesin.Gambar 2.3 Komponen sistem pengapian direct ignition system(Suharyadi: 2014: 69)

12D. Koil pengapian di satukan dengan igniterAlat pengapian ini terdiri dari igniter dan koil pengapian yang disatukanmenjadi satu unit. Koil pengapian dapat langsung dihubungkan ke busi setiapsilinder dengan menggunakan koil pengapian yang disatukan dengan igniter.Jarak antara aliran tegangan tinggi menjadi pendek dengan menghubungkankoil pengapian dan busi secara langsung, menyebabkan kehilangan tegangandan gangguan elektromagnetik berkurang (Suharyadi: 2014: 70).Gambar 2.4 koil pengapian dengan igniter(Suharyadi : 2014: 71)Berikut ini adalah pengoperasian menggunakan koil pengapian yangbersatu dengan igniter :1. ECU mesin menerima sinyal dari berbagai sensor dan menghitungwaktu pengapian secara optimal. (ECU mesin juga mempengaruhikontrol waktu maju).2. ECU mesin mengirimkan sinyal IGT ke koil pengapian yang bersatudengan igniter. Sinyal IGT dikirimkan ke setiap igniter sesuai denganurutan pengapian (1-3-4-2).

133. Koil pengapian, ke arah mana arus primer ditutup dengan cepat,menghasilkan arus tegangan tinggi.4. Sinyal IGF dikirim ke ECU mesin ketika arus primer melampaui nilaiyang ditetapkan.5. Arus tegangan tinggi, yang dihasilkan kumparan sekunder, mengalir kebusi, menyebabkan pengapian (Suharyadi : 2014: 71).Gambar 2.5 letak komponen sistem pengapian DIS(Suharyadi:2014:72)E. Jenis dan karakteristik DISDIS dikelompokkan berdasarkan metode kontrol elektriknya, yaitutipe koil pengapian distribution dan tipe diode distribution. Pada tipe koilpengapian distribution tegangan tinggi langsung di distribusikan dari koilpengapian ke busi, dan terdiri dari dua jenis yaitu tipe synchronous sparkdan tipe individual spark. Untuk tipe synchronous distribusi tegangantingginya ke dua silinder dengan satu koil pengapian. Karena itulah padasaat silinder ke satu dan ke empat diberi pengapian dalam waktu yang

14bersamaan, maka pada saat silinder pertama berada di posisi TDC,loncatan bunga api busi terjadi pada silinder pertama, sementara keempatbusi membuat kesalalahan pelepasan (discharging) karena ke empatsilinder berada dalam langkah buang (Suharyadi:2014:72).ABCGambar 2.6. A. tipe synchronous sparkB. tipe individual sparkC. tipe diode distribution(Suharyadi:2014:72)Jenis pengapian individual menggunakan metode dimana masingmasing silinder mempunyai koil pengapian dan spark plug tersendirisehingga bisa langsung membuat pengapian sendiri. Adapun karakteristikdirect ignition system adalah sebagai berikut:1.Ignition coil dan igniter tidak membuat kebocoran arus.2.Tidak ada energi tegangan tinggi yang hilang3.Tidak ada batasan sudut pengambilan pengapian.4.Meskipun output tegangan tingginya berkurang, energi yangdikeluarkan tidak berkurang.5.Ketahanannya cukup baik.

156.Karena tidak ada interupsi gelombang electromagnetic, makatidak berpengaruh terhadap alat elektro lainnya (Suharyadi:2014:73).F. Cara kerja sistem pengapian DISDirect ignition system terdiri dari power transistor/Igniter yangdijalankan oleh sinyal dari ECU untuk mengontrol waktu pengapian dankoil pengapian dan menginduksi tegangan tinggi berdasarkan kerjapemutusan (intermitting) pada power transistor/igniter. Tegangan tinggiyang di induksikan dari koil pengapian dikirim ke spark plug melaluimasing-masing spark plug untuk membuat loncatan bunga api sehinggacampuran bahan bakar dan udara yang bertekanan akan terbakar di dalamruang bakar (Suharyadi:2014:73).ECU menentukan saat pengapian dan mengirimkan sinyal pengapian(IGT) untuk setiap silinder. Menggunakan signal IGT, ECU meng ON danOFF kan power transistor yang ada didalam igniter, dengan ON dan OFFarus yang ke coil primary. Saat arus ke koil primer diputus, tegangantinggi akan dihasilkan pada koil sekunder dan tegangan ini digunakan kebusi untuk menghasilkan bunga api didalam silinder. Bersamaan ECUmemutus arus ke coil primary, igniter mengirim sinyal konfirmasipengapian (IGF) ke ECU (Pedoman Reparasi Mesin 1TR-FE. : PT. ToyotaAstra Moto

tentang sistem pengapian pada mobil. 4 3. Bagi Masyarakat Dapat memberikan informasi bagi publik atau dunia otomotif akan pentingnya sistem pengapian mobil. 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem pengapian Sistem pengapian berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api yang kuat dan t