Transcription

BAB III3.2Rona Lingkungan AwalKUALITAS UDARA3.2.1. Kualitas Udara AmbienKondisi kualitas udara di wilayah studi diperoleh dari laporan hasil pelaksanaanPengelolaan dan Pemantauan Lingkungan tahun 2009, 2010 dan pengukuranlangsung bulan Februari 2011. Beberapa lokasi yang dipantau adalah lokasi KMJ 6,KMJ 41, PLTP Unit 4 dan permukiman penduduk sekitar. Data kualitas udara di lokasilokasi tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.5 s.d Tabel 3.8.Tabel 3.5 Kualitas Udara di Lokasi KMJ Nitrogen Oksidaµg/m40014,258,768,763Sulfur Dioksidaµg/m900132,161831833Karbon 23022,162929KEBAUANTotal Sulfur **)ppm0,020,02 0,005 0,005DATA LAPANGAN0SuhuC32,3528,8328,83Kecepatan Anginm/s2,120,90,9Arah Angin Dominan- BaratSelatanSelatanKelembaban%80,235555TekanankPa- Sumber: Laporan Pemantauan PGE Kamojang, 2009 – 2010Keterangan: *) Bakumutu Kualitas Udara Ambien, PP 41 tahun 1999**) Kep-50/MenLH/11/1996 (untuk NH3 dan H2S)1234512345DesMarJunSeptDes6,12175306,4 460,09410 457.15398 4137,471806.65250.435403210,5214.452512 0,005 0,005 0,005 33Utara90,8583,8Tabel 3.6 Kualitas Udara di Lokasi KMJ 41NoParameter1234KIMIANitrogen OksidaSulfur DioksidaKarbon MonoksidaO3FISIKATimbalDebuKEBAUANTotal Sulfur **)Amoniak **)DATA LAPANGANSuhuKecepatan AnginArah Angin arJun6,86169520,65109,2 4210,09259 0,1 441.58356- 452.18456- 1634110,008-0,008-0,006 0,10,01 5,2385.3328,360,5Barat60 %86,12kPa85,2484,0: Laporan Pemantauan PGE Kamojang, 2009 – 2010: *) Bakumutu Kualitas Udara Ambien, PP 41 tahun 1999**) Kep-50/MenLH/11/1996 (untuk NH3 dan H2S)ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang Serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-4Des

BAB IIIRona Lingkungan AwalTabel 3.7 Kualitas Udara di Lokasi PLTP Unit 1Nitrogen Oksidaµg/m4006,368,1212,0132Sulfur Dioksidaµg/m900169,72183,1618733Karbon UAN7Total Sulfur **)ppm0,02 0,005 0,0050,018Amoniak **)ppm2 0,1DATA LAPANGAN01SuhuC32,2831,1230,522Kecepatan Anginm/s1,082,250,973Arah Angin DominanBaratBarat Barat laut4Kelembaban%47,055073,25TekanankPaSumber: Laporan Pemantauan PGE Kamojang, 2009 – 2010Keterangan: *) Bakumutu Kualitas Udara Ambien, PP 41 tahun 1999**) Kep-50/MenLH/11/1996 (untuk NH3 dan H2S)DesMarJunSeptDes 4199,91215 0,1 494,06395- 4154.69380- 4137,293505.31152.836500,0118,9110,5330.7429170,01 0,1 0,005- 0,005- ,52,25Utara84.2084,1Tabel 3.8 Kualitas Udara di Lokasi Permukiman Penduduk (Desa Jun2010SeptKIMIA3Nitrogen Oksidaµg/m4004,055,185,183Sulfur Dioksidaµg/m900156,941141143Karbon 62222KEBAUANTotal Sulfur **)ppm0,02 0,005 0,005 0,005DATA LAPANGAN0SuhuC34,0220,530,5Kecepatan Anginm/s0,530,530,53Arah Angin DominanUtara Barat Laut Barat LautKelembaban%55,173TekanankPaSumber: Laporan Pemantauan PGE Kamojang, 2009 – 2010Keterangan: *) Bakumutu Kualitas Udara Ambien, PP 41 tahun 1999**) Kep-50/MenLH/11/1996 (untuk NH3 dan H2S)DesMarJunSeptDes6,25120,45255,83 496,19328 4143.12350 4163,4250 4131.9635025,117,9112.293419 0,005 0,0050.01 0,005 0,00529,70,4Barat 84,5ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang Serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-5

BAB IIIRona Lingkungan Awal0,090,08KMJ 60,070,06KMJ 410,050,04PLTP Unit 40,030,02PermukimanPenduduk0,010Maret JuniSept2009Des Maret JuniSeptDesBaku Mutu2010Gambar 3. 2 Grafik Hasil Pemantauan Kualitas Udara(Parameter Total Sulfur)ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang Serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-6

BAB IIIRona Lingkungan AwalTabel 3.9 Kualitas Udara Ambien di Wilayah StudiNo.1234567ParameterSulfur dioksida (SO2)Nitrogen dioksida (NO2)Oksidan (O3)Hidrokarbon (HC)Debu (TSP)Amonium (NH3)Sulfida pmHasil 03910,2183tt60,0790tt0,02090,0137tt5,1Baku Mutu*)Metode/Standar900 (1 jam) *)SNI 19-7119.7-2005400 (1 jam)*)SNI 19-7119.2-2005235 (1 jam)*)SNI 19-7119.8-2005160 (3 jam)*)Gas Kromatografi230 (24 jam)0,11250,0005**)2**)0,02*)SNI 19-7119.6-2005IK-5.4.1.7IK-5.4.1.55Sumber : Laporan Hasil Pengujian tanggal 14 Februari 2011, PPC Laboratorium Lingkungan BPLH Kabupaten BandungKeterangan :1.Jalan Raya Kamojang,2.Rencana lokasi PLTP Unit 5,3.Rencana lokasi PLTP Unit 5 (Down wind),4.Sekitar Rencana lokasi PLTP Unit 6,5.Lokasi (outlet PLTP Unit 4),6.Lokasi KMJ 477.Permukiman penduduk : Desa Laksana*) Baku Mutu mengacu kepada PP 41 tahun 2001**) Baku Mutu mengacu kepada SK Men LH No. 50 tahun 1996tt tidak terdeteksi (di bawah limit deteksi)ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang Serta Jaringan Transmisi SUTT 150 KVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-7

BAB IIIRona Lingkungan Awal3.3 KebisinganLokasi pengukuran kebisingan dilakukan di lingkungan kerja dan lingkungansekitarnya. Untuk lingkungan kerja menggunakan baku mutu SE Menaker No. 51 tahun1999 dan diharuskan menggunakan alat pelindung diri dan untuk lingkungansekitarnya menggunakan baku mutuKepMen LH No. 48 Tahun 1996. Kondisikebisingan di wilayah sekitar Kamojang pada hasil pemantauan semua lokasi telahmemenuhi baku mutu yang. Untuk lebih jelasnya hasil pemantauan kebisingan dapatdilihat pada Tabel 3.11 dan Tabel 3.12.Tabel 3.11 Kebisingan Wilayah Sekitar Kamojang Tahun 2009 - 20102009BakuMutuLokasiMarDesMarJunSeptDes62,8 - 66,7 74,9 - 88,554,0 - 58,7 55,5 - 61,1255,5 - 60,6 40,0 - 46,854,1 - 61,0 62,2 - 85,085*73,8 - 78,972,4 - 77,364,5 - 67,9 75,4 - 77,6 65,2 - 72,2 66,3 - 70,8 70,1 - 71,0 78,4 - 87,55541,1 - 59,235,1 - 45,435,1 - 45,4 36,0 - 43,4 37,4 - 50,1 40,7 - 49,8 41,0 - 59,7 60,1 - 68,170KMJ 4170Permukiman PendudukDesa LaksanaSumberBaku mutuSept56,8 - 58,8 58,8 - 62,4 49,7 - 50,8 50,2 - 52,5KMJ 6PLTP Unit 4Jun201066,356,8 - 58,8- 50,0 - 53,3: Laporan Pemantauan PGE Kamojang, 2009 – 2010: Kebisingan, KepMen LH No. 48 Tahun 1996*) SE Menaker N0. 51tahun 1999Tabel 3.12 Kebisingan di Lokasi Rencana KegiatanNo.LokasiBaku MutuTingkat Kebisingan (dbA)1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.11.12PLTP Unit 4Rencana lokasi PLTP Unit 5Rencana lokasi PLTP Unit 6Lokasi KMJ 47Permukiman penduduk : Desa LaksanaLokasi sekitar PLTP 4Jalan Paseh-KamojangJalan Raya KamojangCluster eksisting : KMJ 16,18Cluster eksisting : KMJ 61Rumah pompa dekat Danau CikaroMuffler 53,270,455,361,861,766,869,866,5Sumber: Laporan Hasil Pengujian tanggal 14 Februari 2011, PPC LaboratoriumLingkungan BPLH Kabupaten BandungBaku Mutu : SK. MenLH No. Kep 48/MENLH/II/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan)* SE Menaker N0. 51tahun 1999Tidak memenuhi baku mutuBerdasarkan Tabel 3.12 didapat tingkat kebisingan yang tinggi di lokasi KMJ 47diakibatkan adanya aktivitas pemeliharaan sumur, sedangkan di lokasi sekitar PLTP 4tingginya kebisingan berasal dari operasional mesin-mesin.ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 KVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-10

BAB 31)Rona Lingkungan AwalErosiErosi sering terjadi terutama pada daerah bukaan akibat perubahan fungsi lahan.Perencanaan pengembangan pembangunan tenaga listrik panas bumi, merupakansalah satu bentuk perubahan fungsi lahan. Di beberapa tempat erosi tanah sudahterlihat, berupa erosi lembar hingga erosi alur. Erosi ini akan mengangkut materialtanah yang dapat mengisi bagian yang lebih rendah atau aliran sungai, sehinggaakan terjadi sedimentasi yang membuat air sungai menjadi berlumpur.Berdasarkan data terdahulu besarnya erosi yang terjadi di sekitar pengembanganPLTP Kamojang tahun 1997 mencapai 1,83 ton/ha/tahun (ANDAL PembangunanPLTP Kamojang 60 MW, Kabupaten Bandung 2004).Besarnya erosi tanah pada tahun 2011 dihitung dengan menggunakan metodaUSLE (Universal Soil Loss Equation) di lokasi rencana PLTP Unit 5 besarnya1,99 – 4,74 ton/ha/thn, sedangkan di rencana PLTP Unit 6 adalah 1,27- 2,79ton/ha/thn seperti terlihat pada Tabel 3.17 dan 3.18.Tabel 3. 17 Erosi Tanah Di Rencana Lokasi PLTP Unit 8,040,484638,040,484638,040,48Keterangan: CP kondisi tanah terbukaA: Erosi tanah (ton/ha/thn)R: Indeks ErosivitasK: Indeks Erodibilitas tanahLS: Indeks TopografiCP : Indeks KonservasiLS0,0750,0830,0920,1520,1600,1660,178CPA 92,202,454,074,264,444,74Tabel 3. 18 Erosi Tanah di Rencana Lokasi PLTP Unit 14031,540,450,513Keterangan : CP kondisi awal berupa hutanCPA 71,571,771,932,272,562,79ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-29

BAB 3Rona Lingkungan AwalGambar 3. 12 Peta Zona Gempa Pulau Jawa3.6AIR PERMUKAAN3.6.1 Kuantitas Air PermukaanKawasan pengembangan PLTP Unit 5 menempati wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS)Cikaro. Sungai Cikaro merupakan sungai yang terdekat ke kawasan panas bumiKamojang dengan Kampung Pangkalan yang berada di dalamnya. Danau Cikaromerupakan salah satu pemanfaatan air Sungai Cikaro sebagai sumber air untuk PLTPKamojang Unit 1, 2, 3 (PT Indonesia Power) dan PLTP Unit 4. Debit Sungai Cikaroyang masuk ke Danau Cikaro pada musim hujan sebanyak 537,6 liter/detik, debit padamusim kemarau 33,7 liter/detik.Kawasan PLTP Unit 6 berada di bagian barat lokasi pengembangan Unit 5 dan dibagian utara kaki Gunung Sangser (1.882 m) pada elevasi 1.475 m di ataspermukaan laut dengan kemiringan lereng lebih dari 30%. Di bagian selatanpengembangan PLTP Unit 6 terdapat Danau Ciharus merupakan bagian hulu dariSungai Cihejo yang melintasi beberapa kampung di wilayah Kabupaten Bandung,seperti Desa Dukuh dan Desa Neglasari Kecamatan Ibun dan bermuara di SungaiCitarum.ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-31

BAB 3Rona Lingkungan AwalBerdasarkan pemantauan PT PGE (2011), data curah hujan harian yang detail/komplittercatat terbatas hanya periode tahun 2010. Besarnya curah hujan di Stasiun Ciharusdalam setahun 3595,9 mm atau rata-rata dalam sebulan 299,66 mm, termasuk kedalam zona curah hujan tinggi. Jumlah curah hujan terbesar terjadi di bulan Agustussampai Januari maksimum 38 mm, kecuali di bulan Juni hingga Juli besarnya curahhujan maksimum 10 mm.Dari hasil pengukuran debit air sungai yang masuk ke dalam Danau Ciharus periode2009-2010 sebanyak 197 liter/detik. Debit Sungai Ciharus berkisar antara 131 – 197liter/detik (Sumber : Hasil Pemantauan PT PGE Tahun 2010). Penggunaan air DanauCiharus adalah untuk objek wisata alam dan pemancingan.Untuk kegiatan awal operasional kebutuhan air untuk PLTP Unit 6 cukup besar, yaitusebesar 30,6 liter/detik, tetapi setelah operasional berjalan atau dalam keadaan normalkebutuhan air diprediksi mencapai 10% dari keadaan awal yaitu 3 liter/detik,sehingga pemanfaatan sumber air Danau Ciharus untuk kegiatan operasional normaltidak akan mengurangi keberadaan sumber air Danau Ciharus. Sama halnya denganpemanfaatan air Danau Cikaro untuk tahap awal hanya 20,57 liter/detik, tetapi setelahoperasional mencapai 2 liter/detik.Sungai Ciharus dan Sungai Cikaro merupakan anak Sungai Citarum, yang membentukpola aliran mendaun (dendritik), Sungai-sungai tersebut umumnya menempati bagianlembah yang cukup terjal membentuk bentuk lembah V.3.6.2 Kualitas Air PermukaanLokasi pengambilan sampel air permukaan adalah Bendungan Cikaro, Sungai Cikarodi belakang PT Indonesia Power Sungai Cikaro Hilir, Sungai Citepus, DanauPangkalan dan Sungai Cipanasahan. Berdasarkan hasil pemantauan (Tabel 3.19)dapat diketahui bahwa sebagian besar parameter masih memenuhi baku mutu, kecualiparameter BOD dan pH. Untuk parameter BOD air permukaan yang tidak memenuhibaku mutu adalah Bendungan Cikaro (triwulan I, II, dan III tahun 2009), Sungai Cikarodi belakang PT Indonesia Power (triwulan I, II, dan III tahun 2009), Sungai Citepus(triwulan IV tahun 2009), Danau Pangkalan (triwulan I dan II tahun 2009) dan SungaiCikaro Hilir (triwulan II tahun 2009). Sedangkan untuk parameter pH, air permukaanyang tidak memenuhi baku mutu adalah Sungai Cipanasahan (triwulan III tahun 2009dan triwulan I tahun 2010).ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-32

BAB 3Rona Lingkungan AwalTabel 3.19 Hasil Pemantauan Kualitas Air PermukaanNoPARAMETERSATUANBM *)MarFISIKA1 DHL2 Kekeruhan3 Residu Terlarut4 Suhu5 Residu Tersuspensi6 SalinitasDebitKIMIA1 Amoniak (NH3-N)2 Arsen (As)3 Barium (Ba)4 Besi (Fe)5 Boron (B)6 Kadmium (Cd)7 Kesadahan (CaCO3)mmhos/cmNTUmg/L0Cmg/L0/00m3/det1000Deviasi /L110,010,20,002100,066,0 - 9,00,050,0020,020,03 0,02 0,005 0,11,020,76 0,0036,77,160,05 0,01 0,05tt 0,0075,870,875,140,0765,180,040,06 0,01Bendungan S.Cikaro2009Jun Sept Des2010MarSungai Cikaro di Belakang Indonesia Power20092010Mar Jun SeptDesMar569 454 172,2 131 431 4540,7 30,122,8 2,59 34,17 30,12815 714 86,3 103,5 837 71426,5 25,18 24,324 20,14 25,18272614419260,05 0,05 0,070,6 0,05 0,05 0,02 0,005 0,10,870,81 0,0015,99,30,04 0,01 0,05tt 0,0017,120,925,80,0578,130,050,03 0,011,35 0,005 13,17 0,1 0,003101,58,12 0,01 0,010,03tt 0,0050,450,056,3 0,0168,20,0420,25-0,38 0,005 0,10,67 0,020,00478,125,28 0,01 0,010,13 0,0010,14 0,110,015,95 0,00554,15 0,0050,050,04 0,02 0,005 0,10,17 0,010,00453,2159,53 0,010,070,06 0,001 0,0050,120,027,29 0,00521,220,006 0,010,058 Klorida (Cl-)9 Kromium Total (Cr)10 Kobalt (Co)11 Mangan (Mn )12 Mercury (Hg)13 Nikel (Ni)14 Nitrat (NO3-N)15 Nitrit (NO2-N)16 pH17 Seng (Zn)18 Sulfat (SO42-)19 Sulfida (H2S)20 Tembaga (Cu)21 Timbal (Pb)KIMIA ORGANIKmg/L31927206,8121 BOD52 CODmg/L2531,25 36,12 79,2 18,56253 Deterjen (MBAS)mg/L0,20,5 0,53 1,12 0,03 0,964 Fenolmg/L0,001 0,005 0,005 0,05 0,005 0,0055 Minyak & lemakmg/L1 1 1 1 1 1Sumber: Hasil Pemantauan PGE Kamojang 2009 - 2010Keterangan:*) Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001, Kelas 2Melebihi Baku Mutu2,17 0,005 13,12 0,1 0,00396,129,43 0,01 0,010,02tt 0,0070,430,056,5 0,0161,20,0350,29 0,011,35 0,005 13,17 0,1 0,003101,58,12 0,01 0,010,03tt 0,0050,450,056,3 0,0168,20,0420,25 0,014370,8853424,8320,05- 0.02 0,005 0,10,580,65 0,0017,56,10,05 0,01 0,05tt 0,0019,52,36,4 0,0564,35 0,05 0,01 0,0125201280,2 79,2 27,61,03 1,12 0,451,12 0,05 0,005 1 1 1ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratMarS. Citepus2009Jun Sept Des2010MarMarDanau Pangkalan2009Jun Sept Des237 196 114,2 116,8 174,2 164,6 127 87,29 95,3 273,6 199,22,590,9 3,15 2,14 3,32 1,9719 3,25 7,122,12,8119,3 161,6 85,6 82,3 87,1 82,5 104,2 56,13 69,17 136,8 99,5724,5 24,4 26,5 26,5 23,8 24,2 24,3 37,86 26,5 23,1 24,341456598844342542300,060,8 0,07 0,05 0,05 0,050,5 0,02 0,05 0,0500,15 0,181,361,4-1,71 0,005 0,1 0,01 0,020,00626,047,39 0,01 0,010,08 0,0010,01 0,010,035,75 0,005109,36 0,0050,070,021,24 0,005 0,10,140,20,0035,741,48 0,01 0,011,57 0,001 0,005 0,010,017,13 0,00578,940,01 0,010,040,15 0,005 1 0,02 0,02 0,0036514,120,020,04 0,050,02tt 0,010,126,90,064,19 0,0050,07 0,010,1 0,005 1 0,02 0,02 0,0036012,40,010,09 0,05tt0,01 0,011,195,120,053,1 0,0050,05 0,010,54 0,005 0,1 0,01 0,02 0,003577,09 0,01 0,020,04tt 0,0050,1 0,016,550,0315,960,01 0,002 0,010,19 0,005 0,1 0,01 0,020,0032,54,22 0,01 0,010,03 0,001 0,005 0,01 0,015,890,0133,75 0,0050,060,050,19 0,005 0,10,210,3 0,00351,315,95 0,01 0,010,16 0,001 0,0050,450,047,56 0,00515,340,007 0,010,09 0,02 0,005 10,25 0,02 0,0054415,19 0,010,09 0,05tt0,03 0,010,367,290,055,190,008 0,020,01 0,01 0,005 10,3 0,02 0,0054020,6tt0,05 0,05tt0m,02 0,010,37,40,067,750,006 0,010,010,3 0,005 1 0,01 0,02 0,00391,214,18 0,01 0,020,04tt 0,0051,510,056,370,114,90,050,05 0,010,18 0,005 0,1 0,01 0,020,0041,715,85 0,01 0,010,03 0,001 0,0051,191,585,1 0,00515,94 86 171 1891,83 0,760,8156 154 15424,6 35,1726434380,80 0,050,017 0,0190,03 0,005 0,10,380,80,00453,222,33 0,010,050,01 0,001 0,0051,380,16,3 0,00512,04 0,005 0,010,090,19 0,005 0,11,60,05 0,003189,37,120,060,012,18tt 0,0078,143,016,1 0,01112,120,0050,21 0,010,2 0,005 0,10,20,03 0,001178,58,190,050,011,29tt 0,00512,163,526,5 0,0180,150,0030,19 0,0110,61097 10,58,83074658,86,5228928,12 22,33 35,12 35,12 20,75 19,2 62,81 95,13 112,2 12,29 15,25 37,9 59,19 63,40,04 0,36 0,01 0,01 0,26 0,01 5 0,01 0,01 0,46 0,010,5 0,01 0,01 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12010MarMarS. Cikaro Hilir2009JunSeptDes363,2 116,7 250 124 1295,05 2,82 6,522,52,9181,6 58,52 201,3 55,2 60,1423,5 24,2 24,7 29,14 20,522869120,09 0,051 0,09 0,050,04 0,0322,13 2,17 0,02 0,005 0,1 0,01 0,02 0,00398,87,8tt 0,020,26tt0,020,1 0,014,050,09116,920,120,06 0,010,29 0,005 0,10,08 0,020,00755,84,22 0,01 0,020,04 0,0010,13 0,010,025,53 0,00516,4 0,0050,070,08 0,02 0,005 0,10,560,090,00368,4132,94 0,010,020,39 0,001 0,0050,030,024,04 0,005119,9 0,005 0,010,09 0,02 0,05 10,450,03 0,0034619,240,10,05 0,05tt0,01 0,01 0,019,870,057,14 0,0050,780,02 0,02 0,05 10,410,02 0,0035112,70,20,05 0,05tt0,02 0,02 0,018,190,047,05 0,005 0,010,017,58,62871419,74 22,09 46,8 28,15 45,6 0,01 0,01 0,27 0,01 0,01 0,005 0,005 0,005 0,005 0,005 1 1 1 1 1177,9823,288,9923,260,043,75 0,02 0,005 0,1 0,01 0,02 0,00383,611,34tt 0,020,09tt0,02 0,0050,166,420,0722,520,020,04 0,012010Mar89,1 1303,73 0,5644,6 105,623,9 24,3640,040,63,560,33 0,005 0,11,57 0,02 0,0031,43,17 0,01 0,010,13 0,0010,070,1 0,015,12 0,0057,34 0,0050,070,03 0,02 0,005 0,1 0,010,7 0,00362,726,59 0,01 0,010,03 0,001 0,0050,280,017,14 0,0057,45 0,005 0,010,0410,8108,526,96 28,2 19,220,41 0,09 0,59 0,005 0,005 0,005 1 1 1III-33

BAB 3Rona Lingkungan Awal450400350300250200TSS150Baku Mutu100500TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 TW 1 TW 2 TW 3 TW 420092010Gambar 3. 13 Grafik Hasil Pemantauan TSS di Sungai Cikaro Tahun 2009 – 20101,210,80,6H2S0,4Minyak & Lemak0,20TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 TW 1 TW 2 TW 3 TW 420092010Gambar 3. 14 Grafik Hasil Pemantauan H2S & Minyak dan Lemakdi Sungai CikaroTahun 2009 – 2010ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-34

BAB 3Rona Lingkungan Awal807060504030BOD20Baku Mutu100TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 TW 1 TW 2 TW 3 TW 420092010Gambar 3. 15 Grafik Hasil Pemantauan BOD di Sungai Cikaro Tahun 2009 – 20101201008060COD40Baku Mutu200TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 TW 1 TW 2 TW 3 TW 420092010Gambar 3. 16 Grafik Hasil Pemantauan COD di Sungai Cikaro Tahun 2009 – 2010Untuk mengetahui kualitas air permukaan di lokasi studi pada saat ini, maka dilakukanpengambilan sampel air di Bendungan Cikaro, Sungai Cikaro, Sungai di Desa Dukuh,Danau Pangkalan, Sungai Cipanasahan dan Danau Ciharus. Hasil analisis tersebutdapat dilihat pada Tabel 3.20. Lokasi pengambilan sampel dapat dilihat pada Gambar3. 5.ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-35

BAB 3Rona Lingkungan AwalTabel 3.20 Kualitas Air PermukaanNoParameterSatuanHasil UjiBaku Mutu123456C20,228,318,626,322,325,9Suhu udarao 3 ,008tt0,076,5 - FISIKA12123456789101110SuhuTSS enChlor bebas (Cl2)Besi (Fe)Tembaga (Cu)Seng (Zn)Krom total (Cr)Fosfat (PO43--P)MIKROBIOLOGIFecal ColiformSumberKeterangan: Laporan Hasil Pengujian tanggal 14 Februari 2011, PPC Laboratorium Lingkungan BPLH KabupatenBandung: S1 Bendungan CikaroS2 Sungai CakaroS3 Sungai di Desa DukuhS4 Danau PangkalanS5 Sungai CipanasahanS6 Danau CiharusBaku mutu : Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 kelas 2tt tidak terdeteksi ( di bawah nilai LoD)Tidak Memenuhi Baku MutuBerdasarkan hasil pengukuran kualitas air permukaan di sekitar lokasi rencanakegiatan pada umumnya masih memenuhi baku mutu, kecuali :Parameter tembaga di keenam lokasi pengambilan sampel tidak memenuhi bakumutu.Parameter COD dan BOD di Sungai CikaroParameter TSS di Sungai Desa SukuhParameter pH di Sungai CipanasahanTingginya parameter BOD, COD dan TSS adalah berasal dari limbah domestik /penduduk.3.7AIR TANAH3.7.1. Kuantitas Air TanahMenurut Soetrisno (1983) kawasan Kamojang yang disusun oleh batuan gunungapiKuarter dan dibentuk oleh bentang alam pegunungan berlereng terjal termasuk keANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-36

BAB 3Rona Lingkungan Awaldalam kelompok air tanah dengan setempat aquifer produktifitas (Gambar 3. 17).Air tanah setempat berarti yang terakumulasi di bagian lembah dan zona lapukan,secara tipikal mata air muncul di beberapa bagian kaki pegunungan berupa mata airdingin dan mata air panas dengan debit bervariasi kurang dari 10 liter/detik.Air tanah yang terakumulasi di bagian lembah dan daerah yang relatif datar, umumnyaparas muka air tanahnya dangkal kurang dari 10 m di bawah muka tanah setempatsedangkan pada bagian yang relatif lebih tinggi kedudukan muka air tanahnya lebihdalam.Secara regional dengan melihat pola struktur geologi yang berkembang di kawasanKamojang, curah hujan yang tinggi, tutupan lahan yang lebat, kemungkinan potensi airtanah cukup produktif tetapi sulit untuk dikembangkan terutama air tanah dalam.Lapisan tanah dan batuan mempunyai nilai keterusan yang beragam dari rendahhingga tinggi. Air tanah dangkal hanya dapat dikembangkan terutama pada daerahyang relatif datar dan di beberapa bagian lembah, sedangkan untuk daerah yang tinggidan miring umumnya mempunyai kedudukan muka air tanah yang dalam. Pemunculanmata air dingin yang dijumpai di beberapa bagian kaki pegunungan telah dimanfaatkanoleh sebagian penduduk setempat untuk kebutuhan air sehari-hari. Kawasan panasbumi Kamojang ini merupakan daerah tangkapan air, air hujan yang jatuh kepermukaan tanah meresap ke dalam tanah dan terikat oleh akar tanaman, yangtersimpan dalam lapisan jenuh air dan terakumulasi di bagian lembah. Untuk daerahyang terbuka, air hujan yang jatuh tidak terikat oleh akar tanaman, tetapi melajusebagai run off ke bagian yang lebih rendah mengisi lembah-lembah yang ada disekitarnya. Kaitan dengan panas bumi Kamojang berdasarkan hasil pemboraneksplorasi menunjukkan rata-rata bagian atas reservoir berada pada kedalaman 1.200m di bawah muka tanah setempat.ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-37

BAB 3Rona Lingkungan AwalGambar 3. 17 Peta Hidrogeologi Daerah Kamojang dan sekitarnyaANDAL PENGEMBANGAN LAPANGAN UAP PANAS BUMI DANPLTP UNIT 5 (30 MW) & UNIT 6 (60 MW) KAMOJANGSERTA JARINGAN TRANSMISI SUTT 150 KVDI KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARATGAMBAR 3.17ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-38

BAB 3Rona Lingkungan Awal3.7.2. Kualitas Air TanahKondisi kualitas air tanah di wilayah studi diperoleh dari laporan hasil pelaksanaanPengelolaan dan Pemantauan Lingkungan selama tahun 2009 dan 2010. Beberapalokasi yang dipantau adalah lokasi Kampung Pangkalan, Cikaro, Sumur Pantau 1 danSumur Pantau 2. Data kualitas air tanah di lokasi-lokasi tersebut dapat dilihat padaTabel 3.21 – Tabel 3.24.Tabel 3.21 Kualitas Air Tanah di Lokasi Kampung 12345ParameterFISIKASuhuResidu TerlarutResidu TersuspensiDHLKekeruhanSalinitasKIMIAAmoniak (NH3-N)Arsen (As)Barium (Ba)Besi (Fe)Boron (B)Kadmium (Cd)Kesadahan (CaCO3)Klorida (Cl-)Kromium Total (Cr)Kobalt (Co)Mangan (Mn )Mercury (Hg)Nikel (Ni)Nitrat (NO3-N)Nitrit (NO2-N)pHSeng (Zn)Sulfat (SO42-)Sulfida (H2S)Tembaga (Cu)Timbal (Pb)KIMIA ORGANIKBOD5CODDeterjen (MBAS)FenolMinyak & mg/Lmg/Lmg/Lmg/L0,0510,0055006000,050,50,0011016,5 - 9,0154000,05 0,02 0,005 10,02 0,02 0,0036525,540,01 0,01 0,05tt0,01 0,010,016,190,026,19 0,005 0,02 0,01 0,01 0,005 10,01 0,02 0,0036931,14tt 0,01 0,05tt0,02 0,010,016,50,058,25 0,005 0,02 0,010,16 0,005 10,01 0,020,00398,812,76 0,01 0,020,04tt0,02 0,0050,026,010,058,250,05 0,002 0,01 0,02 0,005 0,1 0,01 0,020,00474,43,17 0,010,220,02 0,0010,08 g/L0,5-1327,17 0,01 0,005 11532,45 0,01 0,005 15,611,50,02 0,005 11532,4 0,01 0,005 ,6600,1614,590,71106,423,4100,140,02 0,005 0,10,182,3 0,00370,344,67 0,010,070,24 0,001 0,0050,160,016,3 0,00523,89 0,005 0,010,010,24 0,005 0,10,12 0,01 0,003683,060,03 0,01 0,003 0,001 0,0051,50,016,06 0,378,83 0,005 0,010,050,29 0,005 0,1 0,010,7 0,00397,763,064,03 0,010,19 0,0010,371,190,026,50,249,57 0,0050,02 0,010,15 0,005 0,1 0,010,6 0,00363,928,05 0,01 0,01 0,003 0,001 0,0050,16 0,016,450,0065,54 0,0050.190,063055,19 0,01 0,001 12,8 5 0,01 0,005 14,5 50,02 0,005 15079,630,03 0,005 1Sumber: Hasil Pemantauan PGE Kamojang 2009 – 2010Keterangan : *) PerMenKes No. 416/MenKes/PER/IX/1990 tentang ar bersihTidak memenuhi persyaratanBerdasarkan Tabel 3.21 dapat diketahui bahwa kualitas air tanah di lokasi KampungPangkalan secara keseluruhan masih baik, kecuali untuk parameter pH pada triwulan Itahun 2009 dan tahun 2010 yang tidak memenuhi persyaratan PerMenKes No.416/MenKes/PER/IX/1990 tentang Air Bersih.ANDAL Pengembangan Lapangan Uap Panas Bumi dan PLTP Unit 5 (30 MW) & Unit 6 (60 MW)Kamojang serta Jaringan Transmisi SUTT 150 kVdi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratIII-39

BAB 3Rona Lingkungan AwalTabel 3.22 Kualitas Air Tanah di Lokasi 45ParameterFISIKASuhuResidu TerlarutResidu TersuspensiDHLKekeruhanSalinitasKIMIAAmoniak (NH3-N)Arsen (As)Barium (Ba)Besi (Fe)Boron (B)Kadmium (Cd)Kesadahan (CaCO3)Klorida (Cl-)Kromium Total (Cr)Kobalt (Co)Mangan (Mn )Mercury (Hg)Nikel (Ni)Nitrat (NO3-N)Nitrit (NO2-N)pHSeng (Zn)Sulfat (SO42-)Sulfida (H2S)Tembaga (Cu)Timbal (Pb)KIMIA ORGANIKBOD5CODDeterjen (MBAS)FenolMinyak & Lmg/Lmg/L0,0510,0055006000,050,50,0011016,5 - 9,0154000,05 0,02 0,005 10,02 0,02 0,0038629,130,02 0,01 0,05tt0,01 0,010,016,50,0278,5 0,0050,09 0,01 0,01 0,005 10,03 0,02 0,0017832,190,01 0,01 0,05tt0,01 0,010,016,790,0196,2 0,0050,1 0,01 0,02 0,005 1 0,01 0,020,00353,29,220,01 0,01 0,02tt0,01 0,01 0,016,330,00733,680,050,05 0,01mg/Lmg/Lmg/Lmg/Lmg/L0,5-919,23 0,01 0,005 11227,15 0,01 0,005 1510,6 0,01 0,005 10MarJunSeptDes12,90,2311324,140,513,0927,13 ,2233,330,130,3 0,005 0,1 0,01 0,020,00459,5211,62 0,010,180,03 0,010,01 0,010,587,5 0,00513,17 0,0050,050,030,02 0,005 0,10,132,5 0,00332,341,48 0,010,05 0,003 0,001 0,0050,41 0,017,13 0,00535,11 0,005 0,010,010,17 0,005 10,76 0,02 0,0038925,05 0,012,040,07tt0,02 0,010,047,340,088,130,006 0,020,060,14 0,005 0,1 0,012,1 0,00337,63,02 0,01 0,010,01 0,0010,790,5 0,015,74 0,2131,81 0,0050,06 0,010,14

4 Kelembaban % - 80,23 55 55 58,56 52 55 55,03 90,85 5 Tekanan kPa - - - - 87 85,51 83,5 85,03 83,8 Sumber : Laporan Pemantauan PGE Kamojang, 2009 – 2010 Keterangan : *) Bakumutu Kualitas Udara Ambien, PP 41 tahun 1999 **) Kep-50/MenLH/11/1996 (untuk NH 3 dan H 2S) T