Transcription

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK PADA ANAK "F"DENGANGANGGUAN SISTEM PENCERNAAN ( DIARE ) DI RUANGPERAWATAN MELATI RSUD BENYAMIN GULUHKABUPATEN KOLAKAKARYA TULIS ILMIAHOleh :ROSMIATIN I M : 14401 2017 000655KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN KENDARIJURUSAN KEPERAWATANTAHUN 2018

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK PADA ANAK "F"DENGANGANGGUAN SISTEM PENCERNAAN ( DIARE ) DI RUANGPERAWATAN MELATI RSUD BENYAMIN GULUHKABUPATEN KOLAKAKARYA TULIS ILMIAHDiajukan sebagai salah satu persyaratan menyelesaikan pendidikan programDiploma III KeperawatanOleh :ROSMIATINIM. 14401 2017 00065 5KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN KENDARIJURUSAN KEPERAWATANTAHUN 2018

DAFTAR RIWAYAT HIDUPI.IDENTITAS1. Nama Lengkap: Rosmiati2. Tempat / Tanggal Lahir: Lamekongga, 15 Januari 19793. Jenis Kelamin: Perempuan4. Agama: Islam5. Suku / Kebangsaan: Makasar / Indonesia6. Alamat: Kel.Ngapa,Kec.Wundulako, Kab. Kolaka7. No. Telp / Hp: 0852 4185 9192II. PENDIDIKANNo.PendidikanTahun tAMATAN1.SDN BENDE19892.SMP NEGERI WUNDULAKO19953.SPK DEPKES KENDARI19984.POLTEKKES KEMENKES2017 - 2018KENDARIv

MOTTODalam hidup hanya tiga masaMasa lalu adalah kenanganMasa kini adalah perjuanganMasa depan adalah harapanJika kesuksesan adalah harapanmuMaka belajarlah dari kenanganBerjuanglah sepenuh hatiAgar kesuksesan bisa terwujudKupersembahkan karya tulis iniKepada .Ayah dan ibuku sertaIstri dan anakku tercintaSaudara dan keluargaku tersayangAgama, negara dan almamaterkuSebagai tanda terima kasihku.vi

KATA PENGANTARPuji syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad dankarunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini denganjudul “Asuhan Keperawatan Anak Pada Anak ''F'' Dengan Gangguan systempencernaan ( Diare ) Diruang Perawatan Melati RSUD Benyamin GuluhKabupaten Kolaka Tahun 2018.Shalawat beriring salam peneliti sampaikan kepada Rasulullah SAW yangtelah membawa umat manusia dari alam kebodohan kealam yang penuh denganilmu pengetahuan seperti sekarang ini.Peneliti menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, darimasa perkuliahan sampai pada penyusunan karya tulis ilmiah, Sangatlah sulit bagipeneliti untuk menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Oleh karena itu, penelitimengucapkan terima kasih kepada:1. Ibu Askrening, SKM., M. Kes selaku Direktur Politeknik KesehatanKementerian Kesehatan RI Kendari2. Bapak Indriono Hadi, S. Kep., Ns., M. Kes selaku Ketua JurusanKeperawatan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Kendari1. Bapak Abd. Syukur Bau S.Kep., Ns, MM selaku pembimbing yang telahmengarahkan membimbing dan memberikan masukan dengan penuhkesabarandan perhatian dalam membuat karya tulis ilmiah ini.2. Tim penguji masing-masing : Bapak Indriono Hadi,S.kep,Ns,M.Kes.selakupenguji I,Ibu Asminarsih.Z.P,M.Kep,Sp.Kom.,selaku penguji II, Muhaimin.S,S.Kep,Ns,M.sc selaku penguji III.4. Bapak/Ibu Staf Dosen Program Studi Keperawatan Kendari PoliteknikKesehatan Kementerian Kesehatan RI Kendari yang telah memberikan bekalilmu untuk bekal peneliti.5. Bapak Kepala RSBG Benyamin Guluh beserta staf yang telah mengizinkanuntuk melakukan penelitian6. Teristimewa kepada alm. ayah, ibu, istri, dan anak yang telah memberikanvii

semangat, serta restu yang tak dapat ternilai dengan apapun. Maaf kalau selamakuliah ini banyak menghabiskan uang baik untuk keperluan kuliah maupunyang tidak untuk keperluan kuliah. Semoga Allah SWT membalas semua jasapapa, mama.7. Rekan- rekan kelas A dan B RPL yang seperjuangan yang tidak dapat penulissebutkan satu persatu yang telah membantu penulis menyelesaikan karya tulisilmiah ini.Akhir kata, penulis berharap Allah SWT berkenan membalas segala kebaikansemua pihak yang telah mambantu. Semoga nantinya dapat membawa manfaatbagi pengembangan ilmu.Kendari,Juli 2018Penulisviii

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL . iHALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING . iiHALAMAN PENGESAHAN PENGUJI . iiiKEASLIAN PENULISAN . ivDAFTAR RIWAYAT HIDUP . vHALAMAN MOTTO . viKATA PENGANTAR . viiDAFTAR ISI . ixDAFTAR TABEL . xiDAFTAR GAMBAR . xiiDAFTAR LAMPIRAN xiiiBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang. 1B. Tujuan Penulisan . 5C. Manfaat Penulisan . 6D. Metode Penelitian . 7BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. Definisi . 13B. Anatomi Fisiologi Sistem . 15C. Penyebab . 17D. Patofisiologi . 21E. Manifestasi Klinik . 24F. Pemeriksaan Penunjang . 26G. Komplikasi . 27H. Penatalaksanaan . 29I. Pathway . 39J. Fokus Pengkajian . 40K. Fokus Diagnosa Keperawatan . 43ix

L. Fokus Intervensi Keperawatan . 43BAB III LAPORAN KASUSA. Identitas Klien . 49B. Pengkajian . 50C. Daftar Rumusan Masalah . 64D. Perencanaan Keperawatan . 68E. mplementasi Keperawatan Evaluasi . 74BAB IV PEMBAHASANA. Pengkajian . 82B. Diagnosa Keperawatan . 85C. Intervensi Keperawatan . 89D. Implementasi Keperawatan . 90E. Evaluasi . 92BAB V KESIMPULAN DAN SARANA. Kesimpulan . 95B. Saran . 95DAFTAR PUSTAKALAMPIRANx

DAFTAR TABELTabel 2.1 Penilaian Derajat Dehidrasi . 25Tabel 2.2 Pemberian Oralit . 33Tabel 2.3 Pemberian Cairan . 35Tabel 2.4 Kebutuhan Nutrisi pada Anak ''F'' dengan Diare . 57Tabel 2.5 Kebutuhan Cairan dan Elektrolit pada Anak ''F'' dengan Diare . 58Tabel 3.1 Kebutuhan Eliminasi (BAB/BAK) pada Anak ''F'' dengan Diare . 58Tabel 3.2 Kebutuhan Istirahat dan Tidur pada Anak ''F'' dengan Diare . 59Tabel 3.3 Kebutuhan Personal Hygiene pada Anak ''F'' dengan Diare . 59Tabel 3.4 Kebutuhan Aktivitas/Mobilitas Fisik pada Anak ''F'' dengan Diare . 60Tabel 3.5 Hasil Pemeriksaan Laboratorium Hematologi . 64Tabel 4.1 Analisa data . 66Tabel 4.2 Intervensi Keperawatan Untuk Pasien Diare . 70Tabel 4.3 Implementasi Keperawatan dan Evaluasi . 74xi

DAFTAR GAMBARGambar 2.1 Pathway . 39Gambar 2.2 Genogram . 53Gambar 2.3 Pathway Kasus . 69xii

DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 Surat Izin PenelitianLampiran 2 Lembar Bimbingan Karya Tulis Ilmiah.Lampiran 3 Foto Dokumentasi Studi Kasus.xiii

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangDiare saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang sering terjadipada masyarakat. Diare juga merupakan penyebab utama kesakitan dan kematianpada anak di berbagai negara (Widoyono, 2011). Diare dapat menyerang semuakelompok usia terutama pada anak. Anak lebih rentan mengalami diare, karenasistem pertahanan tubuh anak belumsempurna (Soedjas, bahwadiaremerupakan 10 penyakit penyebab utama kematian. Tahun 2012 terjadi 1,5juta kematian akibat diare. Sepanjang tahun 2012, terdapat sekitar 5 juta bayimeninggal pada tahun pertama kehidupan. Kematian tersebut disebabkan karenapneumonia (18%), komplikasi kelahiran preterm (14%) dan diare (12%).Hasil Riskesdas (2013), menyatakan bahwa insiden diare pada anakdiIndonesia adalah 6,7 persen. Lima provinsi dengan insiden diare tertinggiadalah Aceh (10,2%), Papua (9,6%), DKI Jakarta (8,9%), Sulawesi Selatan(8,1%), dan Banten (8,0%). Karakteristik diare balita tertinggi terjadi padakelompok umur 12 - 23 bulan (7,6%), laki-laki (5,5%), perempuan (4,9%).Angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit diare di Indonesiamasih tinggi. Proporsi terbesar penderita diare pada balita adalah kelompok umur6 – 11 bulan yaitu sebesar 21,65% lalu kelompok umur 12-17 bulan sebesar14,43%, kelompok umur 24 - 29 bulan sebesar 12,37%, sedangkan proporsiterkecil pada kelompok umur 54 – 59 bulan yaitu 2,06% (Kemenkes, 2011).1

Dinas Kesehatan Kab. Kolaka (2016) menyatakan pada tahun 2016jumlah kasus diare yang datang ke sarana kesehatan sebanyak 12,2% kasus.Jumlah kasustahun2016 sedikit menurundibandingkankasus tahun 2015sebesar 25,9%. Penyakit Diare sebanyak 4.466 sampai saat ini masih termasukdalam urutan 10 penyakit terbanyak di Kab. Kolaka. Kasus diare yang ditanganidi Puskesmas RSUD Benyamin Guluh adalah 48,4%. RSUD Benyamin Guluhmengobati sesuai dengan prosedur tetap penatalaksanaan kasus diare denganpengobatan yang rasional. Target penemuan kasus diare pada tahun 2016 adalah2,13% dari 87,7% penduduk Kab. Kolaka dengan capaian kasus diare ditemukanpadaperempuan (Dinkes, 2016).Target penemuan kasus diare pada tahun 2017 adalah 2,14% dari 92,4%penduduk Kab. Kolaka, dengan capaian kasus adalah 49,7% kasus dan semuanyaditangani. Jumlah kasus ini naik dari tahunsebelumnya yaitu 4.609 atau (41,7%kasus) dan lebih banyak ditemukan pada perempuan (Dinkes,2017). Cakupanpelayanan diare pada balita Kab. Kolaka tahun 2017 adalah 48,3% dari 100%yang ditargetkan. Laporanmacam penyakit dan jumlah penderita rawat di RSUDBenyamin Guluh tahun sebanyak 104. 389 orang sedangkan pada tahun 2012sebanyak 278 dan periode januari sampai dengan Juli 2018sebanyak 104 yangsempat dirawat di rumah sakit Benyamin erapafaktordiantaranya: yaitu infeksi, malabsorbsi, makanan, dan psikologis anak.Infeksi enteral merupakan infeksi saluran percernaan, yang menjadipenyebabutama diare pada anak. Infeksi enteral disebabkan karena bakteri, virus dan2

parasit. Sedangkan infeksi parenteral merupakan infeksi dari luar pencernaanseperti otitis media akut (OMA), bronkopneumonia, ensefalitis. Keadaan initerutama terdapat pada anak balita berumur di bawah 2 tahun (Ngastiyah, 2014).Wong (2008), mengatakan pengkajian keperawatan terhadap diaredimulai dengan mengamati keadaan umum dan perilaku anak. Pengkajianselanjutnya yang dilakukan pada pasien diare dengan gangguan keseimbangancairan yaitu pengkajian dehidrasi seperti berkurangnya keluaran urine, turgorkulit yang jelek, ubun-ubun yang cekung. Nursalam (2008), mengatakan dampakyang dapat ditimbulkan jika mengalami gangguan keseimbangan cairan yaituterjadi hal-hal seperti dehidrasi pada anak balita, hipoglikemia, mengalamigangguan gizi, gangguan sirkulasi, hingga terjadi komplikasi pada anak.Dampak masalah fisik yang akan terjadi bila diare tidak diobati akanberakibat kehilangan cairan dan eletrolit secara mendadak. Pada balitaakanmenyebabkan anoreksia (kurang nafsu makan) sehingga mengurangi asupan gizi,dan diare dapat mengurangi daya serap usus terhadap sari makanan. Dalamkeadaan infeksi, kebutuhan sari makanan pada anak yang mengalami diare akanmeningkat, sehingga setiap serangan diare akan menyebabkan kekurangan gizi.Jika hal ini berlangsung terus menerus akan menghambat proses tumbuhkembanganak. Sedangkan dampak psikologis terhadap anak-anak antara lainanak akan menjadi rewel, cengeng, sangat tergantung pada orang terdekatnya(Widoyono, 2011).Upaya yang dilakukan untuk mengurangi resiko meningkatnya episodediare, diantaranya dengan pemberian ASI. Pemberian ASI pada bayi atau anakyang mengalami diare akan memiliki manfaat antara lain untuk mengganti cairan3

yang hilang (rehidrasi). ASI mengandung zat – zat gizi yang berguna untukmemenuhi kecukupan zat gizi selama diare yang diperlukan untuk penyembuhandan pertumbuhan (Puput, 2011). Hasil penelitian Tamimi, dkk (2016),menyatakan bahwa 92. 1% bayi yang mendapat ASI eksklusif tidak mengalamidiare dan29,5% bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berpeluang untukterjadinya diare.Diagnosis keperawatan yang sering muncul pada pasien yang menderitadiare adalah kekurangan volume cairan dan ketidak seimbangan nutrisi. Peranperawat sebagai pemberi pelayanan keperawatan pada anak yang dirawat dengandiare, diantaranya memantau asupan dan pengeluaran cairan. Anak yangmendapatkan terapi cairan melalui intravena perlu pengawasan untuk asupancairan, kecepatan tetesan harus diatur untuk memberikan cairan dengan volumeyang dikehendaki dalam waktu tertentu dan lokasi pemberian infus harus dijaga(Wong, 2008). Tindakan keperawatan yang harus dilakukan selanjutnya yaitumenimbang berat badan anak secara akurat, memantau input dan output yangtepat denganmeneruskan pemberian nutrisi per oral dan melakukanpengambilan specimen untuk pemeriksaan laboratorium. Selain dari tindakankeperawatan, orang tua dan keluarga juga ikut memberikan perawatan sepertimemberikan perhatian, semangat dan mendampingi anak selama dirawat dirumahsakit (Nursalam, 2008).Selain dari perawatan anak di rumah sakit, pengetahuan orang tua tentangterjadinya diare sangatlah penting. Hal ini disebabkan karena sebagian ibu belummengetahui tentang perilaku sehat untuk menjaga kesehatan keluarga sepertiselalu menjaga kebersihan diri dan makanan, menjaga kebersihan lingkungan4

rumah, memeriksakan kondisi kesehatan ketika terdapat gejala suatu penyakit kepuskesmas, menjaga pola istirahat serta menyempatkan untuk berekreasi gunamenghilangkan stres yang dapat memicu suatu penyakit (Subakti, 2015).Survei awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 5 Juli 2018 didapatkan3 orang anak dengan kasus diare di RSUD Benyamin Guluh, dengan diagnosakeperawatan utama pada anak yaitu dengan kekurangan volume cairan. dari hasilpengamatan, perawat sudah melakukan pengkajian yang meliputi identitas anakdanorang tua, alamat, riwayat kesehatan, data pemeriksaan fisik dan diagnostik.Perawat sudah melakukan tindakan pemasangan infus, NGT untuk memenuhikebutuhan cairan pada pasien dan perawat memantau kondisi pasien pada saatoveran, pemberian obat, dan saat mengganti infus pasien. Berdasarkan latarbelakang di atas, peneliti melakukan studi kasus dengan judul “AsuhanKeperawatan Anak pada Anak ''F'' dengan Gastro Enteritis Akut (GEA) di RuangPerawatan Melati RSUD Benyamin Guluh Tahun 2018”B. Tujuan Penulisan1. TujuanUmum Mampu mendeskripsikan "Asuhan Keperawatan Anak pada Anak "F"dengan Gastro Enteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan RSUDBenyaminGuluh Tahun 2018".2. Tujuan khususBerdasarkan tujuan umum tersebut didapatkan tujuan khusus dari penelitiankasus ini adalah :5

a. Mampu mendeskripsikan hasil pengkajian pada anak dengan kasus GastroEnteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan RSUD Benyamin Guluh Tahun2018.b. Mampu mendeskripsikan rumusan diagnosa keperawatan pada anakdengan kasus Gastro Enteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan RSUDBenyamin Guluh Tahun 2018.c. Mampu mendeskripsikan rencana keperawatan pada anak dengan kasusGastro Enteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan RSUD Benyamin GuluhTahun 2018.d. Mampu mendeskripsikan tindakan keperawatan pada anak dengan kasusGastro Enteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan RSUD Benyamin GuluhTahun 2018.e. Mampu mendeskripsikan evaluasi keperawatan pada anak dengan kasusGastro Enteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan RSUD Benyamin GuluhTahun 2018.f. Mampu melakukan pendokumentasian pada anak dengan kasus GastroEnteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan RSUD Benyamin Guluh Tahun2018.C. Manfaat Penulisan1. Pengembang Keilmuana. PenulisDapat menambah wawasan dan pengalaman nyata dalam memberikanasuhan keperawatan anak pada anak dengan diare.6

b. Bagi Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari diharapkandapat dijadikan sebagai bahan perbandingan oleh mahasiswa prodi D IIIKeperawatan Kendari untuk penelitian selanjutnya.2. Institusi Pelayanana. Institusi Pendidikan Poltekkes Kemenkes KendariHasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memberikan kontribusilaporan kasus bagi pengembangan praktik keperawatan. Diharapkan dapatmemberikan sumbangan pikiran untuk pengembangan ilmu dalampenelitian lebihlanjut denganmetode dan tempat yang berbeda untukpenerapan asuhan keperawatan pada anak dengan penyakit diare.b. Institusi RSUD Benyamin GuluhDiharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran dalam meningkatkanpenerapan asuhan keperawatan anak pada anak dengan diare.D. Metode Penelitian1. Desain tiandeskriptif.Metodepenelitian deskriptif merupakan suatu metode penelitian yangdilakukandengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang uMetodemenjawabpermasalahanyang sedang dihadapi pada situasi sekarang (Notoatmodjo,2010). Hasilyang diharapkan oleh peneliti adalah melihat penerapanasuhankeperawatan anak pada anak dengan Gastro Enteritis Akut (GEA) diruang perawatan RSUD Benyamin Guluh tahun 2018.7

2. Tempat dan WaktuStudi kasus ini akan dilakukan di Ruang Perawatan RSUD Benyamin Guluhanak tahun 2018. Waktu penerapan asuhan keperawatan ini dimulai daripembuatan karya tulis ilmiah pada bulan Juni 2018 sampai Juli 2018.3. Subjek PenelitianPartisipan dalam penelitian ini adalah 1 orang yang memiliki kriteria sebagaiberikut:1. Kriteria Inklusia. Pasien anak balita yang berumur 1 tahunb. Pasien dengan masalah diare tidak disertai dengan penyakit lainnyac. Pasien yang dirawat diruang perawatan RSUD Benyamin Guluh anaktahun 2018d. Pasien anak dengan diare yang dirawat minimal 5 hari perawatan.2. Kriteria EksklusiPasien anak yang mengalami diare dengan komplikasi penyakit lainnyaseperti HIV, Sindrom Nefrotik, DHF, Broncopneumonia.4. Alat atau Instrumen Pengumpulan formatpengkajiankeperawatan, diagnosis keperawatan, perencananaan keperawatan,implementasi keperawatan, evaluasi keperawatan, dan alat pemeriksaanfisikyang terdiri dari stetoskop, termometer, timbangan, pen light, dantonguespatel, meteran. Pengumpulan data dilakukan dengan caraanamnesis,pemeriksaan fisik, observasi langsung, dan studi dokumentasi.8

a. Format pengkajian keperawatan terdiri dari : identitas pasien, identifikasipenanggung jawab, riwayat kesehatan, kebutuhan dasar, pemeriksaanfisik, data psikologis, data ekonomi sosial, data spiritual, lingkungantempat tinggal, pemeriksaan laboratorium, dan program pengobatan.b. Format analisa data terdiri dari : nama pasien, nomor rekam medik, data,masalah, dan etiologi.c. Format diagnosis keperawatan terdiri dari: nama pasien, nomor rekammedik, diagnosis keperawatan, tanggal dan paraf ditemukannya masalah,serta tanggal dan paraf dipecahkannya masalah.d. Format rencana asuhan keperwatan terdiri dari: nama pasien, nomorrekammedik, diagnosa keperawatan, intervensi NIC dan NOC.e. Format implementasi keperawatan terdiri dari: nama pasien, n,implementasikeperawatan, dan paraf yang melakukan implementasi keperawatan.f. Format evaluasi keperawatan terdiri dari : nama pasien, nomor rekammedik, hari dan tanggal, diagnosis keperawatan, evaluasi keperawatan,dan paraf yang mengevaluasi tindakan keperawatan.5. Cara Pengumpulan DataTeknik pengumpulan data menggunakan multi sumber bukti (triangulasi)artinya teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagaiteknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Triangulasi teknikberarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan datayang berbeda-bedauntuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Peneliti akan menggunakan9

observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumberdata yang sama secara serempak (Sugiyono, 2014).a. ObservasiDalam observasi ini, peneliti mengobservasi atau melihat kondisidaripasien, seperti keadaan umum pasien dan keadaan pasien, selain itujuga mengobservasi tanda-tanda terjadinya dehidrasi seperti anak lesu,rasa haus pada anak, turgor kulit abdomen, mata cekung, bibir, mukosamulut, lidah kering dan respon tubuh terhadap tindakan apa yang telahdilakukan.b. PengukuranPengukuran yaitu melakukan pemantauan kondisi pasien dengan metodamengukur dengan menggunakan alat ukurpemeriksaan, sepertimelakukan pengukuran suhu, mengukur tanda-tanda vital, menimbangberat badan.c. WawancaraWawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan idemelalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatutopik tertentu. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan datapengkajian seperti, identitas, riwayat kesehatan (riwayat kesehatansekarang, riwayat kesehatan dahulu, dan riwayat kesehatan keluarga), danactivity daily living.Dalam penelitian ini wawancara dilakukan dengan ngkajianyangdisediakan). Wawancara jenis ini merupakan kombinasi dari wawancara10

tidak terpimpin dan wawancara terpimpin. Meskipun dapat unsurkebebasan, tapi ada pengarah pembicara secara tegas dan mengarahsehingga wawancara ini bersifat fleksibelitas dan tegas.d. DokumentasiDokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumenbisaberbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dariseseorang.Dalam penelitian ini mengunakan dokumen dari RSUD Benyamin Guluhuntuk menunjang penelitian yang akan dilakukan yaitu data laboratoriumpemeriksaan pH, pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan tinja,pemeriksaan elektrolit, pemeriksaan kadar natrium serum, pemeriksaanurin dan pemeriksaan klinis lainnya.6. Jenis – jenis Dataa. Data PrimerData primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari respondendankeluarga berdasarkan format pengkajian asuhan keperawatan anak. Dataprimer dari penelitian tersebut didapatkan dari hasil wawancara observasilangsung dan pemeriksaan fisik langsung pada responden. Data primeryang diperoleh masing- masing akan dijelaskan sebagai berikut :1) perawatan yang telah disediakan sebelumnya meliputi: identitaspasien dan orang tua, riwayat kesehatan, riwayat imunisasi danperkembangan, kebiasaan sehari- hari11

2) Hasil observasi langsung berupa: pasien malas minum, pasientampakletargis, pasien tampak mengalami penurunan kesadaran, pasientampak cenggeng, rewel dan lain- lain.3) Hasil pemeriksaan fisik berupa: keadaan umum, pemeriksaantandatanda vital, pemeriksaan fisik head to toeb. Data SekunderData sekunder diperoleh dari laporan status pasien di ruangan perawatanRSUD Benyamin Guluhanak Tahun 2018. Informasi yang diperolehberupa data tambahan atau penunjang dalam merumuskan diagnosakeperawatan. Data yang diperoleh biasanya berupa : data penunjang darilaboratorium, terapi pengobatan yang diberikan dokter.7. Rencana iniadalahmenganalisissemua temuan pada tahapan proses keperawatan denganmenggunakankonsep dan teori keperawatan pada anak dengan diare. Datayang telahdidapat dari hasil melakukan asuhan keperawatan mulai daripengkajian, penegakkan diagnosa, merencanakan tindakan, andinarasikandandibandingkan dengan teori asuhan keperawatan anak dengan diare. Analisayang dilakukan adalah untuk menentukan apakah ada persamaan antara teoriyang ada dengan kondisi pasien di ruangan.12

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Definisi1. PengertianNursalam (2008), mengatakan diare pada dasarnya adalah frekuensibuang air besar yang lebih sering dari biasanya dengan konsistensi yang lebihencer. Diare merupakan gangguan buang air besar atau BAB ditandai denganBAB lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja cair, dapat disertaidengan darah dan atau lender (Riskesdas, 2013).Diare yaitu penyakit yang terjadi ketika terdapat perubahankonsistensi feses. Seseorang dikatakan menderita diare bila feses lebih berairdari biasanya, dan bila buang air besar lebih dari tiga kali, atau buang airbesar yang berair tetapi tidak berdarah dalam waktu 24 jam (Dinkes, 2016).WHO (2009), mengatakan diare adalah suatu keadaan buang air besar(BAB) dengan konsistensi lembek hingga cair dan frekuensi lebih dari tigakali sehari. Diare akut berlangsung selama 3-7 hari, sedangkan diare persistenterjadi selama 14 hari.2. Klasifikasi DiarePedoman dari Laboratorium/ UPF Ilmu Kesehatan Anak, UniersitasAirlangga dalam Nursalam (2008), diare dapat dikelompokkan menjadi :a. Diare akut, yaitu diare yang terjadi mendadak dan berlangsung palinglama 3-5 hari.b. Diare berkepanjangan bila diare berlangsung lebih dari 7 hari.13

c. Diare kornik bila diare berlangsung lebih dari 14 hari. Diare kronik bukansuatu kesatuan penyakit, melainkan suatu sindrom yang penyebab danpatogenesisnya multi kompleks. Mengingat banyaknya kemungkinanpenyakit yang dapat mengakibatkan diare kronik dan banyaknyapemeriksaan yang harus dikerjakan maka dibuat tinjauan pustaka iniuntuk dapat melakukan pemeriksaan lebih terarah.Sedangkan menurut Wong (2008), diare dapat diklasifikasikan,sebagaiberikut :1. Diare akutMerupakan penyebab utama keadaan sakit pada balita. Diare akutdidefenisikan sebagai peningkatan atau perubahan frekuensi defekasiyang sering disebabkan oleh agens infeksius dalam traktus GastroenteritisInfeksiosa (GI). Keadaan ini dapat menyertai infeksi saluran napas atau(ISPA) atau infeksi saluran kemih (ISK). Diare akut biasanya sembuhsendiri (lamanya sakit kurang dari 14 hari) dan akan mereda tanpa terapiyang spesifik jika dehidrasi tidak terjadi.2. Diare kronisDidefenisikan sebagai keadaan meningkatnya frekuensi defekasi dankandungan air dalam feses dengan lamanya (durasi) sakit lebih dari 14hari. Kerap kali diare kronis terjadi karena keadaan kronis seperti sindrommalabsorpsi, penyakit inflamasi usus, defisiensi kekebalan, alergimakanan, intoleransi latosa atau diare nonspesifik yang kronis, atausebagai akibat dari penatalaksanaan diare akutyang tidak memadai.14

3. Diare intraktabelYaitu diare membandel pada bayi yang merupakan sindrom pada bayidalam usia minggu pertama dan lebih lama dari 2 minggu tanpaditemukannya mikroorganisme patogen sebagai penyebabnya dan bersifatresisten atau membandel terhadap terapi. Penyebabnya yang paling seringadalah diare infeksius akut yang tidak ditangani secara memadai.4. Diare kronis nonspesifikDiare ini juga dikenal dengan istilah kolon iritabel pada anak atau diaretodler, merupakan penyebab diare kronis yang sering dijumpai pada anakanak yang berusia 6 hingga 54 minggu. Fesespada anak lembek dansering disertai dengan partikel makanan yang tidak tercerna, dan lamanyadiare lebih dari 2 minggu. Anak – anak yang menderita diare kronisnonspesifik ini akan tumbuh secara normal dan tidak terdapat gejalamalnutrisi, tidak ada darahdalam fesesnya serta tidak tampak infeksienterik.B. Anatomi Fisiologi Sistem1. Respon Tubuha. Sistem IntegumenAnak yang mengalami diare dengan dehidrasi ringan hingga berat turgorkulit biasanya kembali sangat lambat. Karena tidak kuatnya kebutuhancairan dan elektrolit pada jaringan tubuh anak sehingga kelembapankulitpun menjadi berkurang.15

b. Sistem RespirasiKehilangan air dan elektolit pada anak yang diare mengakibatkangangguan keseimbangan asam basa yang menyebabkan pH turun karenaakumulasi asam non-volatil. Terjadilah hiperventilasi yang akanmenurunkan pCO2 menyebabkan pernapasan jadi cepat, dandalam(pernapasan kusmaul).c. Sistem PencernaanAnak yang diare biasanya mengalami gangguan pad

Karakteristik diare balita tertinggi terjadi pada kelompok umur 12 - 23 bulan (7,6%), laki-laki (5,5%), perempuan (4,9%). Angka morbiditas dan morta