Transcription

BAB IIKAJIAN PUSTAKAA. Kajian Teori1. Kajian Tentang Pancasilaa. Hakikat PancasilaPancasila sebagai dasar negara mengandung arti bahwa Pancasiladijadikan landasan dalam penyelenggaraan negara. Pancasila sebagai dasar negaraberarti bahwa, seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintah harusmencerminkan nilai-nilai Pancasila dan tidak boleh bertentangan. MenurutDamanhuri dkk (2016:183) secara etimologis Pancasila berasal dari bahasasansekerta yang di artinya Pancasila berarti lima dan sila berarti batu sendi, alasdan dasar. Pancasila memiliki arti lima dasar, sedangkan sila sendiri seringdiartikan sebagai kesesuaian atau peraturan tingkah laku yang baik. Hakikatadalah sesuatu hal yang ada pada diri seseorang atau sesuatu hal yang harus adadalam diri sendiri.Pancasila bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi warga Indonesia, diterapkandalam pembukaan UUD 1945 alinea IV dan dijadikan sebagai dasar negaraRepublik Indonesia yang terdiri dari 5 sila. Maskipun dalam UUD 1945 tidaksecara langsung dijelaskan mengenai Pancasila, namun Pancasila sudah tertanamsediri dalam jiwa masyarakat Indonesia bahwa Pancasila merupakan pedomanyang harus ditanamkan dalam diri. Menurut Suraya (2015:154) Pancasila adalahdasar negara Indonesia, Pancasila diibaratkan sebagai pondasi, jadi semakin kuat11

12pondasi tersebut maka akan semakin kokoh suatu negara. Pancasila jugamencerminkan kepribadian masyarakat Indonesia karena didalamnya terdapatbutir-butir yang apabila diimplementasikan akan mencerminkan kepribadianbangsa Indonesia.Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hakikat Pancasilaadalah sesuatu yang terkandung dalam nilai-nilai yang terdapat pada sila Pancasilayang harus dijadikan sebab, sehingga dijadikan sebagai dasar negara. Pancasilamenunjukan hakikat atau subtansi Pancasila yaitu dasar atau kata dasar Tuhan,manusia, rakyat, dan adil. Mendapatkan awalan serta akhiran ke-an, per-an, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Hakikat atausubstansi memiliki sifat abstrak, umum, universal, mutlak, tetap, tidak berubah,terlepas dari situasi, tempat dan waktu. Menurut Notonagoro (dalam susanti,2013:28) hakikat atau subtansi dibagai menjadi tiga macam yaitu:(a) hakikat abstrak, disebut hakikat jenis atau hakikat umum yangmemiliki unsur-unsur yang sama, tetap dan tidak berubah. Sifattetap dan tidak berubah tersebut karena dari sejak dahulu sampaisekarang diakui oleh umat manusia, (b) hakikat pribadi yaituunsuru-unsur yang tetap yang menyebabkan segala sesuatu yangbersangkutan tetap dalam diri pribadi, dan (c) hakikat konkrit yaitusesuatu yang secara nyata dan jelas. Setiap manusia dalamkenyataannya. Hakikat konkrit ini sebagai pedoman praktis dalamkehidupan berbangsa dan negara Indonesia yang sesui dengankenyatan sehari-hari, tempat, keadaan, dan waktu.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasarnegara memiliki lima sila. Pancasila sebagai filsafat menunjukan hakikat atausubtansi yang sifatnya abstrak (ada dalam pikiran manusia sejak dulu), pribadi(bersangkutan dengan kehidupan pribadi), dan konkret (direalisasikan dalamkehidupan sehari-hari), umum atau universal, mutlak, tetap, tidak berubah-ubah,terlepas dari situasi, tempat dan waktu.

13b. Pancasila Sebagai Dasar NegaraKedudukan Pancasila sebagai dasar negara dapat ditemukan dalam landasankonstitusional yang pernah berlaku di Indonesia. Landasan tersebut tidakdisebutkan istilah Pancasila namun dengan penyebutan sila-sila Pancasila, dengandemikian dokumen-dokumen tersebut memuat dasar negara Pancasila.Menurut Imron (2017:12) “Pancasila sebagai dasar negara mengandungmakna bahwa nilai-nilai Pancasila dijadikan sebagai landasan dasar dalampenyelenggaraan negara”. Pancasila sebagai dasar negara berarti seluruhpelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintahan harus mencerminkan nilai-nilaiPancasila dan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Menurut Sulasmana(2015: 68) Makna atau peran Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesiaadalah dasar berdiri dan tegaknya negara , dasar kegiatan penyelenggaraan negara,dasar partisipasi warga negara, dasar Pergaulan antar warga negara, dasar dansumber hukum nasional.Berdasarkan poin diatas dapat disimpulkan bahawa Pancasila sebagaitonggak negara Indonesia. Negara Indonesia didirikan untuk mewujudkan cita-citadan tujuan nasional bangsa yang dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945. Citacita dan tujuan nasional bangsa juga tercakup dalam ideologi bangsa Indonesia.c. Pancasila Sebagai Ideologi NegaraPancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namunPancasila dapat bersifat dinamis, reformatif, dan terbuka. Menurut kamus besarBahasa Indonesia (2016:322) ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan,konsep, pengertian dasar, cita-cita, dan logos yang berarti ilmu. Secara harafiah

14ideologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang pengertian dasar atau ide. Ideologidalam kehidupan sehari-hari dapat diartikan dengan cita-cita. Cita-cita yangdimaksud adalah cita-cita yang bersifat tetap dan harus dicapai, cita-cita tersebutjuga dijadikan sebagai dasar/pandangan hidup. Makna “Pancasila sebagai ideologibangsa adalah bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi citacita normatif penyelenggaraan bernegara” (Imron, 2017:13). Nilai-nilai yangterkandung dalam Pancasila pada hakikatnya merupakan gambaran bagaimanakehidupan bernegara harus dijalankan.Pancasila dapat berperan sebagai pemersatu bangsa, menjaga persatuan dankesatuan, serta dapat mengarahkan bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan yangdicita-citakan. “Pancasila dapat memberi gambaran cita-cita dan dapat dijadikanmotivasi dan tekad untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia” (Sulasmono,2015:13). Ideologi Pancasila juga dapat memberikan tekad untuk menjagaidentitas bangsa. Pancasila dapat dijadikan gambaran identitas bangsa, sehinggadengan Pancasila masyarakat dapat mengembangkan karakter dan identitasbangsa Indonesia sendiri.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Pancasila sebagaiideologi negara Indonesia sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa dandapat menjadikan ciri khas bangsa Indonesia yang berbeda dengan bangsa lain.Pancasila memuat gagasan tentang bagaimana cara mengelola kehidupanbernegara. Rumusan-rumusan dalam Pancasila tidak langsung operasional makadari itu harus dilakukan penafsiran ulang terhadap pancasila sesuai perkembanganzaman, dan didalam Pancasila juga terkandung unsur-unsur nilai.

152. Kajian Tentang Nilai-Nilai Pancasilaa. Pengertian NilaiNilai pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada sutu objek,jadi bukan objek itu sendiri yang dijadikan nilai. Nilai dipakai manusia sebagailandasan, motivasi, dan pedoman dalam segala perbutan pada masa hidupnya.Nilai merupakan sesuatu yang dialami sebagai ajakan dari panggilan untukkehidupan. Menurut Susanti (2013:71) “nilai dapat mendorong kita untukbertindak serta mengarahkan perhatian, menarik kita kejalur diri sendiri, dan nilaibersera kepada tingkah laku yang membangkitkan keaktifan”. Menurut Rukiyati(2013:51) “nilai adalah sesuat yang berharga,baik dan berguna bagi manusia atausuatu penentuan kualitas yang menyangut jenis dan mianat serta menjadi dasarpenentu tingkah laku manusia”. Berdasarkan uraian diatas maka dapatdisimpulkan bahwa nilai adalah kualiatas atas penghargaan terhadap sesuatu hal,menarik, berguna, menguntungkan, dan dapat dipertahankan, sehingga nilaiPancasila nantinya akan terwujud suatu sistem nilai dalam Pancasila.b. Sistem Nilai Dalam PancasilaPancasila sebagai suatu sistem nilai mengandung serangkaian nilai yang salingberkaitan satu sama lainnya. Menurut Imron (2017:16) “sistem nilai adalahkonsep atau gagasan yang menyeluruh mengenai apa yang dipandang baik,berharga, dan penting dalam hidup yang ada dalam pikiran seseorang atausebagian masyarakat”. Pancasila sebagai suatu sistem nilai termasuk ke dalamnilai moral atau nilai kebaikan dan merupakan nilai-nilai dasar yang bersifatabstrak. “Pancasila sebagai suatu sitem nilai mengandung serangkain nilai yang

16saling berkaitan satu sama lain dan tidak terpisahkan. Sedangkaian nilai yangterdapat dalam Pancasila yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan,kerakyatan, dan keadilan” (Rukiyati dkk, 2013:56). Pancasila sebagai sistem nilaijuga mengakui nilai-lainnya secara lengkap dan harmonis, yaitu nilai kebenaran,estetis, etis, maupun religius. Kualitas nilai-nilai Pancasila bersifat objektif dansubjektif.Kaelan (2001: 181) mengatakan bahwa nilai-nilai Pancasila bersifat objektifdapat dijelaskan sebagai berikut:(a) rumusan dari sila-sila Pancasila itu sebenarnya hakikatmaknanya yang terdalam menunjukkan adanya sifat-sifat yangumum universal dan abstrak, karena pada hakikatnya Pancasilaadalah nilai, (b) inti nilai-nilai Pancasila berlaku tidak terikat olehruang, artinya keberlakuannya sejak jaman dahulu, masa kini, danjuga untuk masa yang akan datang untuk bangsa Indonesia danboleh jadi untuk negara lain yang secara eksplisit tampak dalamadat istiadat, kebudayaan, tata hidup kenegaraan dan tata hidupberagama, (c) Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD1945, menuntut ilmu hukum memenuhi syarat sebagai pokokkaidah negara yang fundamental sehingga merupakan suatusumber hukum positif di Indonesia.Hukum Indonesia berkedudukan sebagai tertib hukum tertinggi, maka secaraobjektif tidak dapat diubah secara hukum, sehingga terletak pada kelangsunganhidup negara. Menurut Kaelan (2012: 182) “Pancasila bersifat subjektif, artinyabahwa nilai-nilai Pancasila itu terletak pada pembawa dan pendukung nilaiPancasila itu sendiri yaitu, masyarakat, bangsa , dan negara Indonesia terutamapada aspek moral”. Nilai-nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia sendiri,sehingga bangsa Indonesia sebagai kausa materialis. Nilai-nilai tersebut sebagaihasil pemikiran, penilaian, dan refleksi filosofis bangsa Indonesia.Apabila dihadapkan atau disejajarkan dengan ideologi lainnya, maka tampakperbedaan Pancasila dengan ideologi lainnya. Nilai-nilai Pancasila merupakan

17filsafat (pandangan hidup) bangsa Indonesia sehingga menjadi jati diri bangsa,yang diyakini sebagai sumber nilai atas kebenaran, kebaikan, keadilan dankebijaksanaan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegar. Berdasarkanuraian diatas dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai Pancasila sesungguhnyamerupakan nilai-nilai yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia, karenabersumber pada kepribadian bangsa serta memiliki makna yang berbeda.c. Makna Sila PancasilaSebagai dasar filasafat negara, maka Pancasila merupakan suatu sistem nilai.Nilai-nilai Pancasila mengandung nilai-nilai yang memiliki perbedaan satu samalainnya, tetapi nilai tersebut merupakan suatu kesatuan yang sistematis. Nilai-nilaisila Pancasila tidak dapat dipisahkan atau tidak dapat dilepaskan keterkaitannyadengan nilai-nilai pada sila Pancasila yang lain. Menurut Imron (2017:21) nilainilai yang terkandung dalam kelima sila Pancasila dijabarkan menjadi 45 nilainilai Pancaila. Maka dapat dijelaskan sebagai berikut:1) Sila Ketuhanan Yang Maha Esa“Sila Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung nilai-nilai yang menjiwaikeempat sila lainnya. Negara didirikan untuk tujuan manusia sebagai mahlukTuhan Yang Maha Esa. Segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan negaraharus dijiwai dengan nilai-nilai “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Menurut Rukiyatidkk, (2013:58) Arti dari makna sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” antara lainsebagai berikut :(a) mengakui adanya Tuhan Yang Hama Esa yang merupakanpencipta dari seluruh yang terdapat disemesta, (b) menjaminpenduduk untuk dapat memeluk suatu agama dan dapat

18menjalankan ibadah menurut agamanya masing-masing, (c)warga negara wajib memiliki agama, tidak diperbolehkanlibraris. (d) menjamin tumbuh dan berkembangnya agama dansaling toleransi atar agama. (e) negara sebagi fasilitator tumbuhdan berkembangnya agama serta menjadi moderator jika terjadikonflik atau perselisihan antar agama yang satu dengan lainnya.Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa makna nilaiPacasila, sila pertama yaitu manusia berhak memilih agama yang dipercayai danmenjalankannya. Masyarakat Indonesia tidak diperbolehkan libraris atau tidakmenganut agama dan menjadi moderator jika terjadi perselisihan antara agamalainnya.2) Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab“Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” mengandung arti universalbahwa bangsa Indonesia sebagai bagian dari umat manusia di dunia danmenginginkan kesejahtraan bagi seluruh umat. Menurut Fauzi (2013,18) sila“Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab” menunjukan pengakuan, yaitumenetapkan manusia pada harkat dan martabat manusia. Peraturan perundangundangan di Indonesia harus dapat mewujudkan tujuan tercapainya harkat danmartabat manusia. Hukum di Indonesia manusia mempunyai kedudukan yangsama serta mempunyai hak yang sama sebagai warga negara Indonesia. Manusiaharus bersikap adil terhadap diri sendiri, sesama manusia, masyarakat bangsa,negara dan lingkungan serta kepada Tuhan Yang Maha Esa.Menurut Darmdiharjo (dalam Kaelan, 2010: 81) bahwa konsekuensi nilaiyang terkandung dalam “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” adalahmenjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan,menjunjung tinggi hak asasi manusia, menghargai kesamaan hak dan derajat tanpamembedakan suku, agama, ras keturunan, dan status sosial. Berdasarkan uraian

19diatas dapat disimpukan bahwa makna Pancasila sila kedua yaitu masyarakatIndonesia memiliki kedudukan yang sama dan menghargai sesama serta,mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, saling meghormati,serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.3) Sila Persatuan IndonesiaMakna persatuan artinya menjadi satu dan tidak terpecah atau terpisah-pisah.Makna Persatuan Indonesia sering dikaitkan degan rasa Nasionalisme. MenurutImron (2017:19) nasionalisme merupakan rasa cinta tanah air dan adanyaperasaan bersatu sebagai suatu bangsa atau negara. Nilai-nilai nasionalisme harustercermin dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. PengamalanPancasila menurut Rukiyati dkk (2013: 61) menyatakan bahwa pokok-pokokpikiran yang terkandung dalam sila “Persatuan Indonesia” adalah nasionalisme,cinta bangsa dan tanah air, menggalang persatuan dan kesatuan bangsa,menghilangkan penonjolan atau kekuasaan keturunan dan perbedaan warna kulitserta menumbuhkan rasa seperjuangan. Berdasrkan uraian diatas dapatdisimpulkan bahwa makna sila ketiga yaitu cinta tanah air, memiliki rasanasionalisme dan memelihara ketertiban yang berdasarkan perdamaian.4) Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalamPermusyawaratan atau PerwakilanNilai yang terkandung dalam sila “Kerakyatan yang Dipimpin Oleh HikmatKebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” melainkan perwujudan darisifat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial serta memiliki nilaidemokrasi. Demokrasi dalam negara harus dijamin secara bebas namun demokrasijuga harus disertai dengan rasa tanggung jawab oleh warga negara Indonesia.

20Menurut Imron (2017:23) sila “Kerakyatan yang Dipimpin Oleh HikmatKebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” juga mengandung pokokpikiran tentang permusyawaratan yang artinya mengusahakan keputusan bersamasecara bulat yang dilakukan dengan pengambilan keputusan secara bersama.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa makna yang terkadung dalamsila keempat yaitu masyarakat Indonesia harus memiliki rasa demokrasi,menghargai pendapat orang lain, dan setiap mengambil keputusan harus didasaridengan musyawarah atau mufakat.5) Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaKeadilan artinya dalah memberikan sesuatu hal kepada seseorang sesuaidengan haknya. Sila kelima nilai keadilan harus terwujud dalam kehidupanbersama (kehidupan sosial). Keadilan tersebut harus dijiwai oleh hakikat keadilanyaitu adil terhadap diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kepada Tuhanyang Maha Esa. Menurut Rukiyati (2013:63) menyatakan bahwa “pokok pikiranyang perlu dipahami dalam sila kelima ini adalah kemakmuran yang merata bagiseluruh rakyat”. Konsekuensi nilai-nilai keadilan yang harus terwujud dalamhidup bersama adalah keadilan sesuai dengan jasa-jasa, keadilan sesuuai denganundang-undang, dan keadilan memberikan perlindungan (Kaelan,2010:83).Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai keadilan harusdiwujudkan dalam kehidupan sosial atau kehidupan berwarga negara. Negara jugaharus memberikan keadilan kepada setiap warga negara sesuai dengan hak dankewajibannya. Nilai-nilai keadilan dapat dijadikan sebagai dasar negara untuktercapainya tujuan negara yaitu, mensejahterakan masyarakat, mencerdaskan

21masyarakat dan melingdungi warga indonesia. Pancasila merupakan dasar negarayang harus diimplementasikan dalam bermasyarakat.d. Implementasi Nilai-Nilai PancasilaImplementasi nilai-nilai pancasila adalah pelaksanaan atau pengamaln nilainilai yang dilaksanakan dalam suatu kegiatan atau aktivitas. Pancasila sangatpenting untuk diamalakan dalam kehiduan sehari-hari. Menurut Mughai (2007:15)Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hidup bermasyaraat, berbangsa, danbernegara sebagai konsokuensi logis dari kesadaran kehendak, yang berawal daridalam diri, sehingga menimbulkan rasa keimanan, rasa kemanusiaan, rasaberbangsa/kebangsaan, rasa demokrasi, dan rasa keadilan. Bila disimak lebihlanjut akan terlihat dalam uraian-uraian sebagai berikut:1) Rasa keimananKesadaran kehendak tentang rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa,bahwa ada sesuatu diluar manusia, yang menciptaan manusia dan segala isi alamsemesta dan sekaligus memelihara dan mengatur ciptaannya. Menurut Jiptabudi(2010:174) “implementasinya adalah kehidupan beragama bagi manusia danmasyarakat, pengaruhnya dan pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuandari ajaran dan kepercayaan agama masing-masing”. Rasa akan keagamaan ataukeimanan menimbulkan kerukunan umat beragama, toleransi keagamaan di dalamhidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai Pancasila yang terkandungdalam sila pertama menurut Mughai (2007,15) sbb:(a) bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaannyaterhadap Tuhan Yang Maha Esa, (b) manusia Indonesia percayadan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agamadan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusian yang

22adil dan beradap, (c) saling menghormati dan menghargai sesamapemeluk agama dan yang memeluk kepercayaan, (d) membinakerukunan hidup diantara semua umat beraga dankepercayaannya, (e) agama dan kepercayaan terhadap TuhanYang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubunganpribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, (f) salingmenghormati dan menghargai kebebasan menjalankan ibadah, (g)tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap TuhanYang Maha Esa.Berdasarkan uraian diatas makna dapat disimpulkan bahwa makna nilaiPancasila, sila pertama yaitu manusia berhak memilih agama yang dipercayai danmenjalankannya. Masyarakat Indonesia tidak diperbolehkan libraris atau tidakmenganut agama dan menjadi moderator jika terjadi perselisihan antara agamalainnya.2) Rasa KemanusianKesadaran akan kehendak tentang kemanusiaan adalah jiwa yang dirasakanbahwa manusia itu ingin selalu berhubungan. Menurut Susanti (2013:28)“manusia saling membutuhkan, maka manusia harus bermasyarakat”. Manusiaadalah mahluk yang tertinggi dari ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, maka manusiamemiliki indentitas tersendiri yang disebut kemanusian (cita, rasa, dan karsa) dankelebihan ini tidak dimiliki oleh ciptaan Tuhan yang lainnya. Sesuai denganhakikat dan martabat manusia, maka diperlukan ketentuan dan peraturan agartidak sewenang-wenang. Ketentuan ini akan menimbulkan hak-hak dan kewajibanasasi manusia, baik sebagai individu maupun warga negara. Nilai Pancasila yangterkandung dalam sila kedua menurut Mughai (2007,15) sbb:(a) mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkatdan martabatnya sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa, (b)mengakui persamaan hak asasi setiap manusia, tampa membedabedakan sesama, (c) mengembangkan sikap saling mencintaisesama manusia, (d) mengembangkan sikap saling khawatir antar

23sesama dan saling menjaga, (e) mengembangkan sikap tidakseenaknya antar sesama, (f) Menjunjung tinggi nilai-nilaikemanusian, (g) gemar melakukan kegiatan kemanusian, (h)berani membela kebenaran dan keadilan, (i) bangsa Indonesiamerasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, (j)mengembangkan sikap hormat menghormati dan berkerja samadengan bangsa lain.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpukan bahwa implementasi nilaiPancasila sila kedua yaitu masyarakat Indonesia memiliki kedudukan yang samadan menghargai sesama serta, mengembangkan sikap saling mencintai sesamamanusia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai masyarakat yangberbangsa Indonesia, maka harus mengembangkan sikap saling menghormatisesama.3) Rasa berbangsa/kebangsaanBangsa Indonesia adalah bagian dari bangsa-bangsa lain yang terdapat didunia. Tetapi secara sadar bangsa Indonesia mempunyai keunikan tersendiri yangmembedakan dengan yang lainnya. Maka bangsa Indonesia perlu hidup sejajardan berdampingan secara damai dengan bangsa-bangsa lainnya. ”Indonesiamemiliki ketentuan dan peraturan sendiri yaitu persatuan Indonesia, tercermindalam hak-hak dan kewajiban warga negara” (Rukiyati, 2013:72). Nilai Pancasilayang terkandung dalam sila ketiga menurut Mughai (2007:15) sbb:(a) mampu menempatkan persatuan, sebagai kepentinganberagama di atas kepentingan pribadi atau golongan, (b) sanggupdan rela berkorban untuk kepentingan bangsa indonesia dan bangsaapabila ada permasalahan, (c) mengembangkan rasa cinta teradaptanah air dan bangsa, (d) bangsa sebagai masyarakat Indonesia, (e)memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial, (f) mengembangkankesatuan bangsa Indonesia maskipun berbeda-beda tetapi tetap satu(Bhennika Tunggal Ika), (g) memajuan pergaulan demi persatuandan kemajuan bangsa.

ementasipengamalan nilai Pancasila sila ketiga yaitu cinta tanah air, memiliki rasanasionalisme dan memelihara ketertibanyang berdasarkan perdamaian.Masyarakat Indonesia harus hidup berdampingan secara dampai dan tidak hanyapada masyarakat Indonesia tetapi pada masyarakat negara lainnya.4) Rasa demokrasiManusia secara sadar ingin diperhatikan dan ingin berperan dalam kelompokdan lingkungan perasaan ingin memiliki dan berperan serta tercermin dalam rasademokrasi. Rasa demorasi diwujudkan dalam kelembagaan, kelembagaan tersebutdimana manusia dan masyarakat bersama-sama berkemauan untuk mewujudkansecara bersama-sama untuk tujuan kelompok. “Kelembagaan terjelma dalammusyawarah untuk mufakat, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh ”(Widjaja,2010:32).Kepentingan manusia pribadi akan dikalahkan, bila bertentangan dengankepentingan masyarakat (umum). Kebebasan dijamin sesuai dengan mufakat,segala sesuatu diambil dengan musyawarah, serta segala keputusan diambildengan hikmat kebijaksanaan dan menggunakan akal sehat, tidak ada yangdikalahkan dan tidak ada yang dimenangkan, tidak ada yang mau menang sendiriatau memaksakan kehendak. Nilai Pancasila yang terkandung dalam sila ke empatmenurut Mughai (2007,15) sbb:(a) sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusiaIndonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama,(b) tidak boleh memaksakan kehendak terhadap orang lain, (c)selalu mengutamakan musyawarah dan mufakat dalammengambil keputusan sebagai kepentingan bersama, (d)musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangatkeluarga, (e) menghormati dan mengargaitinggi setiap keputusanmusyawarah, (f) menerima dan melaksanakan hasil keputusan

25musyawarah dengan tekat yang baik, (g) didialam musyawarahdiutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi ataugolongan, (h) musyawarah dilakukan dengan akal sehat dansesuai dengan hati nurani yang luhur, (i) keputusan yang diambilharus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada TuhanYang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan persatuan dankesatuan demi kepentingan bersama, (j) memberikan kepercayaankepada wakil-wakil negara yang telah dipercaya.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa implementasi pengamalannilai pancasila sila kempat yaitu masyarakat indonesia harus memiliki rasademokrasi, menghargai pendapat orang lain, dan setiap mengambil pendapat harusdidasari dengan musyawarah atau mufakat.Hal tersebut dilakukan untukmenukar pendapat, agar tidak terjadinya perselisihan antar sesama.5) Rasa keadilanRasa keadilan adalah sesuatu yang menjadi milik orang lain diberikan kepadayang memang memilikinya sesuatu yang menjadi milik kita maka diberikankepada disi sendiri. “Keadilan dikaitkan dengan segala aspek kehidupan manusiadan masyarakat yang berkeadilan sosial, pribadi dan masyarakat mengenyamcukup sandang, cukup pangan, dan hasil budaya, pendidikan, dan pengetahuandapat dinikmati oleh seluruh masyarakat” (Widjaja, 2010:33). Berdasarkan uraianyang telah dijabarkan maka dapat disebut dengan implementasi nilai-nilaiPancasila, sebagaimana yang diuraikan diatas untuk menjadikan sosok manusiayang agamis, nasionalisme, demokratis, dan sosialis dalam arti luas. NilaiPancasila yang terkandung dalam sila kelima menurut Mughai (2007:15) sbb:(a) mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkansikap dan suasana keluargaan dan kegontong-royongan, (b)mengembangkan sikap adil terhadap sesama, (c) menjagakeseimbangan terhadap hak dan kewajiban, (d) menghormati hakorang lain, (e) Suka memberi pertolongan pada orang lain agar

26dapat berdiri sendiri, (f) tidak menggunakan hak milik untukusaha-usaha yang bersifat permanen terhadap orang lain, (g) tidakmenggunaan hak untuk kepentingan pribadi dan merugikan oranglain, (h) suka berkerja keras dan bersungguh-sungguh, (i) sukamenghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuandan kesejahteraan bersama, (j) suka melakuan kegiatan dalamrangka mewujudkan kemajuan yang merata dan keadilan sosial.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa implementasipengamalan nilai pancasila sila kelima yaitu diwujudkan dalam kehidupan sosialatau kehidupan berwarga negara. Negara juga harus memberikan keadilan kepadasetiap warga negara sesuai dengan hak dan kewajibannya. nilai-nilai keadilandapat dijadikan sebagai dasar negara untuk tercapainya tujuan negara yaitu,mensejahtrakan masayarakat, mencerdaskan masyarakat dan melingdungi wargaindonesia.Pengungkapan sila-sila Pancasila dalam penerapannya dalam hidupbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bukan sekedar rekayasa dan atausebagai simbol-simbol yang dipaksakan keberadaannya atau atribut-atribut tanpamakna. Secara umum, pengamalan sila Pancasila dalam kehidupan berbangsa danbernegara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengamalan secara objektif danpengamalan secara subjektif. Pengamalan objektif dilakukan dengan mentaatiperaturan perundang-undangan sebagai norma hukum negara yang berdasarkanPancasila. Menurut Kaelan (2010: 259) menyatakan bahwa pengamalan Pancasilayang objektif yaitu aktualisasi Pancasila dalam berbagai bidang kehidupanbernegara yang meliputi kelembagaan negara dan bidang-bidang lainnya sepertiekonomi, politik, dan hukum terutama penjabarannya dalam undang-undang.Pengamalan secara objektif membutuhkan dukungan kekuasaan negara dalammenerapkannya. Setiap warga negara atau penyelenggara negara tidak boleh

27menyimpang dari peraturan perundang-undangan, jika menyimpang maka akandikenakan sanksi. Pengamalan secara objektif bersifat memaksa artinya jika adayang melanggar aturan hukum maka akan dikenakan sanksi. Pengamalan secaraobjektif ini merupakan konsekuensi dari mewujudkan nilai Pancasila sebagainorma hukum negara.Sedangkan pengamalan secara subjektif menurut Imron (2017:32) adalahdengan menjalankan nilai-nilai Pancasila secara pribadi atau kelompok dalamberperilaku atau bersikap pada kehidupan sehari-hari. Pengamalan secara subjektifdilakukan oleh siapa saja baik itu warga negara biasa, aparatur negara, kalanganelit politik maupun yang lainnya. Pancasila menjadi sumber etika dalam bersikapdan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Melanggar norma etik tidakmendapat sanksi hukum namun akan mendapat sanksi dari diri sendiri. Adanyapengamalan secara subjektif ini merupakan konsukuensi dari mewujudkan nilaidasar Pancasila sebagai norma etik bangsa dan negara.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa implemenrasipengamalan nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dengan menggunakan dua carayaitu secara objektif dan subjektif. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dapatdiimplementasikan salah satunya menggunakan cara subjektif yaitu dapatditerapkan di budaya sekolah. Budaya sekolah merupakan organisasi ataukelompok yang didasari dengan keyakinan bersama.

283. Kajian tentang Budaya sekolaha. Hakikat Budaya SekolahBudaya dapat diartikan sebagai sekumpulan nilai keyakinan dan permahamanyang dipercayai bersama oleh suatu organisasi. MenurutSaefulah (2014:88)budaya adalah suatu yang mempengaruhi tingkat pengetahuan , meliputi sistemide yang terdapat dalam pemikiran manusia yang bersifat abstrak. Budaya tersebutbisa ditemukan di lingkungan masyarakat seperti budaya sekolah. “Budayasekolah adalah Suasana kehidupan sekolah tempat peserta didik berinteraksidengan sesama guru, konselor, pegawai administrasi, dan antar angota kelomokmasyarakat yang ada di sekoalah” (Anita, 2008:27). Pendapat lain tentang budayasekolah menurut Ainun (2016:8) “budaya sekolah dibentuk oleh orang-orang yangsecara sadar dan sudah dipikirkan secara matang yang bertujuan untukmeningkatkan kualitas suatu sekolah tersebut”. Budaya sekolah jika terdapatsiswa yang kurang baik akhalaknya maka akan sulit untuk meningkatkan kualaitassekolah. Rita Eka dkk (2013: 16) yang menyatakan bahwa salah satu faktor yangdapat mempengaruhi akhlak anak yaitu pola asuh dan kasih sayang dari orangsekitar.Berdasarkan pengertian diatas d

1. Kajian Tentang Pancasila a. Hakikat Pancasila . Pancasila sebagai dasar negara mengandung arti bahwa Pancasila dijadikan landasan dalam penyelenggaraan negara. Pancasila sebagai dasar negara berarti bahwa, seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintah harus mencerminkan nilai-