Transcription

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNGKORONER DENGAM MASALAH NYERI AKUTYosua Arematea, Wibowo, Maria Magdalena SetyaningsihProdi D-III Keperawatan STIKes Panti Waluya MalangEmail : [email protected] Jantung Koroner adalah gangguan fungsi jantung karena adanya sumbatan atau penyempitanpada pembuluh darah koroner sehingga otot jantung tidak mendapatkan suplai makanan dan oksigendengan ditandai nyeri dada. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan padaklien penyakit jantung koroner dengan masalah nyeri akut di rumah sakit Panti Waluya Malang.Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan 2 klien yaitu klien 1 pada tanggal 23-25Maret 2019 dan klien 2 pada tanggal 10-12 Juni 2019. Hasil pengkajian didapatkan kedua klienmengeluhkan nyeri dada sebelah kiri terasa panas, ampek, tertindih, dan tidak berkurang denganistirahat. Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien 1, masalah teratasi dengan skala nyeri 1 danCK-MB 18 U/L. Sedangkan pada klien 2 masalah teratasi sebagian dengan skala nyeri 3 dan CK-MB91 U/L. Tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pada masalah nyeri akut yaitu tindakanfarmakologi dan nonfarmakologi seperti mempertahankan posisi semifowler dan melakukan kompreshangat yang bertujuan mirileksasikan otot-otot jantung untuk menurunkan nyeri yang dirasakan olehkedua klienKata Kunci: Penyakit Jantung Koroner, Nyeri AkutABSTRACTCoronary Heart Disease is a dysfunction of the heart due to blockage or narrowing of the coronaryarteries so the heart muscle does not get nutrition and oxygen supply with marked chest pain. Thisstudy aims to carry out nursing care for clients with coronary heart disease with acute pain problemsin Panti Waluya Malang hospital. The design of this study used a case study method with 2 patients,patient 1 on March 23-25 2019 and patient 2 on 10-12 June 2019. The results of the study found thatboth clients complained of left chest pain that felt hot, gotten, crushed, and not reduced by rest. Afterthe patient's nursing action 1, the problem is resolved by the scale of pain is1 and CK-MB 18 U/L.Patients 2 problems are partially resolved by the scale of pain is 3 and CK-MB 91 U/L. The rightnursing action is carried out on acute pain problems, namely pharmacological andnonpharmacological actions such as maintaining semifowler position and performing warmcompresses which aim to relax the heart muscles to reduce pain felt by both patients.Keywords: Coronary Arterial Disease, Acute Pain.1

Pendahuluanyang menjalar pada rahang kiri dan lengan kiri,Penyakit Jantung Koroner adalah gangguandan nyeri dada seperti terbakar (Priscilla dkk,fungsi jantung karena adanya sumbatan atau2015 & Rahim, 2016). Menurut Hendersonpenyempitan pada pembuluh darah koroner(1768) dalam Kabo (2008), menambahkansehingga otot jantung tidak mendapatkan suplaigejala klinis yang terjadi pada penderitamakanan dan oksigen dengan ditandai nyerijantung koroner yaitu merasa tertekan saatdadaberjalan, sesudah makan, rasa nyeri rganizationberfokus pada dada kiri.(WHO) tahun 2016, menyatakan bahwa terjadiangka kematian sebanyak 56 juta denganPada saat penulis praktik klinik di Rumah SakitPenyakit Jantung Koroner sebanyak 7,4 juta. DiPanti Waluya Sawahan Malang menemui duaAsia dan Kepulauan Pasifik 33% dari totalpasien Penyakit Jantung Koroner. Pasienseluruhpenyakitpertama dirawat di Rumah Sakit Panti Waluyakardiovaskuler (American Heart Association,Sawahan selama dua hari perawatan. Saat hari2013). Di Indonesia, Penyakit Jantung Koronerpertama, pasien di bawa ke IGD denganmenyumbang angka kematian tertinggi dengankeluhan mengalami nyeri dada seperti tertindih,12,9% (Kemenkes RI, 2017). Penyakit Jantungmenjalar ke bahu, sesak nafas, tekanan darahKoroner tertiggi dengan 2,0% dan 3,6% terjadi 160/90 mmHg, peningkatan nadi, badanpada usia 65-74 tahun dan pada usia 75 tahunlemas, dan skala nyeri 7 sehingga diberikanmenurun dengan 1,7% dan 3,2% (Riskesdas,obat2013). Prevalensi kejadian Penyakit Jantungmengalami, nyeri seperti terbakar, nyeri saatKoroner di wilayah Jawa Timur sebanyak 0,5%beraktivitas maupun saat tidak beraktivitas,(Riskesdas, 2013). Di Rumah Sakit Pantipeningkatan tekanan darah 160/90 mmHg,Waluya Sawahan Malang, prevelensi kejadiangelisah, peningkatan nadi, dan skala nyeri 6Penyakit Jantung Koroner pada tahun 2018sehingga diberikan terapi ienkeduasebanyak 61 pasien pada umur 30 – 90 tahunterdiri dari 19 pasien Acute MyocardialSerangan jantung pada PJK yang terjadi secaraInfarction, 18 pasien Angina Pectoris, dan 24terus - menerus dengan buruknya pertolonganpasien Unstable Angina (RM RSPW, 2018).kegawat daruratan, maka akan berakibat Syokkardiogenik sampai dengan kematian (Udjianti,Pasien Penyakit Jantung Koroner memiliki2010).Penyakitgejala nyeri dada yang diakibatkan adanyadilakukan tatalaksana dengan baik dan segeraaterosklerosis dengan gejala klinis seperti dadapadaterasa tertekan benda berat saat Koronerpertamakesembuhanjikaakandanmaupun dengan beraktivitas sederhana, nyeri2

keselamatan nyawa pasien (Wiryowidagdo &Sitanggang, 2008).3) Perubahan gambaran pola EKG sesuaidengan lokasi4) iso-enzimjantung(Menurun setalah 48-72 jam)karakteristik nyeri yang khas pada penderitaPada penelitian ini yang menjadi partisipanjantung koroner seperti lokasi, penyebab,yaitu Tn. S berumur 53 tahun pada tanggaldurasi,atau23 Maret 2019 dan Tn. A berumur 45 tahunbertambah intensitasnya, dan kualitas, sehinggapada tanggal 10 Juni 2019. Kedua kliendengan cepat melakukan penatalaksanaan danterdiagnosamembawadengan masalah Nyeri Akut di ruang nyakitRumahPenanganan atau tata laksana nyeri padaMalang. Penelitian dilakukan selama 3 haripenderitadenganterhadap kedua klien dengan menggunakanobatteknik pengumpulan data berupa observasi,farmakologi analgesik dengan dibantu tehnikwawancara, pemeriksaan fisik, studi datarelaksasi dan distraksi untuk mengurangi nyeriintervensi, implementasi, serta evaluasi.(Priscilla, 2015).Disematkan pula etika yang menjadi aluyaKoronerkesehatan (Helmanu, 2013 & Anas, 2014).jantungSakitJantungSawahanpenyusunan karya tulis ilmiah, terdiri dariMetode PenelitianInformedMetode yang digunakan pada penelitian iniadalah studi kasus untuk mengeksplorasimasalah Asuhan Keperawatan pada Klien yangmengalami PJK dengan masalah nyeri akut diConsent,Anonimity,Confidentiality.HasilPada studi kasus ini diperoleh hasil sebagaiberikut:Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang.1. PengkajianKriteria pada penderita adalah :Data yang didapatkan pada klien 1 ,berusia1) Klien terdiagnosa medis Penyakit Akut Saat dilakukan pengkajian didapatkandata Klien mengatakan tanggal 9 Maret2) Klien Penyakit Jantung Koroner denganatau53 tahun, terdiagnosa medis Infark MiokardriwayatPenyakitJantungKoroner dan mengalami keluhan nyeri dadakiri dengan nyeri yang menjalar ke leher,bahu, rahang, ekstrirmitas atas, dan nyeridada seperti terbakar2019 pada jam 14.00 WIB saat bekerjamengeluhkan nyeri dada sebelah kiri dannyeri perut dengan skala nyeri 8, dakberkurangsaatsaatistirahat. Klien mengatasi nyerinya dengan3

minum ISDN 1 tablet dan tidak berkurang.2. Diagnosa KeperawatanNyeri dada memberat pada tanggal 23 MaretBerdasarkan dari hasil pengkajian, pada2019 jam 10.00 WIB, kemudian klienklien 1 maupun klien 2 ditegakkan diagnosadibawa ke IGD RS. Panti Waluya Malang.keperawatan yang sama yaitu Nyeri Akut.Saat dilakukan pengkajian di ICU pada jam16.10 WIB klien menyatakan nyeri dada3. Intervensi Keperawatansebelah kiri telah berkurang dengan skalaPada Klien 1 dan Klien 2 telah ditetapkannyeri 6 dan menunjukkan ekspresi meringisrencanakesakitan, memegangi dada sebelah kiri, dandisesuaikan dengan tinjauan pustaka berupaterlihat2observasinyerisecarabungkus perhari dan riwayat penyakittermasuklokasi,karakteristik,jantung pada 2017. Pada klien 2, berusia 45frekuensi, kualitas, dan faktor presipitasi,tahun, terdiagnosa Infark Miokar Akut.Saatobservasi reaksi noverbal terhadap nyeri,dilakukan pengkajian didapatkan data Klienposisikan semi fowler, kontrol lingkunganmengatakan tanggal 10 Juni 2019 jam 11.00yangWIB mengeluhkan nyeri dada sebelah kiriruangan, pencahayaan, dan kebisingan),dengan skala nyeri 7, dada terasa ampek,berikan kompres hangat, fasilitasi istirahatpanas, tertindih, dan keringat dingin, tidakdan tidur, evaluasi keefektifan kontrolmembaik saat istirahat, untuk mengatasinyanyeri,klien diberikan oksigen yang dibelikan dikolaborasikan dengan tenaga medis untukapotek dan tidak membaik, kemudian klienpemberian analgesik untuk mengurangidibawa ke IGD RS. Panti Waluya Malangnyeri, kolaborasi dengan tenaga medispada jam 11.56 WIB. Saat di ICU RS. Pantiuntuk pemberian oksigen, obat vasodilatorWaluya Malang. Saat dilakukan pengkajian(nitrogliserin), dan pemberian antikoagulanpucat.Kebiasaanmerokokdi ICU pada jam 16.00, klien masihmengeluhkan nyeri dada sebelah kiri skalanyeri6dengannyeriyang komperhensifnyeritanda-tandadurasi,(suhuvital,.4. ImplementasiPada Klien 1 dan Klien 2 telah dilakukankepunggung dan nyeri dirasakan terusimplementasimenerus meskipun telah dibuat istirahatintervensisehingga tidak bisa tidur. Klien yangtelahpucat, meringis kesakitan dan berkeringatdingin. Kebiasaan merokok 3 bungkus/hari5. Evaluasidan riwayat penyakit jantung koroner dariPada klien 1, masalah Nyeri Akut teratasikeluargakarena memenuhi semua kriteria hasil yangsudah tetapkan dan pada klien 2, masalah4

Nyeri Akut teratasi sebagiankarenayangmenyebabkaniskemiasampaimemenuhi sebagian kriteria hasil yangterjadinya infark. Pada saat terjadinyasudah tetapkan.serangan, klien kiri dengan skala nyeri 6,dada terasa ampek, panas, tertindih, danPembahasankeringat1. Pengakajiandingin,tidakmembaiksaatistirahat. Menurut Zahrawardani dkk (2013)Berdasarkan hasilklien 1dan Muttqin (2009) faktor risiko penyebabterdiagnosa infark miokard akut dikarenakanPenyakit Jantung Koroner yaitu usia, jenismemiliki riwayat merokok sejak berrumurkelamin, keturunan, merokok, obesitas, dan18 tahun. Pada rokok terdapat kandunganhipertensi. Menurut LeMone dkk (2015),nikotinPenyebab Penyakit Jantung Koroner adalahyangpengkajian,sifatnyamenyebabkankontriksi pada pembuluh darah dan rokokdisebabkandapatadesisumbatan karena timbunan lemak danterbentuknyafibrosa pada arteri koroner. Gejala klinistrombus sehingga mengakibatkan sumbatanPenyakit Jantung Koroner yaitu dada terasayang mengakibatkan timbulnya penyakittertekan benda berat saat istirahat maupunjantung koroner. Klien 1 yang memilikidengan beraktivitas sederhana, nyeri dadariwayatkoronerkiri yang menjalar ke rahang dan punggung,sebelumnya sehingga memperburuk kondisidan nyeri dada seperti terbakar menurutpada jantung yang membuat salah satuPriscilla dkk (2015). Menurut Hendersonfaktor terjadinya iskemi pada jantung. Pada(1768) dalam Kabo (2008), gejala klinissaat terjadinya serangan, klien mengeluhyang terjadi pada penderita jantung koronernyeri dada kiri terasa panas dengan skalayaitu merasa tertekan saat berjalan, sesudahnyeri 6. klien 2 terdiagnosa infark miokardmakan, rasa nyeri yang berfokus pada dadaakutseringkiri. Nyeri dapat diukur dengan skala 0mengonsumsi sate dan gule 1 minggu. Sate(tidak nyeri), skala 1-3 (nyeri ringan), 4-7banyak mengandung radikal bebas yang(nyeri sedang), 7-9 (nyeri berat), 9-10 (nyerisifatnya merusak pembuluh darah. Guleyang sangat osisdenganmengandung lemak dan kolesterol sehinggapadakonsumsimenahunmembuat2. Diagnosa Keperawatanterbentunya plak pada pembuluh darah sertamenurunkan elastisitas pembuluh darah.Kondisi ini semakin diperburuk denganklien sebagai perokok aktif yang membuatrisiko terbentuknya trombus yang membuatsumbatan pada pembuluh darah koronerBerdasarkan data yang ditemukan klien 1dan 2 memiliki diagnosa yang sama yaitunyeri akut dengan etiologi yang sama yaituagen pencedera fisiologis (Iskemia) dengankondisimiokardyangyangtidak5

mendapatkan suplai oksigen akan membuatklien sesuai dengan kondisi klinis yangiskemi pada miokard dan jika tidak diberikanterjadi saat dilakukan asuhan keperawatanpertolongan maka miokard akan mengalamipada klien 1 dengan tujuan dan kriteria hasilinfark. Kondisi infark pada miokard akanyang di tetapkan. Pada klien 2, penulismemicu produksi asam laktat sehingga akanmembuattimbul nyeri pada miokard. Berdasarkanmenambahkan 1 intervensi tambahan yaitudata yang ditemukan yaitu kedua klienmemberikan kompres hangat yang dapatmemiliki diagnosa medis penyakit jantungmembuat relaksasi pada klien dan jugakoroner, mengeluhkan nyeri dada kiri terasadenganpanas, tertindih, keringat dingin, mengalamidisekitar jantung. Menurut Annisaaf (2017)perubahan dalam gambaran EKG. Diagnosamengatakan pemberian kompres hangatyang telah ditetapkan pada kedua klien, haldapat menimbulkan efek hangat berupaini sesuai dengan teori menurut Udjiantisentuhan(2010) yang mengatakan bahwa salah satuterlepasnya endorphin, sehingga memblokdiagnosatransmisi stimulus nyerikeperawatanpasienPenyakitJantung Koroner adalah Nyeri Akut. Denganbatasan karakteristik yaitu:1) gdapatdenganotot-ototmenyebabkan4. ImplementasiImplementasi yang dilakukan pada klienmedisPenyakitdengan diagnosa medis Infark Miokard AkutJantung Koroner dengan atau tanpadan diagnose keperawatan nyeri akut b.dpenyakit penyertaagen pencedera fisiologis (Iskemia) adalah2) Klien Penyakit Jantung Koroner denganklien 1 sejumlah 11 intervensi sedangkanatau tanpa riwayat Penyakit Jantungklien 2 sebanyak 12 intervensi yang telahKoroner dan mengalami keluhan nyeridilakukan terdiri dari wawancara, observasi,dada kiri dengan nyeri yang menjalar kekolaborasileher, bahu, rahang, ekstrirmitas atas,Implementasi yang membedakan antaradan nyeri dada seperti terbakarklien3) Perubahan gambaran pola EKG sesuaidengan lokasi1dandanditambahnyaimplementasi kompres hangat pada klien 2.karena dengan dilakukannya implementasikeperawatan3. Intervensi Keperawatanintervensiadalahmandiri.Pada klien 1 tidak dilakukan kompres hangat4) Terjadi perubahan iso-enzim us memperhatikan luas infark, ambangnyeri, dan tingkat kooperatifan klien. Padaklien 1, penulis membuat 11 intervensi nkan600 sertadilakukanfarmakologi,klienmerasa nyeri berkurang. Ditambahkan jugapada klien 1 telah mengalami penyakitjantung koroner sebelumnya sehingga klien6

ngklien25. EvaluasiHasil evaluasi pada kedua klien setelahditambahkan kompres hangat karena nyeridilaksanakantidak berkurang jika hanya dilakukannyaselama 3 hari, pada klien 1 masalah nyeriimplementasi keperawatan mandiri sepertiteratasi pada hari ketiga dengan skala nyerimempertahankan posisi semifowler 600 serta1. Sedangkan pada klien 2 sampai dengandilakukan tindakan kolaboratif farmakologihari ketiga, masalah nyeri teratasi sebagiansehingga ditambahkan intervensi kompresdengan skala nyeri 3. Perbedaan hasilhangat. Pada klien 2 nyeri yang dirasakanevaluasisekarang merupakan serangan yang pertamadisebabkan oleh kerusakan pada miokardsehingga tubuh belum dapat beradaptasiklien 2 lebih luas dibandingkan dengan kliendengan nyeri yang diraasakan. Implementasiterbukti dari hasil Ck-MB dan bacaan EKGadalah tindakan yang dilakukan dalamyang menandakan kerusakan pada miokard.rencana keperawatan untuk mencapai tujuanHasil lab CK-MB klien 1yaitu 18 U/Ldanyang diinginkan. Tindakan keperawatanhasil CK-MB klien 2 yaitu 91 U/L. Menurutmeliputi pengumpulan data-data terbaru dariMuttaqin (2009) perubahan gambaran EKGklien dan mengobservasi respon klienyaitu terjadi segmen ST elevasi (beberapaterhadap tindakan yang dilakukan sebelumkasus ST depresi), gelombang Q patologis,dan sesudah tindakan keperawatan (Rohmahgelombang T (meninggi atau menurun).& Walid, 2012). Penanganan atau perawatandanklien(CPK)(CK-MB)2,danpascakoroner yaitu dengan tindakan kolaborasiserangan, akan mengalami peningkatan 2-6pemberiananalgesikjam dan mencapai punjaknya dalam 24 jam.dengan dibantu tehnik relaksasi untukKadar CPK setalah 2-3 hari akan menurun.mengurangi2015).Nilai normal Creatinin Phospokinasi 50Penatalaksanaan non farmakologi nyeri padau/L dan nilai Creatinin Kinase-MB 10 u/Lpenyakit jantung koroner salah satunya(Udjianti 2010)obatfarmakologinyeri(Priscilla,adalah menggunakan tehnik nafas dalam,memberikankompreshangat,danmemposisikan semifowler (Annisaaf ,2017).KesimpulanPenatalaksanaan secara Farmakologi yaituAsuhan Keperawatan pada Pasien Peyakitpemberiannitrogliserin,Jantung Koroner dengan masalah Nyerianalgetik atau narkotik, antiplatelet danAkut di Rumah Sakit Panti Waluya Sawaanantikoagulan , dan oksigenasi (Udjianti,Malang telah dilaksanakan pada klien 1 dan2010)klien 2 dengan waktu 3 x 24 jam. Pada klienvasodilator;7

1 masalah teratasi karena pada evaluasiterakhir klien 1 dapat memenuhi semuaRohmah Nikmatur, Wahid Saiful. 2012. ProsesKeperawatanTeori&Aplikasi.Jogjakarta: Ar-Ruszz Medikakriteria hasil yang sudah ditentukan. Padaklien 2 masalah teratasi sebagian karenapadaevaluasiterakhirklien2Tamsuri Anas. 2014. Konsep & Nyeri. Jakarta:EGCdapatmemenuhi sebagian kriteria hasil yangsudah ditentukan.Daftar PustakaAnnisaaf Shinta. 2017. Analisa Praktik KlinikKeperawatan pada Pasien UnstableAngina Pectoris (UAP) dengan IntervensiInovasiTerapiAromaLavenderKombinasi Kompres Hangat terhadapPenurunan Skala Nyeri di Ruang InstalasiGawat Darurat RSUD Abdul WahabSjahranie Samarinda tahun 2017. KaryaTulis Ilmiah Sekolah Tinggi IlmuKesehatan Muhammadiyah SamarindaUdjianti Wajan J.Kardiovaskuler.Medika2010. KeperawatanMalang:SalembaWiryowidagdo, Sitanggang. 2008. TanamanObat Untuk Penyakit Jantung, DarahTinggi, dan Kolesterol Edisi Revisi.Jakarta: Agromedika PustakaZahrawardana Diana, Herlambang Kuinto Sri,Anggraheny Hema Dewi. 2013. AnalisisFaktor Risiko kejadian Penyakit JantungKoroner di RSUP Dr Kariadi Semaran.JurnalKedokteranMuhammadiyahVolume 1 Nomor 2Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2013. Laporan Hasil Reset KesehatanDasar Indonesia 2013Kabo Peter. 2008. Mengungkap PengobatanPenyakit Jantung Koroner KesaksianSeorang Ahli Jantung dan Ahli Obat.Jakarta: PT Gramedia Pustaka UmumKurniadi Helmanu. 2013. Stop Gejala PenyakitJantung Koroner. Yogyakarta: FamiliaLeMone Priscilla, Burke Karen M, BauldoffGerene. 2015. Buku Ajar KeperawatanMedikal Bedah Dimensi KeperawatanMedikal Bedah Gangguan EliminasidenganGangguanKardiovaskuler.Jakarta: EGCMuttaqin Arif. 2009. Pengantar AsuhanKeperawatan Klien dengan GangguanSistem Kardiovaskuler. Jakarta: SalembaMedikaRahim, Kundre, Malura. 2016. HubunganMerokok dengan Kejadian PenyakitJantung Koroner di Instalasi CVBC Prof.Dr. R. D. Kandau Manado. E-JournalKeperawatan (e-Kp) Volume 4 Nomor 28

LAMPIRAN1. Konsultasi pembimbing 19

2. Konsultasi pembimbing 210

1 ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAM MASALAH NYERI AKUT Yosua Arematea, Wibowo, Maria Magdalena Setyaningsih Prodi D-III Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang