Transcription

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN YANG MENGALAMI GAGALJANTUNG KONGESTIF DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN POLANAFAS DI RUANG ASTER 5 RSUD Dr. MOEWARDIDI SUSUN OLEH:ALFIAH AZKALIKANIM.P.14002PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADASURAKARTA2017

ASSUHAN KEPERAWKWATAN PASIEN YAANG MENNGALAMMI GAGALJAANTUNGG KONGESTIF DENNGAN KEETIDAKEEFEKTIFAAN POLAANAFFAS DI RUUANG ASSTER 5 RSSUD Dr. MMOEWARRDIKaryya Tulis IlmiahUnttuk Memenuuhi Salah Sattu PersyarataanDalamDMenyyelesaikan Prrogram Diplloma Tiga KKeperawatanDISUUSUN OLEEH :ALFIAAH AZKALIKANIIM.P.140002PROGRRAM STUUDI D3 KEEPERAWATANSEKOLAAH TINGGGI ILMU KESEHAATAN KUUSUMA HUUSADARAKARTTASUR2017i

ii

Motto :Sebuah tindakan adalah dasar dari sebuah keberhasilan, maka lakukan yangterbaik disertai doaiii

iv

v

vi

KATA PENGANTARPuji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karenaberkat, rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan KaryaTulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan pada Pasien yang MengalamiGagal Jantung Kongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas di Ruang Aster 5RSUD Dr. Moewardi”Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini saya banyak mendapatbimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan inisaya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepadayang terhormat1. Wahyu Rima Agustin, S.Kep., Ns., M.Kep, selaku Ketua STIKes KusumaHusada Surakarta yang telah memberikan kesempatan untuk dapat menimbailmu di STIKes Kusuma Husada Surakarta.2. Meri Oktariani, S.Kep., Ns., M.Kep, selaku Ketua Program Studi D3Keperawatan yang telah memberikan kesempatan untuk dapat membina ilmudi STIKes Kusuma Husada Surakarta.3. Erlina Windyastuti, S.Kep., Ns., M.Kep, selaku sekretaris Program Studi D3Keperawatan yang telah memberikan kesempatan dan arahan untuk dapatmenimba ilmu di STIKes Kusuma Husada Surakarta.4. Sutiyo Dani Saputro, S.Kep., Ns, selaku dosen pembimbing sekaligus sebagaipenguji yang telah membimbing dengan cermat, memberikan masukanmasukan, inspirasi, perasaan nyaman dalam bimbingan serta memfasilitasidemi sempurnanya studi kasus ini.5. Anissa Cindy Nurul Afni, S.Kep., Ns., M.Kep, selaku dosen penguji yangtelah membimbing dengan cermat, memberikan masukan-masukan, inspirasi,perasaan nyaman dalam bimbingan serta memfasilitasi demi sempurnanyastudi kasus ini.6. Semua dosen Program Studi D3 Keperawatan STIKes Kusuma HusadaSurakarta yang telah memberikan bimbingan dengan sabar dan wawasannyasertailmu yang bermanfaat.vii

7. Semua pihak rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta yang telah memberikanlahan untuk melakukan sebuah penelitian mengenai kasus Gagal JantungKongestif.8. Purwanti, S.Kep, selaku pembimbing klinik yang membimbing dengancermat, memberikan masukan-masukan, inspirasi, perasaan nyaman dalambimbingan serta memfasilitasi demi sempurnanya studi kasus ini.9. Tn. M dan Tn. S, selaku responden yang telah memberikan informasi penyakitGagal Jantung Kongestif yang dialami.10. Kedua orang tuaku, keluarga besarku, dan orang terkasih yang selalu menjadiinspirasi dan memberikan semangat untuk menyelesaikan pendidikan.11. Teman-teman Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan STIKes KusumaHusada Surakarta dan berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satupersatu, yang telah memberikan dukungan moril dan spiritual.12. Aniswara Cahya Pratama, Reva Indriyani dan Ira Boneta yang selalumemberikan masukan dan semangat dalam penyusunan karya tulis ilmiah.Semoga laporan studi kasus ini bermanfaat untuk perkembangan ilmukeperawatan dan kesehatan. Amin.Surakarta, 20 Juli 2017Penulisviii

DAFTAR ISIHalamanHALAMAN JUDUL. iPERNYATAAN TIDAK PLAGIATISME . iiMOTTO . iiiLEMBAR PERSETUJUAN . ivLEMBAR PENETAPAN DEWAN PENGUJI. vLEMBAR PENGESAHAN . viKATA PENGANTAR . viiDAFTAR ISI . ixDAFTAR GAMBAR . xiiDAFTAR TABEL . xiiiDAFTAR LAMPIRAN . xivBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang . 11.2 Batasan Masalah . 51.3 Rumusan Masalah . 51.4 Tujuan1.4.1 Tujuan Umum . 51.4.2 Tujuan Khusus . 51.5 Manfaat1.5.1 Manfaat Teoritis . 61.5.2 Manfaat Praktis . 7BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Konsep Penyakit Gagal Jantung Kongestif2.1.1 Definisi . 92.1.2 Etiologi . 102.1.3 Klasifikasi . 112.1.4 Manifestasi Klinis . 12ix

2.1.5 Patofisiologi . 132.1.6 Pathway . 162.1.7 Pemeriksaan Penunjang . 172.1.8 Penatalaksanaan . 182.1.9 Komplikasi . 202.2 Asuhan Keperawatan2.2.1 Pengkajian . 212.2.2 Pemeriksaan Fisik . 242.2.3 Diagnosa Keperawatan . 262.2.4 Rencana Keperawatan . 272.2.5 Implementasi . 322.2.6 Evaluasi . 33BAB III METODE PENELITIAN3.1 Desain Penelitian . 343.2 Batasan Istilah . 343.3 Partisipan. 343.4 Lokasi dan Waktu . 353.5 Pengumpulan Data . 353.6 Uji Keabsahan Data . 363.7 Analisa Data . 363.7.1 Pengumpulan Data . 363.7.2 Mereduksi Data . 373.7.3 Penyajian Data . 373.7.4 Kesimpulan . 37BAB IV HASIL4.1 Hasil . 374.1.1 Gambaran Lokasi . 374.1.2 Pengkajian . 374.1.3 Analisa Data . 494.1.4 Diagnosa Keperawatan . 51x

4.1.5 Perencanaan Keperawatan . 514.1.6 Implementasi Keperawatan . 544.1.7 Evaluasi . 62BAB V PEMBAHASAN5.1 Pengkajian . 665.2 Diagnosa Keperawatan . 695.3 Intervensi Keperawatan. 705.4 Implementasi Keperawatan . 715.5 Evaluasi . 73BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN6.1 Kesimpulan . 766.1.1 Pengkajian . 766.1.2 Diagnos . 766.1.3 Intervensi. 766.1.4 Implementasi . 776.1.5 Evaluasi . 786.2 Saran. 80DAFTAR PUSTAKALAMPIRANxi

DAFTAR GAMBARHalaman1. Gambar 2.1 : Pathway CHF . 16xii

DAFTAR TABELHalaman1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.11.Tabel 4.1 Identitas Pasien . 38Tabel 4.2 Riwayat Penyakit . 39Tabel 4.3 Pengkajian Fokus . 41Tabel 4.4 Pola Kesehatan Fungsional Gordon . 42Tabel 4.5 Pemeriksaan Fisik . 46Tabel 4.6 Hasil Pemeriksaan Diagnostik . 48Tabel 4.7 Hasil Analisa Data . 49Tabel 4.8 Hasil Diagnosa Keperawatan . 52Tabel 4.9 Hasil Perencanaan Keperawatan . 53Tabel 4.10 Hasil Implementasi Keperawatan . 56Tabel 4.11 Hasil Evaluasi Keperawatan . 64xiii

LAMPIRANLampiran1 : Daftar Riwayat HidupLampiran2 : Lembar KonsultasiLampiran3 : Lembar AudienceLampiran 4 : Asuhan keperawatanLampiran 5 : Jurnal Penelitianxiv

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangJantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh manusiadimana jantung berperan sebagai pompa darah kaya oksigen keseluruhtubuh manusia maupun mengangkut sisa-sisa makanan dalam jantung(DiGiulio, 2014). Gagal jantung adalah keadaan patofisiologik dimanajantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untukmetabolisme jaringan (Wijaya, 2013). Gagal jantung dapat di diagnosisketika seorang pasien memiliki tanda gejala seperti: nafas pendek yangtipikal saat istirahat atau saat melakukan aktifitas disertai kelelahan, tandatanda retensi cairan seperti kongesti paru atau edema pergelangan kakiserta adanya bukti obyektif dari gangguan struktur atau fungsi jantung saatistirahat (Siswanto dkk, 2009).Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu jenis penyakit yangsaat ini banyak diteliti dan dihubungkan dengan gaya hidup seseorang.Penyakit ini merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia (WHO,2013). Kejadian gagal jantung di Amerika Serikat mempunyai insidensiyang besar dan tetap stabil selama beberapa decade terakhir, yaitu 650.000 kasus baru didiagnosis setiap tahunnya. Faktor resiko terjadinyagagal jantung yang paling sering adalah usia lanjut 75% pasien yangdirawat dengan gagal jantung berusia 65 – 75 (Yancy dkk, 2013)1

2Angka gagal jantung pada populasi orang dewasa di Negara-negara majurata-rata adalah 2%. Angka kejadian gagal jantung meningkat seiringdengan usia dan mempunyai nilai lebih besar 6-10% pada usia lebih dari65 tahun. Angka kejadian gagal jantung lebih rendah pada wanitadibandingkan dengan pria tetapi wanita memiliki harapan hidup lebih lama(Mann, 2010). Pravelensi di Indonesia gagal jantung pada umur 15 tahunsebesar 0,13%, atau diperkirakan sekitar 229.696 orang. Perkiraan jumlahpasien penyakit jantung terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Baratsebanyak 96.487 (0,3%) dan jumlah pasien paling sedikit ditemukan diProvinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu sebanyak 945 orang (0,1%)sedangkan untuk Provinsi Jawa Tengah sebanyak 43.361 orang (0,18%)(Depkes, 2013). Data yang diperoleh dari rekam medik RSUD Dr.Moewardi penderita Gagagal Jantung pada bulan Januari sampaiNovember 2012 sebanyak 142 pasien (Austaryani, 2012).Gagal jantung terjadi karena perubahan fungsi sistolik dan diastolikventrikel kiri. Jantung mengalami kegagalan karena efek struktural ataupenyakit intrinsik sehingga jantung tidak dapat menangani jumlah darahyang normal atau tidak dapat melakukan toleransi peningkatan volumedarah (misalnya selama latihan fisik) (Black & Hawks, 2014). Masalahkeperawatan yang muncul pada pasien gagal jantung adalah gangguanoksigenasi, pola nafas tidak efektif, intoleransi aktivitas, gangguankebutuhan istirahat dan tidur, nyeri (Herdman, 2014).Gangguan oksigenasi adalah suplai darah yang tidak lancar diparuparu (darah tidak masuk kejantung) menyebabkan penimbunan cairan

3diparu-paru yang dapat menurunkan pertukaran O2 dan CO2. Sehinggaoksigenasi arteri berkurang dan terjadi peningkatan CO2 yang membentukasam di dalam tubuh. Situasi ini akan memberikan suatu gejala sesaknapas (dyspnea) dan ortopnea (dyspnea saa tberbaring) (terjadi apabilaaliran darah dari ekstremitas meningkat aliran balik vena ke jantung danparu-paru) (Kasron, 2012).Pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF) membutuhkantidur yang cukup dikarenakan dengan kualitas tidur yang baik akanmemperbaiki sel-sel otot jantung. Gangguan tidur pada penderita gagaljantung sangat mempengaruhi kualitas hidupnya (Kelana, 2011). Pasienperlu sekali beristirahat baik secara fisik maupun emosional, istirahat akanmengurangi kerja jantung, meningkatkan tenaga cadangan jantung danmenurunkan tekanan darah. Lamanya berbaring juga akan merangsangdiuresis karena berbaring akan memperbaiki perfusi ginjal, istirahat jugamengurangi kerja otot pernapasan dan penggunaan oksigen (Soekijo,2013). Frekuensi jantung menurun yang akan memperpanjang periodediastole pemulihan sehingga memperbaiki efisiensi kontrak sijantung.Kualitas tidur merupakan kondisi tidur seseorang yang dapat digambarkandengan lama waktu tidur dan keluhan-keluhan yang dirasakan saat tidurmaupun saat bangun tidur seperti merasa letih, pusing, badan pegal-pegalatau mengantuk berlebihan pada siang hari (Potter & Perry, 2007).Gagal jantung merupakan patologis yang terus meningkat seiringdengan bertambahnya usia, secara fisiologis gagal jantung berkaitanlangsung dengan penurunan toleransi aktivitas sebagai akibat dari

4penurunan curah jantung oleh karena disfungsi ventrikel kiri, peningkatanneurohormonal dan kongesti pembuluh darah vena sistemik dan pulmoner.Aktifitas dan latihan diketahui mempengaruhi secara fisiologis nilai fraksiejeksi merupakan indikator utama untuk menyatakan pasien menderitagagal jantung (Duncam & Pozel, 2007).Managemen nyeri adalah bagian dari disiplin ilmu medis yangberkaitan dengan upaya-upaya menghilangkan nyeri. Beberapa manajemennyeri keperawatan terapi non farmakologi diantaranya seperti mengaturposisi fisiologis dan imobilisasi ekstremitas yang mengalami nyeri,mengistirahatkan pasien, manajemen lingkungan, kompres, relaksasi nafasdalam, teknik distraksi (Muttaqin, 2011).Penanganan atau perawatan gagal jantung memerlukan tindakanyang tepat agar tidak memperburuk keadaan jantung dari penderita.Penanganan gagal jantung dapat dilakukan dengan cara mengontrolistirahat, pola diet, membatasi cairan, mengurangi aktifitas fisik,manajemen stres, mengurangi beban jantung. Sehingga untuk penderitagagal jantung kongestif dapat mengurangi terjadinya komplikasi sepertisyok kardiogenik, efusi dan temponade (Hadibroto, 2007).Besarnya angka mortalitas dan morbiditas penyakit kardiovaskulerdapat merangsang kemajuan dibidang kesehatan untuk memudahkandiagnosis, penatalaksanaan, dan terapi dalam mengatasi penyakitkardiovaskuler. Kegiatan yang perlu ditekankan adalah pendidikankesehatan dan deteksi sedini mungkin pengenalan awitan gejala sertapengendalian faktor risiko (Melanie, 2014).

5Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik melakukanpengelolaaan kasus keperawatan dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah denganjudul “Asuhan Keperawatan pada Pasien yang mengalami Gagal JantungKongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas di Ruang Aster 5 RSUDDr. Moewardi”.1.2 Batasan MasalahMasalah pada studi kasus ini di batasi pada Asuhan Keperawatanpada Pasien yang mengalami Gagal Jantung Kongestif denganKetidakefektifan Pola Nafas di Ruang Aster 5 RSUD Dr. Moewardi.1.3 Rumusan MasalahBagaimanakah Asuhan Keperawatan pada Pasien yang mengalamiGagal Jantung Kongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas di RuangAster 5 RSUDDr.Moewardi.1.4 Tujuan1.4.1 Tujuan Umum :Melaksanakan Asuhan Keperawatan pada pasien yang menglamiGagal Jantung Kongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas di RuangAster 5 RSUDDr.Moewardi.1.4.2 Tujuan Khusus :1. Melakukan pengkajian keperawatan pada pasien yang mengalamiGagal Jantung Kongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas diRuang Aster 5 RSUD Dr. Moewardi.

62. Menetapkan diagnosis keperawatan pada pasien yang mengalamiGagal Jantung Kongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas diRuang Aster 5 RSUD Dr. Moewardi.3. Menyusun perencanaan keperawatan pada pasien yang mengalamiGagal Jantung Kongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas diRuang Aster 5 RSUD Dr. Moewardi.4. Melaksanakan tindakan keperawatan pada pasien yang mengalamiGagal Jantung Kongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas diRuang Aster 5 RSUDDr,. Moewardi.5. Melakukan evaluasi pada pasien yang mengalami Gagal JantungKongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas di Ruang Aster 5RSUD Dr. Moewardi.1.5 ManfaatMenambah pengetahuan dan wawasan dalam memberikan AsuhanKeperawatan yang komperhensif pada pasien yang mengalami GagalJantung Kongestif.1.5.1 Teoritis1. Sebagai wacana untuk mengetahui sejauh mana penatalaksanaanAsuhan Keperawatan pada pasien yang mengalami Gagal JantungKongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas di Ruang Aster 5RSUD Dr. Moewardi.2. Sebagai wacana untuk studi kasus terutama dalam AsuhanKeperawatan pada pasien yang mengalami Gagal Jantung

7Kongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas di Ruang Aster 5RSUD Dr.Moewardi.1.5.2 Praktis1. Bagi atan yang tepat sasaran dengan hasil optimal sesuaistandar operasional yang ditentukan.2. Bagi Pelayanan Kesehatan Rumah SakitDapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan yang ada diRumah Sakit untuk mengambil langkah-langkah dan awatankhususnya pada pasien Gagal Jantung Kongestif.3. Bagi rhensif kepada pasien, melatih berfikir kritis dalammelakukan Asuhan Keperawatan khususnya pada pasien GagalJantung Kongestif dengan Ketidakefektifan Pola Nafas di RuangAster 5 RSUD Dr.Moewardi.4. Bagi Institusi PendidikanSebagai referensi dalam pengembangan dan ofesionalismeperawat untuk berperan aktif dalam memberikan AsuhanKeperawatan Pasien yang Mengalami Gagal Jantung Kongestif

8dengan Ketidakefektifan Pola Nafas di Ruang Aster 5 RSUDDr.Moewardi5. Bagi PenulisUntuk menabah pengetahuan dan pengalaman karena sesuaidengan profesi yang penulis tekuni sebagai perawat, sehingganantinya dapat diterapkan dilapangan.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Konsep Penyakit Gagal Jantung2.1.1DefinisiGagal jantung kongesif adalah keadaan dimana jantung tidakmampu lagi memompakan darah secukupnya dalam memenuhi kebutuhansirkulasi badan untuk keperluan metabolisme jaringan tubuh pada keadaantertentu, sedangkan tekanan pengisian ke dalam jantung masih cukuptinggi (hudak & Gallo, 2010). Gagal jantung kongestif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untukmemenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrisi (Muttaqin,2011). Gagal jantung kongestif adalah ketidakmampuan jantung untukmemompa darah ke seluruh tubuh (Kasron, 2012).Gagal jantung kongestif adalah kumpulan gejala klinis akibatkelainan struktural ataupun fungsional jantung yang menyebabkangangguan kemampuan pengisian ventrikel dan ejeksi darah keseluruhtubuh (AHA,2012). Gagal jantung adalah keadaan patofisiologi dimanajantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untukmetabolisme jaringan (Wijaya & Yessie, 2013). Gagal aklagidapatmemompakan cukup darah ke jaringan tubuh. Keadaan ini dapat timbuldengan atau tanpa penyakit jantung. Gangguan fungsi jantung dapatberupa gangguan fungsi diastolik atau sistolik, gangguan irama jantung,atau ketidaksesuaian preload dan afterload. Keadaan ini dapat9

10menyebabkan kematian pada pasien (Santoso dkk,2007). Gagal jantung adalahsuatu kegagalan jantung dalam memompa darah untuk memenuhi kebutuhantubuh (Padila, 2012)2.1.2 EtiologiPenyebab gagal jatung menurut Kasron (2012) dikelompokkansebagai berikut:1. Kelainan otot jantungGagal jantung sering terjadi pada penderita kelainan otot jantung,menyebabkan menurunya konraktilitas jantung. Kondisi yang mendasaripenyebab kelainan fungsi otot jantung mencakup aterosklerosis koroner,hipertensi arterial dan penyakit otot degeneratif atau inflamasi.2. Aterosklerosis koronerMengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya alirandarah ke otot jantung. Terjadi hipoksia dan asidosis (akibat penumpukanasam laktat). Infark miokardium (kematian sel jantung) biasanyamendahului terjadinya gagal jantung.3. Hipertensi sistemik atau pulmonal (peningkatan rannyamengakibatkan hipertrofi serabut otot jantung.4. Peradangan dan penyakit miokardium degeneratif berhubungan dengangagal jantung karena kondisi ini secara langsung merusak serabutjantung, menyebabkan kontraktilitas menurun.5. Penyakit jantung lain, gagal jantung dapat terjadi sebagai akibat penyakitjantung yang sebenarnya tidak secara langsung mempengaruhi jantung.

11Mekanisme yang biasanya terlibat mencakup gangguan aliran darahmelalui jantung, ketidakmampuan jantung mengisi darah. Penigkatanmendadak after load akibat hipertensi maligna dapat menyebabkan gagaljantung meskipun tidak disertai hipertrofi miokardial.6. Faktor sistemikMeningkatnya laju metabolisme (misal: demam), hipoksia dananemia memerlukan peningkatan curah jantung untuk memenuhikebutuhan oksigen sistemik. Asidosis respiratorik atau metabolik danabnormalitas elektronik dapat menurunkan kontraktilitas jantung.2.1.3Klasifikasi1. Gagal jantung akut-kronika.Gagal jantung akut terjadinya secara tiba-tiba, ditandai denganpenurunan kardiac output dan tidak adekuatnya perfusi jaringan.Ini dapat mengakibatkan edema paru dan kolaps pembuluh darah.b.Gagal jantung kronik terjadi secara perlahan ditandai denganpenyakit jantung iskemik, penyakit paru kronis. Gagal jantungkronik terjadi retensi air dan sodium pada ventrikel sehinggamenyebabkan hipervolemia, akibatnya ventrikel dilatasi danhipertrofi.2. Gagal jantung kanan-kiria.Gagal jantung kiri terjadi karena ventrikel gagal untuk memompadarah secara adekuat sehingga menyebabkan kongesti pulmonal,hipertensi dan kelainan pada katub aorta/mitral.

12b.Gagal jantung kanan disebabkan peningkatan tekanan pulmoakibat gagal jantung kiri yang berlangsung cukup lama sehinggacairan yang terbendung akan berakumulasi secara sistemik dikaki, asites, hepatomegali, efusi pleura.3. Gagal jantung sistolik-diastolika.Sistolik karena penurunan kontraktilitas ventrikel kiri sehinggaventrikel kiri tidak mampu memompa darah akibat kardiak outputmenurun dan ventrikel hipertrofi.b.Diastolik karena katidakmampuan ventrikel dalam pengisiandarah akibat stroke volume cardiac output turun.(Kasron, 2012)Menurut Wijaya & Yessie (2013), klasifikasi Congestif Heart Failure(CHF) terbagi menjadi empat kelainan fungsional :2.1.4a.Timbul sesak pada aktifitas fisik beratb.Timbul sesak pada aktifitas fisik sedangc.Timbul sesak pada aktifitas fisik ringand.Timbul sesak pada aktifitas fisik sangat ringan / istirahatManifestasi KlinisMenurut Nurarif & Kusuma (2015), klasifikasi gagal jantungmenurut letaknya yaitu :1. Gagal jantung kiriKongestif paru menonjol pada gagal ventrikel kirikarena vetrikelkiri tidak mampu memompa darah yang datang dari paru, sehingga

13peningkatan tekanan dalam sirkulasi paru menyebabkan cairanterdorong ke jaringan paru.Manifestasi klinis yang terjadi pada gagal jantung kiri yaitu :a. Dispneab. Batukc. Mudah lelahd. Insomniae. Kegelisahan dan kecemasan2. Gagal jantung kananKongestif jaringan perifer dan viscelar menonjol, karena sisi kananjantung tidak mampu mengosongkan volume darah dengan adekuatsehingga tidak dapat mengakomondasikan semua darah yang secaranormal kembali dari sirkulasi vena.Manifestasi klinis yang terjadi yaitu :a. Edema ekstremitas bawahb. Distensi vena leher dan escitesc. Hepatomegali dan nyeri tekan pada kuadran kanan atasabdomen terjadi akibat pembesaran vena di hepar.d. Anorexia dan muale. Kelemahan2.1.5PatofisiologiKekuatan jantung untuk merespon sters tidak mencukupi dalammemenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Jantung akan gagal melakukantugasnya sebagai organ pemompa, sehingga terjadi yang namanya gagal

atmengakibatkan kegagalan jika cadangan jantung normal mengalami payahdan kegagalan respon fisiologis tertentu pada penurunan curah jantung.Semua respon ini menunjukkan upaya tubuh untuk mempertahankanperfusi organ vital normal.Sebagai respon terhadap gagal jantung ada tiga mekanisme responprimer yaitu meningkatnya aktivitas adrenergik simpatis, meningkatnyabeban awal akibat aktifitas neurohormon, dan hipertrofi ventrikel. Ketigarespon ini mencerminkan usaha untuk mempertahankan curah jantung.Mekanisme-mekanisme ini mungkin memadai untuk mempertahankancurah jantung pada tingkat normal atau hampir normal pada gagal jantungdini pada keadaan normal (Ardiansyah, 2012).Mekanisme yang mendasari gagal jantung meliputi gangguankontraktilitas jantung yang menyebabkan curah jantung lebih rendah daricurah jantung normal. Bila curah jantung berkurang, sistem saraf simpatisakan mempercepat frekuensi jantung untuk mempertahankan curahjantung. Bila mekanisme ini gagal, maka volume sekuncup yang harusmenyesuaikan. Volume sekuncup adalah jumlah darah yang dipompa padasetiap kontraksi, yang dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu perload (jumlahdarah yang mengisi jantung), kontraktilitas (perubahan kekuatan kontraksiyang terjadi pada tingkat sel yang berhubungan dengan perubahan panjangserabut jantung dan kadar kalsium), dan afterload (besarnya tekananventrikel yang harus dihasilkan untuk memompa darah melawan

15perbedaan tekanan yang ditimbulkan oleh tekanan arteriol). Apabila salahsatu komponen itu terganggu maka curah jantung akan menurun.Kelainan fungsi otot jantung disebabkan karena aterosklerosiskoroner, hipertensi arterial dan penyakit otot degeneratif atau inflamasi.Aterosklerosis koroner mengakibatkan disfungsi miokardium karenaterganggu alirannya darah ke otot jantung. Terjadi hipoksia dan iumbiasanyamendahului terjadinya gagal jantung. Hipertensi sistemik atau pulmonal(peningkatan afterload) meningkatkan beban kerja jantung pada gilirannyamengakibatkan hipertrofi serabut otot jantung. Efek tersebut (hipertrofimiokard) dapat dianggap sebagai mekanisme kompensasi karena akanmeningkatkan kontraktilitas jantung. Tetapi untuk alasan tidak jelas,hipertrofi otot jantung tadi tidak dapat berfungsi secara normal, danakhirnya akan terjadi gagal jantung.Peradangan dan penyakit miokardium degeneratif berhubungandengan gagal jantung karena kondisi ini secara langsung merusak serabutjantung, menyebabkan kontraktilitas menurun. Ventrikel kanan dan kiridapat mengalami kegagalan secara terpisah. Gagal ventrikel kiri palingsering mendahului gagal jantung ventrikel kanan. Gagal ventrikel kirimurni sinonim dengan edema paru akut. Karena curah ventrikelbrpasangan atau sinkron, maka kegagalan salah satu ventrikel dapatmengakibatkan penurunan perfusi jaringan (Oktavianus & Febriana,2014).

162.1.6PathwayDisfung

syok kardiogenik, efusi dan temponade (Hadibroto, 2007). Besarnya angka mortalitas dan morbiditas penyakit kardiovaskuler dapat merangsang kemajuan dibidang kesehatan untuk memudahkan diagnosis, penatalaksanaan, dan terapi dalam mengatasi penyakit kardiov