Transcription

Penulis : Salma Mazkiyah, drEditor : Lutifta Hilwana, drLecture Notes : UpdateTatalaksana PenyakitHepatitis Kronik 2020PT. MULTIMEDIKA DIGITAL INDONESIA

Lecture Notes UpdateTatalaksana Penyakit HepatitisKronik 2020Penulis: Salma Mazkiyah, drEditor: Lutifta Hilwana, drDaftar Isi1. Problem dan Tatalaksana Hepatitis Bdi Indonesia12. Problem Hepatitis C di Indonesia danTatalaksana DAA untuk terapiHepatitis C193. Post Exposure Prophylaxis Hepatitis B284. Vaksinasi Hepatitis B395. Aspek Klinis Transplantasi Hati506. Update Tatalaksana Asites647. Update Tatalaksana EnsefalopatiHepatik79i

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Problem dan Tatalaksana Hepatitis Bdi IndonesiaInfeksi Virus Hepatitis B (HBV) adalahsuatu masalah kesehatan utama di dunia padaumumnya dan Indonesia pada khususnya.Kasus hepatitis B dan C di seluruh duniahingga saat ini sudah mencapai 325 jutadengan kematian sekitar 900.000 orang nggi.MenurutBdidataRiskesdas, 10% orang di Indonesia mengalami hepatitis B dan 1% mengalami hepatitisC. Persebaran penyakitnya di Indonesia palingbanyak adalah di luar pulau Jawa denganrata-rata 7,6% kasus.Terdapat 3 jenis virus hepatitis yangmenyebabkan kronisitas yakni HBV, virushepatitis C (VHC), dan virus hepatitis D (VHD)."Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia1

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Jika dilihat dari rata-rata kronisitasnya, anakanak yang terinfeksi virus hepatitis B, makasebesar 90% akan mengalami infeksi kronis.Sedangkan pada dewasa hanya sekitar 5%hingga 10%. Pada hepatitis C, sebesar 80%hingga 90% anak yang terinfeksi dapatmengalami kronisitas. Tingkat kronisitas padadewasa juga cukup tinggi yakni 70% hingga85% untuk infeksi hepatitis C.Hepatitis B disebakan infeksi oleh virushepatitis B, sebuah virus DNA dari keluargaHepadnaviridaedenganstrukturvirusberbentuk sirkular dan terdiri dari 3200pasang basa. Penularannya dapat melalui 2jalur yakni vertikal dan horizontal. Beberapapenularan yang sering terjadi adalah transmisidari ibu ke anak, terpapar darah pasien yangterinfeksi, transmisi seksual, serta pengguna2"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020an jarum suntik yang sama. Di Indonesia,penularan yang terbanyak adalah dari ibu keanak atau penularan secara vertikal. Hal inidisebabkan karena pemeriksaan HBV pada ibuhamil masih belum rutin dilakukan. Selain itu,pengobatanantiviraluntukwanitayangterinfeksi belum diadopsi sebagai pencegahantransmisi kembali.Dalamperjalanannya,sebagianvirusHepatitis B dapat menjadi akut dan sebagiandapat menjadi kronik. Batasan akut dan kronikadalah 6 bulan. Jika infeksi tidak sembuhdalam waktu 6 bulan, maka infeksi virus dapatmerusak hati hingga menjadi sirosis. Padahepatitis B akut, nilai HBsAg pada bulan ke-4sudah mengalami penurunan dan kembalinormal pada bulan ke-5. Sedangkan pada"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia3

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020hepatitisBkronis,HbsAgmasihtinggimeskipun sudah bulan engidap inaktif, dan fase reaktivasi. Faseimmune tolerant ditandai dengan kadar DNAHBVyangtinggidengankadaralaninaminotransferase (ALT) yang normal. Sedangkan, fase immune clearance terjadi ketikasistem imun berusaha melawan virus. Hal iniditandai oleh fluktuasi level ALT serta DNAHBV. Fase ini adalah fase terbaik dalampemberianantiviraluntukmencegahterjadinya kronisitas. Fase ketiga adalah faseinaktif, ditandai dengan DNA HBV yangrendah ( 2000 IU/ml), ALT normal, dankerusakan hati minimal. Seringkali pasien4"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020pada fase inaktif dapat mengalami fasereaktivasi ketika DNA HBV kembali mencapailebih dari 2000 IU/ml dan inflamasi hatikembali terjadi.Gambar 1. Fase dalam Perjalanan PenyakitHepatitis BDiagnosis hepatitis B dapat ditegakkandari gelaja, tanda, dan meningkatnya enzim"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia5

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020hepar di sirkulasi darah. HBsAg dan HBeAgdisekresikan ke pembuluh darah ketika virussedang bereplikasi. HBsAg adalah penandapertamainfeksiHBVakutyangmunculbeberapa minggu sebelum gejala. Sedangkanuntuk HBcAg tidak terdeteksi secara rutin didalam serum tetapi anti-HBc dapat cepatterlihat dalam 1 hingga 2 minggu a kadar anti-HBs dalam beberapaminggu sampai bulan. Adanya variasi waktuantaramunculnyaHBsAgdananti-HBsmenyebabkan terdapat masa tenggang yangdisebutwindowperiod.Dalammasatenggangnya tersebut HBsAg dan anti-HBstidak dapat di deteksi, sehingga anti-HBc yangakan menjadi penanda infeksi HBV sedangberlangsung6"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Gambar 2 : imunologi Hepatitis B"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia7

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Pemeriksaan serologi hbv memiliki perandiagnostikyangcukuptinggi.Halinidisebabkan karena setiap fase pada infeksiHBV akut maupun kronik memiliki kadar yangberbeda beda. Jika dilihat dari gambar 2, nilaiHBsAg, HBeAg, anti Hbs dan lain ibody tersebut bisa terdeteksi dan dalamhitungan minggu hingga bulan, antibodytertentu bisa tidak terdeteksi. Pemeriksaanserologi sangat penting untuk menentukanfase serta jenis infeksi supaya terapi yangdigunakan bisa sesuai.8"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Tabel 1 : Diagnosis infeksi HBV berdasarkanpemeriksaan serologi"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia9

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Permasalahan yang terjadi di Indonesiaperihal hepatitis hingga saat ini adalah karenakurangnyakesadaranmasyarakattentanghepatitis B. Tingkat screening di masyarakatmasih relatif rendah, serta banyak pasiendenganHbsAgpositifengganuntukmelanjutkan pengobatannya. Permasalahanselanjutnya adalah pemeriksaan dan beberapaobat hepatitis yang tidak ditanggung olehasuransi negara atau BPJS. Selain itu, masihbanyaknya stigma sosial dan diskriminasimasyarakat pada pasien HbsAg positif.Tatalaksana hepatitis B menggunakanNational Consensus of InaASL tahun 2017.Pertama yang harus dilakukan adalah evaluasipre-treatment yakni diagnosis infeksi HBV,evaluasi derajat kerusakan liver, ada tidaknya10 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020penyebab lain dari kerusakan liver, dantatalaksana sesuai indikasi.Terdapat3targetdaripengobatanhepatitis B kronis. Pertama adalah target idealyakni hilangnya HBsAg dengan/atau tanpaserokonversi anti HBs. Kedua adalah targetmemuaskan yakni tidak ditemukannya relapsklinis setelah terapi dihentikan pada pasienHBeAg positif dan HBeAg negatif. Ketigaadalah target diinginkan yakni penekananDNA HBV yang bertahan selama terapi jangkapanjang untuk pasien HBeAg positif tidakmencapai serokonversi anti HBe dan padapasien HBeAg negatif.Tatalaksana HBeAg positif yang belumditemukanadanyatandasirosislivermengikuti diagram di bawah. Jika kadar HBVDNA di bawah 2000 IU/mL atau 2000 –"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia11

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 202020.000 IU/mL, atau lebih dari 20.000 iu/mLdengan ALT meningkat 1 sampai 2x dari batasnormal, maka tatalaksana yang dilakukanadalah observasi setiap 3 bulan, penilaianfibrosis non invasif, biopsi hati sesuai indikasi,serta terapi dimulai jika ditemukan inflamasisedang berat atau fibrosis signifikan. Namun,pada pasien dengan HBV DNA lebih dari20.000 IU/mL dengan ALT meningkat lebihdari 2x batas normal, maka observasi dalam 3bulan jika tidak ada tanda dekompresi, terapidimulai jika ALT menetap selama lebih darisama dengan 3 bulan atau terdapat resikodekompresisertaperlunyadilakukanpemeriksaan histologi atau derajat fibrosis noninvasif.12 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Gambar 3. Tatalaksana HBeAg positif yangbelum ditemukan adanya tanda sirosis liver"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia13

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020PadapasiendenganHBeAgnegatifdengan kadar HBV DNA lebih dari 2000 IU/mLdan nilai ALT 1 hingga 2 kali batas normal,tatalaksana yang dilakukan adalah biopsi hati.Pemberian antiviral dimulai ketika ditemukaninflamasi sedang hingga berat atau fibrosissignifikan. Apabila nilai ALT meningkat 2 kalilebih dari nilai normal, maka observasi tandatanda sirosis dekompensata dalam 3 bulan,terapi antiviral dimulai kerika ALT menetapsetelah lebih dari 3 bulan, kemudian dilakukanpemeriksaan hitologi atau derajat fibrosis noninvasif.14 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Gambar 4. Tatalaksana Pasien HBeAgNegatif"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia15

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Tatalaksana pada pasien sirosis kompensata yakni Ketika kadar HBV DNA lebihdari 2000 IU/mL dan ALT normal, makadiberikan terapi antivirus. Jika pasien sirosisdekompensata atau terdapat reaktivasi berathepatitis kronis, maka terapi antivirus harussegera diberikan.Sampaisekarangtelahterdapatsetidaknya 2 jenis obat hepatitis B yangditerima secara luas, yaitu golongan interferon, baik interferon konvensional, pegylatedinterferon α-2a, maupun pegylated viral). Golongan analog nukleosida inilebih jauh lagi terdiri atas lamivudin, adefovir,entecavir, telbivudin, dan tenofovir. Pilihanpertama dari antiviral yang dapat digunakanadalah entecavir, telbivudine, dan tenofovir.16 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Pilihan antiviral yang paling aman adalahentecavir 0.5 mg.Padaakhirnya,semuakendalape-nanganan pasien hepatitis B adalah kurangnyakesadaran masyarakat tentang penyakit ini.Edukasi kepada masyarakat sangat pentinguntuk dilakukan untuk mencegah kronisitasdariinfeksi. Apabilapersebaran penyakitsudah dapat terkontrol, untuk kedepannyadiharapkan kasus hepatitis B dapat berkurangsehingga tidak lagi menjadi masalah di duniapadaumumnyadanindonesiapadakhususnya.Daftar Pustaka :WHO. 2020. World Hepatitis Day. s-day/2020]"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia17

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Kementrian Kesehatan RI. 2007. RisetKesehatan Dasar Kementrian KesehatanRepublik Indonesia 2007.PPHI. 2017. Konsensus NasionalPenatalaksanaan Hepatitis B.Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.Jakarta18 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Problem Hepatitis C di Indonesia danTatalaksana DAA untukterapi Hepatitis CSejak ditemukan pada tahun 1989, lahhatisatukronik.Prevalensi kasus hepatitis C di dunia adalah 1hingga 5% dari total populasi dunia atauterdapat 3 hingga 4 juta kasus baru setiaptahun dengan kematian sebesar 350.000 jiwapertahun. Di Indonesia, prevalensi kasusnyaadalah sebesar 1 hingga 3%, dan terbanyakditemukan di pulau Jawa.HepatitisCadalahRNAvirusdarikeluarga Flaviviridae. Virus ini terdiri dariprotein struktural (C, E1, dan E2) serta proteinnon-struktural (NS1, NS2, NS3, NS4A, NS4B,NS5A, dan NS5B). Virus ini bereplikasi di"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia19

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020hepar karena pada pasien hepatitis C, proteinnon-struktural virus ditemukan dalam hepar.Penularan hepatitis C terutama padapaparan media darah dan cairan tubuh pasienhepatitis C. Penularan paling banyak terjadipadausia dewasayaknipadakalanganpengguna narkoba suntik (60 sampai 80%),tenaga medis yang tertusuk jarum (3 sampai10%), dan penularan ibu ke anak (3 sampai5%). Pada kasus ini, kronisitas banyak terjadiketika pasien terinfeksi pada usia dewasa. Halini sangat berbeda dengan kronisitas hepatitisB yang menyerang anak.Pada perjalanan penyakitnya, sebesar20% pasien hepatitis C akan sembuh dan80% sisanya akan menjadi hepatitis C kronis.Setelah 15 hingga 20 tahun, pasien tersebutdapat mengalami sirosis, dan pada akhirnya20 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020akan berujung pada kematian. Tanda dangejala hepatitis C akut sering kali tidakmuncul, sehingga banyak kasus hepatitis Cyang terlambat diketahui.Diagnosis hepatitis C dapat dilakukandengan memeriksa anti HCV dan HCV RNA.Jika anti HCV positif dan HCV RNA positif,maka pasien mengalami hepatitis C akut ataukronis tergantung pada gejala yang muncul.Jika anti HCV positif dan HCV RNA negatif,maka pasien mungkin saja mengalami resolusivirus hepatitis C (HVC) atau status pasienbelum dapat ditentukan karena kemungkinanberada dalam fase intermittent viremia. Jadi,pasien bisa saja sudah sembuh, atau sedangsakit namun belum terbentuk HCV RNA nya.Jika anti HCV negatif dan HCV RNA positif,maka pasien mengalami infeksi HVC akut awalatauinfeksiHVCpadapasienimuno-"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia21

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020kompromais (HIV, pasien hemodialisis, danpengguna obat imunosupresi). Jika anti HCVdan HCV RNA negatif, maka tidak ada infeksiHVC. Pada hepatitis C kronis, diagnosisditegakkan ketika anti HCV dan HCV RNAtetap terdeteksi selama lebih dari 6 bulan dandisertai gejala penyakit hati kronik.Terapi infeksi HVC diberikan pada pasiendengan anti HCV dan HVC RNA positif. Tujuandari terapi adalah eradikasi virus hepatitis Cterutama mencegah komplikasi penyakit hati,fibrosis, sirosis, karsinoma hepatoselular, dankematian. Pemberian terapi diprioritaskan untuk pasien yang mengalami fibrosis berat,koinfeksi dengan HIV atau HBV, kandidattransplantasi organ yang membutuhkan terapiimunosupresan, sindrom metabolik denganmanifestasi ekstrahepatik, dan memiliki risikotinggi untuk menularkan virus. Pemberian22 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020terapi direct acting antivirus (DAA) dapatditunda pada pasien tanpa fibrosis maupundengan fibrosis ringan. Sedangkan pemberianterapi DAA tidakdirekomendasikan padapasien dengan komorbid penyakit hati beratyang dapat mempengaruhi hidup.Saatini,pengobatanhepatitisCmenggunakan kombinasi obat DAA. Tingkatkesembuhan dengan penggunaan kombinasiobat ini bisa mencapai 90% pada pasienhepatitis C. Sebelumnya, tingkat ebihanDAAdibanding interferon adalah DAA n, efek samping rendah, dan singkatyakni hanya 3 bulan atau 6 bulan pada sirosis.Terapi hepatitis C bekerja di 3 titik siklus"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia23

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020hidup virus, yakni pada NS3A, NS5A, danNS5B.Beberapa DAA yang sudah beredar diIndonesiaadalahsimeprevir,sofosbuvir,daklatavir, elbavir, dan valvapravir. SemuaDAA yang berakhiran buvir, previr, dan asvirsdapatdikombinasikanuntukterapi.Efeksamping yang dikeluhkan pada penggunaanDAA jenis simeprevir adalah mual, ruam,gatal, dispnea, dan fotosensitifitas. Sedangkanefek samping yang sering dikeluhkan padapemakaian elbavir adalah nyeri kepala danmual.Pemakaian sofosbuvir juga harusdiperhatikan pada pasien dengan i di urinPada pasien hepatitis C dengan koinfeksiHIV, terapi berbasis interferon diberikan jika24 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020nilai CD4 lebih dari 350 sel/mm3 atau tanpamemandang CD4 pada terapi DAA tanpainterferon. Pasien koinfeksi HCV dan HBVharus ditentukan infeksi yang paling dominanterlebih dahulu. Jika terdapat peningkatanHBV DNA, maka diberikan terapi analognukleosida. Kombinasi yang disarankan al.denganPadapasiendengan koinfeksi HCV dan TBC, terapi TBCharus diselesaikan terlebih dahulu sebelummemulai terapi DAA. Hal ini disebabkankarena adanya interaksi antara OAT yaknirifampisin dengan obat DAA.MonitoringHCVRNAdilakukantergantung pada terapi yang digunakan. Padaterapi DAA, HCV RNA diperiksa pada awalterapi dan saat SVR 12 (sustained virologicresponse 12 minggu setelah pengobatan)."Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia25

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020SedangkanpadadualterapiDAAdaninterferon, HCV RNA diperiksa pada awalterapi, minggu ke-4, minggu ke-12, mingguke-24, akhir terapi, dan SVR 24.Pasien yang mencapai SVR 12 tanpasirosis atau fibrosis tidak memerlukan followup. Pasien dengan sirosis atau fibrosis F3 danF4perludilakukanpemeriksaanUSG.Sedangkan pasien dengan risiko terinfeksikembali harus melakukan pemeriksaan HCVRNA setiap 1 tahun sekali.Pada akhirnya, penggunaan DAA untukterapi hepatitis C saat ini sudah memberikanhasilyangbaikinterferon, sehinggadibandingkandenganpemakaian interferonsudah banyak ditinggalkan. Jika penyebaranterapi kombinasi DAA sudah menyeluruh,26 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020diharapkan tidak ada lagi kompliksi yangterjadi akibat dari infeksi virus hepatitis C.Daftar Pustaka :Kementrian Kesehatan. 2013. Riset KesehatanDasar 2013 Kementrian KesehatanRepublik Indonesia.PPHI.2014. Konsensus PenataksanaanHepatitisCdiIndonesia2014.Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.Jakarta"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia27

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Post Exposure Prophylaxis Hepatitis BResiko paparan Hepatitis B virus (HBV)dibedakan menjadi 2 yakni paparan karenapekerjaandanbukankarenapekerjaan.Beberapa contoh kasus paparan yang bukabkarena perkerjaan adalah tertusuk jarumbekas pasien hepatitis B yang ditemukan dilingkungan rumah, tidak sengaja terkenadarah dan cairan pasien, luka tusuk dikulitseperti saat kecelakaan, pemasangan tatooatau tindik, luka gigitan dari orang yangterinfeksi HBV, sex bebas dan berbagi jarumsuntikpadaorangyangmengonsumsinarkoba.Ketika terpapar, kemungkinan tertularinfeksi HBV menjadi sangat tinggi. Pencegahan penularannya salah satunya adalahdengan Post exposure Prophylaxis (PEP).28 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Pemberian PEP adalah pemberian terapi yangdigunakan setelah seseorang kemungkinanterpapar darah atau cairan yang beresikomenular. Pemberian PEP pada HBV bertujuanuntuk menurunkan resiko infeksi HBV namuntidak dapat menurunkan resiko tertularnyaHCV, HIV dan lain sebagainya.PEP diberikan pada keadaan daruratketika terdapat kesalahan dalam r cairan pasien, pemakaian kondomyang bocor, pemerkosaan, sex bebas, berbagisuntik dengan pasien terinfeksi HBV, dantertusuk jarum di lingkungan masyarakat.Resiko infeksi HBV pada orang yangterpapar tergantung dari sumber paparan, dankejadian perlukaannya. Salah satu yang palingbanyak terjadi adalah akibat dari sharp atau"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia29

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020needle stick injury. Sekitar 350.000 kasustertusuk jarum pasien yang terinfeksi terjadidalam 1 tahun, atau terjadi lebih dari 1000kasus perhari. Kebanyakan kasus terjadi dirumah sakit, atau beberapa sarana kesehatanlain. Kejadian Needle stick injury membuatorang yang mengalaminya memerlukan biayayang cukup tinggi, yakni 71 hingga 5000 ukarir,gangguan emosional, hingga gangguan sosial.Kejadian tertusuk jarum paling seringterjadi saat digunakan, akan dibuang, setelahdibuang dan dibuang. Sekitar 43% kejadianneedle stick injury dialami oleh perawat, dan28% dialami oleh dokter. Lokasi kejadian yangpaling sering terjadi adalah di ruang rawat30 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020inap, ruang Operasi, poli, IGD dan labo-Needle stick injury sebenarnyaratorium.dapat dicegah dengan beberapa cara, yaknibijak dalam menggunakan benda denganujung yang tajam, menggunakan alat yangmemiliki safety features, dan menggunakanbenda tajam dengan hati hati.postManajemenexposurepertamaadalah merawat luka bekas tusukan nadalahyangmenjelaskankeparahanpaparan serta riwayat pemeriksaan darahorangyangmemberipaparan.Barumendapatkan terapi yang tepat, follow up dankonseling."Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia31

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Cara merawat luka bekas tusukan adalahmembersihkan luka dengan air dan sabun.Selanjutnya siram luka dengan air. Tidak perlumenggunakan salep antiseptik atau Pelaporan post exposure harus memenuhibebwrapa hal, antara lain :1. Tanggal dan waktu paparan2. Prosedur atau cara paparan : lokasi,bekas siapa, bagaimana prosesnya sertadengan alat apa3. Detail tentang paparan : rute, lama ataudurasi kontak dengan paparan.4. Informasi atau Riwayat pasien yangmemberi paparan. Pada pasien yangtidak diketahui riwayatnya, maka cari32 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020tahu prevalensi infeksi HBV, HCV danHIV di lingkungannya.Jika orang yang memberi paparan sudahdiketahui riwayat infeksinya, maka sangatperlumembuatinformconsentsertamerahasiakan identitas pasien. Selain itu bisajuga dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium berupa HBsAG, pemeriksaan HCVantibody serta HIV antibody jika par berupa pemeriksaan laboratoriumstandar serta menentukan waktu dan jenispemberian PEP sesuai dengan hasil pemeriksaannya. Lalu bisa juga dilakukan konseling dan follow up tanda dan gejala dariorang tersebut."Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia33

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020RekomendasipemberianPEPuntukhepatitis B dibedakan berdasarkan statusvaksinasi orang yang terpapar dan hasil pemeriksaanHBsAgorangyangmemberipaparan. Jika orang yang tertusuk jarumbelum pernah mendapat vaksin hepatitis Bdan orang yang memberi paparan memilikiHBsAg positif, maka PEP yang diberikanadalah HBIG dan vaksin. Namun jika HBsAgorang yang memberi paparan adalah negatifatautidakdiketahui,makaorangyangterpapar hanya diberi PEP berupa vaksin. Jikaorang yang terpapar baru saja mendapatvaksin hepatitis B, dan orang yang memberipaparan memiliki HBsAg positif atau negatif,maka PEP tidak perlu diberikan. Jika orangyangterpaparsudahpernahdivaksinasinamun belum menunjukkan respon vaksin,serta orang yang memberi paparan memiliki34 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020HBsAg positif, maka PEP yang diberikanadalah PEP berupa HBIG 1 kali dan vaksinatau HBIG 2 kali.Perlu dingat bahwa pemberian HBIGdengan vaksin harus berbeda tempat. HBIGdisuntikkandipantatkiri,makavaksindiberikan di regio deltoid.Orang yangterpaparTidak vaksinOrang yang memberipaparanHBsAgHBsAgTidak( )(-)diketahuiHBIG VaksinVaksinvaksinBaru saja vaksinhepatitis BResponderNonresponderTidakperluterapiHBIG 1x vaksinatauTIdakperluterapiTidakperluterapiTidak perluterapiJikaberesikotinggi,"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia35

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020HBIG 2xTidak diketahuistatus vaksinasiPeriksaanti HBs( ) :tidakperluterapi(-) :HBIG 1x vaksinTidakperluterapiterapisesuaidenganHBsAg ( )Periksa antiHBs( ) : tidakperlu terapi(-) : vaksin periksaulang 1hingga 2bulanKetika vaksinasi hepatitis B sudah pernahdilakukan, maka antibody hepatitis B dapatbertahan 8 hingga 10 tahun. Sedangkan,memori imun hepatitis B bisa bertahan hingga20 tahun di dalam tubuh manusia paskaimunisasi. Saat ini, vaksinasi booster tidakdirekomendasikan untuk diberikan. Sehingga36 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020jika sudah diberi vaksinasi, maka tidak perlukhawatir.Efikasi pemberian PEP untuk mencegahHBV adalah 70 hingga 75% pada pemberianHBIG 2 kali dengan jarak 1 minggu. PadapenggunaanvaksinhepatitisB,efikasipencegaha HBV bisa 70 hingga 75 sinmemberikanefikasipencegahan HBV sekitar 85 hingga 95%.Pada paparan virus hepatitis C, jika antiHCV orang yang memberi paparan posistf,maka orang yang terpapar harus melakukanpemeriksaan anti HCV dan ALT. sedangkanjika orang yang terpapar tidak terinfeksihepatitis C, maka orang yang terpapar tidakperlu melakukan pemeriksaan laboratorium."Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia37

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Daftar Pustaka :WHO. Occupational health. [online :http://www.who.int/occupational health /activities/Spepguid.pdf]Hepatitis B Foundation. Post exposurehepatitis B. [online :http://www.hepb.org/professionals/post-exposure guidelines ophylaxis-hepatitis-b38 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020Vaksinasi Hepatitis BHepatitis B adalah salah satu penyakitmenular yang banyak menimbulkan kematian.Sekitar 325 juta orang di dunia terinfeksihepatitis dan 1,4 juta meninggal dunia.Prevalensi Hepatitis di Indonesia pada tahun2013 sebesar 1,2% meningkat duakalidibandingkan Riskesdas tahun 2007 nTimurprevalensiHepatitis tertinggi pada tahun 2013 yaitusebesar 4,3%.Jumlah kasus hepatitis B setiap atitispenyakityangmebisadicegah, dan diobati. Menurut data, sekitar80% orang yang terinfeksi hepatitis terjadi"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia39

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020akibat kurangnya pencegahan dan n melalui kontak dengan cairan tubuhpasien, seperti darah dan produk darah, airliur, cairan serebrospinal, cairan peritoneum,cairan pleura, cairan amnion, semen, cairanvagina, dan cairan tubuh lainnya. Dalamperjalanannya, hepatitis B dapat menjadi akutdan kronis. Jika infeksi tidak sembuh dalamwaktu 6 bulan, maka infeksi virus dapatmerusak hati hingga menjadi sirosis. Sebelummenjadikronis,HepatitisBdapatdi-sembuhkan jika diterapi pada waktu yangtepat.Hepatitis B dapat dicegah dengan caramenghindari kontak langsung degan cairantubuh pasien terinfeksi HBV serta pemberian40 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020vaksin hepatitis B. Vaksin adalah zat atausenyawa yang berfungsi untuk membentukkekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.Vaksin bisa berisi bakteri atau virus yangdilemahkan. Ketika masuk ke dalam tubuh,vaksin akan merangsang sistem kekebalantubuh untuk memproduksi antibodi. Prosespembentukan antibodi inilah yang disebutimunisasi.Terdapat dua bentuk imunisasi, yakniimunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktifdicapai dengan memberikan vaksin hepatitisB. Vaksin tersebut berisi HBsAg dari serumpenderita hepatitis B yang dimurnikan ataudari hasil rekombinasi DNA sel ragi untukmenghasilkan HBsAg.Vaksin hepatitis B adalah vaksin yangaman dan efektif. Vaksin ini direkomendasikan"Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia41

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 2020untuk semua bayi saat lahir dan untuk anakanak hingga usia 18 tahun. Selain itu, Vaksinhepatitis B juga direkomendasikan untukorang dewasa yang memiliki faktor resikotertular virus hepatitis B. beberapa kelompokyang direkomendasikan antara lain :1. Semua bayi, dimulai saat lahir2. Semua anak usia di bawah 19 tahun yangbelum pernah divaksinasi3. Pasangan seksual yang rentan dari orangdengan hepatitis B positif4. Orang yang aktif secara seksual dan seringberganti pasangan5. Orang yang sedang pengobatan penyakitmenular seksual6. Pria yang berhubungan seks dengan pria7. Pengguna narkoba suntikan8. Kontak satu rumah dengan orang hepatitisB positif42 "Dokter Post" Media Informasi dan Komunikasi Dokter Indonesia

Lecture Notes : Update Tatalaksana Penyakit Hepatitis Kronik 20209. Petugas kesehatan10. Orang dengan penyakit ginjal stadiumakhir, termasuk pra-dialisis, hemodialisis,dialisis peritoneal, dan pasien dialisis dirumah11.

Kasus hepatitis B dan C di seluruh dunia hingga saat ini sudah mencapai 325 juta dengan kematian sekitar 900.000 orang per tahun. Prevalensi pasien hepatitis B di Indonesia masih tinggi. Menurut data Riskesdas, 10% orang di Indonesia menga-lami hepatit