Transcription

KAJIAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DILAHANBERKONTURAPIDIANTO ST., n pembangunan di lahan berkontur dapat berupa perencanaan kawasan yangluas, misalnya perencanaan kawasan perumahan atau kawasan dalam bentuk skala kecil.Permasalahan dalam melihat dan mengkaji bagaimana kita seharusnya bersikap dalammemanfaatkan lahan yang berkontur tersebut dalam rangka membuat perencanaan danmemdesain pada kawasan perumahan atau membangun rumah satu unit di lahanberkontur. Lahan sebagai tempat keberadaan bangunan ada yang rata dan ada yang tidakrata, lahan yang tidak rata seperti ini dalam istilah teknis biasa disebut dengan lahanberkontur. Yang hasilnya dapat digunakan sebagai suatu arahan dalam membuat desainlebih baik selanjutnya. Untuk mempermudah telaah dalam penelitian ini, peran metodemenjadi penting dalam mengungkap perencanaan membangun perumahan dan rumah dilahan berkontur, maka metode yang digunakan adalah metode observasi dengan studikasus. Sedangkan untuk menggali lebih dalam sesuai dengan topik maka telah obsevasistudi kasus dilakukan pada tiga studi kasus. Pertama, Pembangunan Perumahan PermataDepok Regency di Depok. Kedua, dengan mengambil beberapa contoh pemanfaatanlahan berkotur pada bangunan-bangunan yang telah berdiri kemudian ditelaah sertadianalisa sesuai dengan kondisi dari bangunan yang dibangun di lahan yang berkontur.Studi kasus ketiga, perencanaan rumah tinggal di Bogor, telaah ini merupakan proyek riil,yang masuk dalam katagori pembangunan rumah di lahan berkontur berundak. Darimasing-masing studi kasus ini terungkap bahwa perencanaan dan mendirikan bangunandi lahan berkontur jelas mempunyai keuntungan bila diolah dengan baik sesuai dengankaidah teknik perancangan. Salah satu keuntungan perencanan bangunan terutama rumahtinggal adalah kita dapat membuat desain ruang-ruang yang dapat diarahkan secara visualmenjadi arah yang mempunya pandangan terbaik/over view dari rumah ke lingkungansekitarnya yang lebih rendah.PENDAHULUANMembangun rumah di lahan berkontur sebetulnya lebih menguntungkan karena secaravisual dapat memanfaatkan arah pandang yang lebih leluasa dan dengan ketinggianrumah yang ada dapat memanfaatkan udara serta sinar matahari dapat diatur denganbaik. Apalagi bila kita membangun rumah bertingkat dua lantai biasanya denganmemanfaatkan kemiringan lahan maka ketinggian bangunan tidak melebihi dua tingkat.Membangun dan menghuni pada lahan berkontur sangat menguntungkan, karenaberhubungan langsung dengan dari rumah dengan tanah dan keberadaan rumah sejajardengan topografi tanah serta garis konturnya. Salah satu bentuk tapak yang memilikipotensi besar jika diolah dengan baik adalah tapak yang berada pada lahan yang beradadi lerengan. Hal ini disebabkan karena tapak berkontur memerlukan perlakuan khususdalam pengolahannya. Padahal disisi lain dengan lahan yang berkontur dan memilikikemingan sangat menguntukan dalam mengatasi dan mengatur pengolahan air. Di banyaktempat faktor lahan berkontur menjadi sesuatu yang menguntungkan bila diolah dengan1

benar. Tetapi sebaliknya, jika tidak diolah dengan benar lahan berkontur ini dapatmenjadi penghambat dalam merancang sebuah rumah yang berorientasi horizontal dandapat juga menyebabkan bencana alam.Tetapi tidak semua perencanaan pembangunanakan mendapatkan permukaan tapak yang rata, kadang kita dihadapkan dengan kondisitapak yang berkontur. Baik kontur yang landai atau kontur terjal bakan mungkinperencanaan pembangunan di atas bukit. Dan kita sebagai perencana haru dapatmemanfaatakan kondisi kontur yang seekstrim apapun guna mendapatkan hasilrancangan bagus dan mempunyai nilai lebih walau dengan tapak yang sulit.pembangunaan kawasan perumahan dengan lahan berkontur, merencanaan pembangunanrumah di lahan berkontur miring dan membangun rumah di lahan berkontur dengankondisi kontur berundak. Dan lebih lanjut peneliti akan melihat bagaimana membangundan pengolahan lahan berkontur serta tahapan yang perlu dilakukan untukmemaksimalkan potensi lahan terutama yang berkaitan dengan melihat topografi secarakeselurhan, pengolahan kontur dengan cut and fill, penanganan masalah di lerengan/kontur miring pada penentuan rancangan dan pembuatan pondasi, pencegahan erosi, jalurjalan, dan peletakan bangunan.KAJIAN PUSTAKAMembuat tempat bernaung atau Rumah adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukansebagai start awal sebuah keluarga. Hal tersebut dikarenakan pada proses pencarian lahanyang berhubungan terhadap jarak dari tempat mencari nafkah dan bisa juga disebabkanfaktor biaya yang biasanya menjadi sumber kendala utama. Membangun rumah dapatdilakukan dengan beberapa tahap, dengan mencari lahan terlebih dahulu yang disesuaikanterhadap posisi tempat mencari nafkah, kemudian melihat dan mencari ide untukpemenuhan kebutuhan rumah tinggal yang didambakan, baik dari bentuk bangunanmaupun ruang dan fungsi-fungsi yang akan dibutuhkan pada nantinya. Dalam prosesdesain, tidak menutup kemungkinan harus menyelaraskan terhadap lingkungan sekitarsebagai acuan bentuk dan tampilan dari rumah tinggal tersebut. Proses dalampembangunan dapat dilakukan dalam berbagai metode tahapan yang disesuaikan denganbudget terhadap kebutuhan ruang-ruang yang difungsikan terlebih dahulu. Tahapan dapatdimulai dari proses pondasi, konstruksi, dinding sekat pengisi dan detail-detail finishingyang nantinya akan memperindah rumah tersebut.Fungsi rumah bukan hanya sebagai tempat untuk tinggal dan berteduh.tapi terdapat fungsilain yang lebih penting dari itu. Bolehlah kalau kita mengkombinasikannya dengan TeoriHierarki Kebutuhan yang dicetuskan Abraham Maslow, untuk mengetahui berbagaimacam fungsi yang terdapat pada rumah. Rumah yang disebutkan disini bukan hanyasebuah bangunan tempat tinggal. Tapi meliputi komunitas keluarga yang tinggal. Untukmelindungi diri dari gangguan alam seperti hujan, badai, dan gangguan binatang. Seiringdengan perkembangan akal dan estetika, manusia membangun rumah dengan memahatbatu atau membuat rumah panggung yang sederhana. Jaman bergulir dan karena manusiasemakin pandai, bangunan rumah bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tapi jugamencerminkan kekayaan, kemewahan dan kemegahan.Rasa aman merupakan tingkat kedua kebutuhan manusia di dalam Teori HierarkiKebutuhan. Rasa aman disini bukan hanya secara fisik, tapi juga secara psikologis. Rasaaman dapat dicapai dengan keimanan dan ketakwaan. Setelah itu,dengan toleransi, empatidan tenggang rasa.Merasakan sakit apabila ada anggotanya sakit.2

Aspek sosial-ekonomi dan budaya dalam pengertian rumah merupakan dasar untukmenganalisa kegiatan penghuni. Rumah merupakan tempat berlindung, padaperkembangannya kemudian menjadi lambang kedudukan sosial, individu/ keluarga,tempat bekerja dan sebagainya. Aktivitas-aktivitas keluarga kemudian dikaitkan denganruang yang dibutuhkan untuk melaksanakannya dengan erat hubungan dengan ruang lainyang dibutuhkan sebagai kelengkapan sebuah rumah. Hubungan antara aktivitaspenghuni dengan fungsi ruang harus sudah jelas, diantaranya: Kegiatan fungsionalindividu dan kebutuhan ruang, Kegiatan fungsional bersama dan kebutuhan ruang,Kegiatan multifungsional dan kebutuhan ruang. Di sisi lain, kesibukan kehidupan di kotabesar cenderung membuat ruang keluarga tidak dapat berfungsi sebagaimana desainawalnya. Terkadang ruangan ini hanya digunakan sebagai tempat persinggahansementara. Penghuni rumah telah mempunyai kesibukan sendiri-sendiri. Di kamar pribadimereka pun telah tersedia fasilitas yang memenuhi kebutuhan mereka masing-masing.MendefInisikan lebih nyata suatu lingkungan perumahan yang layak tentunya mengalamibanyak kesulitan. Secara fisik lingkungan perumahan mempunyai tataguna tanah (landuse) tertentu, kepadatan berbeda, pola jalan tertentu, batas alamiah tertentu serta kondiditertentu dari unit tempat tinggal dan sejumlah ruang terbuka untuk tempat rekreasi bagipenghuninya. Lingkungan perumahan memegang peranan penting sebagai salah satu unityang membentuk kota. Oleh karenanya untuk menghasilkan suatu kota yang bersih,sehat, aman, tertib haruslah dimulai dari lingkungan perumahan. Lingkungan perumahanharuslah dilengkapi dengan tempat-tempat bermain, sekolahan, tempat perbelanjaan,taman-taman, tempat bekerja, dan lain sebagainya.Perencanaan suatu unit rumah tinggal sebaiknya dilaksanakan denganmempertimbangkan kebiasaan hidup, kebudayaan, tingkatan sosial dan lingkungansebelumnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan kualitaskenyamanan suatu rumah tinggal yaitu; privacy, sistem ventilasi (udara) yang baik,cahaya sinar matahari yang cukup dan pencahayaan (penerangan di dalam rumah),lingkungan sosial masyarakat, sedikit pencemaran kebisingan, dapat melihatpemandangan yang menarik, serta kebersihan halaman.Sementara faktor keamanan yang perlu diperhatikan adalah; kejelasan hirarki jalan (jalanprimer, sekunder), tersedianya jalan untuk mobil pemadam kebakaran/ambulance dansebagainya, pencegahan terhadap kemungkinan perampokan. Tanah berkontur danberbukit-bukit, yang membentuk gunung dan lembah merupakan tanda bahwa ada aliran/sistem drainase di permukaan bumi. Bukan hanya rumah yang dibangun secaraperseorangan, perumahan yang dikembangkan developer juga sengaja mengedepankankonsep perumahan berkontur. Untuk kasus rumah yang terletak di lereng, perlu dilihatsudut kemiringan lereng dan kondisi tanah. Jika lereng curam, tetapi struktur tanahkokoh, seperti karang atau cadas, maka hal itu masih diperbolehkan. Tetapi jika strukturtanah gembur, maka hal tersebut bisa membahayakan dengan melapis lereng denganbeton agar tidak longsor. Merekayasa Kondisi Natural. Seiring dengan perkembanganzaman, jika kita membangun rumah di atas lahan yang kurang baik, kita terpaksamerekayasa kondisi alam dengan menciptakan tambahnya, bisa dilakukan pengembangdengan membuat danau, air mancur, tanah yang di cut and fill.Kemiringan tanah yang akan penulis bahas antara 30 - 48 , dengan asumsi bahwa padakemiringan lebih dari 48 pada umumnya tidak dipergunakan sebagai lahan untuk tempattinggal karena terlalu curam. Faktor gradasi atau kemiringan kontur sangat3

mempengaruhi sistem utilitas terutama drainase, jika salah penempatan ruang 60 KajianTentang Penerapan Konsnep Split Level Pada Rumah Tinggal di Lahan Berkontur danLahan Datar pada gradien tertentu maka akan sangat mengganggu operasional sistemdrainase. Demikian juga pemandangan dari dan ke luar site akan terganggu atau tidakmaksimal. Dalam mengolah lahan yang memiliki kemiringan tertentu di perlukanperlakuan khusus yang berbeda dengan lahan yang memiliki permukaan rata. Denganproses perencanaan yang matang lahan berkontur dapat di manfaatkan sedemikian rupahingga dapat menghasilkan suatu proses perancangan bangunan yang khas dan memilikikarakter yang sesuai dengan lahan berkontur. Dengan menerapkan proses perancanganpada lahan Berkontur adalah sebagai berikut :1. Penggalian dan Pengurukan Tanah2. Dampak Bangunan terhadap lapisan tanah humus.3. Pemotongan tanah4. Pengurukan Tanah5. Pemadatan TanahPencegahan erosi dengan menggunakan bahan tambahan dapat dilakukan dengan pagarpalisade (pengembangan pagar anyaman tangkai), dengan bantalan hijau tunggal maupunberganda, atau dengan beronjong (gabion) yang ditanami sebagai berikut.PagarpalisadeBantalanhijautunggalSusunan beronjongsebagai tepiperairan yangGambar 1.ditanamiBantalanhijaubergandaIsometri bantalanhijau yangselesaiPencegahan Erosi Pada Lahan Berkontur dan GeotekstilKemungkinan lain untuk mencegah erosi ialah penggunaan jaringan baja tulangan atauconcrete lawn block yang diletakkan pada lerengan dengan kemiringan 2 : 3. jaringanbaja tulangan dipaku dengan kaitan baja tulangan ke dalam lerengan, sedangkan concretelawn block dipaku dengan cangkok yang mudah bertunas dan berakar. Kemudianjaringan baja tulangan maupun concrete lawn block diisi dengan tanah subur sehinggaperdu akan bertumbuh dengan baik dan mengikat lerengan dengan akarnya.METODE PENELITIANPendekatan yang digunakan untuk identifikasi, menganalisis dan memberikan pemecahanmasalah, kajian pendekatan teoritik dan pendekatan observasi akan dipakai untukmendukung kecermatan penelitian. Pendekatan teoritik yang digunakan adalah kajianmengenai lahan berkontur, yang dipakai adalah teori-teori yang ada dalam literatur danbrowsing internet untuk mendatkan gambaran mengenai kawasan yang memiliki danpermasalahan lahan berkontur dan strategi penanganannya.4

STUDI PEMBANGUNAN RUMAH DILAHANBERKONTURKemiringan tanah yang akan penulis bahas antara 30 - 48 , dengan asumsi bahwa padakemiringan lebih dari 48 pada umumnya tidak dipergunakan sebagai lahan untuk tempattinggal karena terlalu curam. Faktor gradasi atau kemiringan kontur sangatmempengaruhi sistem utilitas terutama drainase, jika salah penempatan ruang padagradien tertentu maka akan sangat mengganggu operasional sistem drainase.Gambar 2 Sistem peletakan bangunan di lahan rata, kontur dan lerenganUnsur-unsur pembentuk ruang secara vertikal dapat tercipta melalui penggunaan kolomdalam ruang, bidang-bidang vertikal (konfigurasi ’L’, konfigurasi ’U’), bidang vertikalyang sejajar dan empat buah bidang yang menutup suatu ruang. Hirarki ruang sangatberkaitan erat dengan pembeda ruang secara horizontal, dimana semakin tinggi level dariauatu ruang maka semakin tinggi pula makna secara kosmologi dari ruang tersebut.Bentuk rumah juga dapat menyesuaikan bentuk lahannya, hal ini sangat dimungkinkandengan tipe rumah yang akan dibangun dan orientasi terhadap iklim setempat.Gambar 3 Bentuk sengkedan rumah setelah selesai pembangunanPada lereng curam, penuh-bangku konstruksi biasanya diperlukan. Tanah yang digali daribukit adalah menyingkirkan sejauh mungkin dari jalan dan tidak digunakan sama sekalidalam fillslope. Terutama di lereng curam, dengan mengandalkan untuk mengisi bagiandari trailbed adalah ide yang buruk. Bahan lembut ini akan mengikis pergi dengan cepat,menciptakan lunak berbahaya menuruni bukit tempat di tepi jalan setapak. Jika mengisidigunakan, sering kali perlu diperkuat dengan boks mahal atau dinding penahan. Sebagai5

kemiringan lereng bukit menurun, hal itu menjadi lebih layak untuk menggunakan bahanmengisi sebagai bagian dari trailbed.Namun, meskipun memerlukan lebih lereng bukit penggalian, penuh-bangku trailbedsumumnya akan lebih tahan lama dan membutuhkan lebih sedikit pemeliharaan daribangku parsial konstruksi. Ada tradeoff, walaupun. Kendali-bangku konstruksi seringkali lebih mahal karena lebih banyak penggalian yang diperlukan, dan juga memberikanhasil yang lebih besar backslope. Sebagian besar jejak profesional biasanya akan lebihsuka bangku penuh konstruksi.Gambar 4 Sistem cut and fill lahan untuk meratakan tanahMenghuni lerengan sebenarnya sangat menguntungkan, karena hubungan langsung darirumah dengan tanah terjamin, seperti rumah sengkedan dengan kemiringan sejajartopografi tanah dengan garis konturnya. Suatu hunian yang tumbuh liar dan tidak teraturakan kehilangan anggota tubuh yang vital seperti jantung, paru-paru, hati dan sebagainya.Perumahan dengan topografi berkontur membentuk banyak punggung gunung danlembah sangat menguntungkan.Gambar 5 Sistem cut and fill lahan untuk meratakan tanahMenghuni lerengan sebenarnya sangat menguntungkan, karena hubungan langsung darirumah dengan tanah terjamin, seperti rumah sengkedan dengan kemiringan sejajartopografi tanah dengan garis konturnya. Suatu hunian yang tumbuh liar dan tidak teratur6

akan kehilangan anggota tubuh yang vital seperti jantung, paru-paru, hati dan sebagainya.Perumahan dengan topografi berkontur membentuk banyak punggung gunung danlembah sangat menguntungkan.Membangun rumah sengkedan di lerengan menguntungkan juga karena dengan tinggirumah yang biasanya tidak melebihi dua itngkat, terdapat pemukiman yang sangat padat.Dengan biaya bangunan yang lebih tinggi daripada rumah sederhana, tetapi jauh lebihrendah dari pada rumah susun bertingkat, dapat diciptakan kampong yang menghematlahan dengan kepadatan penghuni yang tinggi. Walaupun demikian, kebebasan/privasipada rumah dan halaman masing-masing terjamin, dan jika aturan ruang memenuhikebutuhan penghuni, maka kualitas kehidupan dapat ditingkatkan.Struktural-komponen mekanis dapat terdiri dari dinding penahan konvensional, baikpenopang gravitasi atau jenis, atau struktur tanah yang diperkuat. Struktural-mekanisdisebut teknik stabilisasi untuk dalam kasus di mana potensi untuk lereng mendalamgerakan atau tinggi, tegangan tanah lateral ada.Gambar 6 Sistem penempatan pondasi pada lahan berkonturTersirat dalam diskusi stabilitas lereng adalah efek air dan pentingnya drainase yangtepat. Mekanis struktur drainase, seperti culverts dan parit. Selain kontrol mekanikNamun, vegetasi dapat memberikan suatu bentuk "biologis" drainase melalui transpirasitanaman. Root sistem dapat secara efektif tanah dewater mantel aktif mereka selamamusim tanam, tetapi sering kali periode paling bahaya dari kegagalan dan erosi sloe tidaksesuai dengan periode transpirasi puncak.7

HASIL DAN PEMBAHASANLokasi pembangunan proyek Permata Depok Regency terletak di daerah Citayam denganluas lahan 261.517 m², dimana sebagian lahan merupakan kontur tanah dengankemiringan yang curam karena site berada di tepi jurang. Lingkungan disekitar proyekmerupakan lingkungan permukiman, stasiun kereta api, dan juga terdapat banyak lahanyang masih kosong. Dengan jalan utama Jl. Ratu Jaya dengan lebar 7 meter yang dibagimenjadi 2 jalur. Pekerjaan pengolahan tapak yang dimulai dari pembebasan lahan,pembentukan kulit, penetapan cluster rumah dan penataan hardscape dan softcapes padalahan perumahan Permata Depok Regency. Bangunan ini didirikan di atas lahan rawayang berlumpur, tanah merah yang keras, kontur yang curam dan pada site ini terdapatbanyak semak. Proyek pembangunan Permata depok Regency diperoleh melalui tendertertutup. Dimana PT. Ciptakarsa Hansaprima sebagai pemilik, kontraktor dan kontraktorutama. Dalam proyek ini PT. Ciptakarsa Hansaprima mencakup sebagai owner,Kontraktor Utama, Konsultan Perencana dan Manajemen Konstruksinya.Tahap pelaksanaan pembagunan ditandai dengan kegiatan desain engineering, pengadaanmaterial, penyusunan jadwal proyek, anggaran biaya, mobilitas tenaga kerja, pengadaanfasilitas pendukung, peralatan dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kegiatandari proyek tersebut. Merupakan kegiatan pengoperasian dari suatu proyek yangdibangun tersebut, apakah telah sesuai dengan gagasan awal serta fungsinya terhadapkepemilikan bangunan itu sendiri. Kegiatan perawatan dan pengontrolan terhadap kondisibangunan tersebut. Pelaksana utama bertugas merencanakan, menentukan metode kerjadan bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan proyek dilapangan yang sesuaispesifikasi dan ketepatan jadwal serta anggaran biaya yang ada dalam kontrak yangberlaku. Dalam pelaksanaan dilapangan, pelaksana utama memberi tugas atau melakukanopname pekerjaan mandor serta bertanggung jawab penuh terhadap site manajer(Manajer Utama).Dalam perumahan Permata Depok Regency ada beberapa wilayah yang konturnya harusdiperlakukan secara khusus, daerah-daerah tersebut diantaranya terdapat pada clusterEmerald dan Jade. Pada cluster Emerald kemiringan mencapai 10 , kemiringan tersebutmerupakan kemiringan yang sudah ideal untuk dijadikan tempat tinggal. Pada clusterJade, kemiringan lereng berkisar 36 yang merupakan kemiringan yang cukup curamuntuk dijadikan tempat tinggal. Pada cluster ini sangat riskan untuk terjadinya longsor,oleh sebab itu pihak pengembang berusaha untuk mengolah cluster tersebut agardiperoleh kemiringan yang ideal.KontureksisitingDaerahyang dicutDaerahyang difillGambar 7 Potongan site dengan sistem cut and fill.8

Kondisi site yang berada di lerengan membutuhkan perlakuan khusus dalampengolahannya. Beberapa hal yang dilakukan adalah: Sistem cut and fill, penggunaandinding penahan, sistem sengkedan, dan pemakaian pondasi yang menggunakan cerucuk.Dalam kerja praktek yang kami lakukan terdapat kendala tapak yang tidak dapatdiperlakukan secara biasa, satu-satunya cara yang dapat dilakukan yaitu menggunakansistem cut and fill. Pada proses ini pihak pengembang berusaha untuk menghitung berapabanyak tanah yang akan dicut dan berapa banyak pula yang akan difill, karena volumetanah yang akan dipakai fill harus sama dengan volume tanah yang dicut.Tahap ini pengembang melakukan cut pada beberapa bagian site yang dianggap lebihtinggi elevasinya dibandingkan dengan yang lain. Alat berat yang digunakan pada tahapini yaitu eskavator. Setelah tanah dikeruk oleh eskavator, kemudian tanah diangkutmenggunakan truk ke daerah yang akan di fill. Pada tahap ini biasanya akan timbulbanyak kendala diantaranya jalan yang terlalu kecil untuk dilewati truk, jalan yang kotorakibat tanah yang berjatuhanGambar 8 Eskavator yang sedang mengeruk tanah untuk fill dan tanah diangkut olehtruk untuk dipindahkan ke lokasi site lainLahan dengan kondisi miring dapat kita temui dan tidak perlu jauh-jauh. Lihat saja konturgeografis di kawasan Puncak, Cianjur di propinsi Jawa Barat. Kontur berbukit, lereng,dan lembah menjadikan pendirian bangunan di kawasan tersebut berada di bidang tanahmiring (slope). Dilihat dari persoalan posisi bidang tanah yang berkontur miring,sebetulnya hal yang paling penting dimengerti adalah keselarasan bidang tanah dengankeadaan sekitar, artinya bidang yang akan dibangun dengan lingkungan sekitar harusseimbang. Dari situ bisa diambil kesimpulan bahwa membangun rumah di puncak sebuahbukit, di sekitar lereng, atau di lembah mengundang bahaya sendiri. Ada teknik-teknikpenyelesaian untuk menghindari dari longsoran tanah, yaitu dengan membuat konstruksidinding penahan tanah. Dinding penahan tanah secara buatan digunakan di dalambangunan yang berhubungan langsung dengan ruang-ruang dalam.Gambar 9 Rumah di lahan miring9

Posisi lahan yang mempunyai kemiringan cukup signifikan atau lahan berada di sebuahpuncak bukit, perlu perhatian khusus dan penangan yang lebih ekstra baik darilingkungan serta bentukan fisik. Pada lahan-lahan seperti ini perlu dibuat penanganandengan penanaman banyak pohon di sekitar bangunan.Lahan berkontur dengan kemiringan lereng yang berada di kawasan perbukitan danpuncak yang pada umumnya berada di dataran tinggi biasanya jauh dari keramaian.Suasana tenang, suhu yang sejuk dan segar, membuat kita betah dan ingin lama-lamatingal di tempat tersebut. . Lahan berkontur miring di pegunungan secara teknis dan biayamempunyai kekurangan. Tetapi dengan penanganan yang tepat faktor teknis dan biayayang mahal dapat ditangani dan kelebihan dari lahan miring bila dirancang dengan baikakan mendapat akan over view yang maksimal.Membangun rumah di atas lahan berkontur yang signifikan akan sangat kaya kreasiruang, mengingat pemanfaatan lahan di tanah berkontur menciptakan ruang yang dapattersembunyi di antara ruang lainnya. Misalnya rumah tinggal berlantai tiga. Di atas tanahberkontur akan terlihat hanya dua lantai karena satu lantai lainnya berfungsi sepertibasement atau lantai bawah tanah. Padahal, basement ini memanfaatkan tanah yangcekung dari permukaan. Dibandingkan dengan rumah yang berada di atas tanahberkontur, perbedaannya menjadi tambah tajam karena ketinggian tanah yang tak sama.Rancangan rumah pun harus disesuaikan terutama dengan menambah tangga. Walaupunbanyak perancang dengan keahliannya dapat membaurkan perpindahan ketinggian lantaidengan bentuk-bentuk split level atau mezzanine.Gambar 10 Memanfaatkan lahan berkonturTahap awal dalam pembuatan rancangan rumah kita harus mengerti mengenai kondisieksisting dari lahan dimana bangunan akan didirikan. Pengetahuan awal ini dapatdilakukan dengan studi peninjauan lokasi. Dengan membawa peralatan ukur yang palingdasar untuk digunakan, diantaranya; meteran dan waterpas. Hubungan ruang-ruang yangdikehendaki adalah simpel dan menghindari pencapaian ruang melewati ruang lain atauruang perantara. Sehingga diharapkan tidak ada koridor di dalam rumah. Hubunganhorisontal setiap lantai berbentuk langsung demikian juga hubungan vertikal antara lantaibangunan juga berbentuk langsung menuju ruang-ruang yang dikehendaki. Teras depansebagai foyer merupakan ruang publik yang semua orang dapat menempati dan melaluiruang ini. Sedangkan ruang-ruang over view seperti teras atas dan balkon merupakanruang-ruang privat dan individual dan hanya dapat ditempati oleh mereka yang beradapada sebelah ruangnya. Artinya hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menempatiruang balkon tersebut.10

Data dari informasi yang didapat dalam pengukuran memungkin arsitek dapat merencangdengan baik bila informasi didokumentasikan dengan jelas. Berdasarkan pendataanbahwa kondisi kontur dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, pada level ini diukurdari kontur jalan. Dengan kondisi seperti ini tidak memungkinkan dibuat perbedaan leveldengan konsep raam atau split level setengah lantai pada bordes. Padahal dengan konsepraam atau split level setengah lantai sangat menguntungkan karena pemakai bangunantidak terasa kalau dia telah sampai pada lantai tertentu, karena perubahan ketinggianlantai seakan-akan hanya setengah lantai. Maka konsep yang diterapkan disini adalahmembuat olahan perencanaan yang sedikit mungkin melakukan pekerjaan pematangantanah. Dengan kondisi berundak dan tidak miring pada kontur tapak, maka pengkupasankedataran lantai dapat memanfaatkan kondisi yang ada secara eksisting.Bila dilihat dari tampak keseluruhan pada kontur terbawah akan kelihat bangunan empatlantai yang tinggi. Dari tampak ini, ketinggian bangunan jadi vertikal view. Tapi pada sisiini pula keuntungan over view dapat dimanfaatkan lebih baik dibanding dengan rumahrumah dengan posisi tanah datar. Karena dengan tanah datar, pandangan dengan sekitarmenjadi datar, sebaliknya dengan pandangan seperti ini mempunyai kelebihan pada overview ke arah depan yang maksimal, yaitu kebawah lebih leluasa.Dengan perbedaan ketinggian pada kontur dibawahnya dapat dimanfaatkan sebagai view.Keinginan dari owner menghendaki setiap kamar tidur sedapat mungkin dibuat bukaandengan arah over view terbaik, sehingga dari ruang tersebut dapat melihat alamsekelilingnya. Dan pada setiap ruang yang mempuyai view terbaik juga dibuat balkonsebagai cara untuk menikmati suasa yang lebih dari over view yang ada.Gambar 11 Tampak bangunan mempunyai over view terbaikLahan berkontur bila dioleh dan dapat memanfaatkan dengan baik sangat pengutungkandari over view yang akan didapat dan dari aristektural. Kelebihan dari kondisI tanahberkontur antara lain adalah kita dapat mendapatkan arah mendang lebih baik terutama kearah depan apalagi arah depan tersebut lebih rendah dari skala visual kita. Sehinggadengan kondisi seperti ini pemandangan dan arah pandangan di depan kita dapatdinikmati secara maksimal dan leluasa dibanding dengan skala pandang yang sejajar arahmata.11

Selain kelebihan dari lahan berkontur seperti telah ditelaah diatas, kondisi lahanberkontur juga memperlukan penanganan khusus dibandingkan dengan kondisi tanahdatar. Tahan berkontur miring landai dapat dimanfaatkan dengan cut and fill ringan untukraam, sedangkan kontur dengan miring sedang dapat dilakukan membuat cut and fill.Pengolahan kontur miring sedang yang paling ekonomis dengan melakukan perbedaantinggi lantai dengan split lever setengah lantai. Sedangkan kontur dengan kontur miringcuram harus dilakukan cut and fill, untuk mendapatkan muka tanah sampai padaketinggian dari bangunan yang dikehendaki, kondisi seperti ini penangananya lebihmahal secara ekonomis. Tapi bila kondisi tanah stabil dan bagus secara visual sangatmenguntungkan, karena akan mendapatkan arah over view yang paling maksimal.Lahan berkontur berundak vertikal kendala yang akan ditemuai dalam desain adalah akanterjadi permukaan tanah vertikal akan berhubungan dengan dinding bangunan. Karenadinding yang berhungan dengan tanah secara langsung akan berpengeruh pada kualitasdinding. Apalagi bila cuaca hujan, maka dinding vertikal akan basah dan akan diteruskanke dinding vertikal.KESIMPULAN DAN SARANBahwa permukaan bumi tempat kita berpijak tidak semuanya rata. Ada beberapa daerahatau kawasan mempunyai lahan yang tidak rata, dalam istilah teknisnya sering dikenaldengan lahan berkontur. Permukaan lahan berkontur mempunyai kekurangan dankelebihan untuk mendirikan bangunan. Bagi yang mengerti dalam mendesain bangunan,permukaan lahan berkontur merupakan potensi yang mempunyai kelebihan.Salah satu keuntungan lahan berkontur adalah dapat dengan mudah untuk sistemdrainase. Sedangkan keuntungan lainya diantaranya; dapat dibuat rumah split level,rumah sistem raam. Kedua jenis rancangan ini menjadikan rumah nampak lebih dinamis.Banyak sistem dan bahan kontruksi yang dapat digunakan untuk mengatasi tanahberkontur, baik yang alami atau buatan. Yang terpenting penggunaannya harus tepat dansesuai dengan kondisi lingkungan dan kemampuan dari lahan. Bahan-bahan tersebut bisapondai teras sering buatan dengan batu dan beton atau dengan teras sering dari bahanalami yaitu dari pohon dan rerumputan.Kelebihan lahan berkontur dapat membuat bangunan tingkat/ berlantai banyak terlihattidak setinggi rumah di lahan yang datar. Karena sebagian lantai tertutupi oleh lahan yanglebih tinggi atau karena adanya bassement pada lantai yang dibawah lahan berkonturdiatasnya. Tapi sebaliknya bila rumah berada di lahan berkontur lebih tinggi dari jalandan sekitarnya maka rumah akan terlihat tinggi.Dari beberapa keuntungan yang ada, bahwa lahan berkontur jelas akan mendapatkanview lebih baik dari pada view di lahan datar, karena view akan lebih jelas disebabkanpermukaan di lahan berkontur akan mendapatkan ketinggian yang dapat dimanfaatkanmenjadi over view.Rumah yang dibangun di atas tanah berkontur akan sangat kaya kreasi ruang, mengingatpemanfaatan lahan di tanah berkontur menciptakan ruang yang dapat tersembunyi diantara ruang lainnya. Misalnya rumah tinggal berlantai tiga. Di atas tanah berkontur akan12

terlihat hanya dua lantai karena satu lantai lainnya berfungsi seperti basement atau lantaibaw

lahan berkotur pada bangunan-bangunan yang telah berdiri kemudian ditelaah serta dianalisa sesuai dengan kondisi dari bangunan yang dibangun di lahan yang berkontur. Studi kasus ketiga, perencanaan rumah tinggal di Bogor, telaah ini merupakan proyek riil, yang masuk dalam kat