Transcription

PANDUANPENGELOLAAN PENDIDIKAN KLINISRUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KANJURUHANKABUPATEN MALANG

PEMERINTAH KABUPATEN MALANGRUMAH SAKIT UMUM DAERAH KANJURUHANJalan Panji No.100 Telp (0341) 395041 Fax (0341) 395024E-mail: [email protected] Website: http://rsud-kanjuruhan.malangkab.go.idKEPANJEN 65163KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KANJURUHANKABUPATEN MALANGNOMOR :188.4/3.A/KEP/35.07.208/2019TENTANGPANDUAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN KLINISDI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KANJURUHANKABUPATEN MALANGDIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KANJURUHANKABUPATEN MALANGMenimbang: a.b.Mengingat: 1.2.3.4.5.6.7.8.Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu uhan,diperlukansuatuprosespendidikankesehatan yang professional serta sesuai denganketentuan dan standar yang berlakuBahwa untuk kepentingan tersebut diatas, perluditerbitkan Keputusan Direktur Tentang PanduanPengelolaan Pendidikan Klinis di Rumah Sakit UmumDaerah Kanjuruhan Kabupaten Malang.Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan.Undang-undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang RumahSakit.Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2013 tentangPendidikan KedokteranUndang-undang RI Nomor 36 Tahun 2014 tentang tenagaKesehatanUndang-undang RI Nomor 38 Tahun 2014 tentangKeperawatanPeraturan Pemerintah Nomor 93 Tahun 2015 tentangRumah Sakit KES/SK/XII/2008tentangPedoman,Kalasifikasi dan Standar Rumah Sakit PendidikanPeraturan Bupati Malang Nomor 33 Tahun 2014 tentangOrganisasi Perangkat Daerah Rumah Sakit Umum DaerahKanjuruhan.ii

MEMUTUSKAN :Menetapkan:Kesatu: Panduan Pengelolaan Pendidikan Klinis di Rumah Sakit UmumDaerah Kanjuruhan Kabupaten Malang: Panduan Pengelolaan Pendidikan Klinis di Rumah Sakit antum dalam lampiran Keputusan ini.: Panduan Pengelolaan Pendidikan Klinis di Rumah Sakit UmumDaerah Kanjuruhan Kabupaten Malang ini apabila diperlukandapat dilakukan perubahan sesuai dengan perkembangan yangada di Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan KabupatenMalang.: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, denganketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan, akandiadakan perbaikan sebagaimana mestinya.Ditetapkan di: KepanjenPada Tanggal: 8 Januari 2019KeduaKetigaKeempatDIREKTUR RSUD KANJURUHANKABUPATEN MALANGdrg. MARHENDRAJAYA, MM, Sp.KGPembina Tk.INIP. 196612041992031004iii

BAB IDAFTAR ISIDEFINISI .1BAB IIRUANG LINGKUP .4BAB IIITATA LAKSANA .10BAB IVDOKUMENTASI .14iv

BAB IDEFINISIA. PengertianPendidikan klinis di Rumah Sakit mempunyai fungsi sebagaitempat pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan dikanberkelanjutan dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesidengan mengutamakan tata kelola klinis yang baik, perkembanganilmu dan teknologi kedokteran serta kesehatan lain yang berbasisbukti dengan memperhatikan aspek etika profesi dan hukumkesehatan.Pengelolaan pendidikan klinik dapat diartikan sebagai prosespembelajaran peserta pendidikan untuk mencapai kompetensi yangtelah ditetapkan sesuai dengan kewenangan tingkat pendidikannya.Pembelajaran klinik merupakan satu kesatuan proses pembelajaranyang dimulai di kelas dan dilanjutkan di klinik / Rumah ampembelajaran pendidikan klinik. Pembelajaran klinik atau pengajaranklinik adalah proses belajar mengajar untuk mencapai kompetensiklinik sesuai dengan kurikulum. Pembimbing klinik untuk doktermuda adalah Dokter spesialis dan untuk profesi kesehatan lain akanmenyesuaikan bidang praktek peserta pendidikan klinik yang akanmembimbing peserta pendidikan klinik selama masa praktek dirumah sakit dan merupakan seseorang yang bertanggung jawab anakanbimbingan pembelajaran klinik dalam bentuk tindakan sertapendidikan secara optimal agar mampu mencapai kompetensi yangditetapkan. Peserta pendidikan klinik adalah seseorang yang sudahdinyatakan boleh mengikuti praktek klinik di rumah sakit sesuaipersyaratan oleh Rumah Sakit dan Institusi pendidikan. Pedomanpembelajaran klinik / log book adalah buku yang berisi tuntunan1

pembelajaran dan kompetensi yang akan dicapai oleh pesertapendidikan klinis selama proses pembelajaran dan kompetensi klinikPedoman / Modul pembelajaran / log book disusun oleh pembimbingdan Institusi pendidikan yang disesuaikan dengan kompetensi sertakewenangan dokter. Sebelum peserta pendidikan klinis melakukankegiatan di rumah sakit agar saat pembimbingan, pembimbing embimbingan pada peserta didik. Metode penugasan adalah suatubentuk bimbingan yang diberikan kepada peserta pendidikan klinisdengan memberikan kegiatan mandiri, peserta pendidikan klinis diRSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang membuat beban ilmiah berupaReferat, Presentasi Kasus, Ujian kasus untuk dokter muda, utiprosespendidikan klinis di RSUD Kanjuruhan KAbupaten Malang.B. Tujuan Pendidikan Klinisa.Tujuan Umum :Praktek kelanjutan dari belajar di kampus yang berupa teori apkan oleh institusi pendidikan seoptimal mungkinb. Tujuan Khusus :1. Meningkatkan mutu profesionalisme dan keselamatan pasienyang lebih tinggi di bidang kesehatan di Rumah Sakit2. i peserta didik3. ndidikan klinis diharapkan mampu memberikan pelayanankepada pasien-pasien4. Mayarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatanbermutu dari Rumah Sakitmah Sakit Emanuel2yang

5. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan terintegrasi denganmengutamakan tata kelola klinis yang baik3

BAB IIRUANG LINGKUPUntuk penyelenggaraan pendidikan klinis di rumah sakit, para pihakharus mendapat informasi lengkap tentang hubungan dan tanggung jawabmasing-masing antara institusi pendidikan dan rumah sakit sebagai lahanpelaksanaan pendidikan untuk peserta pendidikan klinis sehingga elenggaraanpendidikan klinis di rumah sakit yang harus konsisten dengan visi-misirumah sakit dan komitmen pada mutu dan keselamatan pasien sertakebutuhan pasien.Rumah sakit mendapat informasi tentang output dengan kriteriakriteria yang diharapkan dari institusi pendidikan dan pendidikan klinisyang dilaksanakan di rumah sakit untuk mengetahui mutu pelayanandalam penyelenggaraan pendidikan klinis di rumah sakit.Melihat kenyataan bahwa dengan berkembangnya ilmu pengetahuanpada institusi pendidikan khususnya yang mengkait dengan kesehatanmulai menerapkan praktek klinik pada dokter muda, Perawat, Petugaspenunjang kesehatan lain untuk mengaplikasikan ilmu yang telah aiinstitusinonpendidikan menjadi salah satu tempat yang sudah diperhitungkan sebagailahan praktek, oleh karena itu Rumah Sakit Umum Daerah KanjuruhanKabupaten Malangdipandang memenuhipersyaratan sebagai lahanpraktek.A. TIM KOORDINASI PENDIDIKAN (TIMKORDIK)1. Dalam rangka melaksanakan koordinasi terhadap seluruhproses pembelajaran klinik di RSUD Kanjuruhan KabupatenMalang, dibentuk Tim Koordinasi Pendidikan2. Tim Koordinasi Pendidikan dibentuk oleh Direktur RSUDKanjuruhan Kabupaten Malang dan bertanggung jawab kepadaRSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang dan Pimpinan InstitusiPendidikan4

3. Tim Koordinasi Pendidikan merupakan unit fungsional danberkedudukan di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang4. Tugas, wewenang, masa tugas dan keanggotaan Tim KoordinasiPendidikan adalah sebagai berikut :a. Tugas Tim Koordinasi Pendidikan :1) Tim Koordinasi Pendidikan bertanggung jawab kepadaDirektur RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang danPimpinan Institusi Pendidikan terkait dalam pelaksanaantugasnya2) Bertanggungjawabterhadapkelancaranprosesmanajemen praktik klinik mahasiswa di wahana klinik(rumah sakit)3) Bertanggungjawab terhadap monitoring dan evaluasikegiatan praktik klinik mahasiswa di wahana klinik(rumah sakit)4) Berkoordinasi dengan institusi pendidikan terkait endidikan terkait) dalam membuat program kerja dananggaran kebutuhan praktik klinik5) Bertanggung jawab melaporkan hasil kerja secara berkalakepada Direktur RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malangdan Pimpinan Institusi Pendidikanb. Wewenang Tim Koordinasi Pendidikan :1) Mengusulkan keanggotaan Timkordik kepada Direktur RSUDKanjuruhan Kabupaten Malang, serta berkoordinasi dengan pihakinstitusi pendidikan dalam menunjuk wakilnya dalam bagiankeanggotaan Timkordik2) Mengusulkan nama Pembimbing klinik yang sesuai ebagaipembimbing klinik mahasiswa3) Membuat program kerja dan anggaran kebutuhan praktik kliniksehubungandengankesinambunganpraktik klinik5pelaksanaanbimbingan

c. Masa Tugas Tim Koordinasi Pendidikan :1) Masa tugas Timkordik dimulai dari disahkannya surat kebijakanDirektur RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang2) Masa tugas Timkordik 3 tahun sekali dan dapat dipilih kembalisesuai dengan regulasi yang berlaku di RSUD KanjuruhanKabupaten Malangd. Keanggotaan Tugas Tim Koordinasi Pendidikan :1) Ketua merangkap sebagai anggota berasal dari unsur RSUDKanjuruhan Kabupaten Malang2) Sektretaris merangkap sebagai anggota berasal dari unsur RSUDKanjuruhan Kabupaten Malang3) Bendahara merangkap sebagai anggota berasal dari unsur RSUDKanjuruhan Kabupaten Malang4) Anggota terdiri dari pembimbing klinik/CI di masing-masinglab/ruangan/instalasi dan perwakilan dari institusi pendidikanB. PEMBIMBING KLINIK1. Kriteria pembimbing klinika. Staf yang kompeten/qualifiedb. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal satu tingkat diataspeserta didikc. Memiliki pengalaman kerja 5 tahund. Memiliki surat tanda registrasi (STR)e. Memiliki surat penugasan kerja klinis (SPKK) dan rinciankewenangan klinis (RKK)f. Memiliki sertifikat pelatihan CI/perceptorship/pekerti/AppliedAproachg. Memiliki sertifikat pelatihan OSCE bagi penguji2. Tugas dan tanggungjawab pembimbing klinika. Mengorientasikan peserta didik tentang ruangan yang peraturan yang berlaku di rumah sakitb. Merencanakan model bimbingan klinik yang sesuai bagi pesertadidik6

c. Menyusun program kegiatan untuk peserta didik meliputipeningkatan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikapd. Melakukan peran pengajaran dan sebagai role model bagipeserta didike. ngan klinik dan membuat lap[oran tentang penilaianpeserta didik.3. Wewenang Pembimbing Klinika. Memfasilitasi peserta didik mencapai kompetensi yangditetapkan.b. Melakukan verifikasi pencapaian kompetensi peserta didikdengan mengisi buku kerja harian sesuai tingkat kompetensiyang dicapai.c. Melakukan tutorial klinik menggunakan kasus yang telahditentukan.d. Melakukan verifikasi terhadap laporan kasus yang dibuatpeserta didik sebelum diserahkan ke dosen pembimbing klinik.e. Mengisi lembar penilaian peserta didik selama rotasi.C. PESERTA DIDIK1. mengikuti satu kali orientasi dari rumah sakit, dan rumah telahmengikuti orientasi tersebut. Materi orientasi meliputi:a. Profil RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malangb. Refreshing sumpah peserta didik dalam menjaga kerahasiaanpelayanan dan dokumen rekam medis pasienc. Sosialisasi PPI (Pencegahan & Pengendalian Infeksi)d. Sosialisasi KPRS (Keselamatan Pasien Rumah sakit)e. Sosialisasi K3 (Kesehatan & Keselamatan Kerja)f. Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO)2. Peraturan bagi peserta didik selama melaksanakan praktik klinik :a. Kewajiban Peserta PKL7

1) Menjunjung tinggi nilai – nilai ke Rumah Sakitan : Cinta Kasih,Tulus Ikhlas, Kejujuran, Profesional dan kebersamaan2) Mematuhi segala tata tertib dan peraturan yang berlaku diRumah Sakit3) Memelihara hubungan baik dengan tenaga/Karyawan RumahSakit ( sopan , tegur sapa dll )4) Menjaga Nama baik Rumah Sakit5) Menjaga / ikut memelihara kebersihan Rumah Sakit , termasukikut berhemat dalam menggunakan fasilitas Rumah Sakit, Air,listrik dll.b. Tata Tertib Peserta Pkl/Coass1) Memakai seragam, sepatu sesuai dengan Institusi Pendidikandan tanda pengenal serta jam tangan.2) Jam Kerja di RSUD Kabupaten MalangPagi Jam: 07.00 - 14.00 WIBSore: 14.00 - 21.00 WIBMalam: 21.00 - 07.00 WIBDiharapkan hadir 15 menit sebelumnya.3) Mengikuti Apel Pagi Jam 07.00 bagi yang dinas pagi.4) Setiap datang dan pulang harus mengisi daftar hadir / presensidi ketahui Oleh Pembimbing atau Petugas yang didelegasikan.5) bing.6) Membawa buku Panduan dan alat Pemeriksaan fisik dasar (Stetoskop, Tensimeter Aneuroid, Thermometer , Penlight )7) tan RS8) Tidak boleh menulis catatan pasien di dokumen Rekam Medik9) Tidak boleh menyampaikan diagnosa pasien pada keluargaataupun pasiennya sendiri, yang berwenang hanya DPJP10) Wajib menjaga kerahasiaan informasi medik pasien11) Selalu memperkenalkan diri pada pasien / keluarga pasien12) Dilarang membawa HP saat dinas (PKL)8

13) Tidak Merokok di Lingkungan Rumah Sakit14) Peserta didik wajib menjaga mutu rumah sakit denganmeningkatkan kepatuhan cuci tangan, penggunaan APD danmelakukan SKP dan meminimalkan insiden keselamatanpasien.15) Parkir dengan tertib pada tempat yang telah ditentukan16) Pelanggaran terhadap salah satu tata tertib tersebut akanberdampakpada sanksi yang dikenakan sesuai aturan yang berlaku :a) Apabila tidak masuk tanpa keterangan wajib mengganti 3harib) Apabila tidak masuk dengan alasan ijin harus denganpersetujuan pembimbing baik dari Institusi maupun dariRSUD Kanjuruhan maka wajib mengganti 2 hari.c) Apabila tidak masuk dikarenakan sakit harus menyertakansurat keterangan dokter dan wajib mengganti prakteksesuai surat sakitnya.d) Penggantian jadwal dinas harus berdasarkan persetujuanresmi (surat resmi ) dari Institusi dan Rumah Sakite) Tidak boleh mengganti jadwal dinas pada saat pelaksanaanPKLf) Sanksi sanksi : Teguran lisan Teguran tertulis Pengembalian ke Institusi9

BAB IIITATA LAKSANAA. PERSIAPAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA PENDIDIKANKLINIS DI RSUD KANJURUHAN1. Timkordik menindaklanjuti disposisi dari wadir administrasi dankeuangan perihal surat permohonan pelaksanaan praktek klinikdari institusi pendidikan.2. Timkordik berkoordinasi dengan pembimbing dan kepala ipendidikan3. uhan Kabupaten Malang4. Penerimaan peserta pendidikan klinik dan selanjutnya diserahkanke dokter pembimbing klinik untuk pelaksanaan praktek danpeserta pendidikan profesi kesehatan lain ke pembimbing klinikmasing -masing profesi5. Pada akhir pelaksanaan praktek, peserta pendidikan klinikmenyerahkan hasil refleksi kasus selama pelaksanaan praktek,referat untuk dokter muda dan kompetensi yang sudah dilakukanselama praktek (Foto copy logbook)6. Membuat sertifikat hasil dari orientasi peserta peserta didik7. Melakukan penagihan biaya praktek peserta pendidikan klinik keinstitusi pendidikanB. SUPERVISI KLINIK1. PengertianSupervisi adalah mengamati, mengawasi, atau membimbingdan menstimulir kegiatan-kegiatan peserta didik dengan maksuduntuk perbaikan.10

Supervisi diperlukan untuk memastikan asuhan pasien yang amandan merupakan bagian proses belajar bagi peserta levelkompetensinya.Setiap peserta pendidikan klinis di rumah sakit mengerti prosessupervisi klinis, meliputi siapa saja yang melakukan supervisi danfrekuensi supervisi oleh staf klinis yang memberikan pendidikanklinis. Pelaksanaan supervisi didokumentasikan dalam log bookpeserta didik dan staf klinis yang memberikan pendidikan klinis2. TujuanMetode evaluasi bagi peserta didik dalam melakukan semuaproses kegiatan belajar mengajar untuk menunjukkan kompetensimereka3. ProsedurPenetapan tingkat supervisi peserta didik dilakukan oleh stafklinis yang memberikan pendidikan klinis, setelah perangkatevaluasi pendidikan yang dibuat oleh institusi pendidikan.4. Tingkatan SupervisiTerdapat 4 (empat) tingkatan supervisi yang disesuaikandengan kompetensi dan juga kewenangan peserta didik sebagaiberikut :a. Supervisi tinggi: kemampuan asesmen peserta didik belumsahih sehingga keputusan dalam membuat diagnosis danrencana asuhan harus dilakukan oleh dokter penanggungjawab pelayanan (DPJP). Begitu pula tindakan medis danoperatif hanya boleh dilakukan oleh DPJP. Pencatatan padaberkas rekam medis harus dilakukan oleh DPJP;11

Peserta didik yang tergolong pada level supervisi tinggi iniadalah:1) Pendidikan Profesi Dokter : (Koas)2) Pendidikan Profesi Keperawatan, Kebidanan & PPA LainnyaLainnya : S1. Keperawatan & Kebidanan Program Diploma.III Keperawatan, Kebidanan & PPALainnya Program Diploma.IV Keperawatan, Kebidanan & PPALainnyab. Supervisi moderat tinggi: kemampuan asesmen peserta usan belum sahih sehingga rencana asuhan yang dibuatpeserta didik harus disupervisi oleh DPJP. Tindakan medis danoperatif dapat dikerjakan oleh peserta didik dengan supervisilangsung (onsite) oleh DPJP. Pencatatan pada berkas rekammedis oleh peserta didik dan diverifikasi dan divalidasi olehDPJP;Peserta didik yang tergolong pada level supervisi moderat tinggiini adalah: Pendidikan Profesi Dokter (PPDS/dokter residen)c. Supervisi moderat: kemampuan melakukan asesmen sudahsahih, tetapi kemampuan membuat keputusan belum rsetujuan DPJP sebelum dijalankan, kecuali pada kasusgawat darurat. Tindakan medis dan operatif dapat dilaksanakanoleh peserta didik dengan supervisi tidak langsung oleh DPJP(dilaporkan setelah pelaksanaan). Pencatatan pada berkasrekam medis oleh peserta didik dengan verifikasi dan validasioleh DPJP;Peserta didik yang tergolong pada level supervisi moderat iniadalah: Pendidikan Profesi Dokter (PPDS/dokter residen)d. Supervisi rendah: kemampuan asesmen dan kemampuanmembuat keputusan sudah sahih sehingga dapat membuat12

i legitimasi tetap harus melapor kepada DPJP.Tindakan medis dan operatif dapat dilakukan dengan supervisitidak langsung oleh DPJP.Peserta didik yang tergolong pada level supervisi rendah iniadalah: Pendidikan Profesi Dokter : (PPDS/dokter residen)13

BAB IVDOKUMENTASI1. SK pembimbing klinik2. Surat pengantar dan daftar nama peserta pendidikan klinis3. Buku panduan4. Logbook supervisi14

kewenangan dokter. Sebelum peserta pendidikan klinis melakukan kegiatan di rumah sakit agar saat pembimbingan, pembimbing klinik sudah mempunyai konsep yang jelas dalam melakukan pembimbingan pada peserta didik. Metode penugasan adalah suatu bentuk bimbingan yang di