Transcription

PERAN LEMBAGA AGRIBISNIS PADA SUBSISTEM HULUTANAMAN HORTIKULTURA DI DESA BONTOMARANNUKECAMATAN ULUERE KABUPATEN BANTAENGKARTINA105960142113PROGRAM STUDI AGRIBISNISFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR2018

PERAN LEMBAGA AGRIBISNIS PADA SUBSISTEM HULUTANAMAN HORTIKULTURA DIDESABONTOMARANNUKECAMATAN ULUERE KABUPATENBANTAENGKARTINA105960142113SKRIPSISebagai Salah ta Satu (S- 1)PROGRAM STUDI AGRIBISNISFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR2018

PERNYATAANMENGENAI SKRIPSIDAN SUMBER mkandalamdaftarpustaka di bagianakhirskripsiini.Makassar ,Februari2018Kartina105960142113

RIFIN FATTAHdanANDI RAHAYU apadalembagayangadadiDesaBontoMarannuKecamatanUlu ankriteriatertentu. ktiga orangyang tergabungdalamlembaga yang ada, yaitulembaga Balai PenyuluhanPertanianPerikanan dan Kehutanan, Koperasi Unit Desa nUlu Ere KabupatenBantaeng.Tehnikanalisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahanalisisdeskriptif kualitatifyaitu analisis data yang dilakukan dengan memaparkankejadian yang diperoleh dari lapangan yang kemudian dianalisis dan dinarasikansesuai dengan mekanisme penulisan skripsi.Hasil penelitian menunjukkan peran dari lembaga dari BalaiPenyuluhanPertanian Perikanan dan Kehutanan, Koperasi Unit Desa anbudidayatanamanhortikultura.Kata kunci : Peran,Lembaga,Subsistem Hulu,Hortikultura

KATA nuKecamatanUlu Ere Muhammadiyah smenyampaikanucapanterimakasihkepadayang terhormat.1. Ir. Arifin Fattah, M.Si. selakupembimbing I danAndiRahayu inggaskripsidapatdiselesaikan.2. rtanianUniversitasMuhammadiyahMakassar.

3. akultasPertanianUniversitasMuhammadiyah Makassar.4. IbuJumiati, S.,M.M. selakupenguji IdanIbu Ir. Fadiah, M.Pd. selakupenguji ssehinggadapatdiselesaikan.5. hinggaskripsiinidapatterselesaikan.6. udangilmukepadapenulis.7. tukmelakukanpenelitian di Daerah tersebut.8. Semuapihak yang telahmembantupenyusunanskripsidariawalhinggaakhir yangpenulistidakdapatsebutsatupersatu.Akhir kata penulisucapkanbanyakterimakasihkepadasemuapihak ercurahkepadanya. Amin.Kristal-kristal

Makassar,Februari2018Kartina

DAFTAR ISIHalamanHALAMAN JUDUL .iHALAMAN PENGESAHAN .iiHALAMAN PENGESAHAN KOMISI PENGUJI .iiiHALAMAN PERNYATAAN.ivABSTRAK .vKATA PENGANTAR .viDAFTAR ISI .viiiDAFTAR TABEL .xiDAFTAR GAMBAR .xiiDAFTAR LAMPIRAN .xiiiI.PENDAHULUAN .11.1 LatarBelakang .11.2 RumusanMasalah .51.3 TujuanPenelitian .51.4 Kegunaan Penelitian .6II. TINJAUAN PUSTAKA .72.1 LembagaPertanian .72.2PeranLembagaAgribisnis .102.3AgribisnisTanamanHortikultura .122.4 SubsistemAgribisnisHulu .142.5KerangkaPemikiran .18

III. METODE PENELITIAN .203.1 LokasidanWaktuPenelitian .203.2 TeknikPenentuanInforman .203.3TeknikPengambilan Data .213.4 Sumber Data .213.5TeknikAnalisis Data .223.6DefinisiOperasional .22IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN .241.1 LetakGeografis .241.2 IklimdanCurahHujan.251.3 KeadaanPenduduk .251.4 PendudukBerdasarkanKlasifikasiJenisKelamindanUmur .261.5 Sumber Mata Pencaharian .281.6 PendudukBerdasarkan Tingkat Pendidikan .291.7 Keadaan Wilayah DesaBonto Marannu .311.8 SaranadanPrasaranaDesaBonto Marannu .31V. HASIL DAN PEMBAHASAN .335.1 LembagaSubsistemHulu di DesaBonto Marannu.335.2 PeranLembagaSubsistemHulu di DesaBonto Marannu .40VI. KESIMPULAN DAN SARAN .466.1 Kesimpulan.466.2 Saran .49DAFTAR PUSTAKA .47

LAMPIRAN .48

DAFTAR TABELNomorHalamanTeks1. JumlahPendudukDesa .262. JumlahPendudukBerdasarkanKelompokUsia .273. JumlahPendudukBerdasarkan Mata Pencaharian .284. JumlahPendudukBerdasarkan Tingkat Pendidikan.30

DAFTAR GAMBARNomorHalamanTeks1. KerangkaPemikiran .192. StrukturOrganisasi BP3K .343. StrukturOrganisasiKoperasi Unit Desa Lestari .374. StrukturOrganisasiKelompokTani Tunas Harapan .39

DAFTAR LAMPIRANNomorHalamanTeks1. KuesionerPenelitian .502. PetaLokasiPenelitian .543. DokumentasiPenelitian.554. SuratIzinPenelitian .68

I. PENDAHULUAN1.1 Latar gispunggungdenganpembangunansektor lainnya.Orientasi pembangunan pertanian di Indonesia saatini yang mendasarkan pada sistem agribisnis maka peranan lembaga pertanian,termasuk di dalamnya lembaga petani, sangat menentukan keberhasilanpembangunan pertanian.Pelaku pembangunanpertanian meliputi departementeknisterkait, pemerintah daerah, petani, pihakswasta, masyarakat, dan pemangkukepentingan(stakeholders) lainnya.Lembagapertanian adalah norma atau kebiasaan yang terstruktur danterpola serta di praktekkan terus menerus untuk memenuhi kebutuhan anggotamasyarakat yang terkait erat dengan penghidupan dari bidang pertanian dipedesaan. Dalam kehidupan komunitas petani, posisi dan peran lembaga petanimerupakan bagian pranata sosial yang memfasilitasi interaksi sosial dalam suatukomunitas.lembagajuga memiliki titik strategi (entry point ) dalam mengerakkansistem agribisnis di pedesaan. Untuk itu segala sumberdaya yang ada di pedesaanperlu diarahkan/diprioritaskan dalam rangka peningkatan profesinalisme danposisi tawar petani ( kelompok tani ). Saat ini potret petani dan lembaga petani diIndonesia diakui masih belum sebagaimana yang diharapkan (Suradisastra, 2008).Lembaga petani yang ada di pedesaan juga memberikan kontribusi padapeningkatan kesejahteraan petani,dengan memperbaiki tingkat sosial ekonomipetani.Djogo dkk (2003) menyebutkan bahwa pada umumnya definisilembaga

mencakup konsep pola perilaku sosial yang sudah mengakar danberlangsungterus menerus atau berulang.Dalam konteks ini sangat pentingdiperhatikanbahwa perilaku sosial tidak membatasi lembaga pada peraturan yangmengaturperilaku tersebut atau mewajibkan orang atau organisasi untuk harusberpikirpositif ke arah norma-norma yang menjelaskan perilaku mereka tetapijugapemahaman akan lembaga ini memusatkan perhatian pada pengertianmengapa orang berprilaku atau bertindak sesuai dengan atau bertentangandenganperaturan yang ada.Keberadaan lembaga penunjang kegiatan agribisnis jumlahnya lebihvariatif dan luas karena dalam sistem agribisnis terdiri dari empat susbsistem,yaitu :1. Subsistem agribisnis hulu.Kegiatan subsistem hulu memiliki peranan penting dalam pengembangansistem agribisnis terutama pada kegiatan pengadaan sarana produksi. Oleh karenaitu dibutuhkan dukungan lembaga sarana produksi, lembaga ini merupakan lembagaekonomi yang bergerak dibidang penyediaan dan penyaluran sarana produksilembaga ini berupa BUMN dan usaha perdagangan swasta, distributor/ penyalursaprodi, koperasi.2. Subsistem agribisnis Produksi.Lembaga sarana produksi merupakan lembaga ekonomi yang bergerakdi bidang produksi, penyediaan dan penyaluran sarana produksi seperti :BUMN, Koperasi Unit Desa (KUD) dan usaha perdagangan swasta. lembagaini pada umumnya melakukan usaha dalam produksi, perdagangan/ pemasaransaran produksi seperti pupuk, pestisida, dan benih/ bibit tanaman yangdiperlukan petani.3. Subsistem Agribisnis Hilir.

Subsistem agribisnis hilir (down-stream agribusiness) (off-farm),berupa kegiatan ekonomi yang mengolah produk pertanian primer menjadiproduk olahan, baik produk perantara maupun produk akhir, beserta kegiatanperdagangan di pasar domestik maupun di pasar internasional.4. Subsistem agribisnis lembaga penunjang.Subsistem lembaga penunjang (off-farm), merupakan seluruh kegiatanyang menyediakan jasa bagi agribisnis, seperti lembaga keuangan, lembagapenelitian dan pengembangan, lembaga transportasi, lembaga pendidikan, danlembaga pemerintah (kebijakan fiskal dan moneter, perdagangan internasional,kebijakan tata-ruang, serta kebijakan lainnya). Subsistem agribisnis lembagapenunjang (supporting institution) subsistem agribisnis lainnya. Subsistem iniakan memberikan dukungan secara dalam pengembangan sistem agribisnissecara keseluruhan.Ada beberapa lembaga yang berperan di dalam subsistem lembaga penunjang untuk pengembangan sistem agribisnis berbasislingkungan seperti perbankan, asuransi, koperasi, transportasi, penyuluhan,kebijakan pemerintah, lembaga pendidikan dan penelitian, dan lain-lain.Peran lembaga pada setiap subsistem agribisnis belum memperlihatkankinerja yang saling menguatkan, terdapat kecenderungan tiap lembaga padasubsistem agribisnis berjalan sendiri-sendiri, sehingga keberadaan lembagadiharapkan mampu membantu petani keluar dari persoalankesenjanganekonomi.Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu kabupaten yang berada diProvinsi Sulawesi Selatan, tepatnya terletak dibagian Selatan dari ibukotaProvinsi Sulawesi Selatan. Wilayah administrasi Kabupaten Bantaeng memiliki

luas 395,83 kilometer persegi atau 39.583 hektar, dengan sumber daya alamberupa kawasan hutan seluas 6.222 hektar atau 15,72% dari luas wilayahadministrasinya. Dengan luas lahan yang mncapai 39.583 Ha KabupatenBantaeng masih sangat potensial untuk di kembangkan menjadi sentra tanamanhortikultura untuk wilayah Indonesia Bagian Timur. (sumber bps/potensiwilayah).Kabupaten Bantaeng merupakan Kabupaten yang fokus untukmengembangkan tanaman hortikultura sebagai produk unggulan lokal.DimanaPemerintah daerah setempat telah melakukan berbagai kegiatan programpengembangan produk pertanian tanaman hortikultura,termasuk di Desa BontoMarannu Kecamatan Ulu Ere dengan tujuan untuk meningkatkan produksipertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Sebagai langkah nyatayang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas PertanianTanaman Pangan dan Hortikultura yaitu dengan pengembangan tanamankentang, wortel, apel, kol dan cabe.Lembaga agribisnis subsistem hulu yang ada di Kabupaten Bantaengkhususnya Desa Bonto Marannu Kecamatan Ulu Ere terbagi atas tigakelembagaan yaitu Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan,Koperasi Unit Desa dan kelompok tani, yang masing-masing memiliki peranpenting dalam membantu petani di dalam melakukan pengembangan tanamanhortikultura.1.2. Rumusan Masalah.Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah yangdapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagaimanaPeran LembagaAgribisnis Subsistem Hulu Pada Tanaman Hortikultura Di Desa Bonto Marannu,Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng ?1.3. Tujuan Penelitian.

Berdasarkan latar belakang diatas tujuan yang dapat dikemukakan yaituuntuk mengetahui Peran Lembaga Agribisnis Subsistem Hulu TanamanHortikultura Di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng.1.4. Kegunaan Penelitian.Adapun kegunaan penelitian yang dapat dikemukakan yaitu antara lainsebagai berikut:1. Sebagai bahan masukan bagi stakeholders dalam pengembangan pengetahuankhususnya mengkaji keberadaan lembaga pembangunan dan lembaga ibisnistanamanhortikultura,2. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah Kabupaten Bantaeng dalammemutuskan kebijakan tata kelola usahatani tanaman hortikultura, dimana darisisi petani hortikultura mampu mengambil peran lebih maksimal didalamlembaga yang ada.3. Sebagaireferensi bagi penulis untuk menambah wawasan terutama yangberhubungan dengan pengembangan tanaman hortikultura.

II. TINJAUAN PUSTAKA2.1.LembagaPertanian.Lembaga pertanian adalah norma atau kebiasaan yang terstruktur danterpola serta dipraktekkan terusmenerus untuk memenuhi kebutuhan anggotamasyarakat yang terkait erat dengan penghidupan dari bidang pertaniandipedesaan. Dalam kehidupan komunitas petani, posisi dan peran lembagapertanian merupakan bagian pranata sosial yang memfasilitasi interaksi istrategi dalammengerakkan sistem agribisnis di pedesaan.Untuk itu segala sumberdaya yang gkapeningkatanprofesionalisme dan posisi tawar petani (kelompok tani).Lembaga merupakansejumlah peraturan yang berlaku dalam sebuah masyarakat baik komunitas atauindividu, yang mengatur hak, kewajiban, dan tanggung jawab. Ostrom (1986)mendefinisikan lembaga adalah aturan dan rambu-rambu sebagai panduan yangdipakai oleh para anggota suatu kelompok masyarakat untuk mengatur hubunganyang saling mengikat atau saling tergantung satu sama lain.Lembaga adalah aturan di dalam suatu kelompok masyarakat atauorganisasi yang menfasilitasi koordinasi antar anggotanya untuk membantumereka dengan harapan di mana setiap orang dapat bekerjasama atau

berhubungan satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama yangdiinginkan.North (1990) menjelaskan bahwa institusi atau Lembaga adalahperaturan perundang-undangan berikut sifat-sifat pemaksaan dari peraturanperaturan tersebut serta norma-norma perilaku yang membentuk interaksi antaramanusia secara berulang.Lebih lanjut lagi membedakan antara institusi dariorganisasi dan mengatakan bahwa institusi adalah aturan main sedangkanorganisasi adalah pemainnya.Lembaga dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu lembaga yang bersifat asliberasal dari adat kebiasaan yang turun menurun atau lembaga baru yangdiciptakan baik dari dalam atau dari luar masyarakat. North juga membagiberdasarkan terbentuknya lembaga, dikenal dengan lembaga informal dan formal,lembaga informal adalah lembaga yang ada dimasyarakat umumnya tidak tertulisdiantaranya ; Adat istiadat, tradisi, pamali, kesepakatan, konvensi dan sejenisnyadengan beragam nama. Sedangkan lembaga formal adalah peraturan tertulisseperti perundang-undangan, kesepakatan (agreements), perjanjian kontrak,peraturan bidang ekonomi, bisnis, politik dan lain-lain. Kesepakatan-kesepakatanyang berlaku baik pada level international, nasional, regional maupun lokaltermasuk ke dalam kelembagaan formal. Terkadang lembaga formal merupakanhasil evolusi dari lembaga informal.Perubahan tersebut merupakan reaksi atasperubahan kehidupan dari masyarakat sederhana menuju masyarakat yang lebihkompleks.Bisa juga dikatakan sebagai tuntutan atas terjadinya perubahan zamandan dinamika kehidupan.Masyarakat tradisional dengan kehidupannya yang serbasederhana dengan potensi konflik yang sangat minim tentu tidak membutuhkan

peraturan tertulis yang rinci.Lain halnya dengan masyarakat modern dengansegala kompleksitas aldanlembagapembangunan, lembagalokal lahir berdasarkan kebiasaan masyarakat setempatsedangkan lembaga pembangunan adalah lembaga yang dibentuk untuk mencapaisesuatu.lembaga pertanian dan pedesaan secara hirarki tersusun mulai dari levelindividu untuk orang paling bawah sampai pada level internasional yang palingtinggi (Salman, 2014).Membangun dan mengembangkan sektor pertanian atau pedesaan diIndonesia tidak dapat dipungkiri dibutuhkan lembagalokal maupun lembagapembangunan, hal ini dapat dilihat dari sejarah revolusi hijau di Indonesia,pembangunan pertanian khususnya pengembangan tanaman pangan, pada tingkatmakro nasional peran lembaga pertanian sangat menonjol dalam peningkatanproduksi tanaman pangan, pemerintah membentuk lembaga untuk angunandiantaranyaDemonstrasi Massal (Demas), Bimbingan Massal (Bimas), Gotong Royong,Badan Usaha Unit Desa (BUUD), Koperasi Unit Desa (KUD).Kinerja lembaga didefinisikan sebagai kemampuan suatu lembaga untukmenggunakan sumberdaya yang dimilikinya secara efesien dan menghasilkanoutput yang sesuai dengan tujuannya dan relevan dengan kebutuhan pengguna.Ada dua hal untuk menilai lembaga yaitu produknya sendiri berupa jasa ataumaterial, dan faktor manajemen yang membuat produk tersebut bisa dihasilkan.Jadi keberadaan lembaga adalah untuk menghimpun individu-individuuntuk mencapai tujuan kolektif. Sebagaimana pemahaman Uphoff (1986)lembaga adalah suatu himpunan atau tatanan norma-norma dan tingkah laku yang

bisa berlaku dalam suatu periode tertentu untuk melayani tujuan kolektif yangakan menjadi nilai bersama. Institusi ditekankan pada norma-norma prilaku, nilaibudaya dan adat istiadat.Lembaga adalah sekumpulan batasan atau faktorpengendali yang mengatur hubungan perilaku antar anggota atau antar kelompok.Dengan definisi ini kebanyakan organisasi umumnya adalah institusi karenaorganisasi umumnya mempunyai aturan yang mengatur hubungan antar anggotamaupun dengan orang lain di luar organisasi itu (Nabli dan Nugent, 1989).Dari berbagai pengertian lembaga yang diungkapkan tersebut dapatdisimpulkan bahwa konsep lembaga terkandung didalamnya antara lain ; kaidahkaidah, norma-norma, aturan main, kesepakatan bersama, antar individu, maupunkelompok dan masyarakat, yang memiliki aturan yang saling mengikat, sertaketergantungan satu dengan lainnya, dan memiliki tujuan yang sama.2.2. Peran Lembaga Agribisnis.Peran lembaga lokal dalam perkembangan pertanian dan pedesaansecara umum, telah dibuktikan dengan berbagai kasus oleh Uphoff (1988)membuktikan bahwa koperasi pertanian, dewan petani desa, assosiasi petani,badan pemasaran petani, perkumpulan petani pemakai air dan sebagainya telahberkontribusi penting dalam akselerasi perubahan untuk pemanfaatansumberdaya pertanian di pedesaan. Serta menyimpulkan bahwa kehadiranlembaga lokal dapat menjadi harapan untuk mengharap (resons for hope) bagikemajuan pedesaan secara berkelanjutan.Di samping itu, keberadaan lembagapetani akan memudahkan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan yanglain dalam memfasilitasi dan memberikan penguatan pada petani. Pentingnyalembaga petani telah diakui dalam pembangunan pertanian.

Lembaga petani dibentuk pada dasarnya mempunyai peran yaitu: tugasdalam organisasi (interorganizational task) untuk memediasi masyarakat danNegara, tugas sumberdaya (resource task) mencakup mobilisasi sumberdayalokal (tenaga kerja, modal, material, informasi) dan pengelolaannya dalampencapaian tujuan masyarakat, tugasmencakuptentang permintaanpelayanan (service task) di manapelayananyang mengambarkan tujuanpembangunan atau koordinasi permintaan masyarakat lokal, dan tugas antarorganisasi (extra-organizationaltask) memerlukan adanya permintaan lokalterhadap birokrasi atau organisasi luar masyarakat terhadap campur tanganagen-agen luar.Tingkat makro nasional, peran lembaga pembangunan pertanian sangatmenonjol dalam program dan proyek intensifikasi dan peningkatan produksipangan. Kegiatan pembangunan pertanian dituangkan dalam bentuk programdan proyek dengan membangun lembaga koersif (lembaga yang dipaksakan),seperti Padi Sentra, Bimbingan Massal (Bimas), Bimas Gotong Royong, KoperasiUnit Desa (KUD), Insus, dan Supra Insus. Pada subsector peternakandikembangkan berbagai program dan lembaga pembangunan koersif, sepertiBimas Ayam Ras, Intensifikasi Ayam Buras (Intab), Intensifikasi Ternak Kerbau(Intek), dan berbagai program serta kelembagaan intensifikasi lainnya.Kondisi di atas menunjukkan signifikansi keberdayaan lembaga dalamakselerasi pembangunan sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan hasil berbagaipengamatan yang menyimpulkan bahwa bila inisiatif pembangunan pertaniandilaksanakan oleh suatu lembaga, di mana individu- individu yang memiliki jiwaberorganisasi menggabungkan pengetahuannya dalam tahap perencanaan danimplementasi inisiatif tersebut maka peluang keberhasilan pembangunanpertanian menjadi semakin besar.Tujuan pengembangan lembaga merupakan tempat yang penting bagipembangunan pedesaan dan pertanian, sehingga menghasilkan aliran manfaatyang bertahan setelah dana eksternal habis. Pelajaran kumulatif menunjukkanbahwa untuk memiliki dampak yang langgeng, upaya donor untukmeningkatkan daerah pedesaan di negara berkembang, dan pertanian

khususnya, perlu bekerjasama dengan lembaga adat baik ditingkat pusatmaupun daerah.2.3.AgribisnisTanaman Hortikultura.Istilah agribisnis pertama kali muncul tahun 1950-an sebagai istilah yangdigunakan terhadap gugusindustri snis.Agribisnis berasal dari bahasa Inggris, kata Agribusiness merupakanpenggabungan kata agri dan business. Kata agri berasal dari kata agriculture(Pertanian, Indonesia)sedangkan Business(Bisnis,Indonesia), secara singkatagribisnis dapat diartikan aktivitas bisnis berbasis pertanian (produk pertanian)yang berkelanjutan.Tanaman hortikultura merupakan salah satu tanaman yang menunjangpemenuhan gizi masyarakat sebagai sumber, vitamin, mineral, protein dankarbohidrat. Produksi hortikultura yaitu sayuran dan buah-buahan menyumbangpertumbuhan sektor pertanian nasional masing-masing sebanyak 3,1 juta ton dan2,6 juta ton.Menurut Downey dan Erickson (1992), agribisnis meliputikeseluruhan kegiatan manajemen bisnis mulai dari perusahaan yang menghasilkansarana produksi bagi usaha tani, usaha proses produksi pertanian, serta perusahaanyang menangani pengolahan, pengangkutan, penyebaran, penjualan secaraborongan maupun secara eceran kepada konsumen akhir. Agribisnis tidak hanyausaha pertanian di lahan tetapi juga sumber daya manusia dan usaha yangmenyediakan input (benih, kimia, kredit), proses hasil pertanian (susu, biji-bijian,

daging), manufaktur produk pangan, dan transportasi serta penjualan produkpangan ke iatanyangmengintegrasikan pembangunan sektor pertanian secara simultan (dalam artiluas) dengan pembangunan industri dan jasa terkait dalam suatu klusterindustri (industrial cluster) yang mencakup empat subsistem.Dalam rangka pengembangan sistem agribisnis tanaman hortikultura makaprasarana jalan merupakan faktor yang menentukan tingkat aksesibilitas dalamsuatu kawasan. Aksesibilitas kawasan akan mempengaruhi kinerja sosial danekonomi masyarakat. Di sisi lain, tingginya sumbangan terhadap perekonomianwilayah dari suatu daerah akan mendorongpemerintahuntuk membanguninfrastruktur jalan menuju kawasan agribisnis. Prasarana jalan merupakanprasaranavital untukTerbangunnyamengembangkanjalan kabupatenperekonomian diwilayah.(antar kecamatan) dan antar desa akanmemudahkan pengangkutan hasil pertanian dan peternakan berupa barangproduksi dan konsumsi. Prasarana jalan merupakan kebutuhan prioritas dalampengembangan agribisnis di wilayah perdesaan.2.4.Subsistem Agribisnis Hulu.Subsistem agribisnis hulu, yaitu kegiatan ekonomi(produksidanperdagangan) yang menghasilkan sarana produksi seperti bibit, pupuk, mesinpertanian, dan industri obat-obatan (pestisida).Subsistem hulu adalah pengadaan sarana dan penyaluran bibit,makananternak/tumbuhan, pupuk, obat pemberantas hama dan penyakit, lembagakredit, bahan bakar, alat-alat mesin, dan peralatan produksi pertanian. Pelaku-

pelaku kegiatan pengadaan dan penyaluran sarana produksi adalah perorangan,perusahaan swasta, pemerintah, dan koperasi. Betapa pentingnya subsistem inimengingat perlunya keterpaduan dari berbagai unsur itu guna mewujudkansukses agribisnis. Industri yang menyediakan sarana produksi pertanian disebutjuga sebagai agroindustri hulu . Beberapa pendapat mengenai subsistemagribisnis hulu :Saragih dkk (1998) mengatakan bahwa subsistem agribisnis hulu,mencakup kegiatan ekonomi industri yang menghasilkan sarana produksiseperti pembibitan, usaha industri pupuk, industri obat-obatan, industripestisida dan lain-lain baserta kegiatan perdagangannya.Subsistem agribisnis hulu disebut juga subsistem faktor input, yaitusubsistem pengadaan sarana produksi pertanian. Kegiatan subsistem iniberhubungan dengan pengadaan sarana produksi pertanian, yaitu memproduksidan mendistribusikan bahan, alat, dan mesin yang dibutuhkan usahatani ataubudidaya pertanian (Saragih : 1998).Kegiatan ekonomi yang menyediakansarana produksi bagi pertanian, seperti industri dan perdagangan agrokimia(pupuk, pestisida, dll), industri agrootomotif (mesin dan peralatan), dan industribenih/bibit (Hanafi, 2010).Kegiatan subsistem hulu memiliki peranan penting dalam pengembangansistem agribisnis terutama pada kegiatan pengadaan sarana produksi. oleh karenaitu dibutuhkan dukungan lembaga sarana produksi dan lembaga ini merupakanlembaga ekonomi yang bergerak dibidang penyediaan dan penyaluran saranaproduksi.Yang termasuk d

Subsistem agribisnis hulu. Kegiatan subsistem hulu memiliki peranan penting dalam pengembangan sistem agribisnis terutama pada kegiatan pengadaan sarana produksi. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan l