Transcription

DJPEN/MJL/002/07/2011 Edisi JuliWARTA EKSPORPOTENSI INDUSTRIMICE INDONESIA

EditorialPerkembangan industri MICE (Meeting, Incentive,Confference and Exhibition) telah memberikan warnayang beragam terhadap jenis kegiatan industri jasayang identik dengan pemberian pelayan/services. MICEmerupakan bisnis yang memberikan kontribusi tinggisecara ekonomi terlebih bagi negara berkembang.Kualitas pelayanan yang diberikan mampu memberikankepuasan kepada setiap peserta, industri MICE mampumemberikan keuntungan yang besar bagi para pelakuusaha di industri tersebut. Berkembangnya industriMICE sebagai industri baru yang bisa menguntungkanbagi banyak pihak, karena industri MICE ini merupakanindustri yang kompleks dan melibatkan banyak pihak.Alasan inilah yang menjadikan tingkat pertumbuhanpara pengusaha penyelenggara MICE bermunculan,sehingga tidak dipungkiri industri MICE sebagai industrimasa kini yang banyak diminati oleh para pelaku bisnis.Kegiatan bisnis MICE telah membuka lapangan kerjabaru, tidak hanya menciptakan tenaga kerja musimansaja, tetapi juga telah menciptakan pekerjaan yangtetap bagi banyak masyarakat. Indonesia denganwilayah yang strategis serta memiliki daya tariktersendiri bagi warga negara asing, memberikanpeluang bagi tumbuhnya industri MICE. Disisi lain krisisekonomi yang menimpa negara-negara maju juga turutmempengaruhi bagi pasar MICE untuk memindahkankegiatan MICE-nya di Indonesia.Daftar IsiDJPEN/MJL/002/07/2011 Edisi JuliDJPEN/MJL/002/07/2011 Edisi JuliWARTA EKSPORPOTENSI INDUSTRIMICE INDONESIA23EDITORIALTAJUK UTAMAPotensi Industri MICE IndonesiaIndonesia sebagai destinasi yang mulai diperhitungkan oleh pasarwisata MICE sebagai tujuan menarik.KISAH SUKSES12KEGIATAN DITJEN PENSEKILAS INFO LUAR NEGERI1418DAFTAR IMPORTIR19Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor NasionalKementerian Perdagangan Republik IndonesiaHesti Indah KresnariniSTT: Ditjen PEN/MJL/73A/VII/2011; Pelindung/Penasehat: Hesti Indah Kresnarini Pimpinan Umum: Indrasari Wisnu WardhanaPemimpin Redaksi: RA. Marlena, Redaktur Pelaksana: Sugiarti, Penulis: MurdopoAlamat: Gedung Utama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Lt.3, Jl MI Ridwan Rais no.5, Jakarta 10110;Telp. 021-3858171 Ext. 37302, Fax. 021-23528652 E-mail:[email protected]; website: www.djpen.kemendag.go.id2Warta Ekspor Edisi Juli 2011

Tajuk UtamaPotensi IndustriMICEIndonesiaIndonesia sebagai destinasi yang mulaidiperhitungkan oleh pasar wisata MICE sebagaitujuan menarik. Sejumlah kegiatan besar duniamenjadi bukti kepercayaan masyarakat duniauntuk melakukan aktivitas MICE. Pertumbuhanekonomi, stabilitas politik dan keamanan yangsemakin membaik, menarik banyak investor lokalmaupun asing tertarik berinvestasi di Indonesia baiksebagai penyelenggara ataupun sebagai peserta.MICE Meskipun beberapa negara di Eropa mengalamikrisis ekonomi, namun hal itu justru merupakanpeluang bagi Industri MICE Indonesia untuk menarikkonsumen MICE khususnya dari negara Asia Timurdan Timur Tengah.Sektor MICE merupakan indikator kuat perkembanganekonomi suatu bangsa, penyelenggaraan sebuahevent internasional membutuhkan perangkat kerasinfrastruktur fisik, dan perangkat lunak SDM yang ahlidan mentalitas pelayanan kelas utama. Dukunganinfrastruktur dengan kualitas yang bagus menjadi halyang sangat penting diantaranya akses udara, jalanatau rel kereta api, convention center dengan kualitasbagus, hotel antara bintang tiga hingga bintang lima,destinasi yang atraktif dan memiliki nilai tambah,pemasaran yang baik, dan professional conferenceorganizer (PCO) lokal yang ahli di bidangnya.Disisi lain perlunya agresifitas dari para penyedia jasaWarta Ekspor Edisi Juli 20113

Tajuk UtamaMICE di Indonesia untuk menarik pasar luar negeri.Dalam industri jasa ini kita tidak cukup hanya denganpro-aktif merebut pasar MICE, tapi harus agresifdengan mengerahkan semua sumberdaya untukmelakukan lobi serta upaya memenangkan biddinginternasional yang dilakukan pelaku bisnis pariwisata/PCO bersama pemerintah. Industri MICE merupakanproduk unggulan karena kegiatan itu menghasilkandevisa negara yang besar.Para wisatawan MICE pada umumnya mempunyailama tinggal lebih panjang, karena mengikutikegiatan pre and post tour dengan berbagai programseperti ladies and children program sehingga secarakeseluruhan pengeluaran wisatawan tersebut lebihbesar. Selain itu wisatawan MICE memiliki tingkatkekebalan yang relatif lebih tinggi terhadap berbagaiisu ketidakjelasan di suatu negara. Sehingga tidakmudah membatalkan kunjungannya. Selain ituevent MICE memberikan manfaat langsung padaekonomi masyarakat seperti akomodasi, usahakuliner, cinderamata, guide, hingga transportasi lokalsehingga sejalan dengan tiga strategi yang dijalankanpemerintah yakni pro-pengentasan kemiskinan, propenciptaan lapangan kerja, serta pro-pertumbuhan.MENdukung Potensi DaerahDalam mengembangkan industri pariwisata di4Warta Ekspor Edisi Juli 2011Indonesia, penting rasanya digalakkan pengembanganpromosi dan pemasaran terpadu yang berkelanjutan.Sehingga diharapkan hal tersebut bakal berdampaklangsung pada multiplayer effect, baik dari sisiekonomi, perdagangan, industri, dan pencitraan dikancah nasional maupun internasional. Meeting,Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) memilikiperan sentral dalam mengembangkan objek yangdiusungnya. Melalui destinasi MICE, beragam peluanguntuk kebangkitan usaha kecil dan menengah akandapat terus berkembang. Berbagai daerah telahmenyediakan sarana dan prasarana dalam mendukungtumbuhnya idustri MICE, selain itu berbagai cara untukmempromosikan daerahnya sebagai daerah tujuanMICE juga terus dilakukan. Pengembangan promosidan pemasaran terpadu berkelanjutan dapat menarikpara konsumen MICE baik dari dalam maupun luarnegeri. Sebagai industri yang memiliki karaktermultiplayer effect, MICE tentunya dapat meningkatkantaraf ekonomi masyarakat sekitar, karena dalam suatuevent, seluruh stakeholder akan ikut terlibat. Selain itu,angka pengangguran juga akan bisa ditekan melaluiindustri MICE.Persaingan di industri jasa MICE sangat ketat terutamadengan Singapura, Thailand, Hongkong, maupunMalaysia. Namun demikian Indonesia memilikiberbagai kelebihan terutama dalam hal keindahan

Tajuk Utamaalam serta budaya, Sehingga perlu langkah progresifdalam hal integrasi pelayanan agar produk MICE kitalebih kompetitif termasuk dalam hal harga.Peran Pemerintah daerah dalam mem-promosikanwilayahnya agar menjadi destinasi para konsumenMICE perlu terus ditingkatkan. Pengembanganindustri MICE ini bertujuan untuk meningkatkancitra Indonesia sebagai tujuan pariwisata yang aman,kerja sama antar daerah dan negara dalam memacuinvestasi.Adapun keunggulan industri MICE antara lain adalahmendatangkan wisatawan dalam jumlah besar, lamatinggal (length of stay) lebih lama, dampak promosi kedunia internasional, jumlah uang yang dibelanjakan,peningkatan infrastruktur, serta memberikankebanggaan dan memperkuat diplomasi bangsa.MENdorong Pertumbuhan EkonomiKreatifIndustri MICE yang di dalamnya terdapat bidangmeeting, incentive, conference, and agai acara meeting, incentive, conference, andexhibition yang berskala internasional yang telahdiselenggarakan di Indonesia diharapkan dapatmenjadi media untuk mempromosikan produkproduk kreatif Indonesia. Berbagai jenis produkekonomi kreatif yang dipamerkan diharapkanmendorong tumbuhnya pelaku kreatif sehingga dapatmampu mendukung ekonomi regional dan nasional.Kota-kota besar di Indonesia sebagai pusat indusriMICE berskala nasional maupun internasional dapatmendukung promosi dan penjualan produk-produkIndonesia. Penyelenggaraan berbagai kegiatan baikitu mega sport event; meeting, incentive, conference,exhibition (MICE); mega entertaintment event (livemusic event yang menjadi trend di dunia saat ini),festival dan lainnya akan mendorong tumbuhnyaindustri ikutan yang merupakan jagoan dalamurusan peraihan devisa, peningkatan citra, investasi,pengembangan usaha kecil, dan lainnya. Diantaranyaadalah meeting/convention industry, sport industry,exhibition industry, music (live music/concert) industry,dan lainnya. Dengan kata lain, peluang pembangunanekonomi akan semakin terbuka di masa mendatang,asal saja aspek ukuran, manajemen dan pemeliharaanberbagai venue itu terjaga dari waktu ke waktu. Danbanyak negara telah berjuang mati-matian saatini untuk mengambil posisi dalam masing-masingindustri itu. Ekonomi kreatif dapat berperan pentingdalam upaya mengatasi krisis keuangan global. Ketikapertumbuhan ekonomi tengah melesu di kondisikrisis, ekonomi kreatif berbasis budaya dan pariwisatatetap dapat tumbuh positif.Warta Ekspor Edisi Juli 20115

Tajuk UtamaKebijakan Pemerintah dalam MendukungIndustri MICEPemerintah telah menetapkan 10 kota utama dan 3kota potensial tujuan MICE di Indonesia. 10 kota utamatersebut adalah Medan, Padang/ Bukit Tinggi, Batam,Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makasardan Manado. Sedangkan tiga kota potensial adalahPalembang, Lombok dan Balikpapan. Akan tetapipengembangan Industri MICE tidak hanya terbataspada kota-kota tersebut melainkan semua kota diIndonsia. Peran Pemerintah daerah memang sangatpenting dalam mengembangkan industri MICE.Dengan perkembangan yang agresif dalam bidangperhotelan dewasa ini, pada umumnya setiap ibukotaprovinsi di Indonesia mampu menyelenggarakankegiatan MICE berskala nasional bahkan internasional.KEINGINAN pasarFaktor penentu dalam memilih Destinasi MICE KeamananSemua konsumen MICE mengingin kan adanyajaminan keamanan, baik dari pemerintahmaupun oleh penyelenggara. Dalam setiap eventinternasional perlu adanya fasilitas pengamananyang ketat khususnya di venue dan akomodasi.Selain itu tempat yang menjadi bagian pendukungkegiatan juga harus dijaga keamaannya misalnyadi bandara dan tempat hiburan malam selamaacara berlangsung. HargaHarga yang bersaing dengan fasilitas yanglengkap menjadi salah satu kriteria bagi parakonsumen MICE dalam menentukan daerah tujuankegiatannya. Fasilitas hiburan yang memadaiserta fasilitas pendukung diluar kegiatan utamamenjadi nilai tambah suatu daerah dalam menarikkonsumen MICE. Kemudahan AksesDaerah destinasi MICE membutuhkan fasilitasaksesibilitas dan transfer baik dari darat, lautmaupun udara. Transportasi yang mudah aman,efisien dan bebas hambatan mempermudah parakonsumen MICE dalam menjangkau kawasantersebut. Fasilitas TerpeliharaFasilitas yang terjaga dengan baik pada venuepelaksanaan MICE akan membuat konsumen MICEnyaman untuk tinggal lebih lama. Berbagai fasilitasyang disediakan pada venue dengan standarinternasional, resort kelas dunia dan tempathiburan yang menarik.6Warta Ekspor Edisi Juli 2011 InfrastrukturDalam penyelenggaraan event internasional,dibutuhkan fasilitas infrastruktur langsung sepertivenue meeting dan konvensi yang berstandarinternasional dengan jumlah kapasitas yangmemadai serta terintegrasi dengan hotel dantempat hiburan. Infrastruktur pendukung bagi parakonsumen untuk menuju ke venue penyelenggaraansangat penting. Selain mudah untuk di akses,infrastruktur berstandar internasional sangatdiperlukan diantaranya, bandara yang mampumenampung pesawat besar dan adanya jalurlangsung ke kota internasional. Atraksi waktu senggangProgram hiburan selama penyelenggaraan kegiatanmenjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumenMICE. Untuk mengilangkan kejenuhan mengikutiacara, pada umumnya diselingi dengan kegiatanhiburan, diantaranya pertunjukan seni dan budayamaupun mengunjungi objek wisata. BahasaUntuk mempermudah para konsumen MICEdalam mengikuti agenda kegiatannya, maka perluadanya tourism hospitality and MICE staff yangbisa berbahasa asing. Tergantung dengan asalkonsumen MICE tersebut. Penyedia jasa MICE sudahseharusnya menyediakan profesional yang mampuberbahasa asing.Prospek MICE IndonesiaProspek MICE Indonesia di tahun mendatang akansemakin membaik. Trend meeting industry dunia tetappositif dengan kegiatan terbanyak dilakukan oleh bidangmedis (ICCA, International Congress and ConventionAssociation). Trend kegiatan MICE domestik jugamenunjukkan perkembangan yang menggembirakan,tidak saja dilakukan oleh para pelaku bisnis, asosiasi dandunia pendidikan, tapi juga dari pemerintah dan partaipartai politik, baik skala nasional dan internasional. Halini juga bisa dilihat semakin banyaknya permintaandukungan dari berbagai pihak kepada Pemerintah,mulai dari kegiatan bidding, promosi, delegate boosting,site visit dan memperkaya program pada saat suatuevent MICE diselenggarakan.Berbagai langkah strategis dalam pembangunan MICE diIndonesia antara lain dengan Pendekatan Co-Marketingdengan para pelaku industri. Pendekatan Komunitas,yaitu mendukung penyelenggaraan kegiatan yangdilakukan oleh berbagai komunitas. Memanfaatkanprominent persons/public figures sebagai ‘Ambassador’untuk mempromosikan MICE dan pariwisata Indonesia.

Tajuk UtamaJumlah Pertemuan PernegaraPeringkat 701702002002062172272446,86% 626090629475247825854990369160925591206,50%Sumber : ICCA Statistics ReportAkan tetapi dalam pengembangan industri MICEdi Indonesia masih menghadapi beberapa kendaladiantaranya :1. Masih rendahnya awareness destinasi akanpentingnya MICE dan perlunya dilakukan promosiMICE;2. Kurangnya database MICE yang online andkomprehensif;3. Masih terbatasnya kemudahan dan fasilitaspendukung kegiatan MICE khususnya aksesibilitas(penerbangan langsung), insentif bagi kegiatanMICE (barang pameran dan souvenir untuk pesertainsentif tour masuk dalam kategori impor).Jumlah Pertemuan di negara-negara 16,0458Philippines312338223344394236272,70Sumber : ICCA Statistics ReportWarta Ekspor Edisi Juli 20117

Tajuk UtamaMarket TrendsJumlah Pertemuan di Negara-negara ASEANAkibat krisis finansial melanda Amerika dan Eropa,memberikan dampak yang signifikanDi tingkat negara ASEAN, peringkat Indonesia masihdibawah Singapura, Malaysia dan Thailand. Tentunyahal ini perlu menjadi perhatian baik dari Pemerintahmaupun pelaku usaha untuk terus meningkatkandaya tarik bagi para konsumen MICE internasional.terhadap pasar MICE, diantaranya lama tinggalmenjadi lebih singkat, jumlah grup menjadi lebihkecil, pengeluaran dollar menjadi lebih rendahdan pengurangan variasi services. Akan tetapipasar pertemuan para Asosiasi justru berkembangkarena ada kepentingan untuk mencari solusi danmemperkuat kepentingan anggota. Para individu jugalebih termotivasi untuk mendapatkan insentif travelkarena kondisi keuangan, mereka menghemat untukperjalanan pribadi sedangkan untuk insentif grup,harga tidak selalu menjadi pertimbangan utama,namun keragaman penawaran yang sesuai dengankebutuhan grup lebih utama. Pasar MICE sangatdemanding sehingga perlu menawarkan sesuatu yangberbeda .”Being DIFFERENT is better than Better”Jumlah Pertemuan PernegaraMenurut ICCA (International Congress and ConventionAssocitiaon) Amerika dan negara-negara Uni Eropamerupakan negara sebagai tempat penyelenggaraanpertemuan paling banyak. Sedangkan Indonesiamenduduki peringkat ke 39. Dilihat dari trendpertumbuhan selama 10 tahun, Jumlah pertemuandi Indonesia mengalami pertumbuhan cukup besaryaitu 10,57%. Dibanding dengan negara-negara maju,negara emerging market seperti China, Brazil dan UAEmengalami pertumbuhan yang signifikan.Sumber : ICCA Statistics ReportDilihat dari trend pertumbuhan, Indonesia mengalamipeningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2009ke tahun 2010, dibanding dengan Thailand yangmengalami penurunan yang tajam pada periode yangsama.Jumlah Pertemuan di Kota-Kota di 75988192114KualaLumpur34463755507382788079 041235Sumber : ICCA Statistics Report8Warta Ekspor Edisi Juli 2011

Tajuk UtamaDari segi kota penyelenggaran pertemuan, Indonesiamemiliki tiga kota utama yaitu Bali, Jakarta danBandung. Tentunya hal ini membuktikan bahwaIndonesia memiliki potensi yang besar untukmengembangkan industri MICE bukannya hanya diJakarta atau di Bali, akan tetapi di kota-kota lainnya.Jumlah pertemuan pada tahun 2010 lebih dari 50%bertempat di negara-negara Eropa. Sedangkan di Asia/Timur Tengah mencapai 19% dari total pertemuanyang diselenggarakan di dunia.Jumlah Pertemuan Per Region 2010RegionEventEropa4921Asia/Timur Tengah1737Amerika Utara995Amerika Latin913Afrika283Oceania271Sumber : ICCA Statistics ReportAmerikaLatin 10,0%Afrika 3,1%Rata-rata Jumlah Peserta Per Region 2010RegionRata-rata Jumlah PesertaAmerika Utara873Oceania683Asia/Timur Tengah582Afrika572Amerika Latin567Eropa530Sumber : ICCA Statistics ReportDilihat dari jumlah rata-rata peserta pertemuan setiapregion pada tahun 2010, kawasan Asia/ Timur Tengahmencapai 582 orang setiap pertemuan. Sedangkanyang paling tinggi adalah Amerika Utara dengan 873peserta setiap pertemuan.Estimasi Jumlah Peserta Pertemuan 2010Selama tahun 2010 jumlah peserta yang mengikutipertemuan di Indonesia berada diurutan ke 40 denganjumlah mencapai 30.793 orang. Masih lebih keciljika dibandingkan dengan negara tetangga sepertiMalaysia, Singapura dan Thailand.Oceania 3,0%AmerikaUtara 10,9%Eropa 54,0%Asia/Timur Tengah19,0%Sumber : ICCA Statistics ReportWarta Ekspor Edisi Juli 20119

Tajuk nes11.217 Sumber : ICCA Statistics Report10Jumlah Pertemuan Berdasarkan Bulan 2010Warta Ekspor Edisi Juli 2011BulanJumlah Pertemuan

Tajuk UtamaSedangkan bulan-bulan favorit penyelenggaraankegiatan pertemuan adalah pertengahan tahunseperti bulan Mei dan Juni serta bulan September ya masih di dominasi di hotel yang mecapai43%, sedangkan di conference hall mencapai 26%.Sedangkan dari subjek pertemuan, didominasi olehilmu medis, teknologi dan ilmu pengetahuan. Ratarata jumlah uang yang dikeluarkan peserta untukbiaya pertemuan US 736.Subjek Pertemuan 2010TemaJumlah PertemuanMedical Sciences2026Teknologi1626Ilmu Pengetahuan1498Industri769Pendidikan649Ilmu Sosial597Sumber : ICCA Statistics ReportEkonomi449Jenis Tempat Pertemuan 2010Manajeme414Transportasi & Telekomunikasi390Commerce346TempatJumlah PertemuanHotel2236Conference/Exhibition Centre1367Universitas1098Lainnya491Sumber : ICCA Statistics ReportLainnya 9,5 %Universitas21,1 %Hotel 43,1 %Conference/Exhibition Hall 26,3%Sumber : ICCA Statistics ReportWarta Ekspor Edisi Juli 201111

Kisah suksesPT. Global DeorubIndustrySebagai perusahaan yang bergerak dibidangproduk asap cair (liquit smoked), produk inimerupakan produk baru, dimana produk inidigunakan untuk menghilangkan ataupunmengurangi bau yang tidak sedap dalam pabrikdan industri, terutama pada pengolahan karet alam.Sebelum diresmikannya PT. Global Deorub Industry,produk ini merupakan hasil penelitian bersama antaraPT. Badja Baru dengan Balai Penelitian Karet Sembawa.Kemudian 14 Juli 2003 didirikanlah PT. Global DeorubIndustry yang merupakan anak perusahaan dariPT. Badja Baru (anggota Gapkindo) yang sekarangmenjadi produsen asap cair (liquid smoked). Asap cairdiproduksi dengan bahan baku cangkang kelapa sawit(limbah pabrik pengolahan minyak sawit) denganproses pirolisis pada suhu tinggi dan kemudian asappembakaran cangkang kelapa sawit didinginkanhingga mencair.4.5.6.Keunggulan ProdukProduk Deorub memiliki keunggulan lebih banyakdari pesaing di pasar global, antara lain:7.1.8.2.3.12Produk Deorub dibuat dari bahan dasar nabatiorganik yang banyak tersedia (dari limbah pabrikkilang sawit di sekitar propinsi Sumatera Selatan).Proses teknologi yang cukup sederhana danmudah dibuat dalam negeri.Tenaga kerja cukup terampil dengan sumber dayaWarta Ekspor Edisi Juli 20119.manusia yang berpendidikan sekolah menengahmampu mengoperasikan mesin tungku bakanbahan cangkang sawit untuk diproses menjadiproduk Deorub.Industri ini juga menghasilkan limbah arang yangsangat berguna untuk industri baja yang diproseslebih lanjut menjadi arang aktif, bisa juga menjadibahan campuran untuk pupuk organik dan untukwaste water treatment.Produk Deorub dengan HS.Code: 3812.30.910adalah organic soft acid yang merupakan HealthyEnvironment Safety (HES) yang bermanfaatuntuk bahan penggumpal getah karet yangmenghilangkan bau dan meramahkan lingkungandi pabik karet remah (crumb rubber factory).Dapat meningkatkan DRC (Dry Rubber Content)pada bahan baku dan mempercepat prosespengeringan awal di kamar jemuran menjaditidak bau dan mutu PO, PRI, Mooney pada StandarIndonesia Rubber (SIR) tetap memenuhi standarSNI.Meningkatkan effisiensi produksi karet remahdan RSS (Ribbed Smoked Sheet).Unit harga dan jenis packing yang mudah didistribusikan dan aplikasinya terjangkau olehpihak konsumen baik dalam negeri maupun luarnegeri.Asap cair Deorub adalah produk ramahlingkungan yang tidak menyebabkan pencemaran

Kisah sukseslingkungan baik pada limbah cair maupun limbahudara pada pabrik karet remah (crumb rubber).10. Pabrik produksi Deorub tidak memiliki limbahpadat dan emisi, tidak menimbulkan kebisingansaat pada saat beroperasinya produksi.Ide Menciptakan Produk/Jasa yang dihasilkanPertama kali ide menciptakan produk Asap Cair Deorubberawal tahun 1998 saat menghadiri undanganRubber Dinner di Thailand, kami diberi kesempatanmengunjungi pabrik smoke sheet di Hatjai besertarombongan misi karet Gapkindo.Dari hasil kunjungan tersebut memberikan inspirasirumah asap pengeringan karet smoke sheet dengancara membakar kayu karet yang menghasilkan panasdan asap yang tebal untuk mengeringkan lembaran(sheet) karet selama 5 hari dengan aroma asap yangbaunya sedap.Sepulang dari Thailand, segera meminta bantuanBalai Penelitian Karet Sembawa untuk mengadakanpercobaan di Palembang. Bahan percobaan yangpertama yaitu lembaran karet blanket basah dengankadar karet kering 66 persen dan blanket dikirim kekamar asap dalam satu rak besi sekitar 1.400 kg milikperusahaan induk kami yaitu PT. Badja Baru yangselama ini mengalamai bau karet yang menyengat.Setelah 7 hari proses percobaan pengasapan blanketdi rumah asap, blanket dikeluarkan dan di tes kadarkaret keringnya mencapai 86 persen dengan bauaroma asap yang sangat sedap seperti lembaransmoke sheet di Thailand.Dari hasil percobaan tersebut timbul pemikirancara menghilangkan bau yang tidak sedap, namuncara yang kami lihat kurang efisien, efektif. Timbulgagasan menghilangkan bau dengan cara lain yanglebih efektif dan disampakan ke Balai Penelitian KaretSembawa, kemudian tahun 2000 Balai mengadakanriset dengan alat tungku kecil, kapasitas 1 liter/jamasap cair dengan tenaga peneliti utama Bapak Ir. H.MSolichin. Tungku bakar cangkang, asap dikumpulkan(smoke collector) dan dikondensasi menjadi cair.Asap cair diuji untuk proses penggumpalan lateksoleh Lembaga Penelitian Karet Sembawa dan menjadilandasan invensi bersama PT. Badja Baru dan BalaiPenelitian Karet Sembawa. Tahun 2004 didirikanPT. Global Deorub Industry yang memproduksiliquit smoked Deorub. Merek dagang pertama yangdipatenkan dalam negeri dan di negara produsenkaret seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam.Memanfaatkan Kearifan Lokal (Local Content)Dalam produk/jasa.PT. Global Deorub Industry memproduksi asap cairdari bahan baku cangkang kelapa sawit denganproses Clean Technology Process (CTP) dan CleanDevelopment Mechanism (CDM) yaitu tanpapenambahan bahan kimia dan tidak menghasilkanlimbah. Keunggulan PT. Global Deorub Industrymenggunakan ketersediaan bahan baku cangkangkelapa sawit sebagi limbah yang jumlahnya banyaksekali yaitu 7% dari tandan buah segar kelapa sawitdan menggunakan mesin pirolisis (bikinan sendiri)dengan kapasitas 2.000 kg per-proses.Inovasi dan Originalitas dalam menyatukankonsep tradisional dan modern.Inovasi menyatukan konsep keaslian produk(originality) atau konsep tradisional dengan konsepmodern namun tetap mempunyai nilai jual tinggi.Rancang bangun mesin pirolisis sejak 1999 sampaidengan 2004 telah melahirkan mesin pirolisis dengankapasitas reactor mulai dari 10kg, 40kg, 100kg dan1.000kg serta saat ini sudah memiliki kapasitas 2.000kgcangkang kelapa sawit. Juli 2003 produksi secarakomersial dimulai dengan 3 unit reactor, September2004 bertambah menjadi 5 unit dan sejak Oktober2005 sampai saat ini telah memiliki 9 reaktor dengankapasitas 18.000 kg cangkang kelapa sawit/haridengan hasil produksi 9.000 liter Asap Cair Deorub.Negara tujuan ekspor PT. Global Deorub Industry saatini : Thailand ( 67%) dan Pantai Gading Afrika (33%).Upaya Perusahaan Melakukan PemasaranInternasional.Upaya yang dilakukan adalah dengan mempromosikanDeorub melalui program seminar dan konferensiyang diikuti oleh Asosiasi Gapkindo, KementerianPerindustrian dan Kementerian Perdagangan denganberpartisipasi menyampaikan display produk.Sedangkan untuk packing distribusi melalui AgenSingapore.Dukungan dan Hambatan Usaha Ekspor.Hambatan dalam usaha ekspor adalah harus adajaminan produk Deorub tidak berbahaya danmemenuhi Incoterm dengan perlengkapan dokumendokumen Material Safety Data Sheet (MSDS) dan HSCode Product dan perhitungan tariff import negara yangbersangkutan, barulah dapat izin impor oleh calonpembeli melalui agen marketing office di Singapore.Warta Ekspor Edisi Juli 201113

Kegiatan Ditjen PENBULAN JULI 2011Guna mendukung terlaksananya visi danmisi Kementerian Perdagangan RepublikIndonesia, selama bulan Juli 2011 DirektoratJenderal Pengembangan Ekspor Nasionaltelah melakukan berbagai kegiatan yang berkaitandengan ruang lingkup tugas dan fungsinya. KinerjaDirektorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasionaldalam meningkatkan pengembangan ekspor dicapaimelalui kegiatan-kegiatan yang meliputi peningkatandiversifikasi produk ekspor dan ekonomi kreatif,peningkatan kerjasama pengembangan ekspor,peningkatan pengembangan promosi dan pencitraanIndonesia, peningkatan pelayanan hubungan dagangdan informasi ekspor, serta pengembangan SDMmelalui diklat ekspor.Kinerja Ditjen PEN dalam mendukung programpengembangan ekspor nasional sepanjang bulanJuli 2011 guna pencapaian peningkatan diversifikasiproduk ekspor dan ekonomi kreatif meliputi kegiatanantara lain : Penyelenggaraan Pekan Produk KreatifIndonesia (PPKI) 2011, Sosialisasi Ekonomi Kreatif14Warta Ekspor Edisi Juli 2011di Manado, Kegiatan Pengembangan Merek(Rebranding), Pelaksanaan Pelatihan KerjasamaDengan JICA, dan Persiapan Pelaksanaan World BatikSummit 2011.Adapun peningkatan kerjasama pengembanganekspor dilakukan melalui kegiatan antara lain:Identifikasi Kebutuhan Kerjasama PengembanganEkspor di Kabupaten Bangka, Pertemuan Wakil MenteriPerdagangan Dengan Duta Besar Pretoria – AfrikaSelatan, Pertemuan dengan Perwakilan CBI Belanda,Penandatanganan Nota Kesepahaman denganAPINDO, Pameran “Kabupaten Expo in ConjunctionWith Otonomi Expo and Forum 2011”, Tindak LanjutPending Bilateral Cooperation Agreements pada draftKesepahaman Dengan Pemerintah Portugal, ForumDebriefing Duta Besar LBBP RI Untuk Republik Bulgariadan Republik Albania Serta Republik DemokrasiRakyat Aljazair Periode 2007 – 2011, Diseminasi HasilKerjasama Pengembangan Ekspor di Berbagai Daerah,dan Persiapan Joint Commission Kedua Dalam RangkaKerjasama Bilateral Antara RI – Namibia.

Kegiatan Ditjen PENUntuk meningkatkan pengembangan promosidan pencitraan Indonesia pada bulan Juli ini telahdilakukan kegiatan pameran baik di dalam maupunluar negeri dan berbagai persiapan pameran yangakan datang. Kegiatan tersebut adalah sebagaiberikut: Kunjungan Delegasi China ASEAN Businessand Investment Summit (CABIS), Pameran Good Food& Wine Show 2011, Australia – ITPC Sydney, PersiapanPenyelenggaraan “Indonesian Trade and InvestmentExpo 2011” – Paris, Pameran Furnitex, Decoration& Design, Light Source di Melbourne, Australia –ITPC Sydney, Persiapan Pameran “ASEAN FashionAccessories & Gift Business Meeting” 2011, Tokyo dan“The 46th Osaka International Git Show/2011 Autmn”,Osaka – Jepang, dan Persiapan Partisipasi IndonesiaPada “The 8th China Asean Expo (CAEXPO) 2011”,Nanning.Sedangkan peningkatan pelayanan hubungandagang dan informasi ekspor dilakukan melaluipelayanan informasi inquiry, dimana pada bulan Juliini telah diterima sebanyak 28 inquiry. Selain itu, padapelayanan Buyer Reception Desk (BRD) sepanjangbulan Juli juga telah menerima 4 (empat) kunjungandan dilakukan beberapa permintaan dagang atauinformasi oleh beberapa pengusaha dari luar negeri,yaitu Jerman, Mexico, Hungaria, dan Inggris. Selaindua sarana tadi, pelayanan informasi dilakukan jugamelalui perpustakaan ekspor yang dimiliki oleh DitjenPEN yang pada bulan Juli ini telah melayani 85 orangyang membutuhkan informasi tentang ekspor danlain-lain.Untuk pengembangan SDM melalui Diklat Eksportelah dilakukan beberapa program pelatihan

atau rel kereta api, convention center dengan kualitas bagus, hotel antara bintang tiga hingga bintang lima, destinasi yang atraktif dan memiliki nilai tambah, pemasaran yang baik, dan professional conference organizer (PCO) lokal yang ahli di bidangnya. Disisi lain perlunya agresifitas dari