Transcription

BAB 2URAIAN MATERI POKOK2.1Uraian Materi Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bangunan PantaiPedoman pelaksanaan konstruksi bangunan pantai akan diuraikan /M/2010TentangPemberlakukan Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Pengaman Pantai.Berikut ini akan dijelaskan isi dari surat edaran menteri tersebut.Pedoman pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai ini menetapkanpelaksanaan konstruksi berdasarkan detil desain dan spesifikasi teknis mengenaipekerjaan tanggul laut, tembok laut, revetmen, pemecah gelombang, krib, jeti, danpengisian pasir.Pedoman ini meliputi ketentuan dan persyaratan umum, kegiatan anpertamapekerjaan,masapemeliharaan, dan penyerahan akhir pekerjaan.2.1.1 Ketentuan dan persyaratanBeberapa ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi pada pelaksanaankonstruksi bangunan pengaman pantai meliputi ketentuan umum dan persyaratanpelaksanaan mulai dari perijinan sampai dengan penyerahan akhir pekerjaan,adalah sebagai berikut:1) Umuma. Pelaksanaan kegiatan harus mengacu pada dokumen kontrak, yangmeliputi:a) naskah kontrakb) gambar detail desain dan spesifikasi teknisc) syarat-syarat umum kontrak (hak dan kewajiban, sanksi, dan lain-lain)d) jaK3,pembayaran, jaminan pelaksanaan, jadwal pelaksanaan, kegagalanbangunan)e) penyusunan rencana mutu kontrak (RMK)b. Pelaksanaan pekerjaan harus mempergunakan metode kerja yangmengacu pada administrasi pelaksanaan meliputi pengendalian mutu,Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-1

pengendalian pelaksanaan, pengendalian volume, tatacara pelaporan, danserah terima pekerjaan. Metode kerja yang dimaksud adalah yang akanditerapkan pada beberapa jenis konstruksi bangunan pantai meliputitanggul laut, tembok laut, revetmen, krib, pemecah gelombang, jeti danpengisian pasir.c. Setelah selesai melaksanakan pembangunan ditindaklanjuti aratanmakadilanjutkan dengan masa pemeliharaan, dan jika tidak maka penyedia jasawajib menyelesaikan pekerjaan. Setelah berakhirnya masa pemeliharaandan telah memenuhi persyaratan maka dilanjutkan dengan penyerahankedua2) PerijinanSetiap penyedia jasa (kontraktor) dan sub penyedia jasa (sub kontraktor)ataupun pemasok (supplier) yang ditunjuk untuk melaksanaan pekerjaan harusmemiliki ijin terkait dengan pelaksanaan pekerjaan3) Keselamatan dan kesehatan kerjaKeselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan menjadi tanggung jawabpenyedia jasa sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam dokumen kontrakdan harus menerapkan manajemen K3 sesuai dengan Peraturan MenteriTenaga Kerja nomor 05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatandan kesehatan kerja dan UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,Permen PU No.09 /PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen K3Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.4) AsuransiAsuransi/jaminan kerugian dari saat dimulainya pelaksanaan pekerjaaansampai dengan akhir masa pemeliharaan harus disediakan oleh penyedia jasa,atas nama pengguna jasa dan penyedia jasa.5) Penilaian tahap pelaksanaana. Pelaksanaan dikatakan kritis apabila dalam periode I (rencana fisik 0% -70% dari kontrak) terlambat lebih dari 15% dari rencana, dan dalam periodeII (70% --100% dari kontrak) realisasi fisik terlambat lebih dari 10% darirencana. Apabila pelaksanaan telah dinyatakan kritis, harus segeradiselenggarakan show cause meeting (SCM). Apabila uji coba dalam SCMtelah dilaksanakan 3 (tiga) kali hasilnya gagal, pengguna jasa dapatModul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-2

menetapkan pihak ketiga untuk menyelesaikan sisa pekerjaan atau atasusulan penyedia jasa.b. Waktu pelaksanaan dapat diperpanjang secara layak dan wajar, njanganwaktupelaksanaan dapat dilakukan apabila sebagai berikut:a) pekerjaan tambahb) perubahan desainc) keterlambatan yang disebabkan oleh pengguna jasad) masalah yang timbul di luar kendali penyedia jasae) keadaan kahar (force majure)6) Perubahan kegiatan pekerjaanPerubahan kegiatan pekerjaan harus dilakukan apabila ditemukan perbedaanantara kondisi lapangan dengan desain. Perubahan kegiatan pekerjaan yangmeliputi:a. menambah/mengurangi volume pekerjaanb. menambah/mengurangi jenis pekerjaanc.mengubah spesifikasi teknis sesuai kondisi lapangan7) Gambar purna-laksana (as built drawing)Gambar purna-laksana merupakan gambar terbangun lengkap denganpersetujuan direksi teknis, harus diserahkan oleh penyedia jasa paling lambat14 hari sebelum penyerahan akhir pekerjaan.8) Pemeriksaan bersamaPemeriksaan bersama dilakukan sebagai berikut:a. pemeriksaan awal bersama (mutual check awal) dilakukan dan disetujuiantara penyedia jasa dengan direksi pekerjaan serta dituangkan dalamgambar kerja (soft drawing) yang disetujui direksi teknis, sebagai pedomanpelaksanaan sementara maupun permanen;b. pemeriksaan bulanan bersama (mutual check bulanan) dilaksanakan untukmemantau/memonitor kemajuan/prestasi pekerjaan bulanan yang telahdilaksanakan dengan sempurna, berhak mendapatkan pembayaran;Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-3

c. pemeriksaan akhir bersama (mutual check akhir) dilakukan untukmengetahui volume pekerjaan yang dilaksanakan sampai dengan akhirpekerjaan, termasuk perhitungan prestasi pekerjaan untuk gaiacuanuntukmenentukan jumlah keseluruhan pembayaran;d. hasil pemeriksaan akhir bersama yang dilakukan dan disetujui antarapenyedia jasa dengan pengguna jasa selanjutnya dibuatkan gambar purnalaksana.9) Serah terima pekerjaan2.1.2 Proses pelaksanaanProses pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai meliputi kegiatanprapersiapan,persiapan pelaksanaan,pelaksanaan,penyerahan I,masapemeliharaan, dan penyerahan II, sesuai dengan Keputusan Menteri tentangPedomanpenyelenggaraan kontrak jasa pelaksanaan konstruksi (pemborongan). Bagan alirpelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai seperti disajikan padaGambar 1.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-4

Gambar 1 Bagan alir pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai.1) PrapersiapanKegiatan prapersiapan meliputi kegiatan serah terima/penyerahan lapangandan diterbitkannya surat perintah mulai kerja (SPMK).a. Penyerahan lapanganPenyerahan lapangan wajib dilaksanakan oleh pengguna jasa kepadapenyedia jasa sebagai daerah kerja secara keseluruhan atau sebagianlapangan. Penyerahan lapangan dilaksanakan setelah pengguna jasabersama-sama dengan penyedia jasa melakukan pemeriksaan lapangan,dan seluruh aset milik pengguna jasa yang akan dimanfaatkan dalampelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab penyedia jasa. Hasilpemeriksaan bersama dituangkan dalam berita acara serah terimalapangan dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-5

b. Surat perintah mulai kerjaSPMK diterbitkan oleh pengguna jasa paling lambat 14 hari setelah kontrakditandatangani. Dalam SPMK harus dicantumkan pernyataan kepadapenyedia jasa tentang tanggal paling lambat dimulainya pelaksanaanpekerjaan. Mobilisasi peralatan, bahan dan personil harus dilaksanakanpaling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkannya SPMK.c. Pre-construction meetingPelaksanaan pre-construction meeting (PCM) harus diselenggarakansegera setelah kontrak ditandatangani atau selambat-lambatnya 7 (tujuh)hari setelah diterbitkannya SPMK yang dimaksudkan untuk:a) Menyamakan dan menyatukan pengertian terhadap seluruh dokumenkontrak, dan membuat kesepakatan terhadap hal-hal penting yangbelum terdapat dalam dokumen kontrak maupun kemungkinankemungkinan kendala yang akan terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan.b) Petunjuk dalam rangka penyusunan kerangka kerja yang sebaikbaiknya, Kasatker/ pejabat pembuat komitmen (PPK) diharapkanmampu untuk menggalang kekompakan semua unsur yang terkait didalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang terdiri dari pihak SatuanKerja (Satker)/PPK sebagai unsur pengendali, direksi pekerjaan sebagaipengawas dan kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan.c) kesepakatan bersama di dalam menyelesaikan masalah-masalah yangdiperkirakan akan timbul di lapangan saat pelaksanaan, erhadappelaksanaan pekerjaan konstruksi2) Persiapan pelaksanaanPekerjaan persiapan pelaksanaan meliputi kegiatan penyiapan lahan mpdanperlengkapannya, material, peralatan, sumber daya manusia (SDM), danperlengkapan K3.a. Penyiapan lahan kerjaPekerjaan pengukuran batas-batas untuk lahan kerja yang akan dipakaidalam pelaksanaan pekerjaan harus sudah selesai sebelum dimulainyaModul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-6

pelaksanaan konstruksi. Tambahan lahan kerja yang diperlukan dilakukandengan sistem sewa.b. MobilisasiMobilisasi peralatan dan personil pelaksana dilakukan sesuai dengankebutuhan di lapangan yang meliputi:a) peralatan berat dan kendaraan;b) fasilitas lapangan untuk penyedia jasa meliputi kantor, rumah, gedunglaboratorium, bengkel, gudang, dan lain-lain yang tercantum dalamdokumen kontrak;c) peralatan laboratorium, alat pengukuran dan peralatan lainnya; dand) personil pelaksana.c. Tinjauan desainTinjauan desain dilakukan untuk mengetahui hal-hal yang meliputi:a) Cakupan semua spesifikasi teknis dan metode pelaksanaan pekerjaan;b) Volume kegiatan pekerjaan yang dilaksanaan masih dalam bataskemampuan biaya yang wajar serta ketersediaan waktu yang memadai;c) Persyaratan kelayakan fungsi dan operasional konstruksi; dand) Jika terjadi perubahan desain atau volume pekerjaan, diusulkan dandisetujui oleh pengguna jasa.d. Pengukurana) Pengukuran topografiPengukuran topografi dilakukan untuk mendapatkan kondisi lapangandan untuk perhitungan pemeriksaan bersama awal (mutual check nol)dan melengkapi peta kerja.b) Pengukuran bathimetriPengukuran bathimetri (terutama untuk bangunan pemecah gelombang,jeti dan pengisian pasir) dilaksanakan sebelum dimulai pekerjaan untukmengetahui data kondisi kedalaman laut di lokasi pekerjaan sejauh 50m dari as rencana bangunan ke arah laut. Pengukuran bathimetridiperlukan untuk perhitungan MC nol, kemudahan pelaksanaanpekerjaan dan melengkapi peta kerja.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-7

c) Pengamatan dan pengumpulan data pasang surutPengamatan dan pengumpulan data pasang surut dilaksanakan untukmengetahui waktu pasang dan waktu surut, yang akan digunakan dalampengaturan jadwal kerja hariane. Pembuatan base camp dan perlengkapannyaPembuatan base camp dan perlengkapannya harus didirikan pada lokasitanah yang telah tersediaf. Materiala) Pengambilan bahan bangunanb) Pengambilan air tanah untuk air kerjac) Tangki/instalasi penyediaan bahan bakar minyak (BBM)g. Pengaturan lalu lintas alat beratPengaturan lalu lintas alat berat di wilayah kerja untuk pelaksanaanpekerjaan baik dari arah darat maupun arah laut harus dilakukanpengamanan terhadap keselamatan kerja bagi keseluruhan tenaga kerja.3) Administrasi pelaksanaana. Pengendalian mutu pekerjaanPengendalian mutu pekerjaan harus dilaksanakan oleh penyedia jasa, yangdiawasi oleh direksi teknis, yang meliputi pengendalian mutu bahan (batu,pasir, tanah, semen, aspal dan lain-lain), bahan olahan (campuran beton,pekerjaan pasangan dan lain-lain) dan hasil akhir konstruksi agarmemenuhi ketentuan spesifikasi teknis dalam kontrak.b. Pengendalian pelaksanaanPengendalian pelaksanaan pekerjaan terhadap kuantitas maupun kualitasharus dilaksanakan berdasarkan kontrak dan program mutu pada RMKyang telah disepakati dan Permen PU No.603 Tahun 2005.c. Pemasangan profilPemasangan profil dilakukan sebagai berikut:a) pemasangan profil (uitzet dan pemasangan bouwplank) pada strukturyang akan dibuat harus diikatkan dengan titik-titik kontrol CP baikkoordinat maupun elevasinya;Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-8

b) pemasangan profil tersebut harus ditanam dengan kuat, tidak mudahberubah kedudukannya oleh gelombang maupun getaran dari aktivitaspekerjaan di sekitarnya dan harus dibuat dari bahan yang tahan air laut.d. LaporanLaporan kemajuan pekerjaan pelaksanaan konstruksi bangunan pengamanpantai harus dibuat oleh penyedia jasa dan diperiksa direksi teknis dandisetujui oleh direksi pekerjaan yaitu:a) Laporan harianb) Laporan mingguanc) Laporan bulanand) Laporan khususe) Laporan direksi teknis2.1.3 Metode pelaksanaan1. Metode pelaksanaan konstruksi tanggul lautMetode pelaksanaan konstruksi tangggul laut (sea dike) dari timbunan tanahsebagai berikut:a. pemasangan profil;b. pembersihan tanah (land clearing) dasar dan diratakan secukupnya dengangrader/bulldozer;c. geotekstil dibentangkan pada dasar tanah untuk stabilisasi tanah dan filterbagi aliran air ke bawah (vertical drain) dari timbunan tanggul;d. penimbunan tanah di atas hamparan geotekstil dengan bantuan dumptruck, diratakan dengan bulldozer, dan dipadatkan dengan alat pemadattanah (hand stamper atau sheepfoot roller). Pemadatan timbunan tangguldilaksanakan lapis demi lapis dengan tebal lapis timbunan maksimum 30cm dan kepadatannya diperiksa sesuai dengan SNI 1976:2008 melalui SNI1742:2008 dan SNI 1743:2008;e. dilanjutkan dengan pemasangan lapisan revetmen dari batu kosong padalereng luar tanggul laut (pekerjaan pilihan, sesuai dengan desain);f. pekerjaan perkerasan untuk jalan inspeksi.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-9

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 2 Contoh tampang melintang tanggul laut.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 3 Pemasangan profil.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-10

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 4 Pekerjaan pembersihan tanah dan striping.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 5 Pemasangan geotekstil.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 6 Penimbunan dan pemadatan tanah.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-11

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 7 Pemasangan armor.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 8 Perkerasan jalan inspeksi.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-12

2. Metode pelaksanaan konstruksi tembok lautPelaksanaan konstruksi tembok laut terdiri dari 2 macam: tembok laut pejaldan lulus air.a. Tembok laut pejalPelaksanaan pembuatan struktur tembok laut sangat terpengaruh olehtinggi gelombang dan tinggi air pasang, serta durasinya. Metodepelaksanaan tembok laut menggunakan buis beton, sebagai berikut:o pemasangan profil;o penggalian pondasi dilakukan dengan ekskavator/backhoe;o pemasangan lapis penyaring filter pada lantai pondasi dari geotekstil dipermukaan lubang galian sampai dengan lereng di belakang tembokyang akan dibangun;o pemasangan pelindung kaki dilanjutkan pekerjaan lapis inti (core), lapispenyaring (filter layer), dan batu armor;o pemasangan buis beton sesuai bentuk yang ditentukan dalam desain,dilanjutkan dengan pengisian beton cyclop, pelaksanaan dilakukan alatekskavator dan tenaga manusia;o penggalian pondasi pasangan batu dengan tenaga manusia; dano pemasangan conblockb. Tembok laut lulus airMetode pelaksanaan konstruksi tembok laut lulus air, sebagai berikut:o penempatan batu kosong dilaksanakan dengan dumping dan dirapikandengan tenaga manusia atau alat berat (ekskavator/backhoe). Lapisarmor disusun secara individual dengan bantuan ekskavator dibantutenaga manusia; dano penempatan batu kosong dilaksanakan pada pondasi tidak tergangguair pasang. Contoh metode pelaksanaan pembuatan tembok lautsebagaimana ditampilkan pada Gambar 9 – Gambar 16.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-13

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 9 Tampang melintang tembok laut menggunakan buis beton.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 10 Pemasangan profil.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-14

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 11 Penumpukan material batu dan penggalian pondasi.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 12 Pemasangan geotekstil.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-15

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 13 Penyusunan batu kosong menggunakan ekskavator.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 14 Penyusunan buis beton dan pengisian beton cyclop.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-16

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 15 Penggalian untuk pasangan batu secara manual.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 16 Pemasangan paving block dan balok beton kepala.3. Metode pelaksanaan konstruksi revetmenPenempatan revetmen dari rip rap (batu atau beton pracetak dengan berbagaibentuk) dapat dilakukan dari arah darat atau dari arah laut. Penempatanmaterial dapat dilakukan dari arah laut jika kedalaman draft mencukupi.Metode pelaksanaan konstruksi revetmen, sebagai berikut:a. pemasangan profil;b. penggalian pondasi dengan menggunakan ekskavator;c. pemasangan geotekstil dari atas ke dasar pondasi. Geotekstil pada kakilereng harus diikat dengan patok/penjepit besi agar tidak melipat;Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-17

d. material inti diletakkan di atas geotekstil dilanjutkan penempatan armorsampai ketinggian 2,5 m dengan menggunakan ekskavator yang berada disisi luar pantai; dane. pemasangan lapisan inti dan armor bagian atas menggunakan ekskavator,yang berada di sisi dalam pantai.Contoh metode pelaksanaan pembuatan revetmen dari rip rap sebagaimanaditampilkan pada Gambar 17 – Gambar 25.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 17 Contoh tampang melintang revetmen.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 18 Pemasangan profil.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-18

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 19 penggalian tanah pondasi (kaki bangunan) saat air surut.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 20 Pemasangan geotekstil.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-19

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 21 Pemasangan lapis antara dan armor pada kaki bangunan (toe).Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 22 Pasangan armor.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-20

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 23 Pemasangan armor level 2,50 m ke atas dan material pengunci.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 24 Pekerjaan pasangan batu kali dan pekerjaan jalan setapak.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-21

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 25 Pekerjaan timbunan, dilaksanakan lapis demi lapis, dipadatkan.4. Metode pelaksanaan konstruksi kribMetode pelaksanaan pembuatan krib dapat dilakukan dari arah darat maupundari laut.a. Konstruksi krib dari arah lautMetode pelaksanaan konstruksi krib dari rubble mound dengan carapenimbunan dari arah laut, sebagai berikut:o penyusunan material inti dan lapis antara untuk krib menjorok ke luarpantai dilakukan dari laut menggunakan ponton yang dapat menuang kesamping. Pemanfaatan ponton memerlukan kedalaman draft yangcukup;o perapian dan pembentukan profil timbunan dilakukan di atas timbunandengan ekskavator; dano penyusunan armor dilakukan satu persatu dengan crane yang dipasangdi atas ponton. Presisi penyusunan armor dengan crane dapat dibantudengan tenaga manusia sebelum material dilepaskan dari crane.Contoh metode pelaksanaan pembuatan krib sebagaimana disajikan padaGambar 25 – Gambar 39.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-22

b. Metode pelaksanaan krib dari arah daratMetode pelaksanaan krib dari arah darat, sebagai berikut:o pemasangan geotekstil,o penyusunan lapis inti (core) dan lapis antara. Material dituang langsungdengan dump truck atau dengan front end loader. Selama pelaksanaanpermukaan timbunan dilapisi kerikil untuk jalan dump truck agar ban alatberat lebih awet. Sebelum ditambah dengan lapis berikut, lapis jalan inidibersihkan terlebih dulu,o umembentuk lereng rockfill yang baik digunakan ekskavator setelahselesai dilakukan dumping. Lebar jalan akses untuk dump truckminimum 4,00 m. Bagi jalan akses untuk dua arah diperlukan lebarminimum 7,00 m agar dapat terjadi papasan dump truck dari dua arah,o penyusunan armor harus dilaksanakan secepatnya, sebelum puncakkrib mencapai ketinggian desain dan panjang krib diselesaikanseluruhnya untuk mencegah kerusakan oleh gelombang.Cara penyusunan armor dibedakan menjadio penyusunan armor secara seragam (uniform placement) dipakai hanyapada batuan yang seragam, dipasang dengan susunan rapi.o penyusunan secara acak (random placement), armor disusun satupersatu dengan pola yang acak menggunakan alat crane atauekskavator. Armor lapis bawah disusun, dilanjutkan dengan lapisanberikutnya dari arah tumit struktur ke arah lereng (downslope toupslope),o penyusunan selektif (selective placement) dilaksanakan agar didapatpenguncian antara batuan armor yang lebih baik. Pemasangan secaraselektif hampir sama dengan pemasangan secara acak tetapi dengantingkat ketelitan yang lebih tinggi.o penyusunan secara spesial (special placement) merupakan pelengkappenyusunan armor dengan cara acak (random).Metode dimaksud hanya untuk penyusunan armor secara paralel pada sisiterpanjangnya tegak lurus terhadap sumbu lereng struktur batuan dengantujuan untuk meningkatkan kestabilan struktur.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-23

Lapisan terbawah dari armor harus terpasang kuat (terkunci) terhadapdasar laut. Konstruksi dipasang dari bawah ke atas dengan menggunakancrane. Material terberat disusun paling bawah secara paralel. Lapisanarmor pada sisi yang berhadapan langsung dengan laut mempunyaipermukaan elevasi sedikit lebih tinggi dari permukaan batuan sebelahdalam untuk melindungi dari gempuran ombak laut.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 26 Peta situasi.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 27 Contoh tampang melintang konstruksi krib.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-24

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 28 Penentuan rute kapal.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 29 Transportasi material lapis inti.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-25

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 30 Penyusunan material inti.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 31 Transportasi material lapis antara.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-26

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 32 Penyusunan material lapis antara.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 33 Transporasi material armor.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-27

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 34 Penyusunan armor.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 35 Potongan memanjang ponton.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-28

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 36 Denah ponton.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 37 Peletakan material cara pertama (material di bawah permukaan laut).Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-29

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 38 Peletakan material cara pertama (material di atas permukaan laut).Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 39 Peletakan material cara kedua.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-30

5. Metode pelaksanaan konstruksi pemecah gelombangMetode pelaksanaan konstruksi pemecah gelombang, sebagai berikut:a. Pemasangan profil. Penentuan arah sumbu dengan menggunakanpelampung (buoy) diangkur di lokasi kedua ujung konstruksi;b. Pembuatan jalan kerja untuk jalan alat berat menuju ke laut dan kembali kedarat waktu pasang;c. Pengangkutan material timbunan dengan menggunakan alat ponton hopperdengan lunas terbelah (split hopper) baik yang ditarik kapal lain ataubergerak sendiri (self propelling), atau ponton yang menuang batu kesamping (side stone dumping barges) atau ponton dengan dek datar. Bilakedalaman draft tidak memenuhi, maka muatan/rockfill didorong ke lautmelalui lambung bagian samping dengan menggunakan bulldozer; dand. Penyusunan armor dilakukan secara individual dengan crane yangditempatkan di atas konstruksi.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 40 Contoh denah dan potongan melintang konstruksi pemecahgelombang.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-31

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 41 Jalan kerja di laut.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-32

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 42 Tahapan konstruksi.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 43 Transportasi material.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-33

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 44 Pembongkaran muatan material pada saat gelombang kecil.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 45 Tahapan penyusunan material pemecah gelombang.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-34

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 46 Detail tahapan penyusunan material pemecah gelombang.6. Metode pelaksanaan konstruksi jetia. Jeti dari rubble moundMetode pelaksanaan konstruksi jeti sebagai berikut:o pemasangan profil;o pengangkutan material inti dengan menggunakan dumptruck. Materialinti ditempatkan di lokasi pekerjaan dan diratakan dengan bulldozer.Untuk material inti dari geobag isi pasir ditempatkan denganmenggunakan ekskavator;o penempatan material antara dan armor dilakukan secara bertahap, agarmaterial yang sudah ditempatkan tidak hanyut oleh gelombang; danModul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-35

o penempatan lapis armor secara individual dilaksanakan dengan craneatau derek terapung di atas ponton atau bergerak sendiri (selfpropelled).b. Jeti dari tiang-tiang pancangMetode pelaksanaan jeti dari tiang-tiang pancang (arah laut) sebagaiberikut:o pemancangan dilakukan dari tepi pantai ke tengah dengan alatpemancang terapung yang dimuatkan pada ponton dengan draft kecil,o pemasangan guide wall dilakukan untuk mendapatkan hasil pancanganyang lurus; dano material ditimbun dan dipadatkan sesuai spesifikasi yang disyaratkanSumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 47 Peta situasi pekerjaan.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-36

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 48 Potongan memanjang.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 49 Potongan A-A.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 50 Potongan F-F.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-37

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 51 Tahapan pelaksanaan dengan material inti geobag.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 52 Tahapan pelaksanaan konstruksi dengan material inti batu.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-38

Gambar 53 Penimbunan lapis inti.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 54 Peletakan armor.7. Metode pelaksanaan konstruksi pengisian pasirMetode palaksanaan konstruksi pengisian pasir sebagai berikut:a. Penempatan pipa pengangkut untuk menyalurkan pasir laut yang dibawaoleh kapal keruk/ponton (dredger) yang bersandar di lepas pantai,b. Pemasangan silt protector sejajar pantai, yang terbuat dari kain penyaringdengan tinggi kira-kira 3 m. Krib apung dibentangkan dari dasar pantaidengan pelampung agar tinggi elevasi dari krib apung dapat menyesuaikandengan air pasang. Tiap 10 meter panjang krib apung diberi angkur(anchor) ke dasar pantai, setiap angkur mempunyai panjang yang cukupagar tertanam kuat. Silt protector dipasang pada pantai sebelah depanyang langsung berbatasan dengan air laut;c. Pengisian pasir dengan cara menyemprotkan pasir dari kapal keruk melaluipipa penyalur pasir;d. Perataan pasir dengan menggunakan bulldozer dan ekskavator; dane. Melakukan monitoring untuk mengetahui hasil pelaksanaan pengisian pasir.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-39

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 55 Denah konstruksi pengisian pasir.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 56 Potongan melintang.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-40

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 57 Proses eksploitasi pasir.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 58 Penempatan pipa.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-41

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 59 Pemasangan pintu silt protector.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 60 Potongan melintang pemasangan silt protector.Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-42

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 61 Pengisian pasir.Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010Gambar 62 Perataan pasir (peta situasi).Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantaiII-43

Sumber : Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2010G

pemeriksaan bersama dituangkan dalam berita acara serah terima lapangan dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Modul Pelaksanaan Bangunan Pengamanan pantai II-6 b. Surat perintah mulai kerja . (uitzet dan pemasangan bouwplank) pada struktur