Transcription

Majalah Ilmiah UNIKOMVol.12 No. 2bidangTEKNIKPERANCANGAN SISTEM APLIKASI OTOMATISASI LAMPU PENERANGANMENGGUNAKAN SENSOR GERAK DAN SENSOR CAHAYA BERBASIS ARDUINOUNO (ATMEGA 328)SUTONOProgram Studi Teknik Komputer– Fakultas Teknik dan Ilmu KomputerUniversitas Komputer IndonesiaBeban lampu penerangan dalam suatu ruangan lazimnya dioperasikansecara manual oleh manusia. Dengan kemajuan teknologi saat ini, campurtangan manusia dalam operasional berusaha dikurangi. Saklar otomatis akandapat memudahkan operasional. Efektif dan efisien untuk menghindari lampuyang menyala sia-sia tanpa ada aktifitas. Tujuannya tak lain untuk menghindaripemborosan energi listrik.Penelitian ini mengambil topik tentang perancangan saklar otomatisuntuk mengoperasikan beban lampu penerangan suatu ruangan. Saklarotomatis ini menggunakan masukan berupa sensor kehadiran orang jenispassive infrared (PIR) dan sensor intensitas cahaya jenis light dependentresistor (LDR). PIR termasuk sensor pyroelectric yang mempunyai respon sesaatada perubahan panas. Sumber panas diradiasikan dengan infra merah.Tubuh manusia menghasilkan energi panas yang diradiasikan denganinfra merah. Radiasi panas tubuh manusia akan diterima sensor untuk responmasukan rangkaian. Rangkaian lengkap terdiri dari passive infrared sensor,lensa fresnel, rangkaian utama, power supply, LDR dan beban lampupenerangan. Pada intinya PIR dan LDR ini akan menjadi driver transistor.Transistor yang berfungsi sebagai saklar elektronik yang akan memutus danmenghubungkan beban lampu bangunan, jumlah kebutuhan dayalistrik di Indonesia cenderung naik pesat.Peningkatan kebutuhan daya listrik dapatdiakibatkan oleh penambahan beban baru,dapat juga disebabkan karena borosnyapemakaian daya listrik. Pemborosan energilistrik harus dicegah, karena pasokan dayalistrik PLN semakin terbatas. Penghematanenergi listrik dapat menguntungkankonsumen dan produsen.Penelitian ini mengambil topik tentangperancangan saklar otomatis berdasarkansensor PIR dan sensor LDR. Sensor PIRakan mendeteksi kehadiran orang dalamsuatu ruangan dan sensor LDR akanmendeteksi kuatnya intensitas cahaya yangada didalam ruangan.Lampu penerangan suatu ruangan akanmenyala sendiri apabila ada orang dalamruangan tersebut dengan intensitas cahayaredup, dan akan pada dengan sendirinyabila orang tersebut keluar ruangan. Dengankata lain sensor kehadiran orang dansensor intensitas cahaya ini akandiaplikasikan sebagai saklar otomatis.Pengaturan lampu penerangan biasanyadengan menggunakan saklar. Untukmenghidupkan atau memadamkan lampuH a l a ma n223

Majalah Ilmiah UNIKOMVol.12 No. 2dengan mengoperasikan saklar secaramanual. Orang yang masuk ruangan gelappasti akan menyalakan lampu. Namunapabila orang tersebut akan keluar ruangan,belum tentu orang tersebut ingat untukmematikan lampu ruangan yang manyala.Apabila hal tersebut diatas terjadi dalamwaktu yang lama, maka akan terjadipemborosan.Untuk menghindari pemborosan energilistrik, maka dalam penelitian ini dibuat dandibahasrangkaianotomatisuntukmengendalikan lampu.Tujuan PenelitianTujuan dari penelitian ini adalah membuatsuatu rancang bangun sistem otomatislampu penerangan ruangan intensitascahayadalam suatu ruangan dalam upaya untukmembantupenghematanpenggunaanenergi listrik.Pembatasan MasalahBatasan masalah yang digunakan untukmemperjelas ruang lingkup penelitianperancangan lampu otomatis ini adalahsebagai berikut:1. Peralatan listrik yang digunakan sebagaiobyek penelitian sebatas peralatan listrikyang berada di ruangan kelas, dosen,dan laboratorium.2. Yang menjadi sasaran utama adalahperalatanlistrikberupalampupenerangan ruangan.3. Ukuran case dibuat seminimal mungkinserta portabel agar mudah ditempatkandalam suatu ruangan dan tidakmemakan tempat.4. Menggunakan 2 buah sensor untukaktifasi indikator dari peralatan listriktersebut.H a l a m a n224SutonoPEMBAHASANPenghematan Energi ListrikPenggunaan saklar otomatis merupakansalah satu cara operasi yang digunakanuntuk mengendalikan beban listrik. Idepenggunaan saklar otomatis ini munculsebagai upaya menghindari pemborosanenergi listrik. Saklar otomatis jugamemudahkan operasi.Dari segi ekonomis, dengan memasangsaklar otomatis, maka keborosan energilistrik dapat dihindari. Penggunaan energilistrik menjadi terkontrol. Sebagai contoh,bila seseorang lupa mematikan lampupenerangan 40 watt dalam ruangan selama5 jam, maka akan terjadi pemborosanenergi listrik sebesar:E Pxt 40 x 5 400 watt jam 0,2 KwhDengan penghematan satu lampu selama 5jam dapat menghemat energi listrik sebesar200 Wh. Bila suatu ruangan menggunakanpuluhan lampu, maka akan lebih banyakmenghemat lagi. Penggunaan energi listriktercatat dalam daya meter PLN. Nilaitagihan rekening listrik dihitung dari Rp/KWh selama satu bulan.Passive Infrared Sensor (PIR)Sensor Passive Infrared Receiver (PIR),sensor ini merupakan sensor berbasisinfrared namun tidak sama dengan IR LEDdan fototransistor. Perbedaan dengan IRLED adalah sensor PIR tidak memancarkanapapun, namun sensor ini merespon energidari pancaran infrared pasif yang dimilikioleh setiap benda yang terdeteksi olehnya.Salah satu benda yang memiliki pancaraninfrared pasif adalah tubuh manusia. Energi

Sutonopanas yang dipancarkan oleh benda dengansuhu diatas nol mutlak akan dapatditangkap oleh sensor tersebut. Bagianbagian dari PIR adalah Fresnel Lens, IRFilter, Pyroelectric sensor, amplifier, dancomparator.Majalah Ilmiah UNIKOMVol.12 No. 2yang kuat (terang).Modul sensor gerak PIR HC-SR501 adalahsebuah modul yang berfungsi untukmendeteksi gerakan di sekitar sensordengan memanfaatkan teknologi infrared.Modul ini dapat diatur tingkat sensitifitasdan juga tingkat delay sensor. Tegangankerja dari modul ini adalah 5 volt DC.Gambar 2. Sensor cahaya Light DependentResistor (LDR)DI-Relay 1DI-Relay 1 adalah modul relay SPDT (singlepole double throw) yang memiliki ketahananyang lebih baik terhadap arus dan teganganyang besar, baik dalam bentuk AC maupunDC.Gambar 1. Sensor gerak HC-SR501Light Dependent Resistor (LDR)LDR adalah sebagai salah satu komponenlistrik yang peka cahaya, piranti ini bisadisebut juga sebagai fotosel, fotokonduktifatau fotoresistor. LDR memanfaatkanbahan semikonduktor yang karakteristiklistriknya berubah-ubah sesuai dengancahaya yang diterima. Bahan yangdigunakan adalah Kadmium Sulfida (CdS)dan Kadmium Selenida (CdSe). Bahanbahan ini paling sensitif terhadap cahayadalamspektrumtampak,denganpuncaknya sekitar 0,6 µm untuk CdS dan0,75 µm untuk CdSe. Sebuah LDR CdS yangtipikal memiliki resistansi sekitar 1 MΩdalam kondisi gelap gulita dan kurang dari 1KΩ ketika ditempatkan dibawah sumbercahaya terang. Dengan kata lain, resistansiLDR sangat tinggi dalam intensitas cahayayang lemah (gelap), sebaliknya resistansiLDR sangat rendah dalam intensitas cahayaGambar 3. Modul DI-Relay 1Sebagai electronic switch yang dapatdigunakan untuk mengendalikan ON/OFFperalatan listrik berdaya besar.Spesifikasi:1. Menggunakan relay HKE HRS4H-S-DC5V.2. Menggunakan tegangan rendah 5 voltsehingga dapat langsung dihubungkanpada sistem mikrokontroler.H a l a ma n225

Majalah Ilmiah UNIKOMVol.12 No. 23. Tipe relay SPDT (single pole doublethrow): 1 common, 1 NC (normally close)dan 1 NO (normally open).4. Memiliki daya tahan sampai dengan10A.5. Pin pengendali dapat dihubungkandengan pin mikroprosesor mana saja,sehingga membuat pemrogram dapatleluasa menentukan pin mikrokontroleryang digunakan sebagai pengendalinya.6. Dilengkapi rangkaian penggerak (driver)relay dengan level tegangan TTLsehingga dapat langsung dikendalikanoleh mikrokontroler.7. Driver bertipe active high atau kumparanrelay akan aktif saat pin pengendalidiberi logika 1.8. Driver dilengkapi rangkaian peredamGGL induksi sehingga tidak akanmembuat reset sistem mikrokontroler.Sutono2.3.4.Mikrokontroler Arduino ATMega 3285.6.7.Gambar 4. Arduino ATmega 328Dengan mengambil contoh sebuah papanarduino tipe USB, bagian-bagiannya dapatdijelaskan sebagai berikut:1. 14 pin input/ouput digital (0 – 13),berfungsi sebagai input atau output,dapat diatur oleh program. Khusus untuk6 buah pin 3, 5, 6, 9, 10 dan 11, dapatjuga berfungsi sebagai pin analog outputdimana tegangan outputnya dapatdiatur. Nilai sebuah pin analog outputH a l a m a n2268.9.dapat diprogram antara 0 – 254, dimanahal itu mewakili nilai tegangan 0 – 5 volt.USB, berfungsi untuk: memuat programdari komputer ke dalam board arduino,komunikasi serial antara board arduinodengan komputer, dan memberi dayalistrik kepada board arduino.Sambungan SV1, sambungan ataujumper untuk memilih sumber dayaboard arduino, apakah dari sumbereksternal atau menggunakan USB.Sambungan ini tidak diperlukan lagipada board arduino versi terakhir karenapemilihan sumber daya eksternal atauUSB dilakukan secara otomatis.Q1 – Kristal (quartz crystal oscillator),jika mikrokontroler dianggap sebagaiotak, maka kristal adalah jantungnyakarena komponen ini menghasilkandetak-detak yang dikirim kepadamikrokontroler agar melakukan sebuahoperasi untuk setiap detaknya. Kristal inidipilih yang berdetak 16 juta kali perdetik (16 MHz).Tombol Reset S1, untuk mereset boardarduino sehingga program akan mulaidari awal. Perhatikan bahwa tombolreset ini bukan untuk menghapusprogramataumengosongkanmikrokontroler.In Circuit Serial Programming (ICSP), portICSP memungkinkan pengguna untukmemprogram mikrokontroler secaralangsung, tanpa melalui bootloader.Umumnya pengguna arduino tidakmelakukan ini sehingga ICSP tidakterlalu dipakai walaupun disediakan.IC1 – Mikrokontroler Atmega 328,komponen utama dari board arduino, didalamnya terdapat CPU, ROM dan RAM.X1 – Sumber Daya Eksternal. Jikadikehendaki disuplai dengan sumberdaya eksternal, board arduino dapatdiberikan tegangan DC antara 9 – 12volt.6 pin input analog (0 – 5), pin ini sangatberguna untuk membaca tegangan yangdihasilkan oleh sensor analog, sepertisensor suhu. Program adapat membacanilai sebuah pin input antara 0 – 1023,

Sutonodimana hal itu mewakili nilai tegangan 0– 5 volt.Tanpa melakukan konfigurasi apapun,begitu sebuah board arduino dikeluarkandari kotak pembungkusnya ia dapatlangsungdisambungkankesebuahkomputer melalui kabel USB. Selainberfungsi sebagai penghubung untukpertukaran data, kabel USB ini juga akanmengalirkan arus DC 5 volt kepada boardarduino sehingga praktis tidak diperlukansumber daya dari luar. Saat mendapatsuplai daya, lampu LED indikator daya padaboard arduino akan menyala menandakanbahwa ia siap bekerja.Gambar 5.Pengujian Board Arduino ATmega 328Pada board arduino uno terdapat sebuahLED kecil yang terhubung ke pin no 13. LEDini dapat digunakan sebagai output saatseoarang pengguna membuat sebuahprogram dan ia membutuhkan sebuahpenanda dari jalannya program tersebut. Iniadalah cara praktis saat penggunamelakukanujicoba.Umumnyamikrokontroler pada board arduino telahmemuat sebuah program kecil yang akanMajalah Ilmiah UNIKOMVol.12 No. 2menyalakan tersebut berkedip-kedip dalamjeda satu detik. Jadi sangat mudah untukmenguji apakah sebuah board arduino barudalam kondisi baik atau tidak, cukupsambungkan board itu dengan sebuahkomputer dan perhatikan apakah LEDindikator daya menyala konstan dan LEDdengan pin 13 itu menyala berkedi-pkedip.Struktur, setiap program arduino (biasadisebut sketch) mempunyai dua buah fungsiyang harus ada, yaitu:1. Void setup() { . } , semua kode didalamkurung kurawal akan dijalankan hanyasatu kali ketika program arduinodijalankan untuk pertama kalinya.2. Void loop() { . } , fungsi ini dijalankansetelah setup (fungsi void setup) selesai.Setelah dijalankan satu kali fungsi iniakan dijalankan kembali, dan lagi secaraterus menerus samapi catu daya (power)dilepaskan.Syntax, berikut ini adalah elemen bahasa cyang dibutuhkan untuk format penulisan :1. // (komentar satu baris), kadangdiperlukan untuk memberi catatan padadiri sendiri apa arti dari kode-kode yangdituliskan. Cukup menuliskan dua buahgaris miring dan apapun yang kitaketikan dibelakangnya akan diabaikanoleh program.2. /* (komentar banyak baris), jika Andamempunyai banyak catatan, maka haltersebut dapat dituliskan pada beberapabaris sebagai komentar. Semua hal yangterletak di anatara dua simbol tersebutakan diabaikan oleh program.3. { . } atau kurung kurawal, digunakanuntuk mendefinisikan kapan blokprogram mulai dan berakhir (digunakanjuga pada fungsi dan pengulangan).4. ; (titik koma), setiap barus kode harusdiakhiri dengan tanda titik koma (jikaada titik koma yang hilang makaprogram tidak akan bisa dijalankan.Variabel, sebuah program secara garisbesar didefinikan sebagai instruksi untukmemindahkan angka dengan cara yangH a l a ma n227

Majalah Ilmiah UNIKOMVol.12 No. 2cerdas. Variabel inilah yang digunakanuntuk memudahkannya.1. Int(integer),digunakanuntukmenyimpan angka dalam 2 byte (16 bit).Tidak mempunyai angka desimal danmenyimpan nilai dari -23.768 s/d32.767.2. Long, digunakan ketika integer tidakmencukupi lagi. Memakai 4 byte (32 bit)dari memori RAM dan mempunyairentang nilai dari -2.147.648 s/d2.147.483.647.3. Boolean, variabel sederhana yangdigunakan untuk menyimpan nilai TRUE(benar) atau FALSE (salah). Sangatberguna karena hanya menggunakan 1bit dari RAM.4. Float, digunakan untuk angka desimal(floating point). Memakai 4 byte (32 bit)dari RAM dan mempunyai rentang nilaidari-3,4028235E 38s/d3,4028235E 38.5. Char (character), menyimpan 1 karaktermenggunakan kode ASCII (misalnya ‘A’ 65). Hanya memakai 1 byte (8 bit) dariRAM.Operator Matematika, operator yangdigunakan untuk memanipulasi angka(bekerjasepertimatematikayangsederhana).1. (sama dengan), membuat sesuatumenjadi sama dengan nilai yang lain(misalnya: x 10 * 2, x 20).2. % (persen), menghasilkan sisa dari hasilpembagian suatu angka yang lain(misalnya : 12 % 10, ini akanmenghasilkan ngka 2).3. (plus),merupakanoperasipenjumlahan.4. - (minus), operasi pengurangan.5. * (asteris), operasi perkalian.6. / (garis miring), operasi pembagian.Operator Pembanding, digunakan untukmebandingkan nilai logika.1. (sama dengan), misalnya: 12 10adalah FALSE (salah) atau 12 12adalah TRUE (benar).2. ! (tidak sama dengan), misalnya: 12 ! H a l a m a n228Sutono10 adalah TRUE (benar) atau 12 ! adalah FALSE (salah).3. (lebih kecil dari), misalnya: 12 adalah FALSE (salah) atau 12 adalah FALSE (salah) atau 12 adalah TRUE (benar).4. (lebih besar dari), misalnya: 12 adalah TRUE (benar) atau 12 adalah FALSE (salah) atau 12 adalah FALSE (salah).12101214101214Struktur Pengaturan, program sangattergantung pada pengaturan apa yang akandijalankan berikutnya. Berikut ini adalahelemen dasar pengaturan.1. If . else, dengan format seperti berikutini:If(kondisi) { . }Else if(kondisi) { . }Else { . }Dengan struktur seperti diatas programakan menjalankan kode yang ada didalam kurung kurawal jika kondisinyaTRUE, dan jika tidak (FALSE) maka akandiperiksa apakah kondisi pada else ifdan jika kondisinya FALSE maka kodepada else yang akan dijalankan.2. For, dengan format penulisan sebagaiberikut:For(int i 0; i #pengulangan; i ) { . }Digunakan bila Anda ingin melakukanpengulangan kode program di dalamkurung kurawal beberapa kali, nkan.Melakukan perhitungan ke atas ( )atau ke bawah (--).Digital1. pinMode(pin, mode), digunakan untukmenetapkan mode dari suatu pin, pinadalah nomor pin yang akan digunakansebagai port dari 0 s/d 19 (pin analog 0s/d 5 adalah 14 s/d 19). Mode yang bisadigunakan adalah INPUT atau OUTPUT.2. digitalWrite(pin, value), ketika sebuahpin ditetapkan sebagai OUTPUT, pintersebut dapat dijadikan HIGH ( 5 volt)atau LOW (ground).

SutonoMajalah Ilmiah UNIKOM3. digitalRead(pin), ketika sebuah pinditetapkan sebagai INPUT, maka Andadapat menggunakan kode ini untukmendapatkan nilai pin tersebut apakahHIGH ( 5 volt) atau LOW (ground).Analog, arduino adalah mesin digital tetapimempunyai kemampuan untuk beroperasidi dalam analog.1. analogWrite(pin, value), beberapa pinpada arduino mendukung PWM (pulsewidth modulation) yaitu pin 3, 5, 6, 9,10,11. Ini dapat merubah pin hidup (on)atau mati (off) dengan sangat cepatsehingga membuatnya dapat berfungsilayaknya keluaran analog. Value (nilai)pada format kode tersebut adalah angkaantara 0 (0% duty cycle 0 volt) dan255 (100% duty cycle 5 volt).2. analogRead(pin), ketika pin analogditetapkan sebagai INPUT Anda dapatmembacakeluaranvoltase-nya.Keluarannya berupa angka antara 0(untuk 0 volt) dan 1024 (untuk 5 volt).METODOLOGIPerancangan SistemPerancangan sistem pada penelitian ini,dibagi menjadi 2, yaitu perancanganhardware dan software. Untuk blok diagrambisa dilihat pada Gambar 6.Tubuh manusia merupakan sumber panasyang memancarkan radiasi energi berupasinar inframerah yang mempunyai panjanggelombangVol.12 No. 26,5 sampai 14 µm pada suhu lingkungan27oC (300 K). Apabila manusia bergerakmaka akan terdapat perbedaan antaratemperatur yang dipancarkan tubuhmanusia dengan temperatur lingkungan disekitarnya. Perubahan temperatur inidideteksi oleh sensor pyroelectric (PIR) yangpeka terhadap radiasi inframerah.Selain sensor pyroelectric (PIR), terdapatjuga sensor cahaya (LDR) yang akanmemberikan informasi tentang intensitascahaya di dalam ruangan. Informasi ininantinyaakandigunakanolehmikrokontroler untuk mengambil keputusanperlu tidaknya lampu dihidupkan meskipunsensor pyroelectric telah mendeteksikehadiran seseorang di dalam ruangan.Sebelum peneliti mendesain layout PCB.Peneliti melakukan dahulu uji coba dalamsimulasi rangkaian Lampu otomatis yangakan dibuatkan menggunakan simulatorarduino hal ini dilakukan untuk memastikansekaligus rangkaian yang sudah dibuatdapatberjalansebagaimanayangdiharapkan. Adapun desain simulatorLampu otomatisnya seperti yang terlihatpada Gambar 7:Desain Saklar OtomatisDalam pembuatan suatu alat, tentunya halpertama kali yang dilihat oleh parapengguna adalah kemasan yang menarikdan tidak memakan banyak space sehinggaGambar 6. Blok diagram saklar otomatisH a l a ma n229

Majalah Ilmiah UNIKOMVol.12 No. 2SutonoGambar 7. Tampilan simulasi Lampu otomatisdapat dengan mudah diletakkan dandigunakan dimana saja. hal itu yangmendasari peneliti untuk melakukan desainpada case box dari tester yang penelitirancang. Adapun desain yang telah penelitilakukan seperti terlihat pada gambar dibawah iniGambar 10. Desain Akhir SaklarOtomatisGambar 8. Desain Saklar OtomatisPENGUJIAN DAN ANALISAUntuk pengujian Lampu otomatis ini penelitimelakukan di laboratorium hardwarekomputer ruang 704 dengan intensitasruangan yang telah dijelaskan sebelumnyaseperti pada Tabel 1.Gambar 9. Desain Layout PCB SaklarOtomatisH a l a m a n230Dari hasil uji coba yang dilakukan langsungpada Lampu otomatis ternyata hasil yangdidapat sesuai dengan yang diharapkan,dimana bila intensitas cahaya kurangmencukupi dan terdapat aktivitas didalamsuatu ruangan maka mikroprosesor akanmemerintahkan lampu penerangan ruangantersebut untuk dinyalakan tanpa penggunamencari-cari Lampu yang ada didalamruangan tersebut, begitu pula saat

SutonoMajalah Ilmiah UNIKOMVol.12 No. 2Tabel 1. Hasil Analisis Saklar Otomatis yang diinginkanNo.1.2.3.4.Sensor Cahaya(Intensitas Cahaya)KurangKurangCukupCukupSensor PIR(Aktivitas Ruangan)Tidak AdaAdaTidak AdaAdaKondisiLampu PeneranganMatiMenyalaMatiMatipengguna meninggalkan ruangan tersebutmaka dalam durasi yang telah ditentukanlampu penerangan ruangan tersebut akandimatikan secara otomatis, sehinggapenghematan energi dapat tercapai saatpengguna lupa mematikan lampupenerangan yang telah selesai digunakanGambar 13. Implementasi alat pada kondisicahaya redup dan ada aktivitasGambar 11. Implementasi alat pada cahayacukup dan tidak ada aktivitasGambar 14. Implementasi alat pada cahayaredup dan tidak ada aktivitasGambar 12. Implementasi alat pada cahayacukup dan ada aktivitasH a l a ma n231

Majalah Ilmiah UNIKOMVol.12 No. 2KESIMPULAN DAN SARANKesimpulanBerdasarkan hasil simulasi dan uji cobasecara langsung di lapangan, maka penelitidapat menyimpulkan:1. Rangkaian yang telah dibuat sebelumnyadapat diminimalis dengan menggunakanMikrokontroler ATmega328 danpengaturan sensornya dapat diaturmelaluikodingprogramyangdisesuaikan dengan intensitas kondisi dilapangan.2. Jika dibandingkan dengan rangkaianyang sudah ada sebelumnya, alat yangpeneliti buat ini lebih simpel karenamenggunakanrangkaianminimumMikrokontroler ATmega 328.SaranAdapun saran untuk pengembanganselanjutnya adalah sebagai berikut:1. Untuk sumber tegangan pada lat lampuotomatis dapat dikolaborasi dengansumber tegangan PLN agar perangkatlampu otomatis tidak hanya bergantungpada baterai 9 volt saja dan juga dapatmenghematpengeluaranuntukpembelian baterai.2. Bentuk fisik dari Lampu otomatis inidapat dibuat lebih minimalis lagi agarpengguna bisa lebih tertarik untukmembelinya.3. Untuk penghematan energi listriksebaiknyamenggunakanlampupenerangan berbasis LED yang sudahbanyak dijual dipasaran, bahkan jikamau kita dapat membuat sendiri lampupenerangan ini menggunakan beberapadioda dan resistor dengan menggunakansumber tegangan sekitar 4,5 volt dc.H a l a m a n232SutonoDAFTAR PUSTAKASensor Cahaya – LDR (Light DependentResistor) (n.d.). Sepetember, -cahaya-ldr-lightdependent-resistorSudarto, Marselindo. (1994). matikanLampu Penerangan Di DalamRuangan Tertutup Dengan 1”.Surabaya: Tugas Akhir.Dr.AgfiantoE.Putra.,(2012),Mikrokontroler DSP & EmbeddedElectronics, (Lecture, Consultant,Author), http://agfi.staff.ugm.ac.id.

Mikrokontroler Arduino ATMega 328 Gambar 4. Arduino ATmega 328 Dengan mengambil contoh sebuah papan arduino tipe USB, bagian-bagiannya dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. 14 pin input/ouput digital (0 – 13), berfungsi sebagai input atau output, dapat diatur oleh program. Khusus untuk 6 buah pin 3, 5, 6, 9, 10 dan 11, dapat