Transcription

Modul 1Pengantar DemografiSonny Harry B. Harmadi., Ph.D.PEN D A HU L UA NModul 1 ini merupakan pengantar bagi mahasiswa untuk mempelajarimasalah penduduk dan permasalahannya. Pada modul ini dijelaskantentang demografi yaitu merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatudari keadaan dan sikap manusia yang dapat diukur yaitu meliputi perubahansecara umum, fisik dan kondisi moral. Demografi juga mempelajari jumlah,persebaran, teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannyadan sebab-sebab perubahan tersebut, yang biasanya timbul karena peristiwakelahiran, kematian dan migrasi (gerak teritorial) dan mobilitas status.Setelah mempelajari modul ini , secara umum Anda diharapkan dapatmenjelaskan pengertian demografi, perkembangan demografi dan strukturpersebaran penduduk dan permasalahannya.Setelah mempelajari modul ini, secara khusus Anda dapat menjelaskan :1. Menjelaskan kuantitas dan distribusi penduduk .2. Menjelaskan pertumbuhan penduduk padamasalampau,kecenderungannya dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dandengan data yang tersedia.3. Menjelaskan hubungan sebab akibat antara perkembangan pendudukdengan bermacam-macam aspek seperti aspek sosial, ekonomi, budaya,lingkungan, politik dan lain sebagainya.4. Menganalisis pertumbuhan penduduk pada masa yang akan datang(proyeksi) dan berbagai implikasi yang akan terjadi dari pertumbuhanjumlah penduduk dan struktur umur penduduk di masa mendatang.

1.2Analisis Data Demografi Kegiatan Belajar 1Perkembangan Demografi dan Kaitannyadengan PembangunanKata demografi pertama kali digunakan oleh Achille Guilard pada tahun1885, dalam bukunya yang berjudul Elements de Statistique Humaine,ou Demographie Comparee. Demografi berasal dari kata demos yang berartipenduduk dan grafein yang berarti gambaran. Jadi demografi adalah ilmuyang mempelajari penduduk atau manusia terutama tentang kelahiran,kematian dan perpindahan penduduk yang terjadi. Demografi sendirisebenarnya melibatkan studi ilmiah tentang ukuran, penyebaran penduduksecara geografi maupun spasial, komposisi penduduk, dan perubahan yangterjadi dari waktu ke waktu. Pada tahun tersebut Achille Guilard mengatakanbahwa demografi merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu darikeadaan dan sikap manusia yang dapat diukur yaitu meliputi perubahansecara umum, fisik dan kondisi moral.David V. Glass mengatakan bahwa demografi terbatas pada studipenduduk sebagai akibat pengaruh dari proses demografi yaitu fertilitas,mortalitas dan migrasi. Pressat (1985) mengatakan bahwa demografi adalahstudi tentang populasi manusia dalam hubungannya dengan perubahan yangterjadi akibat kelahiran, kematian, dan migrasi. Istilah ini juga digunakanuntuk mengacu kepada fenomena yang diamati. Sedangkan PBB (1958)mendefinisikan bahwa demografi adalah studi ilmiah terhadap populasimanusia, terutama terhadap jumlah, struktur, dan perkembangannya. Masalahdemografi lebih ditekankan pada perubahan dinamika kependudukan karenapengaruh perubahan fertilitas, mortalitas dan migrasi.Philip M.Hauser dan Dudley Duncan (1959) mendefinisikan bahwademografi adalah ilmu yang mempelajari jumlah, persebaran, teritorial dankomposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebabperubahan tersebut, yang biasanya timbul karena peristiwa kelahiran,kematian dan migrasi (gerak teritorial) dan mobilitas status. Sementara ituDonald J.Bogue (1973) mengatakan bahwa demografi adalah ilmu yangmempelajari secara statistik dan matematik tentang besaran, komposisi dandistribusi penduduk dan perubahan-perubahannya sepanjang masa melaluibekerjanya lima komponen demografi yaitu kelahiran, kematian, perkawinan,

ESPA4535/MODUL 11.3migrasi dan mobilitas sosial. Walaupun demografi mempertahankan analisisdeskriptif dan komparatif berkesinambungan terhadap tren yang ada, padasetiap proses yang terjadi dan hasil yang ditimbulkan, tujuan utamanyaadalah untuk mengembangkan bagian dari teori untuk menjelaskan peristiwayang dibandingkan dan direncanakannya.Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat dikatakan bahwademografi adalah studi tentang penduduk yang dilihat dari ukuran (jumlah),struktur/komposisi, persebaran ke ruangan serta faktor-faktor yangmempengaruhi jumlah, struktur dan persebaran penduduk yaitu fertilitas,mortalitas dan migrasi di suatu wilayah tertentu. Dalam demografi terdapataspek kependudukan yang statis dan dinamis sifatnya. Aspek statisditunjukkan oleh komposisi penduduk misalnya. Komposisi pendudukmerupakan gambaran kondisi penduduk pada suatu titik tertentu, yaitu padasaat dilaksanakan sensus atau survei. Sesudah tanggal atau hari tersebut,komposisi penduduk akan berubah. Perubahan komposisi ini terjadi karenaperubahan kelahiran, kematian dan migrasi. Jadi dalam demografi jugadipelajari aspek statis dan aspek dinamis, yang keduanya salingmempengaruhi. Contoh, jumlah kelahiran akan mempengaruhi jumlahpenduduk muda di suatu wilayah tertentu.A. DEMOGRAFI FORMAL DAN KEPENDUDUKANSebagaimana telah diulas sebelumnya, demografi formal mencakuppengumpulan dan analisis statistik matematik dari data demografis. Ilmudemografi sendiri sebetulnya terbagi menjadi dua yaitu demografi formalatau murni dan studi kependudukan. Adolphe Landy (1945) menyarankanpembedaan pada istilah demografi murni dan studi kependudukan.Demografi murni atau pure demography merupakan ilmu yang menghasilkanberbagai teknik-teknik pengukuran indikator kependudukan. Demograferformal biasanya merupakan ahli matematika atau statistika yang menghitungvariabel demografi secara matematis. Philip Hauser dan Duddley Duncan(1959), mengatakan bahwa demografi merupakan analisa statistik terhadapjumlah, distribusi, komposisi serta komponen-komponen perubahannya,sedangkan studi kependudukan lebih mempersoalkan hubungan-hubunganantara variabel demografi dan variabel sistem lainnya. Mantra (2000)mengatakan bahwa demografi tidak mempelajari penduduk sebagai individu,tetapi penduduk sebagai suatu kumpulan (aggregates atau collection). Jadi

1.4Analisis Data Demografi yang dimaksud penduduk dalam kajian demografi adalah sekelompok orangyang tinggal dalam suatu wilayah tertentu bisa negara bisa bagian wilayahadministrasi dari suatu negara dan bisa global.Shryock dan Siegel (1971) membagi pengertian demografi dalam artisempit dan luas. Secara sempit demografi diartikan sebagai ilmu yangmempelajari tentang jumlah, distribusi, struktur dan pertumbuhan penduduk,ilmu ini disebut dengan demografi formal. Sedangkan dalam arti luas,demografi mencakup semua karakteristik penduduk termasuk di dalamnyaetnik, budaya, sosial dan ekonomi.Studi kependudukan merupakan studi yang membahas tentang hubunganantara faktor-faktor perubahan penduduk dan faktor-faktor pembangunan. T.Romlinson (1965) mengatakan bahwa studi kependudukan menerangkaninformasi dasar tentang distribusi penduduk, karakteristik dan perubahanperubahannya, serta menerangkan faktor penyebab perubahan tersebut danmenganalisa segala konsekuensi yang mungkin sekali terjadi di masa depansebagai hasil perubahan tersebut. Mantra (2000) mengatakan bahwa studikependudukan lebih luas dari kajian demografi murni, karena di dalammemahami struktur dan proses kependudukan di suatu wilayah, faktor-faktornon demografis ikut dilibatkan, misalnya dalam memahami fertilitas di suatudaerah tidak hanya cukup diketahui trend pasangan usia subur tetapi jugafaktor sosial, ekonomi dan budaya yang ada di daerah tersebut. Dengan katalain studi kependudukan lebih bersifat interdisipliner dan lebih mencakuptentang ilmu sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, politik, dan biologi.Banyak demografer yang lebih menyukai pendekatan studi kependudukan dimana hubungan antara variabel-variabel demografis dan nondemografisdiperhitungkan. Para demografer sangat tertarik dengan efek dari variabelnondemografis terhadap variabel demografis, contohnya bagaimanaperubahan dari pendapatan atau tingkat pendidikan keluarga dapatmemengaruhi kelahiran dan kematian. Beberapa demografer justru tertarikkepada hal sebaliknya; apakah variabel demografis akan menyebabkanperubahan pada variabel nondemografis. Hal ini juga menjadi perhatianbeberapa ahli pada disiplin ilmu berbeda. Misalnya, ketika suatu populasimemiliki proporsi lansia yang besar, pola pemilihan umum bisa jadi berbeda,karena para lansia lebih memilih partai politik tradisional yang sudah adasejak lama. Jika terjadi hal seperti itu, maka topik ini adalah kewenangan ahlipolitik, bukan demografer lagi. Analisis penduduk merupakan analisis yangdimulai "dari rahim ke liang kubur" (from the womb to the tomb) karena

ESPA4535/MODUL 11.5meliputi analisis penduduk pada seluruh siklus kehidupan manusia sejak darikandungan sampai meninggal.Banyak pertanyaan yang sering dilontarkan oleh seorang demograferketika mengamati kondisi suatu penduduk di suatu negara, yaitu seberapabanyak jumlah penduduk laki-laki dan perempuan? Di mana mereka tinggal?Berapa rentang usia mereka? Berapa banyak kelahiran yang terjadi, dandialami oleh siapa? Apa saja karakteristik yang terdapat pada mereka yangmati ataupun bermigrasi? Bagaimana dan mengapa penduduk mengalamidinamika (perubahan-perubahan)?Upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas sudah dilakukandengan melakukan berbagai pencatatan statistik tentang peristiwa demografi,meskipun dalam lingkup yang masih terbatas. John Graunt (1620-1674) telahberhasil menjawab beberapa pertanyaan tersebut mengenai penduduk Londonpada abad ke-17. John Graunt mengestimasi bahwa penduduk London terdiridari 199.000 laki-laki dan 185.000 perempuan. Pada saat itu John Grauntjuga berhasil mengidentifikasi bahwa lebih banyak bayi laki-laki yangdilahirkan dibandingkan bayi perempuan, pada tahun 1628 dan 1662 (Graunt1975:57).Graunt adalah seorang penjual pakaian, dan dengan pengetahuannyatentang 'aritmatika penjualan' yang dijadikan dasar untuk Natural andPolitical Observations, Made Upon the Bills of Mortality yaitu sebuah studitentang kelahiran dan kematian yang ditulisnya pada tahun 1662. Data yangdikumpulkan disajikan dalam tabel statistik, yang telah diuji, di cek dandisesuaikan keandalannya (Kreager, 1988). Karena jasa Graunt dalammemperhitungkan laju perubahan demografis dan statistik yang dibuat, makadia dijuluki sebagai Bapak Demografi. Kata 'demografi' berarti 'penjabarandari manusia' dan istilah ini pertama kali digunakan oleh ahli politik danekonomi Prancis Archille Guillard pada tahun 1855 (Petersen dan Petersen1976:219).Teori-teori tentang kependudukan juga terus mengalami perkembangan.Teori kependudukan yang sebelumnya banyak dibahas di antaranya hipotesisMalthus tentang hubungan antara penduduk dan keterbatasan sumber dayaalam serta kaitan antara kependudukan dengan lingkungan hidup. Dalambukunya yang berjudul Essay on the Principle of Population, Thomas RobertMalthus mengembangkan demikian Daniel Malthus tentang hubungan antarapenduduk dengan pangan. Teorinya mengajukan tiga hal penting yaitu:1. Penduduk dibatasi oleh sumber-sumber subsistensi pangan

1.62.3.Analisis Data Demografi Jumlah penduduk akan meningkat apabila sumber-sumber subsistensimeningkat, kecuali kalau ada faktor-faktor penghambat.Faktor penghambat tersebut yang menekan perkembangan pendudukserta menekan dampaknya pada tingkat subsistensi dapat dipecahkanmelalui ketahanan moral, kejahatan dan kesengsaraan.Dalam teorinya Malthus mengemukakan bahwa pertumbuhan pendudukyang cepat disebabkan karena hubungan antara laki-laki dan perempuan yangakan menghasilkan kehamilan serta kelahiran tidak bisa dihentikan.Sementara di saat bersamaan, jumlah penduduk yang meningkat jugamemerlukan pasokan pangan yang cukup. Malthus mengatakan bahwa jikatidak ada faktor penghambat, maka penduduk akan tumbuh menurut deretukur sedangkan sumber-sumber pangan akan tumbuh seperti deret hitung.Dia juga mengatakan bahwa faktor yang menghambat perkembanganpenduduk adalah pereventive checks yaitu moral restraint dan vice sertapositive check yaitu vice dan misery. Dalam preventive checks penguranganpenduduk dilakukan dengan menurunkan kelahiran melalui upaya-upayauntuk mengekang nafsu seksual (moral restraint) dan pengurangan kelahiranmelalui aborsi, homoseksualitas, promiscuity dan adultery (vice). Sedangkanpositive checks merupakan pengurangan penduduk melalui kematian yangmeliputi kejahatan kriminalitas, dan pembunuhan (vice) serta melaluiberbagai penyebab kematian seperti epidemik, bencana alam, kelaparan danpeperangan (misery).Tabel 1.1Pembatasan Penduduk Menurut MalthusPreventive ChecksMoral restraintVice (usaha(pengekangan diri)pengurangankelahiran) Semua usahayang mengekanghawa nafsuseksual Kesepakatanperkawinan rasepsiSumber: Ida bagus Mantra, 2003Positive checksVice (segala jenisMisery (keadaanpenguranganyang menyebabkanpenduduk melaluikematian)pembunuhan) Pembunuhan Epidemikanak-anakpenyakit Pembunuhan Bencana alamorang-orang Kelaparancacat Peperangan Pembunuhan Kekuranganorang-orang tuapangan

ESPA4535/MODUL 11.7Pada abad ke-19, kelompok anti Malthus menyampaikan kritik terhadapteori Malthus dengan argumen bahwa:1. Malthus tidak memperhitungkan kemajuan transportasi yangmenghubungkan daerah satu dengan yang lain, sehingga pengirimanbahan makanan ke daerah yang kekurangan pangan mudah untukdilaksanakan.2. Malthus tidak memperhitungkan kemajuan pesat dalam bidang teknologiterutama dalam bidang pertanian, karena pertanian dapat ditingkatkandengan cepat dengan menggunakan teknologi baru.3. Malthus tidak memperhitungkan usaha pembatasan kelahiran bagipasangan yang sudah menikah, artinya pengontrolan kelahiran yangdiutarakan oleh Malthus dianggap tidak bermoral.4. Fertilitas akan menurun apabila terjadi perbaikan ekonomi dan standarhidup penduduk meningkat.Aliran Marxist yang dicetuskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels,mengatakan terdapat 3 hal dalam kaitannya penduduk dan faktor yangmempengaruhi. Teori ini dulu banyak digunakan di negara-negara yangmenganut paham sosialis seperti Cina, Vietnam maupun Korea Utara. Dalamteorinya dikatakan bahwa:1. Jumlah penduduk tidak memberikan tekanan berarti terhadappeningkatan kebutuhan pangan tetapi lebih besar dampaknya bagikesempatan kerja2. Kemelaratan terjadi bukan karena cepatnya pertumbuhan penduduk,tetapi karena kaum kapitalis mengambil sebagian besar hak para buruh.3. Semakin tinggi tingkat jumlah penduduk, maka semakin tinggi pulaproduktivitasnya. Hal ini terjadi jika teknologi tidak menggantikantenaga kerja manusia. Sehingga manusia tidak perlu menekan jumlahkelahiran, dan ini berarti menolak teori Malthus tentang moral restraintuntuk menekan angka kelahiran.Dalam perkembangannya, muncul aliran Neo-Malthusian yangdikemukakan oleh Garrett Hardin dan Paul Ehrlich. Dalam teorinya di abadke 20, Bumi yang pada jaman Malthus masih kosong mulai dipadati olehmanusia. Setiap minggu lebih dari 10 juta bayi diperkirakan lahir di dunia,sehingga semakin banyak manusia yang harus dipenuhi kebutuhanpangannya. Sementara keadaan pangan terbatas dan kerusakan lingkungan

1.8Analisis Data Demografi semakin meningkat sebagai akibat peningkatan jumlah penduduk. Aliran inidilengkapi oleh Meadow dalam bukunya yang berjudul The Limit to Growth(1972) yang memperhatikan hubungan antara variabel lingkungan yaitupenduduk, produksi pertanian, industri dan sumber daya alam serta polusi.Pertumbuhan penduduk dapat dibatasi dengan melakukan pembatasankelahiran.Berbagai studi demografi dan kependudukan yang telah dilakukan diberbagai negara sebagaimana dikutip dari Lucas (1994), di antaranya adalah:1. Perubahan jumlah dan struktur penduduk yang dikemukakan oleh Liu(1993) yang memperoleh data-data statistik vital dari garis keturunan dangenetika dari 12 provinsi di Cina untuk studinya dalam perkawinan,kelahiran, dan kematian dari tahun 1300 sampai 1900. Ia juga mencatatbahwa fluktuasi atau perubahan dalam kelahiran dan kematian terjadisecara bersamaan dengan bencana alam dan peperangan. Bedford (1980)melihat suatu perdebatan yang terjadi sekitar akhir abad ke-19 tentangmenurunnya populasi penduduk Melanesia. Bukti pendukung terdiri daridata sensus dari Fiji dan Kaledonia Baru, serta laporan dari penjelajah.2. Studi tentang kematian dilakukan oleh Janetta dan Preston (1991)dengan menggunakan catatan pendaftaran penduduk di kuil Buddhayang menunjukkan kematian berdasarkan usia dan jenis kelamin daritahun 1771 dan 1980 untuk meneliti masalah kematian di JepangTengah. Sementara itu Curtin (1989) menggunakan laporan tahunanyang dikeluarkan tentara Inggris dan Perancis untuk membandingkanpenyakit dan kematian yang diderita oleh pasukan tentara yangditempatkan di daerah asal maupun luar negeri (Afrika, Hindia Barat,India, dan lain-lain).3. Lardinois (1989) menggunakan daftar desa-desa tidak berpenghuni danyang telah ditinggalkan untuk mempelajari pengurangan populasi diTamil Nadu, India Selatan, sekitar tahun 1800.4. Kajian tentang fertilitas dan perkawinan dilakukan oleh Hajnal (1965)yang mengkaji data sensus dan data hasil pencatatan paroki, catatanperpajakan, dan data-data historis lainnya untuk menentukan polapernikahan yang terlambat serta proporsi orang yang tidak menikah dibenua Eropa.5. Kinoshita (1993) menggunakan catatan administratif tahunan (shumonaratame-cho) di sebuah desa kecil di daerah timur laut Jepang padaperiode 1760-1870, dan menyimpulkan bahwa fertilitas penduduk

ESPA4535/MODUL 11.9meningkat pada periode tersebut.Penjelasan yang mungkin adalah karenabudak diganti dengan buruh harian.Karena budak harus meninggalkankampung halaman mereka, pasangan suami istri biasanya harus berpisah,sehingga angka kelahiran dapat menurun.6. Wilson dan Woods (1991) menggunakan catatan paroki dan datapencatatan vital untuk membandingkan fertilitas pada daerah-daerah diInggris dari abad ke-16 hingga sekarang.7. Mobilitas penduduk pernah diulas oleh Erikson (1990) denganmenggunakan sampel dari daftar penumpang kapal yang tiba di limapelabuhan di Amerika Serikat pada tahun 1841 untuk mengetahui ruteemigrasi, jumlah orang yang masuk, usia, jenis kelamin, kawanperjalanan, dan pekerjaan seorang migran dari kepulauan Inggris.8. Gillion (1962) mempelajari laporan emigrasi dari Calcutta, statistik milikDepartemen Tenaga Kerja Fiji, dan catatan kolonial untuk mengukur lajuemigrasi dari India ke Fiji dan migrasi kembali ke India.9. Reid (1989) menggunakan manifes kapal, detail dari orang-orang yangsampai di pelabuhan Sydney, dan catatan paroki di Irlandia dan Australiauntuk memeriksa siapa saja migran dari Irlandia, dari mana merekadatang, dan apa yang terjadi kepada mereka di Australia.10. Di Indonesia studi tentang demografi dan kependudukan sudah banyakdilakukan oleh pakar demografi, di antaranya tentang transisi demografidi Indonesia dan bonus demografi, ekonomi sumber daya manusia,transisi mobilitas maupun ketenagakerjaan dan mobilitas penduduk.B. DEMOGRAFI, KEPENDUDUKAN DAN ILMU LAINNYADemografi dapat dikatakan sebagai sebuah ilmu interdisipliner karenarelasinya dengan banyak disiplin ilmu akademis lainnya seperti matematika,statistika, biologi, kedokteran, geografi, sosiologi, ekonomi, dan psikologi.Banyak demografer mengikuti pelatihan di bidang ilmu lainnya sebelummemilih spesialisasi demografi. Sebagai contoh bahwa demografiberhubungan dengan ilmu lain dengan membayangkan sebuah studi tentangkeluarga. Para demografer sangat tertarik dengan keluarga karena peristiwademografi dapat memengaruhi ukuran dan komposisinya. Seorang ahlisejarah, terutama demografer sejarah, sangat mungkin memperhatikankeluarga dari masa lampau, dengan usia perkawinan dan komposisi sertaukuran dari satu rumah tangga di masa lalu. Karena keluarga adalah unit

1.10Analisis Data Demografi paling dasar dalam aktivitas sosial, ahli sosiologi dan antropologi jugatertarik pada status, peranan, jaringan dan pembuat keputusan di dalamkeluarga serta pranata yang ada di dalam keluarga tersebut (lihat Caldwell etal. 1988; Hawthorn 1970; Nag 1973). Pada beberapa masyarakat, memilikibanyak anak memberikan kehormatan bagi sang ibu dan keluarga. Alasanmengapa orang menginginkan banyak anak adalah pertanyaan yang dapatmembuat ahli psikologi khawatir (lihat East-West Population Institute 1976).Namun ahli ekonomi memandang keluarga sebagai unit ekonomi, dan studimereka mencakup hal seperti biaya yang dikeluarkan untuk anak, yang jugarelevan terhadap kerja demografer. Contoh yang lebih spesifik adalahhubungan antara demografi dan epidemiologi. Sebuah epidemi terjadi apabilasuatu penyakit menyerang sejumlah banyak orang pada saat bersamaan.Epidemiologi, akan tetapi, bukan hanya merupakan studi dari epidemi saja,saat ini epidemiologi juga mempelajari tentang morbiditas (investigasimengenai sakit dan penyakit) dan salah satu konsekuensi dari perubahanperilaku dan gaya hidup masyarakat yang didukung oleh perubahan iklimglobal.Gambar 1.1Hubungan Variabel demografi dan disiplin lainnya

ESPA4535/MODUL 11.11C. DEMOGRAFI DAN PEMBANGUNANPenduduk dan pembangunan, dua kata yang mempunyai makna berbedatetapi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Penduduk mengacu padamanusia, individu, orang atau sekumpulan orang-orang dalam suatu wilayahtertentu. Sedangkan pembangunan mempunyai arti proses merubah sesuatumenjadi lebih baik atau membuat sesuatu lebih baik, untuk dinikmati dandimanfaatkan oleh penduduk. Pembangunan pada dasarnya dilakukan dengantujuan untuk mensejahterakan penduduk baik secara fisik maupun spiritual.Dalam pembangunan, penduduk menjadi subjek sekaligus objek. Pendudukmenjadi subjek karena penduduk menjadi sasaran yang dibangun, yangmeliputi peningkatan kemampuan (empowered) dan makin meluasnyaberbagai kesempatan (opportunity) sehingga penduduk menikmatipembangunan yang telah dilakukan. Sebagai sasaran dan penikmat hasilpembangunan diperlukan jumlah, struktur dan laju pertumbuhan pendudukserta persebarannya untuk mencapai pemerataan dan keadilan.Sementara di sisi yang lain penduduk juga menjadi penentu dan pelakudalam kesuksesan pembangunan. Penduduk sebagai penentu dan pelakuutama dalam pembangunan, memerlukan kualitas dan produktivitas yangtinggi sehingga pembangunan yang dihasilkan juga akan tinggi. Kualitas danproduktivitas dapat dibangun dan ditingkatkan apabila jumlah dan lajupertumbuhan bisa dikendalikan sehingga seimbang dengan daya tampung dandaya dukung lingkungan, selain itu persebarannya jua perlu diarahkan untukmencapai keseimbangan tersebut.Pengendalian laju pertumbuhan penduduk mempunyai peran pentinguntuk meningkatkan kualitas penduduk. Upaya pengendalian pertumbuhanpenduduk dalam rangka tercapainya penduduk tumbuh seimbang harusditingkatkan sebagai langkah penting dalam rangka pembangunankependudukan terutama meningkatkan kualitas penduduk dan melakukanpengarahan penduduk. Pembangunan kependudukan yang meliputipengendalian kuantitas, peningkatan kualitas dan pengarahan mobilitaspenduduk harus didorong melalui pemberdayaan dan pembangunan keluargasebagai unit terkecil sasaran pembangunan nasional.Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang berdasarkanevidence atau data, karena dengan data yang valid, reliable dan mempunyaicakupan yang luas akan menjadi titik tolak dalam menentukan perencanaandan langkah-langkah pembangunan berwawaskan kependudukan. Data

1.12Analisis Data Demografi tentang jumlah, struktur, pertumbuhan dan karakteristik penduduk serta datapenunjang lainnya harus tersedia terus menerus dan dimutakhirkan setiapsaat. Dinamika penduduk akan mengubah struktur, komposisi dan persebaranpenduduk. Dengan melakukan proyeksi maka akan dapat diperkirakanperubahan kebutuhan yang harus dipenuhi dan fasilitas pelayanan publikyang perlu disediakan.Konferensi Kependudukan Internasional yang dilaksanakan di Kairo,menyepakati bahwa isu-isu kependudukan tidak hanya mengenai jumlah dandinamika penduduk, tetapi lebih pada manusia dengan segala matra dan hakhak untuk pembangunan dan mendorong ke arah hidup yang lebih baik dimanapun mereka dilahirkan. Kemudian pada tahun 2000 disepakatiMillenium Development Goals (MDGs) yang menjadi arah pembangunanbagi negara-negara yang ikut menandatangani kesepakatan tersebut. MDGsdilakukan untuk menjawab tantangan di era millenium dengan langkahkongkrit dalam menilai kinerja (performance) melalui tujuan jangka panjang(goals), serta menetapkan target dan indikator yang sudah ditetapkan dari1990 hingga 2015, yang disebut "Millenium Development Goals" (MDGs).Adapun 8 tujuan dari MDGs adalah:1. Memberantas kemiskinan dan kelaparan.2. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua.3. Meningkatkan persamaan gender dan pemberdayaan perempuan.4. Mengurangi angka kematian bayi.5. Meningkatkan kesehatan ibu.6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, penyakit lain.7. Pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.8. Mengembangkan kemitraan global dalam pembangunan.Penduduk dan Pembangunan merupakan dua sisi mata uang yang tidakdapat dipisahkan. Oleh sebab itu pembangunan dapat berkelanjutan tidakdapat terjadi apabila tidak dibarengi dengan pembangunan manusia. Integrasivariabel kependudukan dengan pembangunan merupakan suatu upayamemberikan posisi penting pada perencanaan kependudukan. Terdapathubungan yang timbal balik antara perubahan dalam variabel-variabelkependudukan dengan pemakaian sumber daya alam, lingkungan dan kualitaspembangunan sosial ekonomi. Pembangunan yang berkelanjutan akanmengupayakan pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kualitas hidupgenerasi sekarang, serta memikirkan kepentingan penduduk generasi yangakan datang.

ESPA4535/MODUL 11.13Dengan demikian, mengintegrasikan kependudukan dalam strategiekonomi dan pembangunan nasional akan mempercepat laju pembangunanyang berkelanjutan dan mengurangi kemiskinan. Hasilnya akan mempercepatpencapaian tujuan pembangunan kependudukan, seperti peningkatan kualitassumber daya manusia dan kesejahteraan.Pada beberapa tahun lalu, model pembangunan yang lebih menekankankepada power centered terlihat belum mampu meningkatkan kesejahteraan.Oleh karenanya, perencana pembangunan saat ini seyogyanya mampumenjadikan penduduk sebagai sentral pembangunan, dengan memperhatikanhak-hak individu (seperti hak politik, hidup secara bebas, memilih, sosioekonomi, standar hidup dan mendapatkan pekerjaan). Dengan demikian,pembangunan berwawasan kependudukan hendaknya bersifat holistik, yaitumelihat persoalan pembangunan secara lebih luas dan komprehensif.Dalam segitiga pembangunan berwawasan kependudukan disebutkanbahwa penduduk menjadi sentral pembangunan sosial, pembangunanekonomi, dan pembangunan lingkungan yang dikelola secara bersama-samadan terintegrasi. Widjojo Nitisastro (2004) mengatakan bahwa untuk konseppembangunan berwawasan kependudukan dalam rangka mewujudkanpembangunan yang berkelanjutan, penduduk harus ditempatkan sebagai titiksentral kegiatan pembangunan (2004). Dengan demikian pendudukditempatkan sebagai fokus pembangunan yang partisipatif, mendorongpemerataan, non diskriminatif, pemberdayaan keluarga dan masyarakat,pengentasan kemiskinan, pengembangan kemampuan sumber daya manusia,dan pemerintahan yang demokratis.Interaksi antara faktor-faktor penduduk dan faktor-faktor pembangunandengan mengakomodasi proses dan outcome ditunjukkan pada Gambar 1.2.Gambar tersebut menjelaskan bahwa pada tingkat makro, prosespembangunan meliputi kebijakan, strategi, program dan kegiatan. Dalam halini proses kependudukan mendorong outcome pembangunan dan sebaliknyaproses pembangunan mendorong outcome kependudukan. Terlihat bahwaproses pembangunan mempengaruhi outcome kependudukan dan proseskependudukan mempengaruhi outcome pembangunan. Implikasi darikerangka kerja ini adalah bahwa suatu kebijakan ditetapkan untukmendapatkan tujuan pembangunan yang diinginkan.

1.14Analisis Data Demografi Sumber: Training Module on integrrated population and developmentplanning (NEDA, 1993) dalam Omas dkk (2013)Gambar 1.2Hubungan Demografi dan PembangunanD. TRANSISI DEMOGRAFITransisi demografi merupakan suatu kondisi yang menggambarkanperubahan parameter demografi yaitu fertilitas, mortalitas dan migrasi.Zelinsky (1971), menyatakan bahwa transisi fertilitas dan mortalitas sebagaitransisi vital, sedangkan transisi demografi terdiri dari transisi vital dantransisi mobilitas. Berbeda dengan Zelinski, Notenstein (1945) menegaskanbahwa transisi demografi hanya memperhatikan perubahan fertilitas danmortalitas atau dengan kata lain disebut sebagai perubahan secara alamiah.PBB (1989) membagi transisi demografi ke dalam 4 tahap, yaitu:1. Pada tahap pertama angka fertilitas (kelahiran) masih sangat tinggi,ditandai dengan indikator Total Fertility Rate (TFR) di atas 6, dan angkamortalitas (kematian) juga tinggi. Sedangkan usia harapan hidup waktulahir rendah yaitu kurang dari 45 tahun. Pada tahap ini laju pertumbuhanpenduduk sangat rendah. Jumlah kelahiran dan kematian cenderungsangat tinggi dan tidak terkendali setiap tahunnya. Berbagai faktorpenyebab kematian ikut mempengaruhi di antaranya adanya peperangan,gagal panen dan kelaparan sebagai akibat tingginya harga-harga panganserta meluasnya wabah penyakit menular.

ESPA4535/MODUL 12.3.4.1.15Tahap kedua ditandai dengan mulai menurunnya angka mortalitasdengan cepat karena penemuan obat-obatan antibiotik, revolusi industridan kemajuan teknologi. Angka kelahiran sudah menunjukkanpenurunan tetapi sangat lambat. TFR pada tahap ini berkisar antara 4,56, sedangkan usia harapan hidup waktu lahir berkisar antara 45-55 tahun.Tahap ketiga, ditandai dengan kematian yang terus menurun tetapipenurunannya mulai melambat. Angka harapan hidup berkisar antara 5565 tahun, sedangkan TFR mengalami penurunan dengan cepat sebagaiakibat adanya program keluarga berencana dan tersedianya alatkontrasepsi secara luas. Pada tahap ini tingkat pendidikan mulaimeningkat.Tahap keempat ditandai dengan angka kelahiran dan kematian yangsudah rendah dan tingkat pertumbuhan penduduk yang juga rendah. Padatahap ini usia atau angka harapan hidup mencapai lebih dari 65 tahundan TFR di bawah 3. Proses transisi demografi dianggap berakhir ketikafe

Demografi sendiri sebenarnya melibatkan studi ilmiah tentang ukuran, . bukunya yang berjudul Essay on the Principle of Population, . (pengekangan diri) Vice (usaha pengurangan kelahiran) Vice (segala jenis pengurangan penduduk melalui pembunuhan)