Transcription

Berkala Ilmiah Pendidikan FisikaISSN 2337-604X (print)ISSN : 2549-2764 (online)Vol 7 No 1 -10Pengembangan Modul Fisika STEM Terintegrasi Kearifan Lokal “Beduk”untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMPFarida Amrul Almuharomah1,Tantri Mayasari2, Erawan Kurniadi31,2 ,3Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Madiun1)[email protected] ; 2)[email protected] ;3)[email protected]: 10.20527/bipf.v7i1.5630Received : 13 Desember 2018Accepted : 26 Februari 2019 Published : 28 Februari 2019Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul fisika STEM terintegrasikearifan lokal “Beduk” untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP.Desain penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan modelADDIE. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Kecamatan Balong dengan melibatkan38 siswa kelas VIII. Data kemampuan berpikir kreatif diukur melalui tes dan observasi.Kuesioner digunakan untuk mengetahui kelayakan modul berdasarkan validasi ahli danrespon siswa. Hasil menunjukkan modul layak digunakan berdasarkan validasi ahli dengankategori sangat layak dan didukung respon siswa dengan kategori baik. Kemampuanberpikir kreatif siswa meningkat dengan N-gain sebesar 0,92 dengan kategori tinggi.Modul Fisika STEM terintegrasi kearifan lokal “beduk” untuk meningkatkan kemampuanberpikir kreatif ini layak digunakan sebagai pendamping buku paket di sekolah.Kata Kunci: pengembangan, STEM, kearifan lokal, berpikir kreatifAbstract: This study aims to develop a STEM physics module integrated with "Beduk"local wisdom to improve junior high school students' creative thinking skills. Theresearch design used was Research and Development (R&D) with the ADDIE model. Theresearch was conducted in the SMPN 2 Balong involving 38 class students VIII. The creativethinking ability were measured through tests and observations. The questionnaire wasused to determine the feasibility of the module based on expert validation and studentresponses. The results show that the module is feasible to use based on expert validation,with very feasible categories and supported by students' responses in good categories.Students' creative thinking ability increases with N-gain of 0.92 with a high category. TheSTEM physics module integrates "beduk" local wisdom to improve creative thinking skillsworthy of being used as a companion to school textbooks.Keywords: development, STEM, local wisdom, creative thinking 2019 Berkala Ilmiah Pendidikan FisikaHow to cite: Almuharomah, F. A., Mayasari, T., &Kurniadi, E. (2019). Pengembanganmodul fisika STEM terintegrasi kearifan lokal “beduk” untuk meningkatkan kemampuanberpikir kreatif siswa SMP. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 7(1), 1-10.1

Almuharomah et al /Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika 7 (1) 2019, 1-10PENDAHULUANPenguasaan teknologi menjadi halpenting yang harus dikuasai di abad 21.Kerangka kerja abad 21 yaitu kehidupandan karir, pembelajaran dan inovasi,serta informasi, media, dan teknologi.Pembelajaranyangmenerapkankerangka kerja abad 21 dapat melatihsiswa terbiasa menghadapi tantanganyang lebih kompleks (Nugroho, 2018).Inovasi saat ini berguna dalammenghadapi pasar bebas Association ofSouth East Asian Nations (ASEAN) ,sehingga pembelajaran dengan prosesberinovasi perlu dikembangkan. Inovasiberkaitan erat dengan kemampuanberpikir kreatif seseorang dalamberbagai bidang. Keberhasilan kreatifditentukan dalam suatu bidang yangmerupakan suatu keterampilan daridalam diri meliputi kemampuan berpikirkreatif, kerja kreatif, serta motivasi(Munandar, 2012). Berpikir kreatif yaitumenunjukkan kreativitas dalam berpikirmelaluipemahamanmengenaipsikologi bahasa, dan visi misi yangjelas dalam membuat keunggulan(Sudarma, 2016).Kemampuanberpikirkreatifmenurun dari waktu ke waktuditemukan di Amerika terutama kanakkanak sampai kelas tiga (Kim, 2011).Profil kemampuan berpikir kreatif siswaSekolah Menengah Pertama (SMP)diteliti oleh (Almuharomah & Mayasari,2018) di SMP Negeri 2 KecamatanBalong sebesar 55,38% termasuk dalamkategori cukup. Indikator luwesmerupakan indikator berpikir kreatiftertinggi yaitu 71,70%. Pencapaianberpikir kreatif tersebut masih perluditingkatkan melalui pembelajaran yangberagam.Berdasarkanwawancarakepada guru pelajaran Ilmu PengetahuanAlam (IPA) diketahui bahwa belum adabuku pendamping yang mengasahberpikir kreatif. Rendahnya kemampuanberpikirkreatifsertaminimnyamedia/buku pendamping menjadi alasanperlunya dikembangkan modul yangmerangsang kemampuan berpikir ian terdahulu melaporkanbahwa peningkatan berpikir kreatifditemukan melalui penerapan eringandMatehematicsatauSTEM(Dewi,Mayasari, & Handhika, 2017). Duniapendidikan terutama negara berkembangbanyak mengaplikasilkan STEM dalampembelajaran, sehingga STEM dapatdiintegrasikan sebagai pendekatan,model pembelajaran, maupun disisipkandalam materi pelajaran melalui bahanajar (Permanasari, 2016). PenelitianterbarumengembangkanSTEM–Animasi berbasis kearifan lokal dalampembelajaran fisika SMA oleh (Utami,Septiyanto, & Suryana, 2017).Tujuansecaraumumdaripembelajaran dengan pendekatan STEMyaitu menerapkan dan mempraktekkankonten dasar dari STEM pada situasiyang mereka hadapi/temukan dalamkehidupan, agar menjadi melek/literasiSTEM(Bybee, 2013). STEMmerupakansebuahpendekatanpembelajaran yang efektif karenamenggabungkanpengetahuan,matematika, teknologi, dan teknik(Sukmana, 2017). Teknologi memilikiperkembangan yang pesat terutamadibidang komunikasi. Teknologi yangberkembang saat ini tidak terlepas daripenemuan alat komunikasi masalampau. Salah satu budaya lokal yangmasih ada sampai saat ini sebagai alatkomunikasi yaitu beduk. Kearifan lokaladalah khas suatu daerah mengenaiaspek budaya, ekonomi, komunikasi,danekologi(Prasetyo,2013).Pengoprasian beduk erat nyi.Alasanmenggunakan beduk sebagai temabahasan dalam modul karena beduksangat dekat dengan kehidupan seharihari peserta didik. Pembelajaran perlu2

Almuharomah et al /Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika 7 (1) 2019, 1-10diusahakan untuk menyeimbangkanpengetahuan sains dengan penanamannilai-nilai ilmiah serta kearifan lokalmasyarakat (Suastra, 2010). Selain itu,melalui proses pembuatan beduk, siswadapat belajar tetang sains, teknolgipembuatannya,engineering,sertamatematika. Mengingat pentingnyakemampuan berpikir kreatif, penguasaanteknologi, dan pelestarian budaya, makadilakukan penelitian pengembanganmodul fisika STEM terintegrasi kearifanlokal “beduk” untuk meningkatkankemampuan berpikir kreatif siswa SMP.Ponorogo. Siswa uji kelas kecil dipilihsecara acak sebanyak 8 orang. Uji kelasbesar di lakukan di kelas VIIIAsebanyak 30 siswa. Pengambilan datadilakukan dengan membagikan tessejumlah empat butir soal pretestmaupun posttest. Instrumen tes yangtelah divalidasi ahli dikembangkanberdasarkan isi modul yaitu berupaempat indikator berpikir kreatif fluency,flexibility, originality, dan elaboration(Yuliani, Mariati, Yulianti, & Herianto,2017). Hasil uji kemudian dianalisisberdasarkan persamaan n-gain dengankriteria perhitungan seperti Tabel 2(Dwiantara & Masi, 2016).METODEPenelitian ini termasuk dalampenelitian Research and Development(R&D) dengan model ADDIE (Analysis,Design, Development, Implementation,Evaluation) yang diadaptasi menurut(Molenda,2003).Penelitianinibertujuan untuk menghasilkan modulTabel 2 Kriteria Perhitungan N-gainN-gainKategoriN-gain 0,70Tinggi0,30 N-gain 0,70SedangN-gain 0,30RendahHASIL DAN PEMBAHASANPengembangan modul dilakukanberdasarkan lima tahap yaitu analisis,perancangan,pengembangan,implementasi, dan evaluasi. Secarakeseluruhan kelima tahap tersebut dapatdijabarkan sebagai berikut .AnalysisAnalisis dilakukan melalui berbagaiaspek diantaranya kebutuhan eramodern, karakter siswa, serta materipembelajaran yang akan digunakan.Berdasarkan analisiskebutuhan eramodern kehidupan berkarir terkaitdengan SDM handal dengan STEM.Kemampuan berpikir kreatif diperlukanuntuk menjadi Sumber Daya Manusia(SDM) handal dalam kehidupanmasyarakat maupun dunia kerjaterutama memasuki pasar bebasASEAN. Karakter yang baik diperlukanuntuk menyeimbangankan dunia virtualtanpa batas. Sehingga pembelajarandengan tema kearifan lokal dapatdijadikan landasan untuk penanamankarakter serta pengenalan budaya sejakdinimelaluipembelajaran.fisika STEM terintegrasi kearifanlokal “beduk” untuk meningkatkankemampuan berpikir kreatif siswa .Data yang diperlukan berupa kelayakanmodul ditinjau dari validasi ahli danrespon siswa serta kemampuan berpikirkreatif. Teknik analisis data yangdigunakan yaitu analisis kualitatifmenggunakan model interaktif secaraterus menerus yang melewati tiga tahap,yaitu reduksi data, penyajian, danpenarikan kesimpulan. Data hasilvalidasi ahli diolah berdasarkanpersamaandenganmenggunakankriteria perhitungan CVI seperti tabel 1(Lawshe, 1975).Tabel 1.Kriteria Perhitungan CVIPenilaianKriteria Intepretasi0,00 – 0,33Tidak Layak0,34 – 0,67Layak0,68 – 1,00Sangat LayakTempat uji coba penelitian di SMPNegeri 2 Kecamatan Balong paten3

Almuharomah et al /Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika 7 (1) 2019, 1-10Pengembangan modul STEM dianggapperlu mengingat belum adanya modulyang membantu guru mengajarkanSTEM di SMPN 2 Kecamatan Balong.Materi yang dipilih berdasarkanidentifikasi Standar Kompetensi (SK)dan Kompetensi Dasar (KD) yaitu babgetaran, gelombang, dan bunyi. Standarkompetensi 6 berupa memahami konsepdan penerapan getaran, gelombang, danoptika dalam produk teknologi seharihari. Kompetensi dasar yang digunakanyaitu : Mendiskripsikan konsep getarandan gelombang serta parameterparameternya dan mendiskripsikankonsep bunyi dalam kehidupan seharihari. Kemampuan siswa dalam berpikirkreatif dalam materi getaran dangelombang berdasarkan pretest yangdilakukan dapat disimpulkan bahwarata- rata skor yang diperoleh siswasebesar 54,5 dengan kategori cukupkreatif.dalam desain penutup dan ujikompetensi pilihan ganda diletakkandiakhir modul. Modul fisika STEM yangtelahselesaidisusunkemudiandivalidasikan keahli. Hasil validasidirangkum saran-sannya sebagai dasarmelakukanperevisianmodul.Pengembangan modul berdasarkan saranahli yaitu dengan menyantumkansumber gambar serta melakukanperbaikan instrumen. Hasil validasi ahliModul fisika STEM terintegrasi kearifanlokal dinyatakan layak oleh validatordengan hasil Content Validity Indeks(CVI) 1 berkategori sangat layak.Kelayakan modul ditinjau dari indikatorpenilaian diantaranya kualitas isi,STEM, kearifan lokal, teknik penyajian,kemampuan berpikir kreatif, bahasa, dantampilan. Hal tersebut ditunjang denganrespon dari siswa yang menyatakanmodul baik dengan rata-rata 93,67.Indikatorresponsiswayaitukemenarikan: membangkitkan motivasidalam pembelajaran dan minat belajar.Kesesuaian: materi dengan berpikirkreatif, tujuan, konsep STEM, dankearifan lokal. Isi: Bahasa mudahdipahami serta tidak bermakna ganda.DesignTahap ini dilakukan denganpenentuan ide pengembangan modulSTEM dengan kearifan lokal beduksebagai tema pembahasan dalammembelajarkanmaterigetaran,gelombang, dan bunyi. Langkah yangdilakukan berupa penyusunan modul,instrumen berpikir kreatif, hasil belajar,respon siswa, dan lembar validasi.Modul disusun sesuai dengan desainyang ingin ditampilkan diantaranyatampilan cover, pendahuluan modul,desain peletakan materi, serta desainpenutup yang berisi intrumen berpikirkreatif dan uji kompetensi. Setelahmodul selesai kemudian RPP disusunsesuai dengan modul.ImplementationUji kelas kecil sebanyak delapansiswa dilakukan dikelas VIII B setelahmodul direvisi, Pada uji kelas kecilkemampuan berpikir kreatif meningkatdengan N-gain 0,39 dengan kategorisedang. Dalam uji kelas kecil belumditemukan kendala sehingga modul bisaditerapkan pada sekala besar. Penerapanmodul di kelas besar dilakukan di kelasVIII A dengan 30 siswa. Hasilnyakemampuan berpikir kreatif siswasebelum penerapan modul dilihat dariempat indikator kemampuan berpikirkreatif perolehan rata-rata 54,5 termasukdalam kategori cukup kreatif. Setelahpenggunaan modul maka kemampuanberpikir kreatif siswa meningkatberdasarkan rata-rata perolehan empatindikator berpikir kreatif sebesar 85,25DevelopmentPengembangan penyusunan moduldilakukan dengan membuat coverberwarna mengisi bab pendahuluan,menerapkanmateripembelajarandengan penjelasan STEM,sertamemasukkan instrumen berpikir kreatif4

Almuharomah et al /Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika 7 (1) 2019, 1-10yang masuk dalam kategori sangatkreatif. Hasil peningkatan kemampuanberpikir siswa dengan N-gain 0,92masuk dalam kategori tinggi. Penerapanmodul di sekolah lain masih perlupengkajian ulang karena kemungkinanakan menghasilkan angka yang berbeda.Evaluasidilakukansecarakeseluruhan. Menurut ahli modultersebut belum menerapkan langkahpembelajaran STEM secara nyata. Halini karena tahap menjelaskan fenomenasains belum menjadi kesatuan yangpadu. Modul yang telah diuji coba dandivalidasi dapat dilihat pada Gambar 1.EvaluationGambar 1 Modul Fisika STEM Terintegrasi Kearifan LokalPada tahap evaluasi moduldianggap belum memenuhi standarsesuai dengan pembelajaran STEMmaka dilakukan perancangan kembali.Modul revisi ini melewati tahap analisis,desain, dan kemudian perancanganmodul. Analisis dilakukan denganmeninjau ulang kearifan lokal yangdigunakan melalui STEM seperti padaGambar 2.5

Almuharomah et al /Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika 7 (1) 2019, 1-10Gambar 2 Kearifan lokal Beduk analisis STEMAnalisisinibergunauntukmenjelaskan kearifan lokal beduk dariberbagai komponen penyusun bedukyang dijelaskan melalui sains. Bedukterdiri dari kerangka beduk berupabatang kayu panjang yang berlubang(S.M.E), ujung batang beduk (E.M),bagian dipukul (S.E), dan menjelaskanteknologi terbaru yang diilhami daribeduk serta penggunaan aplikasi dalamkegiatan pembelajaran. Analisis inimerujuk pada (Tseng, Chang, Lou, &Chen, 2013). Desain modul revisi inidisusun berdasarkan penjelasan sertakegiatan pengamatan yang disusunselang seling. Tampilan modul revisidapat dilihat pada Gambar 3.Gambar 3 Desain tampilan Modul6

Almuharomah et al /Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika 7 (1) 2019, 1-10Moduldikembangkandenganadanya indikator kemampuan berpikirkreatif dalam kegiatan belajar. Indikatortersebut diantaranya berpikir lancar(fluency), berpikir luwes (flexibility),berpikir asli (originality), berpikirterperinci (elaboration) Hal tersebutdapat dilihat pada Gambar 4.Gambar 4 Lembar Kerja SiswaKemampuan berpikir kreatif yangdimunculkan pada indikator originalityyaitu siswa dituntut untuk berkreasimembuat beduk dari bahan sederhanayangmudahditemui.Beberapakompetensi dasar dapat diintegrasikandengan pendekatan STEM berupaaktivitas pembiasaan dan pemberianprojek kepada siswa (Anggraini &Huzaifah, 2017). Kegiatan ini mengasahkemampuan siswa dalam berkreasisesuai dengan imajinasinya. Keunikankarya mereka terletak pada kemampuanseseorang dalam mengkombinasi warnasertakerapiantampilankarya.Kemampuan berpikir kreatif denganindikatorflexibilitymerupakankelanjutan dari tugas proyek berupapembuatan beduk sederhana. Bedukyang telah dibuat kemudian dianalisisfrekuansi (f), waktu (t), dan banyaknyagelombang yang dihasilkan bedukmelalui aplikasi Frequency Counter.Pengintegrasian tugas berbasis proyekini dianggap perlu mengingat hasilpenelitian STEM Project BasedLearning (PBL) disekolah memberikanmanfaat bagi siswa berprestasi rendahke tingkat yang lebih besar (Han,Capraro, & Carpraro, 2014). Penelitianlainjugamelaporkanbahwapembelajaran berbasis proyek mampumeningkatkan pemahaman konsep siswapada bidang sains, matematika, teknik,dan teknologi (Branch, 2014; Byme,2014).Selainitukemampuanelaboration atau berpikir terperincidapat dilihat pada Gambar 5.Mari BerpikirBerpikir Terperinci(Elaboration)Jenis kayu apa yang dapat digunakanuntuk membuat beduk besar sepeti bedukpendowo? Mengapa demikian? Dapatkahkulit domba digunakan untuk beduk ini?Gambar 5 KemampuanPada Modul7Elaboration

Almuharomah et al /Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika 7 (1) 2019, 1-10TEM lebih dimunculkan dalammodul revisi ini melalui penjelasanbagian-bagian beduk. Bentuk kerangkabeduk dan bahan pembuatan bedukdapatmenjelaskan(Science,Engineering, dan Mathematic). Kulithewan pada selaput bedug dapatmenjelaskan (Science dan Mathematic).STEM dapat terlihat sebagai satukesatuan dalam kegiatan siswa yangdidalamnya telah mengandung indikatorkemampuan berpikir kreatif.paku depan 120 buah dan jumlah pakubelakang 98 buah. Keliling beduk dapatmenggunakanpersamaankelilinglingkaran.Proses pembuatan beduk yangrumit terletak pada penyiapan kulithewan sebagai bahan dasar beduk. Kulittersebut dijemur hingga kering barukemudian bulunya dirontokkan laludihaluskan dengan mesin agar suaranyabagus. Proses penyatuan kulit hewandengan kayu dilakukan dengan paku danbeberapa tali-temali. Kulit hewan inimerupakan bahan padat yang ketikadikenai gaya akan kembali kebentuksemula (elastisitas).Kearifan lokal beduk melalui STEMBeduk Pendowo memiliki panjang282 cm dibuat menggunakan batangkayu besar yang dibuat berlubangbagian dalamnya. Lubang ini berfungsisebagai kolom udara. Beduk yangdigunakan sebagai contoh merupakanbeduk terbesar yang ada di purworejo.Keistimewaannya terletak pada ukuranyang besar tanpa sambungan kayu.Semakin besar ukuran bedug maka suarayang dihasilkan semakin keras. Ketikabeduk dipukul udara di dalam bedukikut bergetar. Hal ini disebut sebagairesonansi. Prinsip resonansi digunakandalam beduk untuk memperkuat bunyiasli. Bunyi beduk akan terdengar kuatketika panjang kolom udara mencapaikelipatan ganjil ¼ (λ) bunyi. Karenabentuknya menyerupai tabung dapatditentukan volume beduk sama denganvolume beduk.Suarabedukyangkerasdipengaruhi oleh ukuran beduk itusendiri. Faktor lain yang mempengaruhiyaitu jenis kayu yang digunakan . Kayukeras seperti jati paling banyak dipakaisebagaibeduk.Bedukkhususmenggunakan bahan baku sengon lautkarena kualitasnya yang lebih baikdibandingkan jati dan kayu munggur.Beduk pendowo memiliki ujungyang berbeda antara depan danbelakang. garis tengah bagian depan 194cm, garis tengah belakang 180 cm,keliling bagian depan 601 cm, kelilingbagian belakang 564 cm dengan jumlahSIMPULANModul fisika ini dikembangkanberdasarkan kearifan lokal beduk yangberorientasi pada indikator kemampuanberpikir kreatif. Pengembangan modultelah terintegrasi dengan berbagai bidangdisiplin ilmu Science, Technology,Engineering, dan Mathematic (STEM).Modul yang dikembangkan layakdigunakan serta mendapat respon siswayang baik. Kemampuan berpikir kreatifsiswa diketahui mengalami peningkatandengan N-gain sebesar 0,92 kategoritinggi. Berdasarkan evaluasi modulpengembangan modul yang baru telahsesuai dengan STEM yang terintegrasisecara keseluruhan. Modul Fisika STEMterintegrasi kearifan lokal “beduk” untukmeningkatkan kemampuan berpikirkreatif ini layak digunakan sebagaipendamping buku paket di sekolah.DAFTAR PUSTAKAAlmuharomah, F. A., & Mayasari, T.(2018). Profil kemampuan berpikirkreatif fisika siswa SMP. inQuantum: Seminar Nasional FisikaDan Pendidikan Fisika (pp. 495499).Anggraini, F. I., & Huzaifah, S. (2017).ImplementasiSTEMdalampembelajaran IPA di sekolah8

Almuharomah et al /Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika 7 (1) 2019, 1-10menengahpertama.SeminarNasional Pendidikan IPA (hal.722).Branch, L. J. (2014). The impact ofproject-basedlearningandtechnology on student a chievementin mathematics. in New Media,KnowledgePracticesandMultiliteracies Science & BusinessMedia (pp. 259-268). Singapore:Springer.Bybee, R. (2013). STEM educationchallengesandopportunities.Virginia: NSTA Press.Byme, D. B. (2014). The FaSMEdproject : Low-attaininglearners inscience and mathematics. Ireland:Maynooth University.Dewi, H. R., Mayasari, T., & Handhika,J. (2017). Peningkatan ketrampilanberpikir kreatif siswa melaluipenerapaninkuiriterbimbingberbasis STEM. In Prosiding SNPF(Seminar Nasional PendidikanFisika)(pp. 47-53).Dwiantara, G. A., & Masi, L. (2016).Pengaruh penggunaan pendekatanpembelajaran open-ended terhadappeningkatan kemampuan berpikirkreatif matematika siswa kelas XIIPA SMA Negeri 2 Kendari. JurnalPenelitian Pendidikan Matematika,4(1), 57-63.Han, S., Capraro, R., & Carpraro, M. M.(2014). How science, technology,engineering,andmathematics(STEM) project- based learning(PBL) affects hight, middle, andlow achievers differently : Theimpact of student factors onachievement. Internasional Journalof Science and MathematicsEducation, 13(5), 1089-1113.Kim, K. H. (2011). The creativity crisis :The decrease in creative thinkingscores on the torrance test ofcreativethinking.CreativityResearch Journal, 23(4), 285-295.Lawshe, C. (1975). A quantitativeapproach to content validity.Personal Psychology, 28(4), 563575.Molenda, M. (2003). In search of theelusiveADDIEmodel.Performance Improvement, 42(5),34-36.Munandar, U. (2012). Mengembangkanbakat dan kreativitas anak sekolah.Jakarta: Rineka Cipta.Nugroho, R. A. (2018). asarana sidalampembelajaran sains. In ProsidingSNPS(SeminarNasionalPendidikan Sains) (Vol. 3, pp. 2334).Prasetyo, Z. K. (2013). PembelajaranSains Berbasis Kearifan Lokal.In PROSIDING: Seminar NasionalFisika dan Pendidikan Fisika (Vol.4, No. 1).Suastra, I. W. (2010). Modelpembelajaran sains berbasis budayalokaluntukmengembangkankompetensi dasar sains dan nilaikearifan lokal di SMP. JurnalPendidikan dan Pengajaran, 43(1).Sudarma, M. (2016). Mengembangkanketerampilanberpikirkreatif.Jakarta: Rajawali Pers.Sukmana, R. W. (2017). Pendekatanscience, technology, engineering,and mathematics (STEM) sebagaialternatif dalam mengembangkanminat belajar peserta didik sekolahdasar. Jurnal Ilmiah PendidikanDasar , 2(2), 192-193.Tseng, K.-H., Chang, C.-C., Lou, S.-j.,& Chen, W.-P. (2013). athematics(STEM) in a project- based learning(PjBL) environment. InternationalJournal of Technology and DesingEducation, 23(1), 87-102.9

Almuharomah et al /Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika 7 (1) 2019, 1-10Utami, I., Septiyanto, R., & Suryana, A.(2017).PengembanganSTEM-ABerbasis Kearifan Lokal dalamPembelajaran Fisika. Jurnal IlmiahPendidikan Fisika Al-Biruni, 6(1),67-73.Yuliani, H., Mariati, Yulianti, R., &Herianto, C. (2017). KeterampilanBerpikir Kreatif Pada SiswaSekolah Menengah Di PalangkaRaya Menggunakan PendekatanSaintifik. Jurnal Pendidikan Fisikadan Keilmuan (JPFK), 3(1),48-59.10

pembelajaran fisika SMA oleh (Utami, Septiyanto, & Suryana, 2017). Tujuan secara umum dari pembelajaran dengan pendekatan STEM yaitu menerapkan dan mempraktekkan konten dasar dari STEM pada situasi yang mereka hadapi/temukan dalam kehidupan, agar menjadi melek/literasi STEM (Bybee, 2013). STEM merupakan sebuah pendekatan