Transcription

GAMBARAN KONTROL DAN KADAR GULA DARAH PADAPASIEN DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK PENYAKITDALAM RSJ PROF. Dr. SOEROJO MAGELANGSKRIPSIDisusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Ajar SkripsiOlehNITA RACHMAWATINIM. 22020111130024JURUSAN KEPERAWATANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG, AGUSTUS 2015i

KATA PENGANTARAlhamdulillah, segala puji syukur atas segala nikmat dan rizki yang AllahSWT berikan sehingga skripsi keperawatan yang berjudul “Gambaran Kontrol danKadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit DalamRSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang” ini telah dapat diselesaikan dengan baik. Dalampenyusunan skripsi ini, peneliti mendapat bimbingan dan dukungan dari berbagaipihak. Sehingga peneliti bermaksud ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada:1. Ibunda tercinta Sri Marginingsih, S.Pd, beserta kakak Damar SetyaWidodo,S.Pd, yang terus mendoakan dan memberikan semangat kepadapeneliti.2. Ayahanda tercinta Alm. Sun Asto Widodo sebagai motivasi dalammenyelesaikan studi.3. Ibu Ns. Niken Safitri Dyan Kusumaningrum,S.Kep.MSi.Med, selakudosen pembimbing yang telah memberikan segala arahan, dorongan,semangat, serta masukan dalam penyusunan skripsi ini.4. Bapak Dr. Untung Sujianto, S.Kp.,M.Kes selaku Ketua Jurusan IlmuKeperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.5. Ibu Sarah Ulliya, S.Kp.,M.Kes selaku Ketua Program Studi IlmuKeperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.6. Bapak Chandra Bagus Ropyanto,S.Kp.,M.Kep,Sp.,Kep.M.B dan IbuNs.Henni Kusuma,S.Kep.,M.Kep.,Sp.Kep.M.B selaku dosen penguji yangikut membantu dalam menyempurnakan penyusunan skripsi ini.vi

DAFTAR ISIHALAMAN SAMPUL iSURAT PERNYATAAN PUBLIKASI ILMIAH .iiPERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME .iiiLEMBAR PERSETUJUAN .ivLEMBAR PENGESAHAN . .vKATA PENGANTAR .viDAFTAR ISI .viiiDAFTAR TABEL .xDAFTAR GAMBAR .xiDAFTAR LAMPIRAN .xiiABSTRAK .xiiiBAB I PENDAHULUANA.Latar Belakang .1B.Rumusan Masalah .5C.Tujuan .6D.Manfaat .7BAB II TINJAUAN PUSTAKATinjauan Teori .91. Konsep Diabetes Melitus .92. Kadar Gula Darah 11Kerangka Teori .25A.B.BAB III METODE PENELITIANviii

A.Kerangka Konsep .26B.Jenis dan Rancangan Penelitian 26C.Populasi dan Sampel Penelitian .27D.Besar Sampel .28E.Tempat dan Waktu Penelitian .29F.Variabel Penelitian, Definisi Operasional dan Skala Pengukuran29G.Alat Penelitian dan Cara Pengumpulan Data 35H.Teknik Pengolahan dan Analisis Data .37I.Etika Penelitian .39BAB IV HASIL PENELITIANA.Distribusi Frekuensi Karakteristik Demografi Pasien DM. .41B.Distribusi Frekuensi Kontrol Kadar Gula Darah Pasien DM .42C.Distribusi Frekuensi Domain Kontrol Kadar Gula Darah Pasien43D.Distribusi Frekuensi Kadar Gula Darah Rata-Rata Pasien DM 44BAB V PEMBAHASANA.Gambaran Karakteristik Demografi Pasien DM . .48B.Kontrol Kadar Gula Darah Pasien DM . .50C.Domain Aspek Kontrol Kadar Gula Darah .52BAB VI KESIMPULAN DAN SARANA.Kesimpulan .57B.Saran .58DAFTAR PUSTAKA .60LAMPIRANix

DAFTAR TABELNomor TabelJudul TabelHalaman1Contoh Pengaturan Jam Makan Penderita DM132Kadar Gula Darah Orang Normal, Pre Diabetes24dan Diabetes3Kriteria Pengendalian Diabetes Melitus244Variabel Penelitian, Definisi Operasional dan30Skala Pengukuran5Distribusi Frekuensi Karakteristik Demografi42Pasien DM6Distribusi Frekuensi Kontrol Kadar Gula Darah44Puasa Pasien DM7Distribusi Frekuensi Kontrol Kadar Gula Darah452 Jam Setelah Makan Pasien DM8Distribusi Frekuensi Kontrol Kadar HbA1c45Pasien DM9Distribusi Frekuensi Nilai Rata – rata Kadar46Gula Darah Puasa pada Pasien DM10Distribusi Nilai Kadar Gula Darah Puasa Pasien47DM11Distribusi Frekuensi Nilai Rata – rata Kadar48Gula Darah 2 Jam Setelah Makan Pasien DM12Distribusi Frekuensi Nilai Kadar Gula Darah 2Jam Setelah Makan Pasien DMx49

DAFTAR GAMBARNomor GambarJudul GambarHalaman1Kerangka Teori252Kerangka Konsep263Grafik Distribusi Frekuensi Kontrol Kadar Gula43Darah Pasien DMxi

DAFTAR LAMPIRANNomor LampiranKeterangan1Instrumen Penelitian2Hasil Analisis Uji Statistik3Surat Ijin Studi Pendahuluan4Surat Ijin Penelitian5Permohonan Ethical Clearance6Target Pencapaian7Lembar Konsultasixii

Jurusan KeperawatanFakultas KedokteranUniversitas DiponegoroAgustus 2015ABSTRAKNita RachmawatiGambaran Kontrol dan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes MelitusDi Poliklinik Penyakit Dalam Poliklinik RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelangxvii 63 halaman 12 tabel 3 gambar 7 lampiranKontrol kadar gula darah merupakan suatu pengendalian glukosa pasienDiabetes Melitus (DM). Kontrol ini dilakukan setiap 3 bulan sekali yangmeliputi pemeriksaan kontrol kadar gula darah puasa, kadar gulapostprandial, serta kadar HbA1c. Apabila tidak diakukan secara teratur, dapatmenyebabkan komplikasi sehingga penting dilakukan. Tujuan penelitian inimengetahui gambaran kontrol kadar gula darah pasien DM di PoliklinikPenyakit Dalam RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Penelitian ini adalahdeskriptif dengan sampel sejumlah 195 rekam medis. Hasil penelitianmenunjukkan mayoritas pasien berusia lansia awal (32.8%), sebagian besarperempuan (61.5%), berpendidikan SMA (31.8%), mayoritas pasien tidakteratur melakukan kontrol kadar gula darah (65.5%). Pasien yang tidak teraturmelakukan kontrol kadar gula darah puasa dan kontrol kadar gulapostprandial sebesar 54.4% dan 62.1%. Rata-rata nilai kadar gula darah puasadan kontrol kadar gula postprandial buruk (75.3% dan 90.5%). Seluruhpasien tidak teratur melakukan pemeriksaan kadar HbA1c. Tugas perawatsebagai educator adalah memberikan pendidikan pada pasien mengenaipentingnya melakukan kontrol agar terhindar dari resiko komplikasi.Kata Kunci: Kontrol, Gula Darah, Diabetes MelitusReferensi: 51 (2002 -2015)xiii

School of NursingFaculty of MedicineDiponegoro UniversityAugust 2015ABSTRACTNita RachmawatiOverview of Glycaemic Control and Blood Glucose Levels of DiabetesMellitus Patient In Polyclinic Internal Disease of RSJ Prof. Dr. SoerojoMagelangxiv 63 pages 12tables 3pictures 7 attachmentsGlycaemic control is an effort to control blood glucose in Diabetes Mellitus(DM) patients. This control routinely done one time in three month whichincludes examination of fasting blood glucose and postprandial glucose, andexamination of HbA1c. The aims of this study was to describe the glycaemiccontrol of DM patient in Polyclinic Internal of RSJ Prof. Dr. SoerojoMagelang. This study was descriptive involved 195 medical records. Theresults showed that the average patient age is early elderly(32.8%), female sex(61.5%), senior high school education (31.8%), and most patients do notregularly in glycaemic control (65.5%). The patients do not regularly controlfasting blood sugar and control postprandial glucose by 54.4% and 62.1%.The average of control fasting blood sugar and average postprandial glucose isbad(75.3% and 90.5%). All patients conduct HbA1c examination irregularly.Nurses as educator is very important to educate patients about blood glucosecontrol. Monitoring glycaemic control will avoid the risk of complications.Keywords: Glycaemic Control,Blood Glucose,Diabetes MellitusReference: 51 (2002-2015)xiv

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangDiabetes melitus (DM) adalah suatu kumpulan gejala yang timbulpada seseorang karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darahsecara terus menerus (kronis) sebagai akibat dari kekurangan insulin baiksecara kuantitatif maupun kualitatif.1,2 Peningkatan kadar gula darah padaDM dapat terjadi karena pankreas yang sakit sehingga tidak dapatmenghasilkan insulin, kerja insulin mengalami hambatan, atau karenapankreas tidak dapat menghasilkan insulin.3,4 Faktor yang menjadi pemicuterjadinya DM adalah kurang aktifnya produksi hormon insulin darikelenjar Langerhans pada organ pankreas karena berkurangnya jumlah selpenghasil hormon insulin.5Analisis yang dilakukan oleh International Diabetes Federation(IDF) menyebutkan bahwa di tahun 2012 angka kejadian DM sudah lebihdari 371 juta orang dengan angka kejadian setiap tahunnya naik 3% ataubertambah 7 juta orang.6 Selain itu American Diabetes Association (ADA)melaporkan bahwa setiap 21 detik ada 1 orang yang terkena diabetes.ADA menyebutkan bahwa setengah dari populasi DM berada di kawasanAsia dengan populasi paling banyak berada di India, Cina, Pakistan, danIndonesia.71

2Di Indonesia, menurut World Health Organization (WHO), jumlahpasien DM pada tahun 1995 berjumlah 5 juta orang dan akan meningkatmenjadi 25 juta orang pada tahun 2025. Selain itu, Perkeni (PerkumpulanEndokrinologi Indonesia) memperkirakan pada tahun 2020 akan terdapat178 juta orang terkena DM. Pasien DM berusia di atas 20 tahun berjumlah7 juta orang dengan prevalensi DM sebesar 4%. Peningkatan ini lebihdisebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik,serta meningkatnya harapan hidup.5Rutin melakukan kontrol kadar gula darah merupakan salah satuupaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh pasien DM. Melakukankontrol kadar gula darah yang teratur dapat mencegah munculnyakomplikasi, baik mikrovaskular maupun makrovaskular. Selain itu,dengan melakukan kontrol kadar gula darah secara teratur akan dapatmenunjukkan keberhasilan pelaksanaan diet, olah raga, obat dan usahamenurunkan berat badan yang dilakukan oleh pasien DM.8Standar pemeriksaan kadar gula darah di pelayanan kesehatanidealnya dilakukan minimal tiga bulan sekali setelah kunjungan pertama,yang meliputi pemeriksaan kadar gula darah puasa, kadar gula darah 2 jamsetelah makan, dan pemeriksaan HbA1C.9 Untuk pemeriksaan kadar guladarah sewaktu idealnya dilakukan sebanyak empat kali sehari setiapsebelum makan dan sebelum tidur dan dapat dilakukan di rumah.7

3Penelitian yang dilakukan di Jordan pada tahun 2009 menyatakanbahwa dari 337 pasien DM yang teratur mengontrol gula darahnya 3 bulansekali dengan pemeriksaan HbA1c terdapat sebanyak 56,1% pasienmemiliki HbA1c kurang dari 7,0%, sebanyak 23,7% pasien memilikiHbA1c antara 7-7,9%, dan sebanyak 20,2% pasien memiliki HbA1c lebihdari 8%.10 Penelitian serupa juga pernah dilakukan pada tahun 2014menyebutkan bahwa dari 5.382 pasien DM yang memeriksakan HbA1csecara teratur setiap 3 bulan sekali sebanyak 51,4% pasien memiliki kadarHbA1c kurang dari 7% dan sebanyak 48,6% memiliki kadar HbA1c lebihdari sama dengan 7%.11 Dari kedua penelitian tersebut dapat ditarikkesimpulan dengan melakukan kontrol kadar HbA1c secara teraturmenunjukkan persentase tinggi nilai kadar HbA1c yang baik.Selain itu penelitian yang telah dilakukan oleh Masfufah padatahun 2013 menyebutkan bahwa dari 36 pasien yang melakukanmemeriksakan gula darah puasa secara teratur, terdapat sebanyak 16,7%pasien memiliki kadar gula darah baik yaitu kurang dari 100 mg/dl,sebanyak 5,5% pasien memiliki kadar gula darah antara 100 - 126 mg/dl,dan sebanyak 77,8% memiliki kadar gula darah buruk atau tidak terkontrolyaitu lebih dari 126 mg/dl.12Peran perawat sebagai edukator sangat penting dalam memberikaninformasi kepada pasien mengenai pentingnya melakukan kontrol guladarah. Hal ini dapat meningkatkan perubahan perilaku pasien sehinggapersentase kadar gula darah pasien yang buruk dapat diminimalkan.13

4Berdasarkan studi pendahuluan di RSJ Prof. Dr. SeorojoMagelang, rumah sakit ini tidak hanya merawat orang sakit jiwa sajanamun telah mengembangkan poliklinik diabetes terpadu sejak tahun 2008yang disebut dengan poliklinik penyakit dalam. Poliklinik penyakit dalamini melayani penanganan pasien DM berupa perawatan kaki diabetikum,konsultasi gizi, serta pengecekan kadar gula darah yang hampir setiap haridilakukan. Berdasarkan data rumah sakit, terdapat kecenderungan terjadipeningkatan sebesar 5,8% pasien DM di Poliklinik Penyakit Dalam padatahun 2013 dari 286 pasien menjadi 321 pasien di tahun 2014.Sebanyak 10 sampel rekam medis pasien DM diambil secara acakdalam studi pendahuluan dengan melihat data kontrol kadar gula darahselama 3 bulan terakhir yang telah dilakukan. Hasilnya didapatkan dari 10pasien, terdapat 4 pasien yang teratur melakukan kontrol kadar gula darahpuasa dan kadar gula darah 2 jam setelah makan setiap bulan sekali selama3 bulan terakhir. Sisanya sebanyak 6 pasien tidak melakukan kontrol kadargula darahnya secara teratur sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.Pemeriksaan kadar gula darah yang lebih banyak dilakukan adalahpemeriksaan kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelahmakan. Kedua bentuk pemeriksaan ini merupakan anjuran dari rumahsakit untuk selalu melakukan pemeriksaan tersebut setiap bulan sekali.Lebih lanjut, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu atau HbA1c hanyadilakukan sesuai dengan perintah dokter dan permintaan.

elakukan kontrol kadar gula darah secara teratur harus lebih ditekankan.Dengan melakukan kontrol kadar gula darah secara teratur, kadar glukosadarah juga akan lebih mudah dikendalikan. Berdasarkan uraian tersebut,diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai “Gambaran Kontrol dan KadarGula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit DalamRSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang”B. Rumusan MasalahDiabetes melitus merupakan suatu penyakit yang disebabkankarena adanya peningkatan kadar gula darah. Pengontrolan kadar guladarah merupakan salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan olehpasien DM. Semakin buruk kontrol gula darah yang dilakukan, maka akansemakin mudah untuk mengalami komplikasi. Sebaliknya, semakin baikkontrol gula darah yang dilakukan, komplikasi yang terjadi akan dapatdicegah atau dihambat. Berdasarkan uraian tersebut, maka rumusanmasalah penelitian adalah “Bagaimana Gambaran Kontrol dan Kadar GulaDarah pada Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSJProf. Dr. Soerojo Magelang?”

6C. Tujuan Penelitian1. Tujuan UmumMengetahui gambaran kontrol gula darah pasien dengan DM diPoliklinik Penyakit Dalam RSJ Prof. Dr Soerojo Magelang.2. Tujuan Khususa. Mengidentifikasi karakteristik demografi pasien DM di PoliklinikPenyakit Dalam RSJ Prof. Dr Soerojo Magelang.b. Mengidentifikasi keteraturan pelaksanaan pemeriksaan kadar guladarah puasa yang dilakukan pasien DM di Poliklinik PenyakitDalam RSJ Prof. Dr Soerojo Magelang.c. Mengidentifikasi keteraturan pelaksanaan pemeriksaan kadar guladarah 2 jam setelah makan yang dilakukan pasien DM di PoliklinikPenyakit Dalam RSJ Prof. Dr Soerojo Magelang.d. Mengidentifikasi keteraturan pelaksanaan pemeriksaan kadarHbA1c yang dilakukan pasien DM di Poliklinik Penyakit DalamRSJ Prof. Dr Soerojo Magelang.e. Mengidentifikasi kadar gula darah pasien DM (kadar gula darahpuasa dan kadar gula darah 2 jam puasa) di Poliklinik PenyakitDalam RSJ Prof. Dr Soerojo Magelang.

7D. Manfaat Penelitian1. Bagi Profesi KeperawatanMemberikan pedoman kepada perawat mengenai kontrol guladarah yang dilakukan pasien DM. Penelitian ini dapat memberikangambaran terhadap perkembangan kondisi pasien dalam menjaga guladarahnya.2. Bagi Pasien dan KeluargaMemberikan informasi tentang pentingnya melakukan kontrol guladarah. Pemberian informasi ini bermanfaat agar pasien terhindar darikomplikasi yang dapat ditimbulkan oleh penyakit DM.3. Bagi Layanan KesehatanMemberikan informasi kepada layanan kesehatan bahwa penderitapenyakit DM harus selalu melakukan kontrol kadar gula darah.Kontrol gula yang dilakukan sangat membantu dalam aspekpengelolaan diet, olahraga, edukasi, dan pengobatan farmakologisdapat berjalan sinergis.4. Bagi Institusi PendidikanMemberikan pandangan bagi dosen dan mahasiswa untukmengembangkan pengkajian mengenai intensitas kontrol kadar guladarah yang dilakukan pasien DM.

85. Bagi Peneliti SelanjutnyaHasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi peneliti selanjutnyayang ingin meneliti terkait hal-hal mengenai gambaran kontrol dankadar gula darah pasien DM.6. Bagi PenelitiMengetahui informasi mengenai kontrol gula darah yang dilakukanpasien di rumah sakit. Selain itu, menambah wawasan pentingnyamelakukan kontrol gula darah bagi panderita DM.

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Tinjauan Teori1. Konsep Diabetes MelitusDiabetes merupakan bahasa yang berasal dari Yunani(sophon) yang berarti “mengalirkan atau mengalihkan”, sedangkanmelitus berasal dari bahasa Latin yang bermakna manis atau madusehingga diabetes melitus diartikan seseorang yang mengalirkanvolume urin yang banyak dengan kadar glukosa yang tinggi. DiabetesMelitus (DM) adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai denganketiadaan absolut insulin atau penurunan relatif insensitivitas selterhadap insulin.14Gejala yang dialami oleh pasien DM meliputi gejala akut dangejala kronik. Gejala akut merupakan gejala awal yang dialami pasienDM, seperti: terjadi peningkatan jumlah urin (poliuria), peningkatanrasa lapar (polifagi), peningkatan rasa haus (polidipsi) dan terjadikenaikan berat badan. Apabila gejala ini tidak segara ditangani makaakan timbul gejala lain seperti mudah lelah, mulai berkurangnyanapsu makan dan terjadi penurunan berat badan (5-10 kg dalam 2-4minggu). Saat insulin mulai berkurang dan gula darah mencapai lebihdari 500 mg/dl maka akan timbul rasa mual dan beresiko mengalamikoma diabetik. Koma diabetik adalah koma pada pasien DM akibat9

10kadar gula darah terlalu tinggi (melebihi 600 mg/dl). Gejala kronikmerupakan gejala yang sering yang dirasakan oleh pasien DM, sepertisering merasa kesemutan, kulit terasa panas atau seperti tertusuktusuk jarum, rasa tebal di kulit saat berjalan, kram, mudak lelah,mudah mengantuk, mata kabur, kemampuan seksual menurun, padaibu hamil sering mengalami keguguran atau kematian janin dalamkandungan atau dengan berat badan lahir lebih dari 4 kg.14,15Diabetes merupakanpenyakitdengan jangka panjangsehingga harus dilakukan usaha pengendalian DM dengan memantaukadar gula darah agar tetap terkendali. Pemantauan kadar gula darahadalah salah satu usaha pencegahan yang terbaik njang.16Komplikasi DM digolongkan menjadi komplikasi akut dan kronis.Komplikasi akut merupakan komplikasi jangka pendek akibatketidakseimbangan glukosa yang meliputi hipoglikemia, ketoasidosisdiabetik (DKA), sindrom hiperglikemik hiperosmolar non ketotik(NHNK). Komplikasi kronis umumnya terjadi setelah 10 sampai 15tahun meliputi komplikasi makrovaskular, komplikasi mikrovaskulardan penyakit neuropati. Komplikasi makrovaskular (penyakitpembuluh darah besar), yaitu mengenai sirkulasi koroner, vaskularperifer dan vaskular serebral sedangkan komplikasi mikrovaskular(penyakit pembuluh darah kecil): mengenai mata (retinopati) danginjal (neuropati). Penyakit neuropati mengenai saraf sensorik-

11motorik dan autonomi serta menunjang masalah seperti impotensi danulkus pada kaki.17,182. Kadar Gula Daraha. Pengertian Kadar Gula DarahKadar gula (glukosa) darah adalah kadar gula yang terdapatdalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dandisimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka. Kadar guladarah tersebut merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh diotot dan jaringan.16 Tanda seseorang mengalami DM apabila kadargula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl dan kadar guladarah puasa di atas atau sama dengan 126 mg/dl.15b. Hubungan Gula Darah dan tuhkan insulin yang dikeluarkan oleh sel-sel beta dalampankreas. Insulin berfungsi dalam mengendalikan kadar gula darahdengan cara mengatur dan penyimpanannya. Pada saat tubuhdalam keadaan puasa, pankreas mengeluarkan insulin mempertahankan kadar gula darah yang normal.16 Kadar gula tidakboleh lebih tinggi dari 180 mg/dl dan tidak lebih rendah dari 60mg/dl sehingga tubuh mempunyai mekanisme dalam mengaturnyaagar selalu konstan.

12Kompensasi yang dilakukan tubuh dalam menurunkan kadar guladarah adalah dengan:191) Menaikkan produksi insulin2) Mengeluarkan gula melalui urin3) Menghilangkan dalam proses pembakaran4) Menyimpan dalam jaringanc. Strategi Pengendalian Kadar Gula DarahMenurut Hans Tandra, kadar gula darah dapat dikontroldengan cara:71) DietSalah tujuan utama terapi diet pada pasien DM adalahmenghindari kenaikan kadar gula darah yang tajam dan cepatsetelah makan. Diet untuk pasien DM adalah menu yang sehatdan seimbang (healthy and balance diet) yang mempunyaikomposisi karbohidrat, lemak, dan proteinnya dalam jumlahyang sesuai dengan keadaan pasien. Diet digunakan untukmelihat keberhasilan pengendalian kadar gula darah agarkomplikasi penyakit DM tidak terjadi atau memudahkanpenyembuhan bagi komplikasi yang sudah ada. Pada pasienDM tipe 1, mengkonsumsi makanan banyak atau sedikit harusdiikuti dengan suntikan insulin karena organ pankreas sudahtidak dapat bekerja kembali. Sementara pada pasien DM tipe 2yang pada umumnya mengalami obesitas, diet tidak hanya

13berguna untuk mengatur gula darah tetapi juga untukmenurunkan lemak.7,19Pengaturan diet DM harus mencangkup unsur 3J:7a) Jam makanJam makan pada pasien DM harus tepat dan teratur karenaapabila tidak teratur akan dapat menyulitkan pengaturangula darah sehingga tidak stabil. Gula darah yang tidakstabil dapat mengkibatkan rusaknya pembuluh darah danmempercepat timbulnya komplikasi. Jarak dua kali makanyang ideal bagi pasien DM adalah sekitar 4-5 jam. Hal inisangat penting untuk diperhatikan oleh pasien DM yangmengkonsumsi obat, agar pankreas dapat membentukinsulin yang cukup untuk mengatur pengangkutan gula kedalam sel-sel tubuh.Tabel 1 Contoh pengaturan jam makan pasien DMMakanMakan PagiMakan SiangMakan MalamKudapanb) Jumlah makanWaktu06.00-07.0012.00 13.0018.00-19.0009.00, 15.00, 21.00Jumlah porsi makanan yang dikonsumsi pasien DM harusdapat diperhatikan. Dalam mengatur jumlah makan, porsimakan malam diatur dengan porsi lebih sedikit dari sarapanpagi dan makan siang. Upayakan pasien DM harus selalumakan setiap hari dengan jumlah yang sama. Porsi makan

14yang berlebihan dapat menaikkan kadar gula darah,sedangkan porsi yang sedikit akan menurunkan kalori yangmasuk. Apabila kebutuhan kalori 1.500 kalori per hari,maka dapat dalam tiga kali makan menjadi sarapan pagi400-500 kalori, makan siang 450-550 kalori, makan malam350-450 kalori dan sisanya adalah kudapan. Selain itu jugaharus diimbangi dengan pembakaran 100-200 kalorimelalui olahraga.c) Jenis makananJenis makanan pada pasien DM adalah makanan terdiri ataskarbohidrat, protein, dan lemak. Namun perlu diperhatikanpada pasien DM baiknya mengkonsumsi karbohidrat yangbanyak serat dan protein serta mengurangi makanan yangmengandung lemak. Pengaturan jenis makanan pada pasienDM dapat diatur dengan separuh piring (50%) diisi denganberbagai sayuran (karbohidrat kaya serat dan rendahkalori), kemudian seperempat piring (25%) adalah tempatdari makanan zat pati (biji-bijian atau ubi-ubian) sepertinasi, roti atau kentang. Sisanya sebanyak 25% lainnyaadalah makanan yang mengandung protein seperti ikan,ungas, tahu, tempe, telur, daging.Pasien dengan kadar gula tidak terkontrol lebih n

15manajemen diri sehingga berdampak pada pola diet yangtidak ketat.20,212) OlahragaOlahraga adalah bagian penting dalam program pengobatanpenyakit DM. Olahraga dapat menurunkan kadar gula darahdengan meningkatkan pengembalian gula darah oleh otot danmemperbaiki pemakaian insulin.22 Selain itu olahraga dapatmengubah kadar lemak darah dengan meningkatkan kadarHDL kolesterol dan menurunkan kadar kolesterol total sertatrigliserida. Olahraga yang rutin dan benar sangat membantudalam menormalkan gula darah dan mencegah komplikasiakibat DM. Olahraga ini berupa aktivitas fisik seperti: senam,jogging, berjalan, atau berenang. Penggunaan sepatu olahragadengan bahan yang halus juga perlu diperhatikan agar tidakmelukai kaki.16,19,233) Menjaga berat badanObesitas merupakan faktor resiko yang paling pentinguntuk diperhatikan oleh pasien DM. Semakin banyak jaringanlemak maka jaringan tubuh dan otot akan semakin resistenterhadap kerja insulin (insulin resistance). Jaringan lemakdapat memblokir kerja insulin sehingga glukosa tidak dapatdiangkut ke dalam sel dan menumpuk dalam peredaran darah.

16Menghitung Indeks Masa Tubuh (IMT) adalah cara yangpaling mudah dan lebih objektif untuk mengukur kelebihanberatbadan.IMT dapatdiukur denganberatbadan(kilogram/kg) dibagi dengan tinggi badan dikuadratkan (meterkuadrat/ m2).berat badan (kg)Rumus IMT tinggi badan2 (m2)maka hasilnya:-IMT kurang dari 20, termasuk berat badan kurang-IMT antara 20-24, termasuk berat badan normal-IMT antara 25-29, termasuk berat badan gemuk-IMT lebih dari 30, adalah obesitasMenurunkan berat badan bagi pasien obesitas pentingdilakukan glukosa darah dan obat-obatan pun akan bekerjadengan lebih baik.16,24,254) ObatApabila diet dan olahraga teratur sudah dilakukan namunpengendalian kadar gula darah belum tercapai maka dilakukanpemberian obat diabetes yang sesuai. Obat diabetes diberikanuntuk membantu insulin agar bekerja lebih keras. Pada DMtipe 1, pasien mutlak membutuhkan insulin karena pankreassudah tidak dapat memproduksi hormon insulin untukmengatasi kadar gula yang tinggi. Sementara pada DM tipe 2,

17pasien perlu mengkonsumsi obat diabetes secara oral dan perlutambahan kombinasi insulin. Macam-macam obat diabetesyaitu: Sulfonilurea, Biguanida, Meglitinida, Inhibitor danExenatide.25,165) Pemeriksaan gula darahPemeriksaan gula darah adalah suatu pengukuran langsungterhadap keadaan pengendalian kadar gula darah pasien padawaktu tertentu saat dilakukan pengujian. Pemeriksaan guladarah baiknya dilakukan secara teratur pada pasien DM. Hal inipenting dilakukan agar kadar gula darah dapat terkendali. Saatdilakukan pemeriksaan, sebaiknya jangan dilakukan ketikasedang sakit atau stres karena kondisi tersebut rlebihan.26 Selain itu, hindari juga olahraga berat seharisebelumnya karena dapat menurunkan angka pengukuran kadargula akibat proses pembakaran glukosa untuk energi.16d. Pemeriksaan untuk Mendeteksi Adanya DiabetesMacam-macam pemeriksaan untuk mendeteksi adanyaDM: 23,271) Tes darah kapilerTes darah kapiler merupakan cara screening yang lebihcepat dan murah. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara

18menusuk ujung jari untuk diambil darahnya dan tidak bolehlebih dari setetes darah kapiler. Tes ini disebut finger-prickblood sugar screening atau gula darah stick. Pada alat stickyang dipakai ini sudah terdapat bahan kimia yang bila ditetesidarah akan bereaksi dalam 1-2 menit. Setelah itu akan munculhasil pengukuran gula darah pasien. Pemeriksaan ini dapatdipakai untuk memeriksa gula darah darah puasa, 2 jamsesudah makan, maupun sewaktu atau acak.2) Pemeriksaan gula darah venaPemeriksaan gula darah vena biasanya dilakukan mengambil darah dari pembuluh darah vena pada lenganbagian dalam. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untukmenilai kadar gula darah setelah puasa (minimal 8 jam) danglukosa darah 2 jam sesudah makan (2 jam pp-post prandial).Bagi pasien yang sudah pasti menderita penyakit DM,pemeriksaan tetap dilakukan dalam keadaan pasien yangmengkonsumsi obat atau suntik insulin seperti biasanya karenagula darah puasa dapat memberikan gambaran bagaimanakeadaan gula darah kemarin harinya, sedangkan yang 2 jam ppuntuk melihat kira-kira bagaimana hasil minum obat yangdiberikan dan diet pada pagi itu.

193) Tes toleransi glukosaTes toleransi glukosa merupakan pemeriksaan yang dinilailebih teliti daripada lainnya. Pada pemeriksaan ini, setelahpasien melakukan 10 jam puasa, pagi harinya pasiendianjurkan datang ke laboratorium untuk memeriksakan guladarah. Kemudian dorong pasien meminum glukosa 75 gramdan 2 jam kemudian diperiksakan lagi gula darahnya. Namunapabila pasien terdapat curiga mempunyai penyakit DM, makaperlu dipikirkan lagi dalam melakukan tes toleransi glukosa ini.4) Tes glukosa urinGlukosa yang menimbun dalam darah akan keluar melaluiurin sehingga dapat terdeteksi pada tes urin. Adanya glukosaurin adalah indikasi bahwa seseorang terkena penyakit DM.Namun ini tidak dapat dipakai untuk memastikan diagnosaDM. Sebab, kadar kadar glukosa dalam urin tergantung padajumlah urin, pengaruh obat-obatan, serta fungsi ginjal.

20e. Macam Kontrol Kadar Gula Darah1) Kadar gula darah iksaan gula darah yang dilakukan setiap waktu,tanpa ada syarat puasa dan makan. Pemeriksaan inidilakukan sebanyak 4 kali sehari pada saat sebelum makandan sebelum tidur sehingga dapat dilakukan secaramandiri.28 Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu endalian gula darah selama kurang lebih 3 bulan).Normalnya hasil pemeriksaan kadar gula darah sewaktuberkisar antara 80-144 mg/dl. Pemeriksaan ini dilakukanuntuk mengatasi permasalahan yang mungkin timbulakibat perubahan kadar gula secara mendadak.5,72) Kadar gula darah an yang dilakukan setelah pasien berpuasaselama 8-10 jam. Pemeriksaan ini bertujuan untukmendeteksi adanya diabetes atau reaksi hipoglikemik.23Standarnya pemeriksaan ini dilakukan minimal 3 bulansekali. Kadar gula darah normal pada saat puasa adalah 70100 mg/dl. Menurut IDF, ADA, dan PerkumpulanEndokrinologi Indonesia (Perkeni) telah sepakat bahwa

21apabila kadar gula darah pada saat puasa di atas 7,0mmol/dl (126 mg/dl) dan 2 jam sesudah makan di atas 11,1mmol/dl (200 mg/dl) maka seseorang diagnosis mengalamiDM.7, 23,30Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun2013 menyebutkan bahwa dari 36 pasien yang teraturmelakuk

Pemeriksaan kadar gula darah yang lebih banyak dilakukan adalah pemeriksaan kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah makan. Kedua bentuk pemeriksaan ini merupakan anjuran dari rumah sakit untuk selalu melakukan pemeriksaan tersebut setiap bulan sekali. Lebih lanjut, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu atau HbA