Transcription

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian KualitatifINFORMAN DAN PEMILIHAN INFORMAN DALAM PENELITIAN KUALITATIFAde Heryana, S.St, M.KMEmail: [email protected] Kesehatan Masyarakat – Universitas Esa UnggulTUJUAN PEMBELAJARAN1. Mahasiswa dapat memahami pengertian informan dalam penelitian kualitatif2. Mahasiswa dapat memahami penentuan jumlah informan pada penelitian kualitatif3. Mahasiswa dapat memahami teknik pemilihan informan dalam penelitian kualittatifPENDAHULUANPada dasarnya dalam penelitian kualitatif tidak mengenal istilah pengambilan sampel danpopulasi karena penelitian ini tidak bertujuan untuk melakukan generalisasi terhadappopulasi. Hasil dari penelitian kualitatif adalah mendapatkan informasi yang mendalamdari masalah penelitian yang dipilih. Pada penelitian kualitatif lebih dikenal istilah“informan”, bukan populasi dan sampel. Secara grafis perbedaan tersebut dijelaskanpada gambar 1 berikut.POPULASISAMPELHasil penelitianuntuk generalisasiterhadap populasiPenelitian KuantitatifINFORMANHasil penelitianuntuk menjelaskankondisi informanPenelitian KualitatifGambar 1. Perbedaan Tujuan Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif1

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian KualitatifDari gambar 1 terlihat perbedaan yang jelas antara penelitian kuantitatif dengan kualitatifterkait tujuan pengambilan sampel/informan. Sampel pada penelitian kuantitatif diambiluntuk melakukan generalisasi terhadap populasi. Sedangkan informan pada penelitiankualitatif dipilih untuk menjelaskan kondisi atau fakta/fenomena yang terjadi informan itusendiri. Misalnya sebuah penelitian kualitatif bertujuan mengetahui pengetahuan dansikap pekerja yang tidak pernah patuh dalam penggunaan APD. Hasil dari penelitian inibukan untuk menggambarkan sikap dan pengetahuan seluruh pekerja di perusahaantersebut, melainkan untuk menjelaskan fenomena ketidakpatuhan pada pekerja itusendiri. Itulah sebabnya pemilihan sampel pada penelitian kuantitatif harus memenuhisyarat keterwakilan (representative), sedangkan pemilihan informan pada penelitiankualitatif harus memenuhi syarat kesesuaian (appropriateness).Pada gambar 1 juga digambarkan bentuk bulatan informan yang tidak utuh (tidakberbentuk). Hal ini menunjukkan bahwa penentuan jumlah informan sifatnya fleksibelartinya peneliti dapat menambah jumlah informan di tengah proses penelitian jikainformasi yang didapat dirasakan masih kurang. Dapat pula peneliti mengurangi jumlahinforman jika informasi sudah cukup. Bahkan dapat mengganti informan jikaorang/subyek yang terpilih tidak kooperatif dalam menjawab wawancara. Berbedadengan sampel yang penentuan jumlahnya sudah ditentukan dengan ketat, penelitiberusaha mengambil sampel di atas jumlah minimal, dan tidak dapat dengan mudahmengganti sampel (ada aturan yang harus diikuti).Beberapa peneliti termasuk mahasiswa masih belum memahami konsep informan danpemilihan informan pada penelitian kualitatif. Beberapa kesalahpahaman yang biasanyaterjadi adalah:1. Menganggap bahwa hasil wawancara dengan informan dapat digeneralisasikanterhadap populasi2. Kesalahan dalam menentukan informan kunci, utama, dan pendamping3. Metode pemilihan informan tidak sesuai dengan konteks/masalah penelitian4. Tidak memperhatikan prinsip kesesuaian dan kecukupan dalam pemilihaninformanModul ini akan menjelaskan konsep atau pengertian dari informan, cara menentukanjumlah informan untuk memnuhi syarat kecukupan, dan cara memilih informan untukmemenuhi syarat kesesuaian.UNIT ANALISIS PENELITIAN KUALITATIFPengertian unit analisis dalam penelitian kualitatif merupakan “lokasi” tempat penelitiandilakukan. Jika unit analisis penelitian adalah individu maka hasil studi difokuskan padaanalisis terhadap perilaku, pendapat, opini, atau sikap individu tersebut. Misalnyapenelitian tentang perilaku ibu yang tidak mau memanfaatkan pelayanan posyandu,2

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian Kualitatifmaka analisis difokuskan pada ibu tersebut. Begitu pula jika program sebagai unitanalisis, maka fokus analisis diarahkan kepada gambaran program tersebut, misalnyastudi tentang implementasi promosi kesehatan di rumah sakit maka analisis diarahkanpada program promkes tersebut.Patton (2002) membagi unit analisis penelitian kualitatif menjadi enam fokus sepertidijelaskan pada tabel 1 berikut:Tabel 1. Enam Jenis Unit Analisis Penelitian KualitatifNo12Unit AnalisisFokus pada orang (people focused) Fokus pada struktur (structure focused) 3Berdasarkan perspektif atau sudut pandang(Perspective/worldview based) 4Fokus pada geografis (Geography focused) 5Fokus pada aktivitas (Activity focused) 6 Berdasarkan waktu (Time based)3ContohIndividuKelompok kecil atau informal (seperti:pertemanan, Gangs)KeluargaProyek (misal: proyek pembuatansistem informasi kesehatan)Program (misal: program imunisasi)OrganisasiUnit dalam organisasi (misal: instalasifarmasi di rumah sakit)Orang yang menceritakankebudayaanOrang yang menceritakanpengalaman atau perspektif misalnyamengalami kecelakaan kerja, keluardari pekerjaan, kelulusan,kepemimpinan, menjadi orang tua,kecanduan games online, orang yangbertahan dari penyakit mematikanTetanggaPedesaan atau perkotaanProvinsiNegaraPasar (misal: pasar asuransikesehatan)Insiden kritis (misal: kejadian nearmiss, bencana)SelebrasiJaminan kualitas (misal: penurunankualitas pelayanan)Periode waktu (misal: masa tumbuhkembang anak)Krisis (misal: kondisi defisit JKN)Kejadian-kejadian (misal: wabahpenyakit)Bagian dari hari/minggu/bulanBulan ramadhan

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian KualitatifNoUnit Analisis ContohSaat bulan purnamaLiburanMusim hujanMusim kemarauJadwal sekolahPemlihan umumSumber: (Patton, 2002)Unit analisis sebagaimana dijelaskan pada tabel 1 tidak berdiri sendiri (mutuallyexclusive). Artinya salah satu unit analisis dapat menjadi bagian dari unit analisis yanglain. Misalnya unit analisi perkotaan bisa merupakan bagian dari unit analisis provinsi.Unit analisis individu bisa merupakan bagian dari tetangga (rukun tetangga). Misalnyaunit analisis studi kualitatif adalan impelementasi Upaya Kesehatan Sekolah (UKS), yangdapat merupakan bagian dari analisis yang berfokus pada program Sekolah Sehat.Hal utama yang perlu diperhatikan dalam menentukan dan memutuskan unit analisis(sebagai dasar penentuan lokasi penelitian kualitatif) adalah menetapkan apa yang dapatdan peneliti ingin sampaikan pada akhir studi atau penelitian. Misalnya jika peneliti inginmengungkap fenomena kenapa sering terjadi kekambuhan penyakit TB paru padabeberapa pasien di puskesmas, maka sebagai unit analisis dapat dipilih individu orangyang kambuh TB paru.Sementara itu dalam penelitian kualitatif yang khusus melakukan studi tentang perikalu,Robinson (2014) menganalogikan unit analisis sebagai sample universe (semacampopulasi dari sampel). Sample universe ini ditentukan di awal penentuan desainpemilihan informan/responden, dilanjutkan dengan penentuan sample size (jumlahinforman), menentukan strategi pemilihan sampel/informan, dan melakukan rekrutmeninforman (lihat gambar 2 berikut).PENGERTIAN DAN JENIS INFORMANPengertian informan adalah subyek penelitian yang dapat memberikan informasimengenai fenomena/permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Dalam penelitiankualitatif, informan terbagi menjadi tiga yaitu:1. Informan kunci2. Informan utama3. Informan PendukungInforman kunci adalah informan yang memiliki informasi secara menyeluruh tentangpermasalahan yang diangkat oleh peneliti. Informan kunci bukan hanya mengetahuitentang kondisi/fenomena pada masyarakat secara garis besar, juga memahami4

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian Kualitatifinformasi tentang informan utama. Dalam pemilihan informan kunci tergantung dari unitanalisis yang akan diteliti. Misalnya pada unit sebuah organisasi, informan kuncinyaadalah pimpinan organisasi tersebut.Menentukansampleuniverse Dengankriteria inklusi& eksklusiMenetapkansample size pling DenganpurposefulsamplingMelakukanrekrutmeninforman denganmetodesnowball atauiklanGambar 2. Tahap Pemilihan Informan dalam Penelitian Kualitatif Sumber: (Robinson, 2014)Informan kunci sebaiknya orang yang bersedia berbagi konsep dan pengetahuan denganpeneliti, dan sering dijadikan tempat bertanya oleh peneliti. Untuk itu sebaiknya dalampengumpulan data peneliti sebaiknya memulainya dari informan kunci untukmendapatkan gambaran yang utuh dan menyeluruh tentang masalah yang diamati.Dengan demikian terdapat empat kriteria dalam menentukan informan kunci (Martha &Kresno, 2016):a. Harus menjadi peserta aktif dalam kelompok, organisasi, atau budaya yang diteliti,atau telah melalui tahap enkulturasib. Harus terlibat dalam budaya yang diteliti “saat ini”. Penekanan “saat ini” sangatpenting, karena jangan sampai informan kunci lupa dengan masalah yang akanditelitic. Harus memiiki waktu yang memadai. Informan kunci tidak cukup hanya memilikikemauan, namun dapat memberikan informasi kapan pun saat dibutuhkand. Harus menyampaikan informasi dengan bahasa sendiri (natural). Sebaiknyainforman yang menyampaikan informasi dengan “bahasa analitik” dihindari karenainformasi yang dihasilkan sudah tidak natural.5

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian KualitatifInforman utama dalam penelitian kualitatif mirip dengan “aktor utama” dalam sebuahkisah atau cerita. Dengan demikian informan utama adalah orang yang mengetahuisecara teknis dan detail tentang masalah penelitian yang akan dipelajari. Misalnya padapenelitian tentang perilaku ibu dalam memanfaatkan pelayanan Posyandu sebagaiinforman utama adalah ibu yang memlilki Balita, sedangkan sebagai informan kunciadalah kader posyandu.Informan pendukung merupakan orang yang dapat memberikan informasi tambahansebagai pelengkap analisis dan pembahasan dalam penelitian kualitatif. Informantambahan terkadang memberikan informasi yang tidak diberikan oleh informan utamaatau informan kunci. Misalnya pada penelitian tentang implementasi budaya keselamatanpada pekerja bagian produksi di sebuah perusahaan manufaktur, sebagai informan bisadipilih dari bagian yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi atau bagian yangmenikmati output dari bagian produksi misalnya bagian gudang. Sementara sebagaiinforman utama adalah karyawan bagian produksi dan sebagai informan kunci adalahmanajer produksi atau manajer HSE (K3).Dalam penelitian kualitatif tidak harus terdiri dari tiga jenis informan di atas, hal initergantung pada konteks permasalahan penelitian. Penggunaan ketiga jenis informan diatas adalah untuk tujuan validitas data menggunakan metode triangulasi. Penelitisebaiknya mengumpulkan informasi dari informan tersebut secara berurutan mulai dariinforman kunci, informan utama, dan informan pendukung (lihat gambar 3 di bawah).Pada beberapa penelitian kualitatif bahkan hanya memerlukan satu informan utama saja,jika masalah tersebut memang benar-benar sebagai sesuatu yang unik pada orangtersebut. Penentuan jumlah informan pada peneltian kualitatif dijelaskan pada sub babberikut. Informasi secara umum Pihak yang mengetahuisecara konseptualInformanUtama Informasi secara detail Sebagai "aktor utama" Informasi tambahanyang bermanfaat &relevan Pihak yg terkait denganinforman utamaInformanPendukungInforman KunciGambar 2. Urutan Pengumpulan Data pada Informan dengan Triangulasi6

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian KualitatifJUMLAH INFORMANPenelitian kualitatif tidak mengenal adanya jumlah sampel minimum (sample size).Umumnya penelitian kualitatif menggunakan jumlah sampel kecil. Bahkan pada kasustertentu menggunakan hanya 1 informan saja. Setidaknya ada dua syarat yang harusdipenuhi dalam menentukan jumlah informan yaitu kecukupan dan kesesuaian (Martha& Kresno, 2016).Berapa batas minimal dan maksimal jumlah informan? Atau berapa jumlah ideal informanyang dipilih? Seperti dijelaskan di atas, dalam menentukan jumlah informan sebagaipatokan menggunakan syarat kecukupan informasi. Syarat kecukupan dipenuhi denganmenentukan jumlah informan yang memberikan cukup informasi, sehingga patokanpeneliti dalam menentukan jumlah informan bukan pada keterwakilan (representasi)namun bila kedalaman informasi telah cukup. Dengan demikian pada penelitian kualitatifada tiga kondisi dalam penentuan jumlah informan (lihat gambar 3):1. Peneliti dapat menambah jumlah informan, jika informasi dirasakan masih kurang.Misalnya penelitian didesain dengan melibatkan 3 informan utama. Namun dalamwawancara masih terdapat variabel/indikator yang belum cukup informasi. Makadalam hal ini peneliti dapat menambah informan hingga informasi yang diperolehtelah cukup.2. Peneliti dapat mengurangi jumlah informan jika informasi yang dirasakan sudahmencukupi. Misalnya penelitian didesain dengan melibatkan 5 informan. Ternyatadengan 2 informan sudah cukup memberikan informasi yang dibutuhkan. Makapeneliti dapat menghentikan proses pengumpulan data dengan cukup hanya 2informan saja.3. Peneliti dapat mengganti informan (hal yang sulit dilakukan dalam penelitiankuantitatif) jika informan tersebut tidak kooperatif dalam wawancara. Misalnyainforman tidak jujur dalam menjawab dan ada kesan sengaja memberikaninformasi palsu, maka peneliti dapat menghentikan pengumpulan data dariinforman tersebut.DITAMBAH,jika informasimasih tidakcukupKeputusanJumlahInformanGANTI, jikainforman tidakkooperatif &tidak jujurSTOP, jikainformasisudah jenuhGambar 3. Keputusan Menambah, Mengurangi, dan Mengganti Informan7

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian KualitatifTEKNIK PEMILIHAN INFORMANPemilihan informan dapat didasarkan pada dua aspek yaitu teori dan praduga, yangkeduanya berlandaskan pada kedalaman pemahaman atau pengalaman dariresponden/informan (bukan didasarkan pada pilihan yang acak). Pemilihan informanberdasarkan teori atau theoretical sampling cocok dilakukan jika tujuan utamapengumpulan data adalah untuk mengembangkan teori secara substantif. Teknikpemilihan informan dengan praduga (A priori sampling) sering digunakan dalampenelitian kesehatan masyarakat yang dilakukan dengan menentukan karakteristikinforman berdasarkan masalah dan tujuan penelitian. Misalnya jika penelitian kualitatifbermaskud mendalami perilaku kesehatan dan perilaku remaja pada satu komunitas,maka informan penelitian akan dipilih dari komunitas tersebut (Ulin, Robinson, & Tolley,2005).Pemilihan informan pada penelitian kualitatif sepenuhnya ditentukan oleh peneliti,sehingga Patton (2002) menyebutnya dengan purposeful sampling, yaitu memilih kasusyang informatif (information-rich cases) berdasarkan strategi dan tujuan yang telahditetapkan peneliti, yang jumlahnya tergantung pada tujuan dan sumberdaya studi.Menurut Patton (2002) ada 16 jenis teknik pemilihan informan dengan teknik purposefulsampling tersebut (lihat tabel 2).Tabel 2. Jenis Teknik Pemilihan InformanNo1Jenis Pemilihan InformanExtreme case sampling atauDeviant case sampling2Intensity sampling3Maximum variation sampling4Homogeneous samplingTujuan & KarakteristikInforman dipilih berdasarkan kasus-kasus yangekstrim dan menyimpang. Mendapat pembelajarandari fenomena tertentu dan manifestasinya, misalnya:kasus keberhasilan/kegagalan pengobatan,penerapan program SMK3 yang paling berhasil ataupaling gagal di suatu wilayah industri, kasus-kasuskecelakaan kerja yang ekstrim, kondisi krisissumberdaya seperti kekurangan tenaga kesehatan diwilayah pedalaman.Pemilihan informan berdasarkan kasus yang hebatnamun tidak ekstrim atau berada di atas/bawah ratarata. Misalnya: mahasiswa yang berhasil/gagal,kesuksesan/kegagalan pencapaian target imunisasi diatas/bawah rata-rataBertujuan untuk mendapatkan rentang sebuah kasussehingga diperoleh keragaman dimensi. Misalnyapemilihan dokumen yang unik atau memiliki variasiyang berbeda untuk beradaptasi dengan berbagaikondisi. Contoh lain pemilihan lokasi untukmengetahui level kebisingan yang paling rendah dantinggi di suatu pabrik.Bertujuan untuk menitikberatkan analisis pada satumasalah, mengurangi variasi, menyederhanakananalisis, atau memfasilitasi wawancara kelompok.8

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian KualitatifNoJenis Pemilihan Informan5Typical case sampling6Critical case sampling7Snowball sampling atauChain sampling8Criterion sampling9Theory-based sampling atauOperational constructsampling atau Theoreticalsampling10Confirming and Disconfirmingcases11Stratified purposeful sampling12Opportunistic sampling atauEmergent sampling13Purposeful random sampling(dengan jumlah sampel kecil)Tujuan & KarakteristikMisalnya studi yang berfokus pada perilakumengompol pada anak usia 5 tahun, studimengidentifikasi bahaya pada pekerjaanmengoperasikan crane.Bertujuan untuk mendeskripsikan atau menceritakansesuatu obyek secara normal atau dalam batas ratarata. Misalnya pemilihan informan pada pekerja yangpatuh mengguakan APD.Bertujuan mendapatkan kesamaan logis danpenggunaan informasi yang maksimal pada satukasus kritis, yang dapat diterapkan pada kasuslainnya. Misalnya: pemilihan kasus penanganankecelakaan kerja yang bersifat fatality untukditerapkan pada kasus kecelakaan kerja lainnya.Pemilihan informan kedua berdasarkan informasi dariinforman pertama, informan ketiga berdasarkanrekomendasi informan kedua dan seterusnya. Metodesangat baik untuk penggunaan wawancaramendalam.Bertujuan mendapatkan informan/kasus yang sesuaidengan kriteria yang ditetapkan. Misalnya pemilihananak-anak yang menyalahgunakan obat dannarkotika. Metode ini juga bertujuan untuk mengetahuikualitas/mutu suatu obyek.Bertujuan untuk mengetahui manifestasi darikonstruksi teori dari permasalahan yang diangkatsehingga dapat dilakukan elaborasi dan pengujianterhadap konstruk dan variasinya. Misalnya: pemilihaninforman/kaus berdasarkan teori kecelakaan kerjaGeller untuk mengujinya dalam kejadian kecelakaandi bidang konstruksi.Bertujuan untuk mengelaborasi dan menggali analisisawal, mendapatkan kondisi pengecualian, danmenguji variasi. Pemilihan dilakukan berdasarkankasus yang sudah jelas dan kasus yang masih belumjelas penyelesaiannya.Bertujuan menggambarkan karakteristik beberapa subkelompok , dan membandingkan beberapa fasilitas.Misalnya pemilihan informan yang melakukanimunisasi di puskesmas dengan di klinik swasta.Pemilihan informan dilakukan saat studi lapangan danpeneliti mencari kesempatan memilih informan saatterjadi keadaan yang tidak diharapkan (mis:kecelakaan, kegagalan) yang bersifat fleksibel.Pemilihan informan dengan menambahkan atributtertentu untuk mendapatkan jumlah informan yangdiharapkan. Hal ini dilakukan ketika penelitiberhadapan dengan jumlah informan yang banyakagar dapat mengurangi bias informasi. Namun9

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian KualitatifNoJenis Pemilihan Informan14Sampling politically importantcases15Convenience sampling16Combination purposefulsampling atau Mixedpurposeful samplingTujuan & Karakteristikdemikian jenis sampling tidak bertujuan untukgeneralisasi dan keterwakilan informan.Pemilihan informan dengan tidak mengikutsertakansubyek yang sensitif secara politis sehingga akanmengaburkan fokus studi. Misalnya peneliti tidakmengikutsertakan pekerja yang masih memilikihubungan keluarga dengan pimpinan di sebuahperusahaan.Pemilihan informan yang dilakukan denganmempertimbangkan kemudahan peneliti sepertimenyesuaikan dengan waktu, tenaga dan biaya.Teknik ini memiliki tingkat rasionalitas, kredibilitas,dan validitas informasi yang paling rendah,Pemilihan informan dengan metode triangulasi yangbersifat fleksibel. Teknik ini memiliki kelebihan karenadapat menggabungkan minat dan kebutuhan yangberbeda.Sumber: (Patton, 2002)MEREKRUT INFORMANMasalah selanjutnya dalam merancang informan penelitian kualitatif adalah melakukanperekrutan informan atau menentukan pihak yang bersedia memberikan informasi yangcukup dan tepat. Pada dasarnya perekrutan yang melibatkan lebih dari satu informanpenelitan dapat mengikuti pola perekrutan tenaga kerja dengan ketentuan yang diaturoleh peneliti berdasarkan tujuan penelitian. Adapun tahap-tahapnya adalah sebagaiberikut:1. Melakukan analisis peran informanYang dimaksud dengan peran informan di sini adalah kedudukannya dalampengumpulan data penelitian sehingga dapat menghasilkan informasi yangrelevan. Kedudukan tersebut dapat sebagai sebagai informan kunci, utama, ataupendukung. Informasi yang diharapkan dari informan adalah informasi yangsesuai dengan kerangka teori dan kerangka konsep yang dipakai peneliti.Dengan demikian peran informan penelitian dapat ditentukan berdasarkan duakondisi yaitu: berdasarkan teori dan berdasarkan masalah penelitian. Penentuanperan berdasarkan teori digunakan pada penelitian yang bermaksud memperkuatatau menambah landasan sebuah teori. Sedangkan penentuan peran informanberdasarkan masalah penelitian bertujuan memberikan informasi sesuai denganindikator-indikator permasalahan yang akan digali oleh peneliti. Biasanyadigunakan pada penelitian kualitatif yang bertujuan mengevaluasi suatu program,mengetahui pendapat/opini seseorang, memahami/mempelajari perilakuseseorang dan sebagainya.10

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian Kualitatif2. Mencari informasi ketersediaan informan yang sesuaiTahap selanjutnya peneliti mengidentifikasi “ketersediaan” informan di lapangan.Untuk mendapatkan informasi ini peneliti dapat memperolehnya dari orang yangdianggap senior/dituakan dalam lingkup sosial masyarakat, seperti: tokohmasyarakat, pimpinan organisasi, kepala adat, tokoh agama, dan sebagainya.Pada beberapa kasus, orang-orang yang dituakan dalam tatanan sosialmasyarakat dapat dijadikan informan kunci bila memenuhi kriteria dan dapatkooperatif dengan peneliti.3. Memutuskan penerimaan/penolakan informanNamun demikian keputusan tentang menentukan siapa yang tepat menjadiinforman tetap ada pada peneliti. Hal ini untuk menghindari bias informasi bilapenentuan hanya ditentukan oleh pihak di luar tim penelitian. Kondisi ini umumnyaterjadi pada penelitian yang bertujuan mengevaluasi suatu program atau kinerjasebuah organisasi. Seringkali penentuan informan ditentukan oleh pimpinanprogram/organisasi untuk memastikan hasil yang subyektif berdasarkan keinginanpimpinan.Di tengah proses penelitan kualitatif, seorang peneliti dapat memutuskandmenambah, mengurangi, atau mengeluarkan informan terpilih dari penelitian.LIhat gambar 3 di atas.KESIMPULANPada dasarnya dalam penelitian kualitatif tidak mengenal istilah pengambilan sampel daripopulasi karena penelitian ini tidak bertujuan untuk melakukan generalisasi terhadappopulasi, namun bertujuan menggali informasi secara mendalam sehingga sampel dalampenelian kualitatif disebut dengan informan.Sebelum menentukan jumlah informan dan melakukan pemilihan informan, tahappertama yang harus dilakukan peneliti adalah menetapkan unit analisis dari penelitianyang menggambarkan lokasi penelitian, dan terdiri dari enam aspek yaitu orang, struktur,sudut pandang, waktu, geografis, dan aktivitas.Jumlah informan pada penelitian kualitatif bersifat fleksibel berdasarkan syaratkecukupan dan kesesuaian. Pada beberapa kasus dibutuhkan hanya 1 informan saja.Peneliti dapat menambah, mengurangi, bahkan mengganti informan saat penelitianberlangsung tergantung pada kecukupan dan kesesuaian informasi.Metode “sampling” pada penelitian kualitatif bersifat tidak random/acak sehinggamenggunakan metode non-probabilitas atau ditentukan sendiri oleh peneliti (purposefulsampling). Pada modul ini dijelaskan ada 16 jenis teknik sampling pada penelitiankualitatif.11

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian KualitatifPerekrutan informan untuk terlibat dalam penelitian sepenuhnya ditentukan oleh penelitidengan memperhatikan masukan dari beberapa pihak yang berkaitan dengan masalahpenelitian.DAFTAR ISTILAH/KONSEPA priori samplingActivity focusedCombination purposeful samplingConfirming and Disconfirming samplingConvenience samplingChain samplingCriterion samplingCritical case samplingDeviant case samplingEmergent samplingEnkulturasiExtreme case samplingGeneralisasiGeography focusedHomogeneous samplingInformanInforman kunciInforman pendukungInforman utamaInformation-rich casesIntensity samplingKesesuaian (appropriateness)Keterwakilan (representative)Maximum variation samplingMixed purposeful samplingOperational construct samplingOpportunistic samplingPeople-focusedPerspective/worldview basedPopulasiPurposeful samplingPurposeful random samplingSampelSample sizeSample universeSampling politically important caseSnowball samplingStratified purposeful samplingStructure-focusedTheoretical samplingTheory-based samplingTime based12

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian KualitatifTypical case samplingUnit analisisKUIS (BENAR/SALAH)1. Pada dasarnya dalam penelitian kualitatif tidak mengenal istilah pengambilansampel dan populasi karena penelitian ini tidak bertujuan untuk melakukangeneralisasi terhadap populasi [B/S]2. Sampel pada penelitian kualitatif diambil untuk melakukan generalisasi terhadappopulasi. Sedangkan informan pada penelitian kuantitatif dipilih untuk menjelaskankondisi atau fakta/fenomena yang terjadi informan itu sendiri [B/S]3. Keluarga adalah contoh unit analisis yang berfokus pada orang atau peoplefocused [B/S]4. Informan kunci sebaiknya orang yang bersedia berbagi konsep dan pengetahuandengan peneliti, dan sering dijadikan tempat bertanya oleh peneliti [B/S]5. Umumnya penelitian kualitatif menggunakan jumlah sampel kecil. Bahkan padakasus tertentu menggunakan hanya 1 informan saja [B/S]6. Pemilihan informan dapat didasarkan pada dua aspek yaitu teori dan praduga,yang keduanya berlandaskan pada kedalaman pemahaman atau pengalaman dariresponden/informan [B/S]7. Typical case sampling bertujuan untuk mendeskripsikan atau menceritakansesuatu obyek secara normal atau dalam batas rata-rata [B/S]8. Pemilihan informan dengan tidak mengikutsertakan subyek yang sensitif secarapolitis sehingga akan mengaburkan fokus studi disebut dengan sampling politicallyimportant case [B/S]9. Pada penelitian kualitatif peneliti tidak dapat mengurangi jumlah informan jikainformasi yang didapat sudah jenuh atau jawaban informan cenderung homogen[B/S]10. Bertujuan mendapatkan kesamaan logis dan penggunaan informasi yangmaksimal pada satu kasus kritis, yang dapat diterapkan pada kasus lainnyadisebut dengan critical case sampling [B/S]LATIHAN SOAL/PROBLEM1. Mengapa penentuan jumlah sampel/informan pada penelitian kualitatif lebihfleksibel dibanding penelitian kuantitatif?13

Ade Heryana, S.St, M.KM Informan dan Pemilihan Informan pada Penelitian Kualitatif2. Mengapa pada penelitian kualitatif peneliti dapat menambah jumlah informan?3. Mengapa pemilihan informan pada penelitian kualitatif sebaiknya ditentukansepenuhnya oleh peneliti?4. Mengapa metode pemilihan informan pada penelitian kualitatif tidak tepat jikamenggunakan metode non-probabilitas?5. Mengapa penelitian kualitatif tidak dapat melakukan generalisasi terhadappopulasi?KEPUSTAKAANMartha, E., & Kresno, S. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: RajawaliPress.Patton, M. Q. (2002). Qualitative Research & Evaluation Mehods (3 ed.). California:Sage Publishing.Robinson, O. C. (2014). Sampling in Interview-based Qualitative Research: ATheoretical and Practical Guide. Qualitative Research in Psychology, 11(1), 2541.Ulin, P. R., Robinson, E. T., & Tolley, E. L. (2005). Qualitative Methods in Public Health:A Field Guide for Applied Research. San Fransisco: Jossey-Bass.14

pengertian dan jenis informan Pengertian informan adalah subyek penelitian yang dapat memberikan informasi mengenai fenomena/permasalahan yang diangkat dalam penelitian.