Transcription

INSENTIF RISET SINasTahun 2017Direktorat Riset dan Pengabdian kepada MasyarakatDirektorat Jenderal Penguatan Riset dan PengembanganYogyakarta, 9 Juni 2016

OUTLINE PRESENTASI1.Tujuan dan Sasaran INSINas2. Indikator Keberhasilan3. Skema Pendanaan4. Topik Riset5. Keterangan Umum

TUJUAN & SASARANINSENTIF RISET SINasTujuan: Penguatan Sistem Inovasi Nasional melaluipeningkatan sinergi, produktivitas danoptimalisasi sumberdaya litbang nasionalSasaran : Peningkatan produktivitas riset (academic ofexcellence) dan pendayagunaan hasil litbangNasional (economic value)

INDIKATOR KEBERHASILANIndikator Keberhasilan Program Insinas:1). Meningkatnya jumlah karya ilmiah yang diterbitkandalam jurnal Internasional dan jurnal Nasional yangterakreditasi;2). Meningkatnya jumlah perolehan Kekayaan Intelektual(KI) dari kegiatan riset;3). Meningkatnya pendayagunaan hasil riset;4). Meningkatnya sinergi dalam penyelenggaraan kegiatanriset.

URGENSI KEGIATANURGENSI INSINAS1. Sebagai sarana dan sumber materi untuk : Penyusunan kebijakan iptek untuk Penguatan Sistem Inovasi Nasional; Peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan Iptek (capacity building/capital knowledge);2. Sebagai wahana untuk : Peningkatan produktivitas riset nasional; Pemecahan masalah terkait isu-isu nasional bidang iptek; Mendukung upaya peningkatan kemandirian iptek;DAMPAK (jika tidak segera dilakukan intervensi pemberian pendanaan riset) :1. Kebijakan iptek yang digulirkan kurang tepat sasaran;2. SDM dan kapasitas Iptek kurang cepat berkembang;3. Daya saing dan kemandirian teknologi kurang kuat.

KONSEPSKEMA PENDANAAN inSINAS 2017(Mission Based Research)SKEMA PENDANAAN RISET PRATAMA (RP)MISI-Menyiapkan kemampuan iptek Nasional (Pool of Knowledge)KARAKTERISTIK - Bottom Up;- Sifat : Usulan Peneliti (Voluntary)- Topik Riset ditentukan Kemenristekdikti;- Jenis Riset : RD atau RT- Judul Riset : diusulkan Peneliti- Output : Paten dan atau Publikasi Nas/ Internasional;- Cara : Individu atau Kemitraan- TRL 1 - 5PROSESPenguatan kompetensi bidangDAMPAKMenguatnya SDM dan Kelembagaan Iptek Nasional

KONSEPSKEMA PENDANAAN inSINAS 2017(Mission Based Research)RISET UTAMA (RU)MISIKARAKTERISTIKPROSESDAMPAK- Membangun kapasitas Iptek (capacity building);- Menyiapkan riset unggulan yang prospektif dikembangkan(New Product Development);-Mendorong sinergi riset Nasional.-Topdown;-Sifat : Penugasan ke Lembaga Riset (Mandatory);-Topik dan Judul Riset ditentukan Kemenristekdikti;-Output : Paten / Prototipe Produk Prospektif-Harus Berbentuk Konsorsium Riset SINas-TRL 5- Integrasi berbagai Bidang- Sinergi Kelembagaan (Kolaborasi A – B – G)Meningkatnya produk riset yang prospektif/ berpotensi untukdiindustrikan.

KISI – KISISKEMARISETPRATAMA(Individual /Kemitraan)KRITERIA- Hasil riset yang dapat memperkuat kompetensi bidang iptek (mastering);- Mempunyai nilai kebaharuan (teori, metode, konsep) dan breakthroughyang berdampak pada penguasaan dan pengembangan iptek;- Merupakan Riset Awal/ Initial Research yang original dan diusulkan olehpara peneliti (baik peneliti pemula maupun yang berpengalaman) melaluilembaga masing-masing;- Output : Paten atauPublikasi Nasional dan Internasional (bereputasi Internasional)- TRL : 1 - 5- Pendanaan : Individual, 200 – 500 Jt.Kemitraan, 500 Jt - 1 M.Durasi : max 3 th

KISI – KISISKEMARISETUTAMA(KonsorsiumRiset SINas)KRITERIA- Hasil riset yang prospektif diindustrikan;- Mempunyai nilai kebaharuan dan breakthrough sebagai daya ungkitkemandirian teknologi;- Ada pengitegrasian teknologi dari berbagai bidang keilmuan;- Kegiatan riset perekayasaan yang menghasilkan produk baru (NewProduct Development);- Output : Prototipe (skala industri) produk riset yang berpotensi untukdiindustrikan;- TRL : 6- Pendanaan :Konsorsium Riset SINas (A-B-G), max 5 M,durasi max.: 3 th

TOPIK RISET1.Teknologi Pangan1.01 Riset Teknologi Diversifikasi dan Pemanfaatan Produk Pangan (Pertanian, Perkebunan,Peternakan, Perikanan)1.02 Riset Teknologi Pengolahan dan Peningkatan Nilai Tambah Produk Pangan (Pertanian,Perkebunan, Peternakan, Perikanan)1.03 Riset Teknologi Produksi Bibit Sumber Pangan (Pertanian, Perkebunan, Peternakan, t Teknologi Mekanisasi dan Otomatisasi Peralatan Produksi PanganTeknologi Kesehatan dan ObatRiset Teknologi Pembuatan Biofarmasetika (Vaksin, Sel Punca, Hormon dan Erythropoetin)Riset Teknologi Pembuatan Bahan Baku Obat (Obat Kimia dan Fitofarmaka)Riset Teknologi Pembuatan Alat Kesehatan dan DiagnostikTeknologi EnergiRiset Teknologi Pembangunan PLTP Skala KecilRiset Teknologi Pembangunan PLT Biogas dan BiomasRiset Teknologi Pembuatan Bahan Aktif EOR (Enhanced Oil Recovery)Riset Teknologi Konversi dan Konservasi Energi3.05 Riset Teknologi Produksi Energi dari Sumber Energi Baru dan Terbarukan (Surya, Bayu,Kelautan, Biomassa, Sampah, dsb)

TOPIK 47.7.017.027.03Teknologi TransportasiRiset Teknologi Pembuatan Komponen Transportasi (Pesawat Terbang, Otomotif, Kapal, KeretaApi)Riset Teknologi Pembuatan Radar Navigasi dan Satelit untuk Keperluan SipilTeknologi Informasi dan KomunikasiRiset Teknologi Pembuatan dan Produksi Smart CardRiset Teknologi Pembuatan dan Industri Chip IC, RFID, Intenet of ThingsRiset Teknologi Pembuatan dan Produksi Fotovoltaic CellRiset Teknologi 5G (broadband)Teknologi Pertahanan dan KeamananRiset Teknologi Pembuatan Komponen Roket/ RudalRiset Pembuatan Desain dan Teknologi Pembuatan Komponen Kapal PerangRiset Teknologi Pembuatan Komponen dan Sistem RadarRiset Teknologi Pembuatan Komponen Kendaraan TempurTeknologi Material MajuRiset Teknologi Pengolahan dan Produksi Logam Tanah JarangRiset Teknologi Pengolahan dan Produksi Mineral Bahan Alam dan Bahan HayatiRiset Teknologi Pembuatan dan Poduksi sel surya berbasis non-silikon

TOPIK RISET8.8.018.028.039.9.019.0210.10.01Teknologi KemaritimanRiset Teknologi Konservasi dan Rehabilitasi Ekosistem LautRiset Teknologi Eksplorasi dan Pemanfaatan Sumberdaya KelautanRiset Teknologi Survey SDE/SDA Laut DalamTeknologi KebencanaanRiset Mitigasi Pengurangan Resiko BencanaRiset Sistem Informasi, Pencegahan dan Kesiapsiagaan KebencanaanSosial dan HumanioraKajian Modal Sosial dan Rekayasa Sosial Menghadapi Phenomena Global10.0210.03Kajian Pengukuran Indeks Kesiapan Masyarakat Mengantisipasi Phenomena GlobalKajian Iptek sebagai Politik NegaraKajian Dukungan Iptek untuk Mengatasi Dampak Bahaya Penyalahgunaan Narkoba danProblema Sosial Masyarakat10.04

BAGAN PELAKSANAANTIM PELAKSANA(SEKRETARIAT)PEDOMAN UMUMINSINAS dan TOR(untuk Riset Utama)TIM PENILAIDESKEVALUATION(Seleksi Admin,Seleksi Substansi,Evaluasi Biaya)PENGUMUMANDANSOSIALISASITIM PENGARAHDAN RAPIM DIRJENPENETAPANPROPOSAL YANGDIBIAYAI(SK AN KERJASAMA / ALPELAKSANAANKEGIATAN PENELITIANHASIL SELEKSI

Proposal LengkapISI PROPOSAL1Lembar Pengesahan2Daftar Isi3Abstrak4Pendahuluan5Kelayakan Teknis dan Metode (Cara mencapai tujuan)6Prospek dan Dampak7Bentuk Luaran dan Perlindungan HKI (Judul dan uraiannya)8Manfaat9Roadmap dan state of the art judul riset dalam bidang topik yangditeliti, serta bukti penelusuran paten/ publikasi yang terkait10Jadwal Kegiatan Riset11CV Peneliti/Pelaksana12Profil Singkat Lembaga dan Mitra terkait Litbang13Daftar Pustaka (Hanya yang diacu)14Usulan Biaya (Rinci)15Laporan Kemajuan Singkat (Bagi Lanjutan)

LAMPIRAN

KEMITRAAN RISET SINasKemitraan RISET SINas,yaitu kerjasama tiga (atau lebih) institusi baik yangberasal dari unsur-unsur lembaga Pemerintah,Perguruan Tinggi atau Industri yang bersepakat danbersinergi, serta saling berkontribusi (SDM, Sarpras,Anggaran) dalam sebuah KEGIATAN RISET BERSAMAdengan topik yang selaras dengan bidang prioritaspembangunan Iptek guna menghasilkan produk risetberkualitas, prospektif dan dapat dimanfaatkan olehmasyarakat/ industri.

KONSORSIUM RISET SINasKonsorsium RISET SINas,yaitu kerjasama tiga (atau lebih) institusi yang terdiridari unsur-unsur lembaga Pemerintah, PerguruanTinggi dan Industri (Triple Hellix A-B-G) yangbersepakat dan bersinergi, serta saling berkontribusi(SDM, Sarpras, Anggaran) dalam sebuah KEGIATANRISET BERSAMA dengan topik yang selaras denganbidang prioritas pembangunan Iptek gunamenghasilkan produk riset berkualitas, prospektif dandapat dimanfaatkan oleh masyarakat/ industri.

TUJUAN PEMBENTUKANKONSORSIUM RISET SINAS1. Optimalisasi sumberdaya (SDM, sarpras, anggaran);2. Menciptakan ruang untuk terjadinya transaksi antaraperiset dengan pengguna hasil riset;3. Membangun sinergi kelembagaan riset (Triple HellixA-B-G) untuk mewujudkan kemandirian teknologi,meningkatkan daya saing dan mendorong kreativitasdan inovasi melalui peningkatan kemampuan litbang;4. Mengupayakan penerapan dan pemanfaatan hasillitbang yang diperoleh agar berdampak bagipengembangan iptek dan kemajuan industri.

BEBERAPA definisiSistem Inovasi Nasional (SINas) adalah suatu kesatuan fungsional yang melibatkan aktor,kelembagaan, jaringan, sumberdaya dan interaksi dalam proses produktif yang mempengaruhiarah perkembangan dan kecepatan inovasi dan difusi inovasi, serta proses pembelajarannya.SINas mencakup basis Iptek dan basis produksi yang meliputi aktivitas-aktivitas nilai tambahbagi pemenuhan kebutuhan bisnis, non bisnis dan masyarakat umum, pemanfaatan dan difusiIptek, serta proses pembelajaran yang berkembang dalam masyarakat.Insentif Riset SINasInsentif Riset SINas adalah bantuan pendanaan riset dari Kementerian Riset, Teknologi danPendidikan Tinggi yang ditujukan untuk penguatan Sistem Inovasi Nasional (SINas) melaluipeningkatan sinergi, produktivitas dan pendayagunaan sumberdaya litbang nasional.Sasarannya adalah untuk peningkatan produktivitas dan pendayagunaan hasil litbang nasional.InvensiInvensi adalah suatu ciptaan atau perancangan baru yang belum ada sebelumnya yangmemperkaya khazanah serta dapat dipergunakan untuk menyempurnakan atau memperbaruiilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada.InovasiInovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuanmengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau carabaru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produkatau proses produksi.

LUARAN(Prototipe)PROTOTIPE SKALA LABORATORIUMPrototipe Skala Laboratorium atau skala model adalah sebuah bentuk fisik awal darisebuah objek (entitas) yang telah dikaji secara teoritis dan tervalidasi melalui uji modelatau simulasi. Prototipe ini sebagai perwujudan desain (sesuai proses produksi/manufaktur) yang merepresentasikan bentuk dan dimensi, serta fungsi objek riset/produk guna pengembangan sebelum diproduksi massal.PROTOTIPE SKALA INDUSTRIPrototipe Skala Industri adalah bentuk fisik awal dari sebuah objek (entitas) yangdirencanakan sebagai perwujudan desain (terkait proses produksi / manufaktur)representasi dari bentuk dan dimensi, serta berfungsi sebagai objek yang diwakili gunaproses produksi massal yang siap dan layak masuk pasar.PROTOTIPE SKALA PRODUKSIDefinisinya sama persis dengan definisi Prototipe Skala Industri namun ditambahkantentang keharusan adanya sample produksi, serta data analisis rencana produksi. Tujuanadanya sample produksi adalah untuk mengkondisikan dan menyetel peralatan mesinproduksi supaya didapat produk akhir yang sempurna.

Trl(Technology Readiness Level)TRLTechnology Readiness Level (TRL)merupakan ukuran yang menunjukkantingkat kematangan atau kesiapan teknologipada skala 1 – 9, yang mana antara satutingkat dengan tingkat yang lain saling terkaitdan menjadi landasan bagi tingkatanberikutnya.

PROSES & KLASIFIKASISumber: BPPT

TRL 1 - 3

TRL 4 - 6

TRL 7 - 9

proposalAgar Proposal Dapat Dibiayai,Apa Saja yang HarusDiperhatikan ?

KRITERIA UMUMINSINASKRITERIA UMUM :1). Kesesuaian Format dengan ketentuan Kementerian Riset danTeknologi;2). Kesesuaian lingkup topik kegiatan dengan kebijakan dan ketentuanKementerian Riset dan Teknologi;3). Kualifikasi lembaga dan para penelitinya;4). Kelayakan biaya yang diajukan;5). Sistematika penyusunan proposal, yaitu : perumusan masalah,manfaat, keluaran, metode/ cara mencapai tujuan, kelayakan (SDM,RAB, sarpras) dan kelengkapan berkas (lembar pengesahan);6). Kepatuhan terhadap ketentuan (kejujuran, batas waktu, kelengkapandalam pengisian secara online).

BEBERAPA ALASAN PROPOSALDITOLAKFORMAT: Tidak sesuai dengan yang ditetapkan/ dak dalam ruang lingkup yang ditawarkan,Sudah banyak diteliti,Tidak bernilai strategis,Tidak bermanfaat.: Peneliti tidak memadai (CV tidak lengkap/tidak ada, dll): Terlampau besar atau tidak realistisTidak memadai secara substansi, luaran tidak sesuai:dengan yang diminta dan tidak jelas/ tidak tegas, dsb1.2.FAKTOR LAIN :3.4.Mengajukan lebih dari satu judul,Ada indikasi ketidak jujuran,Melewati deadline,Tidak sempurna dalam pengisian secara on line.

PROPOSAL TIDAK MEMADAISECARA SUBSTANSI1. Perumusan masalah lemah, kurang mengarah, tujuan penelitian tidak jelas.2. Manfaat hasi kurang: bagi pengembangan iptek, institusi atau orientasinya tidak sesuai denganskema, kriteria dan ketentuan.3. Tinjauan Pustaka: kurang menunjang, tidak relevan, kurang mutakhir, bukan dari jurnal ilmiah4. Metode penelitian: kurang sesuai untuk mencapai tujuan penelitian (berupa tahapan).5. Kelayakan Penelitian: personalia, jadwal, perkiraan biaya dan sarana penunjang lainnya kurangmemadai6. Lain-lain: tidak ada pengesahan, CV tidak ditandatangani,dsb

KIAT MENULIS PROPOSAL (1)1Pelajari ketentuan atau panduan.2Pelajari skema dan persyaratannya.3Pelajari panduan penyusunan proposal ringkas (online)dan Proposal Lengkap.4Pilih topik prioritas yang sesuai dan pastikan luaran yangakan dicapai secara tegas dan jelas.5Cermati format yang diminta dan persyaratan2 nya.6Susun proposal sesuai format dan sistematika outlineyang ditentukan.

KIAT MENULIS PROPOSAL (2)7Susun anggaran secara wajar dan rasional sertaperhatikan anjuran dan larangan.8Cek ulang kebenaran setiap item.9Pelajari indikator penilaian dan lakukan self assessment.10Perhatikan batas waktu pemasukan proposal, janganmenunggu detik terakhir.11Mitra dan kerjasama dengan lembaga lain beserta profilsingkatnya.12 CV Anggota Peneliti.

INSINAS dan TOR (untuk Riset Utama) DESK EVALUATION (Seleksi Admin, Seleksi Substansi, Evaluasi Biaya) PENETAPAN PROPOSAL YANG DIBIAYAI (SK DIRJEN) PERSIAPAN PELAKSANAAN PENGUMUMAN DAN SOSIALISASI PENERIMAAN PROPOSAL HASIL SELEKSI PERJANJIAN KERJA SAMA / KONTRAK PELAKSANAAN KEGIATAN - PENELITIAN PRESENTASI (untuk Konsorsium)