Transcription

IDENTIFIKASI IBU YANG MENGALAMI PERSALINAN PREMATURDI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARITAHUN 2017KARYA TULIS ILMIAHDiajukan Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan PendidikanProgram Studi Diploma III KebidananPoliteknik Kesehatan KendariOLEHYENI KARLINA RP00324015083KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN KENDARIJURUSAN KEBIDANANKENDARI2018

ii

iii

ivDAFTAR RIWAYAT HIDUPI.IDENTITAS PENULISNama: Yeni Karlina.RTempat, tanggal lahir: Wawolemo 17 juli 1997Jenis Kelamin: PerempuanAgama: IslamSuku / Bangsa: Tolaki / IndonesiaAlamat: Desa Wawolemo, Kec. Pondidaha,Kab. KonaweII. PENDIDIKAN1. SD Negeri 2 Wawolemo, Tamat Tahun 2009.2. MTS Al-munawarah, Tamat Tahun 2012.3. SMA Negeri 1 Pondidaha, Tamat Tahun 2015.4. Politeknik Kesehatan Kendari Jurusan D-III Kebidanan Tahun 2015sampai sekarang.iv

vKATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dapatmenyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul “Identifikasiibu yang mengalami persalinan prematur di RSUD Kota Kendari tahun2017”.Dalam proses penyusunan karya tulis ilmiah ini ada banyak pihakyang membantu, oleh karena itu sudah sepantasnya penulis dengansegala kerendahan dan keikhlasan hati mengucapkan banyak terimakasih sebesar-besarnya terutama kepada Ibu Dr. Nurmiaty. S.Si.T, MPHselaku Pembimbing I dan Ibu Hj. Sitti Zaenab, SKM, SST, M.Keb selakuPembimbing II yang telah banyak membimbing sehingga karya tulis ilmiahini dapat di selesaikan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini pulapenulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :1. Ibu Askrening, SKM. M.Kes sebagai Direktur Poltekkes Kendari.2. Ibu Sultina Sarita, SKM, M.Kes sebagai Ketua Jurusan KebidananPoltekkes Kendari.3. Ibu dr. Hj. Asrida Mukkadin, M.Kes selaku Direktur RSUD KotaKendari.4. Ibu Hasmia Naningsi, SST, M.Keb selaku penguji 1, Ibu Siti Aisa,AM.Keb, S.Pd, M.Pd selaku penguji 2, Ibu Wahida S, S.Si.T, M.Kebselaku penguji 3 dalam karya tulis ilmiah ini.v

vi5. Bapak Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA selaku Kepala BadanPenelitian dan Pengembangan Provinsi Sulawesi Tenggara.6. Seluruh Dosen dan Staf Pengajar Politeknik Kesehatan KendariJurusan Kebidanan yang telah mengarahkan dan memberikan ilmupengetahuan selama mengikuti pendidikan yang telah memberikanarahan dan bimbingan.7. Kepada ayah handa tercinta Rusdin SE, dan ibunda tersayangSuharni samsu S.pd serta saudara ku yang telah memberikandukungan serta motivasi selama menempuh pendidikan.8. Teman-teman seperjuangan, Riskah, Ayu, lia, Mela, winda, Desi,sasria, terkhusus untuk Prada murdianto serta rekan-rekan DIIIKebidanan angkatan tahun 2015 yang tidak bisa penulis sebutkansatu persatu.Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh darisempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangunsangat penulis harapkan dalam penyempurnaan karya tulis ilmiah ini sertasebagai bahan pembelajaran dalam penyusunan karya tulis ilmiahselanjutnya.Kendari,PenulisviJuli 2018

viiABSTRAKIDENTIFIKASI IBU YANG MENGALAMI PERSALINAN PREMATURDI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARITAHUN 2017Yeni Karlina R1 Nurmiaty2 Sitti Zaenab2Latar belakang: Kelahiran prematur (prematuritas) adalah kelahiran bayi padasaat masa kehamilan kurang dari 37 minggu atau kurang dari 259 hari, dihitungdari hari pertama haid terakhir.Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi ibu yang mengalami persalinanprematur di RSUD Kota Kendari tahun 2017.Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah semuaibu bersalin prematur di RSUD Kota Kendari tahun 2017 yang berjumlah 52orang ibu bersalin. Instrumen pengumpulan data berupa lembar ceklist tentangpersalinan prematur, umur, paritas, plasenta previa. Data dianalisis dengandeskriptif.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan umur ibu yang mengalamipersalinan prematur di RSUD Kota Kendari tahun 2017 sebagian besar beradapada umur tidak berisko (20-35 tahun) sebanyak 37 orang ibu bersalin (71,2%).Paritas ibu yang mengalami persalinan prematur di RSUD Kota Kendari tahun2017 sebagian besar berada pada paritas multipara sebanyak 29 orang ibubersalin (55,8%). Kejadian plasenta previa pada ibu yang mengalami persalinanprematur di RSUD Kota Kendari tahun 2017 sebanyak 5 ibu bersalin (9,6%).Kata kunci : persalinan prematur, umur, paritas, plasenta previa12Mahasiswa Prodi D-III Kebidanan Poltekkes KendariDosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kendarivii

viiiABSTRACTIDENTIFICATION OF MOTHER WHO HAVE PREMATURE LABORIN KENDARI CITY GENERAL HOSPITALSYEAR 2017Yeni Karlina R1 Nurmiaty2 Sitti Zaenab2Background: Premature birth (prematurity) is the birth of a baby at the time ofpregnancy less than 37 weeks or less than 259 days, calculated from the first dayof the last period.Research objective: identify mothers who experienced preterm labor in KendariCity Hospital in 2017.Research Methods: Descriptive research type. The study sample was allpreterm delivery mothers in Kendari City Hospital in 2017, totaling 52 mothers.Collection data instruments in the form of a checklist about preterm labor, age,parity, placenta previa. Data were analyzed descriptively.Results: The results of the study showed that the age of mothers whoexperienced preterm labor in Kendari City Hospital in 2017 were mostly at nonage (20-35 years) as many as 37 mothers (71.2%). The parity of mothers whoexperienced preterm labor in Kendari City Public Hospital in 2017 were mostly inmultiparous parity as many as 29 mothers (55.8%). The incidence of placentaprevia in women who experienced preterm labor in Kendari City Hospital in 2017were 5 mothers who gave birth (9.6%).Keywords: preterm labor, age, parity, placenta previa12Student of D-III Midwifery Study Program in Poltekkes KendariLecturers of the Department of Midwifery, Poltekkes Kendariviii

ixDAFTAR ISIHALAMAN JUDUL.HALAMAN PERSETUJUAN.iiHALAMAN PENGESAHAN .iiiRIWAYAT HIDUP .ivKATA PENGANTAR.vABSTRAK.viiABSTRACT .viiiDAFTAR ISI.ixDAFTAR GAMBAR.xiDAFTAR TABEL.xiiDAFTAR LAMPIRAN.xiBAB I PENDAHULUAN.1A. Latar Belakang.1B. Perumusan Masalah.3C. Tujuan Penelitian.4D. Manfaat Penelitian.4E. Keaslian Penelitian.5BAB II TINJAUAN PUSTAKA.6A. Telaah Pustaka.6B. Landasan Teori.22C. Kerangka Teori.25D. Kerangka Konsep.26BAB III METODE PENELITIAN.27A. Jenis Penelitian.27B. Waktu dan Tempat Penelitian.27C. Populasi dan Sampel Penelitian.27D. Variabel Penelitian.27E. Definisi Operasional.28F. Jenis dan Sumber Data Penelitian.29ix

xG. Instrumen Penelitian.29H. Alur Penelitian.29I.Pengolahan dan Analisis Data.30BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .32A. Hasil Penelitian .34B. Pembahasan .37BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .43A. Kesimpulan .43B. Saran .43DAFTAR PUSTAKA.44LAMPIRANx

xiDAFTAR GAMBARGambar 1. Kerangka teori.25Gambar 2. Kerangka konsep.26xi

xiiDAFTAR TABELTabel 1. Distribusi Frekuensi Umur Ibu Yang Mengalami PersalinanPrematur Di RSUD Kota Kendari Tahun 2017.Tabel 2. Distribusi Frekuensi Paritas Ibu Yang Mengalami PerasalianPrematur Di Rsud Kota Kendari Tahun 2017.Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kejadian Plasenta Previa Pada Ibu YangMengalami Persalinan Prematur Di RSUD Kota Kendari Tahun2017.xii343536

xiiiDAFTAR LAMPIRAN1. Master Tabel2. Surat Pengambilan Data Awal3. Surat Izin Melakukan Penelitian Dari Badan Penelitian DanPengembanga Informasi4. Surat Izin Penelitian5. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian6. Surat Keterangan Bebas Pustaka7. Dokumentasixiii

1BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKelahiran prematur (prematuritas) adalah kelahiran bayi pada saatmasa kehamilan kurang dari 37 minggu atau kurang dari 259 hari, dihitungdari hari pertama haid terakhir. Prematuritas (terutama prematuritas yangekstrim) merupakan penyebab utama dari kelainan dan kematian padabayi yang baru lahir karena pada umur kehamilan ini perkembanganorgan, fungsi organ, dan berbagai system belum sempurna, terutamasystem homoestatis. Kondisi ini menyebabkan bayi prematur memilikirisiko yang tinggi untuk mengalami kematian atau menjadi sakit dalammasa neonatal. Beberapa organ dalam bayi mungkin belum berkembangsepenuhnya sehingga bayi memiliki risiko tinggi menderita penyakittertentu (Saifuddin, 2012).World health organization (WHO) bekerja sama dengan March ofDimes, lembaga sosial dari Amerika Serikat yang memiliki misi mencegahbayi lahir prematur dan cacat melaporkan setiap tahun diperkirakan 13juta bayi lahir secara prematur di seluruh dunia dan satu juta bayimeninggal dunia. Kelahiran bayi prematur ini paling banyak terjadi dinegara miskin dan berkembang, terutama di Afrika dan Asia. Jumlahtertinggi ada di Afrika dan di ikuti dengan Amerika Utara. Di negara majuangka prematuritas adalah antara 5–10% di Eropa, Amerika Utara,1

2Australia, dan sebagian Amerika Selatan, dan 10–30% di negara-negaraAfrika dan Asia Tenggara.Angka kelahiran prematur yang tercatat di Indonesia pada tahun2015 sekitar 19%, sekitar 400 ribu bayi dilahirkan prematur dari 4,4 jutakelahiran setiap tahunnya. Setiap tahun diperkirakan lahir sekitar 350.000bayi prematur atau berat badan lahir rendah di Indonesia. Tingginyakelahiran bayi prematur tersebut karena saat ini ada 30 juta perempuanusia subur yang kondisinya kurang energi kronik dan sekitar 50% ibuhamil mengalami anemia defisiansi gizi (Kemenkes RI, 2015).Penyebab prematuritas tidak diketahui dengan pasti karenaetiologinya bervariasi. Menurut Manuaba (2015), Kelahiran prematur(prematuritas) pada dasarnya terjadi akibat iskemik plasenta yang terjadikarena pembengkakan endotel dari pembuluh darah menuju plasentayang merupakan pensuplai O2 dan nutrisi ke plasenta sehingga terjadivasospasme pembuluh darah, aliran darah menurun dan terjadi infarkplasenta. Dengan terjadinya iskemik plasenta tersebut maka fungsiplasenta akan terganggu sehingga kesejahteraan janin menurun.Gangguan metabolisme prostaglandin mengakibatkan tekanan darah .Halinimenyebabkan stres individu yang memicu terjadinya reaksi perlunakanserviks dan sensitivitas otot rahim meningkat terhadap rangsang sehinggaterjadi kontraksi persalinan preterm dan prematuritas. Faktor predisposisipersalinan prematur adalah faktor iatrogenik (indikasi medis pada

3ibu/janin), faktor maternal (umur ibu, paritas ibu, trauma, riwayat prematursebelumnya, plasenta previa, inkompetensi serviks, infeksi intra-amnion,hidramnion, hipertensi, malnutrisi), faktor janin (gemelli, janin mati dalamrahim, kelainan kongenital), faktor perilaku (merokok, minum alkohol),faktor lain (keadaan sosial ekonomi yang rendah, pendidikan, pekerjaan)(Saifuddin, 2012).Data dari RSUD Kota Kendari di peroleh data jumlah persalinantahun 2015 sebanyak 950 persalinan, dan yang mengalami persalinanprematur sebanyak 24 orang (2,53%). Pada tahun 2016 jumlah persalinansebanyak 816 persalinan, dan yang mengalami persalinan prematursebanyak 12 orang (1,47%). Pada tahun 2017 jumlah persalinansebanyak 939 persalinan dan yang mengalami persalianan prematursebanyak 52 orang (5,53%) (Rekam Medik dan SIRS RSUD KotaKendari). Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukanpenelitian dengan judul “Identifikasi ibu yang mengalami persalinanprematur di RSUD Kota Kendari tahun 2017”.B. Rumusan MasalahBerdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yangdapat dirumuskan: “Bagaimanakah identifikasi ibu yang mengalamipersalinan prematur di RSUD Kota Kendari tahun 2017 ?”.

4C. Tujuan Penelitian1. Tujuan UmumUntuk mengidentifikasi ibu yang mengalami persalinan prematur diRSUD Kota Kendari tahun 2017.2. Tujuan Khususa.Mengidentifikasi ibu yang mengalami persalinan prematurberdasarkan umur ibu di RSUD Kota Kendari tahun 2017.b.Mengidentifikasi ibu yang mengalami persalinan prematurberdasarkan paritas ibu di RSUD Kota Kendari tahun 2017.c.Mengidentifikasi ibu yang mengalami persalinan prematurberdasarkan plasenta previa di RSUD Kota Kendari tahun2017.D. Manfaat Penelitian1. Manfaat Bagi Ibu BersalinUntuk menambah wawasan Ibu Bersalin tentang prematuritas.2. Manfaat Bagi Rumah SakitDapat di jadikan sebagai masukan, sebagai bahan evaluasi,program penyuluhan bagi Rumah Sakit untuk lebih meningkatkanprogram kesehatan ibu dan anak.3. Manfaat Bagi Peneliti SelanjutnyaUntuk dokumentasi agar dapat digunakan sebagai bahanperbandingan dalam melaksanakan penelitian selanjutnya.

5E. Keaslian Penelitian1. Penelitian Atom (2015) yang berjudul hubungan pre-eklampsiaberat dengan terjadinya prematuritas pada bayi yang di lahirkan diRSUD dr. Soetomo Surabaya pada bulan Januari 2014 sampaidengan Juni 2014. Perbedaan penelitian adalah jenis penelitiandan variabel penelitian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif,sedangkan penelitian atom adalah Cross Sectional. Variabaelpenelitian ini adalah persalinan prematur berdasarkan umur,paritas dan pendidikan, sedangkan variabel penelitian atomadalah persalinan prematur dan pre-eklampsia.2. Penelitian Hidayati (2016) yang berjudul faktor risiko terjadinyapersalinan prematur mengancam di RSUD dr. Soetomo Surabaya.Perbedaan penelitian ini dengan hidayati adalah jenis penelitiandan variabel penelitian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif,sedangkan penelitian Hidayati adalah Case Control. Variabaelpenelitian ini adalah persalinan prematur berdasarkan umur,paritas dan pendidikan, sedangkan variabel penelitian Hidayatiadalah persalinan prematur, umur dan jarak kehamilan.

6BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Tinjauan Tentang Persalinan Prematur1. Pengertian Persalinan PrematurPersalinan merupakan suatu diagnosis klinis yang terdiri daridua unsur, yaitu kontraksi uterus yang frekuensi dan intensitasnyasemakin meningkat, serta dilatasi dan pembukaan serviks secarabertahap (Norwitz & Schorge, 2015). Persalinan dapat hidup tetapibelum aterm (cukup bulan). Berat janin antara 1000-2500 gramatau tua kehamilan antara 28 minggu sampai 36 minggu (Saifuddin,2012).2. Klasifikasi PrematurMenurut usia kehamilannya maka prematur di bedakanmenjadi beberapa, yaitu :1) Usia kehamilan 32–36 minggu disebut persalinan prematur(preterm).2) Usiakehamilan 28–32 minggu disebut persalinan sangatprematur (very preterm).3) Usia kehamilan 20–27 minggu disebut persalinan ekstrimprematur (extremely preterm)Menurut berat badan lahir, bayi prematur dibagi dalamkelompok :6

71)Berat badan bayi 1500–2500 gram disebut bayi denganBerat Badan Lahir Rendah.2)Berat badan bayi 1000–1500 gram disebut bayi denganBerat Badan Lahir Sangat Rendah .3)Berat badan bayi 1000 gram disebut bayi dengan BeratBadan Lahir Ekstrim Rendah (Krisnadi, 2015).3. Penyebab Persalinan gikematian neonates, tumbuh kembang janin sering terlambat danmemerlukan perawatan intensif. Penyebab prematuritas tidak diketahui dengan pasti karena etiologinya bervariasi. MenurutManuaba (2015), Kelahiran prematur (prematuritas) padadasarnya terjadi akibat iskemik plasenta yang terjadi karenapembengkakan endotel dari pembuluh darah menuju plasentayang merupakan pensuplai O2 dan nutrisi ke plasenta sehinggaterjadi vasospasme pembuluh darah, aliran darah menurun danterjadi infark plasenta. Dengan terjadinya iskemik plasentatersebut maka fungsi plasenta akan terganggu smeprostaglandin mengakibatkan tekanan darah naik inimenyebabkan stres individu yang memicu terjadinya reaksiperlunakan serviks dan sensitivitas otot rahim meningkat

8terhadap rangsang sehingga terjadi kontraksi persalinan pretermdan prematuritas.4 . Faktor Risiko Prematura. Faktor Iatrogenik (Indikasi Medis pada Ibu/Janin)Pengakhiran kehamilan yang terlalu dini denganseksio sesarea karena alasan bahwa bayi lebih baik di rawatdi bangsal anak dari pada dibiarkan dalam rahim. Hal ini dilakukan dengan alasan ibu atau janin dalam keadaan sepertidiabetes maternal, penyakit hipertensi dalam kehamilan danterjadi gangguan pertumbuhan intrauterin (Oxorn, 2013).b. Faktor Maternal1) Umur ibuUmur reproduksi yang sehat dan aman adalahumur 20–35 tahun. Pada kehamilan di usia kurang dari20 tahun secara fisik dan psikis masih kurang, misalnyadalam perhatian untuk pemenuhan kebutuhan zat-zatgizi selama kehamilannya. Pada usia lebih dari 35 tahunberkaitan dengan kemunduran dan penurunan dayatahan tubuh serta berbagai penyakit yang seringmenimpa di usia ini (Widyastuti, dkk, 2015). Wanita yangberusia lebih dari 35 tahun berisiko lebih ortalitas perinatal. Wanita berusia lebih dari 35 tahun

9memperlihatkan peningkatan dalam masalah hipertensi,diabetes, solusio plasenta, persalinan prematur, lahirmati dan plasenta previa (Cunningham, 2016). Hasilpenelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Hidayati(2016) yang menyatakan bahwa salah satu faktor risikoterjadinya persalinan prematur mengancam di RSUD dr.Soetomo Surabaya adalah umur.2) Paritas ibuParaadalahseorangwanitayangpernahmelahirkan bayi yang dapat hidup (Saifuddin, 2012).Paritas adalah jumlah janin dengan berat badan lebihdari 500 gram yang pernah dilahirkan, hidup maupunmati, bila berat badan tidak diketahui, maka dipakai umurkehamilan lebih dari24 minggu (Sumarah, 2015).macam- macam paritas menurut Varney (2014) di bagimenjadi:a) PrimiparitasSeorang wanita yang telah melahirkan bayi hidupatau mati untuk pertama kali.b) MultiparitasWanita yang telah melahirkan bayi hidup atau matibeberapa kali (sampai 4 kali).c) Grande Multiparitas

10Wanita yang telah melahirkan bayi hidup atau matibeberapa kali (sampai 5 kali atau lebih). Hasilpenelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Hidayati(2016) yang menyatakan bahwa salah satu faktorrisiko terjadinya persalinan prematur mengancam diRSUD dr. Soetomo Surabaya adalah paritas.3) TraumaTerjatuh, setelah berhubungan badan, terpukulpada perut atau mempunyai luka bekas operasi/pembedahan seperti bekas luka SC merupakan traumafisik pada ibu yangdapat mempengaruhi kehamilan.Sedangkan trauma psikis yang dapat mempengaruhikehamilan ibu adalah stres atau terlalu banyak pikiransehingga kehamilan ibu terganggu.Ibu yang mengalami jatuh, terpukul pada perut atauriwayat pembedahan seperti riwayat SC sebelumnya(Oxorn, 2013). Melakukan hubungan seksual dapatterjadi trauma kerena menimbulkan rangsangan padauterus sehingga terjadi kontraksi uterus (Bobak, akan hormon yang dapat merangsang kontraksiuterus.

114) Riwayat prematur sebelumnyaPersalinan prematur dapat terjadi pada ibu denganriwayat prematur sebelumnya (Rayburn, 2011). MenurutOxorn (2013) risiko persalinan prematur berulang bagiwanita yang persalinan pertamanya preterm, dapatmeningkat tiga kali lipat di banding dengan wanita yangpersalinan pertamanya mencapai aterm.Riwayat prematur sebelumnya merupakan ibu yangpernah mengalami persalinan prematur sebelumnyapada kehamilan yang terdahulu (Hacker, 2011). Ibu yangtidak dapat melahirkan bayi sampai usia aterm dapat disebabkan karena kandungan/rahim ibu yang lemah ataufaktor lain yang belum diketahui jelas penyebabnya.Wanita yang telah mengalami kelahiran prematurpada kehamilan terdahulu memiliki risiko 20% sampai40% untuk terulang kembali (Varney, 2014). ersalinan pertamanya terjadi persalinan prematur danrisikonya meningkat pada ibu yang kehamilan eriksaan dan perawatan antenatal yang ketat padaibu hamil yang pernah mengalami prematur sebelumnyamerupakan cara untuk meminimalkan risiko terjadinya

12persalinan prematur kembali. Selain itu kesehatan ibudanjanin dapat di jaga semaksimal mungkin ulang dan membahayakan kelangsungan bayi yang dilahirkan.5) Plasenta previaPlasenta previa adalah posisi plasenta yang beradadi segmen bawah uterus, baik posterior maupun enutupi os serviks (Varney, 2014). Plasenta yangmenutupi jalan lahir dapat menutupi seluruh osteum uteriinternum, sebagian atau tepi plasenta berada sekitarpinggir osteum uteri internum (Saifuddin, 2012).6) Inkompetensi serviksInkompetensi serviks merupakan kondisi ketidakmampuan serviks untuk mempertahankan kehamilanhingga waktu kelahiran tiba karena efek fungsionalserviks. inkompetensi serviks ditandai dengan terjadinyapembukaan serviks tanpa nyeri dan berakhir denganketuban pecah dini saat preterm, sehingga terjadikelahiran preterm, bahkan lahirnya bayi sebelummampu bertahan hidup di luar rahim. Gejala yangterjadi dapat berupa pengeluaran cairan vagina yang

13encer, tekanan pada panggul, perdarahan pervaginam,dan ketuban pecah dini preterm, namun pada sebagianbesar wanita tidak terjadi gejala apapun (Norwitz &Schorge, 2015).7) Infeksi intra-amnionInfeksi intra-amnionmerupakan infeksi yangterjadi akibat ketuban pecah lebih dari 18 jam. Agartidakterjadi infeksi ini harus menghindari ketubanpecah lebih dari 18 jam dalam persalinan (Norwitz &Schorge, 2015).8) HidramnionHidramnionmerupakankehamilandenganjumlah air ketuban lebih dari 2 liter. Produksi aturdandapatdapatmeningkatkan kejadian Berat Badan Lahir Rendahpada bayi (Cunningham, 2016).9) HipertensiHipertensi yang menyertai kehamilan merupakanpenyebab terjadinya kematian ibu dan janin. Hipertensiyang di sertai dengan proteinurin yang meningkatdapat menyebabkan pre-eklampsia/eklampsia. Pre-

i komplikasi yang lebih parah, seperti solusioplasenta, perdarahan otak, dan gagal otak akut. Janindari ibu yang mengalami pre-eklampsia/eklampsiameningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur,terhambatnya pertumbuhan janin dalam rahim, danhipoksia (Bobak, 2014).10) M a l n u t r i s iKekurangan gizi selama hamil akan berakibatburuk terhadap janin seperti prematuritas, gangguanpertumbuhan janin, kelahiran mati maupun kematianneonatal/bayi. Penentuan status gizi yang baik yaitudengan mengukur berat badan ibu sebelum hamil dankenaikan berat badan selama hamil (Varney, 2014).c. Faktor Janin1) GemelliProses persalinan pada kehamilan ganda bukanmultiplikasiproseskelahiranbayi,multiplikasi dari risiko kehamilanmelainkandan persalinan(Saifuddin, 2012). Persalinan pada kehamilan kembarbesar kemungkinan terjadi masalah seperti um,

15malpresentasi kembar kedua, atau perlunya seksiosesaria (Varney, 2014).Berat badan kedua janin pada kehamilan kembartidak sama, dapat berbeda 50-1000 gram, hal ini terjadikarena pembagian darah pada plasenta untuk keduajanin tidak sama. Pada kehamilan kembar distensi(peregangan) uterus berlebihan, sehingga melewatibatas toleransi dan sering terjadi persalinan prematur.Kematian bayi pada anak kembar lebih tinggi dari padaanak kehamilan tunggal dan prematuritas merupakanpenyebab utama (Saifuddin, 2012).Persalinan pada kehamilan kembar meningkatsesuai dengan bertambahnya jumlah janin, yaitu lamakehamilan rata-rata adalah 40 minggu pada kehamilantunggal, 37 minggu pada kehamilan kembar dua, 33minggu pada kehamilan kembar tiga, dan 29 minggupada kehamilan kembar empat (Norwitz & Schorge,2015).2) Janin Mati Dalam RahimKematian janin dalam rahim adalah kematianjanin dalam uterus yang beratnya 500 gram atau lebihdan usia kehamilan telah mencapai 20 minggu ataulebih (Saifuddin, 2012). Janin yang meninggal dalam

16rahim biasanya lahir dengan kondisi maserasi, han warna, pelunakan jaringan, disintegrasijanin yang masih dalam rahim setelah mati.Ciri-cirinya adalah: kulitnya mengelupas danterdapat bintik-bintik merah kecoklatan oleh karenaabsorbsi pigmen darah, seluruh tubuhnya lemah ataulunak dan tidak bertekstur, tulang kranialnya sudahlonggar dan dapat di gerakkan dengan sangat mudahsatu dengan yang lainnya, cairan amnion dan cairanyang ada dalam rongga mengandung pigmen darah.Maserasi dapat terjadi cepat dan meningkat dalamwaktu 24 jam dari kematian janin.3) Kelainan an kelainan dalam pertumbuhan struktur bayiyang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi seltelur.Bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenital,umumnya akan dilahirkan sebagai bayi dengan beratbadan lahir rendah atau bayi kecil. Berat badan lahirrendah dengan kelainan kongenital diperkirakan 20%meninggaldalam(Saifuddin, 2012).minggupertamakehidupannya

17d. Faktor Perilaku1) MerokokRokokadalahlintinganataugulungantembakau yang di bungkus dengan kertas, daun, ataukulit jagung, sebesar kelingking dengan panjang 8-10cm, biasanya dihisap seseorang setelah di bakarujungnya. Rokok merupakan pabrik bahan kimiaberbahaya. Hanya dengan membakar dan menghisapsebatang rokok saja, dapat diproduksi lebih dari 4000jenis bahan kimia. 400 di antaranya beracun dan 40 diantaranya bisa berakumulasi dalam tubuh dan dapatmenyebabkan kanker.Rokok juga termasuk zat adiktif karena dapatmenyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi(ketergantungan) bagi orang yang menghisapnya.Dengan kata lain, rokok termasuk golongan Narkotika,Psikotropika, Alkohol, dan Zat Adiktif.Merokok pada ibu hamil lebih dari 10 batangsetiap hari dapat mengganggu pertumbuhan janin danrisiko terjadinya prematuritas sangat tinggi (Sujiyatini,2014).

182) Minum alkoholMinumankerasidentikdenganminumanberalkohol. Alkohollah yang merupakan zat berbahayadalam tubuh bila di konsumsi. Jadi, minuman keras itutidak lain adalah alkohol. Minuman beralkohol adalahminuman yang mengandung zat etanol, zat psikoaktifyang bila di konsumsi akan mengakibatkan kehilangankesadaran.Minuman beralkohol merupakan minuman kerasyang termasuk kategori jenis zat narkotika yangmengandung alkohol, tidak peduli berapa kandunganalkohol di dalamnya. Bahkan, Majelis Ulama Indonesiasudah mengeluarkan fatwa bahwa setetes alkohol sajadalamminumanhukumnyasudahharam.Minuman keras alkohol mengandung etil alkohol yangdi peroleh dari hasil fermentasi madu, gula, sari tung pada bahan dan jenis produk minumankeras yang di hasilkan. Kandungan etanol yang dihasilkan dalam fermentasi minuman keras beralkoholbiasanya berkisar antara sekitar 18%. Umumnya,minuman keras tidak akan awet pada lingkungandengankandunganetanoldiatas18%.

19Minuman keras beralkohol dengan kandungan etanolyang lebih tinggi dapat dihasilkan melalui prosesdistilasi terhadap produk yang di hasilkan melaluiproses fermentasi.Misalnya,untukmenghasilkanminuman keras alkohol berkadar etanol tinggi, dengancara mencampur produk hasil fermentasi denganproduk hasil distilasi. Contohnya, port wine dan sherryyang termasuk kelompok fortified ikkehamilan,sehinggakejadianpersalinan prematur sangat tinggi pada ibu yangmengkonsumsi minuman beralkohol (Sujiyatini, 2014).3) Kelainan an kelainan dalam pertumbuhan struktur bayiyang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur.Bayi yang di lahirkan dengan kelainan kongenital,umumnya akan d

terjadi kontraksi persalinan preterm dan prematuritas. Faktor predisposisi persalinan prematur adalah faktor iatrogenik (indikasi medis pada . 3 ibu/janin), faktor maternal (umur ibu, paritas ibu, trauma, riwayat prematur sebelumnya, plasenta previa,