Transcription

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAMMENANGGULANGI KENAKALAN SISWA DI SMP N 02BANJAR BARU TULANG BAWANGSkripsiDiajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat gunaMemperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd) dalam Ilmu TarbiyahOlehYETTY YULINDA SARI1411010232Jurusan :Pendidikan Agama IslamPembimbing IPembimbing II:Dr. DedenMakbuloh, M.Ag:Drs. HarisBudiman, M.AgFAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNGLAMPUNG1439 H/2018 M

ABSTRAKUPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAMMENANGGULANGI KENAKALAN SISWA DI SMP N 02 BANJAR BARUTULANG BAWANGOleh:Yetty Yulinda Sari1411010232Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan,hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anakanak kedewasa. Kenakalan remaja terdiri dari bermacam-macam bentuk yaituberkelahi, merokok, tanpa keterangan, tidak hadir dan tidak memakai seragam sesuaiaturan sekolah. Faktor yang menyebabkan kenakalan tersebut pun beragam yaitujarak dari rumah kesekolahan jauh, alat transportasi tidak sama, dan lain-lain.Berbagai masalah yang terjadi dikalangan siswa berupa masalah kenakalanremaja yang berdampak pada tingkah laku peserta didik di SMPN 02 Banjar BaruTulang Bawang menjadikan guru PAI memiliki tanggung jawab untukmenanggulangi kenakalan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuibagaimana upaya guru pendidikan agama islam dalam menanggulangi kenakalansiswa di SMPN 02 Banjar Baru Tulang bawang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. subyek penetian iniadalah guru mata pelajaran pendidikan agama Islam, metode pengumpulan datadalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber datayang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber datasekunder.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya guru dalam mengatasikenakalan siswa di SMPN 02 Banjar Baru Tulang Bawang dengan cara preventif(pencegahan), kuratif (penyembuhan) dan pembinaan. Di SMPN 02 Banjar BaruTulang Bawang usaha prefentif (pencegahan) dengan menggunakan pembelajaranberbasis konseling atau dengan cara menggunakan materi-materi yang diajarkandengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan usaha reaktifnya, guru memberikanpengarahan pada siswa dengan cara memberi motivasi dan membiasakan siswa untukmembaca doa sebelum belajar. Sedangkan pembinaannya yaitu guru membimbingdan memberikan suritauladan yang baik pada anak didiknya.ii

MOTTO Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yangbahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yangkeras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada merekadan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS. At-Tahrim: 6)v

PERSEMBAHANDengan mengucap rasa syukur kepada Allah SWT., skripsi ini penulispersembahkan kepada orang-orang yang telah memberikan semangat dan yang selalumengiringi setiap langkah penulis dalam setiap untaian do’a, yaitu:1. Kedua orang tuaku Bapak hermanto dan Ibu Martini tercinta yang selalumendukung dan mendo’kan penulis sehingga penulis dapat menyelesaikanPendidikan S1 di UIN raden Intan Lampung.2. Almamaterku UIN Raden Intan Lampung di mana tempat penulis menuntutilmu.vi

RIWAYAT HIDUPYetty Yulinda Sari dilahirkan pada tanggal 06 Juli 1996 di desa Bawang SaktiJaya, Tulang Bawang. Yetty Yulinda Sari merupakan anak tungnggal dari bapakHermanto dan ibu Martini.Riwayat pendidikan, Sekolah Dasar (SD) di SDN 02 Banjar Baru TulangBawang, pendidikan lanjut di SMPN03 Natar Lampung Selatan, kemudianmelanjutkan SMA Muhammadiyah 2 Bandar lampung. Kemudian melanjutkankukiah di UIN Raden Intan Lampung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan denganmengambil jurusan Pendidikan Agama Islam Pada tahun 2014.vii

KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkanrahmat, taufik, hidayah, serta inayah-Nya. Sholawat serta salam semoga senantiasatercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan parapengikutnya yang senantiasa mengharapkan syafaatnya di akhirat nanti.Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan daripembimbing, para dosen, dan semua pihak yang menjadi motivator dalampenyusunan skripsi ini. Dengan selesainya penyusunan skripsi ini, penulismenyampaikan terima kasih kepada:1. Bapak Prof. Dr. Moh. Mukri, M.Ag. Selaku Rektor Universitas Islam Negri(UIN) Raden Intan Lampung.2. Dosen pembimbing yang telah membimbing dalam penulisan skripsi ini.3. Bapak/ibu dosen dan seluruh karyawan UIN Raden Intan yang telahmemberikan pelayanan kepada penulis.4. Kepada Kepala SMPN 02 Banjar Baru Tulang Bawang beserta staff dandewan guru yang telah membantu selama penyelesaian penulisan skripsi ini.5. Bapak dan Ibuku tercinta Bapak Hermanto dan Ibu Martini yang selalumencurahkan kasih sayangnya dan mendoakan serta membantu dalammenyelesaikan skripsi ini.6. Teman-teman PAI angkatan 2014 yang senasib dan seperjuangan.7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telahmembantu kelancaran penulisan skripsi ini.viii

Tidak ada yang penulis dapat berikan kepada semuanya, kecuali kata terimakasih dan untaian doa, semoga amal kebaikannya diterima dan mendapat balasanyang berlipat ganda dari Allah SWT. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaatbagi kita semua, bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.Bandar Lampung, Agustus 2018PenulisYetty Yulinda Sari1411010232ix

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL . iABSTRAK. iiHALAMAN PERSETUJUAN . iiiHALAMAN PENGESAHAN . ivMOTTO . vPERSEMBAHAN . viDAFTAR RIWAYAT HIDUP . viiKATA PENGANTAR . viiiDAFTAR ISI . xDAFTAR TABEL . xiiDAFTAR LAMPIRAN . xiiiBAB I. PENDAHULUANA. penegasan Judul . 1B. Alasan Memilih Judul. 3C. Latar Belakang Masalah . 3D. Rumusan Masalah. 14E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian . 14BAB II. LANDASAN TEORIA. Pengertian Guru Pendidikan Agama Islam . 161. Pengertian Guru Pendidikan Agama Islam . 162. Tugas dan Peran Guru Pendidikan Agama Islam . 21B. Kenakalan Siswa. 241. Pengertian Kenakalan Siswa . 242. Factor Penyebab Terjadinya Kenakalan Siswa . 263. Bentuk-bentuk Kenakalan Siswa . 28x

C. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam MenanggulangiKenakalan Siswa. 31BAB III. METODE PENELITIANA. Populasi dan Sampel . 35B. Jenis dan Sifat Penelitian . 38C. Sumber Data . 39D. Teknik Pengumpul Data . 40E. Teknik Analisa Data . 41F. Tahap-Tahap Penelitian . 43BAB IV: PENYAJIAN DAN ANALISIS DATAA. Profil Sekolah . 451. Sejarah . 452. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah . 463. Jumlah Siswa . 474. Data Tenaga Pengajar . 495. Tugas Tambahan. 516. Sarana dan Prasarana . 53B. Kondisi Kenakalan Siswa di SMPN 02 Banjar Baru Tulang Bawang . 55C. Faktor Penyebab Terjadinya Kenakalan siswa di SMPN 02 BanjarBaru Tulang Bawang . 58D. Analisa Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam MenanggulangiKenakalan Siswa di SMPN 02 Banjar Baru Tulang Bawang . 59BAB V: PENUTUPA. Kesimpulan . 67B. Saran-saran . 68DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN-LAMPIRANxi

DAFTAR TABEL1.Kondisi kenakalan Peserta Didik SMP N 02 Banjar Baru Tulang Bawang . 82.Populasi penelitian siswa berdasarkan kelas dan jenis kelamin . 303.Sampel penelitian siswa berdasarkan kelas dan jenis kelamin . 314.Jumlah siswa SMPN 02 Banjar Baru Tulang Bawang empat tahun terakhir . 425.Siswa SMPN 02 Banjar Baru Tulang Bawang tahun ajaran 2017/2018 . 426.Daftar pegawai tata usaha dan staf-staf lain di SMPN 02 Banjar Baru Tulang Bawang . 437.Pelatih ekstrakurikuler SMPN 02 Banjar baru Tulang Bawang . 468.Kondisi pengelola lab dan unit kegiatan di SMPN 02 Banjar baru Tulang Bawang . 479.Sarana SMPN 02 Banjar baru Tulang Bawang . 4710. Prasarana SMPN 02 Banjar baru Tulang Bawang . 48xii

DAFTAR LAMPIRANInterview dengan guru mata pelajaran pendidikan agama islamInterview dengan guru mata pelajaran bimbingan konselingDokumentasi foto saat penelitianKartu konsultasiSurat permohonan mengadakan penelitianSurat keterangan penelitianxiii

1BAB IPENDAHULUANA. Penegasan JudulProposal ini berjudul “UpayaGuru Pendidikan Agama Islam dalamMenanggulangi Kenakalan Siswa di SMPN 02 Banjar Baru Tulang Bawang”. Agartidak terjadi kesalah pahaman dan pengertian pembaca, terlebih dahulu penulis akanmenguraikan secara singkat pengertian-pengertian istilah yang terdapat dalam judultersebut :1. UpayaMenurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, “Upaya/upa’ya/ n usaha; ikhtiar(untuk mencapai suatu maksud, pemecahan persoalan, mencari jalan keluar, dsb).1Yang dimaksud dengan upaya dalam sekripsi ini adalah upaya berkenaan denganapa yang ditentukan dahulu dalam ikatan kalimat, dalam hal ini antara gurupendidikan agama islam dengan menanggulangi kenakalan siswa di SMP N 02Banjar Baru Tulang Bawang.2. Guru Pendidikan Agama IslamGuru dalam bahasa sansekerta - yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnyaadalah „berat‟ yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Guru adalah tenaga pendidik yangmemberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah. Guru adalah1Susilo Riwayadi, Suci nur Anisyah, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Surabaya:SinarTerang), h.692.1

2orang yang berpengalaman dalam bidang profesinya. Dengan keilmuan yangdimilikinya, dia dapat menjadikan anak didik menjadi orang yang cerdas. 2Sedangkan definisi dari pendidikan agama Islam yaitu usaha yang diarahkankepada pembentukan kepribadian anak yang sesuai dengan ajaran Islam atau suatuupaya dengan ajaran Islam, memikir, memutuskan dan berbuat berdasarkan nilai-nilaiislam, serta bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.Berdasarkan uraian tentang definisi guru dan pendidikan agama Islam diatasdapat kita pahami bahwa guru Pendidikan Agama Islam yaitu guru atau tenagapendidik yang secara berkelangsungan mentransformasikan ilmu dan pengetahuannyaterhadap siswa disekolah, dengan tujuan agar para siswa tersebut menjadi pribadipribadi yang berjiwa islami dan memiliki sifat, karakter dan perilaku yang didasarkanpada nilai-nilai ajaran Islam.3. Menanggulangi Kenakalan SiswaMenanggulangi atau menghadapi atau mengatasi. sedangkan kenakalan atau sifatnakal atau perbuatan nakal atau tingkah laku secara ringan yang menyalahi normayang berlaku disuatu masyarakat yang dalam hal ini dilakukan oleh siswa.4. SMP N 02 Banjar BaruSMP N 02 Banjar Baru adalah merupakan lokasi penelitian yang berada di DesaBawang Tirto Mulyo Kecamatan Banjar Baru, Tulang Bawang.2Saiful Bahri Djamarah, Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta:Rineka Cipta,2010), h.112.2

3Berdasarkan pada uraian penegasan judul diatas maka judul sekripsi tersebutberarti suatu penelitian yang berusaha untuk mengetahui Upaya Guru PendidikanAgama Islam dalam Pencegahan Penyalagunaan Narkoba di SMP N 02 Banjar BaruTulang Bawang.B. Alasan Memilih JudulDalam rangka mengadakan penelitian untuk memperoleh hasil yang bersifatilmiah, alasan penulis memilih judul tersebut adalah :1. Sesuai dengan masalah yang penulis temukan dilokasi penelitianyaitu adanyakenakalan siswa di kelas VII A dan VII B.2. nanggulangiyang bertanggung jawabkenakalanlangsung terhadappembinaan moral dan norma hukum tentang baik buruk serta tanggung jawabseseorang atas segala tindakan yang dilakukan baik di dunia maupun diakhiratapakah sudah tepat atau belum, sehingga dicari jalan keluarnya supaya upayamenanggulangi kenakalan siswanya dapat terlaksana dengan baik.3. Ingin mengetahui bagaimana upaya guru pendidikan agama islam dalammenanggulangi kenakalan siswa di SMPN 02 Banjar Baru. Permasalaan yangpenulis teliti masih dalam lingkup objek pembahasan ilmu Tarbiyah.C. Latar Belakang MasalahKenakalan remaja sering menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat,sekolah maupun keluarga. Contoh yang sangat sederhana dalam hal ini antara lainpencurian oleh remaja, perkelahian dikalangan anak didik yang kerap kali3

4berkembang menjadi perkelahian antar sekolah, mengganggu wanita di jalan yangpelakunya anak remaja. Demikian juga sikap anak yang memusuhi orang tua dansanak saudaranya, ataupun perbuatan-perbuatan lain yang tercela seperti menghisapganja, mengedarkan pornografis, dan coret-coret tembok pagar yang tidak padatempatnya.Selain itu wujud dari kenakalan remaja menurut Dadang Hawari ditandai dengankriteria dari gejala-gejala seperti sering membolos,dikeluarkan atau diskors darisekolah karena berkelakuan buruk, sering kali lari dari rumah (minggat) danbermalam di luar rumahnya, selalu berbohong, sering kali mencuri, sering kalimerusak barang milik orang lain, serta prestasi di sekolah yang jauh di bawah tarafkemampuan kecerdasan (IQ) sehingga berakibat tidak naik kelas.Seiring dengan perkembangan sains dan teknologi seperti sekarang ini, banyakmedia masa dan media elektronik yang mengabarkan tentang adanya penyimpangantingkah laku siswa baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah sepertiberbohong, keluyuran, merokok, hura-hura, pergaulan buruk, tawuran antar pelajar,serta masih banyak tindakan agresif lainnya. Adapun gejala-gejala remaja yangdilakukan di sekolah jenisnya bemacam-macam. Dan bisa digolongkan dengankenakalan ringan. Adapun bentuk dan jenis kenakalan ringan adalah tidak patuhkepada guru, lari atau membolos dari sekolah, sering berkelahi, dan sering berpakaiantidak sopan. Meskipun kenakalan yang terjadi dalam bentuk kenakalan yang ringan,hal itu sudah menimbulkan persoalan yang kurang baik terhadap orang lain maupundirinya sendiri.4

5Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 tentang Gurudan Dosen, dalam pasal 1 ayat 1 menjelaskan bahwa guru adalah “pendidikprofesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalurpendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”(Undang-UndangGuru dan Dosen, 2011: 3). Dari Undang-Undang tersebut di atas bahwa gurumempunyai peran dan tanggung jawab terhadap pendidikan peserta didik baik dilingkungan sekolah maupun di luar sekolah.Pendidikan Islam merupakan salah satu bidang studi Islam yang mendapat banyakperhatian dari para ilmuan. Hal ini karena di samping peranannya yang amat strategisdalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, juga karena di dalam pendidikanIslam terdapat berbagai masalah yang kompleks dan memerlukan penanganan segera.Bagi mereka yang akan terjun ke dalam bidang pendidikan Islam harus memilikiwawasan yang cukup tentang pendidikan Islam dan memiliki kemampuan untukmengembangkannya sesuai dengan tuntutan zaman.3Dunia pendidikan, sangat besar sekali pengaruhnya terhadap perubahan perilaku,akhlak seseorang. Berbagai ilmu diperkenalkan, agar siswa dapatmemahaminya dandapat melakukan suatu perubahan pada dirinya.4Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapatmenyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian34Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam (Jakarta: Rajawali Pers, 2012), h.333.Ahmad Mustofa, Akhlak Tasawuf (Bandung: Pustaka Setia, 2010), h.109.5

6akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untukberfungsi secara kuat dalam kehidupan masyarakat. Pengajaran bertugasmengarahkanproses ini agar sasaran dari perubahan itu dapat tercapai sebagaimana yangdiinginkan.5Pelaksanaan pendidikan dalam praktiknya sebenarnya mengalami berbagaimacam problem, baik yang berkaitan langsung dengan siswa (faktor intern) maupunyang berasal dari luar diri siswa (faktor ekstern).Lingkungan sekolah dalam duniapendidikan merupakan tempat bertemunya berbagai karakter. Perilaku dari masingmasing anak yang berlainan. Ada anak yangnakal, berperilaku baik dan sopan dalambahasanya, beringas sifatnya, lancar pembicaraannya, pandai pemikirannya dan lainsebagainya. Kondisi pribadi anak yang sedemikian rupa, dalam interaksi antara anaksatu dengan anak yang lainnya akan saling mempengaruhi juga pada kepribadiananak. Dengan demikian lingkungan pendidikan sangat mempengaruhi jiwa anakdidik. Dan akan diarahkan kemana anak didik dan perkembangan kepribadian.Menurut M. Arifin menyebutkan bahwa siswa adalah manusia didik sebagaimakhluk yang sedang berada dalam proses perkembangan atau pertumbuhan menurutfitrah masing-masing yang memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsistenmenuju ke arah titik optimal yakni kemampuan fitrahnya.6Akan tetapi dalam literatur lain ditegaskan, bahwa anak didik (siswa) bukanlahhanya anak-anak yang sedang berada dalam pengasuhan dan pengasihan orang tua,56Oemar Hamalik, Proses Belajar mengajar (jakarta: Bumi Aksara, 2008), h.79.M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), 59.6

7bukan pulaanak yang dalam usia sekolah saja. Pengertian ini berdasarkan akan tujuanpendidikan, yaitu manusia sempurna secara utuh, untuk mencapainya manusiaberusaha terus menerus hingga akhir hayatnya.Berbagai teori di atas, dapat disimpulkan bahwa kenakalan remaja adalahperubahan perilaku yang melanggar hukum norma agama, norma masyarakat sertamengganggu ketertiban umum sehingga mengusik diri sendiri dan orang lain.Penulis menyimpulkan, pengertian siswa sebagai orang yang memerlukan ilmupengetahuan yang membutuhkan bimbingan dan arahan untuk mengembangkanpotensi diri (fitrahnya) secara konsisten melalui proses pendidikan dan pembelajaran,sehingga tercapai tujuan yang optimal sebagai manusia dewasa yang bertanggungjawab dengan derajat keluhuran yang mampu menjalankan fungsinya sebagaikhalifah di bumi.Penelitian yang dilakukan di SMPN 2 Banjar Baru Tulang Bawang adalah siswakelas VII yang dapat dikatakan sebagai usia remaja. Usia remaja adalah masaperalihan yaitu peralihan dari satu tahap perkembangan ke perkembangan berikutnyasecara berkesinambungan. Pada masa ini remaja bukan lagi seorang anak dan jugabukan seorang dewasa. Masa ini merupakan masa yang strategis, karenamemberiwaktu kepada remaja untuk membentuk gaya hidup dan menentukan pola perilaku,nilai-nilai dan sifat-sifat yang sesuai dengan yang diinginkannya. 7 Sedangkan padamasa sekolah menginjak usia remaja merupakan puncak emosionalitas, yaitu7Umayah, Psikologi perkembanga (Bandar Lampung: IAIN Raden I tan Lampung, 2014),167.7

8perkembangan emosi yang tinggi. Pada usia remaja awal, perkembangan emosinyamenunjukkan sifat yang sensitif dan reaktif yang sangat kuat terhadap berbagaiperistiwa atau situasi sosial, emosinya bersifat negatif dan temperamental ( mudahtersinggung/marah, atau mudah sedih/murung), sedangkan remaja akhir sudahmampu mengendalikan edikitsiswayangmereaksikannya secara defensif, sebagai upaya melindungi dirinya, reaksinya itutampil dalam tingkah laku seperti :1. agresif, sepertimelawan, keras kepala, bertengkar, berkelahi,danmengganggu orang lain.2.melarikan diri dari kenyataan, melamun, pendiam, senang menyendiri, danminum-minuman keras.Kenakalan sebenarnya menunjuk pada perilaku yang berupa penyimpangan ataupelanggaran pada norma yang berlaku, dan ditinjau dari segi hukum kenakalanmerupakan pelanggaran terhadap hukum yang belum bisa dikenai hukum pidanasehubungan dengan usianya. Perilaku menyimpang pada siswa pada umumnyamerupakan “kegagalan sistem kontrol diri” karena kenakalan itu muncul pada jenjangsekolah dan integrasi yang paling bisa dirasakan adalah guru dan murid.Kenakalan siswa adalah suatu perbuatan negatif yang dilakukan oleh siswa yangsudah menyimpang dari norma-norma yang berlaku, kenakalan ini bukan hanya sajamerugikan diri sendiri tetapi juga dapat merugikan orang lain. Kenakalan siswa sudahmenjadi bagian dari masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan. Pada satu sisi8

9mereka sedang berupaya untuk menemukan jati dirinya, sementara lain pengaruhlingkungan dan pergaulan cenderung menjauhkan dari tertanamnya nilai-nilaiintegritas kepribadian. Para guru senantiasamelakukan berbagai upaya untukmengatasi kenakalan siswa tersebut.8Kenakalan siswa perlu mendapat perhatian yang serius dari semuapihak.Masalah kenakalan siswa adalah suatu masalah yang sebenarnya menarik untukdicermati lebih-lebih pada akhir-akhir ini dimana telah timbul akibat negatif yangmencemaskan bagi remaja itu sendiri dan masyarakat pada umumnya. Contohsederhana dalam hal ini antara lain pencurian oleh siswa, mengeluarkan perkataankotor, pelanggaran sekolah, bolos, membuat kegaduhan dalam kelas, keras kepala.Kenakalan siswa pada masa remaja ini merupakan permasalahan yang kompleks dandisebabkan oleh berbagai faktor serta membuat para orang tua yang memiliki anakremaja menjadi resah dan bingung melihat fenomena kenakalan remaja.Permasalahanremaja merupakan tanggung jawab bersama.Masalah tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terhadap siswayang masih mempunyai status siswa. Dengan demikian peneliti dapat melihat lebihdekat terhadap kehidupan siswa, khususnya para siswa yang pernahatau terlibatkenakalan. Berikut gambar kenakalan yang telah siswa lakukan berdasarkaninformasi yang kami dapat dari guru pendidikan agama islam.8Namora Lumongga Lubis, Memahami Dasar-Dasar Konseling dalam Teori dan Praktik(Jakarta: Kencana, 2011), h.257.9

10Tabel 1Kondisi kenakalan Peserta DidikSMP N 02 Banjar Baru Tulang Bawang Kelas VII A dan VII BSemester Genap Tahun Ajaran paTidakTidakketeranganhadirmemakai dasi1ABDUL DAWUD12ADI SETIAWAN13ANANDA EKA .R4ANI ARYANTI5APRICHA6APRIYANI DIAH .S7ARYA RAMADANI18DWI PRASETYO19KETUT MARYANI10KETUT WISNU11M.WIBBY ALFARIZQI12NAFA MAULA .S13NOVRIZAL .M14RENDA BULAN SUCI15RINA PUSPITA SARI16RISKY PEBRYANA .P17ROBI ERLANDO18SARA FIORENZA19SURYANA20UUT MARIYANI21YOSITHA FEBRIANTI22ZACKY IBNU .Y12Jumlah852211131111103317

Tidakketeranganhadirmemakai dasi1ARYANTO BUDI .P1212BADRI IDHAR213DEA FITRIA4DINI TASWIYATI .F5ENDRA KURNIAWAN116HARIS PRABOWO7KELVIN MAULANA8MITA SARI AB9MUHAMAD RAMA .K10NADIA INDAH PUTRI11NI WAYAN EKA N.A12NICCO FERNANDO13PANCA FIRNANDA14PUTU WINATE15RANI16RIZKA DAMAYANTI17SALSABILA AL .K18TEJO SATRIO A19UMRAN YUNIYANTO20WAYAN ANDHIKA221WAYAN RISA .N122WULAN LAYASSARI23EDI NUGRAHA .S2Jumlah10111131211164Sumber dokumentasi SMP N 02 Banjar Baru Tulang Bawang117

12Jadi dari table diatas dapat disimpulkan bahwa kenakalan yang sering dilakukanoleh siswa SMP N 02 Bnajar Baru Tulang Bawang adalah berkelahi. karena darijumlah yang terdapat ditabel adalah siswa kelas VII A dan VII B adalah siswa baru,siswa yang baru menyesuaikan peraturan yang ada sehingga sering melanggarperaturan.Wawancara penulis dengan guru PAI SMP N 02 Banjar Baru Tulang Bawangmengenai data pelanggaran peserta didik diatas, beliau menyatakan :“pelaku pelanggaran yang ada dalam data ini merupakan pelanggaran yangdilakukan oleh beberapa siswa, dari data tersebut kami telah memisahkan nama-namasiswa yang telah melakukan pelanggaran lebih dari satu kali, baik pelanggaran yangsama maupun yang berbeda kami mencatatnya dibuku khusus, hal ini kami lakukanuntuk memberikan peringatan yang lebih berat untuk mereka yang diantaranyamelalui panggilan orang tua siswa yang bersangkutan atau memberikan skorsing tigasampai lima hari”.9Melihat keadaan yang demikian, penulis terdorong untuk meneliti keadaankenakalan siswa dan upaya yang dilakukan guru pendidikan agama islam denganmengangkat judul sebagai berikut :“ Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanggulangi KenakalanSiswa di SMP N 02 Banjar baru Tulang Bawang”.9Zuiyyinah Mujib, S.Ag , Guru PAI SMP N 02 Banjar Baru Tulang Bawang, Wawancara, 5februari 201712

13Memilih tingkatan menengah pertama, karena masa sekolah menengah pertamamerupakan masa remaja yang sering disebut dengan masa pubertas. Kondisi remajayang biasa terjadi pada masa puber ini antara lain:1. Kecenderungan untuk meniru2. Kecenderungan untuk mencari perhatian3. Kecenderungan mulai tertarik pada lawan jenis4. Kecenderungan untuk mencari idola5. Selalu ingin mencoba terhadap hal-hal baru6. Emosinya mulai meluap.10Pihak yang ikut bertanggung jawab dalam proses pembinaan remaja adalahlembaga pendidikan terutama guru PAI. Dengan demikian menjadi suatu kewajibanbagi guru PAI untuk mengarahkan peserta didik menjadi siswa yang baik, kembalipada pribadi yang diinginkan oleh pendidikan agama Islam bukan hanya mengusaipengetahuan agama, tetapi juga memiliki sikap religius. Guru PAI dalam rangkamengatasi kenakalan mempunyai peranan yang sangat berarti dalam membentukkarakter peserta didik, karena dalam kesehariannya guru PAI langsung berinteraksidengan siswa, baik dalam proses belajar mengajar ataupun diluar sekolah. Sangatlahpenting perlunya program bimbingan yang dilakukan oleh para guru agama.Bimbingan adalah bantuan kepada seseorang dalam proses pemahaman danpenerimaan terhadap terhadap kenyataan yang ada pada dirinya sendiri serta penilaianterhadap lingkungan sosio-ekonomisnya masasekarang dan kemungkinan masa10Fuad kauma, sensasi remaja dimasa puber, ( Jakarta:Kalam Mulia, 1999) h.913

14mendatang dan bagaimana mengintegrasikan kedua hal tersebut melalui pemilihanpemilihan serta penyesuaian-penyesuaian diri yang membawa kepada kepuasan hiduppribadi dan kedayagunaan hidup ekonomi sosial.11Ruang lingkup SMP sendiri peran Guru PAI juga menentukan berhasil atautidaknya peserta didik dalam pengembangan keagamaan siswa, khususnya dalampraktik sehari-hari dalam lingkungan sekolah. Seperti penjelasan di atas bahwa masaperalihan ini sangat didominasi oleh berbagai problem kenakalan. Maka, guru PAIdidalamnya ikut berperan aktif, khususnya dalam masalah kenakalan siswa. Olehkarena itu pendidikan agama disekolah perlu dilakukan secara intensive karenapendidikan memberikan pengaruh dan kontribusi yang sangat besar bagipengembangan diri remaja.SMPN 2 Banjar Baru Tulang Bawang merupakan lembaga pendidikan yang samadengan SMP lainnya. SMPN 2 Banjar Baru Tulang Bawang juga mempunyaiseperangkat peraturan atau tata tertib sekolah yang bersifat mengikat bagi seluruhsiswa. Peraturan ini bertujuan untuk menciptakan suasana sekolah yang kondusif bagiberlangsungnya kegiatan belajar mengajar serta membentuk siswa agar berakhlakmulia dan berkepribadian disiplin dalam semua aspek kehidupan.Hasil pengamatan penulis ada beberapa siswa yang melakukan kenakalan ataupelanggaran terhadap peraturan-peraturan sekolah. Peraturan tersebut tidaksepenuhnya dipat

adalah „berat‟ yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah. Guru adalah 1 Susilo Riwayadi, Suci nur Anisyah, Kamus