Transcription

KARAKTERISKTIK IBU YANG MENGALAMIIntra Uterine Fetal Death DI RUMAH SAKITMUHAMMADIYAH PALEMBANGPERIODE 1 JANUARI 201131 DESEMBER 2013SKRIPSISebagai salah satu syarat memperoleh gelarSaijana Kedokteran (S. Ked)Oleh:DERA APRIYUNITAN I M : 70.2011.014FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG2015

HALAMAN PENGESAHANK A R A K T E R I S T I K IBU YANG M E N G A L A M IIntraUtenneFetalDeath DI I UMAH S A K I T M U H A M M A D I Y A H P A L E M B A N GP E R I O D E I J A N U A R I 2011-31 D E S E M B E R 2013Dipersiapkan dan disusun olehDERA APRIYUNITANIM: 70.2011.014Sebagai salah satu syarat memperoleh gelarSarjana Kedokteran (S. Ked)Pada tanggal 2 Februari 2015Menyetujui:Dr. H. M . Ali Muchtar. M.ScNBM/MDN. 0603 470910624S4/U020084707

HALAMAN PERNYATAANDengan ini Saya menerangkan bahwa:1. Karya Tulis Saya, skripsi ini adalah asli dan belum pemah diajukan untukmendapatkangelar akademik, baik di Universitas MuhammadiyahPalembang, maupun Perguruan Tinggi lainnya.2. Karya Tulis ini mumi gagasan, rumusan dan penelitian Saya sendiri, tanpabantuan pihak lain, kecuali arahan pembimbing.3. Dalam Karya Tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telahditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengandicantumkan sebagai acuan dalam naskah dengan disebutkan namapengarang dan dicantumkan dalam daftar pustaka.4. Pemyataan ini Saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudianhari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pemyataan ini,maka Saya bersedia menerima sanksi akademik atau sanksi lainnya sesuaidengan norma yang berlaku di Perguruan Tinggi ini.Palembang, 2 Februari 2015uera AprivunitaN I M : 702011 014ii

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN M O T T O"THe greatest secret of success is there is no 6ig secret, whoever you are,you widhe successfufif you Endeavor in earnest.""fillthe imyossiSCe is possihCefor those who SeCieve"Dengan izin- Huya J4[lahTCupersemSahfan sfripsi ini untufiOrang tuahu,I6u J4s/kma S.pddan J4yah (Bun fani, SETang seCalu senantiasa memberihgn duhiingan, hgsih sayang sertadoanyaT ifg hg hfytersayang Listiawati, Mu[yadi, juRansyah, MerahJiriani, Wiwin JipriRdia, JuRansyah, (Rphiansyah, 9d. MuhRzin sertaheponahgnhu yang menyayangihu tanpa pamrih, memBerihgn duhungan dansemangatDosen pemhimSing dr.Severina Jldeda EoSing, Sp. 0(f dandr. indriyani, yang tefah memberihgn bimbingan, saran dan motivasihingga sfripsi ini selesai'KfCuarga keciCfu KJidehJirtayasa, JCeOda Septiani, Didi J4priantoyang selafu memSerifgn dufunganSahabat seperjuangan SeRna, "Ceranica, Destrianti, Lisa, geta, Jiyu,ZuhhruJuC, JiuRa, yang sefaRi setia memberihgn bantuan, duhungan, semangatdan nasehatEeman- temanhu JferRn A-(ey(gnder, Denis Jifexgnder, Ega Erizhi,Dewi Jingraini, Jinggi Eemandos dan Qieqi EfizhiEeman - teman sejawat E% VMD, terutama J4nghgtan 2011, yangtelah memberihgn duhgngan dan bantuan selama proses kyRah maupun saatpenyeCesaian shjipsiEeman-teman yang tidah bisa disebutfgn namanya satu per satu, yangselalu menghibur, memberihgn duhungan dan semangatiii

ABSTRAKFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH P A L E M B A N GSkripsi, Januari 2015Dera ApriyunitaKarakteristik Ibu yang Mengalami IUFD di Rumah Sakit MuhammadiyahPalembang Periode 1 januari 2011- 31 Desember 2013(vx 44 Halaman 7 Tabel 2 Struktur 5 Gambar 5 Lampiran )Kematian bayi bukan hanya terjadi setelah dilahirkan, namun dapat jugateijadi saat masih di dalam kandungan atau disebut dengan intra uterine fetaldeath (IUFD). Menurut WHO dan The American Collage of Obstetricians andGynecologists yang disebut kematian janin adalah janin yang mati dalam rahimdengan berat badan 500 gram atau lebih atau kematian janin dalam rahim padakehamilan 20 minggu atau lebih.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu yangmengalami intra uterine fetal death (IUFD) di RSMP tahun 2011-2013. Metodepenelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectionaltiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali dan pengukuran dilakukanterhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. Penelitian inidilaksanakan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Waktu penelitiandilaksanakan pada 20 november 2014 sampai 21 november 2014.Hasil penelitian didapatkan kejadian IUFD terjadi pada usia yang tidakberisiko (20-35 tahun) sebanyak 43 orang (69,4%), paritas berisiko (primipara) sebanyak40 orang (64,5%), usia kehamilan berisiko ( 37 minggu) sebanyak 62 orang (100%),sebanyak 57 orang (91,9%) terjadi pada ibu tanpa penyakit penyerta dan sebanyak 59orang (95,2%) terjadi pada ibu dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga.Daftar PustakaKata Kunci: 16(1991-2013): Karakteristik Ibu, IUFDiv

ABSTRACFAKULTASKEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAHSkripsi, January 2015PALEMBANGDera ApriyunitaCharacteristics of Mothers Who Have IUFD in Muhammadiyah HospitalPalembang period 1 January 2011- December 31, 2013(vx 44 Pages 7 Tables 2 Structurs 5 Pictures 5 Attachment)Infant mortality is not only occur after birth, but may also occur while stillin the womb or called intrauterine fetal death (IUFD). According to WHO andThe American College of Obstetricians and Gynecologists called fetal death is adead fetus in the womb with the weight of 500 grams or more or the death of afetus in the womb at 20 weeks or more.The aimed of this study is to investigate the characteristics of mothers whoexperienced intrauterine fetal death (IUFD) in RSMP 2011-2013. The method ofthis research is descriptive with cross sectional approach for each subject wasobserved only once and measurements carried out on the status of the characteror subject variables at the time of examination. This study was conducted atHospital Muhammadiyah Palembang. This was done on 20 November 2014 until21 November 2014.The results showed IUFD incident occurred at that age are not at risk (2035 years) as many as 43 people (69.4%), risk parity (primiparous) as many as 40people (64.5%), risk of gestational age ( 37 weeks) as many as 62 people(100%), as many as 57people (91.9%) occurred in women without comorbiditiesand as many as 59 people (95.2%) occurred in women with a job as a housewife.Bibliography: 16 (1991-2013)Keywords: Characteristics mother, IUFDV

KATA PENGANTARPuji syukur penulis memanjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmatdan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul"Karakteristik Ibu yang Mengalami Intra Uterine Fetal Death di Rumah SakitMuhammadiyah Palembang Periode 1 Januari 2011- 31 Desember 2013", sebagaisalah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked).Shalawat dansalam selalu tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta sahabat danpengikutnya sampai akhir zaman. Penulis menyadari bahwa skripsi ini belumsempuma. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifatmembangun sebagai bahan pertimbangan perbaikan di masa mendatang.Dalam penyelesaian skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan,bimbingan dan saran dari berbagai pihak, baik yang diberikan secara lisanmaupun tulisan. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormatdan terimakasih kepada:1. dr. H. M . A l i Muchtar, M.Sc, selaku Dekan Fakultas Kedokteran UniversitasMuhammadiyah Palembang.2. dr. Severina Adella Tobing, Sp. OG, selaku Pembimbing 1 yang telahmemberikan banyak ilmu, saran, bimbingan dan dukungan dalampenyelesaian skripsi.3. dr. Indriyani, selaku Pembimbing 2 yang telah memberikan banyak ilmu,saran, bimbingan dan dukungan dalam penyelesaian skripsi.4. Seluruh pihak rekam medic dan staf Rumah Sakit Muhammadiyah Palembangatas saran dan informasi selama pelaksanaan penelitian.5. Seluruh staf dosen dan karyawan Fakultas Kedokteran UniversitasMuhammadiyah Palembang atas ilmu, saran, bimbingan dan dukungan selamapenyelesaian skripsi.6. Orang tua dan saudaraku yang banyak membantu dengan doa yang tulus danmemberikan bimbingan moral maupun spiritual.7. Rekan sejawat seperjuangan serta semua pihak yang telah membantu dalammenyelesaikan skripsi ini.Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yangtelah diberikan dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua danperkembangan ilmu pengetahuan kedokteran.Semoga selalu dalam lindunganAllah SWT. Amin.Palembang, Januari 2015Penulisvi

DAFTAR ISIHALAMAN JUDULHALAMAN PENGESAHANHALAMAN P E R N Y A T A A NHALAMAN P E R S E M B A H A N DAN M O T T OABSTRAKK A T A PENGANTARD A F T A R ISIDAFTAR T A B E LD A F T A R GAMBARD A F T A R LAMPIRANiiiiiiivviviiixxxiBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang1.2 Rumusan Masalah1.3 Tujuan Penelitian1.4 Manfaat Penelitian1.5 Keaslian Penelitian13345BAB I I TINJAUAN PUSTAKA2.1 Intra Uterine Fetal Death (IUFD)2.1.1 Pengertian Intra Uterine Fetal Death (IUFD)2.1.2 Diagnosis2.1.3 Etiologi2.1.4 Penatalaksanaan2.1.5 Pencegahan2.2 Karakteristik Ibu yang Berhubungan dengaan IUFD2.2.1 Faktor Sosial (Pendidikan, Ekonomi2.2.2 Faktor Umur Ibu2.2.3 Paritas2.2.4 Antenatal Care2.2.5 Usia Kehamilan2.2.6 Hamil dengan Penyakit2.3 Karakteristik Janin yang Berhubungan dengan IUFD2.3.1 Kelainan Kongenital2.4 Kerangka Teori8889111212121314141515202021BAB I I I M E T O D E P E N E L I T I A N3.1 Desain Penelitian3.2 Waktu dan Tempat Penelitian3.3 Populasi dan Sampel3.3.1. Populasi3.3.2. Sampel dan Be.sar Sampel3.3.3. Kriteria Inklusi dan Eksklusi3.4 Variabel Penelitian22222222232424vii

3.53.63.73.8Defmisi OperasionalCara Pengumpulan Data3.6.1 Data Primer3.6.2 Data SekunderCara Pengolahan dan Analisis Data3.7.1 Cara Pengolahan Data3.7.2 Analisis DataAlur Penelitian2526262626262728BAB IV H A S I L DAN PEMBAHASAN4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian4.2 Hasil Penelitian4.3 Pembahasan293036BAB V K E S I M P U L A N DAN SARAN5.1 Kesimpulan5.2 Saran4141DAFTAR PUSTAKABIODATALAMPIRAN43viii

DAFTAR T A B E LNo1234567TabelKeaslian PenelitianDefmisi OperasionalDistribusi Usia IbuDistribusi Paritas IbuDistribusi Usia Kehamilan IbuDistribusi Kehamilan dengan PenyakitDistribusi Kehamilan dengan PekerjaanIxTabel5253132333435

DAFTAR GAMBARNo12345GambarDistribusi Usia IbuDistribusi Paritas IbuDistribusi Usia Kehamilan IbuDistribusi Kehamilan dengan PenyakitDistribusi Kehamilan dengan PekerjaanXHalaman3132333435

DAFTAR LAMPIRANNo12345GambarSural izin Pengambilan DataAbsen PenelitianSurat Keterangan Selesai PenelitanKartu Aktivitas Bimbingan SkripsiLampiran Dataxi

BAB IPENDAHULUANl.LLatar BelakangSituasi derajat kesehatan masyarakat dapat tercermin melalui angkamorbiditas, mortalitas dan status gizi. Mortalitas merupakan angka kematianyang terjadi pada kurun waktu dan tempat tertentu yang diakibatkan olehkeadaan tertentu, dapat berupa penyakit maupun sebab lainnya (Depkes RI.2012).Millenium Development Goal 4 (MDG4) untuk mengurangi tingkatkematian balita antara tahun 1990-2015 di dunia, angka kematian berkurang47 persen dari 90 (89,92) per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1990 menjadi48 (46,51) pada tahun 2012. Namun kemajuan ini belum cukup untukmencapai sasaran. Untuk mencapai MDG 4 penurunan angka kematian balitaperlu naik menjadi 15,6 persen untuk 2012-2015. Pada tingkat negara,menunjukkan kemajuan untuk sebagian besar negara terlalu lambat dan hanya13 dari 61 negara dengan tingkat kematian balita (setidaknya 40 kematian per1000 kelahiran tahun 2012) berada di jalur MDG 4 dengan tingkat tahunanpengurangan dari 4,4 persen atau lebih.Namun, pada tahun 2012 6,6 juta anak meninggal sebelum mencapaiulang tahun kelima mereka, sebagian besar dari penyebab penyakit dicegahdan diobati. Selain itu, terdapat perbedaan yang besar dalam kematian anakantara negara-negara berpenghasilan tinggi dan negara-negara berpenghasilanrendah (UNICEF, WHO, dan World Bank, araberpenghasilan rendah adalah 82 kematian per 1000 kelahiran hidup. Lebihdari 13 kali tingkat rata-rata negara-negara berpenghasilan tinggi. Banyaknegara masih memiliki angka kematian balita sangat tinggi. Khususnya dariSub-Sahara (UNICEF, WHO, dan World Bank, 2014).1

2Pada hasit SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) tahun2012 Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia saat ini adalah 32 per 1.000kelahiran hidup. Dari 33 provinsi di Indonesia, terdapat dua provinsi yangtelah mencapai target MDGs 2015 untuk AKB yaitu Kalimantan Timur danDKl Jakarta. Provinsi dengan AKB tertinggi terdapat di Papua Barat sebesar74 per 1.000 kelahiran hidup, diikuti oleh Gorontalo sebesar 67 dan MalukuUtara sebesar 62 per 1.000 kelahiran hidup (Depkes RI, 2012)Pada 25-60% kasus penyebab kematian janin tidak jelas. Kematianjanin dapat di sebabkan oleh faktor maternal, fetal, atau kelainan patologikplasenta. Faktor maternal antara lain adalah post term ( 42 minggu), diabetesmellitus tidak terkontrol, sistemik lupus eritematosus, infeksi, hipertensi,preeklampsia, eklampsia, hemoglobinopati, umur ibu tua, penyakit rhesus,ruptura uteri, antifosfolipid sindrom, hipotensi akut ibu, kematian ibu. Faktorfetal antara lain adalah hamil kembar, hamil tumbuh terlambat, kelainankengenital, kelainan genetik, infeksi. Faktor plasenta antara lain adalahkelainan tali pusat, lepasnya plasenta, ketuban pecah dini, vasa previa.Sedangkan faktor risiko teijadinya kematian janin intrauterine meningkat padausia ibu 40 tahun, pada ibu infertil, kemokonsentrasi pada ibu, riwayat bayidengan berat badan lahir rendah, infeksi ibu (ureplasma urealitikum),kegemukan, ayah berusia lanjut (Saifudin dkk, 2010).Kematian maternal dan perinatal berkaitan dengan faktor ibu yaitupendidikan, ekonomi, usia, paritas, hamil tanpa pengawasan, hamil dengankomplikasi. Sedangkan dilihat dari faktor bayi meliputi BBLR dan Bayi besar,usia kehamilan 37 minggu, kelainan kongenital, lahir dengan asfiksia(Manuaba dkk, 2010).Kematian bayi bukan hanya terjadi setelah dilahirkan, namun dapatjuga terjadi saat masih di dalam kandungan atau disebut dengan intra uterinefetaldeath (IUFD).Menurut WHO dan The American Collage ofObstetricians and Gynecologists yang disebut kematian janin adalah janinyang mati dalam rahim dengan berat badan 500 gram atau lebih atau kematianjanin dalam rahim pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Kematian janin

3merupakan hasil akhir dari gangguan pertumbuhan janin, gawat janin atauinfeksi (Saifudin dkk, 2010).Data yang diperoieh dari Rumah Sakit Umum dr. Pimgadi Medanmenunjukkan bahwa jumlah kasus kematian janin dalam kandungan tahun2006 sebanyak 30 kasus dari 992 persalinan atau terjadi sebesar 0,45% setiapbulan, sedangkan tahun 2007 sebanyak 69 kasus dari 1.395 persalinan atauterjadi sebesar 1,12% setiap bulan.Berdasarkan uraian fenomena di atas, maka penulis tertarik untukmelakukan penelitian tentang karakteristik ibu yang mengalami IUFD diRSMP periode 1 januari 2011-31 desember 2013.1.2J(umusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitianyaitu bagaimanakah karakteristik ibu yang mengalami intra uterine fetal death(IUFD) di RSMP tahun 2011-2013.1.3.Tujuan Penelitian1.3.1. Tujuan UmumSecara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikarakteristik ibu yang mengalami intra utenne fetal death (IUFD) diRSMP tahun 2011-2013.13J2. Tujuan Khusus1.3.2.1. Untuk mengetahui distribusi umur ibu yang mengalami IUFDdi RSMP tahun 2011-2013.1.3.2.2. Untuk mengetahui distribusi paritas ibu yang mangalami IUFDdi RSMP tahun 2011-2013.1.3.2.3. Untuk mengetahui distribusi usia kehamilan yang mengalamiIUFD di RSMP tahun 2011-2013.1.3.2.4. Untuk mengetahui distribusi ibu hamil dengan penyakitpenyerta yang mengalami IUFD di RSMP tahun 2011-2013.

41.3.2.5.Untuk mengetahui distribusi pekerjaan ibu yang mengalamiIUFD di RSMP tahun 2011-2013.1.4.Manfaat Penelitian1.4.1. Bagi Tempat PenelitianSebagai tambahan informasi tentang ibu yang mengalami intra uterinefetal death (lUlrD)1.4.2. Bag! PenelitiDapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan penulis tentangkarakteristik ibu yang mengalami intra uterine fetal death (RJFD)serta sebagai tambahan dari pengaplikasian ilmu yang telah diperoiehpada mata kuliah metodologi penelitian dan statistik.1.4.3. Bagi Instansi pendidikanHasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yangmembangun terutama dalam teori-teori intra uterine fetal death(IUFD)1.4.4. Penelitian LainHasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan dalammengembangkan penelitian yang lebih lanjut.

5l.S.Keaslian PenelitianJudulPenelitianNeetu Singh, Kiran Sebuah StudiPandey, NeenaRetrospektifGupta, Charudari 296Pratap, ReshikaKasusNaikKematianJanin diSebuah PusatPerawatanTersierDesainPenelitianPenelitian inimerupakanstudiTemuanhistopatologipada plasentadari pasiendengankematian janindalam rahimdan antifosfolipidantibodiPenelitian tnimerupakanstudiNamaHenk J. Out,Carole D.Kooijman, HeinW. Bniinse,RonaldH.W.M. DerksenretrospectiveprospectiveHasilInsiden IUFD 40 per 1000.55,73% antepartum dan11,06% intrapartum. Pada33,44% kasus, tidak adapenyebab yang teridentifikasi.Di antara penyebab yangdiidentifikasi, anemia(16,55%), hipertensi (10,81%),penyebab plasenta (12,16%),malformasi kongenital(9,45%). Induksi dilakukanpada 151 pasien, 111 pasienspontan dan 34 pasien caesar.Komplikasi yang palingmerusak adalah koagulasiintravaskular diseminata47 plasenta dari 45 wanitadengan kematian janin intrauterin, termasuk 16pasien dengan antibodi antifosfolipid. Tiga belas pasienmemiliki lupus sistemikerythematosus atau penyakitlupus, termasuk 6 wanitadengan antibodi antifosfolipid.Dalam plasenta dari pasiendengan antibodi antifosfolipid, penurunanmembran vasculo-syncytial,fitxosis terutama di daerahinfark, viii hypovascular dantrombosis atau infark terlihatsecara signiflkan lebih seringdaripada di plasenta dariwanita tanpa antibodi ini. Dari17 plasenta dari 16pasien dengan antibodi antifosfolipid, hanya 3 tidakmenunjukkan tanda-tandatrombosis atau infark.Trombosis / infark secarabermakna dikaitkan denganpenurunan membran vasculosyncytial,

6Angelique JAKooper, BrigitteHW Faas, UseFeenstra, Nicolede Leeuw andDominique FCMSmeetsPendekatandiagnostikterbaik untukgenetikevaluasi janinsetelahkematianintrauterin ditrimesterpertama,kedua atauketiga: QFPCR,karyotypingdan / ataugenom wideanalisis SNParray.Penelitian inimerupakanstudiretrospectivefibrosis, viii hypovascular danpeningkatan knot syncytial.Temuan-temuan inikemungkinan besar menjadiHasil hipoksia berkepanjangankarena trombosis atau infark.Dapat disimpulkan bahwatrombosis atau infark adalahfitur menonjol dalam plasentadari pasien denganantibodi anti-fosfoHpid dankematian janin intra-uterinPada 50 (12,0%) sampelaneuploidi terdeteksi oleh QFPCR dan / atau kariotipe, yangmewakili 47,1% darikehamilan trimester pertama,13,2% dari trimester keduadan 3,4% dari kehamilantrimester ketiga. Karyotypingdan QF-PCR gaga! di 4 (8,7%)dan 7 (1,9%)sampel, sebagian besarterkontaminasi sampel cairanketuban dari kehamilantrimester ketiga.Penyimpangan klinis yangrelevan diidentifikasi dalam4.2% (semua janin denganmalformasi) dari 168 sampelyang diuji oleh SNParray. Nomor copy varian(CNV) terdeteksi pada 5,4%dan 8,9% menunjukkan CNVtidak diketahui klinisrelevansi sebagai warisanorangtua tidak dapat dipelajari. Dalam sampel dari tersangkajanin untuk Meckel-Grubersyndrome, informasi genotipedari array SNPmengungkapkan berbag ruashomozigositas, termasuk satumeregangkan meliputi genCEP290. Setelah analisismutasi CEP290mengungkapkan homozigot,patogenmutasi pada gen ini.

7Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah Judul, lokasi,waktu, subjek penelitian, variabel penelitian dan metode penelitian. Persamaannyaadalah membahas mengenai intra uterine fetal death.

BAB I ITINJAUAN P U S T A K A2.1. Intra Uterine Fetal Death (IUFD)2.1.1. Pengertian Intra Uterine Fetal Death (IUFD)Intra Uterine Fetal Death atau kematian janin dalam rahimyaitu kematian yang terjadi saat usia kehamilan lebih dari 20 minggudimana janin sudah mencapai ukuran 500 gram atau lebih (Rukiyahdan Yulianti, 2010).Kematian janinmerupakanhasil akhir darigangguanpertumbuhan janin, kegawatan janin, atau akibat infeksi yang tidakterdiagnosis sebelumnya sehingga tidak diobati (Saifuddin dkk, 20O9).2.1.2. DiagnosisRiwayat dan pemeriksaan fisik sangat terbatas nilainya dalammembuat diagnosis ke matian janin. Umumnya penderita hanyamengeluh gerakan janin berkurang. Pada pemeriksaan fisik tidakterdengar denyut jantung janin. Diagnosis pasti ditegakkan denganpemeriksaan ultrasound, dimana tidak tampak adanya gerakan jantungjanin (Saifuddin dkk, 2010).Pada anamnesis gerakan menghilang. Pada pemeriksaanpertumbuhan janin tidak ada, yang terlihat pada tinggi fundus uterimenurun, berat badan ibu menurun, dan lingkaran perut ibu mengecil.Dengan fetoskopi dan doppler tidak dapat didengar adanyabunyi jantung janin. Dengan sarana penunjang diagnostik Iain yaituUSG, tampak gambaran janin tanpa tanda kehidupan. Dengan fotoradiologik setelah 5 hari tampak tulang kepala kolaps, tulang kepalasaling tumpang tindih (gejala 'spalding') tulang belakang hiperrefleksi,edema sekitar tulang kepala; tampak gambaran gas pada jantung danpembuluh darah. Pemeriksaan hCG urin menjadi negatif setelahbeberapa hari kematian janin. Komplikasi yang dapat terjadi ialah8

9trauma psikis ibu ataupun keluarga, apalagi bila waktu antara kematianjanin dan persalinan berlangsung lama. Bila terjadi ketuban pecahdapat terjadi infeksi. Terjadi koagulopati bita kematian janin lebih dari2 minggu (Saifuddin dkk, 2010).2.1.3. EtiologiSaifuddin dkk (2010) menjelaskan bahwa pada 25-60% kasuspenyebab kematian janin tidak jelas. Kematian janin dapat di sebabkanoleh faktor maternal, fetal, atau kelainan patologik plasenta.1. Faktor maternal antara lain adalahPost term ( 42 minggu), diabetes mellitus tidak terkontrol,sistemik lupus eritematosus, infeksi, hipertensi, preeklampsia,eklampsia, hemoglobinopati, umur ibu tua, penyakit rhesus,rupture uteri, antifosfolipid sindrom, hipotensi akut ibu, kematianibu.2. Faktor fetal antara Iain genital, kelainan genetik, infeksi.3. Faktor plasenta antara lain adalahKelainan tali pusat, lepasnya plasenta, ketuban pecah dini,vasa previa4. Sedangkan faktor risiko teijadinya kematian janin intrauterinemeningkat pada usiaibu 40 tahun,pada ibu infertile,kemokonsentrasi pada ibu, riwayat bayi dengan berat badan lahirrendah, infeksi ibu (ureplasma urealitikum), kegemukan, ayahberusia lanjut.Menurut Cunningham F. Gary, et al, 2012 kategori penyebabkematian janin :1. Fetal-24 sampai 40 persena.Anomaii kromosom

b.Defek lahir non-kromosomalc.Hidrops nonimund.Infeksi-virus, bakteria, protozoa2. Plasental-25 sampai 35 persena.Ketuban pecah dinib.Solusioc.Perdarahan fetomatemald.Gangguan tali pusate.Insufisiensi plasentaf.Asfiksia intrapartumg-Previah.Twin-twin transfusioni.KorioamnionitisMatemaI-5 sampai 10 persena.Diabetesb.Penyakit hipertensifc.Obesitasd.Usia 35 tahune.Penyakit tiroidf.Penyakit ginjalg-Antibodi antifosfolipidh.Thrombofiliai.Merokokj-Obat terlarang dan alkoholk.Infeksi dan sepsis1.Persalinan kurang bulanm. Ruptur uterinen.Kelahiran post-term4. Tidak teijelaskan- 15 sampai 35 persen

11Menurut Rukiyah dan Yulianti (2010) penyebab kematian janindalam rahim adalah ketidakcocokkan rhesus darah ibu dan janin,ketidakcocokkan golongan darah ibu dan janin, gerakan janin terlaluaktif, penyakit pada ibu, kelainan kromosom, trauma saat hamil,infeksi pada ibu, kelainan bawaan janin, perdarahan antepartum,penyakit saluran kencing, penyakit endokrin, malnutrisi.4. PenatalaksanaanBila diagnosis kematian janin telah ditegakkan, penderitasegera diberi informasi. Diskusikan kemungkinan penyebab geradiintervensi (Saifuddin dkk, 2010).Bila kematian janin lebih dari 3-4 minggu kadar fibrinogenmenurun dengan kecenderungan terjadinya koagulopati. Masalahmenjadi rumit bila kematian janin teijadi pada salah satu dari bayikembar (Saifuddin dkk, 2010).Bila diagnosis kematian janin telah ditegakkan, dilakukanpemeriksaan tanda vital ibu; dilakukan pemeriksaan darah perifer,fungsi pembekuan, dan gula darah. Diberikan KIE pada pasien dalankeluarga tentang kemungkinan penyabab kematian janin; rencanatindakan; dukungan mental emosional pada penderita dan keluarga,yakinkan bahwa kemungkinan lahir pervaginam (Saifuddin dkk,2010).Persalinan pervaginam dapat ditimggu lahir spontan setelah 2minggu, umummya tanpa komplikasi. Persalinan dapat terjadi secaraaktif dengan induksi persalinan dengan oksitosin atau misoprostol.Tindakan perabdominam bila janin letak lintang. Induksi persalinandapat dikombinasi oksitosin misoprostol. Hati-hati pada induksidengan utems pascaseksio sesarea ataupun miomektomi, bahayaterjadinya rupture uteri (Saifuddin dkk, 2010).

12Padakematianjanin 24-28minggudapatdigunakan,misoprostol secara vaginal (50-100 pg tiap 4-6 jam) dan induksioksitosin. Pada kehamilan diatas 28 minggu dosis misoprostol 25 pgpervagmam/6 jam (Saifuddin dkk, 2010).Setelah bayi lahir dilakukan ritual keagamaan merawat mayatbayi bersama keluarga. Idealnya pemeriksaan otopsi atau patologiplasenta akan membantu mengungkapkan penyebab kematian janin(Saifuddin dkk, 2010).2.1.5. PencegahanUpaya mencegah kematian janin, khususnya yang sudah ataumendekati aterm adalah bila ibu merasa gerakan janin menurun, tidakbergerak, atau gerakan janin terlalu keras, perlu dilakukan pemeriksaanultrasonografi. Perhatikan adanya solusio plasenta. Pada gemellidengan T T {twin to twin transjiision) pencegahan dilakukan dengankoagulasi pembuluh darah anastomosi (Saifuddin dkk, 2010).2.2. Karakteristik Ibu Yang Berhubungan Dengan Intra Uterine FetalDeathKarakteristik adalah sifat khas dengan perwatakantertentu.Karakteristik mencakup hal-hal sebagai berikut: umur, pendidikan,pekerjaan, ekonomi (Kamus Besar Bahasa Indonesia).2.2.1. Faktor Sosial (Pendidikan, Ekonomi)Faktor pendidikan berpengaruh terhadap kematian janindidalamkandungan.Kurangnyapendidikansehingga tetapberorientasi pada pengobatan dan pelayanan tradisional. Pelayanankesehatan modem belum terjangkau karena kurangnya kemampuanuntuk membiayai transportasi (Manuaba dkk, 2010).

132.2.2. Faktor Umur IbuDalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan bahwaumur adalah lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan ataudiadakan).BKKBN (2007) membagi usia berdasarkan risiko padakehamilan dan persalinan sebagai berikut:1. Usia berisikoa. Usia 20 tahunKematian pada wanita hamil dan melahirkan pada usiadi bawah 20 tahun temyata lebih tinggi daripada kematianmaternal yang terjadi pada usia 20-35 tahun, hal itu karenapada saat usia kurang dari 20 tahun keadaan uterus dansystem reproduksi belum siap untuk proses kehamilan,sehinggameningkatkan risikokematian maternal danperinatal.b. Usia 35 tahunKematian maternal dan perinatal akan meningkatkembali sesudah usia 35 tahun, karena pada saat usia lebihdari 35 tahun dimana organ reproduksi mengalami penurunanfungsi seperti hal nya menurunnya fungsi pada ovarium yangsalah satu fungsinya yaitu memproduksi hormon estrogendan progesteron. Dalam kehidupan wanita, hormon estrogenberpengaruh pada perkembangan seksual tubuh wanita, atauyang memberikan ciri khas pada wanita, salah satunya adalahmempersiapkan rahim menerima janin dengan penurunanproduksi estrogen maka keadaan rahim akan kurangatau tidaksiap dalam menerima janin.2. Usia tidak berisiko (20-35 tahun)Pada usia ini fisik dan mental ibu sangat baik sehinggasistem reproduksi ibu sudah matang.

142.23. ParitasAdapun klasifikasi paritas menurut Manuaba (2010) adalahsebagai berikut:1. Para adalah wanita yang telah melahirkan bayi aterm.2. Primipara, adalah wanita yang telah melahirkan bayi atermsebanyak satu kali.3. Multipara (pleuripara) adalahwanita yang telah pemahmelahirkan anak hidup beberapa kali, dimana persalinantersebut tidak lebih dari 5 kali.4. Grandemultipara, adalah wanita yang telah melahirkan 5 oranganak atau lebih dan biasanya mengalami penyulit dalamkehamilan dan persalinanKesejahteraan ibu berpengaruh terhadap angka kematianmaternal dan perinatal. Ditinjau dari sudut kematian maternal.2.2.4. Antenatal Antenataltemtamacareditujukanadalahpadapertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Secara khusus,pengawasan antenatal bertujuan untuk :1. Mengenai dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapatsaat kehamilan, saat persalinan dan kala nifas.2. Mengenai dan menangani penyakit yang menyertai hamil,persalinan, dan kala nifas.3. Memberikan nasihat dan petunjuk yang berkaitan dengankehamilan, persalinan, kala nifas, laktasi, dan aspek keluargaberencana.4. Menuninkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.

152.2.5. Usia kehamilanKehamilan umumnya berlangsung 40 minggu atau 280 haridihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan aterm ialahusia kehamilan antara 38-42 minggu dan ini merupakan periodeterjadinya persalinan normal. Namun, sekitar 3,4 -14 % atau ratarata 10 % kehamilan berlangsung sampai 42 minggu atau lebih.Angka ini bervariasi dari beberapa peneliti bergantung pada kriteriayang di pakai (Saifudin, 2010).Dari ACOG,1995 kehamilan preterm adalahusiakehamilan 20-37 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir.Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa bayi prematuradalah bayi yang lahir pada usia kehamilan 37 minggu atau kurang.Himpunan Kedokteran Fetomatemal POGI di semarang tahun 2005menetapkan bahwa persalinan preterm adalah persalinan yangterjadi yang terjadi pada usia kehamilan 22-37 minggu (Saifudin,2010).2.2.6. Hamil dengan penyakitMenurut Saifudin dkk (2010) kematian janin dalam rahimsalah satunya karena faktor ibu karena penyakit pada masakehamilan yaitu diabetes mellitus tidak terkontrol, sistemik klampsi,hemoglobinopati, umur ibu tua, penyakit rhesus, ruptura uteri,antifosfolipid sindrom, hipotensi akut ibu, kematian ibu.1. Diabetes mellitusPenyakit gula dapat mempakan penyakit keturunandengan ciri kekurangan atau tidak terbentuknya insulin, yangsangat penting untuk metaboHsme gula dan pembentuk

Gynecologists yang disebut kematian janin adalah janin yang mati dalam rahim dengan berat badan 500 gram atau lebih atau kematian janin dalam rahim pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu yang mengalami intra uterine fetal death (IUFD) di RSMP tahun 2011-2013. Metode