Transcription

View metadata, citation and similar papers at core.ac.ukbrought to you byCOREprovided by Majalah Kedokteran AndalasMajalah Kedokteran AndalasVol. 42, No. 2, Mei 2019, Hal. 50-55http://jurnalmka.fk.unand.ac.idARTIKEL PENELITIANProfil kepemilikan dan tingkat pengetahuan ibu-ibu tentang bukukia di Kabupaten Padang PariamanMasrulBagian Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas AndalasKorespondensi: Masrul, email: [email protected] Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang mampu menilaiderajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan anakadalah dengan memperbaiki pelayanan kesehatan terutama kesehatan Ibu dan Anak (KIA) denganpemanfaatan penggunaan buku KIA. Tujuan: Untuk menentukan tingkat kepemilikan buku KIA dantingkat pemahaman ibu terhadap buku KIA yang dimiliki. Metode: Data ini sebagian dari penelitianyang menggunakan kuasi eksperimental pre-post dimana pada 3 kecamatan di Kabupaten PadangPariaman. Kecamatan yang diambil adalah kecamatan yang masalah stunting cukup tinggi, kemudiantingkat kepemilikan buku KIA yang rendah dan angka penimbangan yang rendah. Jumlah sampel yangdiambil sebanyak 102 responden ibu hamil, dan ibu yang memiliki anak balita. Hasil: Lebih darisepertiga 37,3% ibu yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah, 81,4% ibu tidak bekerja ataumenjadi ibu rumah tangga. Sebanyak 83,3% ibu yang memiliki buku KIA. Simpulan: Sebagian besarresponden ( 75%) tidak tahu informasi yang ada di buku KIA. Masih ada ibu-ibu yang tidak memilikibuku KIA dan masih rendahnya informasi yang dimiliki ibu-ibu tentang buku KIA.Kata kunci: buku KIA; pengetahuan ibu; kesehatan masyarakatAbstractMaternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are indicators that are able to assessthe degree of public health. One effort to reduce maternal and child mortality is to improve healthservices, especially maternal and child health (MCH), by using MCH handbook. Objective: To determinethe level of ownership of the MCH handbook and the level of understanding of the mother of the MCHhandbook owned. Method: This data is part of the study using quasi-experimental pre-post which in 3sub-districts in Padang Pariaman Regency. Subdistricts taken are sub-districts where the problem ofstunting is quite high, then the level of ownership of the MCH handbook is low and the rate of weighingis low. The number of samples taken was 102 respondents of pregnant women, and mothers who hadchildren under five. Results: More than a third of 37.3% of mothers had low levels of education, 81.4%of mothers did not work or become housewives. About 83.3% of mothers have MCH handbook. Mostrespondents ( 75%) did not know the information in the MCH handbook. Conclusion: there are stillmothers who do not have the MCH Handbook and the information that mothers still have about MCHhandbook.Keywords: MCH handbook; mother’s knowledge; Public Healthp-ISSN: 0126-2092e-ISSN: 2442-5230doi: 10.25077/mka.v42.i2.p50-55.2019Diterima redaksi: 1-Mei-19Diterbitkan online: 9-Mei-19

Vol. 42No. 22017PENDAHULUANSebagai komponen yang tidak terpisahkandari masyarakat, keluarga memiliki peransignifikan dalam status kesehatan. Ibu dananak merupakan anggota keluarga yangperlu mendapatkan prioritas dalampenyelenggaraan upaya kesehatan, karenaibu dan anak merupakan kelompok rentanterhadap keadaan keluarga dan sekitarnyasecara umum. Hal ini yang menjadi alasanpentingnya upaya kesehatan ibu dan anakmenjadi salah satu prioritas pembangunankesehatan di Indonesia. Sehingga penilaianterhadap status kesehatan dan kinerjaupaya kesehatan ibu dan anak pentinguntuk dilakukan.1,2Angka Kematian Ibu (AKI) dan AngkaKematian Bayi (AKB) merupakan indikatoryang mampu menilai derajat kesehatanmasyarakat. Secara umum terjadipenurunan kematian ibu selama periode1991-2015. Terjadi penurunan AKI diIndonesia dari 390 pada tahun 1991menjadi 305 pada tahun 2015. Angkakematian anak dan tahun ke tahunmenunjukkan penurunan. Hasil SurveiDemografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)tahun 2017 menunjukkan AKN sebesar 15per 1.000 kelahiran hidup, AKB 24 per1.000 kelahiran hidup, dan AKABA 32 per1.000 kelahiran hidup.1,3-5Salah satu upaya untuk menurunkan angkakematian ibu dan anak adalah denganmemperbaikipelayanankesehatanterutama kesehatan Ibu dan Anak (KIA).Salah satu bagian dari pelayanankesehatan ibu dan anak adalahhttp://jurnalmka.fk.unand.ac.iddoi: 10.25077/mka.v42.i2.p50-55.2019pemanfaatan penggunaan buku KIA.Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RINo. 284/MENKES/SK/III/2004 buku KIAmerupakan alat untuk mendeteksi secaradini adanya gangguan atau masalahkesehatan ibu dan anak, alat komunikasidan penyuluhan dengan informasi yangpenting bagi ibu, keluarga dan masyarakatmengenai pelayanan, kesehatan ibu dananak termasuk rujukannya dan paket(standar) pelayanan KIA, gizi, imunisasi,dan tumbuh kembang balita.6,7Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2018tentang kepemilikan buku KIA di Indonesiamasih ada 24,9% ibu hamil yang tidakmemiliki buku KIA. Sementara untuk ibuyang memiliki anak balita masih ada 34,1%yang tidak memiliki buku KIA.8 Tingkatpengetahuan tentang buku KIA di Baliberkisar 10-30%. Tentang pemahamanseluruh informasi di dalam buku kiaSEBESAR 67,5%.8Penelitian ini bertujuan untuk menentukantingkat kepemilikan buku KIA dan tingkatpemahaman ibu terhadap buku KIA yangdimiliki.METODEPenelitian ini sebagian dari penelitiandengan menggunakan metode Kuasieksperimental Pre-Post dimana pada 3kecamatandiKabupatenPadangPariaman. Kecamatan yang diambil adalahkecamatan yang masalah pada anakstunting cukup tinggi dan tingkatkepemilikan buku KIA yang rendah sertaangka penimbangan yang rendah. Jumlahsampel yang diperoleh sebanyak 108Majalah Kedokteran Andalas p-ISSN: 0126-2092 e-ISSN: 2442-523051

Vol. 42No. 22019Masrul,Profil kepemilikan dan responden dan sebanyak 6 responden dieksklusi karena pindah tempat tinggalsehingga total responden yang dianalisissebanyak 102 responden ibu hamil dan ibuyang memiliki anak balita.Data dikumpulkan melalui kuesioner yangsudah disiapkan terhadap 102 respondenibu hamil dan ibu balita. Tenagapengumpul data dari lulusan DIII Gizisebanyak 6 orang, mereka dilatih sebelummengumpulkan data. Kuesioner yang telahselesai di cek dan editing, coding, dan entri.Analisis data dilakukan dengan pendekatananalisis deskriptif.HASIL DAN PEMBAHASANBerdasarkan tabel 1, lebih dari separuh(62,7%) ibu yang memiliki tingkatpendidikan yang tinggi, 81,4% ibu tidakbekerja atau menjadi ibu rumah tangga.Tabel 1. Karakteristik RespondenVariabelfKarakteristik ibuUmur responden (tahun),(mean SD)Pendidikan ibu, f(%)RendahTinggiPekerjaan ibuTidak bekerja/rumahtanggaBekerjaPenghasilan per bulan(Rp), (mean n tabel 2, lebih dari separuh(56,9%) suami yang memiliki tingkatpendidikan yang tinggi. Umumnya suamibekerja.Tabel 2. Karakteristik SuamiVariabelf%Karakteristik suamiUmur responden (tahun),37,76 37,93(mean SD)Pendidikan kepala keluarga, f(%)Rendah4443,1Tinggi5856,9Pekerjaan kepala keluargaTidak bekerja00Bekerja102100Penghasilan per bulan (Rp),3.742.772 (mean Batak11Lainnya11Berdasarkan kepemilikan buku KIA 83,3%ibu yang memiliki buku KIA dan masih adaibu yang belum memiliki buku KIA 12,7%.30,47 5,493386437,362,78381,41918,6338.725 894.3691021009811296,111212,7%3,9%YA83,3%Ya, Titip di bidestidak punyaGambar 1. Persentase kepemilikan buku KIABerdasarkan tabel 3, sebagian besar ibuyang tidak mengetahui informasi yangterdapat di dalam buku KIA.Majalah Kedokteran Andalas p-ISSN: 0126-2092 e-ISSN: 2442-523052

Vol. 42No. 22017http://jurnalmka.fk.unand.ac.iddoi: 10.25077/mka.v42.i2.p50-55.2019Tabel 3. Informasi yang diketahui ibu dalambuku KIAVariabelf%Pemeriksaan kehamilan secara rutinAda1211,8Tidak9088,2Imunisasi ibu hamilAda109,1Tidak9290,1Informasi persiapan melahirkanAda1716,7Tidak8583,3Perawatan ibu hamilAda1918,6Tidak8381,4Tanda bahaya kehamilanAda2827,5Tidak7472,5Tanda melahirkanAda1716,7Tidak8583,3Proses melahirkan (persalinan)Ada1716,7Tidak8583,3Tanda bahaya pada proses melahirkanAda1110,8Tidak9189,2Cara menyusui (IMD & ASI ekslusif)Ada2524,5Tidak7775,5Tanda bahaya pada ibu nifasAda109,8Tidak9290,2Catatan kesehatan ibu hamil dan ibu nifasAda1211,8Tidak9088,2Tanda bayi/anak sehatAda2625,5Tidak7674,5Catatan imunisasi getahuansangatberpengaruhterhadap perubahan sikap dan perilaku.9Semakin tinggi tingkat pendidikan, sikapdan kepercayaan ibu hamil maka semakinmudah menerima informasi dan semakintinggi pula kesadaran ibu dalam berperilakumenggunakan dan memanfaatkan bukuKIA.8,10Hasil penelitian menunjukkan tingkatpendidikan ibu-ibu yang memiliki buku KIAcukup tinggi. Tingkat pendidikan danKondisi ini menginformasikan bahwaperlunya secara rutin tiap bulan bidan desaTingkat kepemilikan buku KIA 83,3% cukuptinggi dibandingkan dengan data Riskesdas2010 sebesar 45,4% dan Riskesdas 2013sebesar 52,6% dan Riskesdas 2018 sebesar63,9%. Kondisi ini dapat disebabkan olehtingkat pendidikan ibu, bidan desa terdapatdi setiap desa dan bidan ini menetap didesa itu. Di samping itu ibu hamil dipantauterus menerus oleh bidan desa dariposyandu pada setiap bulan. Di daerah inianak balita diberikan suplementasi biskuitdari Kemenkes yang mesti dipantaupertumbuhan dan perkembangan setiapbulan.1,11Walaupun tingkat kepemilikan buku KIAtinggi di wilayah penelitian, namunsebagian besar responden ( 75%) tidaktahu informasi penting tentang kehamilan,melahirkan, tanda bahaya ibu melahirkandan nifas, penimbangan anak. Kondisi inihampir sama dengan penelitian Damayanti2014 di Denpasar.8,12-14Sebaliknya, penelitian Subiyatun (2017) dikota Yogyakarta menemukan dimana ibuhamil dan ibu balita hanya rata-rata dibawah 40% yang tidak baik pengetahuantentang isi buku KIA.8Majalah Kedokteran Andalas p-ISSN: 0126-2092 e-ISSN: 2442-523053

Vol. 42No. 22019mencek dan menjelaskan informasi yangperlu dibaca dan dipahami ibu hamil danibu balita di dalam buku KIA.15-17Dari hasil ini juga diketahui masihrendahnya pengetahuan ibu-ibu tentanginformasi yang ada di dalam buku KIA.Upaya peningkatan informasi yang dapatdilakukan adalah dengan penggunaan bukuKIA oleh ibu. Informasi terkait dengan KIAsudah semakin mudah diakses oleh ibudengan melalui interaksi ibu dengan tenagakesehatan, media informasi kesehatanlainnyasehinggameningkatkanpemahaman ibu tentang informasikesehatan ibu dan anak.18-21SIMPULANDari penelitian ini diketahui lebih dariseparuh ibu yang memiliki tingkatpendidikan yang tinggi dan lebih dariseparuh suami ibu yang memiliki tingkatMasrul,Profil kepemilikan dan pendidikan yang tinggi. Masih ada ibu-ibuyang tidak memiliki buku KIA. Pengetahuanibu-ibu masih rendah tentang informasiyang ada dalam buku KIA.DUKUNGAN FINANSIALPenelitian ini merupakan salah satu bagiandari penelitian besar tentang PeningkatanPeranan Buku KIA, Sistem Pendampingandan Surveilans Berbasis e-PPGBM Bagi IbuHamil serta BADUTA untuk menjagapertumbuhan dan perkembangan optimalselama 1000 HPK di Kabupaten PadangPariaman Provinsi Sumatera Barat melaluikerja sama antara Direktorat GiziMasyarakat Kementerian Kesehatan RI danFakultasKesehatanMasyarakatUniversitas Andalas pada tahun UN.16.12/PP/2017 tanggal 28 bulanAgustus tahun 2017.DAFTAR PUSTAKA1. Budijanto D. Profil kesehatan Indonesia. Kemenkes RI; 2017.2. Sistiarani C, Gamelia E, Hariyadi B. Analis kualitas penggunaan buku kesehatan ibu anak. KEMAS.2014; 10(1):14-20.3. Balitbang Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. Kemenkes RI; 2007.4. Balitbang Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. Kemenkes RI; 2010.5. Balitbang Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. Kemenkes RI; 2013.6. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 284/MENKES/SK/III/2004 tentang buku KIA.7. Balitbang Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. Kemenkes RI; 2018.8. Subiyatun S. Gambaran Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) oleh ibu hamil. JurnalKebidanan dan Keperawatan. 2017; 13(2):203-209.9. Yangisawa S, Soyano A, Igoreshi H, et al. Health Police Planning. 2015; 30:184-192.10. Sistiarani C, Gamelia E, Sari DUP. Fungsi pemanfaatan buku KIA terhadap pengetahuan kesehatanibu dan anak pada ibu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2014; 8 (8): 353 – 358.Majalah Kedokteran Andalas p-ISSN: 0126-2092 e-ISSN: 2442-523054

Vol. 42No. 22017http://jurnalmka.fk.unand.ac.iddoi: 10.25077/mka.v42.i2.p50-55.201911. Pandori J, Kartasurya MI, Winarni S. Penggunaan buku KIA sebagi media edukasi pada ibu hamil:studi di wilayah kerja puskesmas tlogosari kulon, tahun 2018. JKM UUNDIP. 2018; 6(2): 63-73.12. Annisa FN. Hubungan minat membaca buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA.Jurnal Promkes. 2016; 4(2): 188 – 198.13. Hanum R, Safitri ME. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pemanfaatan buku KIAdi puskesmas Namu Ukur. JBK. 2018; 1(3):152-160.14. Nakamura Y. Maternal and child health handbook in Japan. JMAJ. 2010; 53(4):259-265.15. Baequni and Nakamura Y. Is maternal and child health handbook effective?: meta-analysis of theeffects of MCH handbook. Journal of International Health. 2012; 27(2):121-127.16. Yanagisawa S, Soyano A, Igarashi H, Ura M, Nakamura Y. Effect of maternal and child healthhandbook on maternal knowledge and behaviour: a community-based controlled trial in ruralCambodia. Health Policy and Planning. 2015; 30: 1184-1192.17. Takeuchi J, Sakagami Y, Perez RC. The mother and child health handbook in japan as a healthpromotion tool: an overview of its history, contents, use, benefits, and global influence. GlobalPediatric Health. 2016; 3:1-9.18. Aiga H, Nguyen VD, Nguyen CD, Nguyen TTT, and Nguyen LTP. Knowledge, attitude and practices:assessing maternal and child health care handbook intervention in Vietnam. MBC Public Health.2016; 16:129.19. Ainiyah NH. Hubungan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) dengan tingkatpengetahuan dan perilaku kesehatan ibu hamil trimester III di Puskesmas Jagir Surabaya. [Tesis].Yogyakarta: Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta; 2017.20. Astuti DK. Hubungan karakteristik ibu dan pola asuh gizi dengan kejadian balita stunted di desahargorejo kulonprogi DIY. [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah; 2016.21. Larasaty VNA. Analisis faktor risiko perilaku penimbangan balita umur 6 – 59 bulan di empatprovinsi di Kalimantan tahun 2010. [Skripsi]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2012Majalah Kedokteran Andalas p-ISSN: 0126-2092 e-ISSN: 2442-523055

dan Surveilans Berbasis e-PPGBM Bagi Ibu Hamil serta BADUTA untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan optimal selama 1000 HPK di Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat melalui kerja sama antara Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat