Transcription

View metadata, citation and similar papers at core.ac.ukbrought to you byCOREprovided by Open Access Jurnal Politeknik Negeri JemberArinda Lironika S, Asupan Lemak Dan Nitric Oxide Pada Penderita Hipertensi Primer Dan NormotensiASUPAN LEMAK DAN KADAR NITRIC OXIDE PADA PENDERITAHIPERTENSI PRIMER DAN NORMOTENSIOleh :ARINDA LIRONIKA SURYANA *)ABSTRAKPola konsumsi tinggi lemak dapat berisiko tinggi terhadap kejadian hipertensi. Konsumsi lemak jenuhberlebihan dapat menimbulkan gangguan fungsi sel endotel pembuluh darah. Adanya kerusakan sel endotelini kemudian menyebabkan penurunan kemampuan vasodilatasi dinding pembuluh darah sehingga terjadipeningkatan tekanan darah. Hal ini ditandai dengan penurunan kadar nitric oxide pada hipertensi. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis perbedaan asupan lemak dan kadar serum nitric oxide pada penderitahipertensi primer dan normotensi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik denganrancangan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 15 orang kelompok hipertensi primer dan 15 orangkelompok normal sebagai kelompok pembanding, berusia antara 40-70 tahun, dan yang mengunjungi RumahSakit Umum Haji Surabaya. Sampel dibagi secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,food recall 2x24 jam dan pemeriksaan sampel darah. Kadar serum Nitric Oxide diukur dengan menggunakanmetode ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Data dianalisis dengan uji t-test independen. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat konsumsi lemak lebih tinggi pada penderita hipertensisedangkan kadar nitric oxide lebih rendah pada penderita hipertensi dibandingkan dengan subyek normal.Secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok mengenai kadar serum nitricoxide (p 0,023) dan tingkat konsumsi lemak (p 0,004). Kesimpulannya adalah ada perbedaan tingkatkonsumsi lemak dan kadar serum nitric oxide antara penderita hipertensi primer dengan normotensi.Kata Kunci : Asupan Lemak, Kadar Nitric Oxide, Hipertensi PrimerPENDAHULUANData Global Burden of Disease (GBD) tahun2010, hipertensi merupakan faktor risiko utamapenyakit kardiovaskular (termasuk stroke danpenyakit jantung iskemik) yang menjadi penyebabutama kematian di dunia (Murray, 2013).Sementara itu, Hasil survey Riskesdas tahun 2007,melaporkan bahwa penyebab kematian tertinggi diIndonesia pada semua kelompok umur didominasipenyakit degeneratif dengan stroke (26,9%) padaurutan pertama diikuti hipertensi (12,3%), diabetesmellitus (10,2%) dan penyakit jantung iskemik(9,3%). Oleh sebab itu, hipertensi masih menjadimasalah kesehatan serius baik di dunia maupun diIndonesia.Prevalensi hipertensi di dunia menurut WHO,pada tahun 2000 sebesar 26,3% dan diprediksiakan meningkat pada tahun 2025 menjadi 29,2%(Kemenkes RI, 2013). Sedangkan di Indonesia,prevalensi nasional hipertensi pada pendudukumur 18 tahun keatas menurut hasil Riskesdas2007 masih cukup tinggi, angkanya mencapai31,7%. Sebagian besar kasus hipertensi belumterdiagnosis. Dari 31,7% hanya 7,2% kasusyang sudah didiagnosis hipertensi oleh tenagakesehatan dan hanya 0,4% kasus yang sudahminum obat hipertensi.Menurut The Eighth Report of the JointNational Committee on detection, education, andtreatment of high blood pressure (JNC VIII),hipertensi merupakan suatu keadaan dimanatekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanandarah diastolik 90 mmHg. "Tekanan darah"adalah kekuatan darah untuk mendorong dindingarteri saat jantung memompa darah (NHLBI,2012).Hipertensi dijuluki sebagai “The Sillent KillerDisease”. Penyebabnya bersifat multifaktorial danmerupakan hasil interaksi faktor genetik danlingkungan. Disamping itu, faktor sosial-ekonomi,seperti pendapatan dan pendidikan juga dapatberdampak negatif terhadap faktor risiko perilaku.Ada banyak faktor risiko perilaku yangmenyebabkan hipertensi termasuk konsumsimakanan yang mengandung terlalu banyak garamdan lemak, tidak cukup makan buah dan sayuran,konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, aktivitasfisik dan kurang olahraga serta manajemen stresyang buruk. Faktor risiko perilaku ini sangatdipengaruhi oleh gaya hidup dan faktor lingkungan(WHO, 2013). Namun demikian, sebagian besarpenyebab hipertensi masih belum diketahui secara*) Staf Pengajar Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Jember

Arinda Lironika S, Asupan Lemak Dan Nitric Oxide Pada Penderia Hipertensi Primer Dan Normotensipasti (hipertensi primer) dan sebagian lagiterjadinya menyertai penyakit lain yangpenyebabnyasudahdiketahui(hipertensisekunder). Sebagian besar penderita barumenyadari bahwa dirinya terkena hipertensi saattekanan darahnya sudah terlalu tinggi dan mungkintelah terjadi komplikasi yang dapat mengakibatkankematian.Hipertensi yang tidak segera nya penyakit degeneratif seperti penyakitjantung koroner, infark miokard, gagal jantungkongestif, stroke dan gagal ginjal terminal.Hipertensi seringkali disertai dengan peningkatankadar kolesterol yang dipicu oleh diit tinggi lemak.Pengaruh intake makanan yang mengandung asamlemak jenuh terhadap kadar kolesterol darah telahbanyak dijelaskan pada beberapa penelitianeksperimental. Kinsell et al, 1952 ; Grundy &Denke, 1990 melaporkan hasil penelitiannyabahwa asam lemak jenuh berhubungan dengankenaikan kadar serum kolesterol.Kolesterol yang tinggi (terutama LDL yangteroksidasi) memicu terjadinya kerusakan endotelvaskular yang meningkatkan paparan molekuladesi pada sel endotel dan menurunkankemampuan endotel untuk merilis NO (NitricOxide) yang merupakan vasodilator. Akibatnyapembuluh darah mengalami vasokontriksi dantekanan darah meningkat (Guyton & Hall, 2014).Dengan dasar pemikiran tersebut diatas, makaperlu dilakukan penelitian untuk menganalisis“Perbedaan Asupan Lemak dan Kadar Nitric OxidePada Penderita Hipertensi Dan Normotensi”METODOLOGITempat dan Jangka Waktu PenelitianPenelitian ini dilakukan di Rumah SakitUmum Haji Surabaya pada tahun 2014.Pemeriksaan laboratorium dilakukan di InstalasiPatologi Klinik Rumah Sakit Umum HajiSurabaya dan Laboratorium Kesehatan DaerahSurabaya.Sumber Data dan Instrumen PenelitianSumber data yang dipakai dalam penelitianini adalah hasil pengukuran antropometri untukpenentuan indeks massa tubuh, food recall 2 x 24jam untuk data asupan lemak dan hasil teslaboratorium untuk kadar serum nitric oxide.Sedangkan instrumen yang digunakan dalampenelitian ini meliputi, status rekam medis pasien,lembar kuesioner, lembar food recall, formulirfood frequency, tensimeter, spektrofotometer, alatpengukur berat badan (timbangan injak) danpengukur tinggi badan (microtoise).Metode Penelitiana. Desain Penelitian203Jenis penelitian ini adalah penelitianobservasional analitik dengan desain penelitianComparative Cross Sectional Study. Pada surveyini peneliti akan melakukan pendekatan ataupengukuran terhadap sampel yang berbeda disaatyang hampir bersamaan untuk mengetahui faktorrisiko pada kelompok sampel.b. PopulasiPopulasi penelitian yaitu seluruh pasienhipertensi primer yang berkunjung ke Poli JantungRumah Sakit Umum Haji Surabaya.c. SampelSampel penelitian dibagi menjadi duakelompok yaitu kelompok penderita hipertensiprimer dan kelompok normotensi sebagai kontrol.Kriteria inklusi sampel penelitian yaitu, berusia40-70 tahun dengan hipertensi primer dannormotensi, berjenis kelamin laki-laki danperempuan, bersedia mengikuti penelitian dantelah menandatangani informed consent, bersediadiambil darahnya untuk mengukur kadar nitricoxide. Sedangkan untuk kriteria eksklusinya yaitu,wanita hamil dan menyusui, menderita penyakitlain (seperti, diabetes mellitus, stroke, penyakitjantung koroner, penyakit ginjal dan pasien preoperasi kanker) (Linder, 2010).d. Besar SampelBesar sampel penelitian adalah 15 orangdengan hipertensi primer dan 15 orang normotensi.Sehingga total sampel yang dibutuhkan sebanyak30 orang.e. Teknik Pengambilan SampelTeknik pengambilan sampel dalam penelitianini adalah dengan metode simple randomsampling. Pengambilan sampel disesuaikan denganjumlah semua penderita hipertensi dan normotensiyang tercatat berkunjung ke Poli Jantung InstalasiRawat Jalan Rumah Sakit Umum Haji Surabayadan selanjutnya diambil secara acak pada masingmasing kelompok sesuai dengan jumlah sampel.Definisi Operasional Variabela. Asupan LemakAsupan lemak yang dimaksudkan padapenelitian ini adalah asupan makanan mengandunglemak yang dikonsumsi responden dalam sehari.Diukur dengan Food Recall 2x24 jam. Angkakecukupan zat gizi lemak per hari adalah 65gram/hari (Permenkes RI No.75 Tahun 2013).b. Kadar Nitric OxideKadar Nitric Oxide yang diperiksa dalampenelitian ini adalah kadar Nitric Oxide dalamserum responden yang diketahui sebagai faktorrelaksasi endotelium. Diukur melalui ujilaboratorium menggunakan metode ELISA(Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Kadarnormal serum Nitric Oxide yaitu 25-45 μmol/L(Delmi dkk, 2010).Prosedur Pengumpulan Data

Arinda Lironika S, Asupan Lemak Dan Nitric Oxide Pada Penderia Hipertensi Primer Dan NormotensiData dikumpulkan dengan prosedur sebagaiberikut :1. Memberi penjelasan kepada responden tentangtujuan, manfaat dan dampak penelitiankhususnya terhadap responden dan umumnyaterhadap dunia kesehatan masyarakat.2. Meminta persetujuan responden denganmenandatangani informed consent.3. Melakukan wawancara terhadap respondententang identitas dan karakteristik responden.4. Melakukan recall 24 jam untuk menilai asupanlemak sebanyak 2 (dua) kali pengukuran(selama 2 hari) dan tidak berturut-turut, bukanpada hari libur/hari besar.5. Melakukan pengambilan darah sebanyak 3 mldengan bantuan petugas laboratorium RSUHaji Surabaya.6. Melakukan pemeriksaan kadar serum NitricOxide dengan bantuan petugas laboratoriumLabkesda Surabaya.Teknik Pengumpulan DataData penelitian dikumpulkan dengan teknikwawancara, kuesioner, recall 2x24 jam,pengukuran antropometri dan pemeriksaanlaboratorium. Teknik wawancara dilakukan untukmendapatkan data tentang karakteristik respondenmeliputi umur, jenis kelamin, pendidikan,pekerjaan, kebiasaan merokok, olahraga danriwayat keluarga menderita hipertensi. Data IndeksMassa Tubuh (IMT) diperoleh dari pengukuranantropometri yaitu berat dan tinggi badan.Sedangkan data asupan lemak didapatkan melaluimetode wawancara dan perhitungan food recall2x24 jam.Pengambilan darah dilakukan denganbantuan petugas Laboratorium Patologi KlinikRumah Sakit Umum Haji Surabaya. Selanjutnyadilakukan sentrifugasi pada sampel darah sehinggadidapatkan serum Nitric Oxide untuk dianalisislebih lanjut dengan metode ELISA diLaboratorium Kesehatan Daerah Surabaya.Teknik Pengolahan dan Analisis DataPenelitian ini bertujuan untuk menganalisisperbedaan asupan lemak dan kadar Nitric Oxidepada penderita hipertensi dan normotensi. Datayang terkumpul kemudian dikoding, ditabulasi dandimasukkan ke dalam program komputer. Datadianalisis secara statistik dengan bantuan SPSSversi 16 for Window.Uji statistik yang digunakan dalam penelitianini adalah : Chi-square test untuk mengevaluasiperbedaan proporsi karakteristik responden antarakelompok hipertensi dan normotensi. Untukmenganalisis perbedaan asupan lemak dan kadarnitric oxide antara kelompok hipertensi dannormotensi digunakan uji independent T-test untukdata berskala rasio, uji Mann Whitney untuk databerskala ordinal dan uji Chi Square untuk databerskala nominal. Normalitas distribusi data diujidengan uji Kolmogorov-Smirnov.HASIL DAN PEMBAHASANKarakteristik RespondenPenelitian ini melibatkan 30 orang respondenyang terdiri dari 15 orang penderita hipertensiprimer dan 15 orang dengan tensi normal(normotensi). Jumlah responden yang berjeniskelamin laki-laki lebih banyak daripadaperempuan pada kelompok penderita hipertensiprimer dengan nilai rerata tekanan darah sistolik145.67 9.04 mmHg dan tekanan darah diastolik93,33 6,17 mmHg (tabel 1). Karakteristikresponden dalam penelitian ini dilihat berdasarkanjenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan,tingkat pendapatan, Indeks Massa Tubuh (IMT),kebiasaan olahraga dan riwayat hipertensi dalamkeluarga (tabel 2).Tabel 1. Data Pengukuran Tekanan Darah Pada Kedua Kelompok RespondenUmur (tahun)HipertensiNormotensiTekanan Darah Sistolik (mmHg)HipertensiNormotensiTekanan Darah Diastolik (mmHg)HipertensiNormotensiHipertensi primer diklasifikasikan menurutJNC VIII (The Eighth Joint National Committee)203MeanSDNilai 3.3371.206.174.160.000menjadi 4 stadium yaitu normal jika TDD 120mmHg dan TDS 80 mmHg, pre-hipertensi jika

Arinda Lironika S, Asupan Lemak Dan Nitric Oxide Pada Penderia Hipertensi Primer Dan NormotensiTDD 120-139 mmHg dan TDS 80-89 mmHg,hipertensi stadium I jika TDD 140-159 mmHg danTDS 90-99 mmHg dan hipertensi stadium II jikaTDD 160 mmHg dan TDS 100 mmHg. Padapenelitian ini, sebagian besar responden termasukdalam hipertensi stadium I (Tabel 1).Hipertensi primer dapat muncul sejak umur30-50 tahun. Umur merupakan faktor risikohipertensi yang tidak dapat diubah. Dengansemakin meningkatnya umur seseorang, dindingpembuluh darah akan mulai kehilanganelastisitasnya. Perubahan struktur dan fungsisistem pembuluh darah perifer ini menyebabkanperubahan tekanan darah, khususnya pada usialanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis,penurunan elastisitas jaringan ikat dan relaksasiotot polos pembuluh darah yang pada akhirnyamengakibatkan penurunan kemampuan distensidan daya regang pembuluh darah sehinggakemampuan aorta dan arteri besar dalammengakomodasi volume darah yang dipompa olehjantung menurun, menyebabkan penurunan curahjantung dan peningkatan tahanan perifer sehinggaterjadi peningkatan tekanan darah (Martiningsih,2011). Dari hasil penelitian ini tampak adanyaperbedaan yang bermakna (p α) menurut umurantara kelompok hipertensi dengan normotensi(Tabel 1).Selain itu terdapat keterkaitan antara umurdengan paparan radikal bebas yang dapatmenyebabkan kejadian hipertensi. Tanpa disadaritubuh menghasilkan radikal bebas secara terusmenerus, baik melalui metabolisme normalmaupun dari lingkungan seperti polusi udara,ultraviolet, asap rokok, makanan (tinggi lemak,rendah serat) dan lain-lain. Oleh karena itu, seiringdengan umur yang bertambah, maka bertambahpula penumpukan radikal bebas dalam tubuhhingga terjadi stres oksidatif dan peningkatantekanan darah (Winarsih, 2013).Tabel 2. Data Karakteristik Responden Pada Kedua KelompokJenis kelaminLaki-lakiPerempuanTingkat pendidikanTidak sekolahLulus SDLulus SLTPLulus SMULulus S1Jenis pekerjaanPegawai NegeriSwastaWiraswastaPensiunanTidak BekerjaIMTNormalKelebihan BBObesitasKebiasaan OlahragaTidak pernah 3x dalam seminggu 3x dalam semingguKebiasaan MerokokYa, pernahTidak pernahRiwayat HipertensiAdaTidak ada203Hipertensi%Normotensi%Nilai ,733,326,773,30,028

Arinda Lironika S, Asupan Lemak Dan Nitric Oxide Pada Penderia Hipertensi Primer Dan NormotensiSelain umur, ada beberapa faktor risikohipertensi yang tidak dapat diubah lainnya yaitujenis kelamin dan faktor genetik. Sedangkan untukfaktor risiko hipertensi yang dapat diubah antaralain, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, indeksmassa tubuh, kebiasaan olahraga dan merokokserta ada atau tidak riwayat hipertensi dalamkeluarga. Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwaterdapat perbedaan yang bermakna (p α)menurut jenis pekerjaan, indeks massa tubuh,kebiasaan merokok dan adanya riwayat hipertensidalam keluarga antara kelompok hipertensi dengankelompok normotensi. Sebaliknya, jika dipandangdari karakteristik jenis kelamin, tingkat pendidikandan kebiasaan olahraga tidak ditemukan adanyaperbedaan (p α) pada kedua kelompok.Jenis kelaminInsiden hipertensi pada laki-laki lebih tinggidibandingkan perempuan sampai usia sekitar 55tahun. Pada usia antara 55-74 tahun risikohipertensi hampir sama pada laki-laki danperempuan. Namun, perempuan akan berisikolebih tinggi terkena hipertensi setelah usia 74tahun (AHA, 2008; Black & Hwaks, 2009). Hal inidikaitkan dengan penurunan kadar hormonesterogen (Kumar V, 2005).Esterogen sebenarnya bukan sekedar hormonpada perempuan, karena diketahui bahwaesterogen juga dapat menjalankan fungsi sebagaiantioksidan. Peranan estrogen sebagai antioksidanadalah mencegah proses oksidasi LDL sehinggakemampuan LDL untuk menembus plakberkurang. Peranan estrogen yang lain adalahsebagai pelebar pembuluh darah dan elastisitaspembuluh darah. Dengan berkurangnya estrogenpada saat menopause maka tubuh wanita menjadirentan terhadap risiko hipertensi (Guyton & Hall,2014).Namun, hasil penelitian menunjukkan tidakadanya perbedaan ( p α ) jenis kelamin antarapenderita hipertensi dan normotensi. Hal inididuga, perempuan dan laki-laki memiliki peluangyang sama terpapar berbagai faktor risikohipertensi eksternal seperti pergeseran gaya hidupdalam pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisikkurang dan stess akibat pekerjaan, pendidikanataupun ekonomi.Tingkat pendidikan dan jenis pekerjaanTingkat pendidikan dan jenis pekerjaanmerupakan kondisi dasar eksternal terkait faktorsosial-ekonomi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa persentase responden yang berpendidikanlebih banyak terkena hipertensi daripada yangtidak sekolah. Pendidikan berkaitan dengan tingkatpengetahuan yang berperan dalam berperilakusehat. Pandit (2009) mengatakan bahwa203pendidikan berhubungan dengan kontrol tekanandarah yang lebih baik. Semakin tinggi tingkatpendidikan semakin tinggi pula pengetahuan dankesadaran untuk melakukan kontrol terhadaptekanan darah.Sedangkan untuk jenis pekerjaan, hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa terdapatperbedaan bermakna dari jenis pekerjaan antarakedua kelompok. Hal ini telah sesuai denganpenelitian yang dilakukan Van Minh (2006) danPandit (2009), yang memberikan hasil terdapathubungan antara jenis pekerjaan dengan hipertensi.Semakin tinggi jenis pekerjaan, tingkat stresssemakin tinggi juga sehingga mempengaruhitekanan darah.Selain itu, jenis pekerjaan menentukantingkat pendapatan dimana tingkat pendapatanyang lebih besar mendorong kecenderungan untukbergaya hidup mewah terutama dalam halkonsumsi makanan diit tinggi lemak, seperti fastfood dan makanan praktis lainnya, kebiasaanmerokok dan konsumsi alkohol yang dapatmenyebabkan hipertensi.Indeks Massa TubuhFaktor berat badan juga berperan terhadapterjadinya hipertensi. Terutama peningkatan lemaktubuh di daerah perut pada penderita obesitas(Black & Hawks, 2009). Pada penelitian ini,menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p α ) dilihat dari IMT responden pada keduakelompok. Berdasarkan (National Health andNutrition Examination Examination Survey(NHANES III), prevalensi hipertensi pada orangyang memiliki IMT 30 kg/m2 adalah 42% padapria dan 38% pada wanita dibandingkan denganprevalensi hipertensi pada orang yang memilikiIMT normal 25 kg/m2 adalah 15% pada pria danwanita (Brown CD, 2000). Risiko peningkatantekanan darah pada orang yang overweight duasampai enam kali lebih besar daripada orang yangmemiliki berat badan normal (NIH, 2004).Framingham Heart Study menunjukkanbahwa, 78% hipertensi yang terjadi pada laki-lakidan 65% pada wanita diakibatkan secara langsungoleh kegemukan atau obesitas (Lilyasari, 2007).Hipertensi primer dengan kenaikan beratbadan berlebih atau obesitas bisa terjadi karenapeningkatan curah jantung akibat aliran darahtambahan yang diperlukan untuk jaringan adiposaekstra dan meningkatnya laju metabolik seiringdengan peningkatan berat badan (Guyton & Hall,2014). Disamping itu, juga dipengaruhi on sistem saraf simpatis , resistensinatrium dan disregulasi salt regulating hormone(Lilyasari, 2007), sistem renin-angiotensin (Engeli

Arinda Lironika S, Asupan Lemak Dan Nitric Oxide Pada Penderia Hipertensi Primer Dan NormotensiS, Sharma AM, 2001) dan peningkataninflammatory pathways (Meerarani P et al, 2006).Kebiasaan olahragaMelakukan aktivitas fisik atau olahragasecara teratur selama 30-45 menit/hari diketahuisangat efektif dapat mengurangi risiko hipertensihingga mencapai 19-30%. Begitu juga halnyadengan kebugaran kardio respirasi tinggi pada usialansia diduga menurunkan risiko hipertensi sebesar50% (Rahajeng, 2009).Hal ini berlawanan dengan hasil penelitian iniyang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaanbermakna dengan nilai p α (p 0,092) dalamkebiasaan berolahraga antara kelompok hipertensidan normotensi. Artinya responden pada .Olahraga dapat mengurangi tekanan darahmelalui penurunan berat badan dan bagaimanatekanan darah dihasilkan. Tekanan darahditentukan oleh dua hal yaitu jumlah darah yangdipompa jantung per detik dan hambatan yangdihadapi darah dalam melakukan tugasnya melaluiarteri. Olahraga dapat menyebabkan pertumbuhanpembuluh darah kapiler yang baru dan jalan darahyang baru. Hal yang dapat menghambat pengalirandarah dapat dikurangi yang berarti mengurangitekanan darah (Choudhury, 2005).Selain itu, olahraga fisik dapat mencegah Leftventricular hypertrophy (LVH), menurunkantahanan perifer yang akan menurunkan tekanandarah sistolik dan diastolik sebesar 5–7 mm Hg.Penurunan tekanan darah sebanyak 2 mmHg dapatmengurangi risiko stroke 14–17 % dan menekanrisiko penyakit kardiovaskuler sampai 9%(Yuliantini & Maigoda, 2011).Kebiasaan MerokokKebiasaan merokok berkorelasi dengan hipertensi,dimana dijelaskan bahwa pengaruh nikotin dalamperedaran darah menyebabkan meningkatnyadenyut jantung dan tekanan darah. Zat kimiaberacun ini dihisap melalui rokok kemudian masukke dalam aliran darah dan merusak lapisan endotelpembuluh darah arteri sehingga mengakibatkanproses artereosklerosis dan tekanan darah tinggi(Martiningsih, 2011). Kerusakan membranendotelial pembuluh darah dapat mempengaruhipenurunan rilis NO (Nitric Oxide).Riwayat Hipertensi Dalam KeluargaFaktor genetik memiliki peranan 30% terhadapkejadian hipertensi. Faktor genetik mempengaruhiregulasi sistem renin-angiotensin-aldosteron danlainnya yang mempengaruhi tonus vaskuler,trasportasi garam dan air pada ginjal yangberhubungan dengan perkembangan hipertensi.Meskipun demikian, keterkaitan faktor genetiksecara langsung terhadap kejadian hipertensi masihbelum diketahui (Kasper et al, 2005 dalam Lemone& Burke, 2006).Tabel 3. Data Asupan Lemak dan Kadar Nitric Oxide Pada Penderita Hipertensi dan NormotensiAsupan LemakHipertensiNormotensiKadar Nitric OxideHipertensiNormotensiMeanSDNilai 3Asupan LemakDisamping beberapa faktor risiko tersebutdiatas, hipertensi juga dapat terjadi oleh karenafaktor nutrisi/makanan. Salah satu faktor makananyang dianggap memiliki peranan penting adalahasupan lemak.Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwarerata asupan lemak pada penderita hipertensi lebihtinggi daripada normotensi. Setelah dianalisismenggunakan uji independent T-Test ternyatamenunjukkan adanya perbedaan yang bermaknaantara jumlah konsumsi lemak pada kelompokhipertensi dan normotensi dengan nilai p α (p 0,004).Lemak dibutuhkan oleh tubuh sekitar 20-30%dari total kebutuhan energi per hari dengan203pembatasan lemak jenuh 10% dari total energiyang dibutuhkan. Asupan tinggi lemak jenuh dapatmenyebabkan dislipidemia yang merupakan rosis akan meningkatkan resistensidinding pembuluh darah yang dapat ya peningkatan denyut jantung dapatmeningkatkan volume aliran darah yang berefekterhadap peningkatan tekanan darah. Sumberlemak jenuh banyak terdapat pada protein hewani,apabila asupan protein hewani berlebihancenderung dapat meningkatkan kadar kolesteroldarah (Emiria, 2012).

Arinda Lironika S, Asupan Lemak Dan Nitric Oxide Pada Penderia Hipertensi Primer Dan NormotensiKadar Nitric OxideNitric Oxide (NO) merupakan EndothelDerived Releasing Factor (EDRF) yang bersifatsebagai vasodilator dan pelicin untuk mencegahperlekatan Low Density Lipoprotein (LDL) dansel-sel darah. Nitric oxide diproduksi oleh selendotel dari asal amino L-arginin dalam suaturekasi yang dikatalisis oleh enzim Nitric OxideSintase (NOS). Nitric oxide dapat menyebabkanguanilil siklase dalam otot polos vaskuler tidakaktif, sehingga terjadi akumulasi guanosinmonofosfatsitosol (cGMP) dan relaksasi (Sunartidkk, 2007).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatperbedaan yang bermakna dari kadar Nitric Oxideresponden pada kelompok normotensi danhipertensi dengan nilai p α (p 0,023). Nilairerata kadar Nitric Oxide pada kelompok hipertensilebih rendah daripada normotensi. Hal ini sesuaidengan beberapa penelitian yang menunjukkanbahwa pada penderita hipertensi primer terjadigangguan vasodilatasi tergantung endotel yangdisebabkan oleh penurunan ketersediaan NitricOxide (Sunarti dkk, 2007).Hubungan Asupan Lemak dengan kadar serumNitric OxideHasil penelitian ini mengungkapkan bahwaasupan tinggi lemak ternyata berhubungan (p α)dengan kadar serum Nitric Oxide. Seperti halnyapada penelitian sebelumnya (Delmi, 2011),didapatkan hubungan antara asupan lemak dengankadar Nitric Oxide plasma. Hasil yang sama jugatelah dilaporkan Cook et al pada hewan percobaandengan delesi gen eNOS3. Hewan percobaandibagi menjadi dua kelompok, satu kelompokdiberi diit tinggi lemak dan kelompok yang laindiberi diit biasa. Hasil penelitian ini adalahkelompok yang diberi diit tinggi lemakmemproduksi Nitric Oxide 60% lebih rendahdibandingkan kelompok diit biasa dan tekanandarah secara bermakna lebih tinggi.Konsumsi makanan yang mengandung tinggiasam lemak jenuh dapat meningkatkan kadarkolesterol dalam darah dan menyebabkanaterosklerosis. Menurut Ganong (2010), prosesawal terjadinya aterosklerosis yaitu infiltrasiLowDensity Lipoprotein (LDL) ke dalam subendotelium. LDL merupakan lipoprotein yangberperan dalam transport kolesterol ke hepar danjaringan perifer yang membutuhkan. Jika terdapatkelebihan LDL dalam darah, LDL tersebut akanmasuk ke lapisan sub-endotel pembuluh darah danmemicu pembentukan sel busa yang selanjutnyadapat berkembang menjadi fatty streak (Haryanto,darah sehingga meminimalkan terjadinyakomplikasi hipertensi.2032013). Endotelium rentan mengalami shear stressatau deformitas akibat aliran darah. Akibatnya,terjadi disfungsi endotelium.Bentuk kolesterol LDL yang teroksidasi(oxLDL) berperan penting pada patogenesisdisfungsi endotel. Jejas vaskuler awal dari yangdapat menyebabkan aterosklerosis mengakibatkandinding vaskuler permeabel terhadap berbagailipoprotein seperti VLDL kolesterol, kilomikron,dan kolesterol LDL, sehingga mengakibatkanterperangkapnya lipid tersebut pada lapisan intimadari vaskuler. Kolesterol LDL kemudian akanmengalami oksidasi oleh superoxide yangdihasilkan oleh NAD(P)H oxidase makrofag.OxLDL dapat merangsang sejumlah proses redoxsensitive yang mempunyai dampak jelek terhadapfungsi endotel. Melalui penghambatan terhadapaktivitas eNOS dan inaktifasi NO,oxLDL dapatmenurunkan bioavailabilitas NO (Amelia dkk,2011).Jadi, pengaruh asupan tinggi asam lemakterhadap kerusakan sel endotel yang ditandaidengan penurunan kadar Nitric Oxide berdampakpada terjadinya hipertensi. Penurunan kadar NitricOxide yang terjadi karena sintesa Nitric Oxidemenurun atau akibat degradasi yang meningkatsehingga produksi anion superoksid berlebihanmengakibatkan penurunan penghambatan prosesaterogenik dan trombogenik dan penurunankemampuan dilatasi arteri koroner (Zieman, 2001).KESIMPULAN DAN SARANKesimpulanDari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagaiberikut :1. Terdapat perbedaan yang bermakna dari jumlahkonsumsi lemak antara kelompok normotensidan hipertensi. Jumlah konsumsi lemak tinggiterjadi pada kelompok hipertensi.2. Terdapat perbedaan yang bermakna dari kadarnitric oxide antara kedua kelompok dimanakelompok hipertensi memiliki kadar nitricoxide lebih rendah daripada kelompoknormotensi.3. Asupan lemak tinggi berhubungan denganpenurunan kadar nitric oxide pada penderitahipertensiSaran1. Penderita hipertensi sebaiknya melakukanupaya pencegahan melalui pengaturan diitdengan membatasi asupan lemak denganharapan penderita dapat mengontrol tekanan2. Penelitian berikutnya perlu dilakukan karenapenelitian ini hanya sebatas menemukan

Arinda Lironika S, Asupan Lemak Dan Nitric Oxide Pada Penderia Hipertensi Primer Dan Normotensipenurunan kadar nitric oxide pada penderitahipertensi.DAFTAR PUSTAKAAmelia, R., Oenziel, F., & Nasrul, E. (2011).PengaruhDietTinggiAsamLemakTerhadap FungsiEndotel Pembuluhdarah Tikus Jantan Strain Wistar. Tesis ,Pasca Sarjana Universitas Andalas Padang.American Heart Association. 2008. tanggal 10 Desember 2014.Black, M.J., & Hawks, H.J. 2009. MedicalSurgical Nursing : Clinical Management ForPositive Outcomes. Edition 8. Volume 2.Singapore : ElsevierChoudhury A and G Y H Lip. (2205). Exerciseand Hypertension. Journal of HumanHypertension ;19:585Balitbangkes. (2008). Laporan Nasional RisetKesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun2007. Jakarta: Badan Penelitian danPengembangan Kesehatan, DepartemenKesehatan RI.Brown CD. 2000. Body Mass Index And ThePrevalenceofHypertensionAndDyslipidemia. Obes Res 8 : 605Delmi, S., Rahmatini, Indrawati, N., Edwar, Z.(2010). Pengaruh Asupan AntioksidanTerhadap Ekspresi Gen eNOS3 PadaPenderita Hipertensi Etnik Minangkabau.Maj Kedokt Indonesia,Vol : 60, No:12 , 564570.Engeli S, Sharma AM. 2001. The ReninAngiotensin System And n. J Mol Med 79:21Emiria, R. 2012. Asupan Protein, Lemak Jenuh,Natrium, Serat Dan IMT Terkait DenganTekanan Darah Pasien Hipertensi Di RSUDTugurejo Semarang. Artikel Penelitian :Program Studi Ilmu Gizi FakultasKedokteran Universitas DiponegoroSemarangGanong, W. F. (2010). Penyakit Kardiovaskular :Penyakit Vaskular. In W. F. Ganong, & S. J.McPhee, Patofisiologi Penyakit : PengantarMenuju Kedokteran Klinis Edisi 5 (pp. 322350). Jakarta: EGCGuyton & Hall. 2014. Buku Ajar FisiologiKedokteran Edisi Keduabelas. Singapore :Saunder Elsevier.Haryanto, A., Sayogo, Savitri. (2013).Hiperkolesterolemia: Bagaimana P

yang sudah didiagnosis hipertensi oleh tenaga kesehatan dan hanya 0,4% kasus yang sudah minum obat hipertensi. Menurut The Eighth Report of the Joint National Committee on detection, education, and treatment of high blood pressure (JNC