Transcription

Kompilasi Kutipan Khotbah Jumat diBulan Muharram Tahun 1430, 1432, 1433dan 1434 Hijriyah QamariyahVol. VIII, Nomor 09, 23 Hijrah 1393 HS/Mei 2014Diterbitkan oleh Sekretaris Isyaat Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah IndonesiaBadan Hukum Penetapan Menteri Kehakiman RI No. JA/5/23/13 tgl. 13 Maret 1953Pelindung dan Penasehat:Amir Jemaat Ahmadiyah IndonesiaPenanggung Jawab:Sekretaris Isyaat PBPenerjemahan oleh:Mln. Hasan Bashri, ShdMln. Dildaar Ahmad DartonoMahmud Ahmad SuRehmanMln. Muhammad AliMln. Ahsan Ahmad Anang StyEditor:Mln. Dildaar Ahmad DartonoMln. Ridwan ButonC. Sofyan NurzamanDesain Cover dan type setting:Desirum Fathir dan Rahmat Nasir JayaprawiraISSN: 1978-2888

Khotbah Jumat di Bulan MuharramDAFTAR ISIKompilasi Kutipan Khotbah Jumat di Bulan Muharram: 1-102Persoalan, Konflik dan Solusi Problematika Umat IslamKhotbah Jumat 9 Muharram 1434 HQ/23 Nopember 2012:Penghormatan atas Kemuliaan Para Sahabat NabiMuhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamPenerjemah : Dildaar Ahmad Dartono dan Muhammad AliKhotbah Jumat 6 Muharram 1433 HQ/2 Desember 2011:Jemaat Ahmadiyah : Solusi Persatuan Umat IslamPenerjemah : Dildaar Ahmad Dartono dan MahmudAhmad SuRehmanKhotbah Jumat 4 Muharram 1432 HQ/10 Desember 2010:Bulan Muharram dan Status Hadhrat Imam Husainradhiyallahu Ta’ala ‘anhuPenerjemah : Hasan Bashri, Shd dan Dildaar AhmadDartono1-2526-5354-74Khotbah Jumat 04 Muharram 1430 HQ/02 Januari 2009:Shalawat dan Doa, serta Cara-Cara untuk Memperbaiki 75-102Perselisihan dan Meraih PerdamaianPenerjemah : Hasan Bashri, Shd dan Ahsan Ahmad AnangSty.

Khotbah Jumat di Bulan MuharramPokok-Pokok Bahasan Khotbah Jumat 23-10-2012Sepuluh Muharram nan Hitam Kelam; Para Sahabat Nabisaw Satu Front Menghadapi Ancaman Luar; KunciPenghentian Kekerasan Antar Sunni-Syiah: Mengetahuidan Menempatkan Kedudukan Sahabat menurutTempatnya Masing-Masing; Kedudukan Empat KhalifahRasulullah saw; Kedudukan, Keistimewaan dan Jasa-JasaHadhrat Imam Hasan ra Para Nabi dan Orang Suci adalahPanutan Bukan Sesembahan atau Pujaan; Kedudukan,Keistimewaan dan Jasa-Jasa Hadhrat Imam Husain ra;Siapakah itu Aal Muhammad (Keluarga Muhammad saw)?;Peranan Pihak Non-Islam, Mengail di Air Keruh;Muharram dan Doa-Doa; Doa untuk Warga Palestina TakBerdosa; Syair bahasa Persia Mengenai Hadhrat Ali ra dansyair bahasa Urdu tentang Hadhrat Husain raPokok-Pokok Bahasan Khotbah Jumat 2-12-2011Menanggapi tuduhan bahwa Ahmadiyah membuat firqahbaru, dan Ahmadiyah sama seperti kelompok-kelompokdalam Islam umumnya dan menambah perpecahan kaumMuslimin; Maqam (kedudukan) para sahabat NabiMuhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, khususnya parakhalifah rasyidin; Ta’zhim (penghormatan) kepada paranabi, para wali, para imam dan para mujaddid namuntidak ghulluw (berlebih-lebihan); Adanya sifat keyahudiandalam umat Islam – Menentang dan menganiaya orangorang suci dan tak bersalah; Penyebutan status HadhratImam Husain ra dan kejahatan Yazid; Doa untuk kaumMuslimin dan umat manusia agar terhindar darikerusakan, bala-bencana dan perang duniaVol. VIII, nomor 09, 23 Hijrah 1393 HS/Mei 2014i

Khotbah Jumat di Bulan MuharramPokok-Pokok Bahasan Khotbah Jumat 10-12-2010Syair Mengenai Husain dan Yazid, serta SiapakahKelompok Keduanya; Tragis, Zalim (Penganiaya) danMazhlum (Teraniaya) Berada di bawah Kalimah Syahadatyang sama; Hadhrat Imam Hasan dan Hadhrat ImamHusain dalam pandangan Hadhrat Rasulullah saw;Bagaimanakah Menyintai Seseorang Itu?; Detik-DetikMenyedihkan Syahidnya Imam Husain; KekejamanTentara Ibnu Ziyad, Perwira Yazid; Mengapa HadhratHusain Tidak Baiat Kepada Yazid?; Hadhrat HusainMenghendaki Perbaikan dengan Damai; Khilafat YazidDitolak oleh Putra Kandungnya Sendiri; PeristiwaPeristiwa Yang Menyedihkan dan MelemahkanPerkembangan Islam seperti Pensyahidan Husain TidakAkan Terulang Lagi di Zaman Imam Mahdi; PentingnyaKontinyuitas dan Intensitas Shalawat; Husain dan Yazid diMata Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam; Siapa ituOrang Beriman?Pokok-Pokok Bahasan Khotbah Jumat 02-01-2009Bulan Muharram, Kalender Islam atau KalenderQamariyah (hitungan bulan), Kalender Syamsiyah(hitungan matahari); Hubungan hari Jumat denganHadhrat Masih Mau'ud dan Komentar atau Tafsirmengenai Surah Jumu’ah; Tujuan kenabian NabiMuhammad saw; penelitian ilmiah; Pentingnya Shalawatdan Hubungannya dengan Menghindari Saling Membencidan Menumbuhkan Saling Menyintai sesama umat h Nabi dan Martabat Para Sahabat Nabi saw;Konflik Palestina-Israel: Perang agama tidak cocok dizaman sekarang dan Ungkapan Selamat Tahun BaruiiVol. VIII, nomor 09, 23 Hijrah 1393 HS/Mei 2014

Khotbah Jumat di Bulan MuharramKhotbah JumatSayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor AhmadHadhrat Khalifatul Masih V ayyadahulloohu ta’ala binashrihil ‘aziiz 28tanggal 2 Fatah 1390 HS/Desember 2011di Mesjid Baitul Futuh, London. ٰم ٌَُٗ ه َ ٠ْ َش ِ زْ َذُٖ َال ش َٚ ُ ّ َ ُذ أَ ْْ َال ئِ ٰمٌَٗ ئِ َّرال ٙ أَ ْش ٌُُٗ ُْٛ َسع َٚ ُٖ َ ُذ أَ َّرْ ُِ َس َّرّ ًذ َػ ْث ُذ ٙ أَ ْش َّٚ ْ ُر تِ ٰم ٛ أَ َّرِا تَ ْؼ ُذ فَأ َ ُػ ُِْ ١ َا ِْ ٌ َّرش ِخ ١ْ ااِ َِِٓ ٌ َّرل ِٓ ٠ْ ْ َِ ٌ ِّرذ َٛ٠ ه ِ ٌِ ) َِا ٣( ُِْ ١ ) ٌشَّرزْ ّٰم ِٓ ٌ َّرش ِز ٢( َٓ١ْ ِّ ٌَ ) َ ٌْ َس ّْ ُذ ِ ٰم ّاِ َسبِّر ٌْ َؼا ١( ُِْ ١ تِغ ُِْ ٰم ّ ِ ٌشَّرزْ ّٰم ِٓ ٌ َّرش ِز ُْ ِٙ ١ْ ٍَ َٓ أَ ْٔ َؼ ّْدَ َػ ٠ْ ص َش طَ ٌَّر ِز ) ِ ْ٘ ِذَٔا ي ِّر ٥( ُْٓ١ ن َٔ ْغرَ ِؼ َ َّرا ٠ِ ئ َٚ ن َٔ ْؼثُ ُذ َ َّرا ٠ِ ) ئ ٤(ِ )٦( َُ ١ْ ِ ص َش طَ ٌْ ُّ ْغرَم ْ َّ ٌْ ِْش ١ َ)٧( َٓ١ْ ال ٌلَّراٌِّر َٚ ُْ ِٙ ١ْ ٍَ ب َػ ل ُِْٛ ال َّزد َ ِلن Segolongan dari kaum Muslimin memusuhi Ahmadiyahtanpa menimbang-nimbang (tanpa pemikiran mendalam) sebagaiakibat taqlid (patuh dan menuruti secara membuta, tanpakritisme) kepada apa saja yang dikatakan oleh mereka yangdinamakan ulama, yang pekerjaannya menimbulkan fasad(keonaran, kerusuhan).Sementara itu, segolongan lainnya dari mereka (kaumMuslimin) dan merupakan berjumlah sangat banyak tidakmemiliki hubungan dengan agama. Mereka shalat hanya padawaktu Id atau sebanyak-banyaknya shalat Jumat, yang itu pundilakukan kadang-kadang saja. Banyak diantara mereka yang tidakmenyukai segala macam pemaksaan dan kekerasan dalam halagama dan tidak menyetujui fatwa-fatwa pengkafiran yangbersumber dari para mullah (ulama) namun bersamaan denganitu disebabkan adanya rasa takut maka mereka itu diam saja.Namun, ada juga sebagian dari antara mereka yangmeskipun sedikit pengetahuan agamanya, tetapi memiliki ghairat(semangat kepedulian) agar berbagai keberatan yang dilontarkanoleh beberapa pihak luar Islam dapat segera dijawab. Mereka28Semoga Allah Ta‟ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang perkasa26Vol. VIII, nomor 09, 23 Hijrah 1393 HS/Mei 2014

Khotbah Jumat di Bulan Muharramsangat mendambakan berbagai macam firqah di dalam Islamdapat bersatu-padu menghadapi musuh-musuh Islam dandajjaliyat. Di dalam golongan ini terdapat orang-orang Muslimyang tinggal di Pakistan, India, negara-negara Arab dan orangorang Muslim dari negeri-negeri lainnya.Sesungguhnya, orang-orang yang mengenal Islam hanyasebagai nama Islam saja itu dan tidak termasuk ke dalam golonganmana pun berkeberatan dengan Jemaat Ahmadiyah ataumempertanyakan di berbagai kesempatan, “Bukankah di masaawal di dalam Islam tidak ada firqah sedangkan anda telahmembuat satu firqah (golongan) dalam Islam?” Merekamenyampaikan kepada kita, “Apabila anda sekalian (Ahmadiyah)bersimpati kepada Islam, berusahalah agar bebas dari belenggufirqah-firqah (tidak terpecah-belah atau tidak masuk danmembuat golongan tersendiri)”.Maka dengan ini, hal pertama dari yang banyak hal [yangingin saya sampaikan] adalah saya mengucapkan terima kasih darisegi ini kepada pihak yang mempertanyakan karena sekurangkurangnya mereka itu telah menganggap kita sebagai satugolongan dalam kaum Muslimin, menganggap kita orang Islam.Mereka tidak menyematkan fatwa kafir tanpa pemikiran.Kepada orang-orang yang demikian, inilah yang ingin sayatanyakan, “Allah Ta’ala telah bersikap kasih-sayang kepada umatMuslim sehingga sesuai dengan janji-Nya sendiri, sesuai dengannubuatan (kabar tentang masa kemudian) dari HadhratMuhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Dia telahmengutus Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani ‘alaihishshalaatu was salaam dan menjadikannya al-Masih al-Mau’ud danal-Mahdi al-Ma’huud untuk mengakhiri firqah-firqah (golongangolongan, kelompok-kelompok).Kaum Muslimin yang masuk kedalam Jemaat Ahmadiyah[sebenarnya] telah menyampaikan salaam Nabi Muhammad sawkepada Masih Mau’ud as, mereka berasal dari berbagai macamgolongan Islam; masuk kedalam Jemaat Ahmadiyah sembariVol. VIII, nomor 08, 02 Hijrah 1393 HS/Mei 201427

Khotbah Jumat di Bulan Muharrammeninggalkan golongannya masing-masing; untuk mengamalkanajaran Islam yang hakiki mereka masuk kedalam JemaatAhmadiyah. Allah Ta’ala telah memberi karunia kepada merekadengan membukakan mata bashirah mereka sehingga setelahmengatakan, “Salam sejahtera, selamat tinggal!” kepada ikatanfirqah (kelompok) mereka pun menerima Islam hakiki (yaituJemaat Ahmadiyah).Selanjutnya dengan berbaiat kepada hakam dan ‘adal iniyang mengenainya telah dinubuatkan oleh Hadhrat MuhammadRasulullah saw supaya riwayat-riwayat, ajaran-ajaran dan bid’ahbid’ah yang salah yang masih terdapat di berbagai firqah Islamdapat dibersihkan; mereka dapat diperlihatkan cahaya ajaranyang sebenarnya dari Alqur’an dan mereka dapat diusahakan agarsesuai dengan ajaran yang sebenarnya dari Alqur’an dan beramalberdasarkan hal itu. Hal ini semata-mata adalah natijah (buah,akibat, dampak positif) dari tarbiyat dan pencerahan hakiki ajaranIslam dari seorang wujud yang diutus oleh Allah Ta’ala, bahwaJemaat Ahmadiyah sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul saw,menganggap setiap orang yang mengikrarkan Kalimah adalahMuslim.Bagi seorang Muslim, untuk disebut Muslim bagiseseorang cukup mengikrarkan, " ‘ "ال إلو هللا مذ رطٌآ هللا Laa illaahaillAllaah, Muhammadur Rasulullah’ dan ini terbukti dari Hadits.2929Muslim, Kitab al-Imaan bab bayan al-imaan wal islaam wal ihsaan أَ ْْ الَ ئٌََِٗ ئِالَّر ُٚ َذ ٙ َ ْل ٠ ٝ اط َزرَّر ُ ْ «أُ ِِش : َعٍَّر َُ لَا َي َٚ ِٗ ١ْ ٍَ َّر ُ َػ ٝ صٍَّر َ خ أَ ْْ أُلَاذِ ًَ ٌَّٕر َ ِ ِي َّر ُٛ َشجَ ػ َْٓ َسع ٠ْ ُ٘ َش ِٟ ػ َْٓ أَت َ َّر ُ َّر َََ ِّر ُ تِ َّا ِخ ْئ َٚ ِٟ ت ُِِٕٛ ُْإ ٠َٚ ُ َّر َ ُ ُْ ئِال تِ َس ِّر ٌٙ َٛ ِْ أ َٚ ُْ ُ٘ ِد َِا َء ِِٟٕ ُّٛ ص »ِ ٍٝ ُ ُْ َػ ُٙ ِز َغات َٚ كَ٘ا َ ٌِ ر ٍٛ د تِ ِٗ فَاِ َر ف َؼ َ ه َػ Rasulullah saw bersabda, “Aku diperintahkan memerangi (menghadapi) manusiahingga mereka beriman tiada yang patut disembah selain Allah dan beriman kepadaapa-apa yang kubawa dan jika mereka mengerjakannya wajib bagiku menjaga darahdan harta mereka kecuali pada haknya dan hisab (perhitungan amalnya) adalah hakAllah.” (Shahih Muslim, kitabul iman)Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, “Islamdibangun atas lima hal, syahadat (kesaksian atau ikrar) „laa ilaaha illallah wa annamuhammadan „abduhu wa rasuuluhu‟ – Tiada yang patut disembah selain Allah dansesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat,28Vol. VIII, nomor 09, 23 Hijrah 1393 HS/Mei 2014

Khotbah Jumat di Bulan MuharramTetapi, sebaliknya, perhatikanlah firqah-firqah (golongangolongan Muslim) lainnya maka akan nampak satu dengan yanglain terus-menerus mengeluarkan berbagai fatwa takfir (yangmenyatakan atau menuduh seseorang keluar dari Islam). Jadi,kesalahan pemahaman orang-orang yang jauh dari Islam itu [yangmengatakan] bahwa dalam kondisi umat Islam yang telah terbagimenjadi berbagai firqah lalu Jemaat Ahmadiyah telah menambahsatu lagi dasar kerusakan dengan mendirikan satu kelompok lainlagi (dalam kalangan umat Islam) merupakan akibat darikekurangan dalam ilmu pengetahuan tentang Alqur’an dan Hadits.Siapa saja yang menelaah literatur firqah (golongan) lain pastimelihat tumpukan fatwa takfir dari satu golongan menentanggolongan lain.[Sebaliknya], apabila seseorang mempelajari literatur(buku-buku atau tulisan-tulisan terbitan) Jemaat Ahmadiyah, akandidapatinya berbagai dalil yang membela (mempertahankan)Islam dari berbagai macam serangan [kritikan] pihak luar [Islam].Atau, nampak permintaan seruan kepada kaum Muslimin agarmeninggalkan racun fatwa takfir dan menaruh perhatian kepadakesiapsediaan terhadap pengkhidmatan kepada Islam. Atau, kiatapa saja yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban terhadaphuquuqullooh dan huquuqul ‘ibaad. Atau akan terlihat dengan jelasapa saja yang seharusnya kita lakukan untuk menyebarluaskanperdamaian dan cinta kasih di dunia dan bagaimana upaya kitauntuk mendinginkan api kebencian. Atau, bagaimana kedudukanpara sahabat Hadhrat Rasulullah saw yang setiap dari merekaadalah bintang bercahaya yang patut kita ikuti, masing-masingdari mereka mempunyai kedudukan tersendiri.Jadi, dalam literatur-literatur Jemaat Ahmadiyah, hal-halyang indahlah yang nampak dan bukan fatwa-fatwa pengkafiran.Seperti telah saya katakan sebelumnya, siapa saja dapatmenyaksikan tumpukan demi tumpukan fatwa takfir (salingmembayar zakat, haji dan shaum Ramadhan.” (Shahih Muslim, kitabul iman, babqaulun nabi saw, buniyal islaam ) RedaksiVol. VIII, nomor 08, 02 Hijrah 1393 HS/Mei 201429

Khotbah Jumat di Bulan Muharrammengkafirkan) dan fatwa saling menentang satu dengan yang lainkala mempelajari buku fatwa kelompok-kelompok (Muslim).Poin terakhir yang telah saya sebut tadi ialah tentangapakah maqam (kedudukan) para sahabat? Pembicaraan ini yangsaya ambil [untuk dibahas di kesempatan ini]. Bila diperhatikan didalam Islam telah terbagi menjadi dua golongan besar. Masingmasing golongan itu selanjutnya terbagi menjadi firqah-firqah.Syiah dan Sunni. Syiah dan Sunni keduanya sama-sama ghulluw(melampaui batas) dan berlebihan; mereka tidak mau menahandiri dalam merendahkan kemuliaan derajat para sahabatRasulullah saw.Dikarenakan sikap ghulluw ini, mereka sudah dan sedangterus-menerus saling memfatwakan kafir antara satu terhadaplainnya. Bila salah satu pihak (golongan Syiah) menyajikankemuliaan derajat Hadhrat Ali radhiyallahu ta’ala ‘anhu danHadhrat Imam Husain ra sedemikian luhurnya, sekaligus pulaberupaya menjatuhkan dengan sangat menzalimi kedudukan parasahabat besar dan Khulafaur Rasyidin lainnya. Sementara itu, dipihak lain (Sunni) pun tidak kurang (tidak kalah sengit) dalammenjawabnya. Lalu, di dalam dua aliran besar tersebut, terpecahbelah lagi menjadi berbagai macam firqah seperti telah sayasampaikan tadi. Firqah-firqah hasil perpecahan ini satu denganyang lain saling menimbulkan pertikaian. Pendek kata, semuapertikaian tersebut mengarahkan kepastian (mencitrakan) bahwaIslam – nau’dzubillah – agama keras, yang hanya mengeluarkanfatwa kufr dan menimbulkan kerusakan.Akan tetapi sebaliknya, seperti telah baru saja sayajelaskan, Jemaat Ahmadiyah toh mempunyai satu maksud dantujuan (cita-cita) yang indah. Maksud dan tujuannya adalah untukmenyajikan gambaran kebaikan dan keindahan Islam. Oleh karenaitu, memandang Jemaat Ahmadiyah sama dengan kelompokkelompok dan firqah-firqah lainnya, menurut sudut pandangJemaat Ahmadiyah adalah hal yang berlebih-lebihan.30Vol. VIII, nomor 09, 23 Hijrah 1393 HS/Mei 2014

Khotbah Jumat di Bulan MuharramSekarang ini, kita sedang memasuki bulan Muharram [26November hingga 26 Desember 2011] dan tiap tahun kitamelewati bulan ini maka kita menyaksikan di bulan ini dibeberapa negara yang jumlah penduduknya sama-sama banyakdari golongan Sunni (atau yang menyatakan diri ahlus sunnah waljama’ah) dan Syiah (atau yang menamakan diri Jamaah Ahlul Bait,pecinta Ahlul Bait); keduanya sama-sama menderita kerugian jiwadan harta-benda [karena saling bertikai, saling serang]. Apakah itudi Pakistan, Iraq ataupun di beberapa negara lainnya, kita melihatdi bulan Muharram terjadi berbagai macam fasaad (kerusuhan,pertikaian), sedang terjadi kehilangan nyawa dan kerugian hartabenda. Kerusakan ini telah menjadi pemandangan umum seharihari namun terjadi lebih banyak khususnya di bulan Muharram.Seperti telah saya sampaikan, orang-orang itu, satu denganyang lain saling bertentangan dan menyematkan tumpukan(sangat banyak) fatwa takfir. Ketika saya melihat kumpulan artikelakan tetapi berisi sejumlah fatwa yang sedemikian demikian kasardan menistakan, maka saya pun tidak hendak untukmenyampaikannya di sini, meskipun hanya satu sebagaicontohnya.Saat ini saya hanya menyajikan petunjuk-petunjuk yangsarat hikmah dari hakam (yang memutuskan) dan ‘adl (penegakkeadilan) zaman ini, Masih Mau’ud dan Mahdi Ma’hud yang telahbeliau as jelaskan mengenai Khulafaur Rasyidin, para sahabat Nabisaw yang mulia, Hadhrat Imam Husain ra dan yang lainnya.Dengan [menelaah] ini dapat diketahui bahwa dengan cara yangsedemikian indah beliau as berusaha keras untuk menghilangkanbangunan pertikaian. Tatkala saya menyuruh mengumpulkanpetunjuk-petunjuk beliau as tersebut, halaman-halaman kutipantelah disesuaikan, namun karena melihat dari sisi waktu makasaat ini yang saya pilihkan untuk saudara-saudara hanya beberapadi antaranya saja.Di dalam Jemaat Ahmadiyah juga orang-orang yang masukuntuk baiat berasal dari berbagai golongan yang boleh jadi masihVol. VIII, nomor 08, 02 Hijrah 1393 HS/Mei 201431

Khotbah Jumat di Bulan Muharrambelum mendapat tarbiyyat (pendidikan) dengan benar, perlu bagimereka untuk memperdengarkan petunjuk-petunjuk ini danbeberapa orang yang telah saya sebutkan contohnya yaitu merekayang kadang-kadang menonton MTA atau mendengar khotbahatau yang tertarik dengan Jemaat Ahmadiyah atau yang menaruhsimpati kepada Islam namun di dalam otak mereka tersimpanpertanyaan apakah Jemaat adalah sebuah firqah yang sama sepertifirqah lainnya.Beberapa kutipan tulisan Hadhrat Masih Mau’ud as iniperlu disampaikan ke hadapan mereka agar mereka mengetahuibahwa Hadhrat Masih Mau’ud as datang untuk mempersatukanberbagai firqah dan membersihkan hal-hal yang berlebihan(tambahan-tambahan dalam agama). Tuhan lewat ilham telahmemberi amanat satu tugas kepada Hadhrat Masih Mau’ud as bagikaum Muslimin, “Himpunlah kaum Muslimin yang ada di atasmuka bumi زذ ٚ ٓ٠ د ٍٝ ‘ ػ alaa diinin waahid’ – “diatas satu diin(corak ketaatan, agama).” 30Jadi, beliau datang untuk mengakhiri firqah-firqah,menyatukan seluruh kaum Muslimin dalam satu tangan danmengumpulkannya diatas satu agama. Dari segi ini seperti telahsaya katakan, saya akan mempersembahkan beberapa kutipan.Yang pertama dari semuanya, saya sampaikan satu kutipan dariHadhrat Masih Mau’ud as yang di dalamnya beliau asmenyampaikan bahwa tanda keislaman dan keimanan seseorangialah dengan menjalani jalan Khulafa ur Rasyidin (para khalifahlurus). Beliau as bersabda, “Sesungguhnya saya mengetahui,bahwa tidak akan ada orang yang dapat menjadi Mukmin (orangberiman) atau Muslim (orang Islam) sebelum menyerap semuacorak sifat Hadhrat Abu Bakr, Hadhrat Umar, Hadhrat Usman, danHadhrat Ali ridhwaanulloohi ‘alaihim ajma’iin; mereka tidak cintadunia melainkan mewaqafkan kehidupan mereka di jalan Allahsemata.”313031Tadzkirah, halaman 490, edisi cehaaram (IV), 2004Lecture Ludhianah, Ruhani Khazaain jilid 20 halaman 29432Vol. VIII, nomor 09, 23 Hijrah 1393 HS/Mei 2014

Khotbah Jumat di Bulan MuharramBeliau as bersabda di tempat lain di buku karya tulisbeliau, ‘Sirrul Khilafah’ (‘Rahasia Khilafat’, diterbitkan pada tahun1894) halaman 328 mengenai maqam (kedudukan) Khulafaa-urRasyidiin (para khalifah lurus). Nomor halaman ini sayasampaikan di sini karena ini adalah buku berbahasa Arab dan sayapagi-pagi harus menyampaikan nomor halaman rujukan kepadapencatat dalam bahasa Arab [Jemaat berbahasa Arab] agar merekamudah menerjemahkannya. Sebab, bahasa Hadhrat Masih Mau’udas dalam kata-kata aslinya akan sangat berkesan bila disampaikandi hadapan orang-orang Arab dan orang-orang yang mengetahuibahasa Arab yang [mana kesan itu] tidak akan bisa dicapaikedudukannya oleh sebuah terjemahan sebagaimana penjelasanHadhrat Masih Mau’ud as. Sesungguhnya beliau as bersabda,“Demi Allah, sesungguhnya mereka [para Khalifah mulia,Hadhrat Abu Bakr, Hadhrat Umar, Hadhrat Utsman dan HadhratAli ridhwaanulloohi ‘alaihim ajma’iin] adalah para lelaki perkasayang telah menyerahkan nyawa mereka untuk membantu KhairulKaa-inaat (Sebaik-baik makhluk, Hadhrat Muhammad Rasulullahsaw) dan telah meninggalkan bapak-bapak dan anak-anak merekakarena Allah dan telah memutuskan hubungan dengan mereka.Mereka telah berperang melawan orang-orang yang mereka cintai[rekan sejawat atau keluarga mereka yang memerangi Nabi sawdan para sahabat], dan memenggal kepala-kepala [para musuhdalam perang].Mereka telah menyerahkan jiwa dan raga mereka kepadaAllah, walaupun demikian mereka pun banyak menangis danmenyesal karena merasa amal mereka masih sedikit. Mereka tidakmau memejamkan mata untuk beristirahat kecuali sedikit sekedarَْ ٛ س ٟ ػٍ َّر ٚ َْ ػثّا ٚ ػّ َش ٚ تىش ِ ِ َصْ َثِ ُغ ت ٠ ِغٍ ًّا ِا ال ٚ ُصث ُر ِإًِٕا ٠ أػٍ ُُ أْ ٌّش َء ال ٟٕٔ "ئ ٍ ِٟ ص ْث َ ِح أَت " ً١ عث ٟ ُ ف ٙ اذ ١ ز ٛ لف ٚ لذ ٛٔ ا تً وا ١ٔ ْ ٌذ ٛ سث ٠ ٛٔٛ ى ٠ ٍُ ف .ٓ١ ُ أخّؼ ٙ١ٍ ػ ‘Innanii a’lamu anal mar-a laa yushbihu mu-minan wa musliman maa laayashthabaghu bi shibghati Abi Bakrin wa ‘Umara wa ‘Utsmaana wa ‘Aliyyinridhwaanullaahu ‘alaihim ajma’iin. Fa lam yakuunuu yuhibbuunad dunyaa balkaanuu qad waqafuu hayaatahum fii sabiilillaah’ِVol. VIII, nomor 08, 02 Hijrah 1393 HS/Mei 201433

Khotbah Jumat di Bulan Muharrammemberi hak kepada mata-mata mereka beristirahat dan merekaitu bukanlah orang-orang yang mengejar kesenangan dunia.Maka bagaimana mungkin kalian dapat berprasangkabahwa mereka telah berbuat zalim, merampas hak milik oranglain, tidak berlaku adil dan terus berbuat dosa?Telah pasti dan terbukti, bahwa mereka benar-benar telahterlepas dari keinginan pribadi mereka dan jatuh melebur dalamkecintaan kepada Tuhan Yang Maha Agung, dan adalah mereka itusuatu kaum yang fana (telah melebur dalam kehendak Allah).” 32Jadi, beliau bersabda bahwa orang-orang ini yang adalahpara khulafa ur rasyidin, telah berkorban untuk Nabi saw danIslam; mereka juga telah fana dalam Allah Ta’ala. Selanjutnya, didalam ‘Sirrul Khilaafah ’ halaman 355 beliau as bersabdamengenai Hadhrat Abu Bakr radhiyAllahu ta’ala ‘anhu,“Beliau seorang arif bermakrifat sempurna; berakhlaksantun berfitrat penyayang; menjalani hidup dengan penuhkerendahan hati dan papa; sangat pengampun, hangat danberkasih-sayang; ciri khas beliau ra dapat dikenali dengan cahayayang senantiasa bersinar di dahi beliau. Beliau ra memilikihubungan yang sangat dekat dengan al-Mushthafa; dan jiwa beliaupun telah berjumpa dengan jiwa Khairul Wara’ (sebaik-baik32Sirrul Khilaafah , Ruhani Khazaain jilid 8 halaman 328 خ ِ ٘ ُْ تاٌ ُّشْ َ٘فَا ُٛ َِ َّرضل ٚ ُْ ٘ أتٕا َء ٚ ُْ ٘ اِ آتا َء ٛ ذشو ٚ خ ِ ش ٌىائٕا ١ِ ط ِٓ ٌّّا ِٛ ٟ ف ِٛ ُ سخا ٌي لا ٙٔ ِ ئ ٚ"ِ خ ٌٕصش ِج . َٓ٠َ ِرٕذ ٚ َٓ ٌِمٍ ِح ػّا ِي ١ ِغ رٌه تاو ٛٔ وا ٚ ط ٛ ٌٕف ٚ ظ ُٛ ْ َ ِزثَّرا َء فَمَ َؼ ُٛ زا َست ََٚ ِ اِ ٌَّٕرفَائ ُٛ أَ ْػ ٚ ط ٚ ٌشؤ َْ ل ُْ ُٙ َْ أََّٔر ٛ ذَظُُّٕر ١ فى . َٓ١ِِ ُِرََٕ ِّرغ ٛٔ ِا وا ٚ ٌٕفظ ٌَلعرش ز ِح ق ٛ زم ًٌِٓ١ٍ ل ئال ح ز ٌش ََٕٛ ت َ َّ ْ ِا ذَ َّل ِِٚ ِ ُْ ُُٙ د ُِمٍَِّرر ِِْ َ٠ ٛٔ وا َزلْ َش ِج ٟ ف ُٛ عم ٚ ِء ٛ٘ ِٓ ُٛ ُ َشخ ٙٔ ل ْذ ثَثَدَ أ ٚ َْ ؟ ٚ س ُٛ د ٠ٚ ٌَْٛ ؼذ ٠ ال ٚ َُْٛ صث ِ ْ َ٠َٚ َُّْٛ ٍِ ظ ". َٓ١ٔ ًِا فا ٛ ل ٛٔ وا ٚ َا ِء ٠ ٌ ِىث ِْش ‘Walloohi innahum rijaalun qaamuu fi mawaathinil mamaati li nushrati khairil kaainaati wa tarakuu lillaahi aabaa-ahum wa abnaa-ahum wa mazaquuhum bilmarhiqaati wa harabul ahibbaa-a faqatha’uur ru-uusa, wa u’thuu lillaahin nafaa-isiwan nufuus, wa kaanuu ma’a dzaalika baakiina liqalatil a’maali wa mutanadimiin.Wa maa tamdhamadhat muqlituhum bi naumir raahah, illa qaliilum min huquuqinnafsi lil istiraahah, wa maa kaanu mutana’’imiin. Fa kaifa tazhunnuuna annahumkaanuu yazhlimuuna wa yaghshibuun, wa laa ya’diluuna wa yajuuruun? Wa qadtsabata annahum kharajuu minal ahwaa-i, wa saqathuu fii Hadhratil Kibriyaa-i, wakaanuu qauman faaniin.’34Vol. VIII, nomor 09, 23 Hijrah 1393 HS/Mei 2014

Khotbah Jumat di Bulan Muharramciptaan, Nabi Muhammad saw); beliau ra telah diliputi olehsebagian nur dan yang juga telah meliputi pembimbing beliau,mahbuub al-Maula (kekasih Allah, Sang Pelindung yakni NabiMuhammad saw); beliau bersembunyi (disinari) di bawah cahayahikmah kebijaksanaan sang Rasul saw dan senantiasa berada didalam keberkatan agung beliau saw.Beliau ra mumtaaz (sangat baik, istimewa) diantaramanusia dalam hal memahami Alqur’an dan menyintai Sayyid arRusul (tuan para rasul) dan Fakhri nau’il insaan (kebanggaan umatmanusia). Tatkala benda-benda ukhrawi dan rahasia-rahasiaIlahiyyah nampak kepada beliau maka beliau memutuskan semuahubungan-hubungan duniawi; meninggalkan semua hubunganhubungan jasmaniah dan mewarnai diri dengan corak warna alMahbub; meninggalkan semua tujuan untuk memilih satu tujuan;jiwanya telah bebas dari lumpur kekotoran; telah terwarnai dalamcorak warna al-Haqq al-Ahad; dan hilang sirna dalam keridhaanRabbul ‘Aalamiin.Manakala kecintaan yang benar kepada Ilahi telahmenetap kuat di dalam seluruh urat dirinya; di dalam kepingankepingan qalbunya dan di dalam dzarrah-dzarrah wujudnya; makatampak pula cahaya-cahayanya dalam setiap perbuatan,perkataan, bangun dan berbaringnya, maka beliau dinamaishiddiiq.” 3333Sirrul Khilaafah , Ruhani Khazaain jilid 8 halaman 355ٛ ٌؼف َش ١ واْ وث ٚ ٌ شت ِح ٚ الٔىغاس ٞ ص ِّر ٟ شُ ف ١ ؼ ٠ ْ وا ٚ َُ ٌف ش ِج ١ ٍك سز ِِ َُ ٌ ُخ ١ٍ "واْ ػاسفًا ذا َّرَ ٌّؼشف ِح ز ِْ ُّر ْ َّر َََٜ َس َٛ ٌ ش ١ٗ ز ٚ س د م ص ر ٌٚٝ ف ص ٌّ ا ت ك ٍ ؼ ر ٌ ذ ٠ شذ . ح ٙ ٌدث س ٕٛ ت ُؼشا ٠ ْ وا ٚ ٌشزّ ِح ٚ ٌلفم ِح ََُُْٚ وا ََُِِِِِٚ ذ ٚ تش ِِْ ِ ِٗ ٌْؼ ُٛ١ُ ف َٚ ِي ٛ س ٌشع ْٛٔ وا ٚ .َّٝ ُظ َِِٓ َُٗ١ َ ِل َِٚ ِْ ذسدَ َش ْؼ َل َؼا َٝ ْ رَف َٚ ٌٌَّٝٛ ُ ب ٛ ُِ ْمرَ َذ ُٖ ِسث ٝ س ِا َ َّرل ٌُِٕٛ ح ٠ٚ ش ُ ٌُٗ ٌٕلأج ٝ ٌّا ذَ َدٍَّر ٚ .ِْ ع إلٔغا َٛٔ فخش ًٚ ٌشع ذ ١ ع ح ِسث ٟ ف ْٚ ٌمشآ ُٙ ف ٟ ف ط ٌٓ عائش ِٓ ِّرا ًص ِِِِِِِِِ ِ ز ِذ ٌٍٛ ن و َّرً ُِش ٍد َ ذش ٚ ب َ ٍُ ٔثَز ٌؼ ٚ ِح ٠ٛ١ٔ خ ٌذ ِ ٛ ٔصث َغ تصثغِ ٌّسث ٚ َ ح ١ٔ ك ٌدغّا ِ حُ ٔفَض ٌرؼٍما ١ٌٙ عش ُس إل ْٚ َ ات ٚ ٌسك ز ِذ ْ ٔٛ ذٍََ َّر َٚ خ ٌدغ ِذ ْ ذَ َد َّرشد ٚ ب ْ ُٗ َخ ٔف ُغ ئر ٚ . َٓ١ٌّ ِش ا ِج سبِّر ٌؼا ٟ د ف ِْ ٍِٛ َد ت ِ س ٚ ػٓ وذ ِ ٍٛ ٌُِّْ رس َٚ ُُٗ َخ َز َس لٍث َٚ ِٗ ق ٔفغ ٚ ػش ُِٗ ٌِ ٛ أل ٚ ِٗ ٌِ أفؼا ٟ ُسُٖ ف ٛٔ شخ أ ٙ ظ ِٖٚ ِد ٛ خ ٚ خ غ ١ّ خ ٌِٟٓٙ إل ق ٌصاد ٌسةُّر َٓ ذّى ِِِ" مًا ٠ صذِّر ِ َٟ ّ ِد ِٖ ُع ِّر ٛ لؼ ٚ ِٗ ِِ ا ١ ل ٚ‘Kaana ‘aarifan taammal ma’rifah, haliimal khulqi rahiimal fithrah, wakaana ya’iisyu fii zayyil inkisaari wal ghurbah, wa kaana katsiiral ‘afwi wasysyafaqati war rahmah, wa kaana yu’rafu bi nuuril jabhah. Wa kaana syadiidatta’alluqi bil Mushthafaa, wa iltashaqat ruuhuhu bi ruuhi Khairil Waraa, waVol. VIII, nomor 08, 02 Hijrah 1393 HS/Mei 201435

Khotbah Jumat di Bulan MuharramKemudian sembari membukakan tambahan gambaranmaqam shiddiiqiyyat Hadhrat Abu Bakr ra bahwa kenapa danbagaimana beliau ra mendapatkan maqam tersebut, beliau asbersabda, “Hanya Allah Yang Maha Mengetahui keistimewaan apalagi yang dimiliki oleh beliau ra, sehingga Hadhrat Rasulullah sawpun memberi gelar kepada Hadhrat Abu Bakr, sebagai AshShiddiiq. Hadhrat Rasulullah saw pun bersabda demikian,‘Keistimewaan Hadhrat Abu Bakr ra adalah berkat apa yang ada didalam hatinya.’Jika diamati secara mendalam, adalah sulit untukmenemukan contoh sifat shiddiiq lainnya sebagaimana yangdiperlihatkan oleh Hadhrat Abu Bakr ra. Sesungguhnya, sangatpenting bagi setiap insan di setiap zaman yang berkehendak untukmencapai keistimewaan Ash-Shiddiiq, untuk itu adalah harus agarsedapat mungkin berusaha keras untuk menciptakan (mewarnai)dalam dirinya corak fitrat dan semangat Abu Bakri (sifat-sifatseperti Hadhrat Abu Bakr ra) kemudian banyak berdoa sekuatmungkin. Apabila naungan sifat Abu Bakri tidak menaungi dirinyadan warna-warni corak beliau ra tidak ada pada dirinya,keistimewaan sifat ash-shiddiqi tentu tidak akan dapat diperoleholehnya.”Bersabda, “Apakah fitrat Abu Bakr itu? Pembahasan danpembicaraan mendetail mengenainya tidak dapat dilakukankarena membutuhkan waktu yang sangat banyak.”ghasyiyyahu minan nuuri maa ghasysya muqtadaahu mahbuubul Maula, wa khtafaatahta sya’sya’aani nuurir Rasuuli wa fuyuudhihil ‘uzhmaa. Wa kaana mumtaazan minsaa-irin naasi fii fahmil qur’aani wa fii mahabbati sayyidir rusuli wa fakhri nau’ilinsaani. Wa lammaa tajallaa lahun nasy-atul ukhrawiyyati wal asraarul ilahiyyah,naqdhut ta’alluqaatid dunyawiyyah, wa nabadzal ‘ulqal jasmaaniyyah, wanshabaghabi shabghil mahbuub, wa taraka kulla muraadil lil waahidil mathluub, wa tajarradatnafsuhu ‘an kaduuraatil jasad, wa talawwanat bi launil Haqqil Ahad, wa ghaabat fiimardhaati Rabbil ‘aalamiin. Wa idzaa tamakkanal hubbush shaadiqul Ilaahiyyu minjamii’i ‘uruuqi nafsihi, wa jadzara qalbuhu wa dzarraatu wujuudihi, wa zhaharatanwaaruhu fii af’aalihi wa aqwaalihi wa qiyaamihi wa qu’uudihi, sumiyya shiddiiqa.’36Vol. VIII, nomor 09, 23 Hijrah 1393 HS/Mei 2014

Khotbah Jumat di Bulan MuharramBersabda, “Secara ringkas saya ingin menyampaikanpenjelasan satu peristiwa dan itu adalah ketika Hadhrat Nabi[Muhammad] saw menyatakan kenabian beliau saw. Waktu ituHadhrat Abu Bakr ra sedang berkafilah dagang ke Syria. Di tengahperjalanan pulang [ke Makkah], beliau berjumpa denganseseorang. Beliau ra bertanya kepadanya mengenai keadaanMakkah, ‘Ada kabar terbaru apa di negeri kita?’ Seperti telahmenjadi hal umum bahwa tatkala seseorang kembali dari suatuperjalanan dan di jalan berjumpa dengan kawan satu negeri makaia biasa menanyakan keadaan atau kabar negerinya. Orang itumenjawab, ‘Sahabatmu, Muhammad (saw) telah menyatakan dirisebagai Nabi !’ Hadhrat Abu Bakr ra segera menimpali, ‘Jika iamendakwakan diri demikian, sesungguhnya tanpa ragu lagi hal ituadalah benar!’Dari peristiwa ini dapat diketahui bagaimana nilai husnuzhzhann (sangka baik) yang beliau ra terapkan kepada Hadhrat Nabisaw. Beliau tidak memerlukan mukjizat. Hakikatnya juga adalahorang yang meminta bukti sesuatu mukjizat, berarti ia tidakmengenal keadaan si pendakwa (pengaku kenabian) dan ia asingmengenainya sehingga memerlukan tambahan keterangan gunamenenangkan dirinya. Aka

mengatakan, “Salam sejahtera, selamat tinggal!” kepada ikatan firqah (kelompok) mereka pun menerima Islam hakiki (yaitu Jemaat Ahmadiyah). Selanjutnya dengan berbaiat kepada hakam dan ‘adal ini yang mengenainya telah dinubuatkan oleh Hadhrat Muhammad Rasulullah saw supaya riwayat-riwayat, ajaran-ajaran dan bid’ah-