Transcription

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISIDENGAN MEDIA GAMBAR KARIKATURMELALUI TEKNIK PANCINGAN KATA KUNCISISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 13 SEMARANGSKRIPSIuntuk memperoleh gelar Sarjana PendidikanolehNama: YuliyantoNIM: 2101404568Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaJurusan: Bahasa dan Sastra IndonesiaFAKULTAS BAHASA DAN SENIUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2009

SARIYuliyanto. 2009. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Media GambarKarikatur melalui Teknik Pancingan Kata Kunci Siswa Kelas VIII FSMP Negeri 13 Semarang Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi. JurusanBahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni, UniversitasNegeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Mukh Doyin, M.Si., PembimbingII: Dra. L. M. Budiyati, M.Pd.Kata kunci: menulis puisi, media gambar karikatur, teknik pancingan kata kunciKeterampilan menulis puisi merupakan salah satu keterampilan bidangapresiasi sastra yang harus dikuasai oleh siswa SMP. Di dalam kurikulum bahasaIndonesia, kompetensi ini menunjukkan bahwa penguasaan terhadap keterampilanmenulis puisi sangat penting dan sangat diperlukan. Penerapan metodepembelajaran yang tepat merupakan hal yang harus dipertimbangkan olehpengajar, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Berdasarkan observasi awal,keterampilan menulis puisi pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 13 Semarangmasih kurang dan belum mencapai nilai standar yang diterapkan oleh sekolahtersebut. Siswa mengalami kesulitan menuangkan pikiran dan perasaannya dalambentuk puisi. Dengan penggunaan media gambar karikatur melalui teknikpancingan kata kunci diharapkan mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yangdihadapi siswa dan kemampuan manulis puisi dapat ditingkatkan.Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini mengangkat permasalahanyaitu mengenai peningkatan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas VIII FSMP Negeri 13 Semarang dan perubahan perilaku setelah dilakukan pembelajaranmenulis puisi dengan menggunakan media gambar karikatur melalui teknikpancingan kata kunci. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsipeningkatan keterampilan menulis puisi dengan media gambar karikatur melaluiteknik pancingan kata kunci dan mendeskripsi perubahan perilaku siswa setelahmengikuti pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambarkarikatur melalui teknik pancingan kata kunci. Manfaat penelitian ini adalahmemberikan referensi baru bagi pengembangan teori pembelajaran bahasa,khususnya pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambarkarikatur melalui teknik pancingan kata kunci. Bagi guru, penelitian ini dapatmeningkatkan proses belajar mengajar. Dan bagi siswa, mempermudah dalampembelajaran menulis puisi.Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yangdilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Subjek penelitian iniadalah siswa kelas VIII F SMP Negeri 13 Semarang. Tiap siklus terdiri atas tahapperencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukandengan tes dan nontes. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupaobservasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Analisis data dilakukansecara kuantitatif dan kualitatif.Berdasarkan analisis data hasil penelitian keterampilan menulis puisidengan menggunakan media gambar karikatur melalui teknik pancingan katakunci, siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas.ii

Keterampilan menulis puisi dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 11,57%.Rata-rata skor pada siklus I mencapai 71, sedangkan rata-rata skor pada siklus IImencapai 80,29, termasuk dalam kategori baik dan sudah memenuhi targetpenilaian yang ditentukan. Perubahan perilaku diperoleh dari hasil nontes yangberupa observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Persentasepeningkatan perubahan perilaku siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 33,33%.Rata-rata skor dari hasil observasi pada siklus I mencapai 64, sedangkan rata-rataskor pada siklus II mencapai 84. hal ini menunjukkan bahwa perilaku siswaberubah ke arah positifSimpulan penelitian ini adalah keterampilan menulis puisi siswa kelasVIII F SMP Negeri 13 Semarang meningkat setelah dilaksanakan pembelajarandengan menggunakan media gambar karikatur melalui teknik pancingan katakunci dan terjadi perubahan perilaku siswa ke arah positif. Peneliti menyarankanagar siswa banyak berlatih menulis puisi dengan metode pembelajaran yangdiajarkan oleh guru bahasa Indonesia. Guru hendaknya menggunakan strategipembelajaran yang bervariasi, media gambar karikatur melalui teknik pancingankata kunci dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis kreatifpuisi.iii

PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBINGSkripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke SidangPanitia Ujian Skripsi.Semarang, 20 Maret 2009Pembimbing I,Pembimbing II,Drs. Mukh Doyin, M.Si.Dra. L. M. Budiyati, M.Pd.NIP 132106367NIP 130529511iv

PENGESAHAN KELULUSANSkripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian SkripsiJurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, UniversitasNegeri Semarang.pada hari : Kamistanggal: 2 April 2009Panitia Ujian SkripsiKetua,Sekretaris,Prof. Dr. Rustono, M.Hum.Dra. Suprapti, M.Pd.NIP 131281222NIP 130806403Penguji I,Dr. Agus Nuryatin, M.Hum.NIP 131813650Penguji II,Penguji III,Dra. L. M. Budiyati, M.Pd.Drs. Mukh Doyin, M.Si.NIP 130529511NIP 132106367v

PERNYATAANSaya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karyasaya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain, baik sebagian maupunseluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi inidikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.Semarang, 20 Maret 2009Yuliyantovi

MOTTO DAN PERSEMBAHANMotto:¾ anpengorbanan.¾ Tidak ada sesuatu yang hebat akan diraih jika tanpa ada semangat (RalpWaldo Emerson).Persembahan:1. Bapak, Ibu, dan Kakak-kakakku yang telah memberikan doadan kesempatan untuk melanjutkan studi.2. Paman dan Bibi, serta Adik-adikku yang telah menjadi keluarga penggantidengan warna yang baru.3. Witri Handayani yang senantiasa memotivasi dalam setiaplangkah menuju masa depan.4. Almamaterku.vii

PRAKATAPuji syukur ke hadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat danhidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, dukungan, dan kerjasamadari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada Drs. Mukh Doyin, M.Si., selaku dosen pembimbing I dan Dra. L.M.Budiyati, M.Pd., selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan,masukan dan arahan sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. Tidak lupapenulis mengucapkan terima kasih kepada:1. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatankepada penulis untuk menyusun skripsi.2. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telahmemberikan izin kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi.3. Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang yangtelah memberi izin kepada penulis untuk menyusun skripsi.4. Kepala SMP Negeri 13 Semarang yang telah memberi kesempatan dankepercayaan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di SMP Negeri 13Semarang.5. Guru Bahasa Indonesia kelas VIII F SMP Negeri 13 Semarang yang telahmembantu pelaksanaan penelitian.6. Bapak, Ibu, dan Kakak-kakakku yang senantiasa memberikan doa dansemangat, serta kesempatan untuk melanjutkan studi.viii

7. Sahabat-sahabat penulis Ardhi, Jamburi, Farih, Fatur, dan Cahyo (BintangLima), serta teman-teman kos Kuntae yang tak pernah bosan memberisemangat guna selesainya skripsi ini.8. Semua pihak yang telah membantu selesainya skripsi ini.Penelitian ini ditulis dengan segenap kemampuan yang ada, namundemikian, masih terdapat banyak kekurangan. Kekurangan-kekurangan tersebutsemata-mata karena keterbatasan penulis dalam menyusun penelitian ini. Semogapenelitian ini bermanfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnyapendidikan dan pengajaran sastra.ix

DAFTAR ISIHALAMANSARI. iiPERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING . . ivPENGESAHAN KELULUSAN . vPERNYATAAN. viMOTTO DAN PERSEMBAHAN . viiPRAKATA. viiiBAB I PENDAHULUAN . 11.1 Latar Belakang Masalah. 11.2 Identifikasi Masalah . 71.3 Pembatasan Masalah . 71.4 Rumusan Masalah . 81.5 Tujuan Penelitian . 81.6 Manfaat Penelitian . 9BAB II LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN . 102.1 Kajian Pustaka. 102.2 Landasan Teoretis . 132.2.1 Menulis Kreatif Puisi . 132.2.2 Proses Kreatif . 142.2.3 Puisi. 162.2.3.1 Unsur-Unsur Pembangun Puisi . 172.2.3.1.1 Struktur Fisik Puisi. 172.2.3.1.2 Struktur Batin Puisi . 252.2.4 Media Pembelajaran. 272.2.4.1 Pengertian Media Pembelajaran. 272.2.4.2 Manfaat Media Pembelajaran . 282.2.4.3 Media Gambar Karikatur . 30x

2.2.5 Teknik Pancingan Kata Kunci . 322.2.6 Pembelajaran Menulis Puisi dengan Media Gambar Karikaturmelalui Teknik Pancingan Kata Kunci . 332.3 Kerangka Berpikir. 352.4 Hipotesis Tindakan . 36BAB III METODE PENELITIAN . 373.1 Desain Penelitian. 373.1.1 Proses Tindakan Siklus I. 393.1.1.1 Perencanaan . 393.1.1.2 Tindakan . 393.1.1.3 Observasi . 413.1.1.4 Refleksi . 413.1.2 Proses Tindakan Siklus II . 423.1.2.1 Perencanaan. 423.1.2.2 Tindakan. 423.1.2.3 Observasi. 443.1.2.4 Refleksi . 443.2 Subjek Penelitian. 453.3 Variabel Penelitian . 453.3.1 Keterampilan Menulis Puisi. 453.3.2 Pembelajaran Menulis Puisi dengan Media Gambar Karikaturmelalui Teknik Pancingan Kata Kunci . 463.4 Instrumen Penelitian . 463.4.1 Bentuk Instrumen . 463.4.1.1 Instrumen Tes . 473.4.1.2 Instrumen Nontes . 493.5 Teknik Pengumpulan Data. 513.5.1 Teknik Tes . 513.5.2 Teknik Nontes . 513.6 Teknik Analisis Data . 53xi

3.6.1 Teknik Kuantitatif . 533.6.2 Teknik Kualitatif . 54BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 554.1 Hasil Penelitian . 554.1.2 Hasil Penelitian Siklus I . 554.1.2.1 Hasil Tes siklus I. 554.1.2.2 Hasil Nontes siklus I . 624.1.3 Hasil Penelitian Siklus II. 704.1.3.1 Hasil Tes siklus II . 704.1.3.2 Hasil Nontes siklus II . 764.2 Pembahasan. 834.2.1 Koefisien Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi SiswaKelas VIII F SMP Negeri 13 Semarang Setelah DilakukanPembelajaran Menulis Puisi dengan Media Gambar Karikaturmelalui Teknik Pancingan Kata Kunci . 844.2.2 Perubahan Perilaku Siswa Kelas VIII F SMP Negeri 13Semarang Dalam Pembelajaran Menulis Puisi denganMedia Gambar Karikatur melalui Teknik PancinganKata Kunci . 86BAB V PENUTUP. 965.1 Simpulan . 965.2 Saran. 97DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN-LAMPIRANxii

DAFTAR BAGANBagan 1 Tindakan dalam PBM . 36Bagan 2 Desain Penelitian Tindakan Kelas . 37xiii

DAFTAR TABELTabel 1 Rubrik Penilaian Kemampuan Menulis Puisi . 47Tabel 2 Pedoman Penilaian. 49Tabel 3 Hasil Keterampilan Menulis Puisi Siklus I . 56Tabel 4 Perolehan Aspek Kesesuaian Isi dengan Tema Siklus I . 58Tabel 5 Perolehan Aspek Diksi Siklus I . 59Tabel 6 Perolehan Aspek Rima Siklus I . 60Tabel 7 Perolehan Aspek Tipografi Siklus I . 61Tabel 8 Hasil Observasi Siklus I. 63Tabel 9 Hasil Keterampilan Menulis Puisi Siklus II. 70Tabel 10 Perolehan Aspek Kesesuaian Isi dengan Tema Siklus II. 72Tabel 11 Perolehan Aspek Diksi Siklus II . 73Tabel 12 Perolehan Aspek Rima Siklus II . 74Tabel 13 Perolehan Aspek Tipografi Siklus II. 75Tabel 14 Hasil Observasi Siklus II. 77Tabel 15 Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Siklus I dan Siklus II. .84Tabel 16 Perubahan Perilaku Belajar Siswa Siklus I Ke Siklus II. 93xiv

DAFTAR DIAGRAMDiagram 1 Hasil Tes Keterampilan Menulis Puisi Siklus I . 57Diagram 2 Perolehan Nilai Rata-Rata Tiap Aspek Puisi Siklus I. 62Diagram 3 Perolehan Nilai Rata-Rata Tiap Aspek Observasi Siklus I. 66Diagram 4 Hasil Tes Keterampilan Menulis Puisi Siklus II . 71Diagram 5 Perolehan Nilai Rata-Rata Tiap Aspek Puisi Siklus II. 76Diagram 6 Perolehan Nilai Rata-Rata Tiap Aspek Observasi Siklus II. 80Diagram 7 Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Siklus I, dan Siklus II . 85xv

DAFTAR GAMBARGambar 1 Aktivitas Siswa Ketika Menyimak Penjelasan Guru . 87Gambar 2 Aktivitas Siswa Ketika Menulis Puisi. 88Gambar 3 Aktivitas Saat Guru Membimbing Siswa. 89Gambar 4 Aktivitas Siswa Ketika Menyimak Penjelasan Guru . 90Gambar 5 Aktivitas Siswa Ketika Menulis Puisi. 91Gambar 6 Aktivitas Saat Guru Membimbing Siswa. 92xvi

DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 RPP Siklus I. 101Lampiran 2 RPP siklus II . 104Lampiran 3 Model Puisi. 107Lampiran 4 Gambar Karikatur . 108Lampiran 5 Kriteria Penilaian Kemampuan Menulis Puisi . 109Lampiran 6 Daftar Nama Siswa Kelas VIII F SMP Negeri 13 Semarang. 111Lampiran 7 Daftar Penilaian Menulis Puisi Siklus I. 113Lampiran 8 Daftar Penilaian Menulis Puisi Siklus II . 115Lampiran 9 Pedoman Observasi . 117Lampiran 10 Hasil Observasi Siklus I . 118Lampiran 11 Hasil Observasi Siklus II . 120Lampiran 12 Pedoman Wawancara . 122Lampiran 13 Hasil Wawancara Siklus I. 123Lampiran 14 Hasil Wawancara Siklus II . 125Lampiran 15 Lembar Jurnal . 127Lampiran 16 Hasil Jurnal SiswaSiklus I . 130Lampiran 17 Hasil Jurnal SiswaSiklus II. 133Lampiran 18 Hasil Karya Puisi Siswa Siklus I . 136Lampiran 19 Hasil Karya Puisi Siswa Siklus II. 139Lampiran 20 Surat Penetapan Pembimbing. 140Lampiran 21 Surat Permohonan Izin Penelitian . 141Lampiran 22 Surat Keterangan Penelitian di SMP N 13 Semarang . 142xvii

BAB IPENDAHULUANI.I. Latar Belakang MasalahUpaya Pemerintah Indonesia dalam menyikapi permasalahan pendidikannasional salah satunya adalah dengan menerapkan kurikulum yang sesuai bagiperkembangan kemampuan peserta didik. Kurikulum memegang kedudukan kuncidalam pendidikan, karena merupakan pedoman dalam penentuan arah, isi, dantujuan pendidikan yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasilulusan.Kurikulum menurut UU No.2/1989 tentang sistem pendidikan nasionalyaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran sertacara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar(Sugandi 2004:53).Adanya perubahan atau pergantian kurikulum dimaksudkan untukmemperbaiki, meningkatkan, dan meyempurnakan kondisi sistem pendidikanyang selama kurun waktu tertentu dipandang masih belum memuaskan. Dalamperkembangannya, kurikulum telah mengalami perubahan sampai sekaranghingga berganti menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Kurikulum tersebut membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan yangsesuai dengan tuntutan zaman dan tuntutan reformasi guna menjawab tantanganarus globalisasi. Pelaksanaan KTSP menuntut guru bukan hanya sekadar sebagaisumber informasi, tetapi juga dapat memberi motivasi pada siswa agar prosesbelajar mengajar berjalan dengan baik.1

2Ketika proses belajar mengalami kejenuhan dan siswa mulai bosan, guruharus dapat memberi informasi dan motivasi yang dapat membangkitkan kembalikeingintahuan siswa atas pelajaran yang dipelajarinya. Disinilah kreativitas gurudituntut dalam pembelajaran, karena dengan menerapkan strategi pembelajaranyangtepatakanmemudahkansiswadalam menyerapinformasidansebataspadamengembangkan daya keterampilan siswa menggunakan bahasa sesuai dengan konteksnya atau bersifatpragmatis. Sesungguhnya, bahasa memiliki peran sentral dalam perkembanganintelektual, sosial, dan emosional peserta didik, karena dapat menunjangkeberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Oleh karena itu, pemelajaranbahasa diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mengenal dirinya,budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan,berpatisipasi dalam masyarakat, dan menemukan serta menggunakan kemampuananalitis dan imaginatif yang ada di dalam dirinya (Puskur 2006).Sementara itu, sastra adalah suatu bentuk karya seni yang bermediakanbahasa. Sastra hadir untuk dibaca dan dinikmati, selanjutnya dimanfaatkan antaralain untuk mengembangkan wawasan hidup dan kehidupan. Melalui bahasa,sastrawan mengungkapkan segala yang bergejolak di dalam jiwanya baik tentangkonsep, gagasan, perasaan, dan pikiran, yang kesemuanya itu terkandung di dalamimajinasi. Imajinasi merupakan kekuatan inti dalam pencipataan karya seni,termasuk di dalamnya karya sastra, sedangkan persoalan yang dihadirkan di dalamkarya sastra berdasarkan kesan dan pengalaman yang diperoleh dari kehidupan.

3Menulis kreatif puisi merupakan salah satu keterampilan bidang apresiasisastra yang harus dikuasai oleh siswa SMP. Di dalam kurikulum bahasaIndonesia, materi menulis kreatif puisi terdapat pada pembelajaran yang diajarkandi kelas VIII, yakni mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebasdengan kompetensi dasar menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan katayang sesuai. Namun demikian, pada kenyataannya pembelajaran menulis puisi disekolah masih banyak kendala dan cenderung untuk dihindari.Pembelajaran menulis puisi di SMP berkaitan erat dengan latihanmempertajam perasaan, penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadapmasyarakat, budaya, dan lingkungan hidup. Seperti yang diungkapkan Pradopo(1987) bahwa puisi adalah ekspresi kreatif, yaitu ekspresi dari jiwa yangmemusatkan kesan-kesan (kondensasi). Kesan-kesan dapat diperoleh melaluipengalaman dan lingkungan. Oleh karena itu, anggapan bahwa menulis puisisebagai aktivitas yang sulit sudah seharusnya dihilangkan, khususnya bagi siswaSMP, karena mereka merupakan siswa yang rata-rata berusia 13-14 tahun. Anakpada usia tersebut sudah mampu berpikir refleksif dan menyatakan operasimentalnya dengan simbol-simbol. Artinya, mereka mampu mengungkapkanpikiran dan perasaan yang ada pada dirinya dalam bentuk puisi. Namun demikian,kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belummampu melaksanakan kegiatan tersebut secara optimal.Kesulitan yang dihadapi siswa ditandai dengan beberapa hal seperti ampuisinya,mengembangkan ide menjadi puisi karena minimnya penguasaan kosakata, dan

4siswa kurang terbiasa mengemukakan perasaan, pemikiran, dan imajinasinya kedalam puisi.Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis puisi disebabkan oleh minatsiswa dalam belajar menulis puisi masih kurang, siswa merasa membuat puisi itusulit, serta siswa belum mengetahui tujuan dan manfaat menulis puisi. Selain haltersebut, masalah penilaian yang hanya menekankan pada hasil pembelajarankurang sesuai digunakan dalam pembelajaran menulis puisi, karena denganmenilai hasilnya saja, guru tidak dapat mengetahui perubahan perilaku siswa danproses belajar siswa yang seharusnya dapat dipantau melalui penilaian proses.Kurang efektifnya pembelajaran yang diciptakan guru juga menjadi faktorrendahnya kemampuan menulis puisi siswa. Ketidakefektifan itu disebabkan olehkurang tepatnya strategi yang diterapkan guru dalam pembelajaran. Strategi yangdipakai guru tidak dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada pada dirisiswa agar secara leluasa dapat mengekspresikan perasaannya.Pembelajaran menulis kreatif puisi cenderung bersifat teoritis informatif,bukan apresiatif produktif. Belajar yang diciptakan guru hanya sebatasmemberikan informasi pengetahuan tentang sastra sehingga kemampuanmengapresiasi dan mencipta kurang mendapat perhatian. Yang terjadi adalahproses transfer pengetahuan tentang sastra dari guru kepada siswa. Siswa kurangmendapat kesempatan untuk melakukan konstruksi pengetahuan dan melakukanpengembangan pengetahuan itu menjadi sebuah produk pengetahuan baru.Apalagi, di dalam belajar hanya ada satu sumber belajar yang dianggap saktimandraguna, yaitu buku pelajaran.

5Kondisi demikian, hampir dihadapi oleh guru yang mengajarkan sastra.Ada beberapa faktor yang menyebabkan pembelajaran menulis kreatif puisi tidakdapat dilakukan dengan baik. Pertama, tidak semua guru bahasa memilikikegemaran terhadap materi menulis kreatif puisi. Hal ini membuat motivasi gurudalam mengajarkan materi menulis kreatif puisi tidak muncul sehingga adakeragu-raguan dalam mengajarkannya. Kedua, mengajarkan menulis puisi bukanhanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan bahasa, tetapi jugaberhubungan dengan penggalian perasaan, norma, dan nilai-nilai estetika dalambentuk media bahasa. Ketiga, sikap berpikir inovatif dan kreatif yang belumtumbuh pada guru sebagai upaya untuk mengembangkan diri. Akibatnya, prosesbelajar mengajar menulis kreatif puisi yang diciptakan monoton danmenjenuhkan. Guru belum berpikir lebih jauh untuk mengembangkan danmenciptakan suasana yang menarik, bermakna, dan kontekstual.Pembelajaran menulis puisi dapat terjadi dengan efektif jika guru dapatmenerapkan strategi pembelajaran yang dapat memberikan peluang kepada siswauntuk lebih aktif, kreatif, dan inovatif. Strategi tersebut diharapkan dapatmembuat siswa mempunyai keyakinan bahwa dirinya mampu belajar, yang dapatmemanfaatkan potensi siswa seluas-luasnya.Salah satu strategi pembelajaran yang mengacu pada pembelajaranmenulis kreatif puisi adalah dengan menggunakan media gambar karikaturmelalui teknik pancingan kata kunci. Peneliti menggunakan media gambarkarikatur melalui teknik kata kunci karena mengacu pada prinsip pembelajaran.Prinsip pembelajaran yang dimaksud adalah Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif

6dan Menyenangkan (PAKEM). Pada hakikatnya pembelajaran ini memberi rasanyaman dan betah kepada siswa dalam menerima pelajaran. Oleh karena itu,pembelajaran dilaksanakan sedemikian rupa sehingga terdapat unsur permainandidalamnya, antara lain dalam bentuk kerjasama atau diskusi. Siswa berdiskusidalam mencermati gambar karikatur untuk menemukan ide atau gagasan dalambentuk kata kunci, kemudian dikembangkan menjadi sebuah puisi.Alasan menggunakan media gambar karikatur melalui teknik pancingankata kunci dalam pembelajaran menulis kreatif puisi adalah memudahkan siswadalam menggali ide atau gagasan yang berupa kata kunci dari hasil mencermatigambar karikatur. Jadi, dalam praktiknya media gambar karikatur melalui teknikpancingan kata kunci membantu siswa untuk berpikir kreatif tidak hanya padaaspek mata pelajaran tetapi melingkupi semuanya.Pembelajaran dengan menggunakan media gambar karikatur melaluiteknik pancingan kata kunci membantu siswa mengaitkan antara materi menulispuisi dengan situasi dan pengalaman siswa, menuntut siswa untuk memunculkanide-ide dalam bentuk kata kunci yang dikembangkan dalam bentuk puisi, mampubekerja sama dengan teman untuk mengoreksi kembali puisi yang telah dibuat,serta guru dapat mengetahui setiap perkembangan kemampuan siswa dalammenulis puisi. Penerapan media gambar karikatur melalui teknik pancingan katakunci di kelas akan membawa dampak terbentuknya semangat kerjasama danmenghasilkan manusia yang bersahabat dengan sesamanya serta kreatif dalammengatasi masalah. Selain itu, suasana positif yang timbul dari penerapanpembelajaran ini dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencintai

7pelajaran, sekolah,

menulis puisi dengan menggunakan media gambar karikatur melalui teknik pancingan kata kunci. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsi peningkatan keterampilan menulis puisi dengan media gambar karikatur melalui teknik pancingan kata kunci dan mendeskripsi perubahan perilaku siswa setelah